Truly's Reviews > The Man Who Loved Books Too Much: Kisah Nyata tentang Seorang Pencuri, Detektif, dan Obsesi pada Dunia Kesusastraan

The Man Who Loved Books Too Much by Allison Hoover Bartlett
Rate this book
Clear rating

by
1731272
's review
May 10, 2010

it was amazing
Read from May 08 to 10, 2010

Semua pencuri buku adalah pembohong sejati!

Baru kali ini saya menyesal bisa membaca dengan cepat! Walau setiap hari memaksa membaca hanya sekian halaman, tetap saja buku ini selesai dalam hitungan hari. Ceritanya sungguh sayang untuk ditamatkan dalam waktu singkat. Apa boleh buat, lain kali ini ini pasti saya baca lagi, lagi dan lagi.

Bagi kolektor buku, buku dinilai bukan dari isinya. Bahkan banyak diantara mereka yang tidak membaca buku koleksinya. Mereka menilai buku dari bentuk fisik, saat penerbitan dan kesulitan mendapatkannya. Sungguh berbeda dengan mereka yang suka membaca, isi adalah segalanya.

Gilkey sangat mencintai buku hingga bersedia masuk penjara demi buku. Ketertarikannya lebih karena apa yang disimbolkan oleh sebuah buku alih-alih ceritanya. Gilkey bukan saja tergerak hatinya untuk mencuri karena perasaan cinta terhadap buku. Namun juga karena menikmati rasa kekaguman orang terhadap koleksi bukunya, itulah inti hasrat Gilkey. Baginya buku adalah benda visual, yang tanpak menarik ketika berjajar di rak. Ia memperlakukan buku dengan sangat lembut penuh dengan kehati-hatian.

Bagi Gilkey, sebanyak apapun uang yang dimiliknya, jumlah itu tak akan pernah cukup untuk semua buku yang diinginkannya. Kebanyakan buku yang diinginkannya merupakan buku yang masuk dalam daftar seratus novel berbahasa Inggris terbaik abad kedua puluh (novel yang diterbitkan sejak 1990) yang disusun oleh para anggota dewan editor Moderen Library pada tahun 1998

Hal ini mungkin juga dialami oleh diri kita masing-masing tanpa kita sadari. Saya pribadi, kadang lebih mementingkan membeli buku, menghadiri bedah buku atau pergi ke toko buku dibandingkan acara lain. Walau keuangan sedang defisit,namun mengetahui ada diskon disebuah toko buku saya langsung bergegas menuju toko buku itu. Setelah pulang dari toko buku, sudah bisa dipastikan keuangan saya kian defisit. Namun rasanya sepadan. Baru belakangan saya lebih bisa menahan diri.

Atau cerita sahabat karib saya yang saya temui lewat salah satu milis penerbit. Tagihan kartu kreditnya sebagian besar adalah dari toko buku. Ia seakan meletakkan langit sebagai batasan belanja buku, namun untuk urusan yang lain ia akan meletakkan tanah sebagai batasannya. Ia bahkan mau berbaik hati membuka “Rekening” bagi sahabat seperti saya, yang punya niat belanja buku besar tapi keuangan kecil. Dia bagai malaikat penolong bagi saya dan para sahabat.

Kesukaannya membeli dan membaca buku serta lambatnya kecepatannya membaca merupakan keuntungan bagi saya. Saya bisa membaca buku terbaru gratis, tidak gratis juga sebenarnya, saya menunjukkan rasa terima kasih dengan menyampulkan buku yang saya pinjam.

Tanpa sadar, saya jadi membenci sekaligus mengagumi Ken Sanders,orang yang bertanggung jawab mejegal sepak terjang Gilkey. Walau saya tahu bahwa yang dilakukan Gilkey adalah kesalahan besar, namun sebagai seseorang yang mencintai buku, saya bisa memahami mengapa ia berbuat begitu. Untuk itu saya membenci Sanders yang membuat hidup Gilkey menjadi merana. Di sisi lain, saya mengagumi kegigihannya membantu para pedagang buku antik menyelamatkan buku-buku mereka dari tangan yang tidak bertanggung jawab semacam Gilkey. kecintaannya terhadap buku, membuat Sanders merasa buku harus diperlakuan dengan istimewa, termasuk cara memperolehnya.

Walau berkesan berat, namun buku ini juga memberikan banyak cerita-cerita segar. Misalnya saat Gilkey meminta ayahnya mengambilkan buku yang dibelinya, membayangkan ketegangan yang dialaminya serta kelakuan saat akhirnya sang ayah datang dengan membawa buku pesanan. Atau mendengar Gilkey menggerutu saat mengetahui banyak buku di perpustakaan yang hilang dicuri. Ia dengan marahnya mengomentari bahwa mencuri buku di perpustakaan adalah pencurian, sebuah kesalahan besar, lalu yang dilakukannya bagaimana?

Membaca judul buku In Cold Blood dan The Profesor and The Mad-man yang tercantum dalam buku ini membuat saya meringis. Maklum kedua buku itu sudah saya jadikan modal saat mengikuti bookswap. Padahal edisi asli buku ini ternyata berharga cukup mahal. Memang yang saya punya adalah edisi terjemahan namun edisi terjemahan pertama. Siapa tahu beberapa tahun kedepan juga berharga mahal. Duh... jadi musti berhati-hati kalau ikutan bookswap.

Buku ini juga memberikan tambahan pengetahuan seputar buku. Saya jadi tahu bahwa ”Papan” adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sampul. Saya lebih mengerti kenapa banyak sahaabt saya yang menolak membeli buku dengan menggunakan kartu kredit Juga mengenai berbagai macam tipe pencuri buku.

Dalam situs ABBA ( Antiquarian Booksellers’ Association of America), Asosiasi Pedagang Buku Antik Amerika disebutkan ada 5 tipe pencuri buku. Yaitu: Kleptomania yang tidak bias menahan diri untuk mencuri buku; pencuri yang mencuri demi meraih keuntungan, pencuri yang mencuri karena marah; pencuri biasa; pencuri yang mencuri untuk digunakan sendiri. Saya jadi berpikir, jangan-jangan tanpa sadar saya juga pernah “Mencuri” Masuk kategori yang mana yah….

Paragraf yang paling saya sukai dari buku ini, merupakan ungkapan dari Winston S. Churchill. Tapi... berhubung terlalu panjang, silahkanc ek di halaman 105.
9 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Man Who Loved Books Too Much.
Sign In »

Comments <span class="smallText"> (showing 1-20 of 20) </span> <span class="smallText">(20 new)</span>

dateDown arrow    newest »

Poppy Pengoleksi buku ini berkata: harusbeli, harusbeli, harusbeli...


message 2: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov buying impulse membuat saya kadang sering menghela nafas panjang saat melihat koleksi yg dipajang di lemari buku di rumah... mudah2an masih termasuk pembaca buku, tidak sekedar kolektor hihihihi...


message 3: by Tiwik (new) - added it

Tiwik Kalo yang suka berburu buku diskonan, tapi bacanya kewalahan termasuk pencuri buku nggak? :D


Truly @Titik : menerima segala macam limpahan eh pinjaman buku hi hi hi


message 5: by Tiwik (new) - added it

Tiwik Monggo-monggo mbak...dipilih-dipilih mana yang disuka...*perasaan mah punya mbak Truly lebih lengkap koleksinya*


message 6: by htanzil (last edited May 11, 2010 06:44PM) (new) - rated it 3 stars

htanzil aku lagi baca buku ini, jadi kepikir pingin jadi pencuri buku seperti Gilkey, abis enak banget dia nyuri buku2 bagus..hehehe


Truly Kayaknya dia lebih seneng sama sensasi saat mencuri dari pada saat memilikinya

Aku pingin bingkai ini di lemari bukuku

This book belongs to none but me
For there's my name inside to see
To steal this book, if you should try,
It's by the throat that you'll hang high.
And revens then will gather 'bout
To find your eyes and pull them out
And when you're screaming "Oh,Oh,Oh!"
Remember, you deserved this woe


(Buku ini milikku seorang
Karena hanya namaku yang tercanang
Kalau kau ingin coba-coba mencuri buku ini
kau akan kucekik dan kuangkat tinggi-tinggi
Dan setelah itu burung gagak akan berkumpul
Untuk menyerangmu dan memaksamu bergumul
Dan ketika kau nmejerit"Aduh,aduh,aduh!"
Ingatlah, kau pantas mendapatkan nestapa itu)

-Peringatan yang ditulis oleh penyalin Jerman abad pertengahan-

Muantap..........!


Sweetdhee belum nemu buku ini...beli dimana yang dapet diskon yaaa?


Truly Penerbitnya Alvabet.
Diskonsedang ditelusuri
kalo di TM bOkkstore diskon resmi 15 %
kalo pagi bisa jadi 25 %


Sweetdhee *nunggu hasil penelusuran mba Truly*


Truly LAPoR..................!
Katanya di lebak bulus ada agen ALvabet, diskon 30 %
sedang menunggu alamatnya.

Laporan selesai!


message 12: by Ichehsky (new)

Ichehsky Truly wrote: "Penerbitnya Alvabet.
Diskonsedang ditelusuri
kalo di TM bOkkstore diskon resmi 15 %
kalo pagi bisa jadi 25 %"


Truly wrote: "LAPoR..................!
Katanya di lebak bulus ada agen ALvabet, diskon 30 %
sedang menunggu alamatnya.

Laporan selesai!"


yup, betul sekali. nanti beli ke saya aja. ada diskon spesial buat warga GRI. hehe.. kita 'bertransaksi' [halah:] hr Sabtu di Museum Bank Mandiri ya ;)


Truly mari-mari dipesan..dipesan.....!
Bisa jadi book of t. m enggak yah?
*Ngelirik Harun, Roos de el el*


message 14: by Tiwik (new) - added it

Tiwik Nitip mbak Truly yaaaa...tengkyuh :)


Truly @Tiwik : sudah...., aku pesan 3 atas namuku buat dirimu dan temen2 yang diluar Jakarta


Truly eh diskon diperpanjang
namun hanya 25 % di luang ongkir
pindah ke tetangga ah....


message 17: by Dewayanie (new) - added it

Dewayanie prasetio jeng Truly.. titip 1 ya jeng.... thanks ya...:)

btw, cerita buku ini jd inget sama buku si pencuri anggrek ....


Truly aku pindah ke topik Info diskon yah...
kudu sms yang jadi pic di 021 99735569 jangan lupa nyebutin nama


Harun Harahap Mbak, tolong share reviewnya disini:
http://www.goodreads.com/topic/show/3...


message 20: by Feline (new)

Feline "Bagi kolektor buku, buku dinilai bukan dari isinya. Bahkan banyak diantara mereka yang tidak membaca buku koleksinya. Mereka menilai buku dari bentuk fisik, saat penerbitan dan kesulitan mendapatkannya. Sungguh berbeda dengan mereka yang suka membaca, isi adalah segalanya. "

Wah gak bener banget itu= =a Sebagai orang yang suka membaca aku gak setuju banget (berkata dengan tampang tanpa dosa dan percaya dirinya di hadapan setumpuk buku yang baru dibaca sedikit, entah berapa ratus ebook yang sama sekali belum dibuka, dan setumpuk buku baru yang dibeli karena tak bisa menahan godaan).


back to top