Ren's Reviews > Konspirasi Dalam Kematian
Konspirasi Dalam Kematian (In Death, #8)
by J.D. Robb
by J.D. Robb
Ren's review
bookshelves: science-fiction, thriller-suspense, ass-kick-heroine, there-are-hot-men, had-translated, own-paperback, own-and-reread, 5-stars
Sep 08, 11
bookshelves: science-fiction, thriller-suspense, ass-kick-heroine, there-are-hot-men, had-translated, own-paperback, own-and-reread, 5-stars
read count: 4
Read the translation version
Siap - siap mewek dan esmosi, karena bakalan ikutan emosi juga kayak apa yang dialami Eve di buku ini. Awalnya Eve mendapat kasus pembunuhan dimana sang korban di"preteli" organ-organnya. Sayang dia malah harus berseteru sama salah satu rekan polisinya, yang notabene cewe. Si polisi ini setingkat di atas Eve, tapi karirnya ga sepesat Eve yang udah jadi letnan, sementara dia masih berstatus "officer". Mulailah si polisi (duh males juga ingat namanya) membikin cerita yang mencemarkan nama baik Eve. Dan puncaknya saat si polisi ini terbunuh, Eve-lah yang dituduh jadi pelaku!! Dan harus merelakan lencananya untuk dilucuti..
Hadeeeh, kalo jadi Eve, pasti gw dah putus asa dan kayak zombie.. Begitu juga yang terjadi sama Eve, dia ga tau harus bagaimana, karena Eve sangat berdedikasi dan pekerjaan adalah hidupnya. Untunglah (atau bolehlah kita iri), Eve punya Roarke! Hanya Roarke yang bisa menarik Eve dari keadaannya yang buruk, dan memberinya semangat lagi, tapi tentunya ga cuma Roarke, karena Eve juga didukung sama rekan- rekan yang lain. Dan walaupun dilucuti lencananya, Eve ga pernah berhenti tentunya untuk menangkap si pelaku..
Salah satu fakta menarik adalah, Eve bakal ketemu sama ex-nya dulu, Don Webster, yang sekarang jadi seorang provos (polisinya polisi). Ga bisa dibilang ex sih, cuma Eve dan Webster ini pernah ONS (One Night Stand sodara, bukan jenis haji itu, hmpfh), yang bagi Eve sih biasa aja, tapi ternyata ga bagi Webster... Dan Roarke pun cemburu.... =))
Emang asyik liat Roarke cemburu, hahahay....
Btw, setuju nih sama review salah satu temen GR, Zaizai.. typonya lumayan banyak nih buat ukuran GPU. Apa kejar setoran kali ya =="
Siap - siap mewek dan esmosi, karena bakalan ikutan emosi juga kayak apa yang dialami Eve di buku ini. Awalnya Eve mendapat kasus pembunuhan dimana sang korban di"preteli" organ-organnya. Sayang dia malah harus berseteru sama salah satu rekan polisinya, yang notabene cewe. Si polisi ini setingkat di atas Eve, tapi karirnya ga sepesat Eve yang udah jadi letnan, sementara dia masih berstatus "officer". Mulailah si polisi (duh males juga ingat namanya) membikin cerita yang mencemarkan nama baik Eve. Dan puncaknya saat si polisi ini terbunuh, Eve-lah yang dituduh jadi pelaku!! Dan harus merelakan lencananya untuk dilucuti..
Hadeeeh, kalo jadi Eve, pasti gw dah putus asa dan kayak zombie.. Begitu juga yang terjadi sama Eve, dia ga tau harus bagaimana, karena Eve sangat berdedikasi dan pekerjaan adalah hidupnya. Untunglah (atau bolehlah kita iri), Eve punya Roarke! Hanya Roarke yang bisa menarik Eve dari keadaannya yang buruk, dan memberinya semangat lagi, tapi tentunya ga cuma Roarke, karena Eve juga didukung sama rekan- rekan yang lain. Dan walaupun dilucuti lencananya, Eve ga pernah berhenti tentunya untuk menangkap si pelaku..
Salah satu fakta menarik adalah, Eve bakal ketemu sama ex-nya dulu, Don Webster, yang sekarang jadi seorang provos (polisinya polisi). Ga bisa dibilang ex sih, cuma Eve dan Webster ini pernah ONS (One Night Stand sodara, bukan jenis haji itu, hmpfh), yang bagi Eve sih biasa aja, tapi ternyata ga bagi Webster... Dan Roarke pun cemburu.... =))
Emang asyik liat Roarke cemburu, hahahay....
Btw, setuju nih sama review salah satu temen GR, Zaizai.. typonya lumayan banyak nih buat ukuran GPU. Apa kejar setoran kali ya =="
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Konspirasi Dalam Kematian.
sign in »
