Geez tebakan saya benar. sejak bruno bertemu dg shmuel dan mendapati pagar pemisah mpy celah, saya membayangkan suatu saat bruno akan melewati pagar t...moreGeez tebakan saya benar. sejak bruno bertemu dg shmuel dan mendapati pagar pemisah mpy celah, saya membayangkan suatu saat bruno akan melewati pagar tersebut dan memakai pakaian yg sama dg shmuel agar bs bermain bersama. sangat menyesal ketika tebakan saya terwujud :(((less)
“Romo sekarat. Berhari-hari dia mengigau-igau sebuah nama: Jeng Yah.”
Demi mengabulkan permintaan terakhir ayahnya, Lebas, Karim dan Tegar mencari ora...more “Romo sekarat. Berhari-hari dia mengigau-igau sebuah nama: Jeng Yah.”
Demi mengabulkan permintaan terakhir ayahnya, Lebas, Karim dan Tegar mencari orang yang sering diigaukan ayahnya itu. Selain mencoba menguak kisah cinta masa lalu ayahnya, tanpa sengaja mereka juga menyusuri sejarah Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia.
“Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Kota M, Kudus, Jakarta, dari periode penjajahan Belanda hingga kemerdekaan, Gadis Kretek akan membawa pembaca berkenalan dengan perkembangan industry kretek di Indonesia. Kaya akan wangi tembakau. Sarat dengan aroma cinta.”
Idroes Moeria awalnya adalah pelinting klobot, hingga dia bertemu seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta, Roemaisa anak sang Juru Tulis, membuat dia bertekad memilikinya dan pantas untuknya. Kesempatan datang ketika ia mengambil alih usaha klobot dari majikannya, dia juga meminta Pak Trisno mengajarinya baca tulis. Dengan bekal kemampuan barunya dan usaha yang baru dirintisnya yaitu klobot produksinya sendiri: Klobot Djojoboyo, dia melamar Roemaisa, gayung pun bersambut, gadis pemalu itu juga jatuh cinta padanya. Sayangnya, ada orang yang tidak suka dengan hubungan mereka, Soedjagad, yang juga teman Idroes dari kecil, sangat mengagumi Roemaisa, dia patah hati ketika tahu mereka akan menikah, sejak saat itu Soudjagad menjadi saingan Idroes, terlebih dalam usaha kretek, dia pun juga memiliki usaha klobot dengan nama: Klobot Djagad.
Jepang menyerang Indonesia, sebagian besar pemuda dibawanya, tak ketinggalan Indroes Moeria. Roemaisa ketika itu sedang hamil karena kesedihannya kehilangan Idroes Moeria tanpa kabar membuat dia tak semangat hidup, janinnya keguguran. Lalu, ketika dia menganang suaminya dan mengepulkan kesedihannya lewat klobot yang dihisapnya, semangatnya bangkit, dia kembali merintis usaha yang telah susah payah suaminya bangun. Hilangnya Idroes Moeria menjadi kesempatan besar buat Soedjagat untuk mendekati Roemaisa, sayanganya tetap saja ditolak mentah-mentah karena Roemaisa sangat mencintai istrinya. Ketika Indonesia merdeka, para pemuda kembali ke kota kelahirannya, begitu pula dengan Idroes Moeria.
Ketika menjadi tawanan di Soerabaia, Idroes seperti mendapat inspirasi, ia melihat rokok-rokok yang beredar memiliki selubung kemasan yang bermacam-macam, dia ingin merubah bungkus kemasan Djojoboyo yang dia anggap bukan nama dagang yang baik. Karena masih dalam suasana kemerdekaan, Idroes Moria pun menganti klobotnya dengan nama ‘Roko Kretek Merdeka!’ dengan gambar seorang pejuang setengah badan dan kepalanya diikat dengan bendera merah putih dan membawa bambu runcing. Dengan kemasan yang baru ini, usaha klobot Idroes mulai melonjak tajam, dia juga memasarkan klobotnya tidak hanya Kota M yang kecil tapi juga kota disekitarnya. Usaha Idroes tidak semulus yang dia bayangkan, mantan temannya, Soedjagad juga memproduksi klobot baru: ‘Roko Kretek Proklamasi’. Setelah sempat keguguran, Roemaisa hamil lagi. Proses lahirannya lancar hanya saja ada tragedi yang membuat Idroes dan Roemaisa berhati-hati karena ari-ari anaknya dicuri orang, dengan peuah dukun desan, Idroes mencari Kretek Mendak untuk menangkal semua hal yang tidak diinginkan pada anaknya, yang dia beri nama Dasiyah.
Kebahagiaan Idroes dan Roemaisa dirasakan juga oleh Soedjagad yang baru menikah dengan Lilis, perempuan kaya raya asal Madura. Dari pernikahannya, Soedjagad mendapatkan lima orang anak, yang pertama bernama Purwanti. Dasiyah juga mempunyai adik yang diberi nama oleh orangtuanya, Rukiyah. Kretek Merdeka! dan Proklamasi kini menjadi dua merek dagang yang bersaing di kota M. Dari dulu sampai sekarang Idroes dan Soedjagat tidak lelah bersaing.
Semakin dewasa Dasiyah semakin kelihatan ‘bakat kreteknya’ dia bisa membuat kretek yang sangat enak, tingwe, yang isinya sari kretek yang hanya bisa didapat dari sisa melinting sehari kemudian mengelemnya dengan jilatan ludahnya yang seperti Roro Mendhut, ludahnya manis sehingga tingwe bikinannya lebih manis daripada tingwe yang lain.
Idroes gatal ingin mengembangkan usahanya lagi, setelah Roko Merdeka! dia memang membuat berbagai macam kretek tapi tidak ada yang sesukses Merdeka! Dia pun pergi untuk mencari wangsit dan tercetuslah ide itu: Kretek Gadis, salah satu inspirasinya adalah anak gadisnya yang suka membuatkannya tingwe. Tidak ketinggalan, Soedjagad selalu mengekor jika Idroes punya produk baru, dia pun menciptakan kretek: Garwo Kulo.
Dasiyah menjadi tangan kanan ayahnya, dia gencar mempromosikan kreteknya itu, tidak ketinggalan ke acara pasar malam yang sering didatangi pengunjung, di sanalah dia pertama kali bertemu dengan Soeraja.
“Gurih itu rasa puas yang membuat orang lain merasa cukup dengan yang itu saja, tak perlu mencoba yang lain, sehingga nantinya akan kembali lagi untuk mencicipi rasa gurih itu.”
Saya ngebut seharian untuk menuntaskan buku ini karena penasaran dengan masa lalu Soeraja dan Dasiyah atau sering disebut Jeng Yah. Penulis begitu runtut menceritakan sejarahnya sehingga mau tidak mau saya harus bersabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Dan endingnya begitu tak terduga.
Asing. Beda. Begitulah perasaan saya ketika membaca buku ini, nuansa tradisionalnya kental banget, Jawa banget. Saya jarang baca hisfic dalam negeri, bisa dibilang ini buku pertama yang saya cicipi dan aromanya benar-benar bikin nagih.
Alurnya maju mundur, pertama kita akan dikenalkan oleh anak-anak dari Soeraja, sudut pandangnya pun dari Lebas, anak terakhir. Lebas digambarkan sebagai seorang lelaki yang bebas, memilih murtad dari usaha ayahnya yang malah menjadi sutradara film kacangan. Karim, anak kedua, tidak banyak disebutkan, peran dia adalah sebagai penengah antara adiknya yang sering cekcek dengan sang kakak. Tegar, anak tertua, dari kecil dia udah tercetak sebagai pewaris pabrik kretek ayahnya, meninggalkan masa bermain dengan mengigilingi pabrik dan belajar seluk beluknya, membuat dia menjadi pribadi yang serius. Pencarian masa lalu orang tua mereka berbuah sejarah kretek dari masa ke masa. Kadang ngikik sendiri dengan tingkah laku Lebas, apalagi pas dia kesurupan Bob Marley, hahaha, ada-ada aja, dan juga ketika dia iseng berhenti di sebuah kota dia akan membeli kretek khas daerah tersebut untuk membuktikan kalau rata-rata menjiplak Kretek Djagad Raja milik keluargnya.
Yang agak menganjal dari buku ini adalah tidak adanya pemisah antara masa sekarang dan masa lalu. Karena, pas lagi seru-serunya ingin mengikuti pencarian Lebas, Karim, dan Tegar, tiba-tiba saya dilempar ke masa lalu tanpa aba-aba dulu. Bisa sih membedakan, terasa sekali kok nuasanya. Di awal pun ada tulisan [Lebas:] yang menandakan kalau dialah pov-nya, saya kira yang lainnya bakalan ikut bersuara juga, ternyata hanya dia dan sudut pandang orang ketiga untuk masa lalunya. Untuk pemisahnya, bisa saja menggunakan tahun kejadian .
Untuk cover, suka banget! Saya juga suka berbagai ilustrasi tentang kemasan kreteknya, tiap kali membaca tentang sejarah kreteknya, saya mencari-cari gambarnya yang mana ya? Dan semuanya ada, jadi saya tidak kesusahan membayangkan kemasannya, nyatanya ada. Buat kamu yang pengen mencicipi Historical Fiction dalam negeri untuk pertama kalinya seperi saya, buku ini patut dibaca, nggak membuat bosan dengan sejarahnya malah bikin penasaran. Selain itu ada bumbu romancenya juga jadi ada penyemangat yang lain ketika membacanya .
akhirnya! *elap keringet* sampai akhir pun masih sebel dg keegoisan Scarlet, siap2 buat reviewnya utk tgl 8 nt, tapi masih mabok dg kisah cinta Scaet d...moreakhirnya! *elap keringet* sampai akhir pun masih sebel dg keegoisan Scarlet, siap2 buat reviewnya utk tgl 8 nt, tapi masih mabok dg kisah cinta Scaet dan Rhett(less)
Sebenernya selain menulis review buku ini saya juga ingin mencantumkan review filmnya, yang sangat disayangkan gagal saya tonton beberapa waktu yang l...moreSebenernya selain menulis review buku ini saya juga ingin mencantumkan review filmnya, yang sangat disayangkan gagal saya tonton beberapa waktu yang lalu, dengan kisah yang pahit sekali *nggak usah dibahas lagi*. Padahal film yang dibintangi salah satu aktris favorit saya itu memicu saya agar cepat-cepat menyelesaikan buku ini, yah mungkin belum jodoh saja, lain kali cari bajakannya #loh.
"Les Miserables mengambil latar waktu kondisi Prancis antara tahun 1815 dan 1832, tahun-tahun ketika Hugo muda mulai berkenalan dan bersingunggan dengan dunia politik, masa setelah tahun 1793. Tahun 1815 sendiri adalah tahun yang menandai kekalahan tentara Napoleon di Waterloo, melawan aliansi tentara Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Kekalahan Napoleon mengakhiri era "first republik" (1792-1804), dan kembalinya era kerajaan di bawah Louis XVIII. Era ini disebut dengan Restorasi Bourbon. Pada masa restorasi, gereja kembali berperan besar dalam perpolitikan Prancis, meskipun tidak seabsolut sebelumnya. Inilah masa ketika para pejuang revolusi dan kaum republik tersingkir sementara, yang pada akhirnya mengobarkan gejolak sosial tahun 1830-1832 melawan monarki."
Bercerita tentang Jean Valjean yang bebas setelah dipenjara 19 tahun hanya karena mencuri roti untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Dia singgah di kota D untuk beristirahat dan mencari makan, tapi apa yang ia dapatkan di sana? Para penduduk mengucilkannya, tidak ada penginapan yang mau menampungnya karena dia memiliki paspor kuning (paspor para mantan narapidana) bahkan dia digigit dan dikejar anjing karena tidak sengaja merampas singgasananya, tidak ada tempat baginya. Lalu ketika dia tidur di atas batu di alun-alun ada seorang wanita baik hati yang menyarankan agar ia mengetuk sebuah rumah. Rumah tersebut milik Monsieur Bienvenu, seorang uskup baik hati yang tanpa pamrih memberiakannya tempat tinggal dan makanan enak, satu-satunya orang yang tanpa memandang status sosial Jen Valjean. 19 tahun dipenjara menajamkan sisi jahat Jean Valjean, ada perlawanan batin ketika dia melihat peralatan makan dan tempat lilin dari perak milik uskup, dia hanya memiliki sedikit uang dan barang tersebut pasti berharga tinggi, perjalanannya masih panjang dan dia butuh uang. Ketika dia sudah memutuskan apa yang dia inginkan, tidak butuh lama dia langsung pergi meninggalkan rumah uskup dengan barang tersebut, tidak lama kemudian dia kembali bersama polisi. Uskup berbohong kalau barang-barang tersebut memang diberikan kepada Jean Valjean, peristiwa itulah yang merubah hidup Jean Valjean selanjutnya.
"Dosa yang paling kecil adalah hukum yang dibuat oleh manusia. Tidak mempunyai dosa sama sekali adalah mimpi. Karena semua pasti memiliki dosa, hal ini manusiawi. Dosa itu bagaikan sebuah gravitasi."
"Jangan pernah kita takut terhadap perampok atau pembunuh. Itu semua adalah bahaya dari luar, bahaya kecil. Yang perlu kita takuti adalah diri kita sendiri. Prasangka adalah perampok yang sesungguhnya, sifat buruk adalah pembunuh yang sebenarnya. Bahaya terbesar ada dalam diri kita sendiri. Tidak masalah apa yang mengancam kepala atau dompet kita! Mari kita berpikir tentang apa yang dapat mengancam jiwa kita."
Fantine adalah gadis yang cantik jelita dan yatim piatu, ia mempunyai pacar yang tampan dan kaya raya, Fantine jatuh cinta padanya dan rela memberikan apa pun yang dia miliki.Lalu kejutan Tholomyes meremukkan hati Fantine, laki-laki itu meninggalkan Fantine dalam kondisi berbadan dua karena takut masa depannya hancur kalau bersama wanita dari kelas sosial kebawah. 'lelucon' tersebut merubah diri Fantine, dia lebih sering murung dan kecantikannya pun mulai pudar. Dia berencana kembali ke kota asalnya, Kota M. Sur M. tapi tidak bisa kalau membawa anaknya, pekerjaannya tidak memperbolehkannya. Di Montfermeil Fantine melihat seorang ibu dengan anak-anaknya terurus dengan baik, kemudian tebersit keinginan Fantine agar orang tersebut menjaga anaknya. Wanita itu adalah Thenardier dengan syarat Fantine harus mengirimkan tujuh francs setiap bulan. Fantine tidak tahu betapa liciknya keluarga tersebut, Corsette, anak Fantine diperlakukan layaknya seorang pembantu, uang yang selalu dikirim ibunya tidak pernah dinikmati Corsette, pakaiannya pun dijual sehingga dia seperti memakai baju rombeng.
Kota M. Sur M. sangat berkembang pesat, menjadi sebuah kota industri yang makmur, terlebih setelah Tuan Madeleine menjadi Walikota. Ia adalah laki-laki berusia sekitar lima puluh tahun yang sangat perhatian dan baik. Negara berhutang banyak padanya, dia sangat sopan kepada semua orang dan mengasihi siapa pun terlebih rakyat miskin, dia adalah pahlawan. Tuan Madeleine bagaikan seorang uskup, dia melerai perselisihan, dia mencegah terjadinya perkara hukum, dia mendamaikan orang-orang yang bermusuhan. Semua kebaikannya itu tidak berpengaruh pada Javert, orang dari kepolisian. Dia seperti pernah melihat Tuan Madelaine di masa lalu, dia tidak asing baginya. Javert sering sekali mengamati tindak tanduk Tuan Madeleine, penuh kecurigaan dan dugaan. Dia adalah laki-laki yang terobsesi dengan hukum, bahkan mencapai tahap fanatik. Dia tidak akan segan-segan menangkap ayahnya kalau melarikan diri dari penjara atau dia akan melaporkan ibunya kalau melakukan kejahatan, dia tidak pandang bulu.
Fantine bekerja di pabrik milik Tuan Madeleine dan tiap bulan dia tidak pernah absen mengirim uang untuk keluarga Thenardier. lalu kabar masa lalu Fantine tercium oleh sesorang yang iri terhadap kecantikannya, Nyonya Victurnien. Dia berkata kalau Tuan Madeleine tidak membutuhkannya lagi, dan atas nama Walikota, wanita itu meminta Fantine meninggalkan wilayah itu, padahal Tuan Madeline tidak pernah tahu akan masalah tersebut. Fantine dianjurkan untuk menemui Walikota tapi tidak berani, dia masih berhutang apalagi keluarga Thernardier meminta Fantine menaikkan 'uang bulanan'. Dia rela menjual rambutnya, rela menjual giginya, dia rela menjadi pelacur agar anaknya hidup nyaman, hangat dan sehat. Dia juga sangat membenci Tuan Madelaine.
Fantine sering dihina dan dia sering mengacuhkannya, tapi ketika ada seorang pemabuk yang selain melontarkan penghinaan dia juga melempar tubuh Fantine dengan segenggam salju kemarahan Fantine tidak bisa dibendung lagi, dia langsung menerkam laki-laki tersebut, mencakar wajahnya dengan kata-kata paling mengerikan. Apa yang dia dapat? Javert melihat kejaidian itu dan Fantine dihukum enam bulan penjara! Kejadian itu juga didengar Walikota, dia meminta Javert untuk membebaskannya, sebelumnya Fantine menumpahkan semua kemarahannya karena semua kejadian ini tidak akan pernah terjadi kalau Tuan Walikota mengusir dia dari pabriknya dan dia langsung meludahi wajah Walikota. Dengan kemarahannya yang mendidih dia menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya. Tuan Walikota tetap kekueh agar Fantine dibebaskan, usahanya selalu berhasil.
"Hukum tertinggi adalah nurani. Saya telah mendengar perempuan ini, saya tahu apa yang saya lakukan."
Tuan Madelaine membawa Fantine ke kliniknya karena kondisi kesehatannya yang menurun, dia ingin sekali bertemu dengan Corsette, luka luarnya mungkin bisa diobati tapi tidak dengan luka batinnya. Hanya Corsette lah yang dapat menyembuhkannya. Tuan Madelaine pun meminta Corsette dibawa pulang ke ibunya, dia berharap Fantine bisa bertahan sebelum Corsette pulang.
Suatu pagi Jevert menemui Tuan Madelaine dan meminta maaf karena tuduhan selama ini yang dia lontarkan kepada Tuan Madelaine. Dia mengganggap Tuan Madelaine adalah Jean Valjean, seorang narapidana yang setelah bebas pun dia masih mencuri dan melakaukan tindak kekerasan pada seorang anak kecil. Javert sudah gatal ingin menjebloskan dia ke penjara lagi. Lalu ada kabar kalau Jean Valjean sudah ditemukan, dengan nama Champmathieu. Di sinilah sifar jahat dan baik Tuam Madelaine diuji kembali, membiarkan Champmathiaeu dihukum karena kejahatan yang tidak pernah dia lakukan atau mengaku dirinya sebagai Jean Valjean?
"Dia dapat memperbaiki sendiri pada hal yang tidak lain lebih berat, lebih rumit, lebih misterius, dan lebih tak terhingga. Ada pemandangan yang lebih megah daripada lautan, yaitu langit. Ada pemandangan yang lebih megah daripada langit, yaitu lubuk hati yang paling dalam dan tersembunyi pada manusia."
"Berlian hanya ditemukan di tempat-tempat gelap di dalam bumi, kebenaran hanya ditemukan dikedalaman pikiran."
"Kejujuran, ketulusan, keterusterangan, keyakinan, rasa tanggung jawab, adalah hal-hal yang dapat menjadi sesuatu yang mengerikan jika diarahkan dengan keliru. Namun, bahkan walaupun mengerikan, tetap hebat. Keagungannya, keagungan yang istimewa dalam hati nurani manusia, melekat pada mereka di tengah kengerian. Kegembiraan yang tulus dan tak kenal ampun dari seorang fanatik dalam luapan yang penuh atas kekejamannya menyimpan suatu sinar mulia yang menyedihkan. Tanpa menyadari kenyataannya, Javert dalam kebahagiaan yang luar biasa patut untuk dikasihani, sebagaimana setiap manusia bodoh yang memperoleh kemenangan. tidak ada sesuatu yang begitu memilukan dan begitu mengerikan dibandingkan dengan wajah ini, tempat tergambar semua yang mungkin menunjukkan sifat buruk orang-orang baik."
Membaca buku ini awalnya sangat bosan, terlalu berbelit-belit, memasuki kisah Jean Valjean saya tidak bisa berhenti membacanya. Buku ini menggambarkan bagaimana keadilan sungguh-sungguh ditegakkan sangat sangat berlebihan tanpa memandang kesalahan apa yang dilakukan, tidak ada pembelaan untuk sebuah kejahatan, walau kejahatan itu dilakukan untuk menolong keluarganya yang kelaparan. Hukum yang kebalabasan. Buku ini menggambarkan betapa status seorang narapidana sangat memalukan, mereka dikucilkan oleh masyarakat, tanpa pernah memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang baru. Buku ini menggambarkan bagaimana seorang ibu bisa melakukan apa pun demi anaknya, menjual setiap bagian tubuhnya, semua tubuhnya agar anaknya bisa hidup enak. Buku ini menggambarkan bagaimana seseorang yang terobsesi dengan hukum, siap menegakkan kebenaran kalau dia melihat ada yang salah tanpa menelusuri terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi. Buku ini menggambarkan sebaik-baiknya seseorang di masa sekarang, kalau masa lalunya sangat tercoreng maka kebaikan yang selama ini dilakukannya tidak ada artinya.
Miris, itulah perasaan saya ketika membaca buku ini. Hukum lebih berpihak kepada golongan atas, ketika golongan bawah melakukan kesalahan yang sepele hukumnya bisa sampai bertahun-tahun, tidak ada pembelaan bagi mereka. Victor Hugo memaparkan potret dan kritik sosial di masa lampau dengan begitu detailnya. Sosok Jean Valjean yang menjelma menjadi Tuan Madelaine sangat dibutuhkan di dunia ini, kasih sayang Fantine sangat diharapkan oleh semua anak, dan ketegasan yang walaupun kebablasan yang diterapkan Javert sebenarnya sangat dibutuhkan saat ini, di mana hukum sangat sangat dipertanyakan keadilannya, seperti tidak ada perubahan antara masa lalu dan masa sekarang.
"Pembaca tidak hanya akan diajak bijak menjadi bijak dengan nilai-nilai ketuhanan yang ada, tetapi juga patriotisme, kasih sayang seorang ibu, kepedulian terhadap sesama, cinta tanpa pamrih, juga intrik politik yang menggerus keadilan."
Terjemahannya tidak ada masalah, kalau melihat edisi aslinya yang beribu halaman saya yakin sekali banyak bagian yang di potong di buku ini tapi saya rasa pemotongannya sesuai, tidak mengurangi inti ceritanya, bahkan bagi saya yang tidak suka membaca cerita yang berbelit-belit sangat bersyukur, bagian yang terpenting seperti kisah tiga sosok utama menurut saya: Jean Valjean, Fantine dan Javert tergambar jelas, sehingga saya bisa mengenali karakter mereka. Soal covernya, sebenarnya saya tidak terlalu bermasalah, seandainya saja tulisannya dihilangkan, menyisakan judul dan penulisnya akan lebih simple, dengan berbagai tulisan yang sepertinya diambil dari tagline film terlalu memenuhi covernya. Dan kenapa covernya mimilih sosok Fantine? mungkin pihak penerbit lebih ingin menonjolkan pengorbanan Fantine. Kalau membaca di bagian pengantar, buku ini sebenarnya ada lima volume yang masing-masing berdiri sendiri. Dan buku ini adalah volume pertama. Dari beberapa review yang saya baca ceritanya masih panjang dan sebal sekali dengan pihak penerbit karena ceritanya tidak disuguhkan sampai akhir, padahal katanya bagian akhir sangat mengaharukan, membuat saya kecewa sekali. Buku ini bagus sekali, kaya akan pesan moral dan sayang kalau tidak disuguhkan secara penuh. Empat atau lima sayap bisa saya berikan untuk buku ini, saya berharap akan ada lanjutannya, sangat-sangat disayangkan kalau cerita hanya berhenti di sana. Saya masih menunggu perjuangan Jean Valjean selanjutnya, saya ingin melihat Corsette yang tumbuh besar, dan saya ingin tahu apakah Javert sadar akan hukum yang keterlaluan yang diterapkannya.
Pernahkah kamu ketika membaca sebuah buku dan buku itu bercerita tentang sebuah kisah lain kamu menjadi sangat tertarik untuk membacanya? Saya pernah,...morePernahkah kamu ketika membaca sebuah buku dan buku itu bercerita tentang sebuah kisah lain kamu menjadi sangat tertarik untuk membacanya? Saya pernah, sekali ini. Saya sampai memikirkannya berhari-hari dan ingin segera membaca buku tersebut. Saya sangat terpesona akan sosok Bima dan Ekalaya yang pernah diceritakan mbak Leila S. Chudori di buku Pulang, sejak saat itu saya ingin sekali membaca cerita Mahabharata, tentu waktu kecil saya pernah mendengarnya tapi saya sudah lupa dan saya ingin mengulang dan merasakan sendiri kehebatan salah satu Pandawa Lima itu. Awalnya saya ingin meminjam buku Mahabharata yang super tebal dan hardcover milik mantan King of Galau (berharap dapat buntelan buku ini juga), tapi dia menyarankan agar saya membaca The Palace of Illutions, kisah Mahabharata yang lebih ringan, yang lebih cocok untuk otak bulat saya. Dan saya tahu siapa yang punya.
Biasanya kisah Mahabharata diceritakan melalui sudut pandang orang pertama yaitu Byasa -orang bijak yang tahu segala, penyusun Mahabharata yang juga muncul di dalamnya sebagai salah satu tokoh. Di buku ini sudut pandangnya dari Dropadi atau Panchali putri Raja Panchala, istri dari Pandawa Lima. Melalui sudut pandangnya kita akan mengetahui bagaimana perasaan sesungguhnya seorang perempuan yang lahir Tidak Diundang, titisan Dewi Agni yang lahir dari api -bersama kembarannya Drestadumnya, yang diramalkan akan mengubah sejarah.
Suatu hari dia mendatangi si petapa bijak untuk mengatahui masa depannya, dan ramalan itu membuat Dropadi sangat hati-hati menjalani hidupnya.
Kau akan mengawini lima pahlawan terbesar pada masamu.
Kau akan menjadi ratu segala ratu, dicemburui semua dewi.
Kau akan menjadi pelayan. Kau akan menjadi penguasa istana paling hebat, lalu kehilangan itu.
Kau akan diingat karena menyebabkan perang terbesar pada masamu.
Kau akan menyebabkan kematian raja-raja jahat -dan anak-anakmu, dan kakakmu. Sejuta perempuan akan menjadi janda gara-gara kau. Ya, memamng, kau akan meninggalkan jejak pada sejarah.
Kau akan dicintai, meskipun kau tidak selalu tahu siapa yang mencintaimu. Meskipun kau mempunyai lima suami, kau akan mati sendirian, ditinggalkan pada akhirnya -sekaligus tidak ditinggalkan.
Si petapa juga berkata sifat Dropadi yang sombong, pemarah dan pendendam akan mempercepat proses takdir hidupnya, dan dia memberikan nasehat tentang tiga saat berbahaya yang akan menimpa Dropadi dan berharap mengurangi kedasyatan bencana yang akan datang. Yang pertama, tepat saat pernikahannya, pada saat itu Dropadi harus menahan pertanyaannya. Yang kedua, pada waktu suami-suaminya berada di puncak kekuasaan, pada saat itu Dropadi harus menahan tawanya. Yang ketiga akan datang waktu Drupadi dipermalukan begitu hebat dan dia harus menahan kutukannya.
Takdir Dropadi dimulai ketika turnamen besar di Hastinapura, ayahnya mengadakan ujian bagi siapa yang mampu menaklukkan tantangan yang ada dialah yang nantinya akan menjadi suami Dropadi. Salah satu Pandawa Lima hampir menempati posisi itu, dialah Arjuna sang pemanah handal. Lalu datanglah Karna, putra seorang kusir kereta yang sebenarnya mempunyai kemampuan lebih, yang membuat Dropadi selalu ingin memandang matanya. Karena statusnya itu dia tidak bisa mengikuti sayembara. Duryodana yang tidak ingin Pandawa selalu menang langsung mengangkat Karna sebagai penguasa Angga dan sahabatnya. Tetapi kehormatan lebih penting, Karna berasal dari kasta rendah dan dia akan menodai status Dropadi, Dre langsung siaga ketika Karna tidak mau menyerah mendapatkan Dropadi. Takut ramalan terjadi, kakak tersayangnya terbunuh, Dropadi melontarkan salah satu hal yang sebenarnya tidak boleh dia katakan, dia tidak bisa menahan pertanyaannya. Sejak saat itu Karna berjanji akan membalas dendam seratus kali lipat.
Awalnya Dropadi menikah dengan Arjuna, dia menolak semua fasilitas yang akan diberikan ayahnya dan memilih mengikuti Arjuna ke hutan belantara karena istana mereka habis dilalap api, di hutan itu tinggallah keempat saudara dan ibunya, Kunti. Kunti tidak senang dengan kehadiran Dropadi, membuat dia merasa mempunyai jarak dengan anak-anaknya, dia selalu memberikan ujian pada Dropadi, seperti memasak dengan bahan yang minim dan peralatan yang seadanya, untungnya Dropadi mempunyai aji-aji untuk mengatasinya. Karena tumbuh dan besar bersama baik susah maupun senang, Kunti mengajarkan kalau mereka harus selalu berbagi, tak terkecuali istri. Tidak mampu menolak permintaan ibunya, mereka kembali ke istana dan memberikan penawaran. Sang Byasa pun merancang bagaimana kehidupan pernikahan Dropadi. Dia akan menjadi istri untuk masing-masing saudara selama setahun penuh, mulai dari yang sulung sampai yang bungsu secara bergantian. Selama setahun itu saudara lainnya dilarang menyentuh, kalau berbicara harus menundukkan mata dan kalau melanggar dia akan dikucilkan selama setahun dari rumah tangga. Dropadi juga diberi aji-aji, setiap kali dia bersama saudara yang baru dia akan kembali perawan.
Meskipun Dhai Ma menghiburku dengan berkata akhirnya aku mempunyai kebebasan seperti yang dipunyai kaum laki-laki selama berabad-abad, keadaanku sangat berbeda dengan keadaan laki-laki yang mempunyai beberapa istri. Tidak seperti laki-laki, aku tidak punya pilihan dengan siapa aku akan tidur, dan kapan. Seperti gelas minum milik bersama, aku akan digilirkan dari tangan ke tangan, tidak peduli aku bersedia atau tidak.
Aku juga tidak begitu senang dengan aji-aji keperawanan itu, yang rupanya lebih dirancang demi keuntungan suami-suamiku daripada aku. Sepertinya begitulah selalu sifat aji-aji yang diberikan kepada kaum perempuan -diberikan kepada kami seperti hadiah yang tidak diinginkan.
Setelah menikah dengan para Pandawa Lima, Dropadi tinggal di istana baru yang megah dan indah, Istana Khayalan. Istana itu dibuat oleh Maya, yang mebangun istana-istana untuk para dewa, Arjuna pernah menyelamatkannya dari api, kini waktunya membalas budi. Istana itu akan membuat cemburu semua raja, Duryodana salah satunya. Untuk merayakannya sekaligus gelar Yudhistira sebagai raja, perta digelar selama berhari-hari, judi, minuman meraja lela, membutakan para Pandawa. Suatu waktu ketika semua tamu hampir pulang ke istananya masing-masing, hanya tinggal Duryodana, ia mencoba memasuki kawasan Dropadi tapi karena istana itu dirancang sedemikian rupa membuat Duryodana terjatuh ke telaga, membuat semua yang mlihatnya tertawa terbahak-bahak. Dropadi melupakan nasehat yang kedua.
Ketika gantian mereka yang diundang ke istana baru Duryodana, mereka berhasil terkena jebakan. Dulu sewaktu di Istana Khayalan Duryodana selalu kalah bermain judi dan sekarang Sengkuni berhasil mengalahkan Yudistira, membuat dia mengorbankan harta, istana, saudara bahkan istrinya. Justru Karna lah, laki-laki yang selalu diharapkan menjadi suami Drupadi berteriak kepada Duryodana agar semua Pandawa melepaskan pakaian dan perhiasan mereka dan berkata, “Kenapa Dropadi harus diperlakukan berbeda? Ambil pakaiannya juga.” Membuat Dropadi melupakan nasehat yang ketiga, yang menyebabkan pecahnya perang Kurukshetra.
Sedih setelah selesai membaca buku ini, bukan karena perangnya, oke sedikit sih akrena melihat Gatotkaca (anak Bima) dan Abimanyu (anak Arjuna) mati, tapi akan kisah cintanya. Sungguh tepat kalau sudut pandangnya dari Dropadi, kita seakan merasakan apa yang dia rasakan. Terlahir tanpa cinta membuat dia selalu mencari cinta. Tidak banyak yang benar-benar mencintai Dropadi, dia hanya mengenal Dre, Krishna sahabatnya yang jauh dan ibunya, Dhai Ma yang setelah menikah Dru kehilangan mereka dan merasa sendirian, padahal dia mendambakan seseorang yang bisa diajak berbicara secara pribadi. Dia diam-diam mencintai Karna tapi karena status dia memendamnya. Dari semua Pandawa Lima, hanya Arjuna yang benar-benar mengambil hati Dru sayangnya Arjuna tidak pernah sekali pun memperhatikannya, bahkan ketika berjalan di hutan dia meninggalkan jauh Dropadi di belakangnya, tanpa mengandeng tangannya. Hanya Bima yang benar-benar tulus mencintai Dru, dia selalu menanyakan apa yang diinginkan Dru, dia rela membunuh Kicaka agar kehormatan Dru tidak ternoda, yang menyebabkan penyamaran mereka terungkap. Hanya Bima yang rela mati demi Dru. Awalnya ketika saya membaca buku-buku mbak Leila saya sangat mengidolakan Bima, masih, hanya saja ada rangking pertamanya, dialah Karna. Nyesek banget baca kisahnya, hidupnya benar-benar tidak adil. Kalau di rangking idola saya dalam cerita Mahabharata ini adalah:
1. Karna 2. Bima 3. Ekalaya 4. Krishna 5. Dre
Membaca dari sudut pandang Dropadi membuat Pandawa Lima tidak sekeren sebelumnya, saya sebel banget dengan Yudistira yang karena kebodohannya membuat keluarganya hancur, dan lebih sebel lagi dengan Arjuna, dia benar-benar laki-laki yang tidak setia, punya banyak istri dan licik. Tidak banyak dikisahkan rumah tangga Dropadi dengan para Pandawa, sedikit ketika bersama Yudistira, Arjuna dan Bima, sedangkan dengan Nakula dan Sadewa tidak ada bagian khusus. Bersama Yudhistira, Dropadi seperti penasehat, teman bertukar pendapat tentang mengurus kerajaan. Bersama Arjuna hanya membuat Dropadi terluka. Bersama Bima, Dropadi mendapatkan cinta yang menyakitkan. Bersama Karna, Dropadi mendapatkan nyesek di dada.
Harapan adalah seperti batu-batu tersembunyi dijalanmu -hanya membuatmu tersandung.
Buku ini bercerita tentang perjuangan Dropadi untuk meraih kebahagiaan, meraih cinta dan menerangkan kalau takdir tidak bisa diubah.
Buku ini saya rekomendasikan bagi kamu yang ingin membaca kisah Mahabharata.
4 sayap untuk cowok yang saya rangking.
NB: Bonus cerita
Inilah kisahnya, secara sederhana: Karna, Raja Angga, mencintai putri cantik dari dunia lain bernama peri hutan. Waktu diadakan sayembara untuk mencari pasangan sang peri, datanglah seorang manusia yang dengan pedenya ingin mengikuti sayembara tersebut. Ayahnya, si penguasa hutan belantara terang-terangan menolak karena mereka tidak satu rumpun. Laki-laki gagah itu tidak menyerah, dia memperlihatkan semua kemampuannya dan mengalahkan semua tantangan yang ada, tapi semua itu percuma, dari golongan perilah yang dapat mempersunting si peri cantik. Sejak pertama melihat mata pemuda itu, peri hutan seperti terhipnotis, tanpa ragu dia menambatkan hatinya, dia bisa membaca kesedihan lewat matanya karena merasa gagal. Tanpa berpikir panjang lagi, si peri hutan berkata kepada ayahnya, dia ingin bersama Karna, dia tidak peduli akan status yang membedakan mereka, dia yakin bersama Karna dia akan menemukan kebahagiaan. Dia pergi meninggalkan semua kemewahan dari dunia peri dan bersama Karna yang menggandeng tangannya, mereka menyongsong hari yang baru.(less)
Sebelumnya tidak ada niat membaca buku ini, saya belum pernah membaca buku karya Leila S. Chudori sehingga saya tidak ingin mengambil keputusan yang s...moreSebelumnya tidak ada niat membaca buku ini, saya belum pernah membaca buku karya Leila S. Chudori sehingga saya tidak ingin mengambil keputusan yang salah, takut kecewa setelah membacanya. Tapi, membaca beberapa review di Goodreads, banyak yang berpendapat kalau buku ini adalah buku yang paling ‘ngena’ tentang tragedi 30 September 1965, saya pun langsung penasaran dan pengen baca. Terimakasih sekali kepada Goodreads Indonesia yang memberi saya kesempatan membaca salah satu Historical Fiction dalam negeri ini, yang akhirnya memperkenalkan saya akan tulisan Leila S. Chudori yang setelah selesai membaca buku ini saya langsung kepengen membabat semua karyanya. Tidak mudah bagi saya untuk tertarik membaca genre diluar romance dan fantasy, saya bisa langsung jatuh cinta sama To Kill A Mockingbird, The Boy in The Striped Pyjamas, Sarah’s Key karena bisa membuat saya kembang kempis ketika membacanya, ikut terhanyut akan apa yang dialami tokohnya, saya berharap ada buku hisfic dalam negeri yang bisa membuat saya seperti itu, Gadis Kretek hampir, tapi tidak sampai berhari-hari saya memikirkan tokoh utamanya. Buku ini sukses membuat saya tidak bisa move on dari Segara Alam :D .
“Rumah adalah tempat di mana aku merasa bisa pulang,” jawab Dimas. Dingin. Datar.
Ada tiga bab utama dalam novel ini, Dimas Suryo, Lintang Utara dan Segara Alam. Di awali dengan prolog tertangkapnya Hananto Prawiro, seorang redaktur Luar Negeri dari Kantor Berita Nusantara di Jalan Sabang, Jakarta pada 6 April 1968. Hananto adalah mata rantai terakhir yang akhirnya diringkus. Kantor Berita nusantara digeledah dan diobrak-abrik karena dianggap sangat kiri, Hananto berhasil melarikan diri dan masuk daftar orang-orang paling diburu, sebagai gantinya tentara membawa Surti Anandari, istrinya beserta ketiga anaknya untuk diinterogasi selama berbulan-bulan bahkan sampai tiga tahun karena tentara tak kunjung menemukan Hananto. Pada masa itu ada istilah Bersih Diri (kebijakan di tahun 1980-an yang dikenakan kepada seseorang yang terlibat dalam Gerakan 30 September, anggota PKI atau anggota organisasi sejenisnya) dan Bersih Lingkungan (dikenakan kepada anggota keluarga seseorang yang telah dicap komunis). Sampai akhirnya tentara menemukan persembunyian Hananto di Jalan Sabang, Hananto merasa sudah waktunya berhenti, dia mendengar kabar kalau istri dan anaknya dipindahkan dari Guntur dan Budi Kemulian (tempat interogasi), dia ingin keluarganya bisa hidup aman.
Dimas Suryo, dia merasa berhutang nyawa pada Hananto Prawiro, kalau saja Hananto tidak meminta mengantikannya untuk datang ke koferensi jurnalis di Santiago, tentu Dimas lah yang ditangkap. Saat itu Hananto sedang mengalami masalah pribadi, istrinya, Surti Anandari mengajak anak-anaknya untuk kembali ke rumah orangtuanya dikarenakan perilaku Hananto yang seorang penjahat kelamain, sering gonta-ganti ranjang. Hananto ingin menyelamatkan rumah tangganya sehingga dia tidak bisa pergi jauh. Dimas tidak bisa menolak, dia berharap Surti bahagia. Sebelum menikah dengan Hananto, Dimas dan Surti adalah sepasang kekasih. Bahkan, nama anak-anak Surti sekarang; Kencana, Bunga dan Alam adalah nama pemberian Dimas, yang sebelumnya dia rencanakan untuk anak mereka nantinya. Tapi, ketika Surti ingin mengenalkan Dimas kepada keluarganya, Dimas menghindar, dia belum siap berhadapan dengan keluarga Surti yang terdiri dari dokter-dokter.
Drupadi.
Seluruh kakak beradik Pandawa adalah suaminya. Tetapi adalah Bima yang selalu ingin melindunginya dari Kicaka maupun Dursasana. Yang tragis bagi Bima, Drupadi jauh lebih mencintai Arjuna. Aku betul-betul tak tahu dan tak pernah mencari tahu apakah Surti jauh lebih mencintai Mas Hananto daripada aku. Tetapi aku tahu, dia membuat pilihan.
Aku lebih tak tahu lagi mengapa sampai detik ini, setelah bertemu dengan Vivienne yang jelita dan menikahinya, hatiku masih bergetar setiap kali mengenang Surti. Barangkali aku sudah terlanjur memberikan hatiku padanya. Untuk selama-lamanya.
Pada saat konferensi International Organization of Journalist di Santiago, Cile berlangsung. Dimas dan Nugroho mendengar meletusnya prahara 30 September 1965, peristiwa yang menewaskan beberapa perwira tinggi militer Indonesia dalam percobaan kudeta yang dituduhkan kepada PKI. Bersih Lingkungan dan Bersih Diri digalakkan, mereka tidak bisa kembali ke Indonesia, mereka hanya bisa berharap keluarga mereka tetap aman. Setelah itu, Dimas dan Nug memutuskan untuk bertemu dengan Risjaf di Havana, Kuba. Kemudian mereka menetap selama tiga tahun di Peking, Cina, tempat dimana banyak orang yang senasip dengan mereka. Merasa tidak nyaman, Dimas mengusulkan untuk pindah ke Eropa, dan kebetulan teman mereka, Tjai ingin bertemu. Dipilihlah Paris sebagai rumah baru mereka, rumah persinggahan mereka. Di sana Dimas bertemu dengan Vivienne Deveraux di kampus Universitas Sorbone ketika terjadi revolusi Mei 1968. Le coup de foudre. Cinta pada pandangan pertama, itulah yang dirasakan Vivienne ketika bertemu dengan Dimas. Tak lama setelah pertemuan itu mereka menjadi pasangan kekasih, memutuskan menikah dan lima tahun kemudian mempunyai anak semata wayang yang diberi nama Lintang Utara. Bersama ketiga temannya -Nugroho, Risjaf, dan Tjai- mereka mendirikan Restoran Tanah Air. Satu-satunya bentuk perlawanan karena mereka tidak bisa pulang, satu-satunya cara mengobati rindu akan ibu pertiwi. Empat Pilar Tanah Air.
Katakan, apakah sebatang pohon yang sudah tegak dan batang rantingnya menggapai langit kini harus merunduk, mencari-cari akarnya untuk sebuah nama? Untuk sebuah identitas?
Ayah tahu, dia ditolak oleh pemerintah Indonesia, tetapi dia tidak ditolak oleh negerinya. Dia tidak ditolak oleh tanah airnya. Itulah sebabnya dia meletakkan sekilo cengkih ke dalam stoples besar pertama dan beberapa genggam bubuk kunyit di stoples kedua di ruang tamu hanya untuk merasakan aroma Indonesia.
Lintang Utara mendapatkan tugas akhir untuk membuat film dokumenter tentang Indonesia, sebuah negara yang tak pernah dia sentuh, sebuah negara yang hanya dia dengar dari ayah beserta tiga sahabatnya yang pengetahuannya terhenti setelah tahun 1965 dan dari perpustakaan ayahnya, sebuah negara yang tidak akan bisa dia datangi bersama ayahnya. Dia ingin membuat satu jam dokumentasi tentang sejarah Indonesia. September 1965. Akibat yang terjadi pada keluarga korban, keluarga dari tahanan politik atau keluarganya; mereka yang sama sekali tidak paham atau tidak ada urusan dengan tragedi September tetapi ikut menderita hingga sekarang. Lintang ingin memahami Indonesia dan ayahnya, tidak hanya tentang sejarah yang penuh darah dan nasib eksil politik yang harus berkelana mencari negara yang bersedia menerima mereka. Ada sesuatu tentang ayah Lintang yang selalu peka terhadap penolakan. Tentang seseorang yang sampai sekarang ada di hati ayahnya, seseorang yang menyebabkan retaknya rumah tangga kedua orangtuanya.
“apa yang bisa kita petik dari I.N.D.O.N.E.S.I.A? Itu yang ingin kulakukan.”
Lima bulan Lintang puasa bicara dan bertemu ayahnya karena dia bersikap kasar sewaktu memperkenalkan Narayana Lafebvre sebagai pacarnya. Nara sama seperti Lintang, anak dari percampuran darah Prancis dan Indonesia, bedanya dia bukan anak eksil. Tapi ketika dia mendengar kalau ayahnya jatuh sakit dia tidak tega dan ingin sekali bertemu dengan ayahnya sekaligus membicarakan rencananya ke Indonesia. Ayahnya mengatakan kalau mencari informasi tentang 1965 tidaklah mudah,tidaklah mudah membuka luka lama, apalagi dia adalah anak dari Dimas Suryo, seseorang yang dianggap dari ‘perzinahan politik’ dimana kesalahannya akan memanjang sampai ke anak cucu, sehingga Dimas membantu memberikan daftar nama yang bisa diwawancarainya nanti. Untuk visa ke Indonesia yang tidak pernah Dimas bisa dapatkan, yang tentu saja Lintang juga akan susah mendapatkannya, beruntung Nara mempunyai teman dari KBRI yang berpandangan terbuka, yang berpendapat sudah saatnya zaman berubah.
Di Indonesia, Lintang tinggal bersama Aji Suryo, adik Dimas yang selama ini menjadi informan tentang segala hal di Indonesia, baik tentang keluarganya maupun keluarga Hananto Prawiro. Lintang berencana melakukan riset selama sebulan, yang langsung ditanggapi sinis oleh Segara Alam. Orang-orang dalam daftar Lintang adalah orang-orang yang paling disorot pemerintah, siatuasi masih sangat berbahaya. Saat itu kondisi politik di Indonesia sedang ‘panas-panasnya’, sering terjadi demonstrasi karena kenaikan BBM dan issue KKN yang dilakukan Soeharto beserta kroni-kroninya, “sungguh sangat salah waktu dan salah tempat main turis-turisan di saat seperti ini” begitu kata Bimo, anak dari Nugraho, sahabat Alam sejak kecil yang juga rekan kerjanya di LSM Satu Bangsa.
Di dalam bahasa Prancis, secara harafiah tentu istilah un coup de foudre saja berarti halilintar atau petir. Tetapi jika dua pasang mata besirobak hingga membuat detak jantung berhenti, maka le coup de foundre berurusan dengan emosi (yang bisa membahayakan keseimbangan jagad): jatuh cinta pada pandangan pertama.
Lintang sudah mempunyai Nara sebagai payung besar yang melindunginya dari hujan dan badai. Tetapi. ketika dia bertemu pertama kali dengan Segara Alam, dia mendapatkan serangan halilintar, le coup de foundre. Bersama-sama, mereka meliput para korban malpraktek sejarah yang terjadi di masa lampau dan hiruk-pikuk kerusuhan Mei 1998, masa-masa runtuhnya kejayaan Soeharto.
Yang membuat saya ingin membaca buku ini adalah karena buku ini sudah di filmkan, bukan, bukan karena pemain utamanya pernah menjadi vampir yang mengh...moreYang membuat saya ingin membaca buku ini adalah karena buku ini sudah di filmkan, bukan, bukan karena pemain utamanya pernah menjadi vampir yang menghabiskan bedak, lebih karena penasaran apa yang membuat buku ini layak diangkat ke layar lebar. Saya selalu yakin bahwa pasti ada sesuatu yang sangat menarik kenapa sebuah buku dijadikan film, walau pasti banyak orang yang berpendapat tetap versi bukulah yang sangat menarik, saya pun seperti itu, hanya saja kadang sebuah film bisa mewujudkan fantasy kita, selalu ada pembeda tapi tetap dalam inti yang sama. Selain menduduki #1 New York Times bestseller ketika pertama kali terbit, mendapatkan penghargaan untuk Book Sense Book of the Year Award for Adult Fiction (2007), ALA Alex Award (2007), The Quill Award Nominee for General Fiction (2006) dan diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, yang sangat menarik dari buku ini adalah bercerita tentang rombongan sirkus pada awal tahun 1930-an.
Untuk judulnya sendiri sangat manarik, ada bagian ketika Jacob menuduh temannya berbohong ketika dia bercerita kalau dulunya pernah bekerja membawa air untuk gajah, itu tidak mungkin terjadi. Jacob tahu lebih dari siapa pun. Faktanya adalah seekor gajah minum 25-75 galon atau 100-300 liter air per hari, sesuatu yang sangat mustahil dilakukan oleh seorang manusia. Air Untuk Gajah memiliki ungkapan yang berarti membawa beban yang sangat berat, seperti membawa suatu rahasia yang tidak bisa diceritakan kepada siapa pun, termasuk orang yang sangat dicintainya.
Diceritakan dari sudut pandang orang pertama, Jacob Jankowski yang berumur 90 tahun atau 93 tahun dan ketika dia berusia 23 tahun. Pertama-tama kita disuguhkan sebuah prolog yang sedikit menegangkan, membuat sangat penasaran, membuka sedikit rahasia besar Jacob Jankowski yang dibawanya selama tujuh puluh tahun, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya tak terkecuali istrinya sendiri, dan dia membaginya kepada kita, hanya kepada para pembaca.
Alurnya flashback, bab pertama kita akan melihat bagaimana Jacob Jankowski tua sangat cerewet menghadapi aturan di panti jompo tempat dia tinggal di masa tua. Dia merasa dikekang dengan aturan-aturan sehingga sering sekali menyusahkan para perawat, contohnya adalah dia bosan sekali makan bubur, kacang tumbuk, bubur bayi, dia mengganggap kalau daging panggang, jagung yang masih ada tongkolnya, apel adalah makanan surga. Bab berikutnya berganti dengan kehidupan Jacob muda, walau porsi Jacob muda lebih banyak, selang-seling itulah cara Sara Gruen menggungkapkan kisah hidup perjalanan Jacob Janskowski.
Kabar kematian orangtua Jacob merobohkan impiannya menjadi dokter hewan, selain hanya tinggal dia seorang, orang tuanya tidak meninggalkan warisan seperserpun, ayahnya yang seorang dokter hewan tidak berpenghasilan banyak, rumah dan harta lainnya digunakan untuk membayar hutang di bank, yang Jacob ketahui itu semua demi membayar biaya pendidikannya di universitas terkemuka, Cornell University. Dia tidak bisa berpikir, dia merasa sendirian di dunia, tidak punya tujuan pulang, dia ingin meninggalkan Itacha, meninggalkan tempat yang menorehkan luka yang sangat dalam. Ketika Jacob kembali ke sekolah dan menghadapi ujian akhir dia tidak sanggup lagi, memilih mundur, memilih kabur. Tidak ada tempat tujuan baginya, dia berjalan menyusuri kota dan mengikuti jalur rel kereta api, ketika dia melihat sebuah lokomotif besar yang mempunyai banyak gerbong, tanpa berpikir lagi dia berlari dan melompat, mendaratkan tubuhnya ke Flying Squadron Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia, sebuah rombongan sirkus.
Di rumah barunya Jacob bertemu orang-orang yang menajubkan, salah satunya adalah Camel yang dengan baik hatinya tidak mengusir dan menawarinya bekerja dalam rombongan sirkus. Menyekop tahi, menjaga ketertiban ketika Barbara sedang beraksi melucuti pakaiannya satu per satu sampai pada akhirnya riwayat pendidikan Jacob diketahui yaitu mahasiswa semester akhir kedokteran hewan. Alan Bunkel, atau biasa dipanggil Paman Al, Ringmaster Extraordinaire, Penguasa Seluruh Alam Raya Yang Diketahui Maupun Yang Tidak Diketahui, pemilik sirkus Benzini Brother tidak mementingkan apakah Jacob sudah lulus atau belum, yang dia tahu adalah Jacob bisa mengobati binatang-binatang kesayangannya, rombongannya belum mempunyai dokter hewan seperti Ringling saingannya dan itu sudahlah cukup. Sejak saat itu kedudukan Jacob naik setingkat, dia tidak lagi tidur bersama Camel yang seorang pekerja, dia ditempatkan bersama Kinko -kalau sudah menjadi teman bisa memanggilnya Walter- seorang performer, bertubuh cebol yang tinggal bersama Queenie, anjing kesayangannya, seseorang yang memiliki buku lengkap karya Shakespeare dan komik-komik cabul. Selain Paman Al, orang yang sangat berpengaruh di Benzini Brother adalah August Rosenbluth, direktur pertunjukan kuda dan pengawas hewan-hewan. Dia memiliki kepribadian ganda, di satu sisi dia bisa sangat baik dan di sisi lain bisa sangat kejam. Contohnya ketika dia sedang baik hati; dia mengundang Jacob makan malam bersama istrinya, meminjaminya pakaian bagus, dan memberinya tempat tinggal yang layak daipada para pekerja. Ketika dia sedang jahat; dia mempersilahkan Jacob memberi makan kepada Rex, kucing besar yang sudah tidak memiliki gigi, seekor harimau. Dia juga sangat kasar kepada Rosie, seekor gajah yang baru dibeli Paman Al dari sirkus yang sudah bangkrut. Rosie dianggap gajah dungu karena tidak pernah mau mengikuti perintah August sehingga tidak jarang dia menyiksanya, yang dilakukannya hanyalah makan dan mengacau, Rosie juga belum pernah melakukan pertunjukan sirkus, padahal gajah itu sangatlah cerdas, hanya Jacob yang bisa memahaminya. Hanya dua orang yang tahu kalo August mengidap paranoid schizophrenic, Paman Al dan Marlena, istrinya. Pertama kali melihat Marlena beraksi dengan kuda Arab cantik, Jacob sangat terpesona, dia tidak bisa melupakannya.
Selain menceritakan kicah cinta terlarang Jacob dan Marlena, buku ini banyak bercerita tentang kehidupan di balik layar para pekerja sirkus. Ada perbedaan yang mencolok antara para pekerja dan para performer/kinker, sangat penting dari Departemen mana seseorang berasal, apakah dari ring stock, baggange stock atau managerie (tenda binatang liar). Ada tingkatan-tingkatan yang jelas, para performer tinggal di gerbong yang lebih bagus dan dekat dengan lokomotif dan para pekerja ada dibelakangnya, kadang satu gerbong dengan binatang. Bahkan, binatang dianggap lebih berharga daripada para pekerja. Paman Al tidak akan segan-segan bila terjadi sesuatu dengan asetnya dan apabila ada pekerjanya yang sudah tidak sanggup melakukan lagi pekerjaannya, dia akan langsung ‘dilampumerahkan’ yang berarti dibuang dari kereta ketika kereta sedang berjalan. Upah kerja pun menjadi masalah, para performer selalu mendapatkan gaji yang banyak dan tepat waktu sedangkan para pekerja tidak jarang mengalami penundaan. Itulah yang dilihat Jacob di sirkus Benzini Brother, dia takut ketika Camel mengidap jake leg, mengalami kelupuhan di tangan, kaki dan organ vital bagi laki-lagi gara-gara mengkonsumsi Jamaica ginger paralysis -minuman ekstrak jahe Jamaica. Dia takut kalau Camel akan dilampumerahkan oleh Paman Al yang hanya mementingkan hewan sirkus dan orang aneh asli sehingga dia menyembunyikannya di kamarnya. Belum lagi menghadapi August yang gila, yang mampu berbuat apa pun yang bisa menyakiti Marlena, yang mulai mencium hubungan terlarang mereka dan di tempat itulah dia menyimpan rahasia terbesarnya.
Tema buku ini sangat menarik, bergenre historical fiction yang menceritakan sejarah sirkus tahun 1930-an, di bagian catatan penulis kita akan mengetahui bagaimana Sara Gruen melakukan riset sejarah sirkus Amerika untuk menguatkan cerita yang dia buat. Walau Benzini Brother hanya rekayasa penulis, The Ringling Brother nyata adanya. Kelompok sirkus tersebuat dibuat oleh Ringling bersaudara pada tahun 1884 bahkan ada Ringling Circus Museum yang terletak di Florida. Kejadian yang dialami Camel juga merupakan tragedi nyata yang dialami oleh sekitar seratus ribu orang Amerika pada tahun 1930-1931 yang mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh minuman keras oplosan seperti Jamaica ginger. Ada juga kisah nyata yang mirip dengan gajah cantik Rosie. Water for Elephants adalah buku ketiga Sara Gruen, sebelumnya dia menerbitkan seri Riding Lessons (Riding Lessons dan Flying Changes) yang bercerita tentang kuda, sedangkan buku terbarunya; Ape House bercerita tentang kera. Sara Gruen memang sangat mencintai dunia binatang, semua karyanya berbau binatang. Ia mendukung berbagai organisasi amal penyayang binatang dan lingkungan hidup.
Selain tema dan faktanya yang menarik, buku ini juga diwarnai tokoh-tokoh yang unik. Paman Al yang ambisius, August yang gila tapi briliant, Marlena yang cantik nan menawan, Jacob yang polos (yang entah kenapa saya merasa Jacob tua dan muda sangat berbeda, kalau Jacob muda lebih pendiam, Jacob tua sangat cerewet) dan para pekerja sirkus yang tak pernah patah semangat walau mereka sering tidak diperlakukan secara layak. Hidup mereka hanya untuk sirkus, mereka berusaha menampilkan performa yang menarik disamping segala kekurangan yang mereka miliki. Terjemahan buku ini juga tidak ada masalah, hanya saja saya berharap ada beberapa istilah sirkus yang sebaiknya lebih dijelaskan seperti departemen ring stock dan baggange stock, saya masih belum mengerti departemen itu mengurus bagian apa, berbeda dengan managerie yang sering disebut, yang dikuhususkan untuk tenda binatang liar. Untuk covernya sebenarnya tidak kalah dengan cover aslinya, hanya saja saya berharap gambar gajah dihilangin, toh cerita sebenarnya bukan tentang Rosie, hewan itu hanya merupakan salah satu pelengkap cerita. Untuk ukuran huruf dan kertasnya juga tidak masalah, tidak terlalu kekecilan dan memakai kertas buram yang luwes di tangan.
Sebenarnya saya berharap akan ada pertunjukan sirkus yang spektakuler namun hanya ada beberapa pertunjukan yang dijelaskan secara lengkap, seperti pertunjukan Barbara yang menari erotis, Marlena dengan kuda Arab dan gajah Rosie, saya menginginkan lebih banyak lagi karena seumur-umur saya belum pernah melihat sirkus. Entah di Indonesia sudah pernah ada atau belum, yang saya tahu hanya cembreng dan pasar malam, sehingga saya berharap mendapatkan cerita tentang sirkus di sini. Buku ini lebih banyak menyorot kehidupan dibalik layarnya. Mungkin versi film menjawab penasaran saya, melihat trailernya kemegahan sebuah sirkus cukup tergambarkan, dibintangi oleh aktor yang tidak asing lagi, si pemeran vampir tampan di film Twilight, Robert Pattinson dan aktris peraih Oscar, Reese Witherspoon yang saya rasa keduanya cocok memerankan Jacob dan Marlena. Buat yang terkesan dengan film I Am Legend dan yang sedang menunggu tidak sabar untuk film Catching Fire, Francis Lawrence tidak perlu diragukan lagi kehebatannya sebagai sutradara.
Bagian yang paling mengharukan adalah ketika Jacob tua menunggu kedatangan anak-anak mereka untuk melihat sirkus. Sedih banget rasanya ketika mereka tidak datang. Jacob memiliki lima anak dan tidak ada seorang pun yang menginggat ayahnya, seperti tidak ada tempat bagi Jacob di kehidupan anak-anaknya. Ketika membaca bagian ini saya merasa terpecut, tersengat untuk lebih memperhatikan keberadaan orang tua kita.
Quote favorit saya:
Umur adalah pencuri yang jahat. Sewaktu kau mulai terbiasa dengan hidupmu, ia membuat kakiu lemah dan punggungmu bungkuk.
Bila dua orang ditakdirkan untuk bersatu, mereka akan bersatu. Itu takdir.
3 sayap untuk Benzini Bersaudara Pertunjukan Paling Spektakuler di Dunia(less)