Buku ini aku baca waktu masih SMP. Tentu aja dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia. Waktu jaman aku SD, SMP sampe SMA, buku R.L. Stine macem Goosebu...moreBuku ini aku baca waktu masih SMP. Tentu aja dalam versi terjemahan Bahasa Indonesia. Waktu jaman aku SD, SMP sampe SMA, buku R.L. Stine macem Goosebumps gini emang jadi pilihan paling sering buat kubaca (selain Doraemon, komik-komik serial cantik dan serial Lupus). Aku baca beberapa Goosebumps, tapi lupa apa aja. Dan yang paling kuingat adalah buku yang ini.
Buku ini menceritakan tentang Samantha Byrd yang sering jadi bahan tertawaan teman-temannya di tim basket. Dia cewek yang tinggi, punya kelebihan tapi ceroboh dan kalo aku bilang... dia ini bodoh. Dia sering jadi bulan-bulanan cewek lain di tim basketnya, Judith Bellwood. Sampai kemudian dia mendapat kesempatan untuk mengajukan tiga permintaan yang akan dikabulkan. Nah dari permintaan-permintaan yang dia ajukan itu lah, ketahuan banget dimana dia bodohnya. Sampe bikin aku geregetan :D Tapi memang disitu sih inti cerita ini.
Yah seperti kebanyakan buku R.L. Stine, setelah membaca buku ini, kita dibuat merasa gak puas dengan endingnya yang bisa dibilang gak pernah happy end. (less)
Aku suka ide novel ini, tapi aku rempong banget bacanya. Alur yang serba mbulet sebenarnya gak sulit kupahami, tapi bahasanya ketinggian buat aku :D
...moreAku suka ide novel ini, tapi aku rempong banget bacanya. Alur yang serba mbulet sebenarnya gak sulit kupahami, tapi bahasanya ketinggian buat aku :D
Istilahnya banyak yang rumit, dan susah dipahami (secara pribadi) buat aku yang cuma lulusan SMA.
Dan katanya ini tentang CINTA ya? Tapi aku malah gak dapet feel CINTAnya tuh.
Pada akhirnya penyelesaian konflik menjadi standar ala sinetron.(less)
Novel yang baru selesai aku baca. Ceritanya sih standar, tapi yang bikin aku suka novel ini adalah bahasanya yang asik (terutama percakapan tokoh utam...moreNovel yang baru selesai aku baca. Ceritanya sih standar, tapi yang bikin aku suka novel ini adalah bahasanya yang asik (terutama percakapan tokoh utama dengan teman-teman se-gank-nya) yang terkesan sangat humor sampe bisa bikin aku ngakak kejer.
Buku ini cocok dibaca buat yang akan dan sudah menikah. Tapi buat yang masih mikir... ah ntar ntar aja deh kawin nikah, buku ini tepat juga kok karena bisa membuat kalian (mungkin) berubah pikiran dan pengen juga nikah.
Yang buat aku gak suka dari novel ini adalah sang tokoh utama, Flory, kesannya terlalu gak praktis, terutama dalam hal pemikiran. Di luar tampak easy going, nyatanya di dalem.. bisa dibilang complicated dan hal yang sederhana jadi gak sederhana di dalam pikirannya. Yah memang disitu sih yang membuat konflik dalam novel ini. Tapi gak tau kenapa... aku rada gimana gitu kalo menyangkut satu hal yang namanya ce-ii-en-te-aa terlalu didramatisir.
Apa itu cinta? Cinta itu apa? Apa aku cinta dia? atau.. Apa dia cinta aku?
Menurutku, hal yang begitu gak perlu dipertanyakan tapi dirasakan.
Dan bener tuh kata si tokoh pria, Vadin. Peduli amat deh ama cinta, asal kita merasa nyaman dengan orang lain (dalam hal ini pasangan kita), mau kata itu cinta atau sekedar sayang, lewat deh.
Suka dengan si tokoh pria, meski gak digambarin ganteng, tapi kesannya 'pria sejati' sekali yang nyaris sempurna. Nah ini juga deh kekurangannya, aku gak yakin di dunia ini ada pria-pria seperti dia. Dan kalopun ada, aku pesen satu dong :D
Mungkin kekurangan Vadin di mataku cuma... dia perokok dan seorang pengacara. Selebihnya, oke ^^
Finally, kekurangan novel ini lagi adalah penyelesaiannya yang tipikal sinetron dan rada Cindrella (atau Romeo and Juliet(?)) pake pesta topeng-topengan gitu ==' (less)
Volume 6 dari manga (komik) ini adalah menceritakan tentang pengobatan penyakit kanker. Kalo gak salah inget, mulai dibahas dari vol. 5 sampai 7. Say ...moreVolume 6 dari manga (komik) ini adalah menceritakan tentang pengobatan penyakit kanker. Kalo gak salah inget, mulai dibahas dari vol. 5 sampai 7. Say Hello to Black Jack memang bukan manga yang aku sukai dari segi artwork, tapi cerita manga yang mengambil tema kedokteran dan dunia medis ini sangat menarik. Menyentuh sekaligus menyentil dunia medis, khususnya dunia medis Jepang. Meski rasanya sentilan itu juga berlaku sih buat dunia medis di Indonesia.
Manga ini aku dapatkan dengan harga yang sangat murah karena diskon. Untungnya aku dapet edisi lengkap yang membahas tentang pengobatan kanker ini. Kenapa aku tertarik dengan tema kanker ini?
Karena penyakit ini adalah penyakit yang ditakuti dan konon susah disembuhkan. Keluarga dan orang disekitarku menderita penyakit ini, dan kakak sepupuku dua orang meninggal karena penyakit ini.
Di manga ini memang tidak dijelaskan cara terbaik untuk sembuh dari penyakit kanker, tapi justru disitu poin terbaiknya. Semuanya digambarkan secara alami dan manusiawi. Bagaimana sang dokter melakukan kesalahan dalam pengobatan, keputusasaan, resiko besar yang harus diambil oleh dokter dan pasien, juga bagaimana peran dokter serta keluarga pasien saat mendekati titik ujung dimana pasien sudah tidak punya harapan untuk hidup.
Kadang dokter sengaja menutup-nutupi penyakit pasien untuk membuat pasien tenang dan tidak panik. Tapi gak jarang hal itu malah membuat keadaan semakin memburuk karena pasien menjadi tidak tahu dengan keadaan dirinya sendiri.
Pada akhirnya, peran dokter bukan sekedar hanya menyembuhkan pasien melainkan menjadi teman pasien dalam menghadapi detik-detik kematian mereka. Membuat kematian itu bukan hal yang pantas ditakuti oleh pasien dengan tingkat kesembuhan sedikit seperti pasien penyakit kanker ini, melainkan menjadi hal yang wajar karena siapapun di dunia ini pasti akan mengalami kematian. Tinggal bagaimana kita membuat waktu hidup yang tersisa itu menjadi sangat berharga untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang menyayangi kita.