Buku kedua orhan pamuk dan tetap saja mbulet menurutku..hehe. Berharap bisa membacanya dengan santai tanpa kerutan kening atau membaca ulang baris-bar...moreBuku kedua orhan pamuk dan tetap saja mbulet menurutku..hehe. Berharap bisa membacanya dengan santai tanpa kerutan kening atau membaca ulang baris-barisnya seperti pada My name is red, tapi ternyata dilakukan dengan usaha keras.
Walau begitu, buku ini menyiratkan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarangnya. Bahwa setiap keyakinan adalah hak setiap orang, tidak dapat dipaksakan baik oleh majikan atau raja sekalipun. Orang yang dapat menerima masa lalunya, apakah itu baik atau buruk, adalah orang yang mengerti dan mengenal akan jati dirinya.