Buku ini keren sekali. Penuturan penulisnya membuat saya tidak bisa mengabaikan barang sedetik pun. Penulisnya mampu menularkan semangat dari Callie V...moreBuku ini keren sekali. Penuturan penulisnya membuat saya tidak bisa mengabaikan barang sedetik pun. Penulisnya mampu menularkan semangat dari Callie Vee, tokoh utama, kepada saya pembacanya.
Saya merasakan semangat, cinta dan kemauan di saat Callie Vee melakukan hal yang disukai. Meneliti alam dan kehidupan sekitar, menjadi seorang naturalis yang notabene di awal abad 20 merupakan sesuatu yang dianggap 'gila dan aneh' apalagi dilakukan oleh seorang perempuan.
Hubungan Callie dengan saudara-saudaranya juga luar biasa. Callie ini anak yang menyenangkan menurut saya. Dari Callie, ilmu pengetahuan jadi terlihat menyenangkan.(less)
Saya yakin dari setiap perjalanan yang kita alami akan meninggalkan banyak cerita. Saat kita melakukan perjalanan dari dan menuju tempat kita beraktiv...moreSaya yakin dari setiap perjalanan yang kita alami akan meninggalkan banyak cerita. Saat kita melakukan perjalanan dari dan menuju tempat kita beraktivitas, pasti ada yang kita petik. Seperti kisah perjalanan yang tertuang di buku ini, saya bisa belajar banyak hal. Dari sehelai kain yang bercerita, dari alam pedalaman yang tidak pernah melupakan sejarah, dari sebuah pulau yang tak akan terlupakan oleh perantaunya dan dari mimpi anak-anak pulau paling timur Indonesia. Tak peduli dengan siapa anda melakukan perjalanan, orang tua, teman, sahabat, rekan kerja atau bahkan sendiri. Perjalanan itu akan menjadi bagian perjalanan hidup kalian.
Favorit gw adalah cerita dari Ve Handojo, Farid Gaban, Fajar Nugros dan Jflow. Dan gara-gara Jflow gw ingin menginjakan kaki di tanah rempah nan eksotis.(less)
Durian, Pare dan Ceker Ayam termasuk dalam makanan ekstrem??!!!! *kunyah-kunyah ceker ayam*
Gue lebih setuju dengan sub judul buku ini "Exotic Tastes F...moreDurian, Pare dan Ceker Ayam termasuk dalam makanan ekstrem??!!!! *kunyah-kunyah ceker ayam*
Gue lebih setuju dengan sub judul buku ini "Exotic Tastes From Around The World" karena setelah gue baca, kebanyakan makanan yang disajikan tidak terlalu ekstrim. Semuanya terlihat biasa saja *belagu*. Kurang lebih ada sekitar 65 makanan yang dikategorikan ke dalam menu makanan ekstrim, beberapa diantaranya yang sudah gue sebut di atas; durian, pare sama ceker ayam. Belum lagi rumput laut, teripang, buntut sapi, jeroan lhaaaa itu buntut sapi kalo di sop enak banget khan. Jeroan di dalam soto betawi juga nikmat hihihihi
Covernya sedikit menipu kalau kata gue, bikin gue malas baca karena takut mual eh yang ada malah elap iler melulu. Hmmm mungkin buat penduduk di luar Benua Asia beberapa makanan ini terlihat sangat ekstrim, ngudap belalang tidak pernah ada di dalam kamus mereka :D
Seru juga baca buku ini apalagi sambil makan nasi hangat dengan lauk oseng-oseng pare pakai teri medan.
Cerita paling favorit "Sensasi di atas Angkot", menurut gue paling afdol dalam setiap perjalanan itu ya har...moreSelalu ada cerita dalam setiap perjalanan.
Cerita paling favorit "Sensasi di atas Angkot", menurut gue paling afdol dalam setiap perjalanan itu ya harus nyobain angkutan umumnya. Dari angkutan umum bisa tergambar kebudayaan serta kehidupan sosial masyarakat setempat seperti apa. Dan pas banget saat di bagian itu, gue sedang menikmati naik bus umum antar kota antar provinsi dan sedang di oper di tengah jalan hahahaha Belum lagi harus berhenti di setiap terminal untuk mencari penumpang.(less)
Siapa bilang kalau sejarah suatu negara tidak bisa mempengaruhi sejarah suatu keluarga?
Melalui buku ini tergambar jelas bagaimana sejarah satu negara...moreSiapa bilang kalau sejarah suatu negara tidak bisa mempengaruhi sejarah suatu keluarga?
Melalui buku ini tergambar jelas bagaimana sejarah satu negara berhasil mempengaruhi kehidupan satu keluarga, keluarga Mayevskyj.
Saya tidak melihat tokoh si wanita penggoda, Valentina sebagai sosok yang mengganggu walau memang sebenarnya dia sangat menganggu. Dari sosok Valentina lah, kakak beradik Vera dan Nadia mengenali keluarganya serta menghargai sejarah keluarga Mayevskyj itu sendiri. (less)
Pepatah mujarab kalau gue bilang hehehe Jadi bagi siapapun yang berhasrat menjadi Tenaga Kerja di KSA (Kingdom of Saudi Arabi...moreTak kenal maka tak sayang
Pepatah mujarab kalau gue bilang hehehe Jadi bagi siapapun yang berhasrat menjadi Tenaga Kerja di KSA (Kingdom of Saudi Arabia) wajib hukumnya untuk mencari tahu kebudayaan, kehidupan sosial juga tingkah laku penduduk aseli sana. Biar nggak kaget, biar bawaannya nggak marah-marah terus, biar nggak dizolimin, biar nggak kepengen jedotin kepala ke tembok, biar nggak kepengen balik ke Indonesia terus. Eh..kok banyak negatifnya ya hahaha
Ya kalau nggak mau kejadian "biar" seperti yang gue sebut di atas terjadi dalam hidup loe ya nggak usah jadi TKI di Arab, mending nyari sesuap nasi di Indonesia aja.
Biarpun kata orang rumput tetangga lebih hijau, lebih bagus rumput sendiri yang hijau khan :-) Ya..kalau tiba-tiba rumput sendiri mengering kan bisa dicabut terus tanam tumbuhan lain aja atau nggak bikin warung di atas halaman rumah, ehhh....(less)
Layaknya sebuah perjalanan, saya pun memilih rute saya sendiri dalam membaca "The Journeys".
Dimulai dengan menginjakan kaki di Karimun Jawa, kepulauan...moreLayaknya sebuah perjalanan, saya pun memilih rute saya sendiri dalam membaca "The Journeys".
Dimulai dengan menginjakan kaki di Karimun Jawa, kepulauan yang menyajikan keeksotisan alam, terbang ke Lucerne menikmati pagi yang menyenangkan dan secuil bahagia. Saya pun berbalik arah ke Afrika yang penuh warna. Melipir ke Tel Aviv yang penuh dengan keterbukaan, kebersamaan, kemanusiaan dan kedamaian. Bergerak sedikit menuju kota suci umat Islam, bersama Valliant mencoba mencari makna "keyakinan".
Saya memutuskan untuk kembali ke tanah air dan merasakan ke mistis-an di Nusa Tenggara Timur. Hal-hal mistis memang tidak bisa diterima oleh akal sehat tetapi bagi penduduk lokal, hal itu merupakan sesuatu yang benar adanya. Lalu mencoba mengubah persepsi di Singapura.
Ah, perjalanan ini pun ternyata membuat saya kelaparan. Saya pun tidak salah pilih untuk berhenti di Shuili, Taiwan. Dan saya menikmati beragam cita rasa kuliner. Slurrp, nyam nyam. Tenaga saya pulih kembali dan saya bisa melanjutkan perjalanan, untuk mengejar mimpi dan mencari keberuntungan di Tanah Andalusia.
Perjalanan nggak selamanya mulus, ada saja kerikil-kerikilnya. Dengan selalu berpikir positif akan memberikan arti lebih dari sebuah perjalanan, seperti saat di Amerika.
Tak terasa perjalanan saya pun mencapai akhir. Perasaan terharu dan tersentuh saat berada di Belanda membuat saya ingin berlari ke rumah dan memeluk Ibu. Mengakhiri perjalanan dengan bersenda gurau manja bersama Ibu.(less)
Saya tak perlu banyak membahas kisah ini, tak terhitung jumlahnya yang mengupas dan mereview kisah ini. Benar, melalui tulisan seorang Agustinus Wibow...moreSaya tak perlu banyak membahas kisah ini, tak terhitung jumlahnya yang mengupas dan mereview kisah ini. Benar, melalui tulisan seorang Agustinus Wibowo kita mengenal Afganistan dari dekat. Kehidupannya, jati dirinya, tradisinya juga budayanya. Beruntung Agustinus bisa "belajar" di Afganistan sebelum konflik semakin memanas. Saya yakin dari perjalanannya di Afganistan, Agustinus mendapatkan banyak pejaran hidup tak ternilai. Lalu apa yang saya dapat saat saya menutup lembar terakhir Catatan Perjalanan ini?
Dengan mengenal dan mempelajari budaya negara lain, saya jadi lebih menghargai budaya sendiri. Setidaknya itu yang saya rasakan.
Ada pepatah bilang dengan membaca kita bisa keliling dunia. Itu yang saya rasakan saat membaca buku ini, saya diajak untuk berkunjung ke propinsi-prop...moreAda pepatah bilang dengan membaca kita bisa keliling dunia. Itu yang saya rasakan saat membaca buku ini, saya diajak untuk berkunjung ke propinsi-propinsi di sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.
Buku ini memang tidak terlalu detil membahas setiap keragaman Hayati & Budaya di Sumatera tetapi setidaknya buku ini sudah mengenalkan berbagai Keragaman Hayati & Budaya yang dimilik Sumatera. Yang ternyata banyak yang saya tidak ketahui & kenal. Dari buku ini saya mengenal beragam kekayaan alam & budaya Sumatera yang sangat-sangat kaya. Saya mengenal "Katak bertanduk Tiga" dari Sumatera Utara, "Ikan Napoleon" dari Bangka Belitung yang besarnya 2 x tubuh manusia. Lalu, Jambi juga punya Batik dengan motif Indah dan menggunakan teknik celup (tie dye), dulu kala Batik Jambi merupakan idola masyarakat Eropa, sampai-sampai penduduk Jambi yaitu Suku Kubu tidak pernah mengakui kalau mereka memproduksi Batik tersebut karena tidak ingin rahasia mereka dikaetahui orang lain. Dan, ternyata di Jambi ada komplek candi terbesar di Indonesia yang bernama Candi Muaro Jambi.
See, dari buku kecil ini saya dapat pengetahuan yang besar dan tak ternilai.
Awalnya nih lihat buku ini gara-gara ada...moreBooks. Foods. Love. Friendship.
Surat dari echa untuk teman-teman goodreads
Jakarta, 1 Februari 2011
Dear temans,
Awalnya nih lihat buku ini gara-gara ada notif di email soal rekomendasi dari Ratu Mia. Kaget juga sih tiba-tiba Mia rekomen buku ini, ceritanya tentang apa ya?.
Eh..pas kapan klub buku tahun lalu *bulannya lupa* hahaha Mamih Uci tiba-tiba kasih buku ini. Yang oon-nya diriku tanpa tanya ini buku dari siapa? Ternyata ini punya Mia hahahahaha Maafkan ya Mia, kau sih tak sms dulu :p
Sejak terima buku ini, sudah dikomporin terus nih sama empunya untuk baca tetapi karena lagi nunggu mood yang Oke untuk baca buku ini, baru kesampaian dah di baca Januari ini.
Kisah dimulai dengan sebuah surat dari Julie Ashton, penulis yang sedang mengalami "writers block", kepada agen-nya Sidney Stark ditahun 1945-an. Sumpah, pas baca di awal-awal bosen abis...terus ini kenapa kok isinya surat-suratan semua? Terus buku-buka halaman sampai akhir baru sadar kalau ini ternyata Epistolary Novel, cerita yang ditulis dengan menggunakan gaya penulisan surat menyurat.
Saya tahu Epistolary Novel ya gara-gara pas baca Daddy Long-Legs, salah satu teman gue Dini memberitahu kalau penulisan dengan gaya spt itu namanya Epistolary Novel.
Lanjut lagi tentang kisah di buku ini. Hidup Julie pun berubah saat menerima sebuah surat dari Dawsey yang berasal dari Pulau Guernsey, sebuah pulau kecil yang luasnya sekitar 78 km2 dan terletak di selat Channel. (Kalau bingung pulau ini ada di mana, silakan berdunia maya mencari pulau ini. Gue juga ampe wiki-an nyari pulau ini, jadi kalain tidak sendiri kok hahahaha.) Semenjak itu, surat-surat pun berdatangan dari teman-teman Dawsey, membuat Julia dekat dengan kehidupan penduduk Guernsey dan menjadi bagian dari The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society. BTW perkumpulan ini mengingatkan gue akan Klub Pengunyah, membahas buku sambil mengunyah hahahaha
Akhirnya gue bisa menikmati kisah yang tertuang dalam surat-surat yang ditulis semua karakter di buku ini. Melalu surat-surat ini, gue mengenali karakter masing-masing dan menyelami kehidupan masing-masing karakter. Sempat terpikir gue tidak akan terbawa emosi ternyata emosi gue hancur saat membaca sebuah surat dari satu karakter bernama Remi. Gue pun ikut merasakan apa yang di alami dari semua karakter dalam buku ini. Gaya penulisan yang asik, tidak terkesan terburu-buru, mengalir sampai ke satu titik. Sempurna.
Terima kasih Mi untuk rekomedasi buku-nya. Buku ini akan kembali selamat ke tempat mu :) Layaknya penduduk Guernsey, dari buku pun kita bisa menjalin persahabatan.
Harus memulai dari mana saya untuk membicarakan buku ini? Terkunci takjub saat membaca karya Luis Sepulveda.
Tertipu? Ya...sedikit tertipu. Karena judu...moreHarus memulai dari mana saya untuk membicarakan buku ini? Terkunci takjub saat membaca karya Luis Sepulveda.
Tertipu? Ya...sedikit tertipu. Karena judulnya. Dipikiran saya langsung membayangkan hidup Pak Tua akan seperti apa kala hanya menghabiskan waktu dengan membaca novel cinta. Dan....s**t pas baca paragraf awalnya, lho kisahnya satir gini. Menyinggung pemerintahan dengan bahasa komedi. Karena penasaran, saya terus menelusuri rangkaian huruf-huruf di buku ini dan saya hanya bisa bilang Amazing, Brilliant. Pantas buku ini memenangkan Hadiah Sastra.
Kajian kisah di buku ini sangat luas, jauh dari yang saya bayangkan. Bukan hanya sekedar kehidupan Pak Tua yang suka membaca. Lebih dari itu. Isu-isu politik, perambahan hutan, eksploitasi alam yang berlebihan.
Luis Sepulveda meramunya dengan Indah. Saya jadi tertawa melihat tingkah laku penduduk El Idilio yang mengejek Walikotanya. Belum lagi perasaan iba saat Pak Tua susah sekali membayangkan venesia dan gondola. Jujur, saya tidak habis pikir bagaimana jadinya membaca sebuah novel tetapi sulit membayangkannya? Dan penulisnya sukses membawa saya ke satu titik di mana saya merasa sedih yang mendalam. Di sinilah 'Kisah Cinta' yang sebenarnya terjadi.
Saya melihat semangat itu dari seorang Butet, melakukan sesuatu yang sangat Ia cintai dan mencintai apa yang sed...moreDo what you love and love what you do.
Saya melihat semangat itu dari seorang Butet, melakukan sesuatu yang sangat Ia cintai dan mencintai apa yang sedang Ia kerjakan.
Pembelajaran itu sebuah proses, dari tidak tahu mejadi mahir. Setiap orang, siapapun dia, akan selalu mendapat pelajaran dari orang lain disadari atau tidak.
Ternyata Korea tidak seindah seperti di drama-drama Korea yang suka saya tonton. Melalui kumpulan esai ini saya melihat Korea dari sudut pandang yang...moreTernyata Korea tidak seindah seperti di drama-drama Korea yang suka saya tonton. Melalui kumpulan esai ini saya melihat Korea dari sudut pandang yang berbeda. Melihat Korea tidak hanya dari Indahnya saja tetapi dari berbagai aspek yang ternyata membuat saya membuka mata dan mengenal Korea lebih dalam.
1. Hallyu Starnya ganteng & cakep eitsss tunggu dulu karena 80 persen hasil operasi plastik. Syukurlah Jang Dong Gun tidak termasuk dalam 80 persen itu hehehehe
2. Menjunjung tinggi kesenioritas-an, saya pikir itu merupakan bentuk penghormatan. Usut punya usut hasil dari Konfusianisme yang sudah sejak zaman dahulu kala mereka anut.
3. Kalau dari drama-drama yang saya tonton, kelihatan kok kekeluargaan ya. Ternyata keluarga harmonis ituh jauh dari kehidupan nyata di Korea. Sialll gue ditipu hahahahaha
4. Korea is Samsung...tapi saya lebih milih LG :)
5. Apakah ketidakberhasilan Roh Moo-Hyun saat menjabat jadi Presiden, membuat Ia bunuh diri? Saya sih nangkapnya gitu huahahahahaha
6. Korea itu Negeri Ginseng. Ada aja olahan Ginseng-nya, termasuk milkshake Ginseng..duh gk kebayang gimana bentuk & rasanya hehehehe
Apalagi ya..banyak pokoknya informasi yang didapat dari buku ini. Dari mulai asal mula Hangeul ampe sejarah mata uangnya. Pokoknya dicampur aduk dikupas habis di berbagai sisi.
Oia..karena yang nulis kumpulan anak-anak Indonesia jadi pasti ada perbandingan dengan Indonesia. Yang ada malah saya kok jadi Cinta Indonesia. Merasa dari setiap esai yang ditulis selalu bilang "enakan di Indonesia ini mah?"
Terus...tetep mau ke Korea? Ya mau lha...mau foto2 di depan billboard yang ada Jang Dong Gun-nya hahahahaha
Oia Tukang Laundry kalau balik ke Indonesia, coba tolong ya itu Ubi Latte-nya dibungkus. Ngiler nih hahahaha(less)
Entah apa yang ingin aku tulis setelah selesai membaca kisah Totto-chan dewasa. Air mata ku tak henti menetes, dada ini terasa sesak. Semahal itu kah...moreEntah apa yang ingin aku tulis setelah selesai membaca kisah Totto-chan dewasa. Air mata ku tak henti menetes, dada ini terasa sesak. Semahal itu kah harga sebuah Perdamaian?
Aku banyak belajar dari anak-anak ini, mereka tidak pernah patah semangat, mereka tetap ingin hidup lebih lama, mereka selalu memandang jauh ke depan terus jauh ke depan dan mereka selalu melihat akan hadirnya sebuah harapan.
Kita dilahirkan bukan untuk saling membenci tetapi saling mengasihi dan Tuhan menciptakan anak-anak murni dan baik(less)
Sabishigaru Sasurai muen Mina hateru Omoishiraseru Taitougomen
***
Feeling lonely Wandering alone in strange country, helpless Everyone is dead To have a reven...moreSabishigaru Sasurai muen Mina hateru Omoishiraseru Taitougomen
***
Feeling lonely Wandering alone in strange country, helpless Everyone is dead To have a revenge Must become a non-samurai being granted be privilege of wearing a sword
Tanka (puisi) oleh Kenji Sekiguchi, mengawali kisah lanjutan perjalanan hidup seorang bocah Inggris bernama Jack Fletcher. Setelah satu tahun tinggal di Jepang serta mendalami Jalan Hidup Ksatria, kali ini Jack harus memahami Jalan Hidup pedang untuk menjadi Samurai Sejati.
Dengan tetap memegang teguh Bushido; Integritas, Keberanian, Welas Asih, Hormat, Kejujuran, Martabat dan Kesetiaan; Jack ditantang untuk mengikuti ujian Lingkaran Tiga. Lingkaran Tiga bukan merupakan ujian layaknya ujian samurai biasanya. Di sini para samurai diuji tiga kekuatan; tubuh, pikiran dan jiwa.
Dibanding buku pertamanya, buku ini memang kurang greget walau tetap dengan mempertahankan detail bela diri yang akurat serta atmosfer kehidupan para Samurai-nya. Dan buku ini tetap mengajarkan filosofi kehidupan. Sampai-sampai saya berfikir, sebenarnya ini buku motivasi dalam bentuk novel atau novel motivasi?
Melalui Jack, pembaca diajarkan tanpa terkesan mengajari, berbagai hal dalam hidup. Seperti:
Rasa Takut; "jika seseorang melihat dengan mata hati, dan bukan mata di kepala, maka tak ada yang perlu ditakutkan". p 123.
Rasa takut itu bukan untuk ditakuti tapi dihadapi, dengan keteguhan hati dan pikiran rasa takut akan berkurang, tidak hilang tapi berkurang. Karena sebenarnya Rasa takut itu sendiri adalah ketakutan. Pikiran kita lah yang mengatur ketakutan itu sendiri, dan hanya kita yang bisa menguasai pikiran kita sendiri. Saya jadi teringat momen saat saya mengikuti suatu training dan saya dikondisikan untuk berada dalam ketakutan saya sendiri, perlahan saya digiring ke suatu kondisi di mana saya bisa mendengar hati dan pikiran saya. Dengan keteguhan hati, saya bisa menghadapi rasa takut itu dan itu pula yang Jack lakukan untuk mengatasi rasa takutnya. Kekuatan Pikiran!!!
Yang paling saya ingat dalam kisah Young Samurai: The Way of The Sword ini adalah di mana Jack semakin merasa kalau dia tidak diterima dalam lingkungan sosial warga jepang. Jack melihat semakin banyak perbedaan, semakin merasa sendiri, semakin merasa tidak dihargai dan semakin merasa dikucilkan. Dan Jack membuktikan kalau Ia punya kekuatan untuk bangkit dan bertahan.
"Siapapun bisa menyerah Jack-kun, itu adalah hal termudah yang bisa dilakukan di dunia. Tapi untuk tetap bertahan saat orang lain menginginkan kau jatuh, itu baru kekuatan sejati" p 175(less)
Seorang bocah Inggris, Jack Fletcher, berusia 12 tahun, anak dari nahkoda kapal "Alexandria" John Fletcher. Yang karena keadaan harus bertahan hidup d...moreSeorang bocah Inggris, Jack Fletcher, berusia 12 tahun, anak dari nahkoda kapal "Alexandria" John Fletcher. Yang karena keadaan harus bertahan hidup di negeri asing bernama Jepang.
Jack, beruntung diselamatkan oleh Keluarga Samurai di daerah Toba, Masamoto. Dalam lingkungan Masamoto lha, Jack belajar banyak. Belajar menjadi seorang samurai dan belajar memahami kehidupan.
Cerita dalam buku ini gampang sekali ditebak bagaimana akhirnya. Tapi itu tak menyurutkan saya untuk melanjutkan membacanya. Penulisnya sangat cermat meramu cerita, khususnya untuk bagian seni bela diri. Penulisnya menggambarkan sangat detail, setiap gerakan kaki, badan, tangan, kepala betul-betul autentik. Layaknya saya sedang menonton film silat jepang dalam slow motion. Selain itu banyak sekali petuah kuno samurai yang diterangkan penulis. Yang mendasar adalah Bushido Jalan Kesatria yang dikenal dengan Tujuh Prinsipnya. Tujuh Prinsip dalam bela diri samurai dan menjalani kehidupan, sehari-hari yaitu: Prinsip 1; Gi, Integritas adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang benar dan keyakinan moral dan untuk bersikap adil dan sama kepada semua orang tanpa memedulikan ras, warna kulit, gender dan usia.
Prinsip 2; Yu, Keberanian adalah kemampuan untuk mengatasi setiap keadaab dengan keberanian dan keyakinan.
Prinsip 3; Jin, Welas Asih adalah gabungan antara kasih sayang dan kemurahan hati.
Prinsip 4; Rei, Hormat. Prinsip ini berarti menghormati orang lain.
Prinsip 5; Makoto, Kejujuran artinya bertingkah-laku yang benar secara moral dan selalu melakukan hal-hal dengan kemampuan terbaik.
Prinsip 6; Meiyo, Martabat. Dicapai dengan sikap positif dalam berpikir serta mengikuti perilaku yang tepat.
Prinsip 7; Chungi, Kesetiaan adalah dasar dari semua prinsip; tanpa dedikasi dan kesetiaan pada tugas yang sedang dikerjakan dan kepada sesama, seseorang tak dapat berharap mencapai hasil yang diinginkan.
Tujuh prinsip itu hanya sebagian filosofi yang saya temukan dalam buku ini. Masih ada banyak petuah-petuah yang mungkin terasa simpel tapi memberikan efek luar biasa bagi yang membacanya (cat: diri saya sendiri). Ini contohnya; "Teman tidak dipisahkan oleh perbedaan. Mereka justru bersatu karena perbedaan" P 296
Saya masih ingin belajar banyak dari kehidupan Para Samurai dari mata Chris Badford, jadi langsung lanjut baca buku ke duanya "Kendo".(less)
Kombinasi pas yang memikat saya. Dongeng, fantasi dan petualangan!.
Funke memang seorang pendongeng sejati. Dalam buku ini, Ia mengeluarkan semua makhl...moreKombinasi pas yang memikat saya. Dongeng, fantasi dan petualangan!.
Funke memang seorang pendongeng sejati. Dalam buku ini, Ia mengeluarkan semua makhluk dongeng dari setiap negara. Mulai dari dataran Eropa sampai ke Asia. Goblin, kurcaci, peri, homonkulus, jin, basilisk, ular laut sampai burung raksasa.
Dan keahlian Funke makin lengkap dengan kemampuan menggambarnya yang muantabs. (less)
Sepertinya penulis buku ini menaruh minat yang besar terhadap alam & kehidupannya karena hampir semua cerita dalam kumpulan cerita pendek ini meng...moreSepertinya penulis buku ini menaruh minat yang besar terhadap alam & kehidupannya karena hampir semua cerita dalam kumpulan cerita pendek ini mengambil alam sebagai penggambaran tokoh.
Sebagi contoh saya ulas satu cerita yang mejadi favorit saya. Pungguk, kisah yang menceritakan bagaimana seekor pungguk gigih untuk menemui Bulan walaupun sudah dicerca oleh teman-temannya yang lain. Selalu terbang sendiri menembus malam hingga akhirnya Pungguk pun menyadari kalau Ia adalah Sang Rajawali yang berani menentang bahaya. Dan, pas baca kisah ini saya langsung teringat akan quote favorit saya dari Pak Fuad Hasan Hanya Rajawali yang berani terbang tinggi, walau sendiri
Dan masih banyak kisah lain yang membawa saya ke alam liar, melakukan perjalanan keliling dunia (cerita "Kapal Pesiar") dan kisah yang penuh fantasi.(less)
Baca bareng bulan ini dan biar makin menjiwai pas Jelajah Giganto-nya.
*********************************************
Jarang ada novel Indonesia yang men...moreBaca bareng bulan ini dan biar makin menjiwai pas Jelajah Giganto-nya.
*********************************************
Jarang ada novel Indonesia yang menceritakan tentang kehidupan Peneliti Indonesia. Sempat bikin gw berpikir begini kah kehidupan dari para peneliti? Yang terkadang karena kecintaan dengan dunianya, bisa membuat diri mereka sendiri melupakan kehidupannya demi melindungi temuannya.
Secara tema, Giganto ini termasuk tema yang populer. Pencarian sesuatu yang bisa membuat orang sekitarnya menjadi "hitam" dan "putih". Siapa yang jahat? siapa yang baik? bisa dengan mudah kita temukan. Walaupun tetap harus membaca sampai akhir untuk membuktikan pemikiran yang terlintas.
Yang bikin gw tertarik adalah informasi secara ilmiah mengenai hewan-hewan di buku ini yang tanpa disadari disisipi oleh penulisnya tanpa terkesan seperti membaca buku ilmiah serta ilustrasinya yang memperkuat cerita. Dan, gw menjelajahi hutan Kalimantan dari sudut pandang yang berbeda, sehingga buat gw berpikir Kalimantan memang kaya dalam alam dan budaya.
NB: Setelah melihat video hutan kalimantan dari Mas Koen saat jelajah kemarin, semua lokasi dalam buku ini tergambar sudah. Hutan, Pohon yang memayungi, sungai yang beliuk seperti ular, air terjun, gua dan arus deras. Bagaimana kalau nanti jelajah Gigantonya langsung ke Kalimantan hehehehehe(less)
Tetap dengan menjadikan tradisi dan budaya Kalimantan Timur sebagai latar cerita. Di sini s...moreBuku ke-2 Pak Korrie yang saya baca setelah Api Awan Asap
Tetap dengan menjadikan tradisi dan budaya Kalimantan Timur sebagai latar cerita. Di sini saya jadi tahu lebih banyak lagi tentang kehidupan masyarakar Kalimantan Timur. Baru tahu kalau rotan itu banyak jenisnya. Dan penduduk Kalimantan Timur sangat menghargai alam.
Dari 9 cerita pendek yang disajikan dalam "Melintasi Malam", yang paling membekas di hati adalah "Percakapan Tentang Negeri" yang menceritakan negeri-negeri yang dipercaya oleh suku pedalaman Kalimantan Timur. 1. Negeri di atas Langit 2. Negeri bawah, dan 3. Negeri Arwah Dengan menampilkan tokoh Amran yang menjelaskan ke Debra mengenai ke-tiga negara tersebut. Gaya penceritaannya mengalir, bener-bener memberikan informasi mengenai tradisi rakyat Kalimantan Timur tanpa terkesan menggurui.
Selain itu dalam "Melintasi Malam", Pak Korrie juga menyampaikan kritikan kepeda pemerintah secara tersirat di saat Kalimantan Timur menjadi "lahan Sejuta Hektar" serta HPH yang makin merajai di pedalaman Kalimantan. Saat memebaca buku ini, saya teringat perjalanan saya ke Kalimantan Timur. Yang menurut saya hutan-hutannya masih rindang tapi ternyata penduduk setempat mengatakan hutan ini tidak seperti dulu karena semua yang ada di hutan ini sekarang adalah pohon-pohon muda yang baru ditanam.
Yang pasti setiap kisah di kumpulan cerita pendek ini meninggalkan kesan yang berbeda untuk saya.
Terakhir...pantas saja tim kreatif kantor saya, minta untuk hunting-hunting buku ini. Ternyata oh ternyata, Kalimantan bangeettttttt. Sambae, review dua buku sudah cukup khan? Apa saya mesti baca lagi buku Pak Korrie yang lain? :D (less)
Kisah romansa yang dibalut dalam budaya dayak benuaq, adat istiadat yang masih dipegang teguh penduduk dari lou dampar, kecintaan dan penghormatan ter...moreKisah romansa yang dibalut dalam budaya dayak benuaq, adat istiadat yang masih dipegang teguh penduduk dari lou dampar, kecintaan dan penghormatan terhadap alam. Dimana kesetiaan seorang wanita utama bernama Nori, yang selama 20 th hidup dalam ketetapan hatinya dan cinta yang besar terhadap Jue, suaminya. Dan ketetapan itu membuahkan hasil.(less)
*Manggil pake toa* Momo! Mbak mia! Panda! Bunda! Indri! Adhe! Mari kita mulai!! *Gunting pita, bagi2 tumpeng* Dgn ini resmi sy mulai baca barengnya :-...more*Manggil pake toa* Momo! Mbak mia! Panda! Bunda! Indri! Adhe! Mari kita mulai!! *Gunting pita, bagi2 tumpeng* Dgn ini resmi sy mulai baca barengnya :-)
------------------------------------------
Di ujung sabar ada perlawanan. Di batas nafsu ada kehancuran. Dan air mata hanyalah untuk yang lemah"
Dari manakah Gw harus memulai untuk membagi perasaan di kala membaca buku ini? Jujur gw banyak kehilangan kata saat menbaca buku ini, rangkaian kata-kata yang ditulis Anin sangat Indah. Mengantar secara perlahan ke sebuah Tanah Tabu, di ujung timur Indonesia. Kehidupan penduduk di Tanah Tabu khususnya Kaum Perempuan, yang banyak membuat gw terkejut. Begitukah perempuan diperlakukan di Tanah Tabu? Tidak ada artinya kah Perempuan di Tanah Tabu?
Secara tersirat Anin, mengungkapkan ke permukaan masalah-masalah pelik yang terjadi di Tanah Tabu. Sikap para pendatang, pemerintah serta penduduk aseli melalui pandangan seorang perempuan bernama Mama Anabel yang dipanggil Mabel.Mabel yang mengajarkan tentang kehidupan tanpa terkesan menggurui.
Uniknya, Anin tidak menggunakan sudut pandang Mabel sendiri tetapi melalui sudut pandang Pum, Kwee dan Aku; Leksi. Sehingga kita tanpa disadari mengenal sosok Mabel dalam pandangan mereka masing-masing, yang menilai sosok Mabel dengan cara mereka sendiri.
Dan,pada kita semua, Mable berpesan. "Kita harus tetap kuat...Jangan Menyerah. Terus berjuang demi anak-cucu kita. Mereka harus mendapatkan kehidupan yang lebih baik."(less)
Thanks buat Mbak Roos...yang sudah rekomen-in buku ini ke Gw.
Awalnya gw kira buku ini layaknya seperti beberapa buku yang mengangkat tema traveling ya...moreThanks buat Mbak Roos...yang sudah rekomen-in buku ini ke Gw.
Awalnya gw kira buku ini layaknya seperti beberapa buku yang mengangkat tema traveling yang pernah gw baca. Ternyata saya salah. Baru nyadar kenapa di bilang A Travel Journal. Karena memang Rei penulisnya seperti menuangkan buku hariannya. Emosi penulisnya benar benar tertuang di sini. Jadi ngerasain apa yang Rei rasakan; tertawa gembira, kenekatannya, perasaan kangen rumah, kegalauan, persahabatan dan cinta.Jadi berasa ada di sebelah rei, ikut menjalani sebagian pengalaman hidup Rei. Jadi ingat perkataan seseorang yang pernah gw baca, "bahwa dengan backpacker keliling dunia, akan menjadikan mu lebih pintar, lebih dewasa dan menghargai hidup"
Sayang banget foto-foto koleksi Rei di buku ini tidak full color, padahal khan seru kalo full color. Walhasil lirak lirik blognya untuk liat fotonya hehehehe
Tapi sumpah nih orang nekat banget, untuk mengejar mimpinya. Akan kah gw bisa senekat itu menggapai mimpi gw? well...don't know :)
Orang dewasa tidak ingat lagi, bagaimana rasanya, menjadi anak-anak. Walaupun mereka mengaku begitu. Mereka tidak tahu lagi. Percayalah padaku. Mereka sud...moreOrang dewasa tidak ingat lagi, bagaimana rasanya, menjadi anak-anak. Walaupun mereka mengaku begitu. Mereka tidak tahu lagi. Percayalah padaku. Mereka sudah lupa semuanya. Betapa dunia dahulu berkesan lebih besar bagi mereka. Betapa repotnya memanjat ke atas kursi. Bagaimana rasanya kalau harus selalu menengadah? Lupa. Mereka tidak tahu lagi. Kau pun akan melupakannya. Kadang-kadang orang dewasa bercerita, betapa indahnya ketika mereka masih anak-anak. Mereka bahkan bermimpi menjadi anak-anak lagi. Tetapi apa yang mereka mimpikan ketika masih anak-anak? Tahukan kau? Aku rasa, mereka bermimpi ingin cepat-cepat dewasa.
Kata-kata ini mengawali kisah yang terjalin di buku ini. Kisah tentang kakak beradik yatim piatu Prosper & Bo, yang meninggalkan rumah Bibinya menuju kota rembulan, Venezia. Kota yang selalu mereka ingin datangi dan mimpikan hanya dengan mendengar cerita ttg Venezia dari sang Ibunda.
Kehidupan Prosper & Bo berubah saat di Venezia mereka bertemu dengan Riccio, Mosca & Tawon serta Scipio yang selalu menyebut dirinya Pangeran Pencuri. Yang menghidupkan ke 4 temannya dari hasil mencuri.
Pertualangan semakin seru saat Bibi Esther, Ibu Angkat Prosper & Bo menyewa seorang detektif handal, Victor Getz. Dan itu belum cukup. Seorang pedagang antik yang tukang tipu, seorang conte yang misterius dan seorang fotografer wanita aneh, melengkapi petualangan mereka.
Membaca buku ini benar-benar membuat gw berada di Kota Rembulan Venesia. Penggambaran Venesia detil sekali digambarkan oleh Funke. Tidak sekedar menceritakan fantasi tapi di sini Funke menyelipkan bagaimana Prosper sebagai kakak melindungi adiknya. Pertemanan yang tulus. Dan menunjukan bahwa orang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya sekarang. Anak-anak yang ingin cepat dewasa karena peraturan yang mengekangnya dan orang dewasa yang ingin kembali ke masa kanak-kanaknya karena merasa masa kanak-kanaknya tidak sebahagia yang dipikirkan.(less)
Buku ini sangat bermanfaat buat orang yang hobi backpakcer,,bukan buku travel guide.. ada story yang mendasari cerita ini. Tentang persahabata 4 orang...moreBuku ini sangat bermanfaat buat orang yang hobi backpakcer,,bukan buku travel guide.. ada story yang mendasari cerita ini. Tentang persahabata 4 orang sejak kecil, yang terpisah lautan lepas...Mereka akhirnya akan bertemu di barcelona,,,setiap pribadi berusaha menyelesaikan masalah dan keganjelan yang sudah terjadi bertahun-tahun.
Kenapa gw bilang saat bermanfaat buat yang hobi jalan-jalan karena di setiap bab, di selipkan tips-tips aman ber backpacker. Plus kita yang baca juga tahu keadaan & situasi di setiap negara yang mereka kunjungi..
Emosi bermacam juga ditanamkan di buku ini. Ada tangis juga ada tawa..lebih banyak porsi tawa kalo kata gw..
Kerennya lagi, buku ini ditulis oleh 4 penulis yang setiap penulis memasukan karakater ke satu orang tokoh. Gw sih bacanya serasa si penulisnya yang jadi tokoh di sini....(less)