Pernahkah kamu membaca sebuah buku dan hidupmu berubah? Aku pernah. Mungkin sudah tidak perlu kusebutkan lagi judulnya karena siapa pun yang mengenalku...morePernahkah kamu membaca sebuah buku dan hidupmu berubah? Aku pernah. Mungkin sudah tidak perlu kusebutkan lagi judulnya karena siapa pun yang mengenalku dengan baik tahu buku itu. Dan untunglah aku tidak perlu menderita seperti Osman, si mahasiswa arsitektur dalam buku ini, yang mencari 'Kehidupan Baru' keliling negerinya, sesudah membaca buku yang ia lihat tanpa sengaja.
Pernahkah kamu merasa ingin melompat ke dalam bis-bis yang lewat di depanmu yang kau tak pasti tujuannya ke mana, lalu memulai petualangan dengan naik turun bis ke mana pun berganti-ganti, sampai sesuatu hal menuntunmu pada tujuan tertentu, seperti Osman dan Janan? Aku tidak pernah. Rasanya sulit untuk memulai sesuatu tanpa perencanaan panjang. Mungkin karena aku lebih banyak memikirkan perasaan orang-orang yang akan kutinggalkan apabila nekat kabur begitu saja. Tapi bukan berarti aku tidak ingin. Ingin sekali. Terkadang kalau sedang tidak punya pikiran apa-apa terbit keinginan untuk berjalan ke mana-mana ke mana kaki ingin melangkah. Belum senekad itu sih.
Pernahkah kamu muak terhadap sesuatu yang terlalu mudah ditemukan di dunia ini? Seperti Coca Cola, burger, berita-berita di televisi, sesuatu yang tersebar begitu cepat ke seluruh penjuru dunia? Aku pernah. Sering sekali malah. Sering sekali rindu pada cara lokal dan unik untuk menikmati sesuatu. Seperti makan nasi liwet di pincuknya, minum legen dari batang bambu, atau banyak makanan lain yang tak bisa diawetkan dan harus dinikmati di tempatnya langsung. Atau mendengarkan berita-berita lokal alih-alih politik luar negeri yang nggak ada hubungannya sama kita. Mungkin itu yang ada di benak Doktor Fine, yang menampung Osman dan Janan, tanpa barang-barang multiglobal itu, negeri kita akan baik-baik saja. Nggak akan hancur suatu negeri karena tidak minum Coca Cola. Lihatlah Amerika yang menghancurkan suku Indian dengan memberi mereka minuman keras sehingga perlahan-lahan mati sendiri. .
Pernahkah kamu berpikir bahwa kereta api, seperti yang diceritakan Paman Rifki, adalah pembawa hal-hal biasa menjadi umum ke seluruh negeri, daerah-daerah tidak menjadi unik lagi, seperti ketika ia menuliskan petualangan Peter dan Pertev di Amerika, saat jalan untuk besi beroda itu dibangun menghubungkan Amerika Timur dan Barat, ketika kota-kota yang dilaluinya menggeliat berubah? Ya, aku pernah. Kereta api, atau jalur transportasi lain, senantiasa memberi dua sisi pedang. Semakin bagus akses transportasi ke suatu daerah, semakin mudah perekonomian akan membaik, semakin umum daerah itu, dan semakin hilanglah nilai-nilai lokalnya. Ini terjadi di seluruh dunia. Akses yang bagus memberi dampak positif pada daerah tujuannya, namun tidak selalu pada daerah yang dilaluinya.
Ini cerita tentang seseorang yang kehilangan dirinya sendiri setelah membaca sebuah buku. Buku ini tidak eksklusif, beberapa orang memilikinya, Ia melihat dalam dunia yang global ini ketika kaki bisa melangkahkan diri ke mana pun, ia menjadi warga dunia. Ia kehilangan lokalitasnya. Ia bisa siapa pun. Tidak hanya Osman si mahasiswa arsitektur itu, namun juga siapapun yang menceburkan dirinya sendiri ke dunia global. Untuk menyelamatkan diri, hanya satu cara. Selalu ingat siapa dirimu, identitas, asal dan lokalitasmu.
*****
Orhan Pamuk, novelis yang memenangkan penghargaan nobel Sastra pada hari Kamis, 12 Oktober 2006 ini, menjadi penulis terpopuler di Turki dan dikenal negara-negara lain juga. Penulis ganteng yang lahir di Istambul tanggal 7 Juni 1952 ini, tidak pernah jauh dari kontroversi di Turki yang dikritiknya baik dari sisi religius atau pun sekular. Diberitakan juga bahwa Pamuk menjalin hubungan dengan Kiran Desai seorang novelis cantik berkebangsaan India. Buku-buku lainnya yang populer adalah Snow, My Name is Red, Istanbul: Memories and the City, The Museum of Innocence, The White Castle. Separuh novel perjalanan, separuh dongeng thriller, The New Life adalah buku yang paling cepat terjual habis dalam sejarah Turki. Menampilkan seluruh kecerdasan dan keluwesan khas Pamuk, novel indah ini mengingatkan kita akan sebuah bangsa yang terombang-ambing antara Timur dan Barat.
Aku pernah bertanya, pada Tuhan, pada kehidupan, pada angin, pada alam, pada buku-buku yang kubaca, kenapa aku harus bertemu dengan beberapa orang dal...moreAku pernah bertanya, pada Tuhan, pada kehidupan, pada angin, pada alam, pada buku-buku yang kubaca, kenapa aku harus bertemu dengan beberapa orang dalam hidupku? Kemudian timbul pertanyaan lain untukku, untuk alasan apa kamu ada di dunia, In? Dan kusambung dengan pertanyaan lain yang lebih menohok, mengapa semesta mengirimkan kamu untuk bertemu denganku?
Ada dua pilihan menghadapi hidup, bahwa hidup ini semua kebetulan, siapa yang akan bertemu kita tak terprediksi sebelumnya atau bahwa tidak ada kebetulan di dunia ini, semua adalah rahasia besar yang pasti ada maksudnya kenapa terjadi. Mungkin aku setuju pada keduanya, karena hal-hal yang semula kuanggap kebetulan itu ternyata bukan kebetulan bahkan menjadi salah satu titik di mana aku berproses.
Pertama aku tertarik membaca buku ini karena reviewnya Farah, beberapa bulan silam. Saat itu aku memilih untuk menunggu terjemahannya saja mengingat karya-karya Paulo Coelho banyak yang sudah diterjemahkan. Review Farah sangat sedih menurutku, dan menurutnya ketika ia membaca buku ini ia menjadi bisa memaafkan dan meringankan apa yang bergejolak dalam hatinya.
Lalu bulan lalu, kebetulan itu ketika sedang duduk-duduk di tepi laut, aku melihat temanku membaca buku ini, dan ternyata sepulang dari perjalanan aku melihat buku ini di sebuah toko buku di bandara. Bukan terjemahan. Mungkin ini momennya, pikirku. Bisa jadi kalau aku tak melihat temanku membacanya, aku tak akan membeli di toko itu. Mungkin ini momennya, kataku sekali lagi. Jadi kuputuskan untuk membelinya, dan langsung membacanya di pesawat.
Travel is never a matter of money, but of courage. (p.10)
Courage can attract fear and adulation, but willpower requires patience and commitments. (p.24)
My roots are ready, but I'll only manage to grow with the help of others. Not just you or J or my wife, but the people I've never met. (p.29)
De ja vu is more than just that fleeting moment of surprise, instantly forgotten because we never bother with things that make no sense. It shows that time doesn't pass. It is a leap into something that we have already experienced and that is being repeated. (p.40)
Kenapa aku harus bertemu? Itu mungkin yang harus dicari jawabannya. Mungkin juga tidak perlu, karena cepat atau lambat jawabannya itu mungkin akan dilupakan juga. Seberapa pun waktu bersamamu, ada yang berubah pada diriku sesudahnya. Mungkin itu adalah ujian yang harus dilalui. Pasti ada rahasia besar di depan yang tidak kita tahu kenapa kita harus bertemu, begitu katamu.
No one can learn to love by following a manual and no one can learn to write by following a course (p.89)
We learn in the past, but we are not the result of that. We suffered in the past, loved in the past, cried and laughed in the past, but that's of no use to the present. The present has its challenges, its good and bad side. We can neither blame nor be grateful to the past for what is happening now. Each new experience of love has nothing whatsoever to do with past experiences, it's always new. (p.124)
Life is one long training session, in preparation of what will come. Life and death lose their meaning, there are only challenges to be met with joy and overcome with tranquillity. (p.147)
Not everything in life is a long train with tickets available for all. (p.212)
Tidak semuanya yang kita rencanakan dengan baik akan berjalan dengan baik juga. Ada hal-hal yang di luar kuasa kita untuk mengubahnya, sesuatu yang akhirnya terpaksa dilepaskan. Mungkin ini satu tahapan untuk kerelaan hati.
Kadang-kadang seperti nggak percaya bahwa sesuatu yang kukenal dua puluh tahun silam kembali dengan wujud lain. Ketika serangkaian kebetulan mengikutinya kembali kau baca ulang di masa sekarang. Mungkin dulu dalam bentuk persahabatan, kemudian cinta, lalu berubah menjadi seperti seseorang dalam keluarga. Mungkin wujud yang sekarang bisa lebih direlakan karena memang tidak ada lagi yang bisa dipertahankan. Setiap kisah punya penyelesaiannya masing-masing. Dan setiap cerita selalu happy ending. Cari saja sudut pandang seperti itu, tidak selalu dari tokoh utamanya.
Is it possible to deviate from the path God has made? Yes, but it's always a mistake. Is it possible to avoid pain? Yes but you'll never learn anything. Is it possible to know something without ever having experienced it? Yes, but it will never truly be part of you. (p.263) (less)
an awesome drama story about forgiven yourself. the character isn't a hero, she betrayal her husband and commited suicide bu follow him to disease are...morean awesome drama story about forgiven yourself. the character isn't a hero, she betrayal her husband and commited suicide bu follow him to disease area.
i don't like kitty fane but not punish her as a cheerful grown-up girl, who married only for her pride. her mother must be excess her so much that she had this bad flirting attitude.
this is about transformation of a young girl to a woman. someone who should hit a lot and learn a lot to get up again. she could be a kind of bitch, but she learn to survive to save herself.(less)
Novel ini indah sekali. Sebuah novel dengan cerita beberapa generasi, mengenai kehidupan seseorang, kekuasaan, tanah, pergolakan politik di sek...more#2012-01
Novel ini indah sekali. Sebuah novel dengan cerita beberapa generasi, mengenai kehidupan seseorang, kekuasaan, tanah, pergolakan politik di sekitarnya, dan cinta pada keluarga.
Seperti halnya tuan-tuan tanah di Amerika Selatan, Esteban Trueba punya rumah besar yang apik, yang didiami oleh keluarganya, dan tanah perkebunan yang luas, yang didiami bersama petani penggarapnya, yang menghasilkan kekayaan untuk tanah pertanian itu sendiri. Petani-petani tersebut diperkenankan tinggal di lahan itu, dididik sebagai petani handal, anak-anak mereka disekolahkan, sehingga dipikir itulah satu cara yang adil. Trueba punya tanah, petani menggarap dan diperbolehkan tinggal di tanah garapannya. Satu simbiosis mutualisme di masa lampau.
Lalu zona aman itu berubah ketika petani mulai memberontak, menuntut kemerdekaan mereka. Tuan tanah tetap tidak merasa salah, merasa sudah mencukupi kebutuhan orang-orang yang diperkenankan tinggal di tanah. Esteban tidak sadar, bahwa orang-orang di sekitarnya mulai menjauh darinya, berdekatan dengan pihak-pihak yang ia anggap musuh. Di keluarga ini, revolusi memakan anak-anaknya sendiri. Tak diketahuinya anak-anaknya yang menyeberang ke kubu yang menentang tuan tanah. Lalu ia sendiri yang membasmi kubu itu. Dan ia ditinggalkan dalam ketidak tahuannya.
Laki-laki. Kuasa, gagah, dan ego. Tanpa itu mereka tidak bisa hidup. Bahkan dalam sakit pun ia masih mempertahankan kuasa dan egonya. Merasa jumawa atas hidup tiga perempuan : Clara, istrinya, yang dicintainya habis-habisan dan mendampinginya dengan lembut dan keras, Blanca, anak perempuannya yang tidak ia ketahui sisi lainnya, mencintai orang yang dianggapnya salah, Alba, cucunya yang memperjuangkan apa pun demi cinta, bahkan dirinya sendiri, melepaskan diri dari kungkungan keluarganya yang borjuis. Perempuan-perempuan yang masih memiliki sifat lembut di balik kekerasanan hatinya, mempunyai tanggung jawab total dalam ketabahannya, dan keberanian atas keyakinannya sendiri.
Trueba dengan egonya, tidak sadar bahwa perempuan-perempuan ini seharusnya bisa menjadi sumber kekuatannya, namun ia tidak mengalah, karena memang laki-laki tidak mengalah. Zaman yang berubah sejak tuan tanah, revolusi sosialis, penguasaan oleh militer. Ia berdamai dengan dunia dengan caranya sendiri. (less)
“Jangan hiraukan ocehan tolol dan menyesatkan! Piramid bakal membuat kita lebih kuat dan makin bahagia! Piramid akan membantu surga dan bumi m...more#2011-49
“Jangan hiraukan ocehan tolol dan menyesatkan! Piramid bakal membuat kita lebih kuat dan makin bahagia! Piramid akan membantu surga dan bumi mencapai kesepahaman yang lebih baik!”
Buku ini penuh humor? Entah selera humor saya sedang rendah atau begitu sedih melihat penderitaan rakyat Mesir ketika membangun piramid ini. Piramid yang dibangun selama bertahun-tahun, hanya sebagai perlambang kuasa, ternyata tidak bisa dinikmati oleh si pembangun, pencetus, bahkan si Firaun sendiri yang tadinya tidak ingin punya piramid, menjadi takut ketika piramid itu sendiri sudah jadi.
Pembangunan piramid ini memperlihatkan betapa berkuasanya orang-orang di sekitar penguasa, orang-orang yang merasa bisa meyakinkan si penguasa sendiri. Memperlihatkan si penguasa yang bodoh, yang demi ia ‘mendengarkan-apa-kata-orang-banyak’ tetapi malah mengorbankan ribuan rakyatnya sendiri.
Piramid, yang puncaknya mengangkasa, dianggap sebagai pembelah langit. Keempat sudutnya, yang menunjukkan empat mata angin, sebagai kestabilan dunia. Di situlah si mummi berdiam, dalam kuburan batu yang dibangun oleh ribuan nyawa, dibalsem agar awet hingga akhir jaman, memamerkan kedigdayaannya. Sebenarnya, bukan si Firaunlah yang berkuasa, namun piramid itu sendiri. Piramid yang ketika jadi akan memanggil jiwa Firaun ke dalamnya. Piramid yang ditakuti bahkan oleh pembuatnya.
Ada intrik, persekongkolan, tuduh menuduh, yang tidak pernah terselamatkan oleh namanya kematian. Yang menuduh pun bisa kena pancung, yang menuding bisa kena tikam, semua berebut kepentingan untuk keselamatannya sendiri.
Dalam satu hal proses ‘pemaksaan’ pembangunan piramid ini mengingatkan pada pembangunan calon-gedung-anggota-dewan kita yang katanya representatif. Ada orang-orang yang merasa berkepentingan. Ketika pembangunan Piramid, orang-orang berkepentingan ingin dapat kedudukan yang bagus di sisi para dewa, karena mereka amat mungkin mati sesudah membuatnya. Sedangkan di calon-gedung-anggota-dewan kita, supaya dapat proyek, keuntungan besar di tangan mereka, dan kemungkinan jabatan di sisi presiden kelak. Dan Piramid dibangun untuk kematian, sedangkan calon-gedung-anggota-dewan untuk kerakusan.
Jadi, siapa yang bisa menikmati Piramid? Bukan bangsa Mesir yang tersiksa oleh pembangunannya. Bukan si Arsitek yang tahu bahwa ia akan mati untuk mengubur rahasianya. Bukan juga Firaun yang telah menghukum orang-orang atas dakwaan memperlambat kerja pembangunan. Kemudian ia menghukum orang-orang lain karena alasan sebaliknya, mempercepat laju pekerjaan. Lalu sekali lagi untuk alasan yang pertama. Dan sesudahnya tanpa alasan sama sekali. Dan ia akhirnya merasa bahwa piramid menginginkan dirinya untuk mati, untuk bersatu dengannya.
Piramid adalah monumen kebanggaan, kekuatan, sekaligus monumen ketakutan yang luar biasa. (less)
review ini aman untuk dikonsumsi. tidak mengandung spoiler. tapi untuk 18+ ;))
Sewaktu pertama melihat buku ini direkomendasikan oleh mbak Endah...more#2011-39
review ini aman untuk dikonsumsi. tidak mengandung spoiler. tapi untuk 18+ ;))
Sewaktu pertama melihat buku ini direkomendasikan oleh mbak Endah Sulwesi, dari penerbit waktu itu, aku sudah tertarik membacanya. Cerita tentang kehidupan sekeluarga di masa Cina pendudukan Jepang, dan bagaimana mereka bertahan di tengah pergolakan politik itu sampai pada masa ketua Mao, pasti menjanjikan satu sisi sejarah yang menarik.
Dan hal yang paling menarik, tentu saja judulnya! Judul Big Breast and Wide Hips ini adalah satu-satunya kalimat yang tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pertama lihat judulnya tentu saja menggelitik. Judulnya begitu amat lah.. Kalau diterjemahkan mungkin saja bisa dicekal FPI karena dianggap mengandung pornografi, tak pantas dipajang di tempat umum. Alternatif terjemahannya mungkin ini : 1. Payudara Besar dan Pinggul Lebar -- biasa banget ya, seperti artikel kesehatan 2. Payudara Molek dan Pinggul yang Moleg -- terdengar cukup 'nakal' dan bikin cowok deg-degan. Berpotensi buat dicekal FPI.
Berhubung aku perempuan, jadi sebenarnya terdengar biasa-biasa saja, tidak berdesir atau apalah. Justru yang membuat aku deg-degan adalah ketika membacanya, di KRL atau kendaraan umum lainnya, dengan covernya yang berwarna merah cerah itu sangat menyolok untuk ditoleh orang, apalagi kalau sampai terintip judulnya. Jadi aku sering mengira, kalau ada orang yang melihat aku dengan pandangan aneh ketika membaca buku ini, apa dia mengira bahwa yang aku baca adalah novel yang penuh gairah, apa nggak malu gitu (lha, bacanya aja pagi-pagi di kereta), atau hanya terkagum-kagum saja melihat perempuan sekecil aku membaca buku yang begitu tebal. Walau begitu, aku lebih sering mengira yang pertama, jadinya lebih sering meletakkan kulit buku di pangkuanku, supaya judulnya tidak terbaca orang lain.
Dan judul buku ini bukan hanya pemanis wajah buku supaya menarik. Tetapi isinya juga menggambarkan kecantikan-kecantikan dan keindahan perempuan karena kelebihan mereka atas 'breast' dan 'hip' nya itu. Sembilan perempuan molek yang mempertaruhkan hidupnya untuk orang yang dicintainya, walaupun mereka saling membunuh, namun masih menyayangi karena sadar bahwa mereka sebenarnya keluarga. Pergantian rezim di sekeliling mereka yang berdampak pada pesona pimpinan yang membawa perempuan-perempuan ini, satu demi satu, mengikuti kata hatinya, yang mereka bilang itu cinta.
Tokoh perempuan utama, Ibu, banyak yang membandingkan dengan Ursula di 100 tahun kesunyian - Gabriel Garcia Marquez, tapi seperti biasa ketika membaca, aku mencoba melepaskan diri dari cerita lain, supaya bisa menikmati cerita ini, dan ternyata sangat mudah melepaskan Ibu dari Ursula, dengan caranya mempertahankan hidup, menghadapi keluarganya, getir dan emosi yang diderita ibu mampu membuatmu menggigit bibir, terenyuh. Situasi yang berbeda.
setiap orang tahu bahwa peluru tidak punya mata, bahwa selongsong artileri tidak akan menerima permintaan maaf. h.451
Deskripsi yang jujur tentang 'breast' dan 'hips' dari sisi satu-satunya lelaki dalam keluarga ini, tidak terlihat vulgar dan porno, tapi indah dan mengesankan, khayalan-khayalan remaja yang sebatas ia tahu, malah terkadang memang menggelitik, dan membuat aku berpikir, 'ooh, is that in a man's mind when they see our shape?'
Perempuan mandiri dan anak lelaki, apa yang di pikiranmu? Seorang perempuan yang mudah ditaklukan? Bukan. Ia lebih tegar, lebih berani untuk...more#2011-13#
Perempuan mandiri dan anak lelaki, apa yang di pikiranmu? Seorang perempuan yang mudah ditaklukan? Bukan. Ia lebih tegar, lebih berani untuk menantang kehidupan. Dan ia berkata, ini bukan untuk dirinya, ini untuk anakku.
Perempuan yang menari untuk memberikan jiwa pada kehidupan yang kosong. Karena di dalam dirinya sendiri ada yang hilang, dan ia butuh pengisi di dalamnya. Maka ia berkelana, mengeluarkan energinya, berbagi pada yang lain, memberikan kebahagiaan yang ia juga tak punya. Karena sebenarnya jiwanya kosong. Karena apa yang ia pikir dilakukan ini yang ia ingini, tapi bukan, ini hanyalah pengisi sementara.
Lalu ia tetap mencari. Perjalanan-perjalanan dilakukan. Terkadang bertanya, apakah lelaki pengisinya? Tidak tahu, karena sulit menduga isi hati perempuan. Sampai kapan ia akan stabil dan tidak mencari lagi. Yah, karena dalam setiap perempuan yang terlihat mandiri, selalu butuh pegangan untuk menguatkan. Jangan ditinggalkan..
Dear God, if You give up of giving me patience, give me strength, courage and fortune, so I can move on and live my life.(less)
buat saya yang bukan pembaca cerita horor dan penakut berat, cerita-cerita di buku ini menyeramkan. apalagi bacanya di tengah malam.
dan ternyata, saya punya buku Selected Tales by Edgar Allan Poe terbitan Penguin Books ini sejak SMA dan berisi 9 dari 13 kisah yang ada di dalam buku Kisah-kisah tengah malam ini. cuma saja bukunya belum terbaca karena keburu mblenger sama hurufnya yang kecil-kecil.
kisah kehidupan Poe saya baca dari buku fiksi Misteri Kematian Poe karya Matthew Pearl yang sama ruwetnya dengan cerita-cerita yang dituliskan oleh Poe.
namun yang memberi bintang dan bintang adalah penceritaannya yang detail, naratif dan bikin berjengit. special untuk The Pit and The Pendulum, mampu membuat deg2an sepanjang KRL.
karena review yang sangat hebat sudah dibuat oleh mas Ronny dan bang Helvry . silakan klik di situ untuk dapat cerita lebih lanjut.(less)
terkadang heran, ada beberapa pria yang benar-benar bodoh menghadapi cinta. kalau tidak terlalu menyepelekan, mereka menjadi terlalu serius.
pria pertama, tidak tahu bahwa ia jatuh cinta pada seorang perempuan, tidak tahu pula bahwa ia mencampakkannya. pria kedua, mencintai seorang perempuan, merasa memilikinya, namun tetap saja berselingkuh dengan perempuan lain. pria ketiga, mencintai mati-matian seorang perempuan, bahkan menemui maut sebagai korban dari rasa cintanya untuk melindungi. pria keempat, tidak tahu cinta atau dendam, atau hanya mengejar kehormatannya sebagai laki-laki saja.
dan perempuan-perempuan ini yang menjadi besar kepala karena mereka merasa dicintai.. (less)
Apa makna 100 tahun dalam suatu keluarga? 100 tahun bisa berarti banyak hal terjadi. Bisa membuat sepasang anak manusia yang tadinya bukan si...more#2011-25#
Apa makna 100 tahun dalam suatu keluarga? 100 tahun bisa berarti banyak hal terjadi. Bisa membuat sepasang anak manusia yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi dinasti yang menggerakkan suatu masa.
Cerita ini di suatu daerah bernama Mocondo. Satu daerah yang 100 tahun yang lalu belum ada. Sebuah kota di atas awan, di pegunungan yang dibuka oleh Jose Arcadio Buendia dan Ursula sebagai pemmpin rombongan yang bermigrasi ke sana. Kota ini terpencil, dan sulit ditemukan orang kecuali kaum gypsi yang berkeliling dengan kemampuan ajaibnya.
Di sinilah Jose Arcadio Buendia membesarkan kedua anak lelakinya, Jose Arcadio dan Aureliano (kelak Kolonel) bersama Ursula, menjadi pribadi yang berlainan satu sama lain. Jose Arcadio yang meledak-ledak, dan pekerja keras, serta Aureliano yang pemikir dan penuh perhitungan. Mereka juga memiliki anak perempuan, Amaranta, yang setia dengan menjadi perawan sampai akhir hidupnya. Keluarga ini berkembang dan beranak pinak menjadi beberapa generasi, semuanya dalam pengawasan Ursula.
Dalam trah keluarga ini anak laki-laki akan dinamai Jose Arcadio dan Aureliano lagi, sehingga tercatat ada 23 Aureliano dan 5 Arcadio yang merupakan cucu dan cicit dan canggah dari keturunan pertama. Peristiwa-peristiwa berlalu di Mocondo, dari mulai sebagai desa terpencil sampai perang gerilya oleh kolonel Aureliano, yang membuat desa kecil tersebut mulai didatangi orang dari segala penjuru. Tentara-tentara menghuni desa tersebut, keajaiban yang terjadi sehingga kolonel Aureliano tidak jadi dihukum mati, pertentangan ideologi antara kaum konservatif dan liberal.
Kemudian datang masa generasi kedua ketika rel kereta api masuk menembus Mocondo. Desa yang kecil itu pun mulai berubah menjadi ramai. Didirikan perkebunan pisang dengan buruh orang-orang kulit hitam. Pesta-pesta sebagai tuan tanah dan pemilik peternakan besar. Lalu semua itu pun lenyap disapu oleh tembakan-tembakan yang disamarkan dengan perginya mereka dalam kereta 200 gerbong. Dimulai lagi awal yang baru, seperti mas-masa tenang Mocondo, atau masa kejayaan yang sudah lewat? Dimulai lagi dengan sepasang Jose Arcadio dan Aureliano lagi.
100 tahun adalah rentang waktu yang sangat lama. Dalam dunia kecil Mocondo, maupun dunia di belahan bumi yang lain. Mocondo adalah perpaduan kerja keras yang bisa diterima oleh akal, maupun daya magis yang mengelilinginya di mana keajaiban-keajaiban terjadi. Kekuasaan yang didapatkan dengan darah. Keajaiban yang menaungi perempuan. Rumah yang selalu terbuka untuk mereka yang kalah dan ingin kembali. Perang, ideologi, agama, perburuan, jatuh bangun, panas banjir, subur sampai kemarau. Dari titik kejayaan hingga jurang kenistaan. Orang-orang yang tidak pernah berpuas diri, hanya mengikuti hawa nafsunya, keinginannya sendiri, yang dipaksakan akhirnya mengakibatkan kekalahan, kegilaan, kekosongan, dan kesunyian..
Bagaimana jika kau membaca sebuah buku dan alih-alih kau membaca kisah si tokohnya, namun kau terperosok dalam apa yang d...more#2010-36#
UNIQUE. UNIK. PROPRE
Bagaimana jika kau membaca sebuah buku dan alih-alih kau membaca kisah si tokohnya, namun kau terperosok dalam apa yang dirasakan oleh si tokoh. Ia memberimu kata-kata, gambar, bukan merupakan ilustrasi ceritanya, namun apa yang dilihat si tokoh, akan kita lihat juga, dengan perasaan yang kurang lebih sama dengan si tokoh. Novel ini mengombang-ambingkan perasaan bingung dan kacau si tokoh, menjadi kebingungan kita juga, dan membuat kita emosi karena ikut sebal, mengerenyit atau aneh barangkali.
Dengan tiga sudut pandang yang berbeda-beda, bisa dikenali dari cara berceritanya, yang terkadang harus ditebak-tebak, siapakah 'aku' yang sedang bercerita di sini. Alur yang maju mundur tumpang tindih, yang diceritakan dengan kisah yang terpisah-pisah, antara Oskar, nenek, dan kakeknya ini, namun bertemu bukan pada satu titik muara, entah ada misteri atau tidak yang terungkap, diceritakan dengan cerdas dan mampu membuat geleng-geleng kepala melihat tingkah si tokoh yang mengidolakan Stephen Hawking.
Cerita ini merupakan curahan hati Oskar Schell, yang kehilangan ayahnya dan tidak menemukan tubuhnya dalam tragedi 9/11. Dia tidak tahu bagaimana ayahnya meninggal. Hanya 5 pesan telepon yang diterimanya, dan disembunyikannya. Ia menemukan kunci, dalam amplop bertuliskan Black. Dan ia memulai pencariannya ke seluruh New York.
Aku menghitung waktuku dan mendapati bahwa 3 detik dibutuhkan untuk membuka kunci. Lalu aku memikirkan bahwa jika seorang bayi lahir di New York setiap 50 detik, dan setiap orang punya 18 lubang kunci, maka setiap lubang kunci dibuat di New York setiap 2,777 detik. Jadi, bahkan jika yang kulakukan hanya membuka kunci, aku masih akan diikuti oleh 0,333 lubang kunci setiap detik. (h.49)
Mencari seorang Black. Untuk apa kunci itu? Apakah ini pesan ayahnya untuknya? Apakah kematian ayahnya misteri? Bagaimana ia meninggal? Apakah ia di dalam ketika gedung tertabrak pesawat? Apakah ia yang berlari dan melompat ke udara? Dimulailah wawancaranya.
Kekalutan kakek Oskar. Yang tidak berbicara. Yang lebih penuh teka-teki dalam dirinya. yang akhirnya menuliskannya dalam surat-surat yang semakin lama semakin rapat.
Finally... finally all happiness come true.. for al those romance thing in this book and i've been waited for a kiss..
Okey, lets start with a little spoiler. The kiss is between Leslie Moore and the man who.. (secret, you must read it first). This book is full of happiness, a little sadness, and that's how we should look at our life just now.
And this not about the word which is have to say in romance things.. those three magnificant word which can make you fly if received it from the right person.
Leslie mengucapkan sesuatu dengan suara yang sangat rendah dan bergetar. Kedua tangan dan bibir mereka bertemu; itu adalah saat yang paling indah dalam kehidupan bagi mereka, dan mereka berdiri di sana, di taman tua itu, dipenuhi cinta, kebahagiaan, penderitaan, dan rasa syukur selama bertahun-tahun.
See?? They already kissed each other.. And I close this book happily.. I wonder, why Lucy Montgomery rarely write about kisses? Was in her writing period, kisses was not some good things to be written? I don't know, I don't think so. Or this books purposed for teenagers??
Reading so many beautiful sentences here made me thrown away to the past time, to the imaginary places where i want to be lived forever.. (less)
Betapa mudahnya menjadi orang munafik. Kau tinggal menjadi berpura-pura atas satu hal dan hal lainnya. Yang perlu kau lakukan hanya membuat d...more#2010-37#
Betapa mudahnya menjadi orang munafik. Kau tinggal menjadi berpura-pura atas satu hal dan hal lainnya. Yang perlu kau lakukan hanya membuat dirimu tampak hebat di antara yang lain. Berusaha bijak, walaupun kau tidak tahu apa-apa masalahnya.
Holden Caufield, yang selalu merasa sekelilingnya amat memuakkan. Mulai dari kepala sekolahnya, teman sekamar sok jago, tapi nggak bisa mikir, yang selalu menindasnya, bocah tetangga yang sebenarnya peduli namun mengesalkan.
Dan Holden sadar, dia tidak sempurna-sempurna amat. Dia juga tidak bisa meredam emosinya. Dia melontarkan kekesalannya pada orang-orang yang menyakitinya. Dan mereka memukulinya, tapi Holden tidak membalas. Dia tetap mengungkapkan isi hatinya yang meradang.
Pengecut, atau pecundangkah? Sebenarnya apa yang disebut menang? Apa mereka yang memukuli Holden hingga babak belur, atau Holden yang tetap membiarkan dirinya dipukuli untuk mempermainkan emosi penyerangnya?
Holden punya segalanya. Keluarga berkecukupan, adik yang manis, teman kencan yang baik, wajah yang tampan, dan tidak ada yang seharusnya dia keluhkan. Namun dia melihat celah-celah kekosongan di antaranya, dia mencari sesuatu yang jujur. Sesuatu yang sulit didapat. Betapa sulit untuk menjadi naif, berpikir bahwa tidak ada apa-apa, hanya hidup mengikuti arus.
Namun ia cukup bodoh juga, karena yang ia lakukan hanya meninggalkan, hanya mengikuti apa yang ia mau, tanpa mau tahu melihat dari sisi lain, tanpa mencoba. Misalnya dia tidak suka pelajaran lain, selain sastra Inggris, dan ini satu-satunya pelajaran yang lulus. Ini salah, karena kau tidak bisa mengkritik tanpa mengalami. Kalau tidak kritikan hanya jadi omong kosong belaka karena kau tidak tau apa yang dilalui oleh orang-orang yang mengalaminya. Dan kritik ini akan mudah dipatahkan.
Seperti dulu pernah saya alami, suatu siang di sekretariat Pecinta Alam, memandang anak-anak yang berada dalam Lab Teknik Kimia. Saya bilang,"Duh, anak-anak itu apa nggak bosen yah, kerajinan banget nge-lab terus, masa kuliah cuma diisi dengan belajaar terus." Nggak disangka, teman saya yang nggak lulus-lulus itu malah berkata,"Cobalah melihat dari sisi mereka, apa kata mereka kalau ngeliat elo, bukannya belajar malah nongkrong-nongkrong begini. Kita tuh disubsidi pemerintah, loh."
Saat itu saya terhenyak, ya, setiap orang punya cara pandangnya masing-masing dalam memandang satu persoalan, tergantung siapa dia, latar belakang dia. Belajar dari situ, saya belajar untuk melihat dari dua sisi, 'whatever you think, think the opposite' , kata Paul Arden. Dan bertanggung jawab atas apa yang diucapkan dan lakukan.
Kembali pada Holden, ia punya sikap, walaupun menjengkelkan. Dan ia banyak, banyak sekali tidak puas pada berbagai macam hal, namun ia percaya pada kejujuran dan ketulusan yang keluar dari beberapa orang yang ia temui.
Terjemahan yang bagus, yang membuat saya berpikir, dengan pilihan katanya. ah, apa sih maunya si Holden ini? Ia hanya tidak ingin terjebak dalam kemunafikan dan kepura-puraan. Ending yang hmm, antara pengen gigit kuku atau melempar bukunya. Tagline 'novel amarah anak muda' menjelaskan back cover 'mengapa buku ini disukai para pembunuh?'
Kalah tidak berarti mundur sambil menunduk. Bisa dengan menaikkan dagu, karena kau menang terhadap dirimu sendiri.
Setelah mendapatkan versi orisinalnya, ternyata cerita yang dibaca lagi sesudah dewasa benar2 luar biasa.. Buku yang terdiri dari dua cerita...more#2010-11#
Setelah mendapatkan versi orisinalnya, ternyata cerita yang dibaca lagi sesudah dewasa benar2 luar biasa.. Buku yang terdiri dari dua cerita ini benar2 berisi permainan logika dan kata2 yang dirangkai dalam pengetahuan anak 7 tahun bernama Alice.
Alice adventure's in wonderland Apa yang kamu rasa dunia benar2 nggak praktis? Ketika pertanyaan yang kamu ajukan dijawab2 dengan pertanyaan lagi? Apa yang terjadi di balik minuman 'drink me' atau biskuit 'eat me'? Pertemuan di Mad Tea Party, dialog berbalas yang cerdas dan memancing kritis, kalau tidak disebut nggak praktis, karena berputar hingga akar masalah. Atau memang makhluk2 yang ia temui memancing untuk berpikir?
"Be what you would seem to be" - or if you'd like it put more simply - "Never imagine yourself not to be otherwise than what it might appear to other that you were or might have been was not otherwise than what you had been would have appeared to them to be otherwise."
*knock knock* mikir lamaa banget.. dialognya simpel, tapi harus dipahami dan mengejutkan, mengernyitkan dahi..
Through the Looking Glass Buku keduanya ini masih tentang perjalanan, namun di sini logika yang dipakai adalah catur. Dijelaskan di awal cerita. Berhubung saya nggak ngerti catur, ya dinikmati saja bagaimana perjalanan Alice ke kotak seberang dengan bertemu kuda, prajurit, benteng, sesekali ratu, dan masih bertemu dengan pertanyaan2..
What does it call itself, I wonder? I do believe it's got no name, why, to be sure it hasn't..
ugh, so many question here by those creature.. can you do addiction?
setiap makhluk punya caranya sendiri untuk tahu mana yang baik untuknya.
jangan suka menganggap aneh orang lain, karena belum tentu kau sendiri itu normal..
Mungkin ini buku yang tahun ini menjadi buku-yang-tak-bisa-kuletakkan-hingga-usai. Tema, alur, dan penceritaannya yang luar biasa membuat aku selalu m...moreMungkin ini buku yang tahun ini menjadi buku-yang-tak-bisa-kuletakkan-hingga-usai. Tema, alur, dan penceritaannya yang luar biasa membuat aku selalu memegang buku ini di setiap kesempatan membacaku yang sempit ini. Dan akhirnya tamat dalam beberapa hari, diuntungkan dengan perjalanan yang cukup menyenangkan untuk membaca.
Buku seterkenal ini? Kenapa baru membacanya sekarang? Tidak ada alasan khusus, selain bahwa memang baru dapat waktu dan mood yang cocok. Dan dengan mood yang sebagus ini membuat buku ini sangat luar biasa.
"Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi."
Aku sangat suka Jean Louise Finch, pencerita dalam buku ini, yang berani, kritis, dan sangat lugas sifatnya sebagai seorang anak perempuan 8 tahun yang punya kakak laki-laki dan ayah pengacara Atticus Finch. Kepingin rasanya punya anak secerdas Jean Louise. Tapi, kalau mau punya anak seperti itu, kita harus sebijak Atticus Finch bukan?
Atticus mengajari anak-anaknya untuk menghargai perbedaan manusia sebagai hal yang tak perlu dibedakan. Ia juga mengajari rasa hormat, berani mengakui kesalahan, dan tanggung jawab atas apa yang dikerjakan. Ia menyuruh Jem meminta maaf pada Boo Radley, menjaga adiknya baik-baik, dan bersikap sewajarnya pada bibi mereka Alexandra, walau pun ia sendiri tak terlalu cocok juga.
Buku ini memberikan pelajaran atas banyak hal. Banyak sekali. Tentang kesabaran, tentang persahabatan, tentang dunia sederhana dalam satu kota, tentang cara menjaga sikap. Terjemahan yang indah dari mbak Femmy, membuat aku ingin membaca karyanya yang lain juga. :)
Jika Tuhan telah memberi kita sebuah kehidupan yang sempurna, maka tidak akan ada tujuan kita untuk (terus) hidup.
if God had gave us the perfect life, then there'll never be a question what we're living for.
Cerita tentang anak lelaki yang tiba-tiba menjadi pahlawan untuk menyelamatkan dunia dengan benda ajaib yang dibawanya sepertinya sangat biasa. Pertempuran melawan penjahat, dan berakhir dengan si penjahat mati karena serangan si anak. Sangat jelas pada tipe cerita seperti ini. Sehingga untuk membaca buku jenis ini perlu santai dan lebih baik menikmati jalannya cerita, lokasi-lokasi yang dilalui, percakapan-percakapan perjalanan karena kalau cerita anak-anak pasti tahu tokohnya pasti menang.
Nah, ketika si tokoh jahat Surabhanu sudah mati di 3/4 buku, dikalahkan oleh Anand dan Abyadatta, lalu apa? Apa yang dicari lagi sebagai klimaks? Divakaruni rupanya tidak hanya bermain dengan si tokoh menang, lalu semua bahagia selamanya.
Masih ada perjuangan sesungguhnya, antara kebahagiaan Anand atau kebahagiaan si keong Apa konsekuensi-konsekuensi yang harus diambil sesudah penyelamatan terhadap keong? Dan itulah bagaimana menghargai hidup, dan keluarga sebagai harta yang berharga.
Akhirnya tebakan saya tentang bagaimana akhirnya jadi salah, karena ini bukan cerita anak-anak biasa.
*** nemu gak sengaja di BMS.. lagi lirak-lirik, eh, tertumbuk pada buku cerita ini..(less)
Siapa sih yang memutuskan orang itu waras atau gila? Harus dokter jiwakah? Atau pandangan umum mengatakan demikian? Orang yang membiarkan dirin...more#2010-71#
Siapa sih yang memutuskan orang itu waras atau gila? Harus dokter jiwakah? Atau pandangan umum mengatakan demikian? Orang yang membiarkan dirinya menjadi gila hanya bila mereka dalam kondisi yang memungkinkan menjadi gila. H. 96
Bayangkan seratus kemungkinan yang akan membuat dirimu dikatai gila. Kau melempari barang-barang keluar jendela. Kau berteriak-teriak tak karuan di jalan. Kau terdiam termangu di ujung tempat tidurmu. Kau menatap kosong nanar pada satu dinding. Kau mengurung diri dalam rumah. Kau mendengar suara-suara aneh di telinga. Kau memukuli teman-temanmu. Kau tak pulang ke rumah. Kau bosan dengan hidupmu. Kau menjalani hari-hari dengan normal. Kau tidak tahu siapa dirimu. Kau memutuskan bunuh diri. Dan 88 alasan lain yang membuatmu bisa dikirim untuk mengunjungi psikiater.
Kegilaan adalah ketidakmampuan mengkomunikasikan apa yang ada dalam pikiran. Seperti ketika berada di negeri asing, kamu bisa melihat dan memahami apa saja yang terjadi di sekitarmu, tetapi kamu tidak bisa menjelaskan apa yang kamu ketahui dan bantuan apa yang kamu perlukan, karena kamu tidak mengerti bahasa setempat. Kita semua pernah mengalaminya. Kita semua, apapun bentuknya, adalah gila. H.78
Seperti apa hidup Veronika yang normal dan biasa-biasa saja sehingga ia memutuskan untuk mati sebelum menjalani masa tuanya. Sebenarnya apa masalahnya? Bosan hidup? Dan ia malah terjebak dalam rumah sakit jiwa yang ia tidak tahu siapa yang gila di situ. Ia sendiri merasa sangat waras sehingga memutuskan bunuh diri. Siapakah yang bisa dipercaya waras? Pasien pun tidak bisa percaya bahwa si dokter ini waras. Di antara mereka sendiri juga tidak tahu siapa yang sebenarnya gila. Siapa yang gila karena hilang ingatan, atau hanya gila karena orang gila tidak bisa dopersalahkan. Mereka kebal dari vonis.
Zedka gila karena terkenang pada mantan kekasihnya. Mari masuk rumah sakit jiwa karena panic attack, sering bingung sendiri tidak jelas, sukar berkonsentrasi. Eduard tergila-gila pada mistis Brazil dan didakwa schizoprenia. Veronika mencoba bunuh diri karena bosan dengan kenormalan hidupnya.
Apakah sesuatu dianggap normal atau waras karena diikuti oleh mayoritas? Yang tidak mengikuti kebiasaan dianggap tidak normal? Lalu siapa yang menentukan kebiasaan umum apa yang dianggap baik? Jangan munafik. Kegilaan merupakan bakat alami manusia. Semakin keras kau mengingkari semakin nampak ciri kegilaannya. Jalani saja. Jadilah diri sendiri, kembangkan bakat dan kemampuan. Kegilaan bukan tidak mampu mengendalikan diri. Hidup itu indah. Enjoy it. Jangan mati bosan seperti Veronika. (less)
kau tak akan tahu apa yang menunggumu di tikungan berikutnya
Perjuangan Anne sebagai kepala sekolah di tengah desa baru, dengan penduduk dengan berbaga...morekau tak akan tahu apa yang menunggumu di tikungan berikutnya
Perjuangan Anne sebagai kepala sekolah di tengah desa baru, dengan penduduk dengan berbagai macam karakter. Orang tua, orang muda, anak sekolah, kawin lari, pemakaman, liburan musim panas,.. Membaca buku ini seperti membaca diary, dengan gaya surat2 seperti yang sering kutulis dulu sewaktu berpindah2 kota. Lebih banyak membicarakan karakter orang.. bersikap baik itu mudah Oh, Anne, sebegitu mudahkah jalan untuk hidupmu sehingga semua orang akhirnya mencintai dan menyayangimu. Iri ingin seperti dirimu, seorang bapak yang amat keras pun bisa luluh oleh kata2 Anne. Sayang sekali, cerita tentang murid2nya terlalu sedikit, lebih banyak tentang gadis2 dewasa dan orang2 tua di Summerside. Kalau lebih banyak, tentu kita bisa lebih tahu bagaimana bu kepala sekolah Anne mendidik. (less)
alam tidak bisa dilawan dengan gugatan, dengan senjata. alam adalah miliknya sendiri, bukan untuk diperdagangkan,...morehiduplah dengan arif memandang alam.
alam tidak bisa dilawan dengan gugatan, dengan senjata. alam adalah miliknya sendiri, bukan untuk diperdagangkan, disertifikatkan. dan turutilah apa kata orang yang sudah berpengalaman dengan alam. jangan coba melawan. melawan dan menang akan timbul sesal.
pak tua yang sangat memahami dan mencintai wilayah amazon ini, belajar dari suku shuar yang menolak dieksploitasi, tentang bagaimana melindungi diri dari ganasnya alam. saat ia akhirnya harus memilih, keselamatan desanya atau keselamatan macan kumbang yang mengancam desanya, ia memilih..
macan itu pantas marah. keluarganya telah dibantai, dan ia meradang..(less)
Aku Saleem Sinai, dilahirkan pada dentang jam tengah malam, sementara dunia terti...more#2010-19# baca bareng mbak Endah
yang lahir di malam kemerdekaan India
Aku Saleem Sinai, dilahirkan pada dentang jam tengah malam, sementara dunia tertidur, India terbangun menuju kehidupan dan kebebasan. Bersamaan dengan Jawaharhal Nehru mengumandangkan, "Bertahun-tahun yang lalu kita berjanji untuk bertemu dengan takdir; dan sekarang tiba waktunya ketika kita akan menebus janji kita-- tidak sepenuhnya atau secara menyeluruh, tetapi secara sangat substansial.." Malam itu, 15 Agustus 1947, suara tembakan meriam menggema dari Benteng Merah di New Delhi saat Perdana Menteri Manmohan Singh menaikkan bendera India di tempat bendera Inggris yang diturunkan selamanya pada tahun 1947.
Kehidupanku, Saleem, selanjutnya yang banyak bersentuhan dengan apapun yang terjadi dalam perkembangan India sebagai sebuah negara berkembang. Kata-kata yang dirangkai oleh Salman, seakan merupakan metafor atas kejadian2 di India, lepasnya Pakistan dan Bangladesh, juga penyerangan-penyerangan, pengkhianatan yang terjadi dalam pemerintahan. Sebuah negara berkembang, dan masih berkembang hingga sekarang, yang pesat dengan industri filmnya, yang digambarkan dibanjiri dengan film-film sarat dengan cinta, rayuan, dan lagu, sehingga seorang Paman Hanif yang berusaha melawan arus dengan memotret kemiskinan India, malah tidak mendapat apa-apa hanya menyisakan stres berkepanjangan.
Potret kehidupan sebuah keluarga kaya di India, sampai kehancurannya, dan bangkitnya kembali, ada yang dimabuk kekuasaan, ada yang tetap membanting tulang. Walau sedemikian hancurnya, harus ada yang tetap bertahan untuk menjaga keluarga ini. Dan itulah tokoh Amina Sinai, ibuku, yang menjiwai setiap titik perjuangan dalam buku ini. Amina yang hanya pendengar dalam soal politik, tidak ikut campur soal dunia yang digeluti pria ini, refleksi wanita yang ada di belakang layar namun sangat menentukan, sehingga bisa mengambil alih tepat pada waktunya, ketika ayahku ada dalam posisi terburuk. Dan lihatlah di sini, semua tokoh yang berada dalam saat penting duniaku adalah wanita, nenekku, ibuku, pengasuhku, bibi Pia, Monyet Kuningan, Padma..
Sekarang, aku tak bisa berbuat apa-apa pada wanita yang mencintaiku, karena ia mendengar, dan kepadanya kuceritakan kisah ini.
Aku katakan padamu, --aku baik-baik saja ketika pergi meninggalkannya.. mungkin ada sesuatu yang tidak wajar tentang diriku, kurangnya respon emosional yang mendasar, tetapi pemikiranku selalu teraspirasi pada hal-hal yang lebih tinggi. Itulah yang membuatku tangguh bertahan. Pukullah aku, aku akan kembali bangkit. (Tetapi tidak ada perlawanan yang dapat menahan keretakan). (h.592)
Sesudah mengalami masa-masa yang berat seperti yang dilalui olehku dan negara ini, dan apakah ini bukti pengorbananku sehingga kini negara India kini telah mampu menempatkan dirinya sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Tapi siapa yang tahu apa yang ada di balik setiap negeri. Yang disitu sekarang semakin mengalami kemajuan dan modern seperti teknologi informasi, industri logam, farmasi. Selalu ada sejarah di baliknya, dan politik yang ada di belakangnya mengalahkan kemajuan industri.
Politik, Anak-anak : seringkali merupakan urusan yang kotor. Kita semestinya menghindari itu, aku sebaiknya tidak pernah bermimpi soal tujuan, aku sampai pada kesimpulan bahwa privasi, kehidupan individual setiap manusia, lebih baik daripada semua kegiatan makroskomis yang menggelembung ini. Tapi terlambat. Tidak terelakkan. Apa yang tidak dapat disembuhkan harus ditahankan.
Pertanyaan bagus Anak-anak : apa yang harus ditahankan?
(h.648)
*** Buku yang menguras tenaga, dan menamatkannya butuh 1 bulan, jeda 2 bulan dan berlanjut 1 bulan lagi. Namun perjuangan menyelesaikannya sebanding dengan kesan apa yang didapat. Diluar dari penerjemahannya yang agak membingungkan atau memang ceritanya penuh dengan metafor sehingga cukup sulit dibaca, ini adalah karya yang indah, yang memang layak untuk mendapatkan berbagai penghargaan yang didapatkannya. T.A.M.A.T (bernapas lega). (less)
Terkadang kalau begitu terkesan oleh suatu buku, sangat sulit untuk menuliskan resensinya. Begitu pula buku in. Saya menyu...more#2010-2#LibPub Expo, Senayan
Terkadang kalau begitu terkesan oleh suatu buku, sangat sulit untuk menuliskan resensinya. Begitu pula buku in. Saya menyukai buku-buku Coelho, dan karyanya yang ini begitu.. seksi. Temanya tentang seks yang sakral, pencarian cinta, atau kepuasan diri? Apa yang dicari dalam sebelas menit?
Manusia bisa tahan hidup seminggu tanpa air, dua minggu tanpa makanan, bertahun-tahun tanpa rumah, tapi manusia tak bisa menahankan kesepian. Kesepian adalah siksaan paling berat, penderitaan paling hebat.
Maria, yang meninggalkan keluarganya di Brazil dan pergi menyongsong kesepiannya di Swiss. Mengambil keputusan dengan belajar bahasa Perancis sehingga bisa berontak. Kemudian memilih melacurkan diri. Itu bagian yang paling sulit : apa alasan yang sebenarnya? Dia melakukannya karena ia butuh. Ini tidak sepenuhnya benar – semua orang butuh mencari uang, tapi tidak setiap orang memilih hidup di batas-batas yang direstui masyarakat.
Dan ia memilih demi uang, tidak demi cinta. Sampai seseorang datang dan mengatakan kau ‘bercahaya’. Dan ia mulai mempertanyakan motivasinya. Benarkah ia hanya untuk menyenangkan orang lain? Kliennya? Apakah ia tidak ingin dirinya sendiri terpuaskan?? Lalu semua berjalan lambat dan begitu indah. Tidak terhitungkannya lagi sebelas menit itu. Hingga akhir yang klimaks..
Catatan harian Maria setiap kejadian memberikan perenungan atas dirinya sendiri. Renungan atas kehidupan, kebebasan, kepedihan, cinta, uang, dan impian.. Apa sebenarnya mimpinya? Apakah mewujudkan mimpi kanak-kanaknya? Atau sekadar pembalasan atas kehidupannya di masa lalu? Atau hanya penebusan dosa atas cinta terpendam? Lalu benarkah dosa yang hakiki bukanlah buah apel yang dimakan oleh Hawa, melainkan keyakinan bahwa Adam perlu merasakan sesuatu yang ia nikmati ?
After close the book, I think typical of Maria is as beautiful as Leighton Meester, Blair Waldorf at Gossip Girl. (less)
lihat kebunku, penuh dengan bunga ada yang putih, dan ada yang merah setiap hari kusiram semua mawar melati semuanya indah
Mary, mary,.. si egois, si...morelihat kebunku, penuh dengan bunga ada yang putih, dan ada yang merah setiap hari kusiram semua mawar melati semuanya indah
Mary, mary,.. si egois, si angkuh, ditaklukkan keramahan padang kerangas lewat bunga-bunga, akar, sulur-sulur pohon. Dickon, dickon,.. kekuatan alami padang itu sendiri dengan kata-kata, sorot mata, tingkah polah yang bisa menyihir seluruh padang untuk tunduk kepadanya dengan cinta dan kasih sayang. Collin, collin,.. dari keputusasaan menjadi kekuatan untuk melawan. Musim semi dan taman telah mencairkan kebekuan hati.
**** Percaya bahwa semua makhluk itu sama, dan energi yang membangkitkan semangat hidup itu kau hasilkan dari merawat dan membuat hidup yang lain. Setiap kau menggali, memupuk, merawat, menyiram, menyiangi gulma, tanaman itu akan memberi energi hidupmu, dengan detak jantung yang melaju, aliran darah yang merona, nafsu makan meningkat.
**** Memandang taman kecilku di depan rumah, dengan hamparan rumput, pohon jeruk, pakis, krokot merah, hijau, dan berbagai tanaman bunga-bungaan yang aku nggak ingat namanya... hmm, menyegarkan mata. Membaca buku ini di kebun belakang dengan hamparan rumput saja dan sebatang pohon mangga berumur setahun. Hmm.. rupanya sudah waktunya bertaman lagi (ambil cangkul dan garu kecil serta cetok)..
Gadis-gadis yang beranjak dewasa ini mulai memikirkan cinta dan pernikahan.. Masih dirangkai oleh kata-kata indah Anne, membuat suasana berbunga-bunga,...moreGadis-gadis yang beranjak dewasa ini mulai memikirkan cinta dan pernikahan.. Masih dirangkai oleh kata-kata indah Anne, membuat suasana berbunga-bunga, menjadi selain lucu namun juga romantis.. Soalnya Anne dan Gilbert walaupun sama2 jalan bareng, tapi mereka tuh ternyata dating dengan orang lain.. Dan disini Anne melihat rumah kelahirannya di Nova Scotia, rada terharu pas bagian itu.. Tak sabar untuk melihat endingnya.. kisah yang maniss..(less)