Sedikit lebih baik daripada novelnya yang sebelum ini. Karena ada kisah si Enong alias Maryamah dengan pengalaman hidupnya yang mengesankan. Yang pali...moreSedikit lebih baik daripada novelnya yang sebelum ini. Karena ada kisah si Enong alias Maryamah dengan pengalaman hidupnya yang mengesankan. Yang paling seru adalah final pertandingan catur antara Maryamah vs Matroman. Dari buku ini saya juga jadi tahu, ternyata dari gaya bermain catur bisa ketahuan sifat pemainnya. Hemm...
Banyak pelajaran sosiologi yang bisa dipelajari dari buku ini. Bagaimana mengamati orang dengan melihat cara mereka meminum kopi. Bagimana kebiasaan dan tingkah laku orang Melayu.
Tapi yang saya sayangkan dalam buku ini lumayan banyak yang seolah2 menyalahkan Tuhan. Keluhan si Ikal tentang tubuhnya yang pendek, seakan-akan tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan Sang Kuasa padanya.
"..belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan; bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan. Belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh seorang yang bukan penakut."(less)
Buku ke 2 dari Tetralogi Buru. Masih melanjutkan perjalanan Minke, seorang pribumi terpelajar lulusan HBS. Bisa dibilang dalam buku ini adalah masa pe...moreBuku ke 2 dari Tetralogi Buru. Masih melanjutkan perjalanan Minke, seorang pribumi terpelajar lulusan HBS. Bisa dibilang dalam buku ini adalah masa pencarian bagi Minke. Dengan didikan Eropa tidak heran kalau Minke begitu mengagungkan Eropa dan peradaban ilmu pengetahuannya. Egonya masih menghalanginya menulis dalam bahasa Melayu, bahasa ibunya sendiri. Kommer, Jean, Nyai Ontosoroh, Khouw Ah Soe..orang-orang yang berperan besar dalam mengobrak-abrik pikiran Minke sampai akhirnya ia tersadar bahwa ia tidak cukup mengenal bangsanya sendiri. Bangsa pribumi,, Dimulailah perjalanan Minke untuk mengenal dan memahami bangsa pribumi. Sedikit demi sedikit meskipun belum sepenuhnya, dia mulai memahami nasib "para tani". Mereka yang harus dan terus didera ketidakadilan oleh para kolonial Belanda. Tapi dengan hanya mengenal mereka tidak berarti Minke bisa dengan mudah membantu mereka lepas dari ketidak adilan tersebut. Masih banyak hal yang harus dia pahami, tentang hukum; nasionalisme; pabrik; jurnalisme.. Beruntunglah dia, berada di tengah-tengah orang-orang yang bisa menjadi guru-guru kehidupan baginya. Menemukan benua-benua baru dalam kehidupannya. Anak semua bangsa, mencari ilmu dan nilai-nilai dari bangsa-bangsa yang ada di dunia ini untuk kemudian menggunakannya untuk kepentingan bangsanya sendiri. Banyak hal yang bisa diambil dari buku hasil pemikiran tajam Pramoedya Ananta Toer ini. Tentang kolonialisme, Revolusi Prancis, Kebangkitan Jepang dan Filipina. Dengan pendidikan, dengan ilmu pengetahuan, sebuah bangsa akan bisa bangkit. Betapa para penjajah Belanda sungguh mengetahui hal ini sehingga para pribumi, penduduk asli bangsa ini, tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah didirikan dengan biaya yang sangat mahal sehingga hanya anak para pembesar saja yang berkesempatan bersekolah.Sampai-sampai 350 tahun dijajah Belanda pun, orang-orang pribumi tidak mengerti bahasa Belanda sedikit pun...
Awal cerita menurut saya biasa aja. Tentang kehidupan sehari-hari Eliana, anak sulung dari Pak Syahdan. Seperti biasa selalu terselip hikmah-hikmah ya...moreAwal cerita menurut saya biasa aja. Tentang kehidupan sehari-hari Eliana, anak sulung dari Pak Syahdan. Seperti biasa selalu terselip hikmah-hikmah yang bisa diambil pelajaran dari tulisan-tulisan Bang Tere. Saya pikir sampai akhir akan biasa aja ceritanya tanpa ada klimaks karena sampai pertengahan buku lebih belum kelihatan klimaks cerita.
Dan ternyata yang paling menghebohkan adalah di akhir cerita. Tentang keberanian Eliana menghadapi para penambang batu bara dan pada akhirnya alamlah, dengan kuasa Sang Penciptanya, yang mengalahkan ketamakan para perusak alam..
"Ada suatu masa diantara masa-masa. Ada suatu musim diantara musim-musim. Saat ketika alam memberikan perlawanan sendiri. Saat ketika hutan, sungai, lembah membalas sendiri para perusaknya."
"Jika kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya pada kalian."(less)
Satu hal terpenting yang saya dapat dari buku ini adalah tentang "Kesederhanaan"
"Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam...moreSatu hal terpenting yang saya dapat dari buku ini adalah tentang "Kesederhanaan"
"Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu datang dari luar. Saat semua itu hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan." "Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Maka air dalam hati itu konkret, Dam. Amat terlihat. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenanga, keberuntungan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia, karena hati kau lapang dan dalam. Sementara orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baik, dia dengan segera iri hati dan gelisah. Padahal apa susahnya ikut senang." "Itulah hakikat sejati kebahagiaan, Dam. Ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. Memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana, dan apa adanya. Kau harus bekerja keras, bersungguh-sungguh, dan atas pilihan sendiri memaksa hati kau berlatih." (less)
Diantara etika-etika yang harus diperhatikan oleh para penghapal Qur'an adalah 1. Selalu bersama Al Qur'an Jangan sampai Al Qur'an hilang dari...moreDiantara etika-etika yang harus diperhatikan oleh para penghapal Qur'an adalah 1. Selalu bersama Al Qur'an Jangan sampai Al Qur'an hilang dari ingatan, caranya dengan terus membaca dari hapalannya atau dengan membaca mushaf, atau bisa juga dengan mendengarkan pembaca yang bagus dari radio atau kaset rekaman dari seorang qari. Penghapal Al Qur'an harus menjadikan Al Qur'an sebagai temannya dalam kesendiriannya serta penghiburnya dalam kegelisahannya sehingga ia tidak berkurang dari hapalannya. Dari Ibnu Umar r.a; bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda "Perumpamaan orang yang hapal Al Qur'an adalah seperti pemilik unta yang terikat, jika ia terus menjaganya maka ia dapat terus memegangnya, dan jika ia lepaskan maka ia akan segera menghilang" (HR. Bukhari dan Muslim) Dari Abdullah bin Mas'ud r.a, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda "Amat buruk orang yang berkata 'Aku telah melupakan hapalan ayat ini dan ayat itu', namun sebenarnya ia dilupakan. Terus ulang-ulanglah hapalan Al Qur'an karena ia lebih cepat pergi dari dada manusia, dari perginya unta dari ikatannya."
2. Berakhlak dengan akhlak Al Qur'an Penghapal Al Qur'an harus menjadi kaca yang padanya orang dapat melihat aqidah Al Quran dan ayat-ayat itu sesuai dengan perilakunya, Dari Abdullah bin Amru bahwa Rasulullah SAW bersabda "Siapa yang membaca (menghapal) Al Qur'an berarti ia telah memasukkan kenabian dalam dirinya hanya saja Al Quran tidak diwahyukan langsung kepadanya. Tidak sepantasnya seorang penghapal Al Quran ikut marah bersama orang yang marah dan ikut bodoh bersama orang yang bodoh sementara dalam dirinya ada hapalan Al Quran." Ibnu Mas'ud berkata "Penghapal Al Quran harus dikenal dengan malamnya saat manusia tidur, siangnya saat manusia sedang tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara, dan dengan khusyuknya saat manusia gelisah. Penghapal Al Quran harus tenang, lembut, tidak keras, tidak sombong, tidak bersuara kasar atau berisik dan tidak cepat marah." Fudhail bin 'Iyadh berkata "Pembawa (penghapal) Al Quran adalah pembawa bendera Islam maka ia tidak boleh bermain-main bersama orang yang senang bermain, tidak lupa diri bersama orang yang lupa diri dan tidak bercanda bersama orang yang bercanda sebagai bentuk penghormatan terhadap Al Quran. Seorang penghapal Al Quran harus tidak butuh kepada orang lain, tidak kepada para khalifah dan tidak perlu pula kepada oarang yang lebih rendah kedudukannya. Sebaliknya ia harus menjadi tumpuan kebutuhan orang." Imam Abu Amru Ad Dani menulis dalam kitabnya "Al Bayan" dengan sanad dari Utsman dan Ibnu Mas'ud serta Ubay r.a: Rasulullah SAW membacakan kepada mereka sepuluh ayat dan mereka tidak meninggalkan ayat itu untuk menghapal sepuluh ayat selanjutnya hingga mereka telah belajar untuk menjalankan apa yang terdapat dalam sepuluh ayat itu. Mereka berkata: kami mempelajari Al Quran dan beramal dengannya sekaligus. Mu'adz bin Jabal berkata "Pelajarilah apa yang kalian hendaki untuk diketahui, namun Allah SWT tidak akan memberikan pahala kepada kalian hingga kalian beramal""
3. Ikhlas dalam mempelajari Al Qur'an Para pengkaji dan penghapal Al Quran harus mengikhlaskan niatnya dan mencari keridhaan Allah SWT semata, dan semata untuk Allah SWT ia mempelajari dan mengajarkan Al Quran itu, tidak untuk berdikap riya di hadapan manusia juga tidak untuk mencari dunia. Abu Daud dan tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a , ia berkata: Rasulullah SAW bersabda "Siapa yang mencari ilmu bukan karena Allah SWT -atau ia bertujuan bukan untuk Allah- maka bersiap-siaplah ia menempati tempatnya di neraka."
Harus dibaca berulang-ulang,,
Gak cukup sekali..
Alasannya simple,,
Saya gak ngerti meski ini sudah yang kedua kali saya baca..
Yo...moreHarus dibaca berulang-ulang,,
Gak cukup sekali..
Alasannya simple,,
Saya gak ngerti meski ini sudah yang kedua kali saya baca..
Yoshh..(less)
Yosh,,, Saya dapat jawaban dari beberapa pertanyaan saya, seperti "Mengapa ilmuwan muslim zaman dulu bisa begitu banyak menguasai berbaga...moreYosh,,, Saya dapat jawaban dari beberapa pertanyaan saya, seperti "Mengapa ilmuwan muslim zaman dulu bisa begitu banyak menguasai berbagai macam ilmu?" Dan jawabannya adalah "Karena sel otaknya dibuka semua" Apa maksud pernyataan tersebut? baca aja sendiri bukunya :D
"Mengapa para ilmuwan muslim zaman dahulu belajar filsafat?" Karena ternyata ilmu logika dalah salah satu ilmu dasar yang dibutuhkan untuk mengetahui metodologi sebuah ilmu.
Dan..buku ini juga memberi beberapa petunjuk yang saya butuhkan untuk menjawab pertanyaan tentang diri saya :D(less)
Membaca The Last Shogun setelah membaca Taiko dan Mushashi menjadikan buku ini menjadi kurang greget. Tapi meskipun novel kisah yang diceritakan dalam...moreMembaca The Last Shogun setelah membaca Taiko dan Mushashi menjadikan buku ini menjadi kurang greget. Tapi meskipun novel kisah yang diceritakan dalam buku ini adalah fakta.
Buku ini menceritakan Tokugawa Yoshinobu, shogun terakhir yang ada di Jepang. Tokugawa Ieyasu mengangkat dirinya sebagai pemimpin tertinggi setelah memenangkan Pertempuran Sekigahara. Untuk pertama kalinya Ieyasu menyebut dirinya sebagai seorang shogun. Pada masa kekuasaannya para pedagang dan misionaris dari Barat sudah berada di Jepang. Banyak orang-orang Jepang berpindah agama ke agama Kristen. Tokugawa khawatir hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan membuat Barat menginvasi Jepang karena itu Tokugawa dan keturunan-keturunannya melarang adanya kontak-kontak yang lebih jauh dengan bangsa asing. Semakin lama para shogun pengganti Ieyasu semakin melemah. Pemimpin-pemimpin klan lain yang kalah dalam Pertempuran Sekigahara sebaliknya menjadi semakin kuat dan terus berusaha untuk melakukan aksi balas dendam. Mereka dengan lantang meneriakkan hak seorang kaisar, bukannya seorang shogun, untuk memerintah Jepang. Disisi lain, Barat mulai mengintervensi Jepang. Barat, yang dimotori komodor Perry, memberi ultimatum pada Jepang. Jepang harus memilih antara membuka negaranya untuk internasional atau serangan militer. keshogunan berada dalam posisi sulit. Jika keingian membuka negara dipenuhi mereka akan dianggap berkhianat terhadap keinginan suci bangsa Jepang dan tidak loyal pada kekaisaran Jepang. Tapi untuk menyerang Barat, dilihat dari segi manapun mereka akan kalah. Hingga dalam negeri Jepang sendiri muncul 2 pilihan: membentuk penyatuan pemerintahan kaisar dan shogun atau pemerintahan kaisar secara langsung. Pada masa inilah Tokugawa Yoshinobu hidup. Keputusannya telah mengakhiri masa keshogunan dan memulai peristiwa Restorasi Meiji.
Dalam buku ini saya mendapat kesan Yoshinobu adalah orang yang cerdas dan pembicara yang hebat namun dia sering plin-plan dengan keputusannya sendiri selain itu ada kesan dia cenderung memikirkan dirinya sendiri. Saya tidak menemukan seseorang yang bisa disebut memiliki jiwa samurai sejati seperti yang banyak didapat di ceritanya si Mushasi atau Taiko. Mungkin karena di cerita ini semuanya lebih bersifat politis...(less)
My lovely conan,,tetep selalu 5 bintang kalo perlu lebih juga gak pa pa :D
Ada satu lagi yang mengetahui identitas sebenarnya Conan Edogawa.....moreMy lovely conan,,tetep selalu 5 bintang kalo perlu lebih juga gak pa pa :D
Ada satu lagi yang mengetahui identitas sebenarnya Conan Edogawa.. Muncul tokoh baru Subaru Okiya...Dia si Bourbon atau si Akai yang lagi nyamar yah??? Pasti si Akai masih hidup ni..tapi gimana caranya lolos dari kematian??
Ada satu jawaban Conan yang polossss banget "Nggak ada penggemar Holmes yang jahat kok" ----berarti saya juga gak jahat ya :D
"Watson, untuk mencari tahu karakter anak-anak, kau selalu mencari tahu soal orang tuanya lebih dulu kan? Kalau gitu, tidakkah hal sebaliknya juga memungkinkan?"-Holmes to Watson in The Adventure of the Copper Beeches-(less)
Whuahhh,,,hilang semua review gara2 inet ngerror :(
Padahal udah nulis panjang bangettttt.... T,T
Jadi singkat ajah lah....
bagai...moreWhuahhh,,,hilang semua review gara2 inet ngerror :(
Padahal udah nulis panjang bangettttt.... T,T
Jadi singkat ajah lah....
bagaimana jika seekor burung berkicau?
Nobunaga menjawab "Bunuh saja!"
Hideyoshi menjawab "Buat burung itu ingin berkicau"
Ieyasu menjawab "Tunggu"
dari jawaban ketiga orang tersebut terlihat bagaimana sifat ketiga tokoh besar zaman keshogunan Jepang tersebut.
Oda Nobunaga, sang penguasa Oda, brutal, gegabah, tegas
Dalam menjalankan strategi militer dia mengandalkan keberaniannya. Tanpa pikir panjang dia akan segera menyerbu musuhnya. Dalam masa kepemimpinannya rakyat dalam kondisi makmur. Sampai akhirnya dia dibunuh oleh Akechi Mitsuhide, salah satu pengikutnya yang berkhianat.
Toyotomi Hideyoshi, sang Taiko, cerdik, sederhana, halus, dan kompleks
Perjalanannya sampai puncak tertinggi dalam penyatuan Jepang benar-benar berawal dari bawah. Mulai dari pembawa sendal Nobunaga, pengurus dapur dan kandang sampai menjadi seorang komandan militer. Hideyoshi lebih menyukai diplomasi daripada cara militer. Dia lebih memilih merangkul semua provinsi untuk bersatu meskipun akan mengalami proses yang lama daripada menjalankan militer.
Yang saya suka dari si Hideyoshi adalah ketulusan dan kesetiaannya. Ketulusannya dalam menjalankan semua pekerjaannya tak terlepas dari kesetiaannya terhadap junjungannya, Oda Nobunaga. Dalam suasana perang yang penuh tipu muslihat dia mengandalkan kejujuran dan komunikasi dari hati ke hati. Untuk membangkitkan semangat para bawahan dia menerangkan kepada mereka akibat-akibat yang akan mereka dapat jika mereka tidak melaksanakan tugas mereka sesuai perintah atasan. Karena apa yang diperintah oleh atasan akan memberikan keuntungan pada mereka juga.
Tokugawa Ieyasu, tenang, sabar, dan penuh perhitungan. Ieyasu tidak terlalu memikirkan peperangan yang terjadi di luar sana. Dia hanya memikirkan kesejahteraan daerah kekuasaannya. Meskipun dia juga akan megerahkan pasukannya jika Nobunaga, yang merupakan sekutu Ieyasu, meminta bantuan dalam peperangan. Pertempurannya dengan Hideyoshi juga terjadi karena permintaan Nobuo, anak Nobunaga. Sikap Ieyasu yang tenang dan penuh perhitungan menjadikan dia menjadi lawan yang sepadan untuk Hideyoshi. Dan pada akhirnya semua pertempuran berakhir dengan perjanjian damai karena Nobuo melakukan perdamaian dengan Hideyoshi.
Yang saya suka ketika membaca kisah Jepang Klasik adalah sikap para samurai yang memegang teguh Janji Samurai. Kesetiaan, tanggung jawab, harga diri..
Setidaknya dengan membaca novel ini saya jadi ngeh dengan sejarah yang satu ini. Soalnya dari dulu sering denger soal Nobunaga, Hideyoshi, Ieyasu di komiknya si Conan tapi tetep gak ngerti hubungan antara mereka. Sampai saya baca novel ini dan,,yah saya jadi tahu hubungan yang terjadi antara ketiga orang ini. Sejarah akan lebih mudah diingat jika disajikan dalam bentuk novel..:D
Eh, tapi tetep saya masih suka perjalanannya si Mushashi. Si samurai bebasss.....:D(less)
Masya Allah,,saya gak ngerti sama isi buku ini. Istilah-istilah yang dipakai tinggi banget. Istilah-istilah khas pembicaraan ilmuwan dipakai dalam buk...moreMasya Allah,,saya gak ngerti sama isi buku ini. Istilah-istilah yang dipakai tinggi banget. Istilah-istilah khas pembicaraan ilmuwan dipakai dalam buku ini. Pemikiran Bapak ini bagus tapi gaya penyampaiannya arogan banget. Inti yang saya tangkap dari buku ini,,jadikan Al Qur'an sebagai dasar untuk menerangkan ilmu pengetahuan. Kembalikan pada bimbingan Ilahi. Kelemahan sains Barat adalah mereka meninggalkan etika agama mereka, dan kelemahan sains Islam adalah,,banyak Muslim yang males mikir apalagi ngoprek Al Qur'an untuk kemajuan sains :D Jadi kalo mau kembali lagi ke masa kemajuan peradaban Islam bertahun-tahun silam,,mari kita asah kemauan kita untuk belajar dan tentu saja mendekatkan diri pada-Nya sebagai pemilik segala ilmu pengetahuan. Yang terpenting adalah mendapatkan hikmah-Nya untuk bisa memahami ilmu-ilmu Nya. Saatnya Umat Islam Bangkit..Insya Allah(less)
Membahas ramuan kimia ala imam al ghazali untuk berpaling dari dunia dan menghadap Allah. Ramuan kimia ini diringkas menjadi 4 bagian: 1. Peng...moreMembahas ramuan kimia ala imam al ghazali untuk berpaling dari dunia dan menghadap Allah. Ramuan kimia ini diringkas menjadi 4 bagian: 1. Pengetahuan tentang diri 2. Pengetahuan tentang Allah 3. Pengetahuan tentang dunia ini sebagaimana adanya 4. Pengetahuan tentang akhirat sebagaimana adanya(less)
Kisah Ibnu Khaldun, seorang ilmuwan besar abad pertengahan, di sajikan dalam bentuk novel. Ada beberapa cuplikan yang diambil dari hasil karya beliau ...moreKisah Ibnu Khaldun, seorang ilmuwan besar abad pertengahan, di sajikan dalam bentuk novel. Ada beberapa cuplikan yang diambil dari hasil karya beliau yang berjudul al-muqaddimah..(less)