quote

Quotes About Rindu

Quotes tagged as "rindu" (showing 1-30 of 76)
Ayu Utami
“Tak pernah ada yang salah dengan cinta. Ia mengisi sesuatu yang tidak kosong. Tapi yang terjadi di sini adalah asmara, yang mengosongkan sesuatu yang semula ceper. Dengan rindu. Belum tentu nafsu.”
Ayu Utami, Saman

Helvy Tiana Rosa
“Kau hampir tak pernah menghubungiku via ponsel, tapi setiap saat aku selalu saja melihat ponsel itu berkali-kali. Berharap ia berbunyi dan namamu yang tertera di sana. Lalu dengan agak menggigil aku berusaha melawan keinginanku sendiri, menyusun rencana-rencana tak selesai... untuk menjawab sapamu sedingin mungkin. Tapi tak ada bunyi. Tak. Kemudian pandanganku beralih pada blackberry dan lagi-lagi berharap kau pecahkan resah dalam sekali bip, padahal kau tak ada dalam kontak-ku. Maka bersama angin aku menggiring jeri, menyekap batin sendiri, memilin-milinnya menjadi puisi yang paling setia pada sunyi.”
Helvy Tiana Rosa
tags: rindu

Helvy Tiana Rosa
“Merindukan bulan yang selalu karam di matamu,
aroma pinus dari hutan kenangan
yang kau tanam
di tubuhku...”
Helvy Tiana Rosa, Mata Ketiga Cinta
tags: rindu

“hari ini saja. biarkan rindu bercerita kepadaku tentang suaramu yang waktu itu berbicara padaku. tentang aku yang selalu malu jika berhadapan denganmu. diam, tidak bisa berbicara lebih banyak lagi.”
bunga alfi

“kalau suatu hari kamu bersedih dan hatimu merasa bagai terluka, mungkin aku belum bisa menjadi penghibur sempurna bagimu. kesedihan pasti akan tetap berada di hati dan bergerak mempengaruhi otakmu. dan kalau kamu mengungkapkan bahwa diriku penyebab kesedihanmu, entah bagaimana aku akan meminta maaf padamu. barangkali aku akan memarahi diriku sendiri hingga separuh diriku ikut membenciku. dengan begitu aku berharap kamu bisa melihat betapa penyesalanku telah melukaimu harus kubayar dengan membenci diri sendiri. seandainya hatimu belum menerima penawar itu, aku tahu harus melakukan apa untuk berusaha menyembuhkan hatimu dan mengembalikannya seutuh selayaknya hati bahagia. mintalah apa yang tak bisa aku lakukan, itu akan aku lakukan dengan segala nurani. malam akan aku tantang untuk berhenti mengutari bumi dan matahari aku tahan dari edarannya.
kalau kamu sedang sendiri, katakan di mana kamu ingin aku menjemputmu supaya kita bisa berjalan berdua dan menggiring jarum jam melaju lebih kencang. tunjuklah titik kecil di langit malam, aku akan mendekati malaikat dan merayunya agar rela mengantarku mengambilnya dan memberikannya padamu agar menemanimu dan kesepian menjauhimu. kalau kamu sedang sendirian di dekat jendela kamarmu sambil menungguku, lihatlah ke arah utara, angin gunung mengantarkan rinduku buatmu. kalau hari ini kamu adalah diriku, cintailah dengan hatimu”
wasiman waz

“Tuhan pasti bertanggung jawab: menciptakan perpisahan, berarti siap menanggung resiko menerima rentetan doa-doa tentang pertemuan yang antri untuk dikabulkan”
Azhar Nurun Ala

“kusimpan sendiri mega rinduku dalam langit jiwaku
yang akan kau kutip setiap senja sepenggal demi sepenggal
sebelum tenggelam ke kaki ajal”
firman nofeki

Helvy Tiana Rosa
“Pada jarak ribuan kilometer darimu kukenali aroma pagi yang senantiasa menumbuhkan niscaya. Lalu apakah arti jarak bila kau tak pernah pergi dari hati dan benak?”
Helvy Tiana Rosa

Helvy Tiana Rosa
“Angin risau dan gemerisik pepohonan mengiringi hujan jatuh di beranda rindu. Aku tergugu dalam gigil memeluk malam yang engkau.”
Helvy Tiana Rosa

“tak ada semesta tempat rinduku berlari selain hatimu,ning
rentang cintamu seluas cakrawala, dimanapun aku berada, rinduku menjejak dibawahnya”
firman nofeki

Devania Annesya
“Angin tak pernah mengeluh,
menghempas debu jalanan.
Hujan tak pernah lalai,
dalam rinai syahdu pun teruntai.
Dawai.
Damai.
Bumi enggan mengaduh,
barangkali sudah jengah diinjak dan diludah.
Barangkali demikian aku.
Dalam rindu kuku terendap waktu.”
Devania Annesya, Elipsis

“di bawah langit kota paling rindu,
hujan yang mengguyur tubuhku serasa rentang tanganmu dinda
membawa hangat peluk dari negeri yang jauh

sesekali aku pun suka menyimpan rintiknya yang memabukkan dalam gelas-gelas kesepian
bila larut tiba, kureguk perlahan
mengalirkan peluk bagi tubuh rindu yang gigil disudut bilik-bilik qolbi yang menggelepar”
firman nofeki

“sesampainya di kota paling rindu ini aku berfikir
akan jadi apa rinduku yang telah kutanam di kotamu?
apakah engkau merawatnya dengan Hati hati, atau membiarkannya ditumbuhi ilalang dan duri-duri?”
firman nofeki
tags: hati, rindu

“ketika pagi datang, Sayang
mungkin masih ada yang bersisa selain tangan-tangan kabut yang mengamit lengan angkasa,
yaitu jari-jari kerinduan kita yang menjengkal pelan di udara”
firman nofeki

“rinduku padamu serupa pulau mungil dalam lingkaran amuk masal gelombang, sedang rindumu berkayuh kian jauh,sayang
dari semenanjung hingga hulunya, tiada henti kulayarkan do'a-do'a
moga ada angin cintamu mengembara, dan memungutnya serupa”
firman nofeki

“di kota paling rindu ini, kekasih
kabut-kabut yang bergerak adalah tanganku
merangkaki semenanjung bayangmu yang membujuri ufuk-ufuk rindu
mencari horison terdekat untuk mengintipmu
menuruni ekuator terendah untuk mendekapmu”
firman nofeki

“dan hujan memintaku menenggelamkanmu dalam penggalan-penggalan catatan yang sempat terasing dalam ingatan
menghanyutkan rindu yang kurakit dengan huruf-huruf dari sepenggal nama
pahamilah bahasa arusnya, kekasih, maka engkau akan memahamiku seutuhnya”
firman nofeki

“kematian yang ia buru kini lesap di matamu,
direbahkan tubuhnya dikuburan dangkal jiwa kekasih, yang ia gali dengan tangan-tangan takdirnya sendiri

ia adalah musafir malang yang pernah mengistirahkan pengembaraan di negeri anganmu
dirahim hatimu,kekasih
pernah dirambahnya ladang-ladang luka yang purba
kemudian ditanaminya sekebun pohon2 cinta yang rimbun
tempat kelak engkau dapat berjalan dibawah rindangnya, meneduhkan rindumu ditiap cabang-cabangnya”
firman nofeki

“di potret sajakku kutemukan muka-muka menua
merekalah waktu-waktu penantianku

di kamar sajakku ada engkau yang terjaga menembus rabunku

di sungai sajakku ada muara yang tenang
melautkan doa-doa
ada riak yang pasang, menghanyutkan sejuta kita”
firman nofeki

Devania Annesya
“Aku merindukanmu...
Seperti tanah kering menanti hujan datang.
Aku merindukanmu...
Seperti pasir mendamba buih ombak tuk menyapu.
Aku merindukanmu...
Seperti ujung ranting pepohanan tak sabar menyambut
terbitnya fajar.
Aku merindukanmu...
Seperti biji mati yang merindu musim semi.
Aku merindukanmu...
Seperti virus mengkristal yang menunggu masa yang
tepat tuk kembali hidup.
Aku merindukanmu...
Seperti....
Seperti....
Seperti...
Aku merindukanmu...
Kupikir itu sudah lebih dari cukup.
Kupikir kamu sudah lebih dari cukup.
Kuharap aku sudah lebih dari cukup.”
Devania Annesya, Elipsis
tags: rindu

“bukan aku tak mencitaimu
tapi inilah caraku menjaga hati dan kita
dari pada mendekapkan api jahanam ke atas dadaku,lebih baik aku dibakar bara api rindu dalam kesabaran menunggumu, meski dalam waktu sejauh perjalan usiaku”
firman nofeki

“Aku rindu hujan jatuh tiba-tiba, kekasih
sebab setelah rintiknya, selalu ada pelangi yang melengkung indah antara hati-hati kita.”
firman nofeki

“senja hanya salah satu cara waktu agar matahari rindu itu bisa terus terbit
menembus malam-malam, tempat semayam mimpi-mimpi kita yang selalu padu.”
firman nofeki

“kita hanya punya kisah yang begitu pendek untuk kita tuliskan pada jarak yang teramat panjang.
rindu seperti apakah yang mampu menutupi halaman-halaman kosongnya perempuanku?”
firman nofeki

“LAGU RINDU
pada malamnya, jengkerik yang berbunyi
pada siangnya, pipit yang bernyanyi
lagu rindu
suatu rasa aneh, berwarna warni
menggelepar
ingin dilepaskan
dari sangkarnya yang sempit
berdesah lewat angin yang bertiup
bergetar demikian hangat
di dalam sepi
jika bulan naik tinggi
adakah kau dengar bisik angin
adakah kau mengerti bahasa rindu”
Emji Alif

“senja terlalu buru-buru berlalu,
padahal aku baru hendak mewarnai langit untukmu
dengan warna-warna rinduku yang selalu biru”
firman nofeki

“penalah yang akan menuntunmu menjadi pengembara dilautan aksara, yg kubentang dari darah jemari-jemari hati yang terluka
di depanmu kusediakan dermaga dari pasir putih kata-kata
tempat kau bisa mengenangku lewat senja yangg telah kuwarna dg warna sepasang mataku : warna merah kerinduan”
firman nofeki

“ingin kulintasi peradaban senja bersamamu
dengan kecepatan rindu yang melesat diluar nalar waktu.
yang bergerak diluar jalur jantung dan nadiku”
firman nofeki

“teruntuk rindu yang berhasrat bunuh diri
kuberikan nyawa yang bernafas dari rongga paru-paru puisi”
firman nofeki

“lelaki masa lalumu itu,
ditatapnya genangan hujan yang mengandung rasa semanis puisi
menafasi cinta suci yang pernah sekering bumi
menumbuhkan akar-akar do'a yang pernah seliar sepi”
firman nofeki

« previous 1 3
All Quotes | My Quotes | Add A Quote


Browse By Tag

More...