quote

Quotes About Hujan

Quotes tagged as "hujan" (showing 1-28 of 29)
Sapardi Djoko Damono
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
tags: hujan

“...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita

Goenawan Mohamad
“Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir

“Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.
Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.
Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan.
Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini.
Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.
Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah.
Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata.
Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.
Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
tags: hujan

Laksmi Pamuntjak
“Aneh, memang: selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal dalam memetik kenangan yang tak diinginkan.”
Laksmi Pamuntjak, Amba: Sebuah Novel

Windry Ramadhina
“Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.”
Windry Ramadhina, London: Angel
tags: hujan

Windry Ramadhina
“Hujan turun membawa serta malaikat surga.”
Windry Ramadhina, London: Angel

Windry Ramadhina
“Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.”
Windry Ramadhina, Walking After You

“Aku tidak ingin seperti hujan, yang kamu cinta tetapi selalu membiarkanmu sakit, aku memilih untuk tidak kamu cintai, aku memilih untuk tidak menjadi hujan.”
Muhammad Akhyar, Cinta di Ujung Jari
tags: hujan

“Hujan...tanpa perlu kau minta aku merindumu sepanjang masa bahkan Ketika kau baru saja menyapa bumi hingga basah...”
Hazana Itriya

“dari hujan aku belajar bahasa air
bagaimana berkali-kali jatuh tanpa sedikitpun mengeluh pada takdir”
firman nofeki

Helvy Tiana Rosa
“Puisipuisiku berlari dalam hujan menuju rindu paling deras; kamu.”
Helvy Tiana Rosa

“tidak banyak tahu, tentang aku dan hujan
di setiap tetesnya luruh jatuh menunuju bumi
di setiap bulirnya menyentuh tanah
di setiap rinainya menerepa wajah
kutitip segenggam rindu
kulirih sejuta pinta
kupanjat doa dalam harapku
semoga senyummu selalu merekah
walau berselimut lelap”
majdy

“engkaulah arakan awan-awan yang menjatuhkan hujan kesejukan
akulah yang senantiasa menyimpan rintiknya
mengalirkannya kedalam anak-anak sungai jiwa yang tenang”
firman nofeki

“Setiap hujan punya satu pelangi, sayang. Hanya mata kita yang terkadang tak mampu melihat.”
Dini Meditria

Devania Annesya
“Angin tak pernah mengeluh,
menghempas debu jalanan.
Hujan tak pernah lalai,
dalam rinai syahdu pun teruntai.
Dawai.
Damai.
Bumi enggan mengaduh,
barangkali sudah jengah diinjak dan diludah.
Barangkali demikian aku.
Dalam rindu kuku terendap waktu.”
Devania Annesya, Elipsis

“pernah suatu ketika kau melukis hujan. kau berikan kepadaku dan berkata :
"jangan kau letakkan dimatamu setitikpun dari rintiknya !
simpanlah ia !
sa'at aku telah tiada lautkanlah ia diatas tanah pusara”
firman nofeki
tags: hujan

“engkau laksana sajak yang tak kunjung selesai. dengan begitu saya tidak akan pernah meninggalkanmu”
firman nofeki

“dikota kertas yang pudar ini ningtyas, kaulah perempuan yang kini ikut mencoret matahari sajakku
menadah hujan kata di langit-langitnya yang menikung tanpa hujung
menghanyutkan sejuta aku, dalam sungai langsa jiwamu”
firman nofeki

“di bawah langit kota paling rindu,
hujan yang mengguyur tubuhku serasa rentang tanganmu dinda
membawa hangat peluk dari negeri yang jauh

sesekali aku pun suka menyimpan rintiknya yang memabukkan dalam gelas-gelas kesepian
bila larut tiba, kureguk perlahan
mengalirkan peluk bagi tubuh rindu yang gigil disudut bilik-bilik qolbi yang menggelepar”
firman nofeki

“aku akan pergi ke kota paling rindu itu, ningtyas
kota yg tidak memiliki gigil dan hujan
sebab angkasa dan langit-langitnya adalah bayanganmu”
firman nofeki ''penggalan puisi Firman Nofeki ''Ningtyas''

Devania Annesya
“Rinai membelah langit. Hadirkan rintik menggelitik. Adakah di sana kau bertanya? Masihkah kau memandang hujan yang sama? Ingatkah saat kita basah bersama? Berdiri berhadapan. Saling bertatapan. Dalam gigil namaku kau panggil. Masihkah kau ingat nama itu...”
Devania Annesya, Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak

“Aku rindu hujan jatuh tiba-tiba, kekasih
sebab setelah rintiknya, selalu ada pelangi yang melengkung indah antara hati-hati kita.”
firman nofeki

“aku akan pergi ke kota paling rindu itu, ningtyas
kota yg tidak memiliki gigil dan hujan
sebab angkasa dan langit-langitnya adalah bayanganmu”
firman nofeki penggalan puisi firman nofeki ''ningtyas

“cintaku setabah hujan di malam hari, tetap turun ke bumi meski tidak menjanjikan pelangi”
firman nofeki

“Keadaan langit selalu lebih baik setelah hujan. Kamu hanya harus meyakininya.”
Nunna Lita

“lelaki masa lalumu itu,
ditatapnya genangan hujan yang mengandung rasa semanis puisi
menafasi cinta suci yang pernah sekering bumi
menumbuhkan akar-akar do'a yang pernah seliar sepi”
firman nofeki

All Quotes | My Quotes | Add A Quote


Browse By Tag

More...