coki's comments
(member since Mar 24, 2008)
coki's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 40)
sebagai orang yang selalu bangun pagi, olahraga, dan membantu ibu.. gue liat, keren.. lanjuuuuuuuutt....
cheerioo..
Udah terbit tahun lalu kan?ya, lumayanlah buat naekin pamor nih buku lagi, bukannya malah bagus. jadi, otomatis orang penasaran n pengen tau bukunya. Minimal ga dapet bukunya (karena dibredel) tapi tau materi bukunya, dari info2 kaya gini ini.
Tapi yang jelas, pembredelan ini ga bener. Kalo didiemin, bakalan gini trus. Tiap ada buku yang kritis dihajar.
Maklum lah, kita memang sedang hidup di rezim yang paranoid, alias rezim parno.
Hanya ada satu kata - LAWAN
Ya sudah, lawan saja dengan memperbanyaknya..
hehe, jadi bagi yang sudah punya, ehm.. boleh dooong..
Waaks.. sori telat, baru dapet napas lega nih setelah badai ddline,hehe.. benerin dikit ah, Sefryana itu no.27, jadi Azia no. 28, truuus..
29. coki, cqluciano@yahoo.com
nomor 2 kaya gambar-gambar program pemerintahnomor 3 aneh, bentuknya kaya judul komik
jadi, nomor 1 aja lah..
nyoblosnya dimana nih?
@Amangeit.. eit.. mo kemana.. mo kemana, ga boleh cabut..
tenang kawan2, maskotnya dah gue pegangin nih..
*halah.. lebih jayus lagi gue..*
sepakat bung Ron,baiklah, untuk pertanyaan diawal discuss mengenai kenapa bisa mahal? dan kenapa harus mahal? sudah banyak informasinya.
bagaimana cara mengupayakan kualitas dg harga lebih murah dari sekarang? saya pikir sinergis dengan kampanye buku murah.
dalam kerangka pengupayaan buku lebih murah.
lalu, bagaimana dengan pihak distributor, adakah indikater 'serakah dalam mencari untung' disana? melalui diskon2an mungkin? kelihatannya kan ada bos bos penerbit besar yang juga memiliki anak perusahaan distributor (tolong dikoreksi bila saya salah)
perlu diketahui juga kawans,
topik ini ga berarti ingin menyudutkan beberapa pihak di dunia 'industri buku' ini.
hanya ingin check forum, apakah Pengupayaan buku murah bisa masuk dalam step step Gerakan Literasi, selain apa yang sudah dikatakan oleh Coqueline, yaitu wacana perpustakaan RT/RW, yang harus ada dan tentunya lengkap.
Gerakan Literasi akan sempurna bila semua elemen dalam industri buku ini ketemu dan berbicara mengenai action nya, mulai dari negara, penulis, penerbit, sampai distributor, dan seterusnya.
saya yakin, pengupayaan buku lebih murah dari sekarang dan berkualitas bisa terealisasi. ga menutup kemungkinan juga, bila kita tekan rame-rame, negara akan memberikan subsidi untuk kertas (pembuktian apakan negara concern dalam mencerdaskan kehidupan bangsa). Tapi subsidi jangan sampai diselewengkan, dan harus dikontrol.
dikontrol oleh? sebuah dewan yang bekomposisi pelaku-pelaku dunia buku ini, Dewan Gerakan Literasi, dari mulai wakil diknas, penulis, penerbit, distrbutor, sampai perwakilan kelompok2 yang concern, termasuk klub-klub buku.
*angkat topi untuk Komunitas Bambu, FreshBook, Marjin Kiri, Resist Book*
cherioo..
untung kecil kalo kali-kaliannya banyak gimana?Slurrp juga kan..
bagaimana kalau mulai gerakan 'Jangan Takut Rugi'?
:)
logika penerbit dengan logika pembaca akan selalu berseberangan jika persepsi ilmu dalam buku masih dalam kategori komersil untuk keuntungan. agak mengawang memang, tetapi akan lebih baik bila semua berbicara mengenai upaya pengkampanyean buku murah secara merata. tentunya penulis buku memiliki keinginan untuk men'spread' ide dan gagasannya ke publik, namun ide takkan mampu diakses merata jika terhambat oleh harga yang selangit. (kecuali memang orientasinya sekedar royalti,hehe). Hitung-hitungan produksi? tidak, ini masalah bagaimana mengupayakan agar ilmu tidak mahal dan komersil. Pembajakan buku, 'pencurian' buku, dalam hal ini halal untuk diwacanakan.
Sepertinya perlu ada Gerakan Literasi yang konkrit di negeri ini. Gerakan yang lebih dari sekedar kampanye 'mari membaca'.
lalu, apa yang mau dibaca bila harga buku mahal?
kenapa bisa mahal? dan, kenapa harus mahal?
