Poppy D Poppy D's comments (member since Jul 06, 2007)


Poppy D's comments from the Goodreads Indonesia group.

(showing 1-16 of 16)

345 Teman-teman, mula-mula aku mau minta maaf karena gak bisa dateng, aku demam dua hari kemarin :(

Terima kasih banyak-banyak sekali atas award-nya, semoga Goodreads Indonesia semakin jaya dan bisa terus menyebarkan virus baca yg merajalela :)

Poppy
Apr 24, 2009 10:04AM

345 Terima kasih, terima kasih :)
Apr 24, 2009 08:52AM

345 Halo...daku cuma mau mengabari, di profile-ku kan ditambahkan buku2 terjemahanku sama librarian. Um...Eragon dan Eldest itu bukan aku yg nerjemahin, aku mulai menerjemahkan serial Inheritance dari Brisingr aja (yeah, well, tinggal satu buku lagi sih). Minta tolong di-remove bisa gak? Aku gak ngerti, hehe. Trims ya teman2 librarian :) Aku gak enak aja sama penerjemahnya meski mungkin gak ada di goodreads sini.
Penerjemah (165 new)
Jan 07, 2009 02:44AM

345 Ah, berarti ada juga yg terpaksa pakai catatan kaki ya? Betul, tergantung konteks, aku sudah pakai dua cara: mengubah 'pun' sama sekali, dan mengorbankan kelucuannya. Karena dalam menerjemahkan novel sedapat mungkin tidak ada catatan kaki dari penerjemah/editor.
Penerjemah (165 new)
Jan 07, 2009 12:39AM

345 Gimana dengan 'pun'/permainan kata? Apakah ada rekan penerjemah yg membiarkan saja 'pun' aslinya (dengan catatan kaki), atau diganti dengan permainan kata yg sama sekali lain dalam bhs Indonesia tapi masih bisa nyambung, atau membiarkannya lost in translation?

Aku sering sekali dapat naskah asli penuh dengan 'pun', dan biasanya berusaha keras menjadikannya plesetan juga. Tapi beberapa kasus tidak bisa dikompromi, maka akhirnya lost in translation, meski udah berunding kanan-kiri sama editor lain.
Penerjemah (165 new)
Jan 06, 2009 11:57PM

345 Rini Nurul wrote:

@Mbak Pop, walah..!! Ntar dikurung di rumah angker kayak Century yak.

BTW apakah sudah ada thread mengenai editor? Sepertinya akan jadi diskusi mena..."


Halah...dikutuk gak bisa lihat matahari seumur hidup. As for editing, lebih baik menerjemahkan daripada ngedit...suerrrrr!

Penerjemah (165 new)
Jan 06, 2009 11:45PM

345 Mbak Pop, Bartimaeus sok diterjemahin ke bahasa Sunda Banten..kayak gimana ya? Hihi..

"</i>

Hasilnya kali gue bakal kena santet kolektif...lebih parah daripada kena black tumbler-nya Bartie.
Penerjemah (165 new)
Jan 06, 2009 11:41PM

345 Femmy wrote: "Kebayang ngga kalau orang harus menerjemahkan pupuh sunda yang ditentukan jumlah suku katanya? Lebih pusing lagi, pasti."

Yak, I'd like to see someone try, har har! *evil laugh penuh rasa dendam kesumat*
Penerjemah (165 new)
Jan 06, 2009 10:07PM

345 Hum, puisi...mimpi buruk penerjemah. Puisi untuk anak2 aja bisa bikin aku garuk2 aspal (contoh kasus: buku2 Roald Dahl), dan sekarang sedang berusaha menerjemahkan puisi berima, dari isinya nanti bakal didapatkan sebuah password terdiri dari 16 huruf saja (dengan arti yg tentu aja harus sama dengan bahasa aslinya), dan huruf pertama tiap kata dalam password harus berupa kata yg berasal dari laut.

*siap2 gantung diri di tiang jemuran*
Dec 05, 2008 02:42AM

345 Setuju sama Kang Isman (kecuali bagian Angelina Jolie-nya, mending dijaga sama si orang utan Librarian di Discworld, dijamin gak ada yg berani mendekat *Ook!*)

Supaya irit, uji lapangan, dan buat buku2 yg udah sulit didapat di pasaran. Buku layak koleksi itu yg betul2 kita suka, gak bakal dikasih pinjem ke orang (egois, maunya minjem tapi gak mau ngasih pinjem), terutama Tolkien Shrine-ku yg isinya hampir langka semua (dan bikin aku nggak habis bersyukur karena Selasa kemarin rumah kebobolan maling, tapi yg diambil cuma barang elektronik, malingnya gak doyan buku langka)
345 Kang Isman, aku udah duluan pesen yak? Hehe. Nanti menitah Donny ke rumah sekalian dia mo ngasih Nocturnal juga :)
345 Hore, ada Kang Isman! *nandak-nandak heboh*

*kembali nyilem dalam timbunan terjemahan*
345 Hehe, bukan, aku editornya. Tapi buku itu memang bagus ya? Aku suka :)
345 *celingak-celinguk*

Aku penulis bukan, Kang Amang? Hihihi.

*nyumput di balik Panda Po*
345 Dibiasakan sejak dalam kandungan :) Waktu hamil dulu, aku selalu pilih buku anak2 untuk dibaca dan diucapkan keras2, salah satunya The Hobbit. Setelah lahir, aku biasakan baca buku sambil ngajak dia main, dengan ekspresi.

Sekarang, dia nggak akan mau tidur sebelum dibacain buku, dan kalo ke toko buku nggak mau pulang :) Karena sekarang anakku (5 tahun) sudah bisa baca, koleksinya udah menuhin dua lemari.

Tapi yg terpenting, kita adalah bookaholic. Kapan saja kita pasti pegang buku. Mau tidak mau anak2 kita akan melihat betapa buku adalah makanan kita sehari-hari, maka mereka pun akan menganggap seperti itu. Aku yakin orangtua yg suka baca dan menceritakan apa yg dia baca kepada anak2nya dengan antusias, akan menularkan kebiasaannya itu kepada anak2nya. Insya Allah.
Sep 26, 2008 10:36PM

345 Minal aidin semuanya, mohon maaf kalau aku pernah salah, maaf kalau selama ini aku tidak terlalu aktif karena kesibukan. Terima kasih untuk teman2 semua, dan kalau mudik hati2 yaaa! :)