Femmy's comments
(member since Jul 06, 2007)
Femmy's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 208)
Yang di bawah ini sebenarnya penghargaan yang sama, bukan ya? Hadiah... Sayembara... Anugerah...* Hadiah Buku Sastra Dewan Kesenian Jakarta
* Sayembara Roman Dewan Kesenian Jakarta
* Jakarta Art Council's Novel Competition
* Pemenang II - Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta
* Pemenang I Anugerah Buku Puisi Terbaik Dewan Kesenian Jakarta
secara umum, menurutku semua penghargaan bisa dimasukkan. memangnya, penghargaan yang ngga terlalu serius tuh, penghargaan apa? :)soal lomba, mungkin juara dua dan seterusnya dianggap nomine aja kali ya (checkbox pemenangnya jangan dicentang). kecuali ada usul lain?
Setelah lama tidak main ke GR, saya baru tahu bahwa ternyata sekarang ada fitur award (http://www.goodreads.com/award). Maaf kalau telat :-)Cara memasukkan data ini yang benar, sejauh yang saya coba:
1. Cari buku yang menang atau diunggulkan untuk penghargaan tertentu.
2. Di halaman buku, klik edit di sudut kanan atas kotak data buku. Di halaman edit book, masukkan nama penghargaan di petak literary awards, klik save changes. Nama penghargaannya saja, jangan ditambahkan tahun, kategori, atau nominee.
3. Di halaman buku, klik lagi edit di kotak data buku. Klik (edit) di samping nama penghargaan tadi.
4. Di halaman edit award winner, masukkan kategori, tahun, dan beri atau hapus centang di kotak pemenang. Klik edit untuk menyimpan data.
Selain itu, mungkin kita juga perlu mendata penghargaan apa saja yang ada di Indonesia, lalu melacak buku apa saja yang pernah diunggulkan dan menang penghargaan tersebut. Silakan sebutkan penghargaan dan lomba yang diketahui, nanti saya cantumkan ke dalam daftar di bawah ini.
* Khatulistiwa Literary Award
* Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta
* Adikarya IKAPI
* Pena Award
* Hadiah Sastra Rancage
* Penghargaan Sastra Pusat Bahasa
* Apa lagi?
Helvry wrote: "bisa nggak nanti semua yang sudah diupload di library goodreads dibuatin semacam direktori/katalog buku elektronik yang sifatnya offline."Barangkali bisa diusulkan langsung ke GR-nya?
Rini Nurul wrote: "Bulan ini di jalur lambat saja tampaknya."Rin, Rin. Jalur lambat aja udah 6 buku. Apalagi jalur cepat? Hehehe...
kita bisa aja meresensi buku sebelum bukunya terbit, tapi harus minta galley/dummy dari penerbit :-p kalo di luar negeri, sepertinya sudah lazim penerbit mengirim galley ke berbagai pihak, termasuk resensor di media massa.
Estee wrote: "isinya rata-rata spoiler smuah, aseli rangkuman dari awal sampai akhir cerita >.<"Bukankah beberapa resensi di Goodreads juga berupa rangkuman cerita? Kadang ngga ditandai spoiler pula.
Wah, baru kali ini aku ikutan Klub Buku. Tapi komentarku tentang buku ini pendek aja. Ngga minat bikin yang panjang-panjang. Bagiku bukunya nggak asyik sih. http://www.goodreads.com/review/show/457...
Rasanya hampir semua ACT yang kubaca itu seri Old Shatterhand karya Karl May semua (kok malah ngga tayang di sini ya?). ACT non-Karl May sangat sedikit. Di antara semua sampul di atas, yang kukenal cuma Kapten Singleton-nya Daniel Defoe.
Endorsement biasanya ngga berpengaruh sama sekali untuk menarik minatku pada suatu buku, ataupun untuk membuatku membelinya, siapa pun endorsernya. Soalnya selera orang berbeda-beda sih. Selera penulis favoritku saja belum tentu sama dengan seleraku, kan?Tapi, ada juga endorsement yang justru memberi efek negatif buatku, seperti adanya nama Nurcholish Madjid dan Fachry Ali untuk novel Mahadewa Mahadewi, padahal ini bukan buku agama atau politik. Aku menyadari bahwa endorsement adalah alat promosi dan mencantumkan nama beken sebagai endorser adalah salah satu kiatnya, tapi ya mestinya pilih-pilih yang sesuai dengan jenis bukunya.
QuiGenusHumanumIngenioSuperavit wrote: "Duh, kayaknya nggak bisa deh. secara sy masih amatiran dalam dunia buku. Ntar buku yg diterbitkan malah gak laku :D"Lha... Editor juga kan pasti mengevaluasi dulu buku yang diusulkan, nggak bakalan serta-merta memutuskan akan menerbitkannya semata-mata karena buku itu diusulkan. Ngga ada ruginya kok mengusulkan suatu buku ke penerbit.
QuiGenusHumanumIngenioSuperavit wrote: "Tp kalo gith, kok bisa ada buku yg terjemahannya ada dua versi bahasa Indonesianya (tapi bukan yg haknya udah kadaluarsa lho)."Haknya sudah kedaluarwa, maksudnya sudah masuk public domain? Soalnya, selain hak ciptanya sendiri, yang berlaku sampai 50 tahun setelah penulisnya meninggal itu, ada juga masa kontrak antara pemilik hak cipta dan penerbit asing. Kalau masa kontrak ini habis, hak terjemahan bisa diberikan kepada penerbit asing lain.
Selain itu, banyak juga penulis yang membebaskan karyanya diterjemahkan dan diterbitkan oleh siapa saja, jadi tidak memberikan hak terjemahan secara eksklusif kepada satu pihak saja. Ini terutama penulis timur tengah (meskipun akhir-akhir ini mereka juga sudah mulai sadar tentang hak cipta).
Jadi, kalau ada buku terjemahan yang dobel, kasusnya bisa macam-macam, mesti dilihat kasus per kasus.
QuiGenusHumanumIngenioSuperavit wrote: "Oh.. pesenan yah. Pantes banyak karya yg menurut sy keren tp gjustru gak diterjemahin. eh, karya yg 'sayup2 terdengar' malah ada terjemahannya."Kalau ingin karya-karya keren itu diterjemahkan, usulkan aja ke para penerbit! Gabung sama milis mereka, dan usulkan di sana. Bener kata Yipyip, jumlah buku itu banyak buanget, mustahil editor di penerbit bisa tahu semua buku bagus. Pasti ada aja yang luput dari perhatian mereka. Kalau ada pembaca (atau penerjemah) yang mengusulkan buku bagus, mereka pasti senang.
Rasanya semua karya terjemahanku adalah order dari penerbit--dalam artian penerbitnya sudah memutuskan untuk menerbitkan terjemahan suatu buku (dan sudah menguruskan hak terjemahannya), lalu baru memintaku menerjemahkannya. Paling jauh, ada beberapa buku yang kuminta kepada penerbitnya karena aku tahu penerbit itu memang hendak menerbitkan terjemahannya (misalnya Lilly).Kalau mau mengusulkan suatu terjemahan untuk diterbitkan, memang sebaiknya jangan diterjemahkan semuanya dulu. Cukup satu-dua bab aja, usulkan ke penerbit, dan kalau penerbitnya udah oke, baru deh terjemahkan semuanya. Soalnya kalau langsung diterjemahkan semuanya memang riskan. Bisa jadi bukunya sudah diterbitkan terjemahannya dan kita ngga tahu, atau bisa jadi sedang dalam proses terjemahan, atau ya ngga ada penerbit yang berminat menerbitkannya.
Nurul wrote: "Jadi pingin tanya sama mbak Femmy... Apa puji memuji ini juga jadi kriteria sebuah buku asing diterjemahkan ke bahasa Indonesia?"Wah, baru sekarang aku lihat pertanyaan ini. Endorsement paling jauh menjadi kriteria penerbit Indo meminta evaluation copy ke penerbit/agen asing. Keputusan untuk menerjemahkannya sendiri tetap berdasarkan evaluasi penerbit atas buku tersebut, apakah isinya sesuai dengan visi-misi penerbit.
