Depoy's comments
(member since Oct 27, 2008)
Depoy's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 29)
Agak menyimpang sdikit dari topik google books(g.books). Menurut saya, ada yang justru lebih berpeluang 'merugikan' penulis secara finansial. Yakni website penyedia jasa penyimpanan file/document.
Siapapun dapat mengupload dan menyimpan data(dokumen) apapun (file ms.word,pdf,törén,hasil scan buku,dsb) ke web dimaksud hanya dg verifikasi yg alakadarnya.
Apalagi search engine spt google dengan dapat mengakses dan mengindeks halaman yg tersimpan di dalamnya.. Alhasil, dengan mmk mode pencarian khusus+kata kunci yg tepat,banyak sekali buku dan dokumen yg dapat kita akses. Dalam hal ini,menurut saya,google search engine tidak sertamerta dpt dimintai pertgjwbn spt g.books. Karena banyak web penyedia jasa penyimpanan tsb memang sengaja meminta google utk mengindeks halamannya. Toh, memang banyak web dan blog terbantu dgn menggunakan jasa g.custom search bahkan menghasilkan uang dr g.adsense.(g.adsensepun sebenarnya secara terbatas mengindeks blog/web kita. Jadi iklan yg ia tawarkan melalui blog/web kita akan sesuai dg interest pengakses blog/web kita.
Padahal saat ini komunitas2 berbasis pertukaran /sharing inform di jagad maya jurtru semakin populer dan banyak peminatnya.
Kesimpulannya : berbagi +/- ???
sepakat sama amang...sebuah buku pun akan berhenti pada lembaran-lembaran kertas kalau nggak ada yang kenal (baca) sama buku yang dimaksud...
Memupuk minat baca di lingkungan sekolah saja sekarang susah apalagi memasyarakatkan buku, yg non fiksi yg mahal pula...(faktanya buku laris dan boom kan banyak buku fiksi seperti harry potter...)
yang seharusnya lebih dulu dibangun adalah kesadaran bahwa kalau kita membeli buku dengan harga yang lebih mahal, mungkin dengan cara itu kita bisa menghargai penulis dengan royalti yang lebih layak (belum tentu juga sih- wong sekarang perjanjian royalti macamnya banyak sekali gt)
mungkinkah buku2 (non fiksi) di pameran tetep tersedia dengan harga yang ramah tanpa mengurangi kualitasnya, tapi royalti penulisnya menjanjikan untuk kehidupan penulis/ researchernya ? dan mendulang sukses seperti Andrea Hirata ?
Semoga,,,
asal bukan kopi klothok, dan nggak ngeberatin kantong... kita ikut deh... (ya khan rhe?)ayo... ayo
siapa mau dafftar jadi koordinator nya?
selamat yah iyut...atas kelahiran si kecil
juga sekalian mengucapkan selamat datang buat calon anggota GRI yang baru... (eh belum tentu jg dan masih lama juga ?... )

@po : mbok bilih panjenenganipun romonipun lare-lare, po... hihihi@Ros : ros ayo nginthili si po melu kontes denmas - denok...
foto wingenane pas awake dhewe mlaku2 kuwi rak yo sakmestine sing paling pas dadi jawara to yo jeng ?
denok papat moblong banget je...
Mangga-mangga, sadherek sedaya... kula aturi tindak wonten ing papan paseban punika...
duh, kemarin irak, dituduh punya pemusna masalsekarang palestina di biarkan merana, hanya karena 50% GNP Paman Sam (diakui/ tidak) berasal dari penjualan sen-pi...
jangan2 indonesia tinggal nunggu giliran... mengingat di indonesia kan minyaknya sebenarnya lumayan... buktinya ada exon...(jadi inget sama pidatonya condolezaa rice beberapa waktu lalu...) belum lagi di tengah krisis dunia, MNCs justru semakin subur saja ... semakin dipikir semakin depresi kan ?...
ADAKAH YANG TAU BAGAIMANA CARA MELAKUKAN PEMBANGKANGAN SIPIL (CIVIL DISOBEDIENCE) YANG EFEKTIF ?
nyanyi DARAH JUANG aja deh...
disini ....
di negri permai ini
berjuta rakyat bersimbah duka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja
mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar
bunda relakan darah juang kami
dst...
nderek langkung, kakang mas, mbak ayu,pak moderator gadhah gegayuhan menapa ?
kok enggal2 ngaturi para sadherek sami jagongan wonten ing papan punika ?
rak boten badhe miwiti jihad bedhol desa ( : Yoja) teng palestina to ?
*banjur mblirit kanthi cengengesan*
di sms dewek sih, tapi pas nyetel TV ternyata acaranya dah habis...gondok jadinya...
acaranya sndiri di upload di you tube nggak ya?
#amesetahuku penggandaan buku untuk kepentingan pendidikan (perpustakaan dsb) diperkenakan a.k.a legal
cuma sourcenya baca dimana aku lupa. bisa googling sndr
yg aku maksud pembatasan perlindungan salah satunya jg menjawab pertanyaan : sampai kapan sih pengarang berhak dapat royalti. di indonesia = seumur hidupnya + 50 tahun setelah dia meninggal, dalam hal dia meninggal hak ekonomi yg bisa ditarik (royalti) berpindah kpd ahli warisnya
tapi dimana2 kalau nyuri tetep melawan hukum
kecuali nyuri ilmu dosen2 pembimbing skripsi tentunya
hehehehe
jadi setelah masa tersebut terlewati harga2 buku bisa jauh lebih murah.
#james
di cd gutnberg aku anna karenina jg ada, tapi bhs inggris. jadi mending beli yg bhs ind ...
kalau aku ngalamin donlot file e book yg ternyata cm bisa di baca selama 30 hari. habis itu g bisa lg. emang sedih sih apa lagi kalau udah kadung baca dan seneng sama bukunya...
tapi selain yg 2 itu ngaku deh berapa pdf yg didapet scr gratis di internet (^_^)
emang g semua bk yg lg q dibaca ditampilin di currently reading...awal bulan des ini aku baca maryamah tapi nggak ku selesaikan... :p
langsung puter haluan ke menguak injil2 rahasia nya rm.deshi sj. sudah selesai kemarin sore...
trs mulai baca gitanjali-nya Rabindranath Tagore (versi indonesia)...
kyknya lebih bagus yg di guttenberg, (bhs inggris tapi na) deh...
buku2 ip terbitan gramedia...kalau nggak salah yang pertama aku baca judulnya Anjing... (atau laba-laba ya)
gambarnya keren dan kertasnya tebel... hc.
isinya jg bagus.. mulai dari jenis2 anjing, mitos, sampai 'manfaat' anjing (nolong orang buta, anjing penyelamat, anjing pelacak, dsb) ada disana...
hehehe
*senengnya dapat lungsuran buku ip satu set*
#jamesapakah Adobe akan mengakui kalo konsep ebook pdf DRM-nya udah Kaputt. Gue yakin orang yg kapok beli pdf legal kayak gue mestinya makin banyak.
hehehe nggak mudeng...
masih nubie nih...
mohon bimbingannya(^_^)
#ame
memang masa perlindungan ciptaan (ciptaan itu termasuk progr komputer, disain industri, DTLST, dll) di indonesia itu dibatasi, rata2 hanya 20 tahun. Kalau buku bisa selama masa hidup pengarang + 50 tahun
http://www.dgip.go.id/ebscript/publicpor...
kalau nggak dibatasi bisa kacau. cost hidup manusia bisa mahaaal.
obat generik misalnya, beberapa dari obat generik itu adalah obat2 yang dulunya adalah obat2 merek terkenal yang dilindungi hak patennya.
buku jg gitu
bisa2 mahasiswi miskin seperti saya nggak mampu beli anna kareninanya Tolstoy yg asli.
Dgn adanya pembatasan masa perlindungan dan dengan hanya 40 ribu rupiah di kantong pas pameran Kompas, anna karenina bisa dibungkus... dan dinikmati...
hehehehe
Bungkus....
#agung atau poquw sekedar bertanya nih...
kalau friendster kan ada m.friendster.com (versi mobile / versi ringannya fs).sebenarnya goodreads punya versi m.goodreads nggak sih ?
sama usul : pemberian notification di akun goodreads biar kita tahu kalau ada yang ngasih komen di review buku yang ada di rak kita atau di salah satu group thread yang kita ikuti... soalnya kalau digest yang dikirim via yahoo mail kan isinya buanyak buanget (jadi kadang ada yg kelewatan)
-atau itu sudah termasuk dalam : a new comment digest system yang ditulis oleh otis ?-
ehm... usulnya panca keren ...
(kok malah jadi bahas e journal ya ? topiknya kan hak cipta...)what so ever lah...
#james
iya... maksud aku adalah Website penyedia jurnal2 online...
dugaan ini bukannya tanpa alasan... e jpurnal itu termasuk poin yang dihitung dalam THES lho. dan di univku proses berlangganan jurnal2 online ini waktunya hanya berselang beberapa bulan sebelum THES result akhirnya diumumkan
semoga saja dugaan ini salah...
oops bwt yg blm tau THES itu : http://romisatriawahono.net/2007/09/21/t...
artikel kompas :
http://www.forumsains.com/pendidikan/per...
(tulisan di kompas.co.id sudah ga ada... barangkali karena artikel lama...)
semoga saja diskusi ini nggak lantas membuat universitas2 itu berhenti berlangganan...
ehm ehm
Kawan2 daripada sayang e-book dan buku tebelnya cuma dipakai buat harakiri...
mending disumbangin ke perpustakaan keliling kauman deh ...
heuheuheu
#jamesjstor, ebsco, westlaw, dan jurnal2 lain kan bisa diakses di kampus. permasalahannya berapa orang sih yang baca mereka di kampus ?
lha utk bisa make komputer publik harus rela ngantri berjam2.
laptop belum tentu punya
kalaupun punya wifinya belum tentu ada
di kampusku prosentase pengakses jurnal masih kecil. itupun yang biasa akses jurnal adalah dosen2
mendingan kampus2 yg langganan jurnal ini patungan biar jurnal bisa diakses oleh pengguna di kota2 ttt.
atau ide berlangganan jurnal ini hanya semata2 utk meningkatkan prestise universitas ? menaikkan rating universitas misal di THES (yang beberapa wakrtu lalu oleh kompas sudah dikritik habis) ? kalau benar betapa mahalnya harga sebuah prestise...
(fyi : kisaran harga berlangganan mencapai angka ratusan juta rupiah utk sebuah jurnal elektronik)
konon bimbo berhenti mencipta lagu karena maraknya pembajakankonon tokoh2 sekaliber ir. soekarnopun lahir dari buku bekas dan bajakan
konon pembajakan saat ini sudah bergeser dari kebutuhan menjadi gaya hidup yang (memang) tidak menghargai ciptaan
konon...
konon...
konon...
ada lho adagium berbahasa belanda yang kira2 isinya begini :
sebuah peradaban yang maju lahir dari pembajakan...
ada tanggapan ?
kata aku sih mending juga jadi agen KOMPAS, setidaknya turut mencerdaskan bangsa..hehe.
terlepas dari kesahihan "kesaksian" narasumber yang diacu Tim, aku justru jadi penasaran pingin baca habis itu br nunggu counter buku ini.. (yang mungkin nyertain spt copy dokumen/ bukti lain yang otentik sbg sanggahannya)
karena unus testis nullus testis
saksi tunggal bukan saksi
hehe.
*jangan mikir yang lain2 lho*
