mahatma's comments
(member since Jul 11, 2007)
mahatma's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 34)
kayaknya ini gejala yang mirip di mana-mana: orang muda muak dengan persepsi romantik yang dibikin oleh orang-orang tua mengenai masa lalu yang jauuh yang mereka angankan lebih baik dari masa sekarang.tanizaki memang dikritik karena mengisahkan gambaran tentang jepang masa lalu yang romantik dalam pertentangan dengan eropa.
koji suzuki seperti jengkel melihat citra dikotomis itu. seperti halnya banyak anakmuda sini yang gak kenal tanizaki, yang jalan2 ke museum juga untuk pacaran alih2 belajar...
mungkin koji juga gak serius-serius amat ketika nulis novelnya ini, cuma di bayangan saya aja dia seperti membongkar mitos angan-angan tanizaki...he..he..
EGP
buku junichiro tanizaki "in praise of shadows" malah mengatakan bahwa "toilet bagi orang jepang itu tempat paling sakral. di situ banyak ilham dilahirkan oleh para penyair dan pemikir".trilogy dari koji suzuki ini berarti membongkar pandangan tradisional itu ya..?
di jepang yg saya tahu, toilet memang gak jauh beda dengan indonesia. untuk tempat-tempat yang 'mudah dikontrol' memang bersih, tapi untuk tempat umum yang 'gak ada yang ngontrol' seperti taman, wah... sedap di mata dan di hidung.jadi,
bukan karena hantu tapi memang begitu.
kita semua butuh ketertiban.
apakah harus dipaksa?
minum kopi kok bayangin perang diponagoro...duh...
ntar ada panah dan tombak nyasar gimana coba?
he..he..he..
saya ketemu petani yang jualan kopi sidikalang. dia bilang bahwa produk terbaiknya udah dipesen starbuck. jadi, starbuck itu emang ngambil dari lokal. bener kata ronny.di amrik, harga starbuck gak jauh beda sama yang di yogya, kalo dirupiahkan.
di J.CO juga kopi lokal kok. itu yang saya tahu dari nanya ke mas baristanya.
kopi kita emang enak.
seminggu lalu saya barusan menghabiskan kiriman kopi dari vietnam [trung nguyen:]. ini juga enak. mirip kopi colombian...
phoenam juga enak...!
duh, semoga bisa ke batavia lagi nih...
kangeun!
he..he.. daniel bell.saya ada buku dia yang lain [post industrial, sama end of idology:]
yang communitarianism ini belum pernah baca...
iraha rek ka bantul?
nanto wrote: "udah ada mesin penggiling kopi yah? ronny kemaren cari tuh. kemaren sih ta' saranin ditumbuk pake cobek aja kalo darurat :D"wah,
mahesa jenar ini maennya kasar...
kopi kok ditumbuk pake cobek. sama sekali nggak berselera...
[tuing...tuing...kabur..:]
di rumahku mah gratiis...'bengawan solo', saya pernah ke sana sama amang po.
ndak enak.
dan ndak sopan,
lha mosok ngopi kok nggak disajikan di cangkir tapi di cup plastik! dikasih sedotan lagii...
huuh..!
pengen ngantemi bakule aku...
Jan 04, 2009 08:50PM
eh,ngapain sih pake ramal-ramalan?
siapa yang berkepentingan dengan hasil ramalan trend buku?
apa yang akan diubah oleh hasil ramalan yang dipublikasikan? apakah penerbit lalu mengubah strategi? pembaca mengubah senarai buku yg direncanakan utk dibacanya? apakah penulis akan mengarahkan diri utk menulis buku yang cocok dengan ramalan?
ah,
sorry aku tidak nonton acara hebat itu!
sejarah itu BUKAN masa lalu. ia adalah KISAH TENTANG masa lalu.
jadi,
peran pengisah amat penting di sini. juga ketersediaan bukti yang ia miliki, dan ditambah kepada siapa kisah itu disampaikan.
jadi,
untuk mas pra,
kadang kala para pelaku sendiri gak menyadari keutuhan peristiwa yang ia alami. ia hanya mengalami sebagian yang langsung berkenaan dengannya saja. tapi, para pelaku punya empati, yakni rasa terlibat yang subyektif, yang penting juga untuk mewarnai kisah sejarah yang akan dibuat.
orang-orang luar punya posisi yang lebih luwes karena mereka punya bukti yang lebih banyak, tapi sering kali empatinya kurang. historiografi modern seringkali mengesampingkan empati ini karena dinilai mencemari obyektivitas kisah sejarahnya.
kisah sejarah tdak pernah obyektif karena ia cuma konstruksi yang mungkin dari bukti-bukti yang tersedia dari masa lalu.
perpustakaan maya hanya memerbaiki masalah distribusi materi bacaan. tidak pada kenyamanan membacanya.jadi,
kalau yang kita maksud perpustakaan adalah tempat baca yang nyaman, maka saya tetap yakin buku fisik itu masih dibutuhkan, karena membaca buku fisik itu lebih nyaman dari pada ebook.
buku-buku [fisik:] yang saya bayangkan adalah yang ongkos produksinya murah.
karena itu yang perlu dipikir adalah adanya tempat penyimpanan materi digital. materi digital ini mudah diakses, dan materi ini mudah pula dicetak menjadi buku bila perlu.
bukunya boleh [cepat:] rusak, tapi cepat dan mudah pula dibikin lagi.
Kejagung Tak Tahu Menahu soal Penarikan Buku "Lekra Tak Membakar Buku" dan "Kisah Haji Merah"
(7 new)
Nov 03, 2008 07:57PM
