w's comments
(member since Oct 06, 2008)
w's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 20)
hmmm... gitu ya ron?
tapi bukannya sama aja, google pun jadi "toko buku" yang menawarkan pada orang sedunia untuk membaca dan mengintip beberapa halaman buku? lha kalo "jualan" nya ngga semua seijin yang punya buku, bukannya itu lebih kriminal ya? dan ketika lebih banyak orang search buku di google, bisnisnya google lancar dari iklan...
nghhhh...
hatiku masih ngga rela... cuman aku ngga bisa menuliskannya dengan kata-kata... ntar deh kuendapkan weekend ini...
@kinu: nah itu dia... jadi mungkin kan si penulis engga tau kalo bukunya dipindai dan dikirim ke google?
lalu kalo si penulis ngga melek teknologi (internet) dan ngga ngeh kalo bukunya ada di google... dia yang akan dirugikan dong?? (meski belum tentu juga dia tahu kalo dia rugi?)
mungkin penerbit harusnya yang jadi jembatan ya?
@ronny: penerbit lebih melek soal yang begini dibanding aku kan??? hehehehe.....
@james: iya sih, meski google books mbantu searching banget... sekarang lagi jadi ngerasa ngga rela banget!!!
teman-teman,
adakah yang paham aspek legal dari perbukuan?
ini soal pakdhe google kesayangan kita... ada gugatan masal terhadap google karena dia memindai buku2 (books and inserts) tanpa izin. sekarang sedang dilakukan proses penyelesaiannya.
di Kompas minggu 22 feb kemaren ada iklan di hal 21:
"Jika Anda Penulis Buku, Penerbit Buku atau Orang Lain yang Memiliki Hak Cipta atas Suatu Buku atau Karya Tulis Lain, Hak-hak Anda mungkin terpengaruh oleh penyelesaian gugatan massal tentang pemindaian dan penggunaan Buku serta karya tulis lain oleh Google. ...." dst
Saya penasaran dengan hal ini. Karena minim pengetahuan ttg aspek legal, maka saya tidak paham dengan kasus ini.
Saya cek ke www.googlebooksettlement.com namun tetep aja masih bingung...
Saya terutama ingin tahu tentang pengaruh kasus ini ke penerbit/penulis di Indonesia.
di FAQs nya www.googlebooksettlement.com saya temukan informasi ini:
I am not a United States citizen, or I live outside of the United States. Am I included in this Settlement?
Yes, most likely you are. If you are a citizen of another country or live in another country, you are likely to own a U.S. copyright interest if:
Your Book was published in the United States;
Your Book was not published in the United States, but your country has copyright relations with the United States because it is a member of the Berne Convention; or
Your country had copyright relations with the United States at the time of the Book’s publication.
You should assume that you own a U.S. copyright interest in your Book, unless you are certain that your Book was published in, and that you reside and are located in, one of the few countries that have not had or do not now have copyright relations with the United States. The Copyright Office has published a list of countries with which the United States has copyright relations, available at www.copyright.gov/circs/circ38a.html. If you have further questions about whether you own a U.S. copyright interest in your Book or Insert, you can contact Class Counsel, who are the attorneys representing the Settlement Class. Their names and contact information are on the Notice. You may also seek advice from an attorney or a rights organization in your country.
Dari www.copyright.gov/circs/circ38a.html saya mendapat info bahwa Indonesia adalah anggota Berne Convention.
Jadi? ada yang bisa kasi pencerahan?
makasih banyak...
(sori ngga bisa kasi teks lengkap... koneksi internet lelet... bagi yang koneksinya super cepat silakan dilengkapi deh...)
Jan 19, 2009 02:38AM
ikutan pesan, raras, AB3-H, S, 1tolong info ongkos kirim (dps - bali) supaya bisa transfernya sekalian ya. thx
Coq: thx banget ide2nya... ya, dulu lebih sering dia duduk manis, sekarang lagi seneng2nya menjelajah dunia... masih 1,5 th sih, dah mulai ngomong.. emang dia hapal di mana gambar kucing, bebek, dan beberapa yang dia emang seneng... embok-nya ini yang kadang ngga sabar.. hehehe...
buat yang lain, sorry nih malah OOT...
bukunya ada yang sudah beli/baca belon? ada ngga tips read aloud untuk anak yang restless?... hehehe... soalnya sambutannya selalu teriakan "mamaaaa!!!" (harap baca sebagai "mummy, shut up...") kekekek...
@ andhi: psst... *bisik-bisik* ntar aja kalo diskusi ini dah disimpulkan ya? atau untuk akhir tahun?.. tuh si faisal dah ngajak lurus... ;)@ faisal: apa yg dimaksud sahih/valid? obyektif kah? di riset ilmu sosial kayaknya ngga ada lagi yang obyektif tuh? selama "rambut sama hitam tapi otak berlainan" kayaknya jangan harap sejarah ada yang otentik...
outobiografi mungkin bisa disebut otentik karena yang nulis ybs, tapi tetep aja akan ada distorsi... baik dari ybs yang memberi interpretasi yang berbeda dengan org lain, atau pembaca yang menginterpretasi lain...
jadi inget waktu ngantar teman ke yk, dia mau cicip gudeg yang otentik... bingung juga nih.. yang mana ya? gudeg bu amat di selokan? gudeg wijilan? gudeg di dekat tugu?... akhirnya malah batal makan gudeg... :(
sorry, mata lagi kena belek... ngga bisa mikir jernih... *ngga nyambung ya*
ikut-ikut... ada yang mau arak bali? atau BM* dari flores? nanti saya belikan sate ikan atau mau digorengkan jagung? hehehe...
@ eL #84: ya, ada laki-laki feminis dan perempuan patriakal... di sini laki-lakinya jenis yang mana ya :p
@ faisal #85: perempuan penganiaya PRT tu perempuan patriakal kali ya...
@ nanto #87: barat dan timur sering dianalog-kan dengan laki-laki dan perempuan... salah satu aliran feminis mengkritik dominasi pembangunan dari barat yang sarat teknologi..
* BM yang asli kalo diBakar Menyala
mungkin maksud ame gini:
misalnya 1 newsletter beratnya 20 gr
kisaran ongkos kirim berat < 1kg = Rp 5 ribu
jadi kalo pesan 4 eksemplar (ke satu alamat) kan ongkos kirim tetap Rp 5 ribu? ini cocok untuk peminat yang bersedia jadi dropping point
cuman, harga Rp 60 ribu/th kan ongkos cetak plus kirim? (kecuali ada sponsor untuk ganti ongkos cetak)... jadi hitungan tadi ngga cocok...
bener ngga?
ya, kalo mau dipisahin harga ganti ongkos cetak dari ongkos kirim sih bisa dihitung ulang... cuman agak ribet...
<harap maklum, ni lagi latihan matematika akhir tahun: harus cetak kalender dan cek ongkos kirim karena budget terbatas, hehehe>
ampun deh, rame bener... sampai ngga nemu nomer urut peminat newsletter nih.. untung ada dahlia...
20. raras
eh, boleh langganan untuk dikirim ke 2 alamat berbeda? ini langganan/ongkos kirim ke luar jawa juga 60 ribu/th?
silakan lanjut hebohnya...
hmmm... gmn kalo kita pilih review buku-buku menarik (hasil review teman2 di sini) untuk ditata secara cantik (supaya siap di print)... lalu kita bisa cetak dan perbanyak untuk dibagikan ke perpus-perpus dan tempat2 baca lain...
lumayan kan... akan ada banyak orang melek buku, meski baru mencicipi reviewnya saja...
ya, modalnya ada yang rela bikinin design & lay out; ada yang tinggal ceplok-ceplok copy paste di template tsb, ada yang ngeprint dan fotocopy (diperbesar kali ya?), dan ada yang beredar u kasi ke perpus2... kayaknya modalnya ngga banyak deh...
setelah offline berhari-hari, lha???? banyak teman berganti "wajah"..
Saya lebih mudah menghapal teman-teman baru dari kombinasi nama dan foto/gambar yang dipakai di profilnya... misalnya roos dengan kopinya (yah, setelah itu ganti2 lagi ya..).. trus amang dengan si kungfu pandanya.. trus nugi dengan snorkelnya.. helvy dengan senyum manisnya.. syl? dulu apa ya... kok berubah? harus cari trik lain untuk ngapalin temen di sini nih? hihihi...
saya hanya 1 kali ganti foto di profil.. karena melototin sayur kayaknya lebih seger deh daripada liat wajah saya... hehehe...
Setuju ama Lely. Pokoknya relakan buku-buku dibuat mainan ama anak.
Widya (16 bulan) terbiasa dengan buku sejak lahir. Waktu saya nyusuin dia (sewaktu dia masih kecilan), saya sambil bacakan buku cerita. Ini sih alasan mak-nya aja biar tetap baca buku... kekekek. setelah itu, ada masa dia gigit kertas dan buku, termasuk merobeknya... jadi perlu dibelikan buku berkertas tebal. Sekarang, dia sering pegang dan buka buku dan komat-kamit pura-pura baca... kekekek... ya, belum kelihatan sih efeknya, karena dia sekarang masih belajar bicara...
ketika ke satu desa di daerah Kefamenanu di TTU (Timor Tengah Utara) beberapa tahun lalu, teman saya Budi (perempuan) "terpaksa" tersipu-sipu ketika orang-orang di salah satu desa bilang: "O... ini Budi yang ada di buku pelajaran kami dulu"...
ya, maklum deh, di sana nama budi bukan nama yang umum... ironis ya?
biasanya mereka mastiin bahwa struk-nya kita bawa (supaya gak dituduh nilep bin klepto..) kan?
di denpasar, ada satu super market lokal, yang justru kasi bonus stiker kalo kita bawa tas sendiri... cuman, kasirnya harus panggil atasannya dulu untuk dapet autorisasi..
halo semua, salam kenal,
saya biasa dipanggil raras. mulai kenal buku dari kecil. buku-buku fantastik di masa kecil saya antara lain winnetou si kepala suku apache, keliling dunianya si jules verne, frankenstein yang mengerikan itu, sherlock holmes dan sobatnya si dokter watson, termasuk bumi manusia (waktu baca ngga tahu kalo dilarang :))...
tentu saja ada masa, seperti yang lain, saya suka baca lima sekawan, pasukan mau tahu, koo ping hoo, trus siapa tuh si jupiter dkk... (wah, memori sudah full nih, ngga bisa ingat!) juga tentu saja si hercule poirotnya agatha christie, tintin, asterix, ...
ada masa juga, ketika jadi baca buku non-fiksi... dan baca buku ketika kuliah (kekekek... yang ini banyakan lupa deh...) dan sekarang ketika harus ngedit...
sekarang, bacaan saya bervariasi antara buku dengan topik isu pertanian berkelanjutan, kesehatan, spiritual, resep makanan batita, cerita/dongeng anak-anak, ...
o ya, mungkin kebanyakan dari teman-teman tidak perlu diingatkan bahwa kutu buku itu menurun... saya dan 2 sodara menjadi kutu buku karena bapak kami selalu baca buku... kini, anak perempuan saya (15 bulan) sedang menjadi kutu buku dengan arti harafiah, alias tukang makan/kunyah buku... kami sering menjulukinya kutu kertas... hehehe...
jadi... bisakah kita prediksi berapa kutu kertas yang lahir dari milis ini?
