Endah's comments
(member since Oct 16, 2008)
Endah's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 351)
hehehe...
eh, tp "ramalanku" ada juga yg tepat, ya : Anne of Green Gables kan terbit sampe 4 jilid tahun ini :D
Waaaak.....
bener nih? Apa perlu ditayangkan khusus di TV-One lagi ihwal "ramalan" buku yg bakal muncul dan ngetren tahun depan? *Ingat Po yang berkeringat*
aku nunggu novel "Pangeran dari Timoer" karya duet Kurnia Effendi dan Iksaka Banu.
Aku juga nunggu terjemahan novel Kazuo Ishiguro yg lain (misalnya, Never Let Me Go atau A Pale View of Hills)
aku baru pulang dan kalap di sana. Borong buku 5 ribuan plus buku bantalnya SGA: NAGABUMI. Diskon 25%. Nggak ku..ku....
Hanya dalam 2 jam (7-9 pm) daku menguras isi dompetku. hu..hu..hu...
Oya, aku beli beberapa buku anak2 utk kusumbangkan ke korban gempa Padang. Ke siapa harus kuberikan? Roos, ya?
Lah, aldo, aku baru tahu kalau tiketnya bisa ditukar minuman. hiks. padahal haus banget tadi.
oh..bayar, ya? Rencanaku mau datang nanti sore. Ah, nggak bawa buku yang utk disumbangkan. ya udah, bayar tiket aja deh. tiketnya bisa ditukar snack ga? :D
aku hanya mampu 1 buku 1 minggu. hihihihi
eh, tp kalau komik Satrapi atau neil geiman, mungkin bisa ya 1 hari 2 :D - atau buku puisi yang tipis2 itu.
<@mbak endah
tapi tetep bagus kaaan? *ngeyel aje..."</i>
Ninus, aku justru suka karakter-karakter dalam buku ini. Mereka tampil wajar. kalau ibarat aktor, akting mereka sangat natural. Mereka sangat hidup justru karena masing-masing memiliki sisi hitam dan putih layaknya manusia biasa.
Yang patut dipuji juga adalah desain kover serta gambar ilustrasi karya ario anindito yang menyertai setiap bab. Keren.
Singkatnya, "Nadira" buku yang bolehlah. Setidaknya mampu mengobati kerinduanku pada karya-karya leila yang pernah sangat kukagumi berpuluh tahun lalu hingga pun hari ini :)
Revie lengkapnya, ntar ya.
sudah kutamatkan "Nadira". Tadinya mau kasih 4 bintang, tp ada yg ngganjal di bab "Sebilah Pisau" yang berkisah ttg Nadira dr angle Kris tapi selanjutnya peran Kris tak pernah ada lagi. Maksud bab itu apa, ya? Apakah utk menggambarkan luka hati Tara yang bagaikan tertikam pisau?
Ditta wrote: "Endah wrote: "Dita, aku mau dong buku apa itu, memasak bersama lilian? itu novel bukan sih?"
iya mba,,,itu novel,,belum dikirim ya dr jogja?///ntar diingetin deh..
@mba indri: iyah,,lagi baca..."
Asyyiiiiiik.....! *joget-joget*
aku selalu menggemari cerpen2 Leila. Yang paling berkesan buatku adalah yg berjudul "Saya dan Apuy". cerpen remaja yg dimuat di majalah Gadis (kalau tidak salah) itu sampai hari ini masih aku ingat.
Lalu ada juga novelanya yang berjudul "Seputih Hari Andra" yang berkisah ttg dua orang gadis kembar.
Pada "Malam Terakhir" Leila sudah meninggalkan cerita2 remajanya. Pada buku ini, cerpen2nya mendewasa dengan tema2 sosial yang kritis.
Dan kini pada "9 dari Nadira", tulisannya lebih matang lagi. So far sih (sampe halaman 103) tidak mengecewakan. Leila masih sanggup menghanyutkanku.
Soalnya itu buku nggak enak dibaca.
Indira wrote: "Kenapa mbak ??
Endah wrote: "aku ga kuat melanjutkan "9 Matahari". Buku mogok."
"
