Ronny's comments
(member since May 07, 2008)
Ronny's comments from the Goodreads Indonesia group.
(showing 1-20 of 925)
terlalu banyak salah paham bisa muncul dari medium komunikasi internet macam ini. kalimat yang ditulis dg maksud bercanda misalnya, bisa terasa menyesakkan karena dibaca dengan intonasi yang berbeda dari maksud penulisnya. belum lagi efek dari mood masing2 pembaca dsb. juga sebaliknya: apa yang serius dianggap sepele. apalagi dalam forum terbuka yang bisa saling menimpali macam ini.ini bukan kasus pertama, dan saya yakin juga tidak akan jadi yang terakhir.
nada gieb memang menyentak, menghardik. tapi semuanya memang bermula dari penafsiran. melihat nada seperti itu panda (dan indri) mengira itu bukan satu kesatuan dari tulisan2 sebelumnya yang terkesan 'bercengkerama'. tapi di dunia sastra tidak sedikit memang ketegangan2 puitis ditampilkan dg menimbulkan kontras2 macam itu.
jadi kawan2, kita sama2 belajar. terserah masing2 untuk menilai puisi gieb dan semua tulisan yang ada di thread ini. saya pribadi tidak suka dengan "Sumpal" (dengan alasan yang berbeda dg Ceu Berlian), tapi hak semua member GRI untuk terus mengisi thread yang dirintis oleh Dahlia ini.
jadi, lanjuut..
belum ada. yang tahu aja juga jarang :D terjemahan inggrisnya juga masih langka di toko-toko buku sini. aku belum pernah baca karyanya utuh, cuma tahu sepenggal2 dari kajian ini: Body and Narrative in Contemporary Literatures in German Herta Muller, Libuse Monikova, and Kerstin Henselbtw, dia bukan penulis jerman sebenernya, tapi penulis Rumania yang memakai bahasa Jerman, sama seperti Kafka, penulis Ceko yang memakai bahasa Jerman
Penerbit Antipasti mengundang Anda menghadiri peluncuran buku 100 Kata Kumpulan Cerita 100 Kata
Minggu, 29 November 2009, 15.00-17.00
ak.'sa.ra bookstore
Jl. Kemang Raya 8B
Jakarta Selatan
moderator: Rosmi Julitasari (Goodreads Indonesia)
pembicara: Damhuri Muhammad (cerpenis dan esais)
serta para penulis 100Kata
pendapatku mirip dengan Amang, namun "unik" dalam Amang aku istilahkan sebagai "bernuansa curhat" hehe..artinya gini, sebelum ada thread ini pun aku sering menelisik review2 yang banyak disukai dan menyimpulkan bahwa orang emang suka review yg ada pengalaman pribadinya, jadi bukan murni review buku seperti di NYRB atau LRB. ini sah2 saja, karena goodreads aku pikir emang tujuannya seperti itu: bisa membaca kenapa seseorang suka/tidak suka buku yang ini atau itu, selugu secerdas sekonyol sengawur apapun alasannya. artinya, subyektivitas disukai di sini.
sepertinya lomba2 seperti itu memberi hadiah untuk artikel/cerpen/tulisan pendek ya, bukan buku utuh.
setuju sekali, fem.* Hadiah Sastra Rancage, untuk sastra berbahasa daerah
* Penghargaan Sastra Pusat Bahasa
* Penghargaan Sastra Indonesia, diadakan di Yogyakarta
* ada juga Penghargaan Bahasa dan Sastra yang diberikan Depdiknas tiap bulan Bahasa, tapi ga tahu nama resminya apa
