Tyas Tyas's comments (member since Aug 27, 2008)


Tyas's comments from the Goodreads Indonesia group.

(showing 1-20 of 61)
« previous 1 3 4

4 days ago, 11:25PM

345 Walah... masa ga ada salinannya? Jangan-jangan masih ditik tangan..
345 Eh, ntar kalo mau promosi buku kita yang baru terbit di mana? Boleh buat thread baru lagi?
345 Maaf aku telat tahu, turut berduka cita ya...
Aku lihat beritanya di Kompas, tapi sama sekali enggak tahu itu kakaknya Amang.
345 Kenapa belum ada yang nerbitin Lord of the Flies ya? Padahal itu salah satu 'bacaan wajib'
345 Turut prihatin, condolences untuk semua yang berduka...

Itu para teroris memang tidak berpendidikan, ga suka baca buku bermutu, sukanya baca bacaan penghasut doang.

Hati-hati ya semua...

@Meita MU sih harusnya di Ritz Carlton PP. JW Marriott tempat timnas Indonesia.
345 Saya suka pusing baca terjemahan buku agama. Bukan tambah ngerti, tambah bingung.
345 GUE GA BISA DATANG KENA GANGGUAN PENCERNAAN HUUUUUUUUUUUUU MAAAAAAAAAAAAAAAFFFFFFFFFFFFFFFF T__________________T
345 oya euy lupa bilang, aku juga udah jadi librarian
345 Hmmm... oke. Tapi bagus juga si Jeanette itu. Saya jadi kepikiran, bagaimana kalau kita lakukan analisis kelas pada buku Beauty for Sale ini? Apa yang kira-kira bakal kita dapat? Bahwa kelas atas adalah kelompok orang yang kerjanya foya-foya, mikir syahwat melulu, mikirin dandan, pembicaraannya ga mutu alias hanya berkisar soal benda-benda mewah dan jalan-jalan buat beli barang palsu di luar negeri... ah sudah deh, sebetulnya ga sampai segitu pun ada satu alasan mengapa buku ini tidak pantas dapat pujian setinggi langit.

CARA PENULISANNYA SANGAT JELEK.

Sebetulnya mau tentang apa pun buku Anda, bisa menjadi satire yang menggugah, menawarkan informasi yang menarik tentang kelompok masyarakat yang disorot, mengajak kita merenung, dan lain sebagainya. (Buku-buku Fitzgerald misalnya, yang kerap menyoroti kaum berduit tahun 1920-an yang gemar foya-foya dsb.)

ASAL DITULIS DENGAN BAIK.

Saya juga jadi bertanya-tanya kualitas ulasan buku oleh majalah-majalah yang disebut di atas situ. Sekadar pesanan atau bagaimana ya?
345 apa-apaan sih kalian ini? LOL
345 @Adiprasatya Makanya gue lebih banyak main game RPG-nya ATLUS dari seri Megami Tensei karena jalan ceritanya yang beda :P (loh, jadi ngomongin RPG! hahahaha)
345 @James Itu dia!! Thanks James :)
345 Hmmm... aku bisa nyaranin sejumlah buku ini sih kalo mau belajar tentang fantasi:

http://www.goodreads.com/book/show/44438...

http://www.goodreads.com/book/show/62889...

Kalo soal genre memang kerap rada susah. Dr Jekyll and Mr Hyde serta Frankenstein juga digolongkan novel gothik dan (uncanny) fantasy.

@Po iya jangan ngeri dong, ngiler-ngiler aja hehehehehe

@Theresia kayaknya sering lihat kok novel Charmed di Kino...
345 @Lutfi .....salin sinar.... ya ampun, manusia mana yang ngomong begitu. Rasanya kita ngomongnya "fotokopi".
Sepertinya Ephi pernah terguling-guling ketawa soal Acang. Tapi kalo ratron lumayan keren sih....
345 Wah, thanks Rika atas klarifikasinya. Hmmmm jadi memang wartawan-wartawan ini sering kali salah tangkap sekali ya... gaswat gaswat. Jadi Pak Bambang ini justru sebenarnya berpikir: Kenapa Pusat Bahasa memaksakan kata-kata yang tidak lazim dipakai orang (malah tidak ada orang hidup yang memakainya)untuk dimasukkan dalam KBBI, begitu ya?

Ah ya, kamus Oxford yang utama juga tidak terlalu sering diperbaharui. Kata-kata baru diterbitkan dalam edisi - ah saya lupa namanya - lampiran, annex, atau apa lah.
345 nanto wrote: "soal beda edisi ada beda ejaan dari lema yang sama gimana?"

Aku pernah menghadiri kuliah bahasa Indonesia Pak Jos Parera. Dia dengan lugas dan tegas bilang, "Yang dianggap benar oleh KBBI itu ya tergantung siapa yang lagi jadi bagian tim penyusunnya." Makanya edisi dua beda, edisi tiga beda... Apa standar ejaan yang ini lebih benar dari yang lain? Kadang-kadang tidak jelas.

Ajip Rosjidi pernah protes keras pada salah satu penerbit kita karena ngotot menggunakan 'mem-' sebagai bentuk 'me+p', bukan 'mem+p'. Padahal menurut Ajip, toh yang dipergunakan oleh masyarakat banyak adalah 'mem+p'. Mengapa apa yang digunakan orang banyak dibilang salah hanya karena sebagian 'ahli bahasa' (kata Steven Pinker: 'languange maven - maven schmaven!') bilang 'Yang betul ini harusnya begini loh'.
Ayu Utami juga pernah menulis kritik sejenis ini.

Dan, ampun deh, saya baru baca kolom bahasa di TEMPO yang bilang lirik lagu 'Bagimu Negeri' itu harusnya diganti karena telah menyebarkan kekacauan berbahasa. "Padamu itu tidak baku. Seharusnya 'kepadamu negeri', bukan 'padamu negeri'!"

Seorang teman (orang luar negeri, yang kebetulan jago berbahasa Indonesia) bahkan pernah bilang, "Tugas Pusat Bahasa itu diam saja dan mencatat."

Fuh... fuh... *kipas-kipas* cape menumpahkan uneg-uneg.
345 Hmmm... tergantung tujuan pembuatan kamusnya. Kalau kita baca kisah di balik pembuatan kamus Oxford, tujuan pembuatannya adalah mencatat semua kata yang pernah dan sedang digunakan dalam bahasa Inggris, dari berbagai dialek, dengan semua pengertian yang ada.

Tapi Oxford juga merilis versi-versi yang lebih ringkas dan lebih kekinian untuk penggunaan sehari-hari, untuk penggunaan bahasa Inggris secara umum dan dimengerti di sebagian besar tempat, yang selalu di-update. Dengan demikian, dokumentasi bahasa Inggris menjadi sangat baik dan lengkap. Kata slang pun tercatat.

Sebenarnya cara ini bisa ditiru para pembuat KBBI. Saya justru agak menyayangkan pendapat Pak Bambang bahwa kamus itu menjadi bernilai tinggi jika hanya memasukkan kata yang benar-benar terpilih. Siapa yang berhak memilih? Siapa yang berhak berkata bahwa kata yang ini lebih berbobot daripada yang lain? Mana yang lebih berbobot, kata 'mangkus' yang jarang dipakai atau kata 'efektif' yang banyak dipakai dan dimengerti masyarakat luas?
345 @Femmy Hehehe saya juga suka X-Files. Tapi kalo uncanny fantasy itu biasanya nggak memberi penjelasan soal fenomena aneh. Yang lebih penting adalah efek yang dirasakan pembaca setelah membacanya. Jadi ga perlu tanya-tanya "Ih kok bisa gini sihhhh?"
Misalnya, Dr Jekyll and Mr Hyde, karya-karya Lovecraft, yang gitu-gitu deh.

Hmmm mungkin saya memang belum terlalu 'well-versed' di dunia high-fantasy. Habisnya yang sering saya temukan ceritanya masih seputar a boy-destined to do something-tries to learn his way-meets friends along the way-find his true power-fights evil-wins. Jadi suka agak malas :) Makanya saya juga selalu nyengir senang kalo bisa nemu high-fantasy yang nggak mengikuti pola itu.

Saya belum selesai baca semua LoTR, tapi perhatian saya memang lebih pada bahasanya yang enak dibaca dan melambungkan daya khayal. :)
345 Ah sial kelewatan... BTW, Jos Parera udah mulai protes beberapa aran KBBI baru ini nih... hehehehe
345 @Po iyaaaa maaf Po daku sempat menghilang lama... Insya Allah ikut deh kegiatan2 GRI berikutnya...
« previous 1 3 4