Cahyo’s review of Di Bawah Lindungan Ka'bah > Likes and Comments

1 like · like
Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)    post a comment »
dateDown_arrow    newest »

message 1: by nanto (new)

nanto Mas Cahyo, saya nanya maksud mas di bagian ini, "Ini novel yang bagus, tapi ya; menyebalkan sekali betapa tokoh protagonisnya tak mampu berbuat apa-apa, kecuali menangis terguguk di depan Ka'bah. Dan melarikan diri dari kenyataan. Damn! Itu mengapa gue nggak pernah suka dengan novel ini; walau cukup terkesima melihat kemampuan HAMKA untuk menuliskan semuanya hanya dalam jumlah halaman yang sesingkat itu." Kalo "nggak pernah suka" kok bisa nulis review panjang? Ini benci untuk mencinta apa? Mungkinkah hanya sebal dengan fatalisme si tokoh protagonis? hingga menangis terguguk hehehe nice phrase anyway (soalnya belum pernah liat guguk nangis hehe)

Btw, dapat buku ini dimanakah? I think this is the main point of my comment.

salam kenal

Nant'S


message 2: by Cahyo (new)

Cahyo Hey, kalau nggak suka, bukan berarti gue harus bilang jelek kan?

Karena, walau sama2 subyektif sifatnya; "suka vs tidak suka" maupun "bagus vs jelek" memiliki standar nilainya masing2. Di mana "menyukai" adalah sesuatu yg lebih pribadi sifatnya dan terkadang tak dapat dijabarkan secara terperinci, dengan adagium sentral adalah "pokoknya, titik!"; sementara "bagus (atau jelek) merupakan hasil dari pemikiran yg argumentatif sifatnya, dan, tentunya, dapat diperdebatkan.

Btw, thanks for your question! :-)

PS:
Novel ini dibelikan orang tua gue saat gue masih duduk di bangku kelas 3 SD. Jadi gue nggak tahu di mana (sekarang) lo bisa mencarinya. Udah coba google atau inibuku.com?



back to top