Δx Δp ≥ ½ ħ 's review of Extremely Loud and Incredibly Close > Likes and Comments

13 likes · like
Comments (showing 1-50 of 58) (58 new)    post a comment »

message 1: by viki (new)

viki hmmmmm......nyari dmn yah buku inih?


 Δx Δp ≥ ½ ħ di toko buku atuh :P


message 3: by viki (new)

viki toko buku mah banyak.....di gramed ada kan ya?


 Δx Δp ≥ ½ ħ ada. eh, di RB Bandung diskon 30% lho... hehe


message 5: by nila (new)

nila iya, sy juga suka terganggu dgn bahasa atau pemikiran seorang tokoh dlm. buku, yg tdk sesuai dgn latar belakangnya. Seperti '11 menit'nya coelho, seorang pelacur tamatan sma bisa sangat arif bijaksana ttg hidup. Tp sy suka nutup mata utk yg satu itu kalo ceritanya bagus ;)


 Δx Δp ≥ ½ ħ saia sih ga keberatan dg bahsa dan pemikian tokoh. tapi kalo tokohnya anak kecil tapi ngomongnya ngelantur kemana-mana, yah males juga. buku ini, seperti buku Bright Angel Time-nya Martha McPhee, sama2 ttg anak kecil sotoy, dan saia gak suka keduanya.

coba bandingkan dg bukunya Haddon, sangat kentara bgt bedanya. meski tokohnya sama-sama anak kecil, tapi dia sangat teliti dlm mengeluarkan jalan pikiran si tokoh. sangat natural. beda dg 2 novel yg saia sebutkan di atas :)


message 7: by nila (new)

nila iya bener, harus natural, disesuaikan dgn tokohnya. anak2 'berbahasa' anak2, orang lugu dr desa, berbahasa sesuai dgn latar belakangnya, tp. isi pembicaraannya /pemikirannya bisa diterjemahkan lebih jauh oleh pembacanya.


 Δx Δp ≥ ½ ħ yep. tepat!

si penulis tampaknya lupa kalo tokohnya berusia 9 tahun


message 9: by "Mhd Haikal" (new)

"Mhd Haikal" Wei pembahasan yang sangat menarik nie... Walaupun sebenarnya anak kelas 3 SD berbicara listrik dan air terjun mustahil hehehe... sepertinya anak tersebut melupakan bahwa dirinya masih SD...

ada satu paragraf yang perlu saya koreksi:
"jadi, kata teman saia yg mengatakan bahwa "buku ini aneh cocok utk org aneh" harus direvisi. toh saia tak suka buku ini (bukan tak suka, tepatnya "tak mengesankan" saia). jadi bagaimana bisa buku ini ratingnya tinggi? itu artinya, utk pertama kalinya, bukan saia yg aneh. tapi org lain"

Selayaknya coklak tidak bisa menikmati coklat, atau pria tidak bisa menikmati pria... begitu juga dengan buku aneh tidak bisa dinikmati oleh orang aneh hehehe... Sehingga perkataan 'bukan saia yang aneh' tidak tepat, bukankah yang benar 'ini menunjukkan kalau saia benar aneh'

Bener ngga sie? :D


message 10: by Nanny (new)

Nanny SA Mhd Haikal wrote: .. Selayaknya coklak tidak bisa menikmati coklat, atau pria tidak bisa menikmati pria... begitu juga dengan buku aneh tidak bisa dinikmati oleh orang aneh hehehe... Sehingga perkataan 'bukan saia yang aneh' tidak tepat, bukankah yang benar 'ini menunjukkan kalau saia benar aneh'

Bener ngga sie? :D
"


sepertinya bener....:))


message 11: by indri (last edited Jun 03, 2010 09:29AM) (new)

indri Tapi tetap saja saia suka sewot saat pas YM-an sebulan yg lalu teman geng baca saia mengatakan, "Hi, kaw harus baca buku Extremely Loud and Incredibly Close. Buku unik dan aneh. Tokohnya seorang anak kecil aneh. cocok buat orang 'aneh' kayak kamu." Maksut loe?!

itu bukan saya kan?? alasan pertama, emang kita se-geng??
wahh, hari gini masih maen geng-gengan??
kedua, gw gak pernah ngatain orang lain itu aneh.
yah jelaslah itu bukan gw, ahahahaa..

tapi gw rada curiga, karena gw salah satu teman lo yang baca buku ini terjemahannya pertama-tama, makanya gw kirain temen YM itu gw, ahaha, geer.

oh iya, tapi gw pengen elo baca buku ini karena, 'sudahkah kau pecahkan misteri angka-angka tersebut??'


message 12: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee
PS:
ngomong-ngommong ttg kunci dan "keanehan", saia pernah bertanya pada seorang pegawai toko Circle K. spt anda tau, toko ini buka 24 jam, 365 hari dalam setahun. artinya, toko ini tak pernah dikunci, ditutup, selalu terbuka. anehnya, saia dikatakan 'aneh' oleh teman saia saat saia bertanya pada si pegawai toko, "Apakah toko ini memiliki dan perlu kunci?"


wekz!


message 13: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee kaw => "Ababil" ya, mba Rini?

*kabur ah..*


message 14: by Nenangs (new)

Nenangs "jadi, kata teman saia yg mengatakan bahwa "buku ini aneh cocok utk org aneh" harus direvisi. toh saia tak suka buku ini (bukan tak suka, tepatnya "tak mengesankan" saia). jadi bagaimana bisa buku ini ratingnya tinggi? itu artinya, utk pertama kalinya, bukan saia yg aneh. tapi org lain"

ahahahaa....
you know, my friend, in the universe of geeks, the normal person is the geek.
intinya: tetep aja elo yang aneh, bukan orang lain...ahahahaha...:D


message 15: by Nenangs (new)

Nenangs ngomong2, berapa bintang kaw kasih untuk laskar pelangi? :D


 Δx Δp ≥ ½ ħ @Mas Haikal: spt ditulis di review, saia bukannya gak suka buku ini, cuma tak berhasil membuat saia terkesan.
ide ceritanya, well, saia pernah beberapa kali menemukannya.
gaya penceritaan? jelas juga bukan yg pertama kali (palagi saia keberatan dg tipe penceritaan yg terlalu "sok tahu" itu). dan spt saia bilang, si Foer sepertinya lupa kalau dia menulis sebuah cerita dg tokoh anak berumur 9 tahun.

terus, andalan lain buku ini adalah tipografi yg menarik. menaraik dan unik sebenarnya. tapi sayang, saia pernah menemukan tipografi lain yg unik, pengarang kita, Danarto, jauh2 hari sudah menulis kumpulan cerpennya yg berjudul Adam Makrifat dg tipografi aneh spt ini

dan tipografi di buku ini, yg alih-alih bisa menimbulkan multitafsir spt di buku Danarto (dan buku lain yg tipografinya unik), setelah saia cek di Gugel, nyaris tak ada "pesan" apa-apa. palagi teka-teki, tak ada

hehe.. masalah selera kali yah. soalnya ekspektasi yg saia harapkan saat membaca buku ini, agak meleset juga :)


dan mengenai fenomena air terjun-muatan listrik, saia bisa menemukannya di buku ttg fenome alam yg berkaitan dg listrik gituh. judul ma pengarang lupa. di rumah ada bukunya :)


 Δx Δp ≥ ½ ħ @Squid: bukan situh yg rekomenin kok, lagian kan kita gak YM-an :)

biasa, temen yg dulu minjemin buku Love Comes Softly ituh. haduh.. jd keingetan, buku Love's Enduring Promise-nya belum dibaca. heuheu

dan mngenai teka-teki angka.... hehe... saia mu nanya ke Mas Haikal deh, itu angka ditulis tepat sama dg yg edisi inggrisnya?

soalnya spt saia bilang Squid, angka2 itu "cuma diletakkan begitu saja" tanpa pesan/teka-teki :(


 Δx Δp ≥ ½ ħ @Didit: mang knp? daripada situh gak tau kan jawabannya? hayo, tau ga, apa toko Circle K punya kunci? *grin*

@Teh Rini: kenapa Teh?

@Petrik: haha... soalnya masalah "keanehan" yg dipake adalah "kemayoritasan" yah?

LP? euh... saia ngasih bintang berapa yah? 2 atau 3 ga salah. jelas ga akan 4 apalagi 5 *ngecek ah, takut salah bintang*

LP seh masih mending, drpd MK T_T


message 19: by Rhea (new)

Rhea PS:
ngomong-ngommong ttg kunci dan "keanehan", saia pernah bertanya pada seorang pegawai toko Circle K. spt anda tau, toko ini buka 24 jam, 365 hari dalam setahun. artinya, toko ini tak pernah dikunci, ditutup, selalu terbuka. anehnya, saia dikatakan 'aneh' oleh teman saia saat saia bertanya pada si pegawai toko, "Apakah toko ini memiliki dan perlu kunci?"


ya perlu kunci lah, kunci kotak kasir buat uang :P


 Δx Δp ≥ ½ ħ @Teh Rini:hehe.. saia gak mempromosikan, kan cuma ngasih saran :D
kurang afdol jika baca buku fantasi tp melewatkan HP

@Rhea:maksud saia, kunci pintu, bukan kunci kas :)


message 21: by Coqueline (new)

Coqueline Komen dikit ah tentang tokoh Oscar yg dibilang kurang lugu. Padahal anak jaman sekarang umur 9 taun, apalagi tinggal di kota besar, kayaknya dikit banget yg lugu. Beda kalo umur 5-6.

Kalau mau melihat tokoh Oscar dari sudut pandang Foer kudu melihat demografi darimana si Oscar ini berasal. Oscar ini merupakan anak tunggal dari orang tua menengah ke atas yg tinggal di daerah elit di New York , dari orang tua berpendidikan tinggi, yg bisa diidentifikasi dengan istilah 'yuppie'. Tokoh Oscar ini justru merupakan penggambaran hasil parenting tipikal keluarga Amerika demografi ini. Anak2 dari keluarga model begini, jamak banget menghasilkan anak2 yg hypereducated, diperlakukan sebagai orang dewasa kecil, tapi di lain pihak juga sedikit di-over protected sebagai akibat paranoia tipikal keluarga berada. Hasilnya, Oscar yg digambarkan cerdas (walaupun sedikit sok tau), observant, mandiri, percaya diri, tapi di lain pihak juga lumayan paranoid dan obsessive compulsive (gak akan aneh kalo digambarkan si Oscar ini udah punya psychiatrist sendiri) ini justru smack dab believable. Waktu gue baca buku ini, justru gue bisa membayangkan beberapa temen Amerika gue waktu kecil... hehehe

Jangan membandingkan tokoh Oscar dengan misalnya Anne of Green Gables, atau tokoh2 anak2 literatur klasik. Tokoh Oscar ini paling bagus dibandingkan sama film 'Uptown Girls' yg diperani Dakota Fanning, atau tokoh nyata Jonathan Krohn (saya rekomendasikan di-Google).


message 22: by "Mhd Haikal" (new)

"Mhd Haikal" Yups, siapa lagi yang mengatakan kalau 'Sprange Ben Lend Splotches Abruptly' <-- ini qui atau bukan sie) aneh... terutama dalam komen2nya... :D


 Δx Δp ≥ ½ ħ Bingo! [image error]

biasanya, kalo iseng, saia suka bikin ripiyu dobel, satu di GR, satu d MP. yg di MP biasanya lebih panjang dan detail. dan kebetulan pas buku ini saia bikin 2 ripiyu.

ok, saia bukan bermaksud menjelek2an ni buku, tp saia merasa kekuarangan Foer di buku ini terlalu banyak

kejadian penyebab ayahnya meninggal, saia merasa itu cuma sbg tempealan saja. terlepas apa latar pendidikan Oscar, sangat kentara kalo yg menjadi pemain utama di novel ini adalah si Foer, bukan Oscar

kenapa? karena utk ukuran anak2 9 tahun yg hidup di Amrik, si penulis sepertinya lupa kalo si anak mestinya menggemari serial kartun dr Nicklodeon seperti Rugrats, Spongebob Squarepants, atau Jimmy Neutron. tapi Foer melupakan itu. satu2nya tokoh yg muncul malah The Beatles. whoaaa.. apakah dia melupakan Eminem?

utk ukuran anak kecil yg hidup di era iPod, referensi musisi yg disebut cuma The Beatles? anak kecil? 9 tahun? warga New York?

saia gak bilang tokoh Oscar harus mencontoh literatur klasik (toh di review saia ga nyebutin buku2 klasik malah). cuma, yah, kalo nyiptain tokoh, ituh yg wajar dong. jangan menciptakan tokoh orang ketiga, tapi isinya orang pertama (si penulis)

itu sedikit saja yg membuat saia keberatan ma buku ini :)

@Mas Haikal: mana komen saia yg aneh?


message 24: by Wirotomo (last edited Sep 18, 2012 08:22PM) (new)

Wirotomo Nofamilyname Sekarang Circle K pintunya tidak ada lubang kuncinya (ini pengamatan teman saya, yang saya sendiri malah belum ngecek).
Tapi dulu, saat Circle K belum sebanyak sekarang, mestinya mereka punya pintu yang berlubang kunci, karena dari economies of scale, harga pintu dengan lubang kunci tentu lebih murah dibanding jika kita minta khusus dibuatkan pintu tanpa lubang kunci. Maka walau sebenarnya tidak diperlukan kunci karena mereka buka 24 jam sehari, tetap saja mending beli pintu berlubang kunci.

Disamping itu untuk keperluan berjaga-jaga atas kemungkinan bencana alam (force majeure), kerusuhan, dsb dimana kemungkinan mereka harus meninggalkan toko, akan lebih aman jika pintunya dibikin berlubang kunci walau jarang digunakan dan probabilitasnya kecil terjadi.


Btw orang yg pendiam tidak akan mengagumi orang pendiam, buat apa, "gue juga bisa" kata dia. jadi wajar juga kalau orang aneh tidak suka yang aneh. dan wajar juga kalau kamu yg aneh, tidak suka sama cerita aneh, Qui, hahaha....

Tp bener Qui, kamu itu jenius kok, walau agak suka menunjukkan hal tersebut, yang wajar tentu saja. Orang harus bisa menjual dirinya dong. Karena itu kelebihan utamamu hahaha... eh enggak deng kamu kan juga taat dan beriman ya, dan baik hati karena masih mau mencarikan buku buat teman2mu. :-)

Aku jadi inget sobatku, mantan teman kost (lulusan ITB juga, IF 94). Mengenai dia, aku cuma bisa bilang, dia memang orang aneh. itu saja. nggak ada alasan lain. Tapi menyenangkan kok punya sahabat aneh. ada hal baru yg bisa dinikmati dalam pertemanan itu. dan orangnya juga baik dan pintar kok, cuma ya memang aneh aja. hahaha.


message 25: by indri (new)

indri kata mas tomo : Tapi menyenangkan kok punya sahabat aneh. ada hal baru yg bisa dinikmati dalam pertemanan itu. dan orangnya juga baik dan pintar kok, cuma ya memang aneh aja. hahaha

setuju mas. kenapa yah aku banyak berteman dengan orang2 seperti ini? setiap orang punya keanehan masing2 koq.. berteman dengan mereka asyik2 aja tuh..
kl gw ketemu anak kayak oscar, kayaknya bakal taktemenin. anak ini punya trauma terpendam makanya dia bisa dewasa sebelum waktunya..
dan apakah gw aneh juga?? hahayy..


message 26: by Echy (new)

Echy Rosalia suka bos ma repiu mu yang mbulet ngurusin circle K punya kunci apa ga, ckckckckck!
warnet 24 jam aja punya kunci, cicle K punya kunci lah, tapi palingan masih belum pernah di pake *ngelantur juga* ^^

btw, yip, kalo kaw dbilang aneh mah salah! tapi bawel.... xixixixixi. buktinya, ngelantur aja sedemikian panjang... *ngelirik repiu*

tapi.. tapi... tapi...
seneng bisa se-geng ma kamyuuuuu... *huge* ^_______^


 Δx Δp ≥ ½ ħ @ Bung Tomo: ini komennya masuk kategori pujian atau apah? T_T

@Squid : nambah lagi hal yg membuat saia tak terkesan ma si Oscar. dia kan diceritakan bersifat antisosial. lalu kenapa pas dia menemui org2 buat nyari kunci dia langsung berakrab ria dg org2 yg pertama kali ditemuinya?

@Echy : hehe.. saia dulu mikirnya simpel ajah. kan yg bikin Circle K tuh org bisnis. mereka pasti memperhitungkan segala hal ttg keekonomian. jelas kalo membeli kunci ituh bakal menambah biaya proyek. padahal kuncinya pun jelas gak akan pernah kepake. (bahkan mungkin mereka sendiri lupa nyimpan kuncinya dimana). jadi, "wajar" kan jika saia tanya ke si penjaganya, apa toko ini tetap nekat punya kunci? :P


message 28: by Jimmy (new)

Jimmy toko ini buka 24 jam, 365 hari dalam setahun. artinya, toko ini tak pernah dikunci, ditutup, selalu terbuka

Toko itu tidak selalu terbuka, tapi selalu beroperasi. Pintunya tidak selalu terbuka, tapi tertutup meski tidak dikunci

Apakah toko ini memiliki dan perlu kunci pintu?
Ya perlu lah, kalo terjadi kerusuhan dan penjarahan.

*ikutan berkomentar aneh*


message 29: by Felis (last edited Jun 09, 2010 08:18AM) (new)

Felis kenapa? karena utk ukuran anak2 9 tahun yg hidup di Amrik, si penulis sepertinya lupa kalo si anak mestinya menggemari serial kartun dr Nicklodeon seperti Rugrats, Spongebob Squarepants, atau Jimmy Neutron. tapi Foer melupakan itu. satu2nya tokoh yg muncul malah The Beatles. whoaaa.. apakah dia melupakan Eminem?..."

Ehem, tergantung lingkungan rumah dan sekolah Qui, ngga bisa semua anak dianggap menggemari kartun. Gimana kalau ortunya ngga mau punya TV? Trus, gimana juga kalau jenis musik yang dimainin di rumahnya juga jenis musik tertentu?

Pengaruh temen? tergantung, kalau dikirimnya ke sekolah montessori yang isinya sekelas cuma 10 org dan individualitas sangat dianjurkan, bisa loh anak umur 9 thn senengnya Beatles bukan Justin Beiber, dan mungkin ngga ngeh sama yg namanya spongebob :-P dan ngga peduli apa yang temennya seneng.

PS: anak saya ngga ngeh sama yg namanya kartun-kartun Nicklodeon loh ;-)BTW, saya pernah loh ketemu anak umur 9 thn yang berdebat dengan ibunya perkara dia pengen jadi vegan karena menurut dia itu masalah etik...dan background si anak mirip-mirip dengan si oscar, highly educated parents dan dari kecil udah diperlakukan seperti org dewasa (misalnya ikutan dinner party yg diselenggarain ortunya)


message 30: by Echy (new)

Echy Rosalia hmm... ada yang kenal ma pemilik circle K g?? *teriak2 pake mic*

deuh....


message 31: by Weni (new)

Weni Wirotomo wrote: "Aku jadi inget sobatku, mantan teman kost (lulusan ITB juga, IF 94). Mengenai dia, aku cuma bisa bilang, dia memang orang aneh. Tapi menyenangkan kok punya sahabat aneh."

tapi gak semua lulusan sana aneh spt temenmu dan Qui lho ya.... hahaha...


message 32: by Coqueline (last edited Jun 09, 2010 11:32AM) (new)

Coqueline ok, saia bukan bermaksud menjelek2an ni buku, tp saia merasa kekuarangan Foer di buku ini terlalu banyak

kejadian penyebab ayahnya meninggal, saia merasa itu cuma sbg tempealan saja. terlepas apa latar pendidikan Oscar, sangat kentara kalo yg menjadi pemain utama di novel ini adalah si Foer, bukan Oscar


Penyebab ayahnya meninggal emang bukan tema utama buku ini. Yg jadi tema utama ini adalah bagaimana si Oscar mencoba menalari meninggalnya ayahnya. Justru disini gue melihat keluguan Oscar sebagai anak2. Hanya optimisme khas anak2 yg mampu menyimpulkan sesuatu yg trivial seperti menemukan sebuah kunci gak sengaja, lalu dengan determinasi baja merasa kalau kunci ini akan menemukan penjelasan akan kematian ayahnya. It's a book about griefing, not about death itself.

Sebagai penulis gue rasa sah sah aja kalau mendasarkan karakter utama buku dengan diri sendiri. Buku2 Foer yg lain juga karakter utamanya mengingatkan ke pengarangnya kok (i.e. Everything is Illuminated).

kenapa? karena utk ukuran anak2 9 tahun yg hidup di Amrik, si penulis sepertinya lupa kalo si anak mestinya menggemari serial kartun dr Nicklodeon seperti Rugrats, Spongebob Squarepants, atau Jimmy Neutron. tapi Foer melupakan itu. satu2nya tokoh yg muncul malah The Beatles. whoaaa.. apakah dia melupakan Eminem?

utk ukuran anak kecil yg hidup di era iPod, referensi musisi yg disebut cuma The Beatles? anak kecil? 9 tahun? warga New York?


Kenapa mestinya?

Masyarakat Amerika itu bisa dibilang sangat terpilah demografinya. Antara komunitas dengan ras, agama, kelas ekonomi, dan urbanisasi yg berbeda2, masing2 punya living habit sendiri2 yg susah berbaur.

Kalau tokoh utamanya bocah kulit hitam yg tinggal di daerah sosio-ekonomi bawah, penggambaran Oscar emang gak cocok, dan karakter yg seneng nonton kartun dan dengerin musik rap lebih pas. Tapi Oscar ini berasal dari keluarga Yahudi kulit putih menengah ke atas. This is the posh class of society. Dan dalam demografi ini justru ga aneh ada anak2 yg dibesarkan tidak dengan TV, dan punya selera musik yg lebih dekat dengan orang tuanya dibanding teman2 sebaya (plus ingat, Oscar ini digambarkan pribadi yg introvert, ga punya kehidupan sosial yg aktif dengan teman2 sebaya).

Gue yg ga besar dalam lingkungan begini aja, waktu gue kecil gue demennya dengerin Frank Sinatra dibanding NKOTB... hehehe (sampai hari ini gue lebih seneng musik2 taun 60-70an dibanding 80-an jaman gue mulai abg) Ga semua anak seneng mengikuti trend.

PS: Di setting taun cerita buku ini, iPod belom beredar marak loh, bisa dibilang jaman iPod baru aja akan mulai.

saia gak bilang tokoh Oscar harus mencontoh literatur klasik (toh di review saia ga nyebutin buku2 klasik malah). cuma, yah, kalo nyiptain tokoh, ituh yg wajar dong. jangan menciptakan tokoh orang ketiga, tapi isinya orang pertama (si penulis)

itu sedikit saja yg membuat saia keberatan ma buku ini :)


Anda emang ga membandingkan langsung tokoh Oscar dengan tokoh literatur klasik, tapi tokoh anak umur 9 taun yg ada di kepala anda sepertinya lebih condong ke penggambaran anak stereotipikal yg lebih banyak ditemui di literatur klasik.

Menurut gue si Oscar ini tokoh yg wajar, karena gue tau orang2 yg membesarkan anaknya model begini, dan gue tau bener2 ada dan banyak anak2 seperti Oscar ini.
Banyak anak2 yg seneng merasa dirinya lebih dewasa dibanding temen sebayanya, dan anak2 model begini biasanya gak bakalan perduli dengan trend yg beredar di antara temen2nya (ingat diri anda sendiri waktu kecil?).


message 33: by Idle Hippo (new)

Idle Hippo Weni wrote: "tapi gak semua lulusan sana aneh spt temenmu dan Qui lho ya.... hahaha... "

baiklah kalo begitu, si kuwi memang aneh orangna
:D


message 34: by Nenangs (new)

Nenangs Echy wrote: "tapi.. tapi... tapi...
seneng bisa se-geng ma kamyuuuuu... *huge* ^_______^ "


beneran si qui sekarang huge (gede banget)?
*membayangkan qui nelen drum*


message 35: by Nenangs (new)

Nenangs Weni wrote: "Wirotomo wrote: "Aku jadi inget sobatku, mantan teman kost (lulusan ITB juga, IF 94). Mengenai dia, aku cuma bisa bilang, dia memang orang aneh. Tapi menyenangkan kok punya sahabat aneh."

tapi gak semua lulusan sana aneh spt temenmu dan Qui lho ya.... hahaha... "


percayalah, kalo itu if, apalagi 94, semua aneh.
wakakaka


message 36: by Nenangs (new)

Nenangs *takjub sama pembahasan qui vs coque*

wah...gue beli buku ini kemaren cuma buat hadiah...musti beli satu lagi nih, buat diri sendiri...ihihihi....


message 37: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar apakah nenangs merasa punya potensi jadi orang aneh juga?
*nyumbang saran*


message 38: by Nenangs (new)

Nenangs weks...bukan if, bukan 94, insya Allah ngga aneh.


message 39: by Nanny (new)

Nanny SA wah kalau orang aneh pada ngunpul yang aneh siapa dong ?
* bingung sendiri :(


message 40: by Septika (new)

Septika Nanny wrote: "wah kalau orang aneh pada ngunpul yang aneh siapa dong ?
* bingung sendiri :("


yg pasti bukan saia.. :D


message 41: by owl (new)

owl "utk pertama kalinya, bukan saia yg aneh. tapi org lain"

hahaha...
ikutan ketawa kuwi..
ambil ah kalimatnya..
:D


message 42: by owl (new)

owl baca cerita "keanehan" kuwi kecil, skrg jadi terkagum2..
:D


message 43: by Echy (new)

Echy Rosalia wew, ternyata masih rame ya?? *kelimpungan cari jalan pulang*...

owl wrote: "baca cerita "keanehan" kuwi kecil, skrg jadi terkagum2..
:D"


hohohoho, emang qui sekecil apa?? ^^


message 44: by "Mhd Haikal" (new)

"Mhd Haikal" Ups, ternyata yang namanya panjang bukan Qui doang ya... ada Sprange Ben Lend Splotches Abruptly dan HairycusHippocantropusErectusSimiriwingus (setau saya, yang ini yang qui)... Saya kurain di dunia goodreads ini yang namanya panjang cuman qui seorang... hehehe Sorry man, kalau salah nama... Jadi saya panggil Yudi saja ya...

Pertama masalah visual writing ini bukan berarti ini buku detektif atau buku sesuatu yang kita bisa cari misteri didalamnya seperti buku dan brown. Hanya saja visualnya bercerita, visualnya memberikan pesan tersendiri, bukan hanya sekedar coretan saja, walaupun hanya sebagai pelengkap cerita... Ini yang aneh karena sepertinya tidak dapat ditangkap oleh Yudi (padahal termasuk pembaca kelas berat), apa perlu saya beritahukan? cuman takut spoiler....

Mungkin perlu untuk membaca lagi tanpa ada tendensi diawal...

Mengenai prilaku yang tidak mungkin, diawal saya bilang prilaku anak sd Indonesia seperti Yudi (yang menjelaskan hubungan antara listrik dan air terjun) juga tidak mungkin. Tapi toh, kenyataannya ada. Mungkin waktu kecil Yudi juga tidak menyukai film unyil atau dora.

Apalagi dalam buku ini demografi dan kultur yang berbeda, jadi kita tidak boleh menarik ke dunia kita. Coqueline dan Indres sudah menjelaskan panjang lebar. Tetapi kalau Yudi tetap Keukeuh dengan pendapatnya, itu termasuk keanehan yang kedua...

Yang ketiga adalah circle k pasti memiliki kunci pintu, paling tidak untuk kunci pintu kamar mandi hehehe... jadi tidak perlu ditanya, kecuali kalau mau pura2 ngga tau didalam kamar mandi ada orangnya, trus kita masuk kedalamnya...

Btw hampir semua buku yang terbit tahun 80an keatas, pasti dia tidak original secara murni. Karena sebelumnya sudah terbit ribuan judul buku, dan mereka sudah terinspirasi oleh buku yang mereka sukai. diakui atau tidak, buku mereka terilhami oleh buku sebelumnya. Coba saja Yudi tarik kebelang, pasti menemukan buku yang mirip dengan insiden anjing. Tulisan Paulo Coelho pun mirip dengan sastra klasik (saya pernah baca tulisannya di milis atau dmana)... Mungkin sudut pandang batasan buku tersebut disebut sebagai plagiat berbeda-beda...

Yang menarik adalah buku ini ditulis oleh Safran Foer dengan waktu yang relatif singkat... dia ingin mengambil momen wtc, dan safran foer belum menulis novel lagi setelahnya. (dia hanya menulis non fiksi dengan judul Eating Animal). Penulisan yang cepat dan dengan hasil seperti ini, menurut saya luar biasa. Bahkan buku ini menjadi lebih prominen dibandingkan buku sebelumnya.

kesimpulannya buku ini memang tidak cocok untuk yudi, seperti yang pernah dibilang coklat tidak bisa menikmati coklat. sehingga keanehan buku ini memang tidak bisa dinikmati.... :)

Btw nanti goodreads di bandung siapa aja yang hadir nie? lomba pembacaan buku ini pake bahasa sunda menarik tidak ya... hehehehe....


message 45: by Nenangs (new)

Nenangs Mhd Haikal wrote: "Ups, ternyata yang namanya panjang bukan Qui doang ya... ada Sprange Ben Lend Splotches Abruptly dan HairycusHippocantropusErectusSimiriwingus (setau saya, yang ini yang qui)... Saya kurain di duni..."

Hiahahaha...
aki2 bakal ngamuk2 nih disangka sebagai anak aneh GRI...
qui pun mungkin tak sudi disangka sebagai aki2 tukang bikin jebakan fajar...

*ketawa gugulitikan*


message 46: by Coqueline (new)

Coqueline Mhd Haikal wrote: Yang menarik adalah buku ini ditulis oleh Safran Foer dengan waktu yang relatif singkat... dia ingin mengambil momen wtc, dan safran foer belum menulis novel lagi setelahnya. (dia hanya menulis non fiksi dengan judul Eating Animal). Penulisan yang cepat dan dengan hasil seperti ini, menurut saya luar biasa. Bahkan buku ini menjadi lebih prominen dibandingkan buku sebelumnya.

Hmm, buku ini pertama kali terbit taun 2005, yg berarti menyisakan sekitar 3 taun buat Foer buat penulisan. Apa ini masih bisa dibilang penulisan cepat?


 Δx Δp ≥ ½ ħ hiyaaa.... HairycusHippocantropusErectusSimiriwingus = si Aki, bukan saia :P

euh, mo komen apa yah? banyak ternyata :D

ok, ginih deh, saia gak terkesan ma buku ini (bukannya tak suka) karena beberapa hal (males copas dr MP saia):

- karakter Oscar, seorang anak yg agak antisosial (tak diceritakan apa dia punya teman sekolah), bagaimanapun tinggal di lingkungan keluarga moderat (tak ada yg aneh dlm keluarganya sekilas). tinggal di flat gedung bertingkat layaknya keluarga menengah amerika lainnya dimana Google telah menjadi teman kesehariannya. tak punya kelainan otak atau cacat fisik. sekolah di sekolah yang normal. bagi saia, sangat aneh jika hingar bingar Nickelodeon dan MTV tak sempat mampir dalam hidupnya.
Bahkan ada 4 buku Agatha Christie yg bersetting di tahun 60-an, menyebut2 karakter The Beatles utk menggambarkan suasana era 60-an (meski kemudian para tokohnya "yang kolot" mencaci kemodernan pop The Beatles). nah, utk ukuran buku yg terbit tahun 2003, dimana dekade MTV, Nickelodeon, dan iPod bangkit (meski iPod touch belum populer, setidaknya iPod atau pemutar mp3 lainnya spt walkman pasti sangat popler saat itu), tapi sangat mengecewakan saia saat Foer membuat karakter anak kecil yg melupakan hal-hal pop spt ini. Oscar bukannya menutup diri dr dunia luar, tapi jika satu2nya akses dia ke dunia luar cuma The Beatles dan beberapa ilmuwan "jadul" (saia pikir era keemasan Hawking dan Jane Goodal yg disebut di buku sudah "lewat") tentu saja rada aneh.
ini membuat saia berpikir bahwa bukan Oscar yg kolot, tapi Foer yg gak up to date!

- Oscar bahkan tak diceritakan mengirimi surat pada presiden Amrik, yg nyata2 semstinya dia hubungi jk ini menyangkut lubang kunci dan tragedi kematian ayahnya. bagi saia, hal ini dan beberapa hal lain, membuat Foer tampaknya terlalu tergesa-gesa dan melupakan banyak hal yg mestinya bisa menjadi pemanis lebih bagi novel ini.

- ending novel ini juga terasa terlalu memaksa dan tergesa-gesa. jika ibunya mengetahui ttg kegiatan Oscar selama ini, mengapa dia tak memberitahu Oscar ttg telepon penting yg menjadi kunci penyelesaian pencarian lubang kunci? dan pada saat sudah ketemu pun..aarrggghh... seharusnya bisa lebih hebat dr ini (mungkin spt kata Mas Haikal, novel ini diselesaikan dalam waktu singkat)


- plot cerita yg pernah saia jumpai berkali-kali, jelas tak mungkin membuat saia terkesan. begitu pun gaya penceritaan (point of view) yg bukan pertama kali saia liat dan terasa gagal menampilkan sosok anak kecil. tanpa bermaksud mengulang, saia pikir bahwa karakter Foer lah yg muncul di novel ini, bukannya Oscar si anak kecil. mungkin jika Foer menggunakan point of view org ketiga bakal lebih baik, tapi karena dia menggunakan POV org ketiga, ini tampak mengerikan

buku2 "jadul" yg sudut pandangnya anak kecil spt To Kill A Mockingbird atau The Book Thief-nya Marcus Zusak jelas lebih mengesankan saia. dan jangan coba bandingkan dg The Curious Incident of the Dog in the Night-time, beda jauh dg novel ini

- Tipografi. saia memang gak bisa memahami semua tipografi aneh ini secara tepat dan detail. tapi secara garis besar, saia faham, mengapa ada tulisan yg dibuat renggang, ada halaman2 yg hurufnya ditulis rangkap saling tumpang tindih, mengapa dialog ditulis layaknya paragraf, mengapa ada halaman kosong, mengapa ada halaman penuh angka-angka itu, dsb, setidaknya saia faham apa makna itu semua. tapi tetap saja, tipografi ini muncul bukan karena gara2 Oscar yg bercerita, tapi Foer yg menulis.

spt saia bilang di atas, tipografi spt ini malah membuat elemen ini menjadi "terlewatkan" dalam penilaian saia. malah saia lebih terkesan dg tipografi-nay Danarto di kumcer Adam Makrifat drpd ini yg jelas2 di Danarto, ada kesatuan utuh antara point of view, plot cerita, karakterisasi dan pesan.




ok, kalo gituh saia pake jurus ampuh saja, I don't like this book, you can. thanks :D


PS :

mengenai buku2 setelah era 80-an yg "mencontek buku jadul" saia gak setuju. buku2 "ajaib" spt My Name is Red-nya Pamuk, buku2nya Cormac McCarthy, dll adalah buku2 dg gaya kepenulisan original yg mencengangkan. bahkan buku2 spt Harry Potter, buku2 Dan Brown (di luar tema yg diusung, gaya menuis Brown telah membuat ruh cerita thriller menjadi lebih segar), The Boy in the Stripped Pajamas, buku2nya Kurt Vonnegut, buku2 Milan Kundera, buku2 DBC Pierre, bukunya Arundhati Roy, dll adalah buku2 modern yg gaya penceritaannya unik dan mampu meninggalkan kesan lebih mendalam drpd buku dg tipografi aneh spt ini :)
cmiiw


message 48: by Coqueline (new)

Coqueline Hehehe, kita juga ga berusaha meyakinkan anda buat suka bukunya kok, cuman mencoba menjelaskan kalau tokoh Oscar ini, yg gak berhasil anda bayangkan mungkin ada dalam benak anda, ini sebenernya tokoh yg gak aneh.

Kenapa menurut anda semua anak kecil harus tertarik dengan kultur pop? Mungkin saja Oscar ngeh sama kultur pop, tapi kalau yg berkesan cuman Beatles yg pop gak perlu ikut2an disebut di buku hanya biar kedengeran up to date bukan?

Oscar ini reclusive, mungkin juga malah anak home school berhubung ga pernah disebut2 topik sekolah dan teman sebaya. Dia juga anak tunggal, dan anak tunggal cenderung lebih nyaman bergaul dengan orang dewasa dan kultur orang dewasa. Jadi menurut gue bukan pilihan yg gak masuk akal kok penggambaran karakter si Oscar ini. Tapi kalau menurut anda masih ga masuk akal dan mengganggu kenikmatan membaca anda, ya sah sah aja kok... hehehe.

Tapi pendapat anda ini mengingatkan gue waktu baca buku 'The Shadow of the Wind'. Gue juga sebel banget sama buku ini gara2 sepanjang buku gue selalu ngomel2 kalau karakternya gak masuk akal.


message 49: by indri (new)

indri huahaaa, jadi mas haikal udah tau belum persamaan Sprange dan Qui dan Hairycus??
*ketawa di samping kang Nenangs*

Senang sekali membaca komentar dari teman-teman soal si Oscar ini, berhubung saya bacanya duluan banget, jadi gak ada yang komentar ttg isi tokoh dan bukunya.

Dan diskusi menyegarkan ini mengundang Coqueline untuk berpendapat, ahaa, senang sekali melihat pendapat Coq dan Qui, menyegarkaann..

Oh iya, jangankan di Amerika, gw aja di sini sering melihat anak kecil kedewasa-dewasaan gitu kayak si Oscar, yang gak suka kartun dsbgnya, yah karena di lingkungan rumahnya memang tidak dikenalkan, tambahan lagi bawah sadarnya dia tidak menyukainya, jadi seleranya seperti selera orang tuanya.

tenang qui, anak gw suka dora the explorer (dan dia juga bercita2 jadi dora seperti ibunya) dan idolamu spongebob yang lucu.
tapi dia gak suka sama sekali sama ipin upin, unyil, namun menggemari buku pippi langstrump, madita, lotta (seperti ibunya juga)

waktu saya 9 tahun suka apa ya?? Voltus, google V, saint seiya??
emmm, kelas 5 SD waktu itu, such a bad year too, maybe have oscar's feeling too..


message 50: by Δx Δp ≥ ½ ħ (last edited Jun 10, 2010 09:00PM) (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ intinya, sebenernya buku ini gak jelek. cuma, sangat sedikit hal yg bisa mengejutkan saia di sini. baik itu plot, pov, karakterisasi maupun tipografi

eh, novel ginian bisa masuk genre novel postmodernis gak seh? soalnya penulisannya nonkonvensional

btw, surat dr Stephen Hawking lucu bgt yak? :D


« previous 1
back to top