Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” as Want to Read:
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

3.76  ·  Rating Details  ·  813 Ratings  ·  71 Reviews
INILAH New York, dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya. New York adalah satu raksasa pemakan manusia. Raksasa ini entah karena kena penyakit apa, tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa ribu manusia. Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup. Segala manusia, putih hitam, kuning, coklat, besar, kecil, ditelannya tanpa pilih-pilih lagi”. Um ...more
Paperback, 146 pages
Published January 1st 1999 by Yayasan Obor Indonesia (first published 1972)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, please sign up.

Be the first to ask a question about Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Buku Indonesia Sepanjang Masa
75th out of 495 books — 1,736 voters
The Sweet Sins by Rangga Wirianto PutraFilosofi Kopi by Dee LestariSaman by Utami, AyuLaskar Pelangi by Andrea HirataEdensor by Andrea Hirata
Karya Sastra Indonesia Favorit
24th out of 72 books — 47 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,839)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
e.c.h.a
Setiap cerita meninggalkan kesan berbeda saat membacanya; haru, bahagia, kesel, marah. Dr sepuluh kisah, 3 kisah sukses menjerat gw; Musim Gugur Kembali di Connecticut, Bawuk & Sri Sumarah. Dgn berlatar kemelut politik, umar sukses meramunya menjadi kisah yg hebat. Pengorbanan, ketabahan, perjuangan, cinta, kemandirian menghiasi ke 3 kisah tersebut. Membuat gw mengagumi sosok Istri Tono, Bawuk & Sri Sumarah. Mereka perempuan hebat. Dan musim gugur itu menjatuhkan keharuan, mengiringi Baw ...more
Toffan Ariefiadi
Mar 12, 2010 Toffan Ariefiadi rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Apa yang bisa kalian bayangkan tentang Manhattan? Sebuah pulau. Ya, sebuah kota-pulau yang mengelilingi kota New York (dengan beberapa pulau kecil lain) dan membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai New York Country.

Apa yang istimewa dari sebuah pulau bernama Manhattan dalam buku ini? Umar Kayam. Ya, sastrawan Indonesia ini mendeskripsikan Manhattan dengan sangat baik. Seolah-olah saat membaca beberapa cerita dalam buku ini kita diajak oleh Umar Kayam berkeliling dan menjelajahi Manhattan dan
...more
Astri Kusuma
Nov 29, 2009 Astri Kusuma rated it it was amazing
Buku ini memuat 14 versi cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Versi pertama, versi bahasa Indonesia. Versi kedua hingga keempatbelas adalah versi bahasa daerah.Siribee Meuk di Manhattan (Bahasa Aceh),

Hillophillop Ni Lampoting di Sosor Manhattan (Bahasa Batak Toba),

Saribu Api-Api di Manhattan (Bahasa Minangkabau),

Saribu Cicika di Manhattan (Bahasa Sunda),

Sewu Kunang Ing Manhattan (Bahasa Cirebon),

Konang-Konang Ing Manhattan (Bahasa Jawa),

Prappa’na Nang-Konang Nabuy E Manhattan (Bahasa Madura
...more
Edy
Oct 30, 2011 Edy rated it really liked it
Buku ini merupakan salah satu karya terbaik almarhum Umar Kayam. Kumpulan cerpen ini merupakan rangkuman dari cerpen pilihan yang ditulis sejak tahun 1968 sd 1980an.

Umar Kayam yang merupakan sosok budayawan intelek, tidak canggung dan tidak gagap menuliskan realisme nilai-nilai budaya Jawa dalam cerpennya. Malah sebaliknya, keahlian beliau untuk memebenturkan kondisi modern dengan nilai-nilai budaya, akan mengajak kita untuk lebih merefleksikan diri terhadap dinamika budaya yang berkembang saat
...more
miaaa
Sep 10, 2009 miaaa rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommended to miaaa by: Goodreads Indonesia
Aku termangu. Terdiam seribu bahasa. Terhenyak.

Setiap karakter dalam cerita-cerita ini begitu hidup. They are there, doing things and alive. Kumpulan cerita pendek dengan dua sisi. Sisi yang kiri menunjukkan dunia asing dari mata seorang Indonesia, sisi yang kanan cerminan kehidupan dan kepahitan saat Indonesia melalui gejolak politik.
devie
Jan 07, 2015 devie rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
cara bercerita Umar Kayam yang berbeda dibanding kumpulan kolomnya yang terkenal itu (seri Mangan Ora Mangan Kumpul).

Dibanding novelnya dan kumpulan kolomnya, kumpulan cerpen inilah karya terbaik Umar Kayam.

(full review in progress)
ratna
Sep 10, 2007 ratna rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: indonesian, indonesia
buat saya: cerita-cerita yang harus dibaca dengan rasa, cuma bisa dirasa, dan hanya pada saat merasa
Fertina N M
Feb 05, 2013 Fertina N M rated it liked it
Belum jelas kenapa yang terpilih sebagai judul buku ini adalah Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan. Apa karena mau disamakan dengan chapter pertama buku ini, jadi tidak perlu repot lagi memilih atau ada alasan lain. Biar mejadi teka-teki buat kita. Yang jelas, terdapatnya nama kota besar di Amerika sana bukan berarti di dalamnya mengisahkan cerita-cerita kejadian atau panorama kota tersebut.

Tetapi susunannya ceritanya menarik, menurut saya. Di awali dengan kisah sepasang kekasih yang berada di Ma
...more
Johan Radzi
Feb 16, 2016 Johan Radzi rated it really liked it
Ya tuhan, aku begitu sukakan cerpen-cerpen umar kayam. bahasanya sederhana; tak keterlaluan dan tak melebih-lebih. gaya penceritaannya juga begitu, tapi caranya mengungkapkan cerita dan meleraikan plot kemas sekali. aku boleh rasakan suasana romantisme yang terdapat pada beberapa buah cerpen yang ditulis beliau.

cerpen kegemaran: istriku, madame schlitz, dan sang-raksasa.
indri
Oct 02, 2009 indri rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: sastra-indonesia
baru dpt di TM bookstore depok dgn diskon 30% dan harga asli 49rb.
eehh, udah abis skrg krn cuma 2 gw beli semua. tp di gramed depok ada 10 tp 52rb.

***
Gue suka cerita tentang Bawuk dan Sri Sumarah
Rasanya masih dengan gaya priyayi yang digambarkan namun terjerumus dalam suatu kondisi sosial yang membuat kehidupan berubah selamanya mengikuti angin perubahan..
Membaca kumpulan ini, awalnya gw hilang.
Hilang tak bisa berkonsentrasi dan tidak menemukan jiwanya.
Tidak bisa mencerna isi cerita di New York.
...more
Ariyati Lestari
Sep 11, 2009 Ariyati Lestari rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesian
Kumpulan cerita pendek yang dalam keterbatasan ruang pena mampu memainkan emosi kita. Ada tersenyum, tertawa konyol, namun tiba-tiba merasa terhempas..ke sudut pilu.
Ini lembar kehidupan yang beliau tunjukan kepada kita dalam beberapa halaman saja, dalam beberapa menit baca…

bagaimana dengan lembar kehidupan serupa yang dahulu dilalui di kehidupan nyata? Kehidupan nyata yang bukan beberapa menit, tapi tahun demi tahun.. situasi serupa dan juga rasa pilu yang sesungguhnya. hidup kah itu? saat pik
...more
anis Ahmad
Jan 22, 2008 anis Ahmad rated it really liked it
menurut gunawan muhammad ini adalah salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah dihasilkan. pemikiran kayam dalam cerpen dan novelnya memebrikan satu sumbangan yang sangat besar dalam dunia sastra indonesia khususnya sumbanganyya yaitu tulisannya yang melahirkan trend tentang realisme. realisme kultural yang dibawa oleh kayam dalam cerpen dan karangan sastra yang dibuatnya merupakan satu hal yang menginsprisasi saya tentang makna kehidupan.
intinya cerpen umar kayam itu sederhana, menarik, re
...more
Reyhan
Dec 22, 2007 Reyhan rated it really liked it  ·  review of another edition
Jika Para Priyayi adalah novel magnum opus almarhum, maka Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah cerpen magnum opusnya.
Menarik membaca kumpulan cerpen ini karena sebagian besar bercerita tentang kehidupan di luar negeri (terutama AS) dari sudut pandang Indonesia.
Suasana yang dibangun dari cerpen-cerpen di sini mengingatkan kepada Great Gatsby-nya F.S. Fitzgerald yang kental dengan nuansa Amerika yang Jazzy, tapi tetap dengan gaya bahasa sederhana yang khas dari seorang Umar Kayam.
Hery Setianingsih
Apr 15, 2009 Hery Setianingsih rated it it was amazing
Ini adalah sebuah kumpulan cerpen karya guru besar Umar Kayam. Buku ini berhasil membuatku sadar akan realitas dunia yang penuh dengan kepalsuan dan kekejaman demi ego segelintir manusia. My favorite chapter is Musim Gugur di Connecticut. It really made me cry in the end. Even more crying when the story's brought up to story-telling performance by Landung Simatupang. Mixing of a great writter (Umar Kayam) and an amazing story teller (Landung Simatupang)!
Ginanjar
Jan 26, 2012 Ginanjar rated it it was amazing
Shelves: edan, favorites
Salah satu begawan dalam dunia tulis menulis Indonesia: Umar Kayam. Dan ini adalah kumpulan cerpen yang sangat amat keren sekali. Sastra tidak harus disampaikan dengan bahasa yang berat dan penuh kata-kata yang berakrobat.

saya suka cara Umar Kayam mengetengahkan Masalah-masalah yang dihadapi oleh sebagian besar tokoh dalam kumpulan cerpen ini. Saya berharap ada lagi pengarang seperti beliau ini.
Nduk
Apr 03, 2008 Nduk added it
begitu cerdas dan kaya wawasan semua cerpennya disini.pengungkapannya begitu penuh makna, tak ada satu katapun yang sia-sia.bangga sekali aku pernanh mementaskan teater seribu kunang2 di manhattan. tantangan yang lumayan bikin deg-degan....
love u umar kayam...
Anwar
Aug 29, 2007 Anwar rated it it was amazing  ·  review of another edition
lebih dari tiga kali gw baca buku ini..
dan lebih dari tiga makna pula yang
tertangkap..

sebuah cerita pendek khayam yang padat
dan berhasil!
Asri
Mar 25, 2008 Asri rated it liked it  ·  review of another edition
Menggambarkan kemunafikan manusia dengan gamblang dan vulgar. Menjijikan memang, but that is the fact of life.
Hanif Amin
Jun 01, 2015 Hanif Amin rated it liked it
Menghadirkan cerita secara hemat dan cerdas berdasarkan kenyataan hidup. Pembaca diajak bergeser dari Manhattan sampai ke tanah Jawa.

Kecerdasan penceritaan dari Umar Kayam yang mampu menghadirkan situasi seolah masih belum selesai berupa garis samar. Namun mampu mengajak kita untuk terus membaca.

Dari kehidupan di Manhattan sampai intrik - intrik PKI di Indonesia yang sangat menarik untuk dibaca.

Secara keseluruhan sangat menarik untuk dibaca ke-10 cerpennya. Poin plus buat cerita Sybil, There Go
...more
Nonna
Jun 15, 2014 Nonna rated it really liked it
Kalau ada yang tidak pernah mau mengalah menunggu, itu adalah usia namanya.. _236
Aqessa Aninda
May 30, 2014 Aqessa Aninda rated it really liked it
After looking for this book for a very very very loooong time, I finally found it in some online shop. :))
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah kumcer Umar Kayam pertama yang gue baca. Sejak baca reviewnya di blog Friendster nya Kanya beberapa tahuuuuun yang lalu (iya, Friendster, kebayang kan tahun kapan?) saya langsung jatuh hati. Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen karya Umar Kayam dari tahun 60-an sampai 80-an (4 terakhir bisa dibilang novelet sih? Atau cerpen yang kepanjangan), enam dianta
...more
Harun Harahap
1. Seribu Kunang-kunang di Manhattan : 2 Bintang : Setan, bulan itu memang kuning keemasan..

2. Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa : 2 Bintang : Mpok, ade lengkoas gak??bagi dong,mpok..

3. Sybil : 3 Bintang : Gw ga akan menamakan anak gw Sybil, Sybil yang gw kenal semuanya gila..

4. Secangkir Kopi dan Sepotong Donat : 2 Bintang : Dunkin Donut menurut gw lebih enak daripada Jco..

5. Chief Sitting Bull : 3 Bintang : Tua-tua keladi..makin tua makin jadi..

6. There Goes Tatum : 2 Bintang: Kejahata
...more
Kungkang Kangkung
Nov 22, 2013 Kungkang Kangkung rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: kumcer, favorit
Sebelum saya memiliki buku ini, saya sudah pernah membaca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Saat itu saya tak terlalu memahami isi ceritanya dan menganggap biasa saja terhadap cerpen ini. Tapi setelah beberapa waktu buku ini menjadi timbunan saya yang tidak tersentuh, saya mencoba membacanya kembali. Saya mengulang baca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan, dan ternyata efeknya sangat berbeda. Entah kenapa saya jadi memahami isi ceritanya begitu saja dan menyukainya (begitu saja) pul ...more
Pringadi Abdi
Nov 01, 2015 Pringadi Abdi rated it it was amazing  ·  review of another edition
Dua hari lalu nemu buku ini di Zoe dan kupinjam. Sayabgnya cuma punya waktu dua hari untuk membacanya karena harus pulang hari ini. Selain cerpen utama yang menjfi judul buku, cerpencerpen lain juga punya kekuatan yang gila di dialog. Dialognya benarbenar mewakili karakter, menguatkan mereka. Dan ya, ada banyak lapisan makna yang ingin diungkap penulisnya. Beberapa cerpen lain membutuhkan kekuatan pembacaan yang ekstra agar bisa memahaminya.
Rio Johan
Feb 06, 2014 Rio Johan rated it liked it
Seribu Kunang-kunang di Manhattan
Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa
Sybil
Secangkir Kopi dan Sepotong Donat
Chief Sitting Bull
There Goes Tatum
Musim Gugur Kembali di Connecticut
Bawuk
Kimono Biru buat Istri
Sri Sumarah
...more
Bernard Batubara
Aug 27, 2013 Bernard Batubara rated it really liked it
Selesai baca "Seribu Kunang-kunang di Manhattan", kumpulan cerpen Umar Kayam.

Satu hal yang saya tangkap dari cerpen-cerpennya Umar Kayam, dialognya kurang ajar banget; efektif, nyeleneh, slengean, mengalir, kuat, dan menggerakkan plot.

Favorit saya sebuah cerpen berjudul Kimono Biru buat Istri yang bercerita tentang Mus, seorang suami yang diberi amanah oleh istrinya untuk membelikannya sebuah kimono biru bermotif burung bangau. Di Ginza, Mus malah bertemu sahabat lamanya yang membuatnya kilas ba
...more
Ahmad
Sep 24, 2011 Ahmad rated it it was amazing
Shelves: sastra, cerpen
Tak ada cerita menyedihkan yang mandayu-dayu dalam kumpulan cerita ini, bahkan ciri menonjol dari buku ini adalah humor. Namun saya membaca buku ini dengan mata berkaca-kaca karena keindahan realitas yang ditampilkan Kayam dengnan sangat sederhana, polos.

Saya selalu ingat ketika merasa tersesat dalam fragmen Jean dan Marno yang begitu sublim dalam cerpen "Seribu Kunang-kunang di Manhattan". Ketika cerita habis, saya terkaget-kaget tanpa tahu alur cerita, namun bisa memahami kenapa Jean Menangis.
...more
Ramadhan Taufiq
Sep 06, 2014 Ramadhan Taufiq rated it really liked it
Shelves: rak-cerpen, pinjaman
akhirnya selesai! :)
setelah malas-malasan membaca 1-6 cerita pertama akhirnya cerita ketujuh dan seterusnya membuat saya bersemangat untuk bisa menyelesaikan buku ini. memang ada perbedaan background cerita antara 'bagian pertama' dan 'bagian kedua'. *baca sendiri ya :p
mungkin saya juga harus beradaptasi dengan cara bertutur Umar Kayam; yang agak beda dengan penulis-penulis yang sudah saya baca-ini karya pertama beliau yang saya baca.
saya penasaran dengan karya beliau yang lain. :)

credit buat ma
...more
Wikupedia
Oct 15, 2007 Wikupedia rated it it was amazing
cerpen-cerpen dalan buku ini bisa dikomentari dengan hanya satu kata, menakjubkan!

umar kayam yang realis begitu mengenal dunia yang ia tulis. sederhana dalam penyampaian namun kaya dlam makna.

seperti cerpen yang menjadi judul buku ini. seribu kunang-kunang di manhattan. ceritera tentang perselingkuha dua orang dewasa yang diakhiri dengan ending yang lirih, sangat indah. lalu chief sitting bull, yang berceritera tetang seorang kakek yang berain peperangan dengan anak-anak.

umar kayam membuktikan d
...more
Komar
Jun 21, 2014 Komar added it
bahasanya berat, diksinya luar biasa..
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 94 95 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Orang-Orang Bloomington
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Robohnya Surau Kami
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Perburuan
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Senja di Jakarta
  • Anak Bajang Menggiring Angin
496170
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)
More about Umar Kayam...

Share This Book