reviews
Dec 17, 2009
Bagaimana kalau aku katakan bahwa novel ini adalah cara Umar Kayam berdebat akademik dengan Clifford Geertz lewat sastra?
Semua orang yang mempelajari masalah-masalah sosial di Indonesia, di dalam maupun di luar negeri, pasti mengenal nama Clifford Geertz. Bukunya The Religion of Java, Peddlers and Princes, Agricultural Involution, Islam Observed, Interpretation of Cultures (yang merupakan kumpulan tulisan-tulisannya), dan yang terakhir Nagara merupakan buku-buku klasik dalam ilmu sos More...
Semua orang yang mempelajari masalah-masalah sosial di Indonesia, di dalam maupun di luar negeri, pasti mengenal nama Clifford Geertz. Bukunya The Religion of Java, Peddlers and Princes, Agricultural Involution, Islam Observed, Interpretation of Cultures (yang merupakan kumpulan tulisan-tulisannya), dan yang terakhir Nagara merupakan buku-buku klasik dalam ilmu sos More...
29 comments
like
(10 people liked it)
Sep 30, 2007
Bahwa priyayi adalah sebuah konsep yang tertelan ruang dan waktu.
Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.
Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada loh...priyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."
Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa ko More...
Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.
Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada loh...priyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."
Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa ko More...
2 comments
like
(3 people liked it)
Nov 20, 2007
Menurutku buku ini merupakan masterpiece-nya Umar Kayam. Bertutur dan menyingkap tentang budaya priyayi yang sebagian merupakan hal yang samar dan salah dipahami oleh orang banyak, seperti budaya judi maupun pandangan tentang feodalisme yang ternyata tidak selamanya bernuansa negatif. Kepakaran Umar Kayam sebagai budayawan, sangat berperan dalam menyingkap budaya yang samar-samar itu.Beliau juga mampu mengantar kita untuk menyelami suasana kota kecil dan daerah periferi yang masih ndeso.. Tiada
More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Oct 16, 2011
" Para Priyayi" tidak membuat saya bosan membacanya. Apakah karena latar belakang keJawaan yang memikat, atau kurun waktu dari zaman kolonial hingga setelah masa gestapu yang menawan hati saya, atau mungkin karena tokoh Lantip yang jasanya sangat besar artinya untuk keluarga Sastrodarsono, saya tak tahu. Yang jelas, novel yang diselesaikan di New Haven, USA ini, membuat saya mabuk kepayang !
Bagaimana tidak ? pak Umar Kayam dengan cerdik memaparkan kisah satu keluarga priy More...
Bagaimana tidak ? pak Umar Kayam dengan cerdik memaparkan kisah satu keluarga priy More...
Dec 17, 2009
I've never thought being half-javanese is interesting until I read this book. It is very beautifully written, and Umar Kayam never fails to write complex things in a simple way. It captures the heart and soul of being javanese, which I think is the most complex culture. It made me see how much strength the javanese women must possess. This book has opened my eyes in so many ways and it made me respect my origins, as we can never really stray that far from where we come from.
0 comments
like
(1 person liked it)
Sep 30, 2011
Saya sangat menyukai bagaimana interaksi antar karakter yang begitu banyak, kompleks dan rumit bisa diurai oleh keberadaan satu tokoh, Lantip. Buku ini juga menawarkan sudut pandang bagaimana secara sosial para priyayi menyesuaikan diri dengan sistem non-feodal yang bergerak maju di negara ini. Secara latar mungkint idak terlalu lincah berlompat, namun aura yang ada dari tempat si Mbah, yang merupakan perlambang dari idealisme dan utopisme dunia priyayi dan agama, dan setting lain yang merupakan
More...
Jul 17, 2007
Buku yang ngasih tahu aku tentang cara berfikir dan bertingkah laku orang Jawa. sebagai novel, buku ini nggak terlalu keren. Tapi sebagai buku antropologi: Top deh.
14 comments
like
(2 people liked it)
May 02, 2009
Buku ini sangatlah mengagumkan...Kehidupan yang penuh dengan cerita dan lika-likunya itu di kupas habis oleh Umar Kayam. Priyayi yang kumengerti dalam novel ini adalah merupakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan terdidik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan disekolahan. karakter-karakter dalam novel ini mempunyai kepribadian mereka masing-masing. Dan yang paling mengagumkan adalah Sastrodarsono dan Lantip. Mereka berdua memperlihatkan daya tarik tersendiri dalam novel ini. Mereka memp
More...
0 comments
like
(2 people liked it)
Jul 14, 2009
Kalau anda ingin belajar tentang jawa, buku yang patut anda baca salah satunya adalah para priyayinya umar kayam. dari buku ini kita bisa belajar tentang bagaimana sikap dan tindak tanduk orang jawa khususnya priyayi dan non priyayi membaca buku ini akan kita temui salah satu tokohny yang berusaha untuk menjadi seorang priyayi. dari sini pula kita bisa baca ternyata tidak semua orang yang berasal dari kasta priyayi memiliki sifat layaknnya seorang priyayi. kemudian dalam pikiran saya muncul per
More...
Sep 16, 2011
Kali pertama setelah menyelesaikan novel ini , heran sekaligus takjub sambil berkata : wah jawa banget. Bagaimana penulisnya yang berasal dari Ngawi dan menempuh studinya sampai jenjang Doktor menceritakan dengan apik. Setting tempat sekitar madiun-solo dan sekitarnya dan pengolahan berbagai macam setting cerita termasuk alur, narasi dan gaya penulisan yang membuat pembaca betah menyelesaikan cerita dari awal sampai akhir.
Novel ini hakikatnya menanyakan tentang bagaimanakan definisi More...
Dec 19, 2010
Apakah arti dari sebuah kata “Priyayi”?
Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan. (Wikipedia)
Arti dari priyayi di atas sangat berlainan dengan arti priyayi dalam novel Para Priyayi ini. Priyayi di buku ini tak mestilah keturunan dari keluarga kerajaan. Seorang Priyayi bisa jadi berasal dari kaum petani, More...
Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan. (Wikipedia)
Arti dari priyayi di atas sangat berlainan dengan arti priyayi dalam novel Para Priyayi ini. Priyayi di buku ini tak mestilah keturunan dari keluarga kerajaan. Seorang Priyayi bisa jadi berasal dari kaum petani, More...
Sep 21, 2008
Duuuhhh....suka sekali dengan novel ini. Campuan antara budaya Jawa, Hollandse sama Inggris dari almarhum Bapak Kayyam, penulis yang sangat saya sukai, karena tulisan-tulisannya yang mampu menghibur saya.
Pak Kayyam tidak saja menulis tentang sebuah drama kehidupan keluarga sebuah keluarga Jawa (Soedarsono), akan tetapi mirip-mirip pelajaran Sosiologi keluarga Jawa. Bagaimana keluarga ini mengalami naik kelas atau mobilisasi vertikal. Dari keluarga bisa menjadi priyayi. Sebuah tingka More...
Pak Kayyam tidak saja menulis tentang sebuah drama kehidupan keluarga sebuah keluarga Jawa (Soedarsono), akan tetapi mirip-mirip pelajaran Sosiologi keluarga Jawa. Bagaimana keluarga ini mengalami naik kelas atau mobilisasi vertikal. Dari keluarga bisa menjadi priyayi. Sebuah tingka More...
Aug 23, 2010
Sejarah Indonesia ditangkap dalam novel ini secara mikroskopis dalam sejarah sebuah keluarga priyayi. Ceritanya mengalir tenang. Tanpa grusa-grusu seperti alunan gamelan Jawa yang lirih tenggelam sebagai musik latar. Meruang menciptakan semesta dimana tokoh-tokohnya mewakili individu yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku yang membuatmu menyesal ketika ia telah usai. Kenapa harus usai sih?
Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, More...
Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, More...
6 comments
like
(8 people liked it)
Oct 10, 2007
the main reason why i borrowed this book from my campus library was simply because i miss jogjakarta so much.
this book is actually on my father's shelf at home, and he kept encouraging me to read it especially when i was about to study at jogja...but i didnt sure why i wasn't so interested.
maybe, if you're not a javanese (i am not, actually), nor attached or connected to their culture, you wouldnt smile when you read the book.
the 'tole' or 'enggih' ... are exapmles More...
this book is actually on my father's shelf at home, and he kept encouraging me to read it especially when i was about to study at jogja...but i didnt sure why i wasn't so interested.
maybe, if you're not a javanese (i am not, actually), nor attached or connected to their culture, you wouldnt smile when you read the book.
the 'tole' or 'enggih' ... are exapmles More...
Oct 26, 2007
kesan pertama liat cover-nya, old school!
trus setelah baca, well orisinil banget, terasa kental banget sama budaya orang Jawa, dari tempat, bahasa, makanan khas, pakaian, tata krama, sampai lika-liku budaya di antara 3 zaman yang berbeda.
berawal dari Soedarsono, seorang anak petani yang mulai masuk dunia "priyayi" karena diangkat sebagai guru bantu - yang kemudian diberi nama tua menjadi Sastrodarsono. mulai membangun keluarga "priyayi"-nya tersebut, beranak-pinak More...
trus setelah baca, well orisinil banget, terasa kental banget sama budaya orang Jawa, dari tempat, bahasa, makanan khas, pakaian, tata krama, sampai lika-liku budaya di antara 3 zaman yang berbeda.
berawal dari Soedarsono, seorang anak petani yang mulai masuk dunia "priyayi" karena diangkat sebagai guru bantu - yang kemudian diberi nama tua menjadi Sastrodarsono. mulai membangun keluarga "priyayi"-nya tersebut, beranak-pinak More...
Jan 10, 2011
Soedarsono seorang anak jadah berbapak perampok dari keluarga miskin yg besar di keluarga Priyayi. Dengan usaha dari orang tua angkat, dia baru bisa mengambil kesempatan untuk masuk dunia yang "lebih tinggi" yang sering disebut Priyayi.
Melewati masa pendudukan Belanda, Jepang dan masa pemberontakan PKI, Soedarsono meraih mimpi untuk bisa berhasil meskipun bukan dari keluarga yang mapan. setidaknya ia tahu bagaimana hidup di kalangan para priyayi
Melewati masa pendudukan Belanda, Jepang dan masa pemberontakan PKI, Soedarsono meraih mimpi untuk bisa berhasil meskipun bukan dari keluarga yang mapan. setidaknya ia tahu bagaimana hidup di kalangan para priyayi
Sep 16, 2007
Kalau ditanya, kenapa aku jadi dosen (well, belum dosen tetap, sih), jawabannya adalah karena aku baca buku ini. Kebetulan sekali pas aku baca buku ini di tahun 1999, aku baru dapet 'brevet guru bantu', eh, maksudnya diangkat jadi asisten dosen.
Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayi...
Tentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. More...
Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayi...
Tentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. More...
3 comments
like
(1 person liked it)
Oct 11, 2011
Buku ini mengajarkan kepada saya, bagaimana menjadi 'njawani': tidak hanya dalam konteks keturunan, tetapi juga dalam konteks perilaku pribadi dan sosial.
Salut kepada Umar Kayam yang begitu indah menuliskan dan mendeskripsikan dengan sangat detail karakter dari masing-masing orang dan suasana batin serta penggambaran latar belakang lingkungannya.
Keren!
Salut kepada Umar Kayam yang begitu indah menuliskan dan mendeskripsikan dengan sangat detail karakter dari masing-masing orang dan suasana batin serta penggambaran latar belakang lingkungannya.
Keren!
Feb 15, 2010
to love is not only admiring the beauty...but also understand the ugliness. never be afraid to laugh at yourself. i'm a javanese who didn't know anything about my culture until i read this book. salute to Pak Umar Kayam who dare to laugh at his own culture..dan bukan 'cinta buta' (baca: fanatisme) belaka..hehe.
0 comments
like
(1 person liked it)
Nov 29, 2009
Sewaktu pertama membaca buku ini... sebenarnya bingung dengan cara bertutur yang berpindah-pindah dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Akan tetapi, setelah beberapa lembar pembacaan, akhirnya dapat juga! Ternyata seru banget membaca karya Umar Kayam ini! Jadi berpikir, apa sih makna priyayi sesungguhnya?
0 comments
like
(1 person liked it)
Jul 08, 2008
novel otokritik yang paling jujur yang pernah saya baca. Umar Kayam mengungkap kejujuran sebuah hipokrisi dengan sangat halus.
lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.
Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pem More...
lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.
Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pem More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Jun 14, 2008
membaca buku ini mengingatkan saya akan keluarga besar saya daerah jawa "pedalaman". buku ini baru selesai saya baca. walaupun buku lama, tapi bau saya dapatkan kemarin hari minggu waktu jalan-jalan di jogja. dan ternyata ada terbitan barunya, edisi tahun 2008. jadi ya lansung saja tak beli, sekalian sama jalan menikung. menceritakan tentang keluarga besar sastrodarsono alias soedarsono menampilkan pendekatan novel yang menarik dengan beberapa tokoh utama, lantip, soedarsono, hardojo,
More...
Jan 26, 2012
Suka cara Umar kayam menuliskan tiap bab, pergantian si 'aku'-nya menyenangkan, jadinya kita bisa melihat satu hal dari berbagai sisi. Cara penyampaiannya juga keren, kita bisa merasakan si 'aku' itu siapa dengan baik. Diksi yang digunakan juga keren.
Sep 26, 2007
Sebagai orang Sumatera, istilah Priyayi tadinya asing. Dari beberapa celutukan di film, buku, novel remaja jadul, dll malah sempat timbul kesan sinis. Jadul, sok elit (d/h: membangga-banggakan sedikit kelebihan materi/kelas dibanding sesama bumi poetera tapi merunduk-runduk di bawah tuan tanah belanda, sekarang: membanggakan garis ningrat yang nggak jelas lagi maknanya). Kalau dipadatkan dalam bentuk orang, kira-kira jadinya figur nyonya angkuh judes berkebaya nggak (mau) tahu dunia luar, kayak
More...
Jun 04, 2011
Membaca Para Priyayi, mengingatkan saya pada mbah kakung saya.
Sangat menarik mendengar kisah dan pergulatan kaum petani yang mengusahakan diri menjadi priyayi. Saya jadi ingin melakukan perjalanan napak tilas mencari Wanalawas :)
Sangat menarik mendengar kisah dan pergulatan kaum petani yang mengusahakan diri menjadi priyayi. Saya jadi ingin melakukan perjalanan napak tilas mencari Wanalawas :)
Aug 25, 2011
Saya membaca ketika masih SMU, sudah lebih dari 12 tahun yang lalu...
Sudah lupa detilnya, hanya yang masih saya ingat...BAGUSSS.....
Sudah lupa detilnya, hanya yang masih saya ingat...BAGUSSS.....
Jul 02, 2011
saya membaca novel ini ketika berada di Makassar... begitu unik, nyaris membingunkan karena semua tokoh menyebut dirinya "aku atau saya"
Mar 17, 2009
hehe seperti baca buku sejarah, tapi bagus juga, bisa tahu hidupnya orang-orang jaman dulu yang masih jawa sekali
