Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Para Priyayi: Sebuah Novel” as Want to Read:
Para Priyayi: Sebuah Novel
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Para Priyayi: Sebuah Novel

4.1 of 5 stars 4.10  ·  rating details  ·  1,366 ratings  ·  125 reviews
Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa.

Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ke
...more
Paperback, 308 pages
Published 1992 by Pustaka Utama Grafiti
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Para Priyayi, please sign up.

Be the first to ask a question about Para Priyayi

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
27th out of 449 books — 1,587 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariSaman by Ayu UtamiAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea Hirata
Novel Indonesia Terbaik
17th out of 114 books — 94 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,448)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Irwan
Sejarah Indonesia ditangkap dalam novel ini secara mikroskopis dalam sejarah sebuah keluarga priyayi. Ceritanya mengalir tenang. Tanpa grusa-grusu seperti alunan gamelan Jawa yang lirih tenggelam sebagai musik latar. Meruang menciptakan semesta dimana tokoh-tokohnya mewakili individu yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku yang membuatmu menyesal ketika ia telah usai. Kenapa harus usai sih?

Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, buku ini m
...more
Patty
I've never thought being half-javanese is interesting until I read this book. It is very beautifully written, and Umar Kayam never fails to write complex things in a simple way. It captures the heart and soul of being javanese, which I think is the most complex culture. It made me see how much strength the javanese women must possess. This book has opened my eyes in so many ways and it made me respect my origins, as we can never really stray that far from where we come from.
nanto
Bahwa priyayi adalah sebuah konsep yang tertelan ruang dan waktu.
Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.
Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada loh...priyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."
Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa konsep kultur jawa yang lebih luas. ada
...more
Pedro
Buku ini sangatlah mengagumkan...Kehidupan yang penuh dengan cerita dan lika-likunya itu di kupas habis oleh Umar Kayam. Priyayi yang kumengerti dalam novel ini adalah merupakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan terdidik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan disekolahan. karakter-karakter dalam novel ini mempunyai kepribadian mereka masing-masing. Dan yang paling mengagumkan adalah Sastrodarsono dan Lantip. Mereka berdua memperlihatkan daya tarik tersendiri dalam novel ini. Mereka memp ...more
Ernie Maendari
to love is not only admiring the beauty...but also understand the ugliness. never be afraid to laugh at yourself. i'm a javanese who didn't know anything about my culture until i read this book. salute to Pak Umar Kayam who dare to laugh at his own culture..dan bukan 'cinta buta' (baca: fanatisme) belaka..hehe.
Indra
Kalau ditanya, kenapa aku jadi dosen (well, belum dosen tetap, sih), jawabannya adalah karena aku baca buku ini. Kebetulan sekali pas aku baca buku ini di tahun 1999, aku baru dapet 'brevet guru bantu', eh, maksudnya diangkat jadi asisten dosen.

Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayi...

Tentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. Bagian belakang, terutam
...more
Phelphel
Jul 08, 2008 Phelphel rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: asti_prawoto@yahoo.com
Recommended to Phelphel by: perpustakaan propinsi Jawa Timur
novel otokritik yang paling jujur yang pernah saya baca. Umar Kayam mengungkap kejujuran sebuah hipokrisi dengan sangat halus.
lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.
Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pembacanya, tanpa
...more
Ajeez Mohammed
Feb 26, 2008 Ajeez Mohammed rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: my friends
Recommended to Ajeez by: my teacher, Bu Uswatun
In here, we can understand what the mean of "priyayi", a government workers who has a high reputation in the people evidences. "priyayi" is a hero to bring up the people glory.

In this book, there're stories about a big family which started from Sastrodarsono, ex-farmer who can study in high level and build up a very attractive family.

The most "priyayi" in this book is Lantip, a child from one of the Sastrodarsono's family who break the honour of a village girl. Lantip is the main actor in this b
...more
Rama Adeyasa
Sewaktu pertama membaca buku ini... sebenarnya bingung dengan cara bertutur yang berpindah-pindah dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Akan tetapi, setelah beberapa lembar pembacaan, akhirnya dapat juga! Ternyata seru banget membaca karya Umar Kayam ini! Jadi berpikir, apa sih makna priyayi sesungguhnya?
Ardita
Bear with Khayam to the end. Then continue with "Jalan Menikung". Hopefully you'll understand more about Javanese, one of Indonesia's ethnic and will eventually be able to differentiate "Indonesia" and "Javanese" (the two are kiwi and banana).
dian
Buku ini mengajarkan gw tentang arti "Priyayo" yang sesungguhnya.
"Priyayi" itu tidak ada dalam darah, tidak dibawa dalam gen. "Priyayi" ditunjukkan dalam perbuatan, hati, dan pikiran secara sadar.
Bagus :)
Gita Romadhona
Feb 06, 2008 Gita Romadhona rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: everyone
Umar Kayam Rock! Saya kira, inilah masterpiece-nya Umar kayam. HAl penting yang bisa diambil dari buku ini adalah "Bagusnya alur keturunan nggak selamanya sejalan dengan kelakuan.".
Marina Zala
** Books 180 - 2014 **

kalo diandaikan seperti makanan. buku inii paket sehat lengkap. 4 sehat 5 sempurna! berisi masing2 anggota keluarga yang bercerita disudut pandang mereka masing2 yang semuanya terjalin dengan ikatan satu keluarga besar sastrodarsono..

saya sampe speechless baca novel ini! buku ini membawa saya dejavu membaca novel canting arswendo atmowiloto tapi buku ini jauhh jauhh lebih bagus! saya suka mulai konflik batin, konflik keluarga, cara bertahan hidup, prinsip jawa yang amat ken
...more
Lutfi Retno
Buku yang ngasih tahu aku tentang cara berfikir dan bertingkah laku orang Jawa. sebagai novel, buku ini nggak terlalu keren. Tapi sebagai buku antropologi: Top deh.
Sonny
Oct 14, 2008 Sonny added it
Melalui mulut salah satu tokohnya, Umar Kayam berkata :

aku tak percaya pada ideologi yang telah menumpahkan darah milyaran manusia..
Lai
Hmmm...buku yg menginspirasi kita untuk mau menjadi pelayan bagi orang lain...
Teguh Affandi
Membaca novel Para Priyayi seperti membaca sejarah Indonesia yang dipotret dari sebuah keluarga Soedarsono (atau setelah menjadi priyayi berubah Sastrodarsono). Konflik di dalam keluarga priyayi dan perjalanan sejarah yang dialami mulai dari kakek-anak-hingga cucu juga adalah bagian sejarah negeri ini. Cuma bedanya ini terjadi dalam keluarga priyayi agung, kinormatan.

Generasi tertua dari novel ini adalah Sastrodarsono, yang semula adalah anak petani utun yang sangat bukan priyayi. Namun sepertin
...more
Priska Nurina
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
stany
Feb 14, 2012 stany rated it 5 of 5 stars
Shelves: punya
penokohan oke, penulisan alurnya bagus sekali, melihat cara umar kayam bercerita secara kronologis, dimulai dari masa kecil lantip, mundur sedikit ke latar belakang kehidupan sastrodarsono, kemudian bagian anak-anak sastrodarsono, lantip, serta harimurti yang dipotong-potong sesuai alur sejarah kemerdekaan. latar 1920-1965an yang dibawa buku ini pun berhasil digambarkan dengan baik. seperti layaknya novel-novel lain yang berlatar kehidupan keluarga jawa, seperti Canting dan Gadis Pantai, buku in ...more
Harun Harahap
Apakah arti dari sebuah kata “Priyayi”?
Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan. (Wikipedia)

Arti dari priyayi di atas sangat berlainan dengan arti priyayi dalam novel Para Priyayi ini. Priyayi di buku ini tak mestilah keturunan dari keluarga kerajaan. Seorang Priyayi bisa jadi berasal dari kaum petani, seorang rakyat bias
...more
Ivan

Kali pertama setelah menyelesaikan novel ini , heran sekaligus takjub sambil berkata : wah jawa banget. Bagaimana penulisnya yang berasal dari Ngawi dan menempuh studinya sampai jenjang Doktor menceritakan dengan apik. Setting tempat sekitar madiun-solo dan sekitarnya dan pengolahan berbagai macam setting cerita termasuk alur, narasi dan gaya penulisan yang membuat pembaca betah menyelesaikan cerita dari awal sampai akhir.
Novel ini hakikatnya menanyakan tentang bagaimanakan definisi priyayi itu
...more
Fajar
" Para Priyayi" tidak membuat saya bosan membacanya. Apakah karena latar belakang keJawaan yang memikat, atau kurun waktu dari zaman kolonial hingga setelah masa gestapu yang menawan hati saya, atau mungkin karena tokoh Lantip yang jasanya sangat besar artinya untuk keluarga Sastrodarsono, saya tak tahu. Yang jelas, novel yang diselesaikan di New Haven, USA ini, membuat saya mabuk kepayang !

Bagaimana tidak ? pak Umar Kayam dengan cerdik memaparkan kisah satu keluarga priyayi guru dengan narator
...more
Nugie
Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa. Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ketiga anaknya melawati zaman Belanda dan zaman Jepang tumbuh sebagai guru opsir peta dan istri asisten wedana. Apakah Cita-ci ...more
Amanatia Junda
Kiranya, saya cukup terlambat dalam mengenal sosok Umar Kayam. Saya jatuh cinta pada sebuah cerpennya, Kunang Kunang di Manhattan, dan sekali lagi saya jatuh cinta pada karyanya yang cukup tebal, Para Priyayi. Adapun novel ini berkisah--sesuai judulnya--kehidupan para priyayi di Jawa. Berlatar belakang Wanagalih atau Ngawi, kota kecil yang bertetangga dengan Madiun, lalu dilanjutkan Solo dan Jogja, novel ini sangat "njawani".

Saya memberikan lima bintang karena Umar Kayam benar benar berhasil mem
...more
Emon
Duuuhhh....suka sekali dengan novel ini. Campuan antara budaya Jawa, Hollandse sama Inggris dari almarhum Bapak Kayyam, penulis yang sangat saya sukai, karena tulisan-tulisannya yang mampu menghibur saya.

Pak Kayyam tidak saja menulis tentang sebuah drama kehidupan keluarga sebuah keluarga Jawa (Soedarsono), akan tetapi mirip-mirip pelajaran Sosiologi keluarga Jawa. Bagaimana keluarga ini mengalami naik kelas atau mobilisasi vertikal. Dari keluarga bisa menjadi priyayi. Sebuah tingkatan yang tin
...more
nisa felicia faridz
the main reason why i borrowed this book from my campus library was simply because i miss jogjakarta so much.

this book is actually on my father's shelf at home, and he kept encouraging me to read it especially when i was about to study at jogja...but i didnt sure why i wasn't so interested.

maybe, if you're not a javanese (i am not, actually), nor attached or connected to their culture, you wouldnt smile when you read the book.
the 'tole' or 'enggih' ... are exapmles of the words that i've learne
...more
Santh memories
kesan pertama liat cover-nya, old school!
trus setelah baca, well orisinil banget, terasa kental banget sama budaya orang Jawa, dari tempat, bahasa, makanan khas, pakaian, tata krama, sampai lika-liku budaya di antara 3 zaman yang berbeda.
berawal dari Soedarsono, seorang anak petani yang mulai masuk dunia "priyayi" karena diangkat sebagai guru bantu - yang kemudian diberi nama tua menjadi Sastrodarsono. mulai membangun keluarga "priyayi"-nya tersebut, beranak-pinak sampai buyut. semuanya dengan p
...more
Indra Pratama
Saya sangat menyukai bagaimana interaksi antar karakter yang begitu banyak, kompleks dan rumit bisa diurai oleh keberadaan satu tokoh, Lantip. Buku ini juga menawarkan sudut pandang bagaimana secara sosial para priyayi menyesuaikan diri dengan sistem non-feodal yang bergerak maju di negara ini. Secara latar mungkint idak terlalu lincah berlompat, namun aura yang ada dari tempat si Mbah, yang merupakan perlambang dari idealisme dan utopisme dunia priyayi dan agama, dan setting lain yang merupakan ...more
Dinda Fitria Sabila
Tidak tahu lagi harus berkata apa, saya sebagai orang Jawa sangat menyukai novel ini. Sebagai mahasiswa perantau dan berada dalam lingkungan yang serupa digambarkan dalam novel tersebut, membuat saya rindu akan kampung halaman. Dan kiranya novel ini sangat detail dalam setiap penggambaran secara sosioloogis masyarakat Jawa.
anis Ahmad
membaca buku ini mengingatkan saya akan keluarga besar saya daerah jawa "pedalaman". buku ini baru selesai saya baca. walaupun buku lama, tapi bau saya dapatkan kemarin hari minggu waktu jalan-jalan di jogja. dan ternyata ada terbitan barunya, edisi tahun 2008. jadi ya lansung saja tak beli, sekalian sama jalan menikung. menceritakan tentang keluarga besar sastrodarsono alias soedarsono menampilkan pendekatan novel yang menarik dengan beberapa tokoh utama, lantip, soedarsono, hardojo, noegroho, ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 81 82 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk (Dukuh Paruk, buku 1 - 3)
  • Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16
  • Harimau! Harimau!
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Canting
  • Olenka
  • Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Robohnya Surau Kami
  • Bilangan Fu
  • Hujan Bulan Juni
  • Atheis
496170
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)
More about Umar Kayam...
Mangan Ora Mangan Kumpul Seribu Kunang-Kunang di Manhattan Jalan Menikung Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih Satrio Piningit ing Kampung Pingit

Share This Book