Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Para Priyayi: Sebuah Novel” as Want to Read:
Para Priyayi: Sebuah Novel
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Para Priyayi: Sebuah Novel (Para Priyayi #1)

4.12  ·  Rating Details ·  1,719 Ratings  ·  140 Reviews
Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa.

Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ke
...more
Paperback, 308 pages
Published 1992 by Pustaka Utama Grafiti
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Para Priyayi, please sign up.

Be the first to ask a question about Para Priyayi

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Buku Indonesia Sepanjang Masa
28th out of 495 books — 1,741 voters
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
26th out of 393 books — 394 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Irwan
Aug 23, 2010 Irwan rated it really liked it
Shelves: finished, 2010
Sejarah Indonesia ditangkap dalam novel ini secara mikroskopis dalam sejarah sebuah keluarga priyayi. Ceritanya mengalir tenang. Tanpa grusa-grusu seperti alunan gamelan Jawa yang lirih tenggelam sebagai musik latar. Meruang menciptakan semesta dimana tokoh-tokohnya mewakili individu yang beraneka namun disatukan dengan ikatan kekeluargaan yang kuat. Buku yang membuatmu menyesal ketika ia telah usai. Kenapa harus usai sih?

Sebagai orang keturunan luar Jawa yang lahir dan besar di Jawa, buku ini m
...more
Patty
Sep 10, 2007 Patty rated it it was amazing
I've never thought being half-javanese is interesting until I read this book. It is very beautifully written, and Umar Kayam never fails to write complex things in a simple way. It captures the heart and soul of being javanese, which I think is the most complex culture. It made me see how much strength the javanese women must possess. This book has opened my eyes in so many ways and it made me respect my origins, as we can never really stray that far from where we come from.
nanto
Dec 04, 2014 nanto rated it really liked it
Bahwa priyayi adalah sebuah konsep yang tertelan ruang dan waktu.
Pengamatan dan membaca buku ini menebalkan kesimpulan itu.
Dengan mengikuti kisah tokoh Sudarsono yang setelah jadi "wong" berganti nama menjadi Sastrodarsono merupakan bentuk lain dari sekian banyak jenis priyayi. Dengan mengikuti Sastrodarsono, dari Pak Kayam, seolah saya dengar "ada loh...priyayi yang lahir dari rahim revolusi kemerdekaan."
Selain itu, buku ini lebih bayak mengupas beberapa konsep kultur jawa yang lebih luas. ada
...more
Pedro
May 02, 2009 Pedro rated it really liked it
Buku ini sangatlah mengagumkan...Kehidupan yang penuh dengan cerita dan lika-likunya itu di kupas habis oleh Umar Kayam. Priyayi yang kumengerti dalam novel ini adalah merupakan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan terdidik dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan disekolahan. karakter-karakter dalam novel ini mempunyai kepribadian mereka masing-masing. Dan yang paling mengagumkan adalah Sastrodarsono dan Lantip. Mereka berdua memperlihatkan daya tarik tersendiri dalam novel ini. Mereka memp ...more
Ernie Maendari
Feb 15, 2010 Ernie Maendari rated it it was amazing
to love is not only admiring the beauty...but also understand the ugliness. never be afraid to laugh at yourself. i'm a javanese who didn't know anything about my culture until i read this book. salute to Pak Umar Kayam who dare to laugh at his own culture..dan bukan 'cinta buta' (baca: fanatisme) belaka..hehe.
Oni
Jan 16, 2016 Oni rated it it was amazing
Recommends it for: every Indonesian, student of Indonesian and Javanese culture
Mungkin aku akan sedikit subjektif dalam menilai buku ini. Latar tempat novel ini adalah di sebuah kabupaten fiktif seputaran Madiun, mungkin Ngawi, mengingat ini adalah tempat kelahiran Umar Kayam. Istri dan mertuaku sendiri berasal dari Madiun. Setelah sering berkunjung di seputaran Madiun dan menguasai sepatah dua patah bahasa Jawa, aku mulai bisa mendalami dan merasakan novel ini seperti yang diinginkan oleh penulisnya. Aku bisa merasakan bahwa pecel (yang dulunya tidak bisa kubedakan dengan ...more
Indra
Sep 16, 2007 Indra rated it it was amazing
Kalau ditanya, kenapa aku jadi dosen (well, belum dosen tetap, sih), jawabannya adalah karena aku baca buku ini. Kebetulan sekali pas aku baca buku ini di tahun 1999, aku baru dapet 'brevet guru bantu', eh, maksudnya diangkat jadi asisten dosen.

Jelas saja aku mengasosiasikan diri dengan Sudarsono (Sastrodarsono). Memang, tidak seperti beliau, aku tidak lantas dinikahkan ketika terangkat statusnya menjadi priyayi...

Tentang buku ini sendiri, aku lebih suka bagian depannya. Bagian belakang, terutam
...more
Phelphel
Jul 08, 2008 Phelphel rated it it was amazing
Recommends it for: asti_prawoto@yahoo.com
Recommended to Phelphel by: perpustakaan propinsi Jawa Timur
novel otokritik yang paling jujur yang pernah saya baca. Umar Kayam mengungkap kejujuran sebuah hipokrisi dengan sangat halus.
lapisan demi lapisan aturan (tata krama) dijalinkelindankan dengan begitu rapi hingga hampir setiap desah, harp, resah, ngeri sosok manusia-manusia priyayi dapat kita tangkap maknanya.
Umar kayam tidak menjustifikasi, ia hanya membeberkan kehidupan sehari-hari sebuah keluarga priyayi yang masih teguh dan bangga menggenggam ke-priyayi-annya. sedang kita, pembacanya, tanpa
...more
Ajeez Mohammed
Feb 26, 2008 Ajeez Mohammed rated it really liked it
Recommends it for: my friends
Recommended to Ajeez by: my teacher, Bu Uswatun
In here, we can understand what the mean of "priyayi", a government workers who has a high reputation in the people evidences. "priyayi" is a hero to bring up the people glory.

In this book, there're stories about a big family which started from Sastrodarsono, ex-farmer who can study in high level and build up a very attractive family.

The most "priyayi" in this book is Lantip, a child from one of the Sastrodarsono's family who break the honour of a village girl. Lantip is the main actor in this b
...more
Nenda
Jan 01, 2016 Nenda rated it it was amazing
Buku terakhir tahun 2015. Penuturan dan ceritanya "Jawa" banget tapi jadinya pas. Namun demikian, bukunya mudah dimengerti. Kekurangannya adalah belum adanya catatan kaki untuk menjelaskan istilah bahasa Jawa yang dipakai.
Rama Adeyasa
Nov 29, 2009 Rama Adeyasa rated it liked it
Sewaktu pertama membaca buku ini... sebenarnya bingung dengan cara bertutur yang berpindah-pindah dari tokoh yang satu ke tokoh yang lain. Akan tetapi, setelah beberapa lembar pembacaan, akhirnya dapat juga! Ternyata seru banget membaca karya Umar Kayam ini! Jadi berpikir, apa sih makna priyayi sesungguhnya?
Ardita
Aug 15, 2007 Ardita rated it liked it
Shelves: indonesian
Bear with Khayam to the end. Then continue with "Jalan Menikung". Hopefully you'll understand more about Javanese, one of Indonesia's ethnic and will eventually be able to differentiate "Indonesia" and "Javanese" (the two are kiwi and banana).
Hanif Amin
Jun 19, 2015 Hanif Amin rated it really liked it
Sebuah novel yang begitu menarik. Umar Kayam begitu pandai menyampaikan secara hemat sebuah perjalanan kepriyayian berpuluh tahun sampai membentuk suatu dinasti.

Kita diajak mengarungi 3 zaman dengan segala permasalahan setiap anggota keluarga. Semua diangkat bersama jalan cerita yang membuat kita terheran-heran. Hal yang menarik adalah gaya penceritaan dimana setiap orang menceritakan sesuatu dari sudut pandang masing-masing pada setiap bab.

Pada akhirnya, setelah melalui berbagai zaman, berbaga
...more
dian
Jan 15, 2008 dian rated it it was amazing
Buku ini mengajarkan gw tentang arti "Priyayo" yang sesungguhnya.
"Priyayi" itu tidak ada dalam darah, tidak dibawa dalam gen. "Priyayi" ditunjukkan dalam perbuatan, hati, dan pikiran secara sadar.
Bagus :)
Gita Romadhona
Feb 06, 2008 Gita Romadhona rated it really liked it
Recommends it for: everyone
Umar Kayam Rock! Saya kira, inilah masterpiece-nya Umar kayam. HAl penting yang bisa diambil dari buku ini adalah "Bagusnya alur keturunan nggak selamanya sejalan dengan kelakuan.".
Marina Zala
** Books 180 - 2014 **

kalo diandaikan seperti makanan. buku inii paket sehat lengkap. 4 sehat 5 sempurna! berisi masing2 anggota keluarga yang bercerita disudut pandang mereka masing2 yang semuanya terjalin dengan ikatan satu keluarga besar sastrodarsono..

saya sampe speechless baca novel ini! buku ini membawa saya dejavu membaca novel canting arswendo atmowiloto tapi buku ini jauhh jauhh lebih bagus! saya suka mulai konflik batin, konflik keluarga, cara bertahan hidup, prinsip jawa yang amat ken
...more
Lutfi Retno
Jul 17, 2007 Lutfi Retno rated it really liked it
Buku yang ngasih tahu aku tentang cara berfikir dan bertingkah laku orang Jawa. sebagai novel, buku ini nggak terlalu keren. Tapi sebagai buku antropologi: Top deh.
Sonny
Oct 14, 2008 Sonny added it
Melalui mulut salah satu tokohnya, Umar Kayam berkata :

aku tak percaya pada ideologi yang telah menumpahkan darah milyaran manusia..
Lai
Aug 14, 2007 Lai rated it really liked it
Hmmm...buku yg menginspirasi kita untuk mau menjadi pelayan bagi orang lain...
Ellys Sufia Firsanti
Jan 01, 2015 Ellys Sufia Firsanti rated it it was amazing
Menceritakan kehidupan Sastrodarsono yang menjadi seorang priyayi meskipun keluarganya berlatarbelakang petani, kemudian kehidupannya setelah berkeluarga dan membangun keluarga priyayi. Namun apakah anak-anaknya berhasil menjadi seorang priyayi? Atau justru cucu angkatnya yaitu Lantip, yang berhasil menjadi seorang priyayi? Bagaimana pengertian priyayi yang ingin dijelaskan dalam buku ini?

Saya suka.
Berlatar waktu dari zaman akhir kolonial Belanda sampai tahun 1960-an. Tokoh favorit saya adalah H
...more
Farah
Baca buku ini kayak belajar mengenai keluarga sendiri. Ada mbah buyut di Solo yang hampir setiap lebaran disamperin sama keluarga besar dulu. Walaupun beliau udah meninggal gue masih inget banget; dari kesukaannya dengerin radio campur sari (atau keroncong? Atau dangdut? ._.) sampe, pernah suatu ketika, unjuk kemampuan beliau bisa Bahasa Belanda. Beliau manggil gue bulan, adek bintang. Gara-gara buku ini gue juga mengerti kenapa di rumah beliau tinggal beberapa keluarga jauh. Terus gue jadi ngit ...more
Teguh Affandi
Jun 12, 2014 Teguh Affandi rated it it was amazing
Membaca novel Para Priyayi seperti membaca sejarah Indonesia yang dipotret dari sebuah keluarga Soedarsono (atau setelah menjadi priyayi berubah Sastrodarsono). Konflik di dalam keluarga priyayi dan perjalanan sejarah yang dialami mulai dari kakek-anak-hingga cucu juga adalah bagian sejarah negeri ini. Cuma bedanya ini terjadi dalam keluarga priyayi agung, kinormatan.

Generasi tertua dari novel ini adalah Sastrodarsono, yang semula adalah anak petani utun yang sangat bukan priyayi. Namun sepertin
...more
Priska
Jan 17, 2015 Priska rated it really liked it  ·  review of another edition
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
stany
Feb 14, 2012 stany rated it it was amazing
Shelves: punya
penokohan oke, penulisan alurnya bagus sekali, melihat cara umar kayam bercerita secara kronologis, dimulai dari masa kecil lantip, mundur sedikit ke latar belakang kehidupan sastrodarsono, kemudian bagian anak-anak sastrodarsono, lantip, serta harimurti yang dipotong-potong sesuai alur sejarah kemerdekaan. latar 1920-1965an yang dibawa buku ini pun berhasil digambarkan dengan baik. seperti layaknya novel-novel lain yang berlatar kehidupan keluarga jawa, seperti Canting dan Gadis Pantai, buku in ...more
Harun Harahap
Oct 03, 2010 Harun Harahap rated it it was amazing
Shelves: punya, fiksi, indonesian
Apakah arti dari sebuah kata “Priyayi”?
Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan suatu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan. (Wikipedia)

Arti dari priyayi di atas sangat berlainan dengan arti priyayi dalam novel Para Priyayi ini. Priyayi di buku ini tak mestilah keturunan dari keluarga kerajaan. Seorang Priyayi bisa jadi berasal dari kaum petani, seorang rakyat bias
...more
Ivan
Sep 16, 2011 Ivan rated it it was amazing

Kali pertama setelah menyelesaikan novel ini , heran sekaligus takjub sambil berkata : wah jawa banget. Bagaimana penulisnya yang berasal dari Ngawi dan menempuh studinya sampai jenjang Doktor menceritakan dengan apik. Setting tempat sekitar madiun-solo dan sekitarnya dan pengolahan berbagai macam setting cerita termasuk alur, narasi dan gaya penulisan yang membuat pembaca betah menyelesaikan cerita dari awal sampai akhir.
Novel ini hakikatnya menanyakan tentang bagaimanakan definisi priyayi itu
...more
Rahmadi Fajar Himawan
Jun 11, 2013 Rahmadi Fajar Himawan rated it it was amazing
" Para Priyayi" tidak membuat saya bosan membacanya. Apakah karena latar belakang keJawaan yang memikat, atau kurun waktu dari zaman kolonial hingga setelah masa gestapu yang menawan hati saya, atau mungkin karena tokoh Lantip yang jasanya sangat besar artinya untuk keluarga Sastrodarsono, saya tak tahu. Yang jelas, novel yang diselesaikan di New Haven, USA ini, membuat saya mabuk kepayang !

Bagaimana tidak ? pak Umar Kayam dengan cerdik memaparkan kisah satu keluarga priyayi guru dengan narator
...more
Nugie
Jul 08, 2013 Nugie rated it it was amazing
Novel ini bercerita tentang Soedarsono seorang anak dari keluarga buruh tani yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah dan kemudian menjadi guru desa. Dari sinilah ia memasuki dunia elite birokrasi sebagai priyayi pangreh praja. Ketiga anaknya melawati zaman Belanda dan zaman Jepang tumbuh sebagai guru opsir peta dan istri asisten wedana. Apakah Cita-ci ...more
Amanatia Junda
Jan 13, 2014 Amanatia Junda rated it it was amazing
Kiranya, saya cukup terlambat dalam mengenal sosok Umar Kayam. Saya jatuh cinta pada sebuah cerpennya, Kunang Kunang di Manhattan, dan sekali lagi saya jatuh cinta pada karyanya yang cukup tebal, Para Priyayi. Adapun novel ini berkisah--sesuai judulnya--kehidupan para priyayi di Jawa. Berlatar belakang Wanagalih atau Ngawi, kota kecil yang bertetangga dengan Madiun, lalu dilanjutkan Solo dan Jogja, novel ini sangat "njawani".

Saya memberikan lima bintang karena Umar Kayam benar benar berhasil mem
...more
Emon
Sep 21, 2008 Emon rated it it was amazing
Duuuhhh....suka sekali dengan novel ini. Campuan antara budaya Jawa, Hollandse sama Inggris dari almarhum Bapak Kayyam, penulis yang sangat saya sukai, karena tulisan-tulisannya yang mampu menghibur saya.

Pak Kayyam tidak saja menulis tentang sebuah drama kehidupan keluarga sebuah keluarga Jawa (Soedarsono), akan tetapi mirip-mirip pelajaran Sosiologi keluarga Jawa. Bagaimana keluarga ini mengalami naik kelas atau mobilisasi vertikal. Dari keluarga bisa menjadi priyayi. Sebuah tingkatan yang tin
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • Arus Balik
  • Harimau! Harimau!
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Olenka
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Canting
  • Pengakuan Pariyem
  • Atheis
  • Bilangan Fu
  • Merahnya Merah
496170
Many predicate have been given to Umar Kayam. He was a writer, lecturer, bigscreen artist. Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Bibliography:
* Sri Sumarah (Pustaka Jaya, 1975)
* Para Priyayi (Pustaka Jaya, 1992)
* Jalan Menikung/Para Priyayi 2 (Pustaka Jaya, 2002)
More about Umar Kayam...

Other Books in the Series

Para Priyayi (2 books)
  • Jalan Menikung

Share This Book