Atheis

Atheis

3.65 of 5 stars 3.65  ·  rating details  ·  592 ratings  ·  63 reviews
Roman Atheis mengetengahkan perkembangan yang khas bagi masyarakat Indonesia sejak permulaan abad kedua puluh, yakni pergeseran gaya hidup tradisional ke gaya hidup modern. Pergeseran itu membawa serta perselisihan dan bentrokan antara paham-paham lama dan baru, terjadi khususnya di lapangan sosial budaya dan politik.

Perkembangan di dalam masyarakat tidak luput meninggalk...more
Paperback, 5th ed., 236 pages
Published 1969 by Balai Pustaka (first published 1949)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 869)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Anastasia Ervina
Novel ini saya baca pas jaman SMP :D

Bayangkan, saya yang masih bocah SMP saat pertama kali membaca novel ini, dengan ajaran agama yang selalu ditanamkan orang tua saya mulai membuka pikiran dan pandangan bahwa wajar saja jika seseorang yang beragama beralih menjadi atheis atau bahkan sejak ia bisa berpikir ia menjadi atheis. Hal ini dikarenakan orang tua pada dasarnya hanya mengajarkan bagaimana anaknya agar selalu 'patuh' dengan ajaran agamanya, menciptakan cerita-cerita mengerikan tentang siks...more
Randhy Nugroho
Mungkin sebaiknya kita hapuskan konsep ke-Tuhanan. Karena ke-Perikemanusiaan-lah yang menjadikan kita manusia.

Roman Atheis menyeret banyak permasalahan agamais, sosio-politis dalam masa transisi penjajahan kolonial ke pendudukan Jepang yang dituangkan kedalam ruang pikir tokoh Hasan (seorang anak 'alim') dari Kampung Panyeredan di lereng gunung Telagabodas, Garut.

Konflik sebenarnya dimulai ketika Hasan pindah ke Bandung dan berjumpa dengan Rusli, kawan lamanya yang telah menjadi seorang pemikir...more
Henny Sari
percakapan (diskusi tentang pemikiran atheism, realisme sosialis, dan hal2 di sekitarnya) yang digulirkan para tokoh di sini mengasyikkan untuk disimak. Tapi.... sayang, tokoh yang atheis, yang sungguh progresif dan terbuka cara berpikirnya, justru di bagian akhir malah menjadi pecundang dalam kehidupan. seolah Tuhan tidak merestui kualitas dan pencapaian dirinya, sehingga harus disingkirkan dari dunia melalui penyakit kelamin syphilis! Ugh! (*marah!). Ada 2 kemungkinan mengapa si penulis membua...more
Didin hartojo
baru membacanya sekarang, ketika 28 tahun. sangat telat dibanding angkatan saya yang rata-rata membacanya ketika bersekolah di smp.

sebelum membaca atheis kesan berbeda saya dapat pada saat saya menuntaskannya. tetaplah beragama seketika itu pesan yang saya dapat. novel yang ditulis sekitar tahun 40an ini beralur fleksibel, maju mundur. modern,istilah saya. gaya tuturnya juga sepertinya cukup akrab, mengandung kekinian walau tetap dengan pilihan kata yang sesuai jamannya.

tokoh hasan yang abu-ab...more
Muhammad
Hasan telah tiada. Kepergiannya membuatku mengingat-ingat kembali awal perkenalanku dengannya. Aku ingat ketika dia datang kepadaku untuk memintaku menilai karangannya yang hampir serupa dengan autobiografi.

Kubaca hasil karangannya itu....

Karangan itu bercerita tentang perjalanan hidupnya sendiri. Bagaimana dia menjalani kehidupan dari kecil hingga dewasa dan telah dididik untuk percaya kepada Tuhan serta taat pada agama. Jalan hidupnya mulai berubah ketika bertemu Rusli—kawan masa kecilnya—dan
...more
Asri Wuni
Cukup telah bahkan sangat telat bagi saya mendapatkan "Atheis" saat ini. Novel yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 ini benar-benar menceritakan gaya-gaya kehidupan manusia pada zamannya, bahkan saat ini pun masih banyak lika-liku kehidupan seperti dalam "Atheis". Novel yang disebut-sebut sebagai monumen sastra Indonesia ini mewakili gejolak akibat munculnya golongan "frijdenker" di kalangan kaum muda yang berpendidikan barat pada awal abad ke XX.

Adalah Hasan, seorang pemuda dengan did...more
Hardini
aku baca buku ini pas klas 3 smp,gr2 diwajibkan kumpul buku roman, akhirnya semua buku roman ingin aku baca,sjauh ini aku belum pernah kecewa ma bacaan jenis ini. bahkan berbekas sekali isinya. "atheis" jadi maklum mengapa orang2 yang sempat percaya paham komunis (walaupun secra ktp beragama) susah sekali diajak kembali ke jalan Tuhan. ibarat gelas kosong,(masyarakat kt jaman dulu)jadi disi apa aja masuk dan kebetulan yg diterima mentah2 adalah paham itu. beda dengan hasan (tokoh dalam cerita in...more
Sandra dewi
"cerita tentang hasan yang menjalankan perintah agama tanpa mencoba untuk mencari tahu lebih dalam sehingga dengan mudah agamanya itu berpindah hanya karena pergaulan, dan cinta tentunya. Tapi pada akhirnya menemukan hakikat sejati dari agama yang ia anut."

waktu baca judul buku itu di SMA dulu, rasanya ngeri banget untuk ngebacanya takut akan mengalami hal yang dialami oleh tokohnya "Hasan". Jadi waktu guru nyuruh baca salah satu buku sastra yang tersedia di perpustakaan, buku atheis adalah buku...more
Harun Harahap
Hasan oh Hasan..
pahitkah??pedihkah??sakitkah??
biar saja, bukankah kau telah menangkan suara hatimu
sudahlah, kau cukup lugu untuk menikmati
sengasara dan kematian

Kartini seorang perempuan modern
bebas atau tidak, toh jatuh
tersungkur

Anwar oh Anwar..
Atheis tidak membuatmu baik bahkan suci
pun tidak yang lainnya
sekali bajingan tetap bajingan
Morningdew
Novel Atheist berisi kisah seorang pemuda desa yang alim yang kemudian hijrah ke kehidupan dan pergaulan modern. Naasnya, pergaulan barunya ini menyeret pemikiran-pemikiran religiusnya yang konservatif ke dalam pemikiran-pemikiran rasionalis dan cenderung mendewakan akal. Akibatnya, keyakinannya akan keberadaan Tuhan pun ikut bergeser.

Konflik batin sang pemuda merupakan sumber cerita yang paling banyak diangkat di dalam novel ini. Dengan bersetting Indonesia pada zaman penjajahan, latar belakang...more
Awal Hidayat
Sudah terlalu terlambat memang kalau baru sekarang baca buku yang pertama kali terbit tahun ’40-an ini. Bagaimana pun, buku ini masih layak dibaca. Buku yang menceritakan kondisi masyarakat pada zamannya, berlatar tahun 1940-an ketika Indonesia masih dalam periode kolonialisme.

Buku ini sejenis roman, jadi buku ini turut memberikan cerita percintaan yang mengalir antara Hasan dan Kartini, wanita yang mengubah hidup Hasan. Dalam buku ini, melalui percakapan-percakapan yang tercetak, diceritakan ba...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
The Big Eight-nya Balai Pustaka, buku ini masuk dalam paket Indonesian Cultural Heritage.. Sastrawan Terbaik Indonesia.. terlepas dari kontroversi judul dan pengarangnya..

Hasan..Hasan..malang benar nasibmu..sudah jatuh tertimpa tangga, habis tertimpa tangga ditabrak bis pula dia..kira-kira semacam itu perumpamaan nasib Hasan..lahir dari keluarga bangsawan dan religius, pemuda yang baik-baik dan rajin beribadah pada awalnya, ia dihadapkan dengan kisah cintanya yang gagal dengan Rukmini, dan gaya...more
Tenink EndangMart
Baca buku ini pas SD klo nggak salah, nemu diantara tumpukan buku2 bapak.
Sempet dilarang baca awalnya, karena bukan bacaan anak2. tapi makin dilarang makin penasaran kan hehehe...:-)
Jadilah akhirnya baca sambil sembunyi2, dan selalu merasa bersalah kalo ketemu bapak.

Awalnya cukup mumet buat anak umur SD, tapi masih inget banget bagaimana konflik bathin yang dialami Hasan ketika dia melihat kenyataan disekelilingnya sangat bertentangan dengan nilai2 yang diajarkan selama ini.
Antara " eh itu kan s...more
Haeruddin
Novel yang terbit pada era sastra 45an ini cukup menggambarkan kondisi masyarakat dengan peralihan gaya hidup ketraditionalan yg berpegang teguh pada agama ke modernitas yang segalanya mesti dikaji dan dipikirkan. Cukup telat memang untuk dibaca sekarang. Padahal novel ini saya rasa banyak menghias perpus perpus sekolah.
Hasan, seorang pemuda yang telah dididik agama sejak kecil. Anak penurut yang taat terhadap orang tua dan juga agamanya. Ia terlalu gampang menerima sebuah pemikiran baru dari...more
Agoes
Hasan, tokoh utama buku ini, dikisahkan sebagai seorang pria muslim yang alim dan taat beribadah. Isi pikirannya sederhana dan polos. Namun, dia perlahan-lahan berubah setelah dia bertemu dengan teman masa kanak-kanaknya, Rusli. Rusli adalah seorang atheis, dan melalui banyak diskusi serta obrolan, iman Hasan mulai tergoyahkan. Selain memiliki pengetahuan yang luas, Rusli juga sangat sopan dalam berbicara sehingga Hasan tidak merasa tersinggung saat Rusli membahas mengenai pandangannya terhadap...more
Rakyan Widhowati Tanjung
novel sastra-filsafat paling keren yang pernah saya baca. di dalamnya kombinasi multikultur dan sudut pandang yang nyentrik bagi orang-orang atheis, pendapat-pendapat dan gagasan yang dikemukakan tokoh atheisnya (anwar, rusli, dan teman-temannya) serta pendekatan emosional dan cinta yang terbentuk dari kartini yang serta merta mengubah hidup hasan. konflik yang mengagumkan.
namun, ada beberapa hal yang menurut saya kurang berasa, yakni terlalu kurang berpendiriannya tokoh si hasan.
Tara
Waw, membuktikan kalau aku bener-bener makhluk naif...haha...

Hebat, setiap baca buku tentang para pemuda Indonesia jaman dulu, aku selalu iri. Semangatnya itu lho...! Rasaanya susah membayangkan kalau umur karakter-karakter di buku ini kurang lebih seusia denganku.

Dan yang aku suka dari roman-roman sastra lama Indonesia seperti Atheis ini, mereka seperti buku sejarah yang dikemas lebih seru dibanding buku pelajaran sejarah waktu sekolah...;p
Oya, aku suka sekali dengan cara sastrawan Indonesia e...more
Wahyu
Buku ini memiliki tempat di hati saya. Sebab novel ini sangat mistis. Otak saya pecah saat berusaha menahan kecamuk di dalamnya. Tokoh Rusli dan Hasan memang menyediakan nuansa yang mengerikan dalam menyajikan konsep agama dan Tuhan. Konflik dan perdebatan pemikiran sering terjadi di cerita ini. Sastra klasik yang menawan. Sebuah karya besar dari kakek Achdiat. Salut!
maisarah kadir
I think the English translation kinda ruined some aspects of the book. contohnya, adakah being called "archaic" itu sama offensive dengan "kuno"? atau "jangan berangan" itu sama dengan "don't dream". atau "tak sedar lagi ke?" di translate kepada "haven't you woken up already?". haih.

plot wise, the build up was okay, then it afterwards it was just messy towards the end.
eti
pertama kali baca novel ini waktu SMP kalo gak salah ingat :D, tentang Hasan si tokoh utama, yang mencari jatidirinya. juga ada Kartini & Anwar yang masuk ke dalam perjalanan pencariannya itu.

selebihnya saya lupa. sepertinya harus membaca kembali. menyegarkan ingatan lagi hehehe...
Na-me-na
waktu masih SD ga sengaja nemubuku iini di koleksi buku ayahku,,, hahhaahha yasudlah berhubung hobi baca dr kecil,, jadilah saya seorg anak sd kelas 3 membaca buku sastra ATHEIS ini hahahaha
hebaatt,, pokoknya waktu itu yg penting bacaa,, wlalpun mumet ama isinya ,, hihiihi
Jessica
ni novel dipake buat tugas bahasa Indonesia pas kelas 2 SMP. hahaha. inget banget, rebutan sama temen mau yg siti nurbaya, eh, yasudah, saya ngalah dan pake ni novel. saat saya SMP, saya kurang ngerti maksud ceritanya, masih lugu sih :P
Aleppigs
sebaiknya agama itu dilepaskan saja 100% dari masalah kenegaraan. tapi masalahnya, agama Islam ini pada dasarnya mengajarkan bagaimana cara mengatur sebuah negara. itulah sebabnya para fundamentalis selalu ingin berkuasa di negara ini.
Nur Asyiah
Karya sastra yang jenius. Mencakup berbagai unsur kehidupan dengan alur yang tidak biasa. Yang paling saya tidak sangka adalah bahwa ternyata unsur romantika dalam novel ini begitu kuat, bahkan kalau saya bilang merupakan unsur utama penggerak cerita
Mark
"Saya merasa sangat banyak dosaku. Dan segala perasaan di sekitar dosaku itu kelak akan muncul semuanya, akan mencambuk, menyiksa aku dalam sekarat."

Diam lagi dia. Sangat takut nampaknya dia. Menarik-narik lagi jari-jarinya dengan tidak mengangkat tangannya dari pangkuannya. Matanya terpancang atas meja seolah-olah ada yang dilihatnya di atasnya. Tapi jauh agaknya tinjauannya itu. Jauh, entah ke alam mana.

...

"Jadi pun ilmu jiwa, dus ilmu pengetahuan membenarkan adanya neraka," sambungnya lagi. "
...more
lita
Saat membaca ulang novel klasik ini, saya mendapati cerita pembukanya agak mirip dengan cerita pembuka yang ada di buku ini. Kebetulan?
Cholis Setyo
Sangat layak dibaca untuk mereka yang masih gamang akan keyakinan kepada Tuhan, khususnya kaum muslim. Akhdiat sangat pandai membawa hati pembacanya ke arah konflik batin yg amat dalam, menggetarkan nurani untuk bertanya kembali sudahkah benar hidup macam apa yg kita pilih saat ini?
Pesan moralnyapun juga layak kita petik, direnungkan dan kalau toh bisa keputusan akan kita ambil. Bukankah hidup itu pilihan kawan?

Antonini Ramon
membaca ini bertahun2 yg lalu pasti berbeda dgn membacanya ulang sekarang ini...di tengah sekularisasi dan sekularisme. Anak sesado pasti sudah baca...
Prima patriotika
buku bagus tentang seorang sholeh yang karena pergaulan akhirnya justru menjadi atheis...
Buku berkesan meski sudah lama saya membacanya....
Domonz
Great book with and ideology. Have to read well enough to understand what he try to explain. Late time with turbulance . Good old book
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 28 29 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Atheis  (Paperback)
Atheis (Paperback)
Atheis (Asian and Pacific writing)
Atheis (Mass Market Paperback)
1001895
ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan...more
More about Achdiat K. Mihardja...
Manifesto Khalifatullah Si Kabayan, Manusia Lucu Debu Cinta Bertebaran Kesan dan Kenangan Keretakan dan Ketegangan

Share This Book

Your website

No trivia or quizzes yet. Add some now »