Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dongeng Calon Arang” as Want to Read:
Dongeng Calon Arang
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dongeng Calon Arang

3.4 of 5 stars 3.40  ·  rating details  ·  916 ratings  ·  108 reviews
"Centuries ago, there was, in the eastern part of the island of Java, a kingdom by the name of Daha..." So begins The King, the Witch and the Priest, a fable with contemporary allure that is based on the story of Calon Arang, a Javanese legend dating from the twelfth century.

As tradition tells it, Calon Arang was a powerful witch from the village of Girah who had a beautif
...more
Paperback, 113 pages
Published by Yayasan Bentang Budaya (first published 1951)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dongeng Calon Arang, please sign up.

Be the first to ask a question about Dongeng Calon Arang

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,388)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Endah
Legenda Calon Arang telah sangat dikenal masyarakat kita. Kisahnya - seperti kebanyakan cerita rakyat lainnya - tersiar turun-temurun dari generasi ke generasi melalui tradisi tutur (lisan). Cara seperti mengundang kekhawatiran pihak-pihak yang peduli, bahwa pada suatu hari kelak legenda-legenda indah itu akan punah jika tak ada lagi orang yang bersedia menuturkannya. Maka lantas mulai dirasa perlu upaya menuliskan kembali dongeng, hikayat, legenda, dan cerita-cerita rakyat Nusantara. Termasuk d ...more
an
cukuplah ini sebagai sebuah dongeng. dan mungkin lebih tepat na dongeng tentang kerajaan daha secara keseluruhan tidak hanya menyorot tenyang calon arang. memang mungkin cerita tidak akan terbentuk tanpa ada na calon arang yang mendendam dan menyebar teluh na. tapi bolehlah semua na itu lebih kepada dongeng konfensional, ketika kejahatan melawan kebaikan, maka ntah sehebat apapaun kejahatan itu kebaikanlah yang akan menang.

bahkan fokus cerita sebenar na ada pada empu baradah. di mana dia diekspo
...more
B-zee
Tanpa sengaja memilih buku Pram yang untuk anak-anak. Bukan yang terbaik dari beliau kurasa. Mengangkat kembali dongeng negeri ini.

Berbicara tentang dongeng Indonesia, rasanya seperti kembali ke masa kecil, ke masa dimana hidup itu hanyalah rumah, keluarga, sekolah dan teman-teman. Tak ada pekerjaan, tak ada tanggung jawab, tak ada beban dan masalah yang berarti. Bahkan meski setelah dewasa saya masih membaca dongeng atau cerita anak-anak, kebanyakan yang saya baca adalah kisah terjemahan. Dan t
...more
roland zoe
Ekspektasi yang tinggi. Itulah yang saya rasakan pertama sekali membaca buku ini, bahkan sampai dengan 3/4 isinya. Harusnya sih tidak kalau saya membaca kata pengantarnya dengan detil. Baru sadar setelah membaca pengantar setelah menyelesaikan penutup buku ini dan menemukan kalimat "buku ini disusun sebagai buku kanak-kanak". Hahaha, geli sendiri.

Cerita ini tentang seorang dukun perempuan, seorang janda yang memiliki hobi meneluh dan membunuh orang dan semakin parah setelah tidak ada yang mau me
...more
Ancilla
As Pramoedya Ananta Toer said, He rewrite the legend which has been written at year of 1462 in çaka's calendar (Hindi's).

Previously, I know the name of "Calon Arang", it is a legend, isn't it. But, I never knew the story. Thus, what is written in the book "Contribution for the world from Indonesia".

For me, this is a story of love. The love between parents and the children. It shows that the good (Empu Baradah) and the bad (Calon Arang) do their best in the name of love, their loves to their ch
...more
Ilma Dityaningrum
Calon Arang yang diceritakan di sini oleh Pramoedya mendapatkan tempat yang hampir sama dengan tokoh-tokoh perempuan di cerita2 lain yang ditulis Pramoedya. Bukan hanya sebagai seorang penyihir, tukang teluh dan pemimpin dari kelompok2 hitam yang sukanya berkeramas dengan darah saja, namun Pramoedya juga menceritakan Calon Arang sebagai seorang perempuan, seorang ibu dari seorang Ratna.

Ketika membaca buku ini, saya tidak hanya bergumul dengan kejahatan dan kekejaman Calon Arang, namun Pramoedya
...more
Petronela
Udah lama pengin baca buku yang ini. Sebenarnya mungkin ada beberapa versi mengenai cerita Calon Arang. Pram sendiri membenarkan dalam kata pengantar yang ditulis beliau pada puluhan tahun silam (yang juga tercantum di dalam novel ini). Sedari awal juga dituliskan bahwa kisah ini diperuntukkan bagi anak-anak. Membaca Cerita Calon Arang, jadi teringat sebuah film lawas. Kalau mau dibandingkan sepertinya tidak setara. Entah mengapa, saya merasa buku terkadang jauh lebih jujur ketimbang film. Film ...more
Teguh Affandi
Buku tipis yang bisa sekali duduk habis, sambil nunggu makan di warung makan (agak lebay kalau ini). Mungkin ini dongeng satu-satunya yang ditulis dengan gaya dan sudut pandang Pramoedya Ananta Toer. Seperti yang sudah2 didengar atas dongeng Calon Arang. Tetapi mungkin ini versi Jawa, karena terjadi di Kerajaan Daha, sebelum pecah menjadi Jenggala dan Kediri. Calon Arang, Ratna Manjali, Raja Airlangga, Empu Baradah.

Tetapi pertanyaannya, mengapa Pramoedya menulis dongeng yang ini? Kenapa nggak Sa
...more
Nisa
terlalu malas untuk pergi ke toko buku, saya mendapati buku ini terselip di lemari buku di rumah. selesai dalam kurang dari dua jam. lucu rasanya membaca buku model begini lagi, setelah sekian lama pensiun dari genre dongeng dan cerita rakyat, apalagi yang ditulis untuk kanak-kanak. saya merasa nilai-nilai yang diajarkan oleh buku ini sangat kuno, tapi apa yang saya harapkan? tentu saja baik=saleh=suka menolong=laki-laki, sedangkan jahat=gimbal=suka meneluh=perempuan. namanya juga patriarki, sec ...more
Ria
Sepertinya buku ini memang diperuntukkan bagi anak-anak. Membaca ini jadi ingat masa kecil, ketika hampir setiap hari nenek saya selalu mendongeng cerita-cerita rakyat dari negri sendiri. Salah satunya Calon Arang. Pesan moralnya sama kok dengan kebayakan dongeng pada umumnya. Bahwa kebaikan akan selalu menang melawan keajahatan.


^_^ dongeng saat liburan
Katya
Nov 16, 2012 Katya rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommended to Katya by: my school
Indonesian books, man. They're either really good, or just don't make sense.

(view spoiler)

but Pramoedya Ananta Toer is my favourite Indonesian writer, and I'm planning to read Bumi Manusia/This Earth of Mankind soon, so yay.
Darnia
Gw akui, gw gak suka buku ini. Memang diperuntukkan buat anak-anak dan Calon Arangnya kelewat kejam, you named it. Bukan pertama kalinya gw baca buku adaptasi kisah Calon Arang, tapi buku ini kelewat simpel. Apa dewa segitu gampangnya menampakkan diri di hadapan pemujanya? Apa pertapa sakti segitu mudahnya menghidupkan kembali orang mati, meski matinya kena teluh? Dan apakah mensucikan hati yg kotor sesimpel membalik telapak tangan?
Mungkin gw kelewat nuntut dari adaptasi yg ditulis tahun 1954 i
...more
Nadia Fadhillah
dongeng yang punya banyak nilai moral namun justru sudah dilupakan (manusia) jaman sekarang. atau kalaupun ada, legenda semacam itu dijadikan sinetron yang justru mengurangi nilai moral dan sejarah dari sebuah legenda.
Sang_onit
sebenarnya ada beberapa versi, versi orang bali, dari cerita seorang kawan terasa lebih mistis dan memberikan inspirasi buat menjelajahi keberadaannya.. ada yang minat bikin video dokumenternya?

Y!M: sang_onit
Nura
Kalau orang-orang nggak usil ngomongin Ratna Manggali yang belum menikah juga, mungkin Calon Arang nggak akan terlalu sakit hati dan meneluh orang seantero negeri. Ini satu-satunya dongeng tanpa tokoh yang bisa gw sukai.

Bagian paling mengganggu menurut gw, yaitu pada saat Empu Baradah datang ke Girah. Calon Arang yang awalnya menyambut sang Empu dengan sukacita karena berpikir dia bisa menebus dosanya terpaksa harus kecewa, karena Pendeta Sakti mengatakan dosanya sudah terlalu banyak dan jiwany
...more
Agustinus Wibowo
Serasa bernostalgia baca dongeng anak-anak. alurnya, penuturannya, juga klise-klisenya. Tetapi gaya bahasa Pram memang khas, asyik dibaca. Tidak sampai 2 jam pula.
Jennifer
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Sakinah Mariz
Buku ini adalah dongen tentang Putri Calon Arang yang tidak menikah sebab susah dipersunting, kekejaman Ibunya membuat para pemuda ketakutan sebelum melamarnya.

Saya sudah beberapa kali membaca cerita ini dengan sumber cerita yang berbeda-beda. Namun bedanya dalam tulisan Pramoedya, Ibu dari Putri Calon Arang digambarkan daalam sosok yang kejam. Tidak tampak sisi feminis serta tidak disebutkan dengan jelas apa yang menyebabkan beliau bersikap yang demikian. Sumber lain kebalikannya, mengambil cer
...more
aldo zirsov
dapat yang bertanda tangan Pram, bertanggal 20-05-2004....
senangnya..:)
Adien Gunarta
Walau di depan dibilangkan bahwa ini cerita buat kanak-kanak, tapi saya pikir ini tidak terlalu baik dibaca atau didongengkan kepada kanak-kanak kita. Banyak cerita kejam dan keji. Lagi pula bahasa dan desainnya pun tidak ramah anak. Ini buku yang ditengah-tengah. Tidak untuk anak. Namun membosankan pula dibaca orang dewasa. Saya kasih tiga bintang karena dia Pram, pasti ada yang saya tidak tangkap maksudnya; plus bagian pengantar penulisnya bagus, terutama bagian riwayat nama Blora dan niat bai ...more
Ahmad Ibo
klo boleh saya bilang, ini buku terjelek yg pernah ditulis pram. krn dgn menulis cerita ini, pram yg sejak dulu sejalan dgn pandangan feminisme (banyak penulis ttg perjuangan perempuan) malah terkungkung menjadi seorg patriarki. meski begitu, sy percaya, cerita ini hanya sebuah dongeng yg berkembang dlm tradisi lisan masyarakat jawa dan bali, yg diceritakan kembali oleh pram dgn gaya tutur seorg ayah yg sedang mendongengi anaknya. sungguh, tidak ada niat pram utk membakar calon arang yg tidak be ...more
Dian Ara
Jelas bukan karya terbaik Pramoedya Ananta Toer (PAT), terutama karena gaya bercerita yang cenderung datar dan linear. Toh, tetap layak dianggap bacaan ringan untuk mengisi waktu senggang.

Cerita Calon Arang mengisahkan dongeng tentang sang legenda Calon Arang, tukang teluh yang jahatnya amit-amit, melawan Empu Baradah, yang baiknya amit-amit. Hitam versus putih memang temanya. Maklumi saja, kan dongeng.

Yang menarik dari versi PAT ini adalah penggambaran sosok Calon Arang. Selain seorang dukun ya
...more
Anton
Dari sekian banyak buku karya Pramoedya Ananta Toer, buku ini yang paling tipis. Hanya 94 halaman. Bandingkan dengan Drama Mangir 141 halaman atau Jejak Langkah yang sampai 724 halaman. Selain tipis, buku ini juga paling sederhana alur ceritanya. Mudah ditebak akhirnya.

Karena itu pula, saya tak perlu waktu lama untuk selesaiikan buku ini. Cukup 3 jam diselingi mium kopi, baca Kompas Minggu, serta masak dan sarapan. Tak perlu berpikir ruwet dan berat untuk mengikuti sederhananya cerita dalam buku
...more
Purbandini
Nama adalah doa, seperti itu pula yang terjadi pada Calon Arang. Seorang penyihir atau tukang teluh yang sangat jahat, diakhir hidupnya dia mati terbakar menjadi arang akibat kejahatannya sendiri.

Dulu waktu masih kecil, saya suka sekali mendengarkan Sanggar Cerita. Pita kasetnya sampai kusut karena diputar puluhan kali. Isinya tentang dongeng-dongeng dalam negeri, seprti Timun Mas, Rara Jonggrang, Malin Kundang dan banyak lagi yang lain. Sebagai anak kecil, dongeng ini membuat saya takjub, selai
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Minggu ini adalah minggu dongeng, itu kalau buat aku.
Setelah terbuai dan melanglang buana dengan dongeng-dongeng dari berbagai penjuru dunia, kini saatnya untuk melihat dongeng dari negeri sendiri. Bicara soal dongeng, Seperti yang ditulis oleh Lentera Dipantera:
Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan Nusantara. Tradisi dongeng ini tampak berurat akar dalam kesadaran subyek-subyek masyarakatnya. Turun-temurun. Karena sifatnya dongeng maka jangan tanyakan keilmiahannya. Sesuatu itu dis
...more
Nonna
Kisah terjadinya dua kerajaan, Kediri dan Jenggala.

Sedikit lebih ringan dari buku sebelumnya yang saya baca, Cerita Calon Arang mengkisahkan sifat baik Empu Baradah yang akhirnya dapat membinasakan tulah dari sifat buruk Calon Arang, perempuan yang hobinya membuat tulah kepada rakyat desanya yang tidak berkenan padanya.
Membaca buku ini tidak membuat saya berhenti, dan ingin terus membaca cerita yang juga memiliki nilai sejarah. Cukup sehari saya menghabiskan buku ini.

Calon Arang adalah seorang j
...more
Tiwik
Aku lebih suka versi Femy, lebih manusiawi. Karakter dilematis Ratna Manggali terasa banget bebannya dibanding karakter Ratna Manggali versi PAT yang pasrah dan seolah tak punya jiwa.
Penggambaran Calon Arang sendiri oleh Femy jadi terlihat tidak 'semengerikan' versi PAT. Terasa bahwa dibalik petaka yang ditimbulkannya, sebenarnya adalah buah dari akumulasi keputusasaan serta sakit hati yang dipikul dari orang-orang yang telah melecehkannya. Sosok yang sangat penyayang dan berpengaruh (mantan pe
...more
Jusmalia Oktaviani
Calon Arang, adalah seorang wanita yang ditakuti karena punya kesaktian sihir yang tak tertandingi. Ia selama ini menjadi tukang teluh, dan kejahatannya pada sesama membuatnya ditakuti orang. Digambarkan wanita yang hanya punya sifat jahat, ia membunuh orang sebanyak-sebanyaknya hanya karena kesal anaknya yang cantik jelita tak ada yang mau mengawini. Wajar saja orang takut, meski anaknya sangat cantik, tak ada lelaki yang berani punya mertua seperti Calon Arang.

Sakit hati, Calon Arang dan peng
...more
Kaha Anwar
Membela anak merupakan kewajiban orang tua. Anak polah bopo kepradah memang selayaknya terjadi. Namun, soal bela-membela pun harus tahu empan papan, tahu bener dan penernya jika tidak hanya menjadi musibah bagi diri dan keluarga.
Inilah yang dialami dalam lakon Calon Arang. Dendam Calon Arang dimulai ketika anaknya, Ratna Manggali, tidak laku kawin, sehingga mengundang desas-desus tetangga sekitar. Padahal, Ratna Manggali merupakan gadis cantik jelita, merupakan bunga desa. Malangnya tak satupun
...more
Ika Diyah
Waduh..ini buku mungkin buku yang paling sering aku baca versinya. mulai dari versi-nya pak Pram, trus siapa gitu..penulis yang ga gitu terkenal, sampe kumpulan tulisan, puisi sama lukisannya seniman perempuan yang aku juga nggak inget apa judul sama penulisnya. Calon Arang-nya Pram takbaca pas aku SMP kelas 3, versi lainnya takbaca sampe aku SMA.Saking banyaknya versi buku ini,selalu aja aku nemu temen yang pernah baca buku ini, terus nggak bosen2nya aku obrolin nih buku dengan orang2 yang berb ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 46 47 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Olenka
  • Kembang Jepun
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Bekisar Merah (Bekisar Merah, #1)
  • Biola Tak Berdawai
  • Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
  • Cantik itu Luka
  • Entrok
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Ayat-Ayat Api: Kumpulan Sajak
  • Cerita Cinta Enrico
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Kau Memanggilku Malaikat
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia Jejak Langkah Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) Gadis Pantai House of Glass (Tetralogi Buru, #4)

Share This Book

“Sebelum kertas ditemukan oleh Tsai'Lun, sebelum mesin cetak ditemukan oleh Johann Gutenberg dimana keduanya menjadi medium tradisi tulis, peradaban dibangun oleh segulungan kisah dongeng” 4 likes
“Dongeng adalah medium terindah dalam tradisi lisan nusantara.” 2 likes
More quotes…