Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Arok Dedes” as Want to Read:
Arok Dedes
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Arok Dedes

4.14  ·  Rating Details ·  1,492 Ratings  ·  173 Reviews
Kisah Arok Dedes adalah kisah kudeta pertama dalam sejarah kita. Kudeta unik ala Jawa, penuh rekayasa kelicikan, lempar batu sembunyi tangan, yang punya rencana menjadi orang terhormat yang tak terlibat malah menjadi korban yang ditumpas habis.
Paperback, 421 pages
Published 1999 by Hasta Mitra
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Arok Dedes, please sign up.

Be the first to ask a question about Arok Dedes

Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerLaskar Pelangi by Andrea HirataAnak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta ToerRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariNegeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
Novel Indonesia Terbaik
47th out of 393 books — 394 voters
Arok Dedes by Pramoedya Ananta ToerBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya
1st out of 2 books — 8 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,778)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Ajeng
Nov 18, 2011 Ajeng rated it it was amazing  ·  review of another edition
Arok is not portrayed completely in this novel. Pram avoids intimacy with Arok's character writing, as opposed to Dedes. We get a complete picture of Dedes a human being with feelings, lust, even her desire and satisfaction of power, and her fear and sadness of losing it to Arok. On the other hand, Arok's depiction is only of how he tried to obtain control and power, never with clear internal motive, not completely without.

The novel is written in a way that readers will be absorbed in history.
...more
Andanti Prasetyandaru
Tau ya sejarah kerajaan Singosari yang didirikan Ken Arok? juga pasti tahu sapa Empu Gandring dan buah karya kerisnya yang melegenda dan bikin heboh wangsa Rajasa. Yup, kisah berdirinya salah satu kerajaan besar di tanah Jawa, Kerajaan Singosari, diajarkan di buku-buku sejarah waktu kita duduk di bangku sekolah.

Salahsatu sumber sejarah yang dipakek buku sejarah di sekolah adalah kitab Pararaton, sebuah kitab yang isinya kisah raja-raja Jawa. Dulu saya sempat nanyak, mungkin ndak sih, seorang pen
...more
Nurkaib
Membaca novel ini saya serasa melihat semacam behind the scene berbagai gonjang-ganjing politik yang pernah terjadi di negara ini. Ingatan saya pertama-tama langsung tertuju pada peristiwa 30 September 1965, lalu penggulingan Presiden Gus Dur 2001, Reformasi 1998, dan perseteruan-perseteruan para pendiri bangsa pada masa-masa awal kemerdekaan.

Pram mengisahkan keperkasaan Arok dengan pendekatan yang sama sekali berbeda dari apa yang pernah saya dengar dan baca waktu di sekolah dasar dahulu. Kalau
...more
Ririenz
Jun 30, 2009 Ririenz rated it really liked it
Shelves: sastra-sejarah
Rasionalitas dari legenda Arok – Dedes menurut Pramoedya Ananta Toer

" Mungkin kau lupa. Jatuhkan Tunggul Ametung seakan tidak dari tanganmu. Tangan orang lain harus melakukannya. Dan orang itu harus dihukum didepan umum berdasarkan bukti tak terbantahkan. Kau mengambil jarak secukupnya dari peristiwa itu "
~ Pramoedya Ananta Toer ~

Ini adalah sekelumit kalimat Loh Gawe untuk Arok yang dibahasakan oleh Pram dlm novel Arok Dedes. Sebelumnya aku telah membaca Tetralogi Pulau Buru ( Bumi Manusia, Anak
...more
Fairynee
Aug 30, 2013 Fairynee rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: novel
Cerita Ken Arok yang melatarbelakangi berdirinya Kerajaan Singosari pertama kali disiarkan dalam Serat Pararaton dalam bentuk dongeng dan diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Kuno yang banyak menganut kepercayaan Hindu. Dalam serat tersebut disebutkan bahwa Ken Arok membunuh Tunggul Ametung demi mendapatkan Ken Dedes dengan keris yang dibuat oleh Mpu Gandring setelah sebelumnya membunuh Mpu tersohor itu. Serat ini menjadi acuan dalam penulisan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Namun berbeda d
...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Buku yang tidak akan cukup dibaca satu kali untuk memahami isinya..Kerajaan-kerajaan di nusantara adalah latar belakang cerita ini..dengan segala intrik politik; menggulingkan dan membangun pemerintahannya kembali..tak bisa dibayangkan bagaimana seorang Pramoedya Ananta Toer menulis epik sejarah ini dalam keadaan yang prihatin dan fasilitas yang pastinya terbatas, padahal ini sangat dibutuhkan para penulis (pada umumnya) untuk menuangkan ide kreatifnya, dan di penjara pulau Buru tahun 1977-an Ar ...more
Indarpati Indarpati


Membaca buku-buku Pram, adalah membaca sejarah dengan sajian berbeda. Lebih lezat, dengan garnis cantik, dan jelas bergizi tinggi. Jika kita biasa menelan sejarah seperti yang disuguhkan buku-buku dan dikoarkan guru saat duduk di bangku sekolah, bersiaplah menerima kejutan dan dipaksa membuka mata karena sejarah yang ditulis dalam bentuk roman oleh Pram ini menuturkannya lebih realistis sekaligus rumit.

Realistis karena tak ada yang namanya kutukan keris Empu Gandring yang akhirnya membunuh Tungg
...more
mahatma
Jul 09, 2007 mahatma rated it liked it
menurut saya, ini bukan karya terbaik pram.
tapi yang saya suka adalah bahwa bahan-bahan untuk menulis ini jelas: pararaton. maksud saya, saya suka dengan cara pak pram mempersiapkan tulisan: pake riset.

[memang pararaton tidak terlalu lengkap bercerita mengenai jaman ken arok karena kitab itu ditulis pada beberapa abad kemudian, yakni pada jaman majapahit. sehingga banyak imajinasi pengarang yang masuk. gejala yang sama kita amati di karyanya yang lain 'arus balik']

yang dilakukan pak pram di sini
...more
Rima
Jun 15, 2016 Rima rated it it was amazing
Kalau disuruh mendeskripsikan seperti apa roman "Arok Dedes" ini, mungkin kata 'passionate' dan 'fascinating' cukup mewakili. Penggambaran luar biasa akan dunia dimana budaya Indonesia-Hindu-Buddha masih kental terasa. Roman yang mengingatkan kembali siapa bangsa Indonesia sebenarnya.
Shan Vrolijk
Aug 24, 2012 Shan Vrolijk rated it really liked it
http://cfcgourmet.blogspot.com/2012/0...


"Tak ada yang bisa bantah Sri Erlangga seorang pembangun besar. Satu yang pada waktunya akan Bapa Mahaguru katakan: hanya satu yang tidak pernah dibangunkannya kedudukan kaum brahmana... ", ujar Arok saat diuji oleh Dang Hyang Lohgawe, pada akhir masa pembelajarannya.

Saat itu Arok adalah satu-satunya murid Dang Hyang Lohgawe (atau malah untuk selamanya), yang pada umur 20 tahun telah mampu menghafal semua ajaran Brahmana itu. Dan ia terlalu berani, karena
...more
Nuke
Jan 13, 2008 Nuke rated it really liked it
Shelves: sudah-dibaca
Aku bukan penggemar fanatik Pram. Kalo pun aku mengoleksi beberapa, cuma karena aku tidak ingin dikatakan ketinggalan dari membaca penulis sastra indonesia kelas dunia, spt seorang Pram. Arok Dedes ini adalah buku Pram pertama (baru pertama) yang aku selesai baca. Aku suka, karena mengulas sejarah. Jauh berbeda memang dari cerita yang kita temui di buku-buku sejarah sekolah (yang membuat kita bertanya, mana yang sebenarnya dimanipulasi?). Di sini Pram membawa kita pada versi sejarahnya sendiri, ...more
Sebastian Partogi
May 15, 2015 Sebastian Partogi rated it really liked it  ·  review of another edition
Karya yang dengan sangat baik menggambarkan tentang kudeta yang berakar dari konflik status sosial serta rasa dahaga akan kekuasaan. Yang paling berkesan dari kisah ini adalah para perempuan-perempuan perkasa yang menjadi tokoh cerita: Oti dan Umang yang ikut berperang dan mempertaruhkan nyawa mereka demi terciptanya keadilan sosial di tanah Tumapel - Umang bahkan berperang saat dirinya sedang hamil. Juga Ken Dedes yang mengambil alih administrasi pemerintahan saat suaminya, si diktator Tunggul ...more
Anggi Avalokita
Feb 14, 2009 Anggi Avalokita rated it really liked it
This is the first book that make me know what kind of socio-realism fiction is. this book makes me in love with Pramoedya. how he described the rebellion of Ken Arok which was really different with what I known before. since I was child, my parents gave books to make me love reading. one of the book is about Ken Arok from myth point of view. for many years it was I believed. the succeeded of Arok's rebellion was because of Gandring's keris. therefore, I got confused when I read Toer's Arok Dedes ...more
Dodit
Dec 09, 2008 Dodit rated it it was amazing
membaca buku ini mengingatkan saya pada cerita2 bapak saya pada waktu saya kecil, tentang kisah seorang pemuda nakal yang berhasil menjadi raja dengan berbagai akal dan kecerdikannya. sebuah cerita yang menjadi mitos dan legenda, dengan berbagai kisah2 klenik tentang kesaktian Keris Empu Gandring, kisah pengkhianatan terhadap Tunggul Ametung, cantiknya Ken Dedes dengan bagian Vaginanya yang bercahaya (katanya merupakan simbol ratu yang akan melahirkan keturunan Raja2 di Jawa, he...he), kebodohan ...more
Pera
Sep 14, 2008 Pera rated it liked it
Shelves: novel, indonesia
Sepertinya taktik Arok dalam menjatuhkan Tunggul Ametung masih cukup baik untuk di terapkan politik praktis negeri ini.

1. Perbedaan Ametung dengan Arok adalah, jika Ametung mengirim pengikut setianya mati dalam perang, Arok menjaganya.

2. Arok dekat dan mewakili semua kelompok masyarakat, sudra,satria,petani,budak,dan di restui brahmana.Kemenangannya atas ametung kerja keras seluruh lapisan tersebut.

3. Ilmu pengetahuan membuat Arok menapak hingga menjadi penguasa tertinggi tumapel.

4. Masuk ke dal
...more
Anang
May 16, 2016 Anang rated it really liked it  ·  review of another edition
AROK DEDES Karya Pramoedya Ananta Toer ini menggambarkan pergolakan politik di tanah Jawa pada zaman Kerajaan Kediri. Buku ini menceritakan penggulingan kekuasaan pertama kali di tanah Jawa. Kisah ini berawal dari daerah Tumapel yang merupakan daerah di bawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Tumapel dipimpin oleh Tunggul Ametung seorang Sudra yang mampu menduduki tampuk kekuasaan di daerah Tumapel. Tunggul Ametung sebagai penguasa Tumapel bertindak sewenang-wenang. Kaum Brahmana ditekan sehingga tidak ...more
Argo Prasetyo
Apr 28, 2016 Argo Prasetyo rated it really liked it  ·  review of another edition
Membaca Arok Dede karya Pram seperti melihat sejarah Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung dari sisi yang berbeda. Jika selama ini sejarah yang kita terima dari bangku sekolah menyatakan bahwa Arok merupakan tokoh yang antagonis karena perannya menggulingkan Tunggul Ametung dari Tumapel dengan cara licik dan kejam. Arok juga dikisahkan sebagai perampok, penjahat, pembuat onar, pembunuh terutama dalam membunuh Empu Gandring pembuat keris yang dipergunakan untuk menggulingkan Tunggul Ametung.
Na
...more
Pringadi Abdi
Dec 26, 2015 Pringadi Abdi rated it it was amazing
Meski tebal, sungguh Pram bisa bikin aku nggak mau melepaskan buku ini. Halaman-halaman selalu minta dibalik dengan cepat. Ketika membaca sebuah novel beraroma sejarah, aku selalu bingung apakah ia hanya fiksi dengan modifikasi cerita, atau memang sejarah sebenarnya.

Roman Arok Dedes ini tidak biasa. Aku pikir buku ini menjadi sebuah metafora panggung politik di tangan Pram. Tumapel menjadi panggung antara Kediri, Tunggul Ametung, Yang Suci, Arok, Dedes dan gerakan Empu Gandring. Tidak ada cerita
...more
Ricardo Paulus
Nov 18, 2015 Ricardo Paulus rated it it was amazing
Arok Dedes was the 5th book of Pramoedya that I read (Previous 4 was the Pulau Buru series) and I just can't get enough of his work. As soon as I go back to Indonesia, I would by the rest of his book!

Arok Dedes was historical fiction which portrays sovereignty of Hindu Kingdom in Indonesia, especially in Java. Without entirely swept the mystical aspect of this folklore, Pramoedya told differently with involvement of political manipulation to overthrown sovereign. In here also we saw deeply about
...more
Hanifah Rufa' Idah

Awalnya saya berpikir bahwa cerita mengenai Ken
Arok dan Ken Dedes ini tak akan jauh berbeda
pembawaannya seperti ceritanya dalam sejarah yang
selama ini saya baca. Benar memang tak jauh berbeda
intisarinya, namun ada yang sangat menonjol di sini. Seperti
halnya karya-karya Pak Pram pada umumnya yang
menggunakan bahasa sastra tingkat tinggi namun mudah
diterima. Dalam buku ini, Pak Pram dengan sangat hebatnya
menyuguhkan ulang roman tentang Arok dan Dedes ke dalam
bingkai kaca mata politik masa itu. Jika
...more
Yuni
Mar 19, 2014 Yuni rated it did not like it
Setelah membaca novel ini, pandangan saya berubah 175%, dulu saya mendegar cerita Ken Arok dan Ken Dedes di kelas 4 SD dari guru IPS, ceritanya begini; Ken Arok itu orang jahat, dia membunuh Tunggul Ametung dengan keris Mpu Gandring yang disalahkan Kebo Ijo, seolah-olah Ken Arok sebagai penjahatnya, tidak dilihat watak dari Tunnggul Ametung, hanya mengecap Ken Arok itu pembunuh dan penjahat, sedangkan tidak diceritakan mengapa arok berbuat seperi itu. Di novel ini diceritakan Ken Arok memberonta ...more
Wiku Wrahatnala
Jan 06, 2015 Wiku Wrahatnala rated it it was amazing
Arok Dedes adalah perkenalan pertama saya dengan Pramoedya Ananta Toer setelah sebelumnya hanya akrab dengan kutipan-kutipan dari tetraloginya yang saya dapat dari Internet. Seperti tetralogi "Bumi Manusia", Arok Dedes juga merupakan novel sejarah yang ditulis selama masa penahanan beliau di Pulau Buru.

Arok Dedes bercerita tentang penggulingan kekuasaan Tunggul Ametung yang dilakukan oleh Arok untuk kemudian menggulingkan Sri Kretajaya, raja Kediri. Arok yang didukung oleh Dang Hyang Lohgawe dan
...more
Marina Zala
** Books 221 - 2014 **

Alkisah hiduplah Ken Dedes putri dari Mpu Purwa yang berhasil membuat Akuwu Tumapel saat itu yang bernama Tunggul Ametung jatuh hati dan menginginkan Ken Dedes menjadi Istrinya.

Disinilah jeritan hati seorang Ken Dedes yang dipersunting dengan orang yang paling berkuasa di Singosari dan mendapatkan gelar prameswari, tahta dan kekuasaan dalam sekejap mata. Tapi dia tahu pernikahannya menimbulkan gejolak batin di hatinya. Tidak seharusnya dia menikah dengan Tunggul Ametung..
...more
Mochammad
Sep 18, 2016 Mochammad rated it did not like it  ·  review of another edition
Sepertinya di dalam setiap novel Pram, selalu ada tokoh perempuan yang mandiri, tangguh dan tidak mau (di)tunduk(kan). Bagaimana seorang Dedes ketika diculik dan dinikahi paksa oleh Tunggul Ametung, sikapnya teguh melawan meskipun tidak secara fisik. Juga ada tokoh Umang yang digambarkan sebagai pemanah yang tangguh dan hidup dalam kondisi perang.

Ngomong2, soal intrik politik dan kerajaan yang menjadi setting Arok Dedes, jadi mengingatkan saya pada film-film korea hehehe. Jadi berbagai perebutan
...more
Ilma Dityaningrum
Feb 19, 2016 Ilma Dityaningrum rated it it was amazing
Membaca tulisan-tulisan Pramoedya bagi saya, seperti membaca sebuah tulisan yang saya tidak kenal siapa penulisnya. Cerita Arok Dedes ini membuat saya melupakan siapa penulisnya. Saya lebih terhanyut dengan cerita yang disajikan. Satu ciri khas yang selalu bisa saya tangkap dari tulisan Pramoedya adalah bagaimana beliau selalu mengangkat tokoh perempuan dalam tulisannya, dengan gaya seorang Pram, dengan kacamata seorang Pram (di sini tokoh Dedes dan Umang), tokoh perempuan digambarkan dengan bai ...more
Nur Islah
Nov 19, 2015 Nur Islah rated it liked it
Awalnya seru, Dedes diculik Tunggul Amentung saat ayahnya sedang keluar kampung. Dedes kemudian dijadikan parmesywari Tumapel(permaisuri penguasa di Tumapel). Di lain tempat Arok yang nama aslinya Temu sedang belajar dari brahmana yang satu ke brahmana yang lain. Arok seorang yang cerdas,sangat mudah menyerap pelajaran. Kalau membaca deskripsi pengarang, Arok tidak begitu tampan, tapi dia memiliki mata yang luar biasa, memikat siapa saja termasuk para brahmana.

Cerita mulai agak membosankan saya
...more
Hafizh Hermawan
Feb 21, 2015 Hafizh Hermawan rated it it was amazing
Sebuah buku roman sejarah yang mengisahkan kudeta yang dilakukan dengan sistematis dengan banyak penghianatan saling sikut saling berebut tampuk kekuasaan. Dengan cara-cara politik yang sangat brilian seorang Arok berhasil merangkak dari maling di pinggiran kerajaan hingga mengkudeta sang penguasa. Dengan mendapat kerestuan para pemuka agama yang sentimen terhadap keadaan keagamaan yang diciptakan sang penguasa Tunggul Ametung. Juga dengan memanfaatkan pergerakan pemberontakan dari arah lain unt ...more
Achmad Soefandi
Oct 21, 2014 Achmad Soefandi rated it really liked it
Dlama novel pramd ini menceritakan kisah bersetting sejarah mengenai ken Arok dan Ken dedes. dalam novel ini diceritakan seorang pemuda bernama temu yang nantinya akan di beri nama Arok (Pembangun). Dalam novel ini Arok atau temu digambarkan sebagai tokoh yang ulet, gigih, dan mau belajar. Hal ini terlihat sewaktu Arok menimbah ilmu dari banyak guru yang kelak akan mencetak pribadinya sebagai seorang pemimpin yang berpengetahuan tinggi. sementara Dedes disini digambarkan sebagai tokoh dari kalan ...more
Jihan Davincka
Aug 19, 2014 Jihan Davincka rated it really liked it
Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling men
...more
Michelle victoria
Oct 08, 2007 Michelle victoria rated it it was amazing
tiap ada yang mo minjem ni buku, gw selalu bilang sama mereka: "selamat menyelam bersama Om Pram..." sayang, sekarang gw gak inget ni buku ada di siapa :( buat yang ngerasa minjem, pliiiss balikin donk buku gw..!!!

btw Arok Dedes adalah satu buku yang ngga akan lo tinggalkan sampe lo selesai baca...!! percaya deh...
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 92 93 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Burung-Burung Manyar
  • Jantera Bianglala
  • Kitab Omong Kosong
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Amba
  • Gadis Kretek
  • Canting
  • Dilarang Mencintai Bunga-bunga: Kumpulan Cerpen
  • Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa
  • Harimau! Harimau!
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Lihat, ini Arok, yang tetap mempertahankan Tumapel. Dia dan pasukannya akan mempertahankannya sampai titik darah terakhir. Bukan karena imbalan uang, emas dan perak dan singgasana. Hanya karena kesetiaan pada janji.” 23 likes
“Tak ada brahmana angkuh. Mereka hanya lebih mengerti, lebih tahu daripada orang yang menganggap pengetahuan dan ilmu sebagai keangkuhan.” 19 likes
More quotes…