reviews
Jan 31, 2012
Saya membaca buku ini sekitar bulan April, tahun 2006. Ini adalah non-fiksi pertama Pram yang saya baca. Riset yang sangat baik dari seorang cendikia seperti Pram.
Baru-baru ini saya membacanya lagi. Saya sangat suka bab terakhir dalam buku ini. Bab tersebut berjudul Menjejak Ibu Mulyati Dari Klaten.
Dalam kondisi pembuangannya di Pulau Buru, Pram bersama kawan-kawannya mencari jejak seorang wanita Jawa yang menjadi korban "penipuan" tentara Jepang. Mereka yang More...
Baru-baru ini saya membacanya lagi. Saya sangat suka bab terakhir dalam buku ini. Bab tersebut berjudul Menjejak Ibu Mulyati Dari Klaten.
Dalam kondisi pembuangannya di Pulau Buru, Pram bersama kawan-kawannya mencari jejak seorang wanita Jawa yang menjadi korban "penipuan" tentara Jepang. Mereka yang More...
4 comments
like
(1 person liked it)
Apr 04, 2008
Menurutku buku ini kumpulan kasus perdagangan perempuan masa sebelum kemerdekaan (bahkan bermula jauh dari masa hidupnya pram) yang di temukan dan di ceritakan secara Pram.
Didapat Pram dari bertemu langsung dengan korban di pulau buru, ataupun kisah penuturan dari berbagai orang yang di temuinya.
Meski dengan pemaparan data yang meraba-raba, terasa gambaran kebiadaban perlakuan terhadap perempuan. Rentannya perempuan terhadap perbudakan, dan eksplotasi seksual, dari masa beland More...
Didapat Pram dari bertemu langsung dengan korban di pulau buru, ataupun kisah penuturan dari berbagai orang yang di temuinya.
Meski dengan pemaparan data yang meraba-raba, terasa gambaran kebiadaban perlakuan terhadap perempuan. Rentannya perempuan terhadap perbudakan, dan eksplotasi seksual, dari masa beland More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Sep 11, 2011
waktu ibu guru menyuruh kami meresensi buku, aku memilih buku ini, bukan buku Bapak Pram yang mempunyai bintang sempurna.
Ini hasil resensiku:
Dalam dunia sastra, siapa yang tidak mengenal Pramoedya Ananta Toer yang akrab di panggil Pram. Sudah begitu banyak penghargaan yang dipegang sastrawan besar ini. Buku yang sudah di cetak tujuh kali oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), lebih terlihat sebagai cerita jurnal yang dialami Pram dan sahabat-sahabatnya di pedalaman Maluku d More...
Ini hasil resensiku:
Dalam dunia sastra, siapa yang tidak mengenal Pramoedya Ananta Toer yang akrab di panggil Pram. Sudah begitu banyak penghargaan yang dipegang sastrawan besar ini. Buku yang sudah di cetak tujuh kali oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), lebih terlihat sebagai cerita jurnal yang dialami Pram dan sahabat-sahabatnya di pedalaman Maluku d More...
Jul 27, 2011
SANGAT terlambat memang saya mendapatkan buku ini, cetakan ke-7! 10 tahun sesudah penerbitan pertama (oleh KPG). Tapi untuk membaca satu buku bagus, tak ada kata terlambat.
Kita lebih akrab dengan Pramoedya Ananta Toer sebagai seorang sastrawan besar yang berkali-kali mendapatkan nominasi nobel sastra. Rata-rata, karya Mas Pram adalah novel/roman. Tapi beda untuk Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Seno Gumira Ajidarma dalam Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (versi More...
Kita lebih akrab dengan Pramoedya Ananta Toer sebagai seorang sastrawan besar yang berkali-kali mendapatkan nominasi nobel sastra. Rata-rata, karya Mas Pram adalah novel/roman. Tapi beda untuk Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Seno Gumira Ajidarma dalam Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (versi More...
Oct 24, 2010
Jugun ianfu adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada wanita penghibur (bahasa Inggris: comfort women) yang terlibat dalam perbudakan seks selama Perang Dunia II di koloni Jepang dan wilayah perang.
Jugun ianfu merupakan wanita yang dipaksa untuk menjadi pemuas kebutuhan seksual tentara Jepang yang ada di Indonesia dan juga di negara-negara jajahan Jepang lainnya pada kurun waktu tahun 1942-1945. (Wikipedia)
Dari tulisan Pramoedya Ananta Toer ini, saya bisa melihat sediki More...
Jugun ianfu merupakan wanita yang dipaksa untuk menjadi pemuas kebutuhan seksual tentara Jepang yang ada di Indonesia dan juga di negara-negara jajahan Jepang lainnya pada kurun waktu tahun 1942-1945. (Wikipedia)
Dari tulisan Pramoedya Ananta Toer ini, saya bisa melihat sediki More...
Jan 09, 2012
Dari sekian banyak buku Pramoedya Ananta Toer yang sudah saya baca, buku ini merupakan buku pertama yang bukan novel. Memang, buku-buku Pram lainnya tetap berdasarkan kisah nyata, seperti tetralogi Pulau Buru. Namun, tetap sana novel, bukan buku non-fiksi seperti buku ini. Toh, buku terbitan Gramedia Juni 2011 ini tetap ditulis layaknya novel.
Tema utama buku ini adalah tentang gadis-gadis belasan tahun yang dijadikan sebagai budak seks oleh tentara Jepang semasa mereka menjajah Indones More...
Tema utama buku ini adalah tentang gadis-gadis belasan tahun yang dijadikan sebagai budak seks oleh tentara Jepang semasa mereka menjajah Indones More...
Jan 19, 2012
Saya membaca buku tepat sesaat setelah saya menyelesaikan penelitian mengenai Jugun Ianfu. Meski tidak berhubungan langsung (penelitian saya berfokus pada Jugun Ianfu di wilayah Yogyakarta), buku ini memberikan pemahaman lain mengenai Jugun Ianfu.
Tapi saya agak terganggu dengan istilah "Indonesian Comfort Women" di goodreads ini. Saya lebih memilih terjemahan Jugun Ianfu sebagai "Sexual Violence Victims" karena mereka korban yang ditipu.
Tapi saya agak terganggu dengan istilah "Indonesian Comfort Women" di goodreads ini. Saya lebih memilih terjemahan Jugun Ianfu sebagai "Sexual Violence Victims" karena mereka korban yang ditipu.
0 comments
like
(1 person liked it)
Nov 26, 2010
kenapa buku ini rhe kasih bintang 5??? bukan karena sangat, sangat, sangat menarik. tapi... karena dalam satu buku dia bisa membawa pikiran rhe sampai kemana aja. dan ikutilan kemana pikiran membawa...
efek membaca memoirs of geisha sebelum na. mengapa jepang mengambil gadis" usia muda? karena memang segitulah usia gadis saat memasuki fase sebagai geisha magang sebelum akhir na menjadi geisha yang sepenuh na. dan kebanyakan dari mereka memang diambil paksa or justru dijual oleh kel More...
efek membaca memoirs of geisha sebelum na. mengapa jepang mengambil gadis" usia muda? karena memang segitulah usia gadis saat memasuki fase sebagai geisha magang sebelum akhir na menjadi geisha yang sepenuh na. dan kebanyakan dari mereka memang diambil paksa or justru dijual oleh kel More...
Oct 04, 2009
Ini buku sudah lama dibeli (2006), tapi dibacanya 2009. Buku yang merupakan reportase oleh Pram mengenai wanita yang dijadikan pemuas nafsu tentara Nippon. Penelusurannya hanya terbatas pada wilayah Pulau Buru, berhubung ia dan tahanan politik lainnya ditahan disini.
paruh pertama buku ini masih enak dibaca. Kita dapat membayangkan betapa liciknya penjajahan Jepang memperdaya wanita Indonesia. Dengan diiming-imingi akan disekolahkan ke Jepang, diberikan pekerjaan, wanita-wanita yang k More...
paruh pertama buku ini masih enak dibaca. Kita dapat membayangkan betapa liciknya penjajahan Jepang memperdaya wanita Indonesia. Dengan diiming-imingi akan disekolahkan ke Jepang, diberikan pekerjaan, wanita-wanita yang k More...
Mar 10, 2010
buku ini banyak menceritakan tentang perawan remaja semasa pendudukan jepang yang banyak diperdaya dengan janji-janji palsu akan disekolahkan di Tokyo dan Shonanto, dengan penuh harapan dan kebahagiaan tak tertara bagi perawan remaja itu,tapi ternyata sungguh menyedihkan ketika mengetahui ternyata mereka hanya dipergunakan untuk pemuas nafsu para serdadu.
Banyak menceritakan kesaksian dari mereka yang terlolos dari kejadian itu.
Banyak nama yang disebutkan dengan bukti-buktinya,d More...
Banyak menceritakan kesaksian dari mereka yang terlolos dari kejadian itu.
Banyak nama yang disebutkan dengan bukti-buktinya,d More...
Nov 26, 2011
buku ini mengisahkan penelusuran akan wanita buangan di pulau Buru. Wanita-wanita buangan itu ialah wanita-wanita yang pada tahun 1943-1944 diiming-imingi oleh pemerintahan balatentara Jepang untuk belajar ke Tokyo dan Singapore, dengan tujuan kelak ketika kembali dari menuntut ilmu, dapat berguna bagi nusa dan bangsa Indonesia yang kelak merdeka. Namun ternyata janji itu dusta, mereka, yang masih sangat belia, hanya dijadikan budak nafsu para tentara Jepang.
Buku ini, didasari atas inv More...
Buku ini, didasari atas inv More...
Apr 17, 2010
Buku ini lahir dari naskah catatan yang Pramoedya kumpulkan semasa ia menjadi tapol yang diasingkan di pulau Buru. Keterangan teman-teman sepembuangan dan hasil pelacakan mereka telah menguak sejarah kelam tentang perbudakan seks balatentara Jepang yang dialami perempuan remaja Indonesia pada Perang Dunia II. Menurut buku ini, kebanyakan dari perempuan remaja itu memang dilarikan ke Pulau Buru. Pasca jatuhnya Jepang karena ditekuk mundur pasukan sekutu (menurut pengetahuan sejarah saya) tahun 19
More...
Aug 05, 2008
Ini bukanlah buku cerita maupun novel, melainkan catatan sejarah mengenai wanita budak seks Jepang (Jugun Ianfu) yang terbuang dan terlupakan di pulau Buru. Catatan ini ditulis dan dikumpulkan oleh Pramoedya Ananta Toer semasa masa pengasingannya di pulau tersebut.
Layaknya catatan sejarah, Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer menceritakan kejadian nyata yang dialami para Jugun Ianfu. Namun karena keterbatasan sumber daya pada waktu itu, hasil riset yang dipaparkan oleh Pramoedya More...
Layaknya catatan sejarah, Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer menceritakan kejadian nyata yang dialami para Jugun Ianfu. Namun karena keterbatasan sumber daya pada waktu itu, hasil riset yang dipaparkan oleh Pramoedya More...
0 comments
like
(1 person liked it)
Jun 07, 2009
Pemutakhiran 8 Juni 09
kemaren baca ulang karena ujan tak kunjung reda. Mayan dapat 2/3 buku. Kalau kemaren bacanya jadi semacam studi sejarah lisan dari para jugun ianfu yang terdampar di Pulau Buru. Di sisi lain juga sarat dengan nuansa antropologis. Yang dahsyatnya adalah hal itu dilakukan oleh para Tapol yang nyatanya memiliki kebebasan bergerak. Kisah para Tapol memburu berita dan cerita mengenai para jugun ianfu di Pulau Buru itu mencakup bagaimana mereka juga harus berhadapan dengan More...
kemaren baca ulang karena ujan tak kunjung reda. Mayan dapat 2/3 buku. Kalau kemaren bacanya jadi semacam studi sejarah lisan dari para jugun ianfu yang terdampar di Pulau Buru. Di sisi lain juga sarat dengan nuansa antropologis. Yang dahsyatnya adalah hal itu dilakukan oleh para Tapol yang nyatanya memiliki kebebasan bergerak. Kisah para Tapol memburu berita dan cerita mengenai para jugun ianfu di Pulau Buru itu mencakup bagaimana mereka juga harus berhadapan dengan More...
Jan 25, 2008
gw ga sanggup ngebayangin...gadis2 yang dikirim oleh Jepang untuk belajar agar lebih berpendidikan setelah kemerdekaan Indonesia....masih sangat muda...14thn-20thn...ternyata untuk memenuhi kebutuhan seks tentara Jepang...merekalah jugun ianfu
korban-korban tersebut selain cantik2 juga berasal dari keluarga yang cukup berada. anak lurah.anak kades.
sedih banget bacanya...selain karena perlakuan kejam tentara Jepang.setelah Indonesia merdeka, mereka ditelantarkan dan tidak dipul More...
korban-korban tersebut selain cantik2 juga berasal dari keluarga yang cukup berada. anak lurah.anak kades.
sedih banget bacanya...selain karena perlakuan kejam tentara Jepang.setelah Indonesia merdeka, mereka ditelantarkan dan tidak dipul More...
Dec 29, 2009
tragis! ... para perempuan ditanah jajahan bala tentara jepang benar2 diinjak harga diri dan martabatnya...sekali peristiwa yang terlupakan...FUCK!!!
Dec 02, 2008
entah kenapa, ini satu-satunya buku Pramudoeya yang tidak menarik.
sdh bertahun-tahun punya, tapi ga selesei2,, pace nya terlalu lambat.
sdh bertahun-tahun punya, tapi ga selesei2,, pace nya terlalu lambat.
Apr 04, 2011
sejarah yang bagus untuk tidak dilupakan begitu saja..
gak bisa membayangkan gimana rasanya jadi gadis2 itu yang dijanjikan sekolah ke tokyo tp ternyata untuk dijadikan pelacur.. setelah Jepang pergi pun hidup mereka harus menanggung malu dan terperosok menjalani kehidupan pribumi jauh di pedalaman...
gak bisa membayangkan gimana rasanya jadi gadis2 itu yang dijanjikan sekolah ke tokyo tp ternyata untuk dijadikan pelacur.. setelah Jepang pergi pun hidup mereka harus menanggung malu dan terperosok menjalani kehidupan pribumi jauh di pedalaman...
Sep 14, 2011
Ditulis oleh Pak Pram untuk menghormati para perempuan-perempuan Indonesia yang dijadikan budak nafsu oleh para serdadu Jepang.
Dec 08, 2009
This is a good story on how they treat indonesian woman. it will increase your nasionalism
Dec 11, 2007
salah satu kesaksian penderitaan wanita2 bangsa indonesia yang terekam dalam sebuah novel sebagai budak seks balatentara pendudukan jepang .pengalaman pramoedya semakin membuat novel ini semakin hidup.novel ini dibuat ketika pram masih menjalani masa tahanannya dipulau buru.setidaknya dengan kehadiran novel ini semakin menyatakan dengan jelas bahwa jepang telah melakukan kejahatan perang pada masa perang dunia ke2.walaupun hingga kini pemerintah jepang masih menyangkal mengenai kasus2 jugun ianf
More...
Jan 05, 2012
menceritakan jugun ianfu, judul buku ini hanya mewakili 1/3 dari isi buku.
Mar 30, 2011
dalam usaha mencari semula gadis-gadis hamba seks fasis jepun semasa perang dunia ke2
separuh masa pertama buku ni gempak , tapi separuh lagi bingung terutama bila lepas bab mencari ibu mulyanti , terlalu banyak nama orang asli dan nama tempat pelik2 .Makin pening bila penulis dah mula mengubah ejaan dengan cara pertuturan pelat bahasa asli pulau buru...
:( Sulit untuk difaham , langsung hilang fokus
separuh masa pertama buku ni gempak , tapi separuh lagi bingung terutama bila lepas bab mencari ibu mulyanti , terlalu banyak nama orang asli dan nama tempat pelik2 .Makin pening bila penulis dah mula mengubah ejaan dengan cara pertuturan pelat bahasa asli pulau buru...
:( Sulit untuk difaham , langsung hilang fokus
Apr 10, 2008
Lagi...cerita ttg orang-orang yg terlupakan atau bahkan mungkin sengaja dilupakan, jugun ianfu. Kali ini biang keroknya Jepang! Human trafficking!
Saat ini masih terjadi...menyedihkan. Pelakunya saudara kita sendiri, menjual anak perempuan sendiri. Menjual anak didiknya sendiri...
Saat ini masih terjadi...menyedihkan. Pelakunya saudara kita sendiri, menjual anak perempuan sendiri. Menjual anak didiknya sendiri...
Nov 18, 2007
Setelah membaca buku ini, gw jadi terbayang bagaimana tertindasnya para Jungun ianfu masa penjajahan jepang dahulu. Berbahagialah jika kini para perempuan tidak lagi hidup dalam cengkraman iliter, baik itu penjajah maupun dari pemerintah sendiri.
Feb 12, 2008
Catatan Pram yang masih tersisa dari pembakaran buku2 beliau pada masa orde baru. PRDCM, banyak mengungkap data historis tentang pelecehan seksual ribuan perawan jawa pada masa penjajahan Jepang.
Feb 21, 2008
Baca dan kalian semua akan dibuat untuk mengerti sejauh apa kepahitan, kesakitan, kesedihan, keputusasaan yang dialami oleh perempuan-perempuan yang disebabkan oleh JEPANG.
Mar 11, 2011
Feb 03, 2011
Im sorry... i was overexpected for this book. I even couldnt finish it, and give up before i reach page 100.
