Dari Sebuah Guci
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Dari Sebuah Guci

3.38 of 5 stars 3.38  ·  rating details  ·  8 ratings  ·  5 reviews
Tak ada selain air di dalam sebuah guci.

Saya membayangkan Tuhan seperti air: tidak menolak, melainkan menerima siapapun sembari memancarkan kemanusiaan itu sendiri di dalam karyaNya.

Karenanya, kumpulan cerpen ini bukan buku kaum libertarian, tak juga pembelaan kelompok fundamentalis. Mereka hanya bertutur cerita sehari-hari. Begitu sederhana sehingga kita abai pada kerikil...more
Paperback
Published 2010

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-21 of 21)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Alisyah Samosir
Gambaran saya ketika memesan buku ini yaitu kontennya banyak membahas mengenai keberagaman umat di Tano Batak, terkait dengan agama dan implementasi adat istiadat. Meskipun saya tumbuh berkembang di Tano Batak, pemahaman saya tentang Batak itu sendiri sangat minimum. Itu pula alasan kenapa saya selalu 'terlalu girang' setiap kali menemukan buku yang ada kaitannya dengan Habatakon.

Ekspektasi saya yang tadi benar-benar tidak terpenuhi dengan membaca buku ini. Ada beberapa kisah yang menyinggung ke...more
Eva Nukman
2.5, persisnya.
Ketika diluncurkan, saya sungguh berharap kumpulan tulisan ini lebih dari sekadar antologi. Saya katakan "sekadar" karena akhir-akhir ini buku-buku berformat antologi membanjiri pasar. Dan banyak di antaranya dengan kualitas seadanya.

Sayang, harapan saya kurang terpenuhi. Sebagaimana kebanyakan antologi tadi, kualitas tulisan dalam "Dari Sebuah Guci" tidak seragam. Ada yang sangat kaya kosa kata dan "nyastra", ada yang bagai laporan garing. Ada yang konfliknya mengharu biru, ada...more
Vanya Susastro
From the 18 short stories presented in this book, I noted there are, at least, six short stories are very impressive, despite the editor's novella certainly deserved placed at the top.

1. Tulang Rusuk,
2. Panta Rei
3. Pulang,
4. Moksa,
5. Bocah Kecil Bernama Sihar
6. Tipul-Tipul Lili

Conflict in "My name is Kenisha", thus the title of the novella, unique because it builds on a number of protagonist characters, we did not find any antagonistic one.

Intelligent dialogue that tack here and there is the mai...more
Elfriska
Actually, i haven't finished reading it yet.. but so far, it's been an inspiring and pop! Touchy and near us, the story is laid around us. Thumbs up!
Algulto
Oct 07, 2011 Algulto marked it as to-read
penasaran ama buuknya.. tapi uda gak ada lg di toko buku..hiksss..
Igna Hadi
Igna Hadi marked it as to-read
Jun 23, 2014
Anju
Anju marked it as to-read
Mar 29, 2014
Johanes
Johanes marked it as to-read
Mar 29, 2014
J. Fisca
J. Fisca marked it as to-read
Mar 12, 2014
Arianny
Arianny marked it as to-read
Dec 20, 2013
Sigal
Sigal marked it as to-read
Jul 25, 2013
Natalia Pinot
Natalia Pinot marked it as to-read
Feb 26, 2013
Ayu Erika
Ayu Erika marked it as to-read
Dec 10, 2012
Vietsaman
Vietsaman marked it as to-read
Jan 19, 2011
Nia Hendy
Nia Hendy marked it as to-read
Jan 18, 2011
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Share This Book