After Orchard
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

After Orchard

3.6 of 5 stars 3.60  ·  rating details  ·  164 ratings  ·  38 reviews
Dibalik gemerlap negara-kota Singapura, berserak relung-relung ironi sampai tragedi negeri maju Asia yang jarang diketahui oleh dunia. Buku ini menyingkap ironi dan tragedi itu dari kacamata seorang mahasiswi Indonesia selama menimba ilmu di NTU (Nanyang Technological University).

Mulai ranjang berkutu, korban pingsan dalam MRT yang diabaikan, keterasingan di tengah hiruk-p...more
Paperback, 194 pages
Published September 2010 by Penerbit Buku Kompas
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 222)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Membaca “After Orchard “ karya Margareta Astaman atau biasa dipanggil Margy mengingatkan saya akan masa kuliah saya di kampus **** di Jurangmangu. Tentu bukan karena lingkungan yang jelas berbeda seratus delapan puluh derajat. Kampus Margy sangat bersih bahkan katanya jalanan pun dipel. Lain dengan kampus saya yang ketika berjalan harus menunduk ke bawah. Dikarenakan takut menginjak tahi kambing yang bertebaran di jalan.

Juga bukan karena sarana dan prasarananya. Kampus Margy punya asrama yang s...more
Ivon
Sepuluh cara selamat kuliah di Singapura:

1. Jangan Punya Keinginan Untuk Membanding-bandingkan Nilai Dengan Mahasiswa Lain. Hanya lakukan hal ini bila kamu punya lima puluh macam koleksi nilai A+ dari tugas-tugas selama tiga semester, dan juga, sertakan bukti pelengkap berupa Piala Lelaki Telanjang dari Academy Award, Piagam Pulitzer, dan Foto Saat-Saat Penganugrahan Nobel Perdamaian dari Sri Paus di Vatikan.

2. "Hati Manusia" Adalah Untuk Orang Berpotensi Gagal. Maka ajari Hati-mu untuk diam. Su...more
Juinita Senduk
Membaca buku Margie tentang pengalamannya bersekolah di Singapura, mengingatkan saya tentang pengalaman anak saya yang saat ini bersekolah disana. Bedanya dia mendapatkan beasiswa hanya 50% dari uang kuliah setahun yang diberikan oleh pemerintah Singapura. Budaya yang berbeda dengan budaya indonesia mengakibatkan dia sempat merasa tidak memiliki teman. Sekarang walaupun dia sepeti Margie tetap cinta Indonesia, caranya bertindak mirip dengan orang Singapura, semua serba dihitung, jalan serba cepa...more
Ra
Baca buku ini di toko buku Gramedia. Hee hee, nggak beli. Gara-gara ada seorang teman yang mention aku di twitter tentang buku ini.

Well, jujur aku lupa-lupa ingat gimana kisah buku ini, namun ada garis besar yang masih melekat dibenakku, buku After Orchard mengambarkan sisi Singapura yang lain. Sisi yang mengejutkan dari sebagian besar kita, hanya berkunjung ke Singapore sebagai turis, namun penulis menggambarkan buku ini dari sudut pandangnya yang pernah hidup di Singapore selama 4 tahun. Pahit...more
Desti Utami
After Orchard secara umum menceritakan plus-minus negara tetangga kita yang mungil tapi makmur itu. Dari sudut pandang penulis yang pernah berkuliah di universitas bergengsi di Singapura selama empat tahun pembaca disodori berbagai fakta unik mengenai Singapura, warganya, dan sistemnya. Terbagi atas empat bab;
1. Kampusku Sayang, Kampusku... membahas tentang masa-masa kuliah penulisnya yang.. satu kata: keras. Saya langsung suka tokoh Oknum R yang digambarkan sebagai pengeluh nomor satu sedunia s...more
Nike
Sebenernya naksir buku ini setelah baca review dari Harun. Langsung deh tuh ga babibu lagi beli buku ini. Dan, bener kan saya sukaaaa....

After Orchard ini bukanlah novel sodara-sodara, bukan juga cerita cinta di negeri Singapura itu, tapi ini hanyalah sebuah cerita dari Margareta (Margie) tentang Singapura, tentang negara kecil itu, tentang kampusnya NTU, tentang orang-orangnya dan semua opininya.

Saya hanya tau Singapura adalah negara tetangga, tempatnya surga belanja bagi banyak orang Indonesia...more
Mahansa Sinulingga
buku ini simply mengukuhkan lagi pendapat bahwa tidak ada yang sempurna di muka bumi ini. to err is a human. justru sisi manusiawi menjadi nyata dalam kekurangan. ironisnya di sini, superioritas telah menjadi sebuah "kekurangan". ternyata, manusia-manusia yang katanya paling kaya, paling pintar, paling "ter" dalam segalanya menyisakan lubang kekosongan yang teramat dalam.

maka, menjadi valid lah pertanyaan yang suatu kali pernah gua ajukan kepada tung dusem waringin, si motivator dahsyat, dalam s...more
Reth's
Well...well,
saya tertipu dengan penampilan cover yang menawan, sangat menawan!
Dan ternyata isinya...bisa dibilang standar.

I thought that Margarita or Margareta or whoever her name is will tell us the story about her life at Singapore, the bright story and how amazing it is to be happen living in Singapore for 4 years, just like others self-travelling shorta story. It isn't? Nope, it's not.
Yang bisa aku tangkap selama aku membaca lembar demi lembar (and fyi, i didn't finish it to the end because...more
Anugerah Erlaut
A reflective reading for those who have or are currently studying in NTU. Might be a bit overwhelming to those who had not experienced studying in Singapore. A light and refreshing reading for leisure time, but I would not vouch to really take in the points brought forward in this book. People live differently and undergo different experiences. I familiarize myself with a few points brought forward, but would readily provide arguments for other experiences.

Good job done by Margie. NTU surely had...more
Ndooks
Ini karya kedua Mbak Margie yang saya baca setelah Excuse Moi dan tetap suka sama gaya bahasanya. Tapi buat saya, After Orchard lebih 'ngena' karena mungkin cerita agak mirip ya sama pengalaman peribadi, ketika tinggal di negara asing yang gak terlalu asing juga sih, juga memberi pengaruh (sangat) besar buat pemikiran dan tingkah laku sendiri, secara sadar maupun tidak. Hmmm...haruskah saya menulis yang versi kehidupan di Malaysia?!:D
Erma Farai
Barangkali memang berjodoh saya dengan buku-buku Margie -begitu ia biasa dipanggil- . Naksir dengan covernya, saya mencari tahu lewat review-review pembaca lain, tak dinyana ada promo buku Kompas di situs bukabuku.com langganan... Walhasil, meluncurlah dua buku Margie, After Orchard dan Fresh Graduate Boss, ke cart belanja saya. Karena sebelumnya sudah membaca sekilas tulisannya di Have a Sip of Margarita, saya tahu apa yang akan saya dapatkan, hingga tulisan Margie terasa lebih akrab bagi saya....more
Mia Queen
Covernya unyu sekaliii ^.^

After Orchard berisikan curhatan hati seorang Margareta Astaman di Singapura selama 4 tahun menjadi mahasiswa Nanyang Technological University. Betapa berbedanya surga belanja yang nyaman dan tertib di mata saya dengan mata Margareta. Siapa sangka di balik keteraturan dan kemegahan mall, Margareta harus berhadapan dengan teror tugas yang tak habis-habisnya, hilangnya sosialisasi yang seakan-akan membuang waktu sampai kutukan kutu tempat tidur!

Bab Membasmi Kutu Sesuai Pr...more
Irda Dewi Puspita
Covernya bagus. Kualitas kertasnya top markotop. Ceritanya, walaupun pada awalnya aku kurang begitu suka, tapi lama-lama jadi suka. Hmm.. beberapa penggal kisah Margie, terutama mengenai kehidupan belajarnya, mengingatkanku pada suasana jaman sekolahan dulu ;)

Cerita di buku ini berasa kayak curhatannya si ibu penulis ini selama menuntut ilmu dan bekerja di negeri Surga Belanja ini. Di awal cerita aku ngerasa penulisnya koq kayak "ngejelekin" indo banget. Dari mulai sistem antrian kita yang ga je...more
Fredrik
Buku ini pada dasarnya berisi curhatan Margie tentang masa-masa perkuliahannya dulu dan secuplik pengaruh setelah periode itu selesai.
Buku ini bukan novel, lebih mirip uneg-uneg bercampur ungkapan syukur; jadi jangan tertipu, apalagi kalau berharap akan beroleh format isi serupa novel.

Well, selain pernah berkunjung ke te-ka-pe, saya juga mengenal sejumlah orang (teman ataupun bukan) yang menetap di Singapura (termasuk eks-teman-teman sekolah yang ujug-ujug-nya kecemplung juga ke NTU). Mereka pun...more
Lalu Fatah
Bagiku, apa yang ditampilkan Margie di sini apa adanya. Di satu sisi, ia terkadang terkesan mengagung-agungkan NTU (Nanyang Technological University) di mana ia mengambil jurusan Komunikasi. Tapi, di sisi lain ia juga banyak mengungkap sisi minus dari NTU serta Singapore secara umum.

Bahasanya yang santai, tapi tidak dengan isinya. Rada-rada sarkas, tapi mengajak untuk berpikir. Tepatnya sih, menyentil. Bagaimana orang-orang kita diperbandingkan dengan orang-orang Singapura dalam hal kedisiplina...more
Laras
Hm. pertama-tama makasih buat Sifa atas pinjamannya disaat aku lagi mati kebosanan dan craving for books hehehe

Yah. Buku ini nyeritain dengan jujur kehidupan seorang mahasiswi asal Indonesia yang kuliah di Singapura. Singapura? Singapura itu rasanya negara yang paling 'deket' sama Indonesia. Mau liburan? kebanyakan orang pasti kesana, ke Orchad Road. Orchad Road yang gemerlap dan begitu menjanjikan kebahagiaan. Tapi Singapura bukan hanya sebatas Orchad Road saja, dan baiknya buku ini adalah meng...more
Yudha Setyawan
Membaca buku After Orchard impresi yang saya dapatkan bagi seorang pembaca adalah seperti seorang teman dekat yang sedang mengobrol di sebuah kedai kopi atau sebuah kafe dalam suasana sore yang santai ditengah hiruk pikuk kaum urban yang bergegas untuk bisa kembali kerumah setelah melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan selama seharian.

Dengan gaya bercerita dan bertutur kata layaknya sedang mengobrol kepada seorang teman dekat, Margareta banyak sekali mengelurkan segala unek-unek, pengalaman,...more
dedeh
ttg Margie yg memilih utk mengikuti kata hatinya, menjalani kebahagiaan-nya..

membaca dua buku ringan---buku ini dan the naked traveler 2---yang "ajaib" menyadarkan saya, membuat saya melihat Indonesia dr perspektif yg berbeda. jd makin cinta Ina. Ina utk lebih dikenal, dicintai, digali.

dibanding s'pore dlm kisah Margie ini.. hmm, aku hidup di negeri yg sedang berkembang. negeri yg penuh dinamika. negeri yg sebagian rakyatnya masih sedang mencari identitas n jati diri. bangsa yg masih, sedang, da...more
me.lita
Kalau mba Margy adalah orang yang ngerasain Singapura after Orchard,, aku adalah orang yang tersihir pesona 3 hari 2 malam-nya Orchard Road..hehehe,,, jadi kalau mba Margy gak menceritakan kisahnya di Singapura, mungkin selamanya aku ada dalam pengaruh sihir 3 hari 2 malam Orchard Road... ^^


Hmm, cerita mba Margy tentang kampusnya bikin aku flash back ke masa kuliah. Soalnya, kampusku pun menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan kampusnya mba Margy. Baik kampusku maupun kampus mba Margy sama...more
Farah
Pengalaman Margaretta di Singapura ini mengingatkan saya saat tinggal di Jepang. Petugas pemerintah sangat gesit dan membantu. Tak ada urusan bertele-tele. Dan kehidupan masyarakatnya yang tidak terlalu 'mengurusi' orang lain. Dan angka bunuh diri yang tinggi dengan menabrakkan diri ke kereta...
Gabriella
Salah seorang teman saya yang melewati masa SMP dan SMA-nya di Singapura pernah bilang begini : "Jangan pernah loe berpikir untuk menetap di Singapura. Gak enak!" Ternyata, setelah saya membaca "After Orchard", saya mendapatkan gambaran bahwa seperti itulah sosok Singapura yang sesungguhnya. Singapura tidak hanya sebatas Orchard Road.

Margareta Astaman bisa membandingkan kondisi Indonesia dan Singapura secara fair. Itu yang saya suka.

Satu hal lagi, kocak juga membaca tentang hal-hal aneh yang bia...more
Pratiwi Wulan
Pengalaman Margareta jadi mahasiswa di Singapura komplit dengan kehidupan sehari-harinya selama di sana. saya baca buku ini lebih dari sekali. Kadang-kadang buku ini jadi motivator saya ketika malas belajar (saya mahasiswa juga).Membaca betapa keras dan susahnya menimba ilmu di negeri orang, membuat saya bersyukur dan menyadari bahwa kuliah memang gak mudah, dan semua orang juga sama-sama berjuang. Pesan-pesan moral yang terselip di After Orchad menjadi nilai plus tersendiri.


Saya jadi bercita-c...more
Artha
buku ini memberikan pengetahuan baru dan pandangan baru tentang perbandingan budaya singapura dan indonesia dalam dunia pendidikan, budaya sehari-hari dan visi dan misinya.


dan yang lebih ngagetin adalah Margareta Astaman itu, lahirnya tahun 1985, sebaya adikku yg paling kecil! Salut deh bisa mengenal pribadi (dari bukunya) wanita yang begitu tangguh ini. Buku ini cocok banget buat yang lagi nyari kampus, yang lagi mencari visi dan misi. dan buat membuka perspektif orang-orang yang berfikir bahwa...more
Sekar
Mar 01, 2011 Sekar rated it 4 of 5 stars
Shelves: owned
After Orchard membuka mata saya akan bagian lain dari Singapura yang tak tampak dari slogan-slogan turismenya yang menarik hati dan dari gemerlap Marina Bay dan Orchard Road yang memukau. Membaca buku ini serasa menyeruput cereal oatmeal di pagi hari. Ringan namun bergizi. Terutama bagi yang tertarik untuk melanjutkan studi atau menjadi pekerja kerah putih di Singapura. After Orchard layaknya guidebook yang jujur dan apa adanya, yang akan memberikan orientasi berharga untuk memulai hidup sebagai...more
Anisa Emonita
Buku yang sangat menarik. Pertama lihat covernya saya agak malas karena mengira isinya sebelas duabelas seperti novel-novel pop yang sekarang nyampah di tokobuku. Ternyata setelah bosan dan kehabisan bacaan pengantar tidur, akhirnya ketagihan baca sampai selesai. Penulisnya cerdas,kata-katanya kaya, alurnya mengalir sistematik tapi dengan bahasa yang ringan dan sangat menggambarkan kehidupan real mahasiswi dengan lugas. Jadi ngefans sama mba Margie....^__^
Sarashanti
Ternyata negara yang terlihat begitu sempurna dari iklan pariwisata pun masih memiliki banyak kekurangan. Dengan bahasa yang ringan, pembaca bisa dengan mudah memahami kebiasaan, karakter, dan pola pikir penduduk Singapura yang sebenarnya. Dari tulisannya terlihat bahwa Margie adalah penulis yang cerdas. Ia bisa menghubungkan suatu kejadian sederhana yang ditemui sehari-hari dengan masalah yang begitu serius.
aulia biben
awalnya membaca buku ini karena rekomendasi teman. dia berkata: "setelah baca after orchard, saya tak begitu iri dengan singapura".
saya sepakat dengan teman saya itu untuk kehidupan sosial di Indonesia, tapi ingin punya budaya displin seperti di sana.
buku yang menghadirkan lengkap fakta yang di singapura. Komplit pula dengan data-data yang dihadirkan, dan tetap dengan sindiran manis tentang Indonesia.
Emil
saya kagum sekali dengan cara Margie menceritakan tentang bagaimana negara Singapura menciptakan sebuah sistem yang memberikan tekanan kepada warganya untuk terus bersaing dan bekerja keras sehingga memperoleh keunggulan global, kesejahteraan ekonomi, dan sekaligus permasalahan sosial. topik yang sulit ini disajikan dengan bahasa yang ringan dan lucu. salut.
Retno
baca buku ini jadi mikir banyak tentang negara tetangga kita yg paling kecil dan maju ini. secara materi mereka memang maju sekali, tapi apa mereka bahagia? aku punya beberapa teman orang Singapura di sini, jadi pingin membahas apa benar kehidupan dan sifat mereka begitu. serba terbatas, hidupnya terlalu dibatasi sampe mau ngapa2in pun takut
Meita
bagus sih ni buku~~
menceritakan bahwa tak semua yang terlihat indah itu benar benar indah luar dalam...
sesuatu yang sempurna memang tidak alamiah...
tapi bukan kah kita memang berusaha untuk mencapai sempurna??
karena memang bukan novel,, jadi memang gak ada alur cerita,, tapi okelah... :-)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
3355099
Margareta Astaman selalu punya mimpi gila: Dia ingin hidup sebagai tukang cerita. Sebuah pekerjaan idealis yang bahkan tidak bisa didefinisikan dalam KTP.

Bocah yang akrab dipanggil Margie ini sudah tergila-gila pada mengarang, bahkan sebelum dia bisa membaca. Bungsu dari tiga perempuan bersaudara kelahiran Jakarta, 14 Desember 1985 ini suka berjalan bolak balik bicara sendiri tentang cerita yang...more
More about Margareta Astaman...
Excuse Moi Cruise on You Fresh Graduate Boss: 29 Cerita Memanjat Tangga Karier Have a Sip of MARGARITA Stalking Indonesia

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“anak kecil pantang cemas memikirkan masa depan!mereka harus bermain dan menikmati masa kecil!” 4 likes
More quotes…