Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan (Seri Buku TEMPO: Bapak Bangsa)

4.15 of 5 stars 4.15  ·  rating details  ·  160 ratings  ·  21 reviews
Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memberikan konsep "Republik Indonesia" bagi Hindia-Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pulalah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur.

Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai Tan Malaka dari berbagai sisi, mulai pemikiran, petualangan ke berbagai negara, sampai asmara ya...more
Paperback, 192 pages
Published September 2010 by Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 421)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Sebenarnya saya tidak banyak mengetahui siapa itu Tan Malaka. Ketika beberapa bulan lalu Goodreads Indonesia membaca bareng buku Madilog, sayapun tak ikut membacanya karena bukunya yang agak tebal. Buku ini memberikan cukup info mengenai Tan Malaka. Paragraf pertama dari bab pertama sudah bisa mewakilkan keseluruhan buku ini.

"Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya "Bapak Republik Indonesia". Sukarno menyebutnya "seseorang yang mahir dala...more
Cory
Ini buku pertama tentang Tan Malaka yang gue baca. Dari buku ini, gue sedikit lebih mengenal pejuang kemerdekaan yang misterius ini, sosok yang sempat diharamkan di era Orde Baru karena kedekatannya dengan komunisme--Tan sempat menjabat sebagai ketua PKI dan bergabung dengan Komunis Internasional (Komintern). Buku ini mengajak kita mengikuti perjalanan sejarawan asal Belanda, Harry Poeze, yang mencoba menapaktilasi kehidupan Tan Malaka, dari tanah kelahirannya di Sumatera Barat hingga di berbaga...more
Marina Zala
** Books 179 - 2014 **

"Ingatlah bahwa dari dalam kubur suara saya akan lebih keras daripada di atas bumi - Tan Malaka di buku Dari Penjara ke Penjara Jilid II, 1948

Siapa yang tidak kenal akan Tan Malaka. Seorang tokoh yang pernah memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) (meskipun dikatakan tidak akur dengan Aidit dan Musso). selain itu beliau menulis buku tentang gagasan konsep republik Indonesia yang berjudul Naar de Republiek Indonesia pada tahun 1925. Jauh sebelum adanya mohammad Hatta dan...more
an
Mar 10, 2013 an rated it 4 of 5 stars
Shelves: memoar
tan malaka. apakah ada nama na pernah didengar di pelajaran sekolah? jujur, rhe sih belum pernah mendengar na dibicarakan dalam buku teks. pertama kali mendengar nama na di berita saat ada penemuan makam tan malaka. siapa orang ini sebenar na? kenapa penemuan makam na seakan menjadi hal penting?

kembali berkenalan dengan nama tan malaka sebagai sosok fiksi dalam sebuah novel. mengira itu adalah nama fiktif yang kebetulan sama dengan makam yang diberitakan seakan mendatangkan tanda tanya siapa seb...more
Bambang
Lewat buku ini saya mengenal lebih jauh siapa sosok Tan Malaka sebenarnya. Adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.

Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolo...more
Agoes
Buku ini merupakan seri terakhir dari seri Bapak Bangsa yang diterbitkan oleh TEMPO. Tebalnya kalah jauh dengan seri sebelumnya yang membahas tentang Sutan Sjahrir, kenapa ya? Mudah-mudahan ini bukan merupakan hal yang disengaja.

Sama seperti buku seri Bapak Bangsa yang lain, buku ini menceritakan tentang Tan Malaka secara cukup lengkap. Jujur saja, saya tadinya tidak tahu Tan Malaka itu siapa. Madilog itu apa juga belum pernah dengar. Di sekolah juga tidak pernah diajarkan. Tapi... saya memang t...more
Panata Harianja
Buku sederhana yang membawa sosok yang tidak sederhana. Dengan tuturan ala Tempo yang 'enak dibacem eh dibaca dan perlu', buku ini mampu memberi saya pengetahuan secara umum tentang sosok luar biasa ini. Membaca buku ini, terasa sekali bedanya dahulu dengan sekarang. Pada masa Tan, para tokoh saling berbeda pendapat bahkan saling tangkap, dalam konteks keyakinan politik dan ideologi. Sementara sekarang, urusannya cuma pepesan kosong. Kalau dulu yang diributkan adalah dasar ideologis UUD (Undang...more
Dinna Fitriyana
“Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan seorang Muslim, karena Tuhan mengatakan bahwa banyak iblis di antara banyak manusia!"

Tan Malaka once said that words. He is one of the Indonesian Marxist. What makes him attractive is when we realized that we, Indonesian, know nothing about him. He is some kind of mystery. Even, nobody knows how he died. Nobody knows how much disguise he ever did. Nobody kno...more
Fahmi Arfiandi
salah satu tokoh legenda pergerakan indonesia yang terlupakan.Ibrahim Datuk Tan Malaka ialah Bapak Bangsa yang memberikan konsep "Republik Indonesia" bagi Hindia-Belanda yang bakal merdeka. Namun, serdadu dari negeri yang ia bela pulalah yang membunuhnya di Selopanggung, Jawa Timur.

Buku ini berisi reportase Majalah Mingguan TEMPO mengenai Tan Malaka dari berbagai sisi, mulai pemikiran, petualangan ke berbagai negara, sampai asmara yang bertepuk-sebelah tangan.

bagi kamu yang mempelajari sejarah...more
Novan Pratama
i want know who he is tan malaka
Achmad Lutfi
Buku pertama tentang Tan Malaka yang saya baca. Bagus sekali untuk berkenalan dengan tokoh perancang Republik Indonesia yang bahkan gagasannya sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Indonesia itu sendiri. Yang bukunya, Naar de Republiek Indonesia, menjadi semacam buku wajib para Bapak Pendiri Bangsa seperti Bung Karno dan Muhammad Yamin sehingga selalu dibawa kemana-mana.

Tan Malaka, tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang dilupakan oleh bangsanya sendiri.
Simbahenom
2013 #5

menjadi sedikit mengenal siapa itu Tan Malaka, percaturan politik indonesia pra, saat dan pasca proklamasi, sejarah bangsa dan hubungan antar tokoh perjuangan. Ahh otak saya memang bebal, entah kenapa dulu ga merhatiin sejarah, ternyata cukup menarik...
Leonhard Bartolomeus
Sebuah catatan jurnalistik sastra yang baik sekali dari Tim TEMPO. Menelaah setiap sudut dari kehidupan Tan Malaka. Buku ini wajib dibaca sebagai sebuah seri pengantar sejarah, sehingga tidak salah kaprah atas pemikiran - pemikiran Tan yang dianggap radikal.
Suguh kurniawan
Tan Malaka jalan hidupnya lebih seru dari cerita fiksi, rute perjalanannya sama dengan dua kali keliling dunia, dikejar kejar intel asing karena aktifitas politiknya. penulis, orator, geriliawan perang.Mati dengan membawa romantisme seorang martir.
Bor
ironis. seseorang yg begitu besar dgn pemikiran dan mental luarbiasa dihabisi oleh ketololan org bodoh dengan pola pikir yg sangat sederhana. Hormat saya untuk bapak
ana
banyak sekali buku non-fiksi yang ingin saya baca. namun, hal itu hanya bisa kesampaian bila ada tugas essay atau makalah. seperti buku ini.

Zharina
Pertanyaan "Mengapa beliau dijuluki Bapak Bangsa bersama Sukarno, Hatta, dan Sjahrir?" lah yang mendorong saya untuk membaca buku ini.
Ahyena Zera
Salah satu putera Minang yang hebat, sayang jasa2nya terlupakan. Dialah yang pantas mendapat gelar Pahlawan.
Homer Harianja
pengantar sejarah Tan Malaka yang lengkap. bukunya sendiri khas tempo, enak dibaca.
Muhammad Fajrin
Muhammad Fajrin marked it as to-read
Jul 19, 2014
Yurik
Yurik marked it as to-read
Jul 07, 2014
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 14 15 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Madilog
  • Selimut Debu
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
  • Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
  • Catatan Seorang Demonstran
  • The Swordless Samurai: Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
  • Pulang
  • Notes From Qatar
  • Habibie & Ainun
  • From Emperor To Citizen: The Autobiography Of Aisin Gioro Pu Yi
  • Lagak Jakarta: 100 'Tokoh' yang Mewarnai Jakarta
  • Hidup Itu Indah: Kumpulan Komik Opini
Hatta: Jejak Yang Melampaui Zaman Sjahrir: Peran Besar Bung Kecil Sukarno: Paradoks Revolusi Indonesia Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara Njoto: Peniup Saksofon di Tengah Prahara

Share This Book