The Heike Story: A Modern Translation of the Classic Tale of Love and War
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

The Heike Story: A Modern Translation of the Classic Tale of Love and War

by
3.75 of 5 stars 3.75  ·  rating details  ·  334 ratings  ·  42 reviews
The Heike Story is a modern translation of a Japanese classic. Its exotic atmosphere, narrative power, pageantry and poetry will enthrall readers and provide an entertaining introduction to an important source of Japanese culture. This new edition features a foreword by Dr. Davinder Bhowmik that introduces this celebrated author and book to modern readers.
Paperback, 547 pages
Published April 10th 2011 by Tuttle Publishing (first published December 15th 1989)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 903)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Faira
Setelah Musashi dan Taiko, kini para penggemar novel Jepang, khususnya karya-karya Yoshikawa Eiji, dibuat gembira dengan terbitnya The Heike Story. Secara garis besar, buku ini mengisahkan perjalanan hidup Taira no Kiyomori, yang berperan besar menempatkan klan Taira sebagai klan yang paling disegani di era tersebut.

Ada beberapa hal yang ingin saya komentari tentang versi terjemahan Bahasa Indonesia ini. Untuk terjemahan, sudah cukup memadai, jadi tidak usah dibahas lebih lanjut. Sayang seribu s...more
Gertrude & Victoria
The Heike Story is an epic tale of two rival clans struggling for power. The loyal Heike and Genji clans have served the Fujiwara court well, but later find themselves in a battle for military and political control of the Imperial throne.

In this tale we follow three generation of Heike commanders starting with Tadamori, then Kiyomori, and finally Shigemori. Throughout most of this historical novel, Kiyomori takes center stage, and it is primarily through his eyes, we can comprehend the tumultuou...more
indri
Membaca buku ini, berharap akan menemukan kisah semenakjubkan Taiko, dengan perjuangan dan keputusan-keputusan bijak yang diambil.

Mungkin moral ceritanya yang saya tangkaplah yang membuat saya hanya mendapat kesan begini datar. Saya nggak tahu apa yang salah dengan buku ini, apa penerjemahannya atau teknik penceritaannya yang membuat saya tidak bisa terpaku, dan membuat jeda yang amat panjang di antara masa2 membacanya.
Campur aduk antara cerita yang berbunga-bunga, kadang deskripsi yang berleb...more
Yanti
Tidak sia-sia juga perjuangan saya yang hampir tiap hari (selama beberapa bulan) membawa buku setebal bantal ini sambil berhimpit-himpitan dengan penumpang lain di busway, hehehe.....it was worth it!

Melalui buku ini saya pun jadi bisa ikut merasakan semangat tanpa kenal kata menyerah dari para Samurai. Pertarungan tanpa kenal kata usai antar keluarga Samurai, intrik politik menjadi tema novel yang menceritakan klan Heike ini.

Bermula dari keluarga biasa hingga mampu membangun sebuah kota pelabuh...more
Speakercoret
Nov 12, 2010 Speakercoret rated it 4 of 5 stars  ·  review of another edition
Recommends it for: rhe, buzenk
Recommended to Speakercoret by: "Mhd Haikal"
baca bareng yudha, iyut, aki, imam, didit, threez, madam..
baca bareng tanpa batas waktu yg ditentukan :p

---------------------------------------------

"aku iri padamu" kata Yoshimoto, karena keluargamu tidak tepecah belah dan harus saling melawan seperti keluargaku" - hal 251

ketika yoshimoto harus melawan darah dagingnya sendiri..
ketika tameyoshi harus memilih antara pengabdian dan hutang budi keluarga..
ketika yoshitomo harus berseberangan kubu dengan tametomo, adiknya sendiri..

semua atas nama per...more
Victor Longshanks
This is a strange book, and I'm glad there was an historical note at the end to explain why. The story doesn't end first of all, it just stops. In the historical note it explains that the novel is only 2/3 of the way done. Why would they release an unfinished work you might ask. I'm guessing because Eiji Yoshikawa passed away in 1962. The tale ends with the oldest Genji escaping the capital, who would go onto bringing the Heike down. But there is no explanation of that unless you read the note a...more
"Mhd Haikal"
Tidak sabar menunggu kelanjutan dari novel ini... Judulnya Minamoto no Yoritomo...

Untuk yang kecewa karena novel ini menggantung. Silahkan tunggu kehadiran kisah hidup Minamoto Yoritomo (dia adalah ana yang ingin dibunuh kiyomori, tetapi tidak jadi karena diselamatkan oleh ibu angkat kiyomori).

A. Moses Levitt
Gaya penceritaan (atau penerjemahan?) sama seperti karya2 Eiji yang lainnya. Saya baru mengoleksi 2 buku dan baru membaca 4 buku. Meski tebal namun menarik dibaca karena kaya akan banyak hal. Tentang kebijaksanaan dan lika liku kehidupan seorang manusia (Jepang). Beberapa pembaca mengatakan novel ini terkesan DATAR. Saya kira tidak bisa dibandingkan dengan MUSASHI atau TAIKO, karena dalam novel HEIKE ini tidak ditonjolkan sebuah perkelahian, peperangan kolosal (saja) tapi lebih kepada sebuah sej...more
Tezar Ari Yulianto
Kisah menarik tentang perebutan kekuasaan di Jepang pada abad 12. Yang digambarkan di sini adalah dominansi klan Heike, di tampuk pimpinan Kiyomori, di tampuk pemerintahan dengan disertai saingan dari klan Genji, yang kelak bisa mengalahkan Heike -sayangnya tidak tuntas diceritakan dalam buku ini-.
Mendapati kisah yang dramatis, pelajaran yang bisa didapat adalah kekuasaan adalah salah satu impian manusia sehingga tak peduli, teman akrab bahkan saudara sekandungan pun akan menjadi musuh untuk mem...more
Fanda VIXXIO
*Baru dapat hadiah dari lomba resensi Penerbit Redline (Mahda Books)- salah 1 buku dari 4 buku yang aku pilih sendiri.*

--Menghela napas lega dulu setelah menutup lembar terakhir buku ini-- Bukan apa-apa, cuma berat dan besar banget buku ini sehingga agak susah untuk membacanya dengan santai...

Jepang di abad ke 12. Kesemerawutan politik. Dalam seabad saja entah ada berapa kaisar yang berkuasa, sebelum ia ditumbangkan oleh kaisar lainnya. Lalu si mantan kaisar akan berusaha mencari dukungan agar i...more
Fadhilatul
Seperti biasanya Yoshikawa menulis cerita, ia akan menulis sejarah fiksi tentang negerinya. Kisah kali ini bercerita tentang klan Heike, keluarga samurai terpandang yang sempat mendapatkan kejayaan se-seantero Jepang. Kejayaan yang didapatkan ini tidak mudah, karena Heike bukanlah kasta bangsawan, melainkan prajurit. Seperti klan samurai lainnya, klan Heike harus bertatih-tatih melewati masa sulit. Disini para pembaca akan disuguhkan betapa memprihatinkan kehidupan klan Heike di awal cerita. Sel...more
Indah Threez Lestari
Meskipun cukup terganggu dengan penamaan para tokoh di buku terjemahan ini yang keukeuh menyebut Taira no Kiyomori sebagai Heike Kiyomori atau Minamoto no Yoshitomo sebagai Genji Yoshitomo, setidaknya aku jadi mendapat gambaran yang cukup komprehensif tentang latar belakang cerita sebelum kisah Shanaou Yoshitsune-nya Hirofumi Sawada.

Sehubungan cerita keruntuhan klan Heike ini berakhir menggantung karena Eiji Yoshikawa tidak sempat merampungkannya, mari kita lanjutkan kisahnya ke serial Shanaou Y...more
Carla
Pensé que sería un martirio leerlo, pero en realidad fue todo un placer. ¿Qué decir? Es la historia del clan Heike (o Taira), desde sus humildes orígenes hasta su dramática caída a manos del clan Genji (o Minamoto). De ahí la afirmación inicial que se repite a lo largo del texto: "The bell of the Gion Temple tolls into every man's heart to warn him that all is vanity and evanescence. The faded flowers of the sala trees by the Buddha's deathbed bear witness to the truth that all who flourish are...more
Vera Maharani
Awalnya saya pikir, apa yang mau saya ulas ya, saya pasti suka sama buku ini sih. Bagaimanapun ini kan

1. Karya Yoshikawa Eiji. I have been smitten by his work eversince I read an excerpt of Taiko in my junior high years. Seperti yang diterakan pada akhir buku ini, Eiji Yoshikawa tidak terpengaruh oleh literatur Barat, terutama penulis Rusia dan Perancis (beda sama, misalnya, Akutagawa Ryunosuke, yang setiap baca tulisannya, saya jadi merasa harus baca lebih banyak literatur lagi. Prosper Merime...more
bkwurm
The Heike Monogatari is the epic tale of a clash between two warrior clans, the Heike or Taira and the Genji or Minamoto for power. In the epic, the Heike under Lord Kiyomori inflict a comprehensive defeat on their rivals and take control of the court. However, instead of executing all the defeated Minamotos as expected, Lord Kiyomori spared the lives of the 3 youngest Minamoto sons. Of course, these 3 would eventually grow up and lead the Minamotos to victory over the Heike who were wiped out o...more
Dimas  Arya Bima
kisah tentang klan heike yang menguasai militer jepang pada abad 12, dengan tokoh utamanya yaitu heike kiyomori .... Penuh dengan intrik politik dan juga pembalasan dendam dalam upayanya mencapai kekuasaan .... bagi saya yang mengharapkan kisah perang yang epik buku ini kurang maksimal dalam eksplorasi pertempuran-pertempuran yang terjadi ... Buku ini lebih berfokus untuk menggambarkan situasi perpolitikan pada masa itu
Yenny Rosa
Perjuangan hebat seorang samurai yang berusaha mengangkat keluarga & klan nya dari samurai golongan bawah hingga menjadi kaya, sangat berkuasa dan sangat diperhitungkan oleh kerajaan/ istana.

Awal baca sempet ngeri liat bukunya yg tebal 750 halaman *bisa jadi bantal lho*, tapi setelah mengikuti ceritanya jadi terbawa arus, meski kadang tersendat2 *bolak balik halaman* karena tokohnya banyak dan masing2 tokoh memiliki karakter yg kuat, duhhh..pusing ngapalin segitu banyak nama hehe..maklum ot...more
Lea
This novel saw the rise of the Heike clan from being Fujiwara clan's watchdogs to the respected warrior class at court. It starts with Kiyomori of the Heike as young man despairing of his household's poverty-stricken condition. Even then he already knew that he was meant for greater things. Kiyomori was brave, ambitious, and daring and because of him the Heike clan rose to immeasurable heights. Perhaps until the Genji clan took the seat of power from them.

This a very interesting read especially...more
Agung Prasetyo
Ini adalah novel ke-3 karangan Eiji Yoshikawa yang saya baca. Secara keseluruhan lebih mudah dinikmati dibanding Musashi, tapi kurang seru jika dibanding Taiko. Inti ceritanya bukan tentang perseteruan antara Klan Genji dan Heike, tapi lebih kepada kisah hidup Heike Kiyomori, pemimpin yang membawa klan Heike ke puncak kekuasaan. Mungkin untuk para pembaca manga karangan Hirofumi Sawada akan menemui cerita di novel ini sangat menarik karena tokoh antagonis di manga-nya menjadi tokoh utama di sini
Jeffrey
The third of three Yoshikawa books I read, this one dates back to 1100's Japan. A great view into that time. Once again proving why Yoshikawa is my favorite historical fiction novelist. (Too bad there aren't more books by him than 3 in English...)
Damian
Japan`s feudal era is one of my favorite piece of world history, which is the reason I bought and read this book. The title contains the words "love" and "war", but I was very disappointed to find that less than 10% of this "tale" is actual war. Love? It`s pretty difficult to talk about love during those times, the 12th century, since they did not even have a word for it, not until many years later when the Japanese learned about it from the Europeans, around the 17th century.
Anzig
I ve read the indonesian version.. well, im a big fans of eiji yoshikawa ever since i read musashi and taiko.. for this story, i would hardly rate this below musashi and taiko.. the story jump from one side to the other and lack of detail of time..

still its a good saga story anyway.. 3 stars

Rebecca
Great story! Written in a clear and understandable style on a very important time in Japanese history. Great for anyone who wants to get a picture of the history in an easy and interesting format and read a book that is very important to the Japanese people.
Esti
Another Eiji Yoshikawa's book, and liked it :)
Gaya bahasanya khas Yoshikawa, sangat detail di latar ceritanya dan penokohannya.
Sangat menikmati detail2 sejarah, serasa dibawa dalam kehidupan para samurai dan kekaisaran Jepang di abad ke-12
Azamemasai
agak berbeda dengan Musashi dan Taiko, mungkin karena banyak bagian yang dihilangkan.
Buku ini bercerita tentang ruwetnya peta politik saat itu.
ahmedoank
"apakah mereka sendiri akan berpihak kepada Mantan Kaisar"

bersiap perang terbuka antara Mantan Kaisar dan Kaisar yang berkuasa
Puspita Dewi
Jun 18, 2012 Puspita Dewi is currently reading it  ·  review of another edition
Sudah pernah baca buku ini, tapi kog ngak inget ya jalan ceritanya. Sedang baca ulang lagi, lumayan ....tebal.
Iyut
dikirimi Ijul :)
Thank youuuuuu Ijul... *peluk peluk di skype aja* :D
---
2 Okt, 5.10pm : mulai baca..
Mario
It would have received 5 stars, but the translation was somewhat wack.
Sam
Feb 16, 2010 Sam marked it as to-read  ·  review of another edition
Shelves: novel, wishy-washy
kayaknya seru, neh.. pengarang jepun lg.. mas haikaaalll mau duonks ^^
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 30 31 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Furin Kazan
  • The Last Shogun: The Life of Tokugawa Yoshinobu
  • The Swordless Samurai: Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Kinshu: Autumn Brocade
  • Manxmouse
  • The 47 Ronin Story
  • The Tale of the Heike
  • Quicksand
  • Japanese Gothic Tales
  • Botchan
  • Kappa
  • The Samurai
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Five Women Who Loved Love: Amorous Tales from 17th-Century Japan
  • The Lone Samurai: The Life of Miyamoto Musashi
  • Blue Bamboo: Japanese Tales of Fantasy
  • Jembatan Musim Gugur (Samurai, #2)
58917
Pen-name of Yoshikawa Hidetsugu. Yoshikawa is well-known for his work as a Japanese historical fiction novelist, and a number of re-makes have been spawned off his work.

In 1960, he received the Order of Cultural Merit.
Eiji Yoshikawa (吉川 英治 Yoshikawa Eiji?, August 11, 1892 – September 7, 1962) was a Japanese historical novelist. Among his best-known novels, most are revisions of older classics. He...more
More about Eiji Yoshikawa...
Musashi Taiko: An Epic Novel of War and Glory in Feudal Japan Musashi (Volume II) Taiko 1 - Tahun Temmon Kelima 1536 Musashi: The Way of the Samurai

Share This Book

“Call them robbers and cutthroats--were they not amiable enough when they had sufficient to fill their bellies? Something was out of joint in a world that drove these men to steal.” 5 likes
“Is that so? He who lives in the mountains years for the city, and the city-dweller would rather live in the mountains," the Abbot chuckled, "and nothing is ever to one's liking...” 3 likes
More quotes…