Dialah Ini dan Itu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Dialah Ini dan Itu

by
3.38 of 5 stars 3.38  ·  rating details  ·  13 ratings  ·  17 reviews
Dan puisi Gieb –ia menyebutnya racauan- adalah sebuah dunia yang sepenuhnya retak. Retak pada kalimat-kalimatnya dan retak pada bangunan peristiwanya. Peristiwa dalam puisi di sana seolah semata ingin menebar kesakitan. Menebar kutukan dari nilai-nilai yang kini hendak dibenamkan Gieb. Sebagai penghalang dari kehendak menjadikan manusia tembus, seolah kaca pandang. Demi me...more
Paperback, 147 pages
Published June 2010 by Mijil Publisher
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dialah Ini dan Itu, please sign up.

Be the first to ask a question about Dialah Ini dan Itu

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-27 of 40)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
an
otakku beku pada minus 10 derajat celcius. hidup enggan. mati sungkan. melupakan sesuatu yang entah. makan sesuatu yang entah. minum sesuatu yang entah. berdiri sesuatu yang entah. duduk sesuatu yang entah. berbicara sesuatu yang entah. menulis sesuatu yang entah. bercinta sesuatu yang entah. tai sesuatu yang entah. terjebak sesuatu yang entah. melingkari sesuatu yang entah. eksistensi sesuatu yang entah. esensi sesuatu yang entah. filsafat sesuatu yang entah. tuhan sesuatu yang entah. nihilisme...more
John Ferry Sihotang
Review: Eksistensi Racauan Gieb

Racauan, bisa jadi sublimasi eksistensi. Seperti tersaji apik dalam buku kumpulan racauan Gieb, "Dialah Ini dan Itu". Racaun disini meleburkan segala kemabukan: pikiran, ada, rindu, benci, substansi, birahi, bir dsb. Setiap entitas bisa saling menegasi pun bisa mengafirmasi pada entitas lain: Retak! Seolah mengeja paradoks. Namun acap pula memasung realitas dengan pisau demarkasi yang tegas: untuk meracau pada semua kekekalan pun kesementaraan.

Mengapa harus eksiste...more
Abdyka Wirmon
Hhhmmmm...

Saya harus nulis review seperti apa yah? saya bingung, karena sungguh apa yang ada dalam buku ini adalah sebuah pandangan cermat dan monolog yang menyenangkan, mengharukan, bikin kesal, menampar dan terkadang bisa jadi sangat lucu. serius! kalau mau bukti baca tulisan berjudul "sunyi" atau "bunuh" saya bertaruh sebungkus rokok kalian pasti menyukainya.

selalu ada sebuah perasaan aneh saat membaca tulisan Gieb ini. saya tidak tahu perasaan macam apa itu, tapi jarang saya mengalami gejo...more
e.c.h.a
"sebuah genggam yang meruntuhkan rindu"

Aku hanya ingin mengungkapkan isi hati.

Saat membuka halaman awal buku ini, Gieb menorehkan kata-kata. Entah kata-kata itu hanya sekedar racauan seorang Gieb atau memang dikhususkan untuk ku. Setidaknya kata-kata itu membuatku terdiam. Ya, memang hanya dengan sebuah genggaman, rindu yang kusimpan akan runtuh.

Aku hanya perlu genggam dari seorang bernama kamu.
Irwan
Apa jadinya ketika ranah otak logis verbal
menunggangi belahan kembarnya yang dipenuhi abstraksi intuisi?

Apa jadinya ketika kosakata persetubuhan
memperkosa makna filsafati, emosi manusiawi, dan kerinduan surgawi?

Apa jadinya ketika segenap tanya
melumuri sebentuk kepastian dengan kecongkakan untuk menjungkalkan?

Bacalah buku ini!


Salut tuk Gieb,
seorang kawan digitalku, yang kukenal lewat sederet nol dan satu.
Alisyah Samosir
Apa yang harus kutuliskan di kolom ini? :-|

Diam. Bingung. Tapi gak sampe pusing :D

Penulis sukses menorehkan racauannya dengan indah. Sangat indah. Meskipun dengan kata-kata yang high-standard, kurasa aku masih bisa mengikuti. Meski harus mengulang di beberapa halaman.

Kalau bisa mereka-reka, racauan di buku ini mengenai keyakinan, seks, dan keluarga. Menuruti keyakinan harusnya melakukan ini, namun tak kuat menolak gairah seks yang membuncah. Alhasil juga memporak-porandakan keadaan keluarga.

Tiga...more
Nuni
Jun 28, 2010 Nuni is currently reading it
walaupun biasanya ngacak judul kalo baca kumpulan puisi, kali ini bacanya dimulai dari DIA dan berencana urut sampai selesai. dan meskipun sejauh ini baru sampai di Goyah, rasanya seperti...seperti habis berlari jauh lalu up up and away....

mengingatkan pada sensasi saat baca dan berkelana bersama alan lightman dengan mimpi mimpi eisntein nya..

...dan ya, saya menikmati sangat...

saya yang hampir tidak pernah bisa menafsir puisi dengan cara yg diajarkan di kelas Bahasa (mencari maksud tulisan dari...more
gonk bukan pahlawan berwajah tampan
Terima kasih atas kiriman buku ini dari pemudi Miaaa, hehehe.

Jika teman2 bingung dengan racauan Gieb, setidaknya penulis racauan ini, iya, Gieb sendiri memberi petunjuk sekitar sebulan yang lalu di FBnya. Apa itu? bila sebotol atau sekaleng bir masih terlampau mahal buatmu, sandingkan saja racauan Gieb ini dengan racauan Tony Blank, dan nikmatilah! hehehe.

salam separatoz

ps: perhatikan pilihan diksi gieb dan tony, sama2 ampuh!!
Nilam Suri
Jul 24, 2010 Nilam Suri marked it as to-read
"Dalam sebuah cakap, kau bertanya tentang sebuah tikungan. "Kitalah" jawabku."

ow man,i don't think i'll ever resolve it...

 Δx Δp ≥ ½ ħ
Jan 15, 2011 Δx Δp ≥ ½ ħ rated it 1 of 5 stars
Recommended to Δx Δp ≥ ½ ħ by: yang-minjemin
Shelves: there-s-a-place
[image error][image error][image error][image error]
senangnya hatiku bilang pada temanku
semua karena inzana oh inzana
[image error]



PS: Tengs bwt yah dah minjemin buku ini [image error]
PPS: sebuah tindakan cerdas, buku ini dijual secara terbatas
Iyut
Aug 06, 2010 Iyut marked it as to-read
Shelves: own, indonesian, poem
Terima kasih untuk Miaaa yang sudah mengirimkan buku ini dengan layanan ONS (over night service, bukan one-night stand loh ya)..

Terima kasih untuk Gieb yang sudah menorehkan sebaris kalimat di halaman judul buku ini :)

"Pada akhirnya tahu, kita sedang mengeja kesepian."

*meletakkan pembatas buku Miss Vietnam dari Miaaa di halaman 9, Sangka, yang mengawali racauan Gieb*

.................

*butuh persiapan dan waktu khusus untuk baca buku ini sepertinya ;)*
Aini
Aug 10, 2010 Aini added it
Shelves: buku-dari-teman
baru dapat kiriman buku ini dari mb ross....*tq mb..cup muah..*
langsung buka dan baca.
sudah sampai halaman 60,masih engga ngerti ini apa yang di ceritakan.
apa otak ku yang sedang engga prima,atau memang bukunya perlu konsentrasi tingkat tinggi.
Tati Haryani
monolog yang keren.. beberapa cerita lucu juga, tapi beberapa membuat saya mengerutkan kening (entah mikir, entah karena aku yang ga ngerti), tapi keseluruhan sih oke banget.. buku macam ini yang saya suka..
mahatma
Jun 28, 2012 mahatma marked it as to-read
liat-liat vignetnya yang bagus... belum punya nyali untuk memulai baca...
ucha
Dec 29, 2011 ucha marked it as to-read
hadiah dari kak roos #2

merayakan kata-kata bersama Gieb..
Josephine
Gieb yang unik terbaca diam dalam tubuh puisinya..
Mel
Sep 08, 2012 Mel added it
anggap aku berutang review, gieb
:)
Emi Atriasari
Emi Atriasari marked it as to-read
Apr 08, 2013
Gitesh
Gitesh marked it as to-read
Mar 01, 2013
Saleh
Saleh marked it as to-read
Jul 21, 2012
gabriellalodia
gabriellalodia marked it as to-read
Dec 28, 2010
Nenangs
Nenangs marked it as to-read
Sep 13, 2010
« previous 1 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Share This Book