by
3.57 of 5 stars
... Momennya lagi pas banget, pikir gue. Seperti yang Ara tadi anjurkan lewat telepon, ini adalah saatnya gue bilang ke Ina kalau gue sangat menikmati read full description

reviews

Apr 28, 2013
Shatita rated it: 5 of 5 stars
I am never too old for Raditya Dika's books.

Bagian lucu yang geli, yang polos, selengean dan bikin terpingkal-pingkal banget? Adaaa.
Cerita yang pure lucu banget? Adaaa.

Yang serius dan katanya garing? Adaaa.

Secara keseluruhan, buku ini emang bukan komedi-komedi banget kayak Lupus. Temanya saja: cinta. Jadi, mau apapun tema yang di angkat di setiap chapter ceritanya, mulai dari sunatan, bikin film, detektif, dan lain-lain, pasti nyerempet-nyerempet soal cinta.
Ya, selama ini kita mengenal Raditya s More...
Apr 07, 2013
Hani rated it: 3 of 5 stars
Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love - Charlie Brown

Telat banget.
Yak, mungkin emang agak telat gw ngomongin buku ini. Terbit tahun 2010, dan gw baru baca di September 2012. Padahal bisa dibilang, gw termasuk pembaca setia blognya Radit dan ngikutin semua buku dia sebelumnya. (Mungkin emang baru jodoh aja kali)

Lebih tebel dari yang lain (218 halaman), dan covernya sendiri, secara pribadi gw suka. Udah berapa tahun ya berarti sejak gw baca bukunya yang terakhir More...
Mar 03, 2012
Umzee rated it: 4 of 5 stars
Dari covernya saja saya sudah suka dengan konsepnya. apalagi radit yang rajin gembar gembor di twitter tentang bukunya yang satu ini. semakin membuat orang penasaran, kegokilan apalagi tentang keluarga dan temen-temennya. Disini dia juga menceritakan hubungan yang masih anget-angetnya dengan mantan penyanyi cilik yang sekarang menajdi pacarnya. Tapi ternyata putus juga. Padahal kalau dilanjutin dua-duanya gokil. Bisa dibayangkan buku Radit yang selanjutnya isinya tentang galauan cinta Radit. hah More...
0 comments like (1 person liked it)
Nov 16, 2011
Waktu pertama kali mendengar Dika menulis buku ini, gw tahunya dari blog dan sang editor, mba Windy. Saat membaca cuplikan apa yang ada dibuku itu, gw tahu gw telah jatuh cinta pada idenya. Sang editor melalui tulisannya sudah membuat gw jatuh cinta diam-diam pada orang yang jatuh cinta diam-diam.

Marmut Merah Jambu ini memang tidak 100% seperti tulisan Dika sebelumnya, tulisan-tulisan di buku ini seperti mendapatkan sentuhan 'dewasa'nya dan itu membuat gw menyadari Dika juga tidak selalu 'rusak' More...
Jun 20, 2011
Ira rated it: 3 of 5 stars
Ini buku Raditya Dika yang untuk pertama kalinya dan sejauh ini satu-satunya yang pernah saya pinjam dari teman. Maaf, saat itu lagi bokek. Ga, ga, ga kuwhat. Ga kuwhat beli buku yang harganya diatas 30.000. =))

Di buku ini, terlihat dari jumlah halaman buku, tata cara penulisan serta bahasa yang menjadi rapi dan menghalus, mungkin ini buku Raditya Dika yang benar-benar bisa masuk dalam kategori novel yang sebenarnya. Deskripsinya mulai dituliskan secara detil bukannya hanya satu-dua-tiga kalimat More...
0 comments like (1 person liked it)
May 29, 2011
Annisa rated it: 4 of 5 stars
Kalau menurut saya, buku ini bukan buku terlucu yang pernah Raditya Dika tulis. Well, terus kenapa saya kasih 4 bintang?

Karena menurut saya ini buku dimana Raditya Dika jadi sosok yang agak 'serius', humornya pun gak sekasar di buku yang lain. Buku ini nunjukin Dika (atau Radith?) yang lagi jatuh cinta, dan, kayaknya pengalaman-pengalamannya di buku ini adalah kisah cinta 'kebanyakan' remaja Jakarta.

Waktu baca bab yang Unrequited Love, saya langsung mikir, 'WOW cerita ini gue banget!' dan seti More...
Apr 04, 2011
Acenz rated it: 4 of 5 stars
buku marmut merah jambu ini sama seperti buku-buku karangan raditya dika yang lain. yaitu cerita konyol yang di angkat dari kehidupan sehari-harinya. akan tetapi buku ini khusus. karna dalam buku ini mengisahkan seorang insan(raditya dika) yang sedang mencari cinta sejatinya. ungkapan cintanya di tuangkan ke dalam buku ini.
seperti halnya remaja, raditya dika pernah naksir atau suka sama cewek, tetapi dika tidak pernah di sukai oleh cewek. akan tetapi di tengah cerita konyolnya. ternyata dika per More...
Aug 12, 2010
Buku ini adalah buku kelima karya penulis kocak dan terkenal sejak cerita “Miyabi-Miyabi” menjadi hot di tanah pergosipan Indonesia. Radiyta Dika. Sori.. bukan karena itu ding. Terkenal karena menjadi pengarang dan bintang utama dari novel yang difilmkan ding. Sori…

Dalam pengantar pengarang, Raditya Dika bilang kalau buku kelima ini adalah kumpulan cerita-cerita cintanya yang dijadikan dalam satu buku. Tapi setelah membacanya, gw melihat bukan hanya kisah cintanya tapi lebih luas lagi. Mencerita More...
Jun 28, 2010
Desti rated it: 3 of 5 stars
13 bab yang mayoritas bercerita tentang cinta. Baru di buku ini saya melihat keterkaitan antara judul dengan isi buku. Penempatan bab yang pintar, langsung menangkap mata dan hati. Beberapa kisah pasti pernah dialami pembaca maka buku ini tak bisa saya lepaskan sebelum mencapai halaman terakhir; penasaran... apalagi yang ditawarkan penulis untuk dibagi?

Kisah cinta tak akan pernah habis untuk dibahas. Membosankan atau tidak, klise atau segar, tergantung kepiawaian si penulis. Gaya khas Raditya Di More...
Jun 07, 2010
Nyonya rated it: 1 of 5 stars
Maybe I am just too old for this book. :D

Ceritanya sih ya begitu lah, personal literature, yang diambil dari pengalaman hidup penulis. Makanya, kategori buku ini ialah nonfiksi-komedi. Secara alur, oke. Tiap kisah ditutup dengan kesimpulan dari hasil pengendapan penulisnya ttg jatuh cinta, tentang mengapa dan bagaimana, dst. Saya membalik halaman dengan halaman dengan ngebatin "c'mon, better page, please" sampe habis. -ya, saya memang bukan orang yang gampang menyerah menyelesaikan sebuah buku- More...
2 comments like (3 people liked it)
Jun 06, 2010
Marmut merah jambu terus menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship ke yang lainnya, mencoba berlari dan berlari dan berlari di dalam roda bernama cinta, seolah-olah maju, tapi tidak... karena sebenarnya jalan di tempat.

Seperti di buku-buku sebelumnya, Raditya Dika kembali dengan cerita-cerita yang konyol dan ajaib. Bedanya, buku kali ini dihiasi dengan bumbu-bumbu merah jambu, yaitu cinta.

Dimulai dari pengalaman SMP hingga yang belum lama terjadi, buku ini tidak hanya membuat kita ter More...
Nov 16, 2011
Farah rated it: 4 of 5 stars
buku marmut merah jambu ini menurut saya adalah karya raditya dika yang PALING bagus, bahkan menurut saya, lebih bagus daripada Kambing Jantan, buku raditya dika yang pertama. di MMJ ini, benang merah ceritanya terlihat jelas, dan ketika membaca, ceritanya seperti mengalir, jadi berasa halamannya kurang. hehe. Jika dibandingkan dengan kedua buku tadi, karya RAdit yang lain, menurut saya terlalu absurd, dan benang merahnya kurang terlihat. mungkin karna temanya kurang kuat ya. cukup menghibur sih More...
0 comments like (1 person liked it)
Jun 17, 2010
Marmut Merah Jamu adalah buku pertama dari Raditya Dika yang pernah saya baca. Saya awalnya cuma tertarik sama cover-nya saja yang menurut saya terlihat sangat menarik, dan saya sama sekali tak tahu menahu mengenai kelucuan Raditya Dika dari buku-buku sebelumnya. Tetapi pas saya baca ternyata buku ini bener-bener kocak dan banyak pembelajaran mengenai cinta yang lumayan dalem. Cerita yang paling saya suka adalah yang mengenai Ina Mangkusumo, kayaknya cocok tuh di buat Film, terus digabungin sama More...
0 comments like (1 person liked it)
Jun 04, 2010
Secara saya adalah penggemar beratnya si Raditya Dika, saya tentunya tidak mau melewatkan buku terbarunya yang berjudul Marmut Merah Jambu ini. Sesuai dengan judulnya (sepertinya), Marmut Merah Jambu, buku ini berhubungan dengan hal-hal yang berbau merah jambu (baca: cinta). Buku Raditya kali ini berisi kumpulan cerita cinta yang pernah dialaminya secara pribadi olehnya. Entah itu percintaan masa smp, rasa cinta diam-diamnya yang tidak terbalas, sampai ke cerita tentang Edgar yang mau disunat (? More...
0 comments like (2 people liked it)
Jan 21, 2012
Anita rated it: 5 of 5 stars
ini buku raditya dika yang pertama gw baca, abis dalam 3 jam :)
pertama tau raditya dika sih sejak jaman SMA liat buku kambing jantannya dideretan buku laris Gramedia, trus awal liat gw mikir "ni orang pede amat sih.. udah jelek, masih aja dijadiin cover buku, udah gitu judulnya apaan nih?? kambing jantan?? norak amat!!" hahahaha alhasil gw kagak beli bukunya dan buku2 berikutnya :p
setelah baca ni buku secara iseng2 pinjem ke orang, gw malah jadi suka sama tulisannya, nyeleneh, konyol, bikin ngak More...
Apr 06, 2013
Kita dapat merasakan perbedaan yang mencolok dari buku ini dibanding buku-buku Raditya Dika sebelumnya. Buku paling 'matang' yang pernah ditulis Raditya Dika, humornya juga terasa lebih 'halus'.
Buku ini berisi tentang cerita-cerita percintaaan yang pernah dialami oleh Raditya Dika dari kecil sampai dewasa, ada beberapa bab yang menyimpang tapi tetap sangat lucu.
Buku ini punya pola yang khas, dimana di awal bab, Raditya Dika akan bercerita tentang pengalaman percintaannya yang konyol, tapi di akh More...
Jun 10, 2010
Nelly rated it: 3 of 5 stars
Pengalaman pertama membaca bukunya Radit.
Entah, yah, awalnya, saya nggak habis pikir ada orang yang menjadikan dirinya sendiri 'badut' di buku yang ditulisnya sendiri pula. Yah, keberaniannya itulah yang saya acungkan jempol.

Belum lagi, apa enaknya, sih membaca 'hidup' orang yang notabene manusia biasa seperti kita? Semua orang punya cerita masing-masing kalee... Eh, ternyata, nggak buruk-buruk amat, he, he he...

Di buku ini, Radit bercerita mengenai pengalaman dan pandangannya mengenai hal absu More...
Oct 04, 2011
Marmut Merah Jambu adalah buku karangan Raditya Dika yang pertama kali saya baca. Cerpen-cerpen di dalamnya bener-bener kocak abis. Saya ingat dari awal-awal baca saja sudah ketawa-ketawa nggak jelas. Jujur, belum pernah saya ketawa-ketawa sendiri saat baca buku. Sejak baca MMJ, saya jadi tertarik baca buku-buku karangan Raditya Dika lagi. Jokes-nya ngena banget, dan menurut saya buku ini bisa jadi penghibur buat yang lagi sedih karena putus cinta atau ngejomblo terlalu lama. Habis baca ini rasa More...
Feb 08, 2013
Ayu rated it: 4 of 5 stars
ada saat dimana guwe merasa ada tulisan bang dika yang "maksa" dan yang paling berasa di bukunya yang ke 3. tapi di buku ini, entah kenapa, guwe seneng banget, soalnya bang dika udah kembali jadi dirinya sendiri. ada beberapa perubahan sihdalam gaya nulisnya, tapi berubah jadi lebih baik, karena dalam setiap tulisannya dia selalu menunjukkan kedewasaannya dalam berpikir *cailah*.
kaya cerita di akhir, yang mengisahkan hubungannya dengan si pacar yang penyanyi itu, dan mengibaratkan berhubungan de More...
Sep 03, 2012
Deviana rated it: 2 of 5 stars
Ngefans banget sama Kak Raditya dikaaaaaaaaaa! :D

Aku mulai suka sama Kak Radit dari nonton Comic Action di KompasTV terus nonton dia di Stand Up Comedy. Terus stalking2 videonya di Youtube (asli aku kepo banget) terus nge-follow dia di Twitter. Hehehe...
Sampe akhirnya niat banget beli bukunya. Salah satunya "Marmut Merah Jambu". Lucu, kocak, terus Bahasanya anak muda banget deh. Bisa buat ketawa ketawa sendiri...
Disela sela ceritanya juga ngena banget sama kisah cinta remaja yg jomblo - pacaran More...
Jun 21, 2011
Wahaha...ntah kenapa beli buku ini. Tapi emang tujuan awalnya pengen give space dengan bacaan ringan. Soalnya belinya di bandara soeta terminal 2. Gak mungkin kan tunggu pesawat sambil baca buku ernest hemingway...jadilah pilih buku ringan kayak gini...

Ini buku kedua raditya dika yang aku baca, masih tetap sama (walo di bukunya dia bilang pengen lebih dewasa)...tapi...gak ah. u still the same, but only in a different topic : love.he5

Bener2 buku ringan dan lumayan untuk hiburan. Ada nyeritain dia More...
Feb 13, 2011
dibaca disela-sela Bumi Manusia-nya Pramoedya Ananta Toer, dan malah selese duluan (ya iyalah).

diantara buku2nya Raditya Dika yg kubaca, buku ini bukan favoritku. gak selucu buku yg lain, dan klo dibilang lebih 'serius', sayangnya justru si penulis sendiri yg hobi ngerusak moment. dan makin kesini, entah kenapa bukunya berasa makin personal. berbagi pengalaman pribadi sah-sah aja sih, tapi entahlah, kok rasanya sayang aja klo yg ditulis seputar ini2 aja. padahal, klo Raditya Dika mo nulis cerit More...
May 27, 2010
Nilam rated it: 3 of 5 stars
I never read another Dika's book after Kambingjantan. But now i read this. And this kumcer is quite good.

I can't stop laughing, and made my friends stare at me with anxious look, worried there's something wrong with my brain.

This book not only funny, in some stories Dika put some thought for us, the reader, to think over. And i love how he created the ending in the last stories,Marmut Merah Jambu.

Dika surely has grown up since the last time i read his book.

My favorites are Terakhir kali bertemu More...
1 comment like (3 people liked it)
Mar 13, 2013
Fiza rated it: 5 of 5 stars
Betul-betul kayak naik ke bulan. Bagus!
0 comments like (1 person liked it)
Mar 29, 2011
Elfi rated it: 2 of 5 stars
Radit sendiri bilang klo lelucon yg ada di buku ini beda dengan buku-buku sebelumnya, leluconnya lebih dari hati.
Yak walopun ga terlalu setuju dengan gaya melucu Radit di buku-buku sebelumnya, tapi gw baca semua bukunya. Jadi pas buku barunya keluar ya gw jg baca, as a ritual. Dan yak memang benar, Radit sudah makin dewasa, makin halus dan makin cerdas. Gw suka permainan katanya pas dia cerita tentang cewek-cewek yg dideketinya.
Dan gw juga jujur, yang paling pengen gw baca adalah tulisan Radit More...
Jan 04, 2012
nggak tau kenapa. entah selera humor gue yang rada kurang beres ato gimana but i prefer this one than the last one i've read. so sorry bang dika, i think u should keep writing like this, yeah a bunch of humor is okay but i think seriuos one do too. #ngacoberat

intinya sih, non-fiction comedy ini highly recommended buat dibaca siapa aja, tua-muda-anak2-oom-tante *nahlo* kesan humornya masih ada dan gak lepas sama sekali, justru kalo lepas bukan raditya dika namanya *soktahu* tapi ada sesuatu yang More...
Jan 03, 2011
Dwi rated it: 3 of 5 stars
haihahaha... baca nya udah tahun kapan, ini baru kasi reviewnya. Ketimbang nggak sama sekali toch?! he

gaya kocak raditya masih ada banget sepanjang MMJ ini, ngakak aja terus klo mulut masih kuat, tapi dibandingkan dengan buku-buku raditya sebelumnya, MMJ lebih dewasa dalam hal isi, beberapa mulai berfilsafat ala radit, hehehe, seru seru ... bacaan yang menyenangkan di saat buruan skipsi jatuh pada titik "sedang tidak karuan" (hahaha, kelakuan... lari ke yg lain dulu, he)

happy reading lah ya buat More...
Mar 01, 2013
Lagi, Raditya Dika.. jago banget bikin bumi gua gonjang-ganjing badai matahari.. paling suka sama chapter-nya pas yang cinta diam-diam + unrequited love. gak tau kenapa tiap baca script-nya, gua ngerasa kayak flashback ke masa lalu gue (eh, kesannya gua curhat yak!!!) btw, buku ini bisa bikin gua ketawa durja buat pengalaman dika (sama gua juga) dan disaat yang sama bisa sekalian ngenes juga. seperti yang dika bilang, "pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam cuma bisa mendoakan - menerima More...
Feb 07, 2012
Tri rated it: 4 of 5 stars
Dalam Marmut Merah Jambu (selanjutnya disebut MMJ saja) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit penggalan yang saya sukai :D

1. Orang yang jatuh cinta diam-diam

"Gue lalu tiduran di kasur gue. Aldi tiduran di kasur sebelah gue. Gue diem, Aldi juga diem. Sesekali Aldi memandang ke arah telepon. Kita seperti ketertarikan batin malam itu, setelah gue dimbak-mbakin dan Aldi dibencongin. Malam itu kita tidur berdampingan seperti dua lelaki yang punya disorientasi jenis kelamin." (Dika, More...
Jun 14, 2011
Dini rated it: 4 of 5 stars
Komedi-komedi dibuku ini udah gak terlalu lucu lagi. Karena, satu udah sering di pake sehari-hari jadi enek sendiri, dan kedua udah pernah denger langsung lewat talkshownya, sama persis. Tapi yang ngebedain dari buku-buku yang sebelumnya adalah Raditya Dika disini memunculkan sisi romantisnya. Setiap chapter bisa berisi cerita-cerita bodoh nan menjijikan (buat ukuran aku) tapi selalu ada pesan cinta yang terselip yang ada di paragraf terakhir. Bacanya juga antara terharu, nyesek dan pengen ketaw More...