Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Marmut Merah Jambu” as Want to Read:
Marmut Merah Jambu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Marmut Merah Jambu

by
3.74  ·  Rating Details  ·  4,667 Ratings  ·  285 Reviews
... Momennya lagi pas banget, pikir gue. Seperti yang Ara tadi anjurkan lewat telepon, ini adalah saatnya gue bilang ke Ina kalau gue sangat menikmati malam ini.

‘Tau gak sih, Na,’ kata gue sambil menyetir, memberanikan diri untuk bicara. ‘Gue seneng banget hari ini.’

‘Seneng kenapa?’ tanya Ina.

‘Seneng, soalnya,’ kata gue, berhenti bicara sebentar dan menengok ke kiri unt
...more
Paperback, 228 pages
Published May 2010 by Bukune
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Marmut Merah Jambu, please sign up.

Be the first to ask a question about Marmut Merah Jambu

Marmut Merah Jambu by Raditya DikaThe Curious Incident of the Dog in the Night-Time by Mark HaddonThe Floatplane Notebooks by Clyde Edgerton69 by Ryū MurakamiLet's Get Lade by Thomas Amo
Books that Cracks Me Up!
1st out of 12 books — 9 voters
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari
Buku Indonesia Sepanjang Masa
416th out of 486 books — 1,704 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Nyonya Buku
Jun 07, 2010 Nyonya Buku rated it did not like it
Shelves: fiction, punya-dikasi
Maybe I am just too old for this book. :D

Ceritanya sih ya begitu lah, personal literature, yang diambil dari pengalaman hidup penulis. Makanya, kategori buku ini ialah nonfiksi-komedi. Secara alur, oke. Tiap kisah ditutup dengan kesimpulan dari hasil pengendapan penulisnya ttg jatuh cinta, tentang mengapa dan bagaimana, dst. Saya membalik halaman dengan halaman dengan ngebatin "c'mon, better page, please" sampe habis. -ya, saya memang bukan orang yang gampang menyerah menyelesaikan sebuah buku-
...more
Nilam Suri
May 27, 2010 Nilam Suri rated it liked it
Shelves: pop
I never read another Dika's book after Kambingjantan. But now i read this. And this kumcer is quite good.

I can't stop laughing, and made my friends stare at me with anxious look, worried there's something wrong with my brain.

This book not only funny, in some stories Dika put some thought for us, the reader, to think over. And i love how he created the ending in the last stories,Marmut Merah Jambu.

Dika surely has grown up since the last time i read his book.

My favorites are Terakhir kali bertemu
...more
Stefanie
Secara saya adalah penggemar beratnya si Raditya Dika, saya tentunya tidak mau melewatkan buku terbarunya yang berjudul Marmut Merah Jambu ini. Sesuai dengan judulnya (sepertinya), Marmut Merah Jambu, buku ini berhubungan dengan hal-hal yang berbau merah jambu (baca: cinta). Buku Raditya kali ini berisi kumpulan cerita cinta yang pernah dialaminya secara pribadi olehnya. Entah itu percintaan masa smp, rasa cinta diam-diamnya yang tidak terbalas, sampai ke cerita tentang Edgar yang mau disunat (? ...more
Ira Li
Jun 20, 2011 Ira Li rated it liked it
Shelves: comedy, indonesia
Ini buku Raditya Dika yang untuk pertama kalinya dan sejauh ini satu-satunya yang pernah saya pinjam dari teman. Maaf, saat itu lagi bokek. Ga, ga, ga kuwhat. Ga kuwhat beli buku yang harganya diatas 30.000. =))

Di buku ini, terlihat dari jumlah halaman buku, tata cara penulisan serta bahasa yang menjadi rapi dan menghalus, mungkin ini buku Raditya Dika yang benar-benar bisa masuk dalam kategori novel yang sebenarnya. Deskripsinya mulai dituliskan secara detil bukannya hanya satu-dua-tiga kalimat
...more
Umzee
Apr 29, 2015 Umzee rated it really liked it
Shelves: komedi, beli, remaja
Dari covernya saja saya sudah suka dengan konsepnya. apalagi radit yang rajin gembar gembor di twitter tentang bukunya yang satu ini. semakin membuat orang penasaran, kegokilan apalagi tentang keluarga dan temen-temennya. Disini dia juga menceritakan hubungan yang masih anget-angetnya dengan mantan penyanyi cilik yang sekarang menajdi pacarnya. Tapi ternyata putus juga. Padahal kalau dilanjutin dua-duanya gokil. Bisa dibayangkan buku Radit yang selanjutnya isinya tentang galauan cinta Radit. hah ...more
Farah Rizki
Nov 16, 2011 Farah Rizki rated it really liked it
buku marmut merah jambu ini menurut saya adalah karya raditya dika yang PALING bagus, bahkan menurut saya, lebih bagus daripada Kambing Jantan, buku raditya dika yang pertama. di MMJ ini, benang merah ceritanya terlihat jelas, dan ketika membaca, ceritanya seperti mengalir, jadi berasa halamannya kurang. hehe. Jika dibandingkan dengan kedua buku tadi, karya RAdit yang lain, menurut saya terlalu absurd, dan benang merahnya kurang terlihat. mungkin karna temanya kurang kuat ya. cukup menghibur sih ...more
Neti Triwinanti
Aug 31, 2014 Neti Triwinanti rated it liked it
Shelves: owned
Marmut merah jambu menceritakan tentang pengalaman dan kontemplasi penulisnya (Raditya Duka) mengenai pahit manisnya cinta. dari cinta diam diam, cinta tak terbalas hingga cinta yang berbalas.
Raditya Dika dalam novel ini juga menggambarkan tentang keluarganya. mama yang overprotektif dan khawatiran, edgar dan masalah sunatannya, ingga anggi serta yudith, dan ada satu bab yang seolah olah ditulis oleh kucing peliharaan mereka.

Well, secara keseluruhan, ini sejenis bacaan ringan yang menghibur. tet
...more
Enreina
Jun 16, 2010 Enreina rated it really liked it
Nggak terlalu ngocok perut kayak buku-buku Raditya Dika sebelumnya, buku ini lebih mengarah ke pengalaman-pengalaman cinta Raditya Dika yang ditulis dengan bahasa 'khas' nya, dan tetap dengan light jokesnya.

Dika berhasil mengubah 'cerita pribadi yang biasanya orang-orang lain nggak peduli' menjadi 'cerita pribadi yang membuat orang-orang tersenyum saat membacanya'.

Cocok dibaca buat yang suka bacaan santai namun berisi.
Wit Witha
Dec 17, 2015 Wit Witha rated it liked it
Buku “Marmut Merah Jambu” mengisahkan tentang bagaimana manusia pacaran, tentang manusia jatuh cinta, tentang penulis yang sedang jatuh cinta, bagaimana jatuh cinta dengan diam-diam, suka dengan orang lewat dunia maya atau lewat chatting, susahnya mutusin cewek, samapai ditaksir sama cewek.
Dalam novel ini tidak seperti biasanya Radit menceritakan cerita komedi yang memang biasanya diceritakan dalam buku-buku sebelumnya. Berbeda dengan buku sebelumnya dalam buku “Marmut Merah Jambu” ini Radit me
...more
Rezoum
Aug 10, 2014 Rezoum rated it liked it
Selesei baca dalam 3 hari, nyambung putus. Ini buku tipe yang hanya-karena-ada, bukan karena-ingin-banget-baca. Awalnya saya baca buku ini lantaran berusaha cari kaitannya dengan filmnya yang udah tayang. Tapi gak ada.

Saya kasih rate 3 karena buku ini kurang begitu berkesan bagi saya. Hanya saja saya akui Radit memang orang yang cerdas dan mahir merangkai kata-kata absurd. Sebetulnya, buku ini gak perlu review dari saya karena gak akan berpengaruh. Orang-orang sudah mengakui kapasitas Raditya Di
...more
Resti Laily Nadliroh
baca novelnya setelah nonton filmnya sangat tidak disarankan. kenapa? literally gue binguuuung. di film ad tokoh ini eh di novel kagak ada.. hmmm, gue juga baru tahu *SEKARANG* kalo nih novel buat *kembali lagi* si sherina. hump..gue bisa dapet kisah jatuh cinta lo bang. seneng banget. cinta itu emang kudu jatuh bangun dulu sebelum dapet si the one. iya, the one yang bisa bikin kita complete. and i have been found it but i lost it. hump. *meratap* sama kayak konsep jatuh cinta lo bang, orang bak ...more
Ochie Fauzi
Berlatar belakang kisah personal Raditya Dika di tahun 2009.
Moment saat Penulis berpacaran dengan Shero, artis dan penyanyi tanah air, yang saya si cewek yang kurang beruntung ini pasti Sherina. Pendekatannya Radit ke Shero cukup keren. Tidak ada saling pernyataan rasa sayang, langsung saja mereka berdua sepakat kalo mereka pacaran, iya, segitu aja.

Saat-saat Edgar mau disunat. Ini sumpah kisah paling ngakak dalam buku ini. Titit edgar bertebaran dimana-mana, ketawa hampir mampus sendirian. Edga
...more
Damanico Agung
Aug 03, 2014 Damanico Agung rated it it was amazing
Shelves:
So far,gue sendiri ngebaca dan ngeliat buku ini ih oke yah.Cuman kalo bisa baca nih buku baru nonton filmnya karena ini tuh jauh dari filmnya.Kalo dibukunya mungkin agak loncat - loncat.Paling sama juga cuman si Ina Mangunkusuma doang.Kalo difilm sampe ada karakter lain gitu.Dan pertama baca itu gue bingung setengah mati!.Karena semua karakter dan tokoh yang ada di film tuh gak ada.Tapi buat buku ini good lah.Karena Radith tulisannya itu pas.Dan satu lagi gue paling seneng sama chapter edgar.Sem ...more
ibnumaroghi
Jul 27, 2010 ibnumaroghi rated it it was ok
Shelves: pinjam, nonfiksi
Radith bisa bikin buku yang lebih baik lagi. Trust me.
coolnerd
Jun 29, 2010 coolnerd rated it liked it
kocak sih, tapi isinya orang pacaran (___ ___!)
Fiza モービー
Aug 29, 2012 Fiza モービー rated it it was amazing
Shelves: favorites
Betul-betul kayak naik ke bulan. Bagus!
mariskatria djawadwipa
Waktu pertama kali mendengar Dika menulis buku ini, gw tahunya dari blog dan sang editor, mba Windy. Saat membaca cuplikan apa yang ada dibuku itu, gw tahu gw telah jatuh cinta pada idenya. Sang editor melalui tulisannya sudah membuat gw jatuh cinta diam-diam pada orang yang jatuh cinta diam-diam.

Marmut Merah Jambu ini memang tidak 100% seperti tulisan Dika sebelumnya, tulisan-tulisan di buku ini seperti mendapatkan sentuhan 'dewasa'nya dan itu membuat gw menyadari Dika juga tidak selalu 'rusak'
...more
DuniaFriskaIndah
Buku ini adalah buku kelima karya penulis kocak dan terkenal sejak cerita “Miyabi-Miyabi” menjadi hot di tanah pergosipan Indonesia. Radiyta Dika. Sori.. bukan karena itu ding. Terkenal karena menjadi pengarang dan bintang utama dari novel yang difilmkan ding. Sori…

Dalam pengantar pengarang, Raditya Dika bilang kalau buku kelima ini adalah kumpulan cerita-cerita cintanya yang dijadikan dalam satu buku. Tapi setelah membacanya, gw melihat bukan hanya kisah cintanya tapi lebih luas lagi. Mencerita
...more
Nur Fadilla Octavianasari
nggak tau kenapa. entah selera humor gue yang rada kurang beres ato gimana but i prefer this one than the last one i've read. so sorry bang dika, i think u should keep writing like this, yeah a bunch of humor is okay but i think seriuos one do too. #ngacoberat

intinya sih, non-fiction comedy ini highly recommended buat dibaca siapa aja, tua-muda-anak2-oom-tante *nahlo* kesan humornya masih ada dan gak lepas sama sekali, justru kalo lepas bukan raditya dika namanya *soktahu* tapi ada sesuatu yang
...more
Desti Utami
Jun 28, 2010 Desti Utami rated it liked it
13 bab yang mayoritas bercerita tentang cinta. Baru di buku ini saya melihat keterkaitan antara judul dengan isi buku. Penempatan bab yang pintar, langsung menangkap mata dan hati. Beberapa kisah pasti pernah dialami pembaca maka buku ini tak bisa saya lepaskan sebelum mencapai halaman terakhir; penasaran... apalagi yang ditawarkan penulis untuk dibagi?

Kisah cinta tak akan pernah habis untuk dibahas. Membosankan atau tidak, klise atau segar, tergantung kepiawaian si penulis. Gaya khas Raditya Di
...more
Angelia Fransisca Rusli
Jun 06, 2010 Angelia Fransisca Rusli rated it liked it
Shelves: indo
Marmut merah jambu terus menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship ke yang lainnya, mencoba berlari dan berlari dan berlari di dalam roda bernama cinta, seolah-olah maju, tapi tidak... karena sebenarnya jalan di tempat.

Seperti di buku-buku sebelumnya, Raditya Dika kembali dengan cerita-cerita yang konyol dan ajaib. Bedanya, buku kali ini dihiasi dengan bumbu-bumbu merah jambu, yaitu cinta.

Dimulai dari pengalaman SMP hingga yang belum lama terjadi, buku ini tidak hanya membuat kita ter
...more
Annisa
May 29, 2011 Annisa rated it really liked it
Kalau menurut saya, buku ini bukan buku terlucu yang pernah Raditya Dika tulis. Well, terus kenapa saya kasih 4 bintang?

Karena menurut saya ini buku dimana Raditya Dika jadi sosok yang agak 'serius', humornya pun gak sekasar di buku yang lain. Buku ini nunjukin Dika (atau Radith?) yang lagi jatuh cinta, dan, kayaknya pengalaman-pengalamannya di buku ini adalah kisah cinta 'kebanyakan' remaja Jakarta.

Waktu baca bab yang Unrequited Love, saya langsung mikir, 'WOW cerita ini gue banget!' dan seti
...more
Tri Susanti
Feb 07, 2012 Tri Susanti rated it really liked it
Dalam Marmut Merah Jambu (selanjutnya disebut MMJ saja) ini berisi 13 kisah. Berikut akan saya beberkan sedikit penggalan yang saya sukai :D

1. Orang yang jatuh cinta diam-diam

"Gue lalu tiduran di kasur gue. Aldi tiduran di kasur sebelah gue. Gue diem, Aldi juga diem. Sesekali Aldi memandang ke arah telepon. Kita seperti ketertarikan batin malam itu, setelah gue dimbak-mbakin dan Aldi dibencongin. Malam itu kita tidur berdampingan seperti dua lelaki yang punya disorientasi jenis kelamin." (Dika,
...more
Acenz
Apr 04, 2011 Acenz rated it really liked it
Shelves: ahmad-alfian-a
buku marmut merah jambu ini sama seperti buku-buku karangan raditya dika yang lain. yaitu cerita konyol yang di angkat dari kehidupan sehari-harinya. akan tetapi buku ini khusus. karna dalam buku ini mengisahkan seorang insan(raditya dika) yang sedang mencari cinta sejatinya. ungkapan cintanya di tuangkan ke dalam buku ini.
seperti halnya remaja, raditya dika pernah naksir atau suka sama cewek, tetapi dika tidak pernah di sukai oleh cewek. akan tetapi di tengah cerita konyolnya. ternyata dika per
...more
Shatita
May 24, 2013 Shatita rated it it was amazing
I am never too old for Raditya Dika's books.

Bagian lucu yang geli, yang polos, selengean dan bikin terpingkal-pingkal banget? Adaaa.
Cerita yang pure lucu banget? Adaaa.

Yang serius dan katanya garing? Adaaa.

Secara keseluruhan, buku ini emang bukan komedi-komedi banget kayak Lupus. Temanya saja: cinta. Jadi, mau apapun tema yang di angkat di setiap chapter ceritanya, mulai dari sunatan, bikin film, detektif, dan lain-lain, pasti nyerempet-nyerempet soal cinta.
Ya, selama ini kita mengenal Raditya s
...more
Eva
Oct 01, 2013 Eva rated it liked it
Menulis komedi itu susah, pun menuliskan kisah diri yang sebenarnya sedih menjadi bahan tertawaan.
Tapi di Marmut Merah Jambu ini, Raditya berhasil membuat saya tertawa sekaligus berempati. Dalam pemaparannya Raditya membuat saya terbayang suasana, detail keadaan tempat, dan perasaan patah hatinya. Begitu juga saat menceritakan tentang jatuh cinta, saya jadi ikut berbunga.
Seperti kalimat ini:
Dan gue, baru tahu, bahwa satu kalimat yang ditulis oleh seseorang bisa membuat kita gak bisa tidur semala
...more
Hani Rosidaini
Apr 07, 2013 Hani Rosidaini rated it liked it
Shelves: pop-indonesia
Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love - Charlie Brown

Telat banget.
Yak, mungkin emang agak telat gw ngomongin buku ini. Terbit tahun 2010, dan gw baru baca di September 2012. Padahal bisa dibilang, gw termasuk pembaca setia blognya Radit dan ngikutin semua buku dia sebelumnya. (Mungkin emang baru jodoh aja kali)

Lebih tebel dari yang lain (218 halaman), dan covernya sendiri, secara pribadi gw suka. Udah berapa tahun ya berarti sejak gw baca bukunya yang terakhir
...more
Budi Widjaja
Jun 02, 2013 Budi Widjaja rated it it was amazing
gua adalah salah satu penggemar bukunya raditya dika. dia punya ciri khasnya sendiri, yg susah buat dijelasin. tp pas liat tiap tulisannya,kita bisa langsung tau itu pasti punya dika.
di buku berjudul 'Marmut Merah Jambu' ini berisi tentang hal2 yang sering kita rasakan,tiap harinya.
yaituuu.... LOVE
betapa berpengaruhnya cinta dalam hidup kita,tiap harinya. selalu ada kisah cinta yg lucu ato menyedihkan. selalu ada kisahnya. dan raditya dika mengemas kisah cintanya dengan humor, namun dibalik itu
...more
Shefrina Noventsia
Jan 21, 2015 Shefrina Noventsia rated it really liked it
Gue ngikutin bukunya raditya dika dari jaman kambing jantan sampe koala kumal, tapi MMJ sejauh ini masih jadi favorit gue. Disini dika bisa bikin ceritanya tetep ada lucunya, dan bisa juga ngajak kita buat mikir. Unrequited Love adalah bab favorit gue :) di MMJ ini keliatan banget tulisan2 dika yang lebih bagus dan rapi daripada 4 buku sebelumnya, yg bahkan pas gua baca (kambing jantan, cinta brontosaurus, radikus makan kakus, babi ngesot) ga bikin gue ketawa sama sekali.
Lelita P.
Oct 05, 2014 Lelita P. rated it liked it
3.5 bintang.

Saya nonton filmnya sampe sakit perut kebanyakan ketawa di dalam bioskop, tapi bukunya ini ternyata beda banget sama filmnya. Tetep suka sih, walaupun nggak bikin sengakak Manusia Setengah Salmon. Suka cara Raditya Dika menceritakan kisah-kisah cintanya yang dodol tapi manis dengan gaya penceritaannya yang khas: komedi slapstick-sarkastis, kadang thoughtful, kadang garing, quotable, dan banyak narasi yang bikin cengar-cengir.

« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Benabook
  • Cado-Cado Kuadrat
  • Hai, Miiko! 20
  • My Stupid Boss: Impossible We Do! Miracle We Try! Bersakit-sakit di Gue, Bersenang-senang di Lo
  • Antologi Rasa
  • Fate
  • Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu
  • Madre: Kumpulan Cerita
  • The Naked Traveler 3
  • Kicau Kacau: Curahan Hati Penulis Galau
  • The Journeys
  • Test Pack
  • C'est La Vie
600490
Raditya Dika is an Indonesian comedy writer. His first book was a collection of his humorous blog entries, entitled Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh (Malegoat: Diary of a Stupid Student).

His second book chronicles his unbeliavebly jinxed love life, entitled Cinta Brontosaurus (Brontosaurus Love). Published a year following the success of his previous work. His latest books, bearing the
...more
More about Raditya Dika...

Share This Book



“Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?” 163 likes
“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
149 likes
More quotes…