Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto” as Want to Read:
Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto

4.04  ·  Rating Details ·  233 Ratings  ·  34 Reviews
In the early morning hours of October 1, 1965, a group calling itself the September 30th Movement kidnapped and executed six generals of the Indonesian army, including its highest commander. The group claimed that it was attempting to preempt a coup, but it was quickly defeated as the senior surviving general, Haji Mohammad Suharto, drove the movement’s partisans out of Ja ...more
Kindle Edition
Published (first published September 5th 2006)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Dalih Pembunuhan Massal, please sign up.

Be the first to ask a question about Dalih Pembunuhan Massal

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
mharipin
Sep 29, 2008 mharipin rated it really liked it  ·  review of another edition
Recommends it for: the martyrs
Shelves: humanity
OK, apa yang membuat buku Roosa sangat menarik dalam pandangan saya adalah penemuan bukti-bukti baru tentang berbagai hal menyangkut Gerakan 30 September (G-30-S) dan sekalian analisis mengenainya, rekonstruksi alternatif atas kejadian G-30-S ala Roosa, serta kearifan yang dikandung oleh buku itu.

“Dalih Pembunuhan Massal”, berbeda dengan buku-buku dengan tema sejenis, tidak serta-merta mengarahkan jari telunjuk kepada pihak-pihak tertentu sebagai dalang G-30-S. Entah itu PKI, Suharto dan komplo
...more
nanto
Saya memegangnya, membacanya menjelang beberapa bab akhir. Bab pertama dan kedua menjadi penting, tidak boleh dilewatkan. Bila melihat strukturnya kita akan sadar bahwa penulis memang bermaksud menyampaikan pendapatnya seakademis mungkin. Dua bab awal itu lah kuncinya. Saya mengandaikan sebuah bab pendahuluan dan tinjauan teoritis yang sering kita temui dalam makalah akhir sarjana.

Roosa beranggapan, sejauh bukti akademis yang dapat dijadikan pijakan, peristiwa dinihari tanggal 1 Oktober 1965 han
...more
Aqmarina Andira
Dec 24, 2015 Aqmarina Andira rated it it was amazing  ·  review of another edition
It supposed to be my 40th book to read in 2015, yet I failed. So, after two days struggling with "Super Ngantuk Syndrome" this is now become the first book to read (and finish) in 2016.

I admire the way how John Roosa narrated this book. He started the book with series of disturbing questions. It made my head hurts. Then he threw several facts he considered as the "reliable" one. Then he wrote a complete narration that made things seem logic and made sense. Just like the style of a detective or m
...more
Bangsamanusia
Oct 28, 2011 Bangsamanusia rated it it was amazing  ·  review of another edition
Suatu ketika Ariel Heryanto pernah menandaskan, bahwa hanya di Indonesia, tempat dimana komunisme tak pernah mati. Bukan tanpa musabab ia menuturkan hal demikian. Berbeda dari eksistensinya di banyak negara, komunisme di Indonesia menjadi momok yang tak pernah berhenti diujarkan, malah dilembagakan dalam aturan perundang-undangan. Hingga sekarang pun, menyebut kata itu, masih menyiratkan makna tertentu. Sesuatu yang dengan segenap kekuatan harus dihancurkan, mesti dibasmi, layak dibumihanguskan, ...more
Barry Sierer
Jan 17, 2014 Barry Sierer rated it it was amazing  ·  review of another edition
This is an excellent book for investigating the events of the 1965 "coup" and "counter-coup" in Indonesia. The term "coup" here is actually misused, as neither side attempted to remove the head of state (Sukarno) at that particular time. Instead, I would regard this as a botched purge of powerful political opponents within the military.

The author does an excellent job of compiling facts and giving a detailed context of the events leading up to the attempted purge. Using the evidence that he has
...more
Ben
Mar 24, 2008 Ben rated it it was amazing  ·  review of another edition
“Pretext for Mass Murder” is an impressive overview of the complicated events behind the 1965-1966 coup in which pro-U.S. General Suharto seized power and began a three decade reign of terror. Roosa worked with a group of Indonesian scholars on interviews and other historical research which produced core material for this book. Though in the end Roosa concludes that a few members of the Indonesian communist party (PKI), by launching an ill-conceived anti-military action, did provide the provocat ...more
Frida
Jan 17, 2017 Frida rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites, ebook
Bisa dibilang, saya awam tentang sejarah Indonesia tentang Gerakan 30 September. Untungnya, buku tentang itu yang saya baca pertama adalah buku ini, coba gimana jadinya kalau saya baca buku tulisan antek pemerintah Soeharto.

Alur penulisan John Roosa dan gaya detektifnya, sangat membantu saya yang awam ini, untuk memahami G30S. Hanya saja, saya kurang nyaman dengan peletakan "Catatan" di bagian akhir bab. Saya lebih suka kalau catatan diletakkan sebagai footnote, sehingga saya tidak perlu nyekrol
...more
Dyah
Apr 19, 2008 Dyah rated it really liked it  ·  review of another edition
saya baca terjemahannya terbitan hasta mitra. ini buku bagus. bagaimana sebuah peristiwa bisa dihilangkan jejaknya bahkan dibuatkan rekaman jejak baru dalam ingatan seluruh anak bangsa. sungguh sial yang tertipu oleh 'rekaman buatan' itu. setidaknya baca buku ini, teman, akan ada sedikit yang terkuak. cuma sedikit sayangnya!

kudengar isu launchingnya ada pencekalan. hihi. kayaknya lg musim cekal dan sobek. wufh!
Sam Haidy
Nov 21, 2010 Sam Haidy rated it it was amazing  ·  review of another edition
Suharto adalah MAFIA SEJARAH
Boyke Rahardian
Jan 11, 2016 Boyke Rahardian rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: history
Argumen yang disampaikan dalam buku ini lumayan meyakinkan justru karena John Roosa dari awal tidak punya pretensi untuk bisa mengungkapkan apa dan siapa sebenernya yang menjadi otak di belakang G30S. Ia telak-telak menyatakan bahwa semua fakta obyektif tentang G30S sifatnya terbatas dan tidak akan mampu memberikan penjelasan yang memuaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Roosa dari awal menolak beberapa hipotesis populer tentang G30S yaitu: (1) G30S adalah usaha kudeta PKI (versi Orde Baru)
...more
Evan
Feb 09, 2017 Evan rated it really liked it  ·  review of another edition
Taking a break from my 2017 Romanticism reading challenge to read the most important analysis to date of the 30th September Movement in Indonesia, a "detective story" that resulted in the end of the Sukarno regime, destruction of the Indonesian communist party, a genocide of hundreds of thousands of enemies of the right-wing army faction, and the rise of Suharto. Roosa's text is essential reading for Indonesianists as it uses new evidence to ground a theory of the events that is more coherent th ...more
Dwi Kuzuma
Oct 18, 2016 Dwi Kuzuma rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku ini lumayan detail menguak tabir peristiwa G30S, seperti kronologi peristiwa, tokoh-tokoh yang terlibat serta peranan mereka masing-masing dan alasan-alasan kenapa G30S ini menemui kegagalan (di luar 'keberhasilan' mengeksekusi "dewan jenderal" yang pada akhirnya pun diakui keluar dari rencana semula).

Mengutip dari berbagai sumber seperti rekaman pengakuan dari tokoh-tokoh G30S dalam sidang Mahmilub, sumber-sumber literatur beberapa penulis serta wartawan, wawancara-wawancara langsung denga
...more
Lewi
Buku ini begitu mempesona saya. Tak heran kalau tokoh sekaliber Gunawan Mohammad merekomendasinya lewat akun twitter pribadi beliau. Malahan, saya tahu tentang buku ini dari dia, dan dengan semangat menggali ke rimba internet buat mendapatkan versi e-booknya :)

Singkat kata, buku John Rossa ini ternyata berangkat dari banyak pertanyaan yang saya sendiri pertanyakan sejak awal saya tertarik buat menggali dan mempelajari awal dari suatu rezim individualis yang sangat kuat dan memerintah Indonesia s
...more
Arys Aditya
Jun 04, 2013 Arys Aditya rated it really liked it  ·  review of another edition
Kudeta Merangkak! Yap, inilah yang selalu terngiang-ngiang di benak saya. Sampai selesai membaca buku inipun saya masih tidak bisa percaya, apakah benar Soeharto sejenius dan secerdik itu? Ditambah bukti baru yang disertakan oleh Roosa, saya juga merasa kalau apa yang dilakukan Soekarno agak janggal.
Namun, seburam-buramnya peristiwa ini, dengan berbagai buku 'aneh' yang ikut menambah buram, saya tetap percaya kalau peristiwa G 30 S (atau apapun namanya) adalah salah satu peristiwa yang wajib dik
...more
Daniel Prasetyo
Nov 24, 2014 Daniel Prasetyo rated it it was amazing  ·  review of another edition
Mencengangkan, membuat bulu bergidik, John Roosa menulis buku yang sangat detail mengenai kejadian G30S, dan fakta-fakta di balik kejadian tersebut, inilah salah satu buku yang paling mengagumkan mengenai topik ini, dibuat berdasarkan bukti-bukti, referensi, dan analisa mendalam selama bertahun-tahun, sempat dilarang terbit pada tahun-tahun yang lalu, namun tak membuat penasaran saya hilang malah saya berusaha keras untuk mencarinya kemana-mana hingga akhirnya mendapatkannya. Buku ini masih akan ...more
Nura
Reading Challenge 2015 #45: A banned book

Udah ga nemu bukunya, cuma punya versi pdfnya yang dibagikan secara gratis oleh si pengarang yang mungkin kesal karena keputusan pembredelan oleh pemerintah Indonesia. Buku ini dilarang dengan dalih mengganggu ketertiban umum oleh Kejakgung. Padahal buku ini masuk nominasi buku terbaik dalam International Convention of Asian Scholars pada 2007, yang menjadi ajang ilmiah terbesar untuk bidang studi Asia.

Sayang, perbedaan pandangan mengenai sejarah ini tid
...more
Arifa Jauhari
Nov 29, 2011 Arifa Jauhari rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku yang sip banget tentang G/30/S tahun 1965 lalu bagi mereka yang ingin mempelajarinya dari sudut pandang objektif. Ditulis dengan analisis yang tidak main-main dan penceritaan yang renyah, membuat pembaca seolah-olah berhadapan dengan novel detektif saja.

Buku sejarah memang tidak asing dengan komentar-komentar penulisnya tentang tokoh-tokoh dan peristiwa dalam sejarah. Dan komentar-komentar Roosa lumayan mengocok perut: sarkastis sekaligus lucu, mengeritik tajam dan juga jujur. Buku yang pat
...more
Galih Satria
Aug 20, 2012 Galih Satria rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: ebook
Menarik di awal, membosankan di tengah bab ketika membeberkan fakta-fakta sekunder. Dan mulai menarik lagi ketika membahas strategi Aidit, Angkatan Darat, dan Soeharto sendiri dalam melancarkan serangan balik. Gerakan G 30 S hanyalah sebuah bagian dari permainan papan catur politik yang sangat rumit yang menuntut ongkos luar biasa besar, termasuk korban-korban tak bersalah yang dibunuh pasca peristiwa mengerikan ini.
Muhammad Syarafuddin
Jika orang cenderung memaki almarhum Soeharto karena ia beserta kroninya tiran dan korup. Maka John Roosa mengajak kita untuk tidak lupa, sedari awal mula, cara ia membangun rezimnya sendiri penuh intrik--hanya saja tidak banyak yang mau memperbincangkannya.
Sya' Roni
Aug 04, 2012 Sya' Roni rated it really liked it  ·  review of another edition
Dari empat buku G 30 S PKİ yang saya baca, saya rasa pretext for mass murder adalah yang paling gamblang dalam menelanjangi sejarah ini. Mengejewantahkan apa yang terjadi kejadian tersebut.

Thanks Mr. Roosa
Johan
Nov 13, 2008 Johan rated it it was amazing  ·  review of another edition
Buku terbaik 2008.
Sayang ada beberapa cacat ketik. John Roosa sendiri terlihat sedikit bingung ketika saya tunjukkan beberapa salah huruf.
Sulit dicari di jaringan toko buku, carilah di pojok buku TIM, sebab sayang untuk dilewatkan.
Terima kasih atas tanda tangannya Mr.Roosa.
Gilang Permana
Mar 18, 2014 Gilang Permana rated it it was amazing  ·  review of another edition
G 30 S tanpa PKI
 Δx Δp ≥ ½ ħ
satu-satunya alasan kenapa buku ini dilarang adalah bahwa buku ini adalah buku yang paling mendekati kebenaran...

harus puas baca ebooknya :(
belajarjadimanusia
mungkin memang sudah tergaris, sekian lama nyari buku ini akhirnya dapat juga
Laurensius Anggha
Whether you're commie or not, social justice warrior or not, keblinger historian or not,this book is a must read.
B Prabowo
Apr 20, 2015 B Prabowo rated it really liked it  ·  review of another edition
i need references about PKI and gestapu
Ali
Nov 08, 2012 Ali rated it really liked it  ·  review of another edition
ah, review nanti menyusul.
Muhammad
Jul 12, 2012 Muhammad rated it really liked it  ·  review of another edition
Selalu menyenangkan membicarakn tentang masa lalu, apalagi dengan analisis dan kajian mendalam untuk mungungkap fakta yang lama ditutupi.
Setadipa
Aug 04, 2012 Setadipa rated it it was amazing  ·  review of another edition
hegemoni untuk melupakan
gieb
Jun 17, 2008 gieb marked it as to-read  ·  review of another edition
buku sudah di tangan. siap untuk dibaca. siap untuk bergerak. siap untuk melawan. dan siap untuk ngopi lagi.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Nusantara: Sejarah Indonesia
  • Palu Arit di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian Massal yang Terlupakan (1965-1966)
  • Pemberontakan Petani Banten 1888
  • Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
  • Mencari Telur Garuda
  • Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat Di Jawa 1912 - 1926
  • Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia
  • Njoto: Peniup Saksofon di Tengah Prahara
  • Nusa Jawa: Silang Budaya I  - Batas-Batas Pembaratan
  • The History of Java
  • Perang Eropa I
  • Setelah Revolusi Tak Ada Lagi
  • Arus Balik
  • Sumatera Tempo Doeloe: Dari Marco Polo sampai Tan Malaka
  • Benny: Tragedi Seorang Loyalis
  • Sejarah Sumatra
  • Agricultural Involution: The Processes of Ecological Change in Indonesia
  • Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an

Share This Book