Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme” as Want to Read:
Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme

4.18 of 5 stars 4.18  ·  rating details  ·  34 ratings  ·  8 reviews
Buku ini mencoba menguraikan beragam persoalan dan dilema yang dihadapi oleh wartawan di medan bencana. Topik yang disampaikan meliputi:

detik-detik pertama wartawan sebagai korban, saksi, sekaligus pelapor bencana

kesulitan menjadi wartawan yang terjung langsung ke kawasan bencana

etika sewaktu mewawancarai korban bencana

dilema menampilkan foto-foto para korban

kepelikan meli
...more
Paperback, 193 pages
Published April 8th 2010 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published April 2010)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme, please sign up.

Be the first to ask a question about Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 65)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Valencia
Reality and the life of journalists. I'm studying journalism now and I think it is a good book for those who are interested in journalistic.

Being a journalist isn't easy. It's a job that ask you to put your conscience aside and dedicate your life for other people you don't even know.
Adhika Pertiwi
Buku yang direkomendasikan oleh dosen saya, Bang Masmimar Mangiang. Isinya tentang bagaimana bencana dibingkai menjadi sebuah berita. Salah sau buku non fiksi favorit saya sepanjang masa. Skripsi saya semakin hidup dengan referensi dari buku ini :)
Gloria Fransisca Katharina
Sangat suka dengan pengemasan kisah oleh Ahmad Arif. Makin ngefans dengan jurnalis satu ini, karena tanggal lahir kami sama

- 4 September :)
Yea!
Haries
Sep 30, 2012 Haries added it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Danu Primanto
Sebuah diari, saya katakan begitu, sebabnya bukan hanya sekumpulan dokumentasi data ataupun kisah pilu dari Aceh paska tsunami 2004, namun kejujuran Ahmad Arif pada dirinya sendiri dan penghormatannya pada prinsip jurnalisme yang akan selalu diuji pada reportase bencana. Buku ini sangat personal, jauh dari keseksian berita "famine, war, death and pestilence' (h.14), bisa jadi buku ini diam2 menceritakan traumatiknya para wartawan yang meliput tsunami di Aceh. Mungkin terasa kurang sedap dan seks ...more
Aditya Adhit
buku yang lengkap mengungkap bencana alam dari sudut pandang jurnalis. dipaparkan dengan bahasa yang ringan tp dengan berbagai data yang berbobot
Yakub Muhammad
buku yg bagus untuk dibaca. bagaimana seorag wartawan harus menghadapi dua kemungkinan: meliput atau membantu. good book
Yusuf Harfi
Yusuf Harfi is currently reading it
Jul 14, 2015
R Gaper
R Gaper marked it as to-read
Mar 22, 2015
Nadia Hanum
Nadia Hanum marked it as to-read
Mar 05, 2015
Siti Salamah
Siti Salamah marked it as to-read
Dec 23, 2014
Daryono
Daryono marked it as to-read
Dec 12, 2014
Yogi Eka
Yogi Eka marked it as to-read
May 01, 2014
Bagas Suryo
Bagas Suryo marked it as to-read
Mar 24, 2014
Donamoza
Donamoza marked it as to-read
Feb 02, 2014
Purwati
Purwati marked it as to-read
Jan 21, 2014
Bernadetta Maria
Bernadetta Maria marked it as to-read
Nov 20, 2013
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
3378732
Ahmad Arif is a Kompas Daily Journalist. He won several award, including Mochtar Loebis award two years in a row in 2009 and 2010 for Best Feature
More about Ahmad Arif...
Ekspedisi Kompas: Hidup Mati di Negeri Cincin Api Hidup Hirau Hijau: Langkah Menuju Hidup Ramah Lingkungan Jelajah Sepeda Kompas: Melihat Indonesia dari Sepeda Teten Masduki: Panglima Domba Melawan Korupsi Tambora Mengguncang Dunia

Share This Book