Badminton Freak
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Badminton Freak

by
3.49 of 5 stars 3.49  ·  rating details  ·  321 ratings  ·  31 reviews
Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen saat Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan harus jadi atlet bulutangkis!
Tapi kini, di usianya yang kedelapan belas, Fraya terpaksa menerima kenyataan...more
Paperback, 240 pages
Published April 2010 by Gramedia Pustaka Utama
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

(showing 1-30 of 494)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Viktoria Mardhika
Novel ini saya suka, karena nggak cuma terfokus sama unsur persahabatan dan romance aja, tapi juga lebih ke sport. Banyak sekali kilasan tentang nama-nama pemain bulutangkis nasional, peringkat mereka di BWF, serta pertandingan-pertandingan yang mereka ikuti. Seperti Ricky Subagja, Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, Maria Kristin, Sony Dwi Kuncoro, Jo Novita, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah, Greysia Polii, Lilyana Natsir, Vita Marissa, Nova Widianto, Simon Santoso, Markis Kido, Hendra Setiawan, Can...more
Stefanie
Novel ini bercerita tentang Fraya dan obsesinya terhadap olahraga yang bernama badminton. Sejak berumur 6 tahun, saat ia menonton pertandingan bulutangkis bersama kedua tantenya dan melihat kemenangan Indonesia, Fraya sudah menetapkan hatinya untuk menjadi seorang atlet bulutangkis, akan tetapi pada saat itu Mamanya tidak mengijinkan Fraya untuk masuk klub bulutangkis dan melatih dengan keras sejak dini. Meskipun tanpa alasan yang jelas, Fraya menerima keputusan mamanya dan tidak mempertanyakan...more
Ifa A. Inziati
FUN! Itu yang saya lihat dari buku ini, mulai dari sampul sampai cerita dan kesan setelah menutup bukunya. Ini yang saya suka dari menulis tulus, dari hati--perasaannya sampai.

Dan ada nama Kido/Hendra doooong.... jadi tambah semangat bacanya :D

Intermeso: saya berkenalan dengan sepak bola pas kelas tiga SMP, dan betul-betul merasakan euforia lapangan terutama pas Liga Champion (c'mon The Reds! Bring back Istanbul!). Semangat kayak gitu bikin saya merinding sendiri. Mereka berjuang demi banyak hal...more
OceMei Belikova♥
ceritanya ringan banget.seru ps baca serasa masuk ke dalam dri aya-fraya ndiri.hoho.*soalnya gw jg hobi main badminton :p
trus emank ada sosok edgar satria aslinya?
Blm pernah nengo :(
bsk kudu cari dgoogle dahh..
Kasi bintang4 karna buku ni mampu buat w yg lgi tegang,takut,karna masalah lain jdi agak tenang krna isi critanya yg ringan dn menarik.
Jessica
walaupun saya sempat sangsi kalo saya ga bakal bisa menikmati teenlit lagi, namun nyatanya saya dibuat ketawa-ketawa di sepanjang cerita.

ceritanya tentang Fraya, seorang cewe yang terobsesi sama bulutangkis, pengen banget jadi atlet bulutangkis walopun mamanya melarangnya masuk klub bulutangkis sewaktu ia umur 6 tahun, yg alasannya diketahui kemudian, hanya karena waktu itu Fraya memintanya ketika sedang mendekati ujian kenaikan kelas. hahaha.
Fraya punya (mantan) cowo, namanya Albert, sayang sep...more
Nur Fadilla Octavianasari
asik asik asik !!

the 2nd novel ah teenlit about badminton i've read .
Aya - main character in this novel - bener2 setype ama gw , yahh bukan suka ama badmintonnya sih . gw juga demen ama olahraga satu ini tapi gw prefer basketball !!
balik lagi deh, yg gw maksud kalo lagi demen ama something gw bisa bener2 gila , freak , halfdead deh . yahh mungkin temen2 gw bisa enek krna itu bs gw sebut2 hampir tiap hari , hehehe
so sorry everyone if i have annoyed you :)

pesennya novel keren banget nih , setujuu...more
Lona Yulianni
Feb 11, 2013 Lona Yulianni rated it 5 of 5 stars
Recommends it for: badminton-lover!
Shelves: owned, teenlit, sports
Fraya kecil bertekad menjadi pemain bulutangkis karena "merinding" melihat Bendera Merah Putih berkibar di Atlanta pada tahun 1996 ketika Ricky Subagja dan Rexy Mainaki berhasil merebut medali emas. Namun cita-citanya harus dikuburnya dalam-dalam karena Mama tidak mengizinkan Fraya kecil masuk ke klub bulutangkis.
Fraya usia 18 tahun tetaplah seorang badminton-lover. Walaupun tidak menjadi atlet bulutangkis, Fraya tetap ikut ekskul bulutangkis di SMA-nya dan selalu update dengan berita olahraga...more
Nabila
Buat yang gak gitu terlalu nge-freak bulutangkis, novel ini kesannya kayak review jalannya Thomas-Uber Cup. Karena emang aku gak gitu nge-freak bulutangkis, makanya waktu baca novel ini agak2 bosen juga.
Ceritanya Fraya, anak SMA biasa dengan teknik bulutangkis setara dengan atlet pelatnas. Fraya terobsesi jadi atlet bulutangkis sejak masih berusia 6 tahun, saat melihat pertandingan final bulutangkis olimpiade dimana Indonesia berhasil menggondol emas. Sayangnya Fraya gak bisa mewujudkan impiann...more
Erly Lutfiana
Fraya Aloysa Iskandar, cewek kelas 3 SMA yang sangat mencintai badminton. Baginya rasa cinta pada badminton melebihi rasa cintanya pada pacarnya. Tapi Fraya harus menerima kenyataan bahwa mamanya tidak mengizinkan dia masuk club badminton. Tetapi itu semua tidak membuat Fraya rasa cintanya pada badminton semakin berkurang. Masalah datang lagi, pacar Fraya, Albert, tidak menyukai obsesi Fraya yang terlalu mencintai badminton. Dan itu membuat Fraya benar-benar tidak merasa cocok lagi dengan Albert...more
Wenny Widy
Fraya, ketika berusia enam tahun, memulai kecintaannya pada bulutangkis ketika Tante Wenny (ntar deh, kayaknya nama ini familiar banget ya -,-) dan Tante Sissy heboh sendiri saat menonton pertandingan Ricky Subagja dalam Olimpiade Atlanta 1996 lewat layar kaca. Sejak saat itu, Fraya bertekad untuk menjadi atlet bulutangkis. Sayangnya, sang mama melarangnya masuk klub. Maka kandaslah impian Fraya itu.

Dua belas tahun berlalu. Fraya menjalani hobinya hanya lewat ekstrakulikuler sekolah yang, ya tah...more
Christian
Membaca buku ini gegara berasa kenal sama Stephanie Zen. *ditimpuk piala Thomas*

Kesan pertama buku ini: memang beda ya kalo penulis membuat buku berdasarkan minat dan passion-nya sendiri. Bacanya berasa ketular semangat gitu, padahal novel bertema olah raga honestly bukan bacaan favorit gue.

Stephanie juga nggak terjebak di kecenderungan penulis pintar, yang jadi menggurui pembacanya dengan menjelaskan secara teknis olahraga bulu tangkis itu kayak gimana. Sebaliknya, Stephanie membimbing kita pe...more
Alya Nurhafidza
So far, ini karya Stephanie Zen yang paling saya suka dibanding Brondong Lovers dll.

Novel ini mengingatkan saya pada Cinta Saling Silang (Eits, CSS yang terinspirasi buku ini, bukan sebaliknya.)

Saya suka karakter utama wanitanya. Albert? Lumayan. Edgar? Juga lumayan. Adegan yang berkesan waktu Albert mengunjungi Fraya dengan membawa sekotak coklat diskonan. Wakakakakk.
Bening Ip
sebuah mimpi yg luar biasa
tp sy tetep kesengsem sama taufik hidayat
Gabriella Pratini
Salah satu novel favorit saya. Alasan: badminton and romance!
Waktu baca novel itu saya belum begitu suka bulutangkis ya so so lah. Tapi setelah baca novel ini sedikit banyak ada mempengaruhi hobi saya itu. Gimana Fraya yang nyesel setelah gak bisa mewujudkan cita-citanya hanya karena salah pengertian dan sisi positif yang didapat setelah itu menunjukkan kalo Tuhan memang selalu punya rencana yang lebih baik. Buat badminton lovers, novel ini wajibbbbb banget dibaca!
Retno Hartono
Oh. Betapa saya sebetulnya sangat malas menuliskan review. Tapi yang jelas saya lebih suka cerita yang ini daripada Thalita.

Saya membaca tiga karya mbak Steph, dan maaf, saya jadi malas membaca karya-karyanya yang lain. Harusnya saya nggak bersikap skeptis begini sih, tapi entahlah. Saya jujur saja, jadi malas.
Padahal kemarin dulu sempet tergoda pengen beli Perhaps You loh. (Itupun karena terbitan Gagasmedia dan covernya oke banget)
/sigh
Erison
Berhubung saya juga badminton freak seperti judul novelnya, maka segera saya bawa ke kasir. ;p

Bagaimana Fraya berusaha menggapai impiannya sungguh terasa lewat narasi yang ada. Kita seolah larut dalam perasaan yang dirasakan oleh Fraya. Narasinya juga oke, sehingga kita tak perlu lari maraton (ngos-ngosan, maksudnya) :p

Good job! :)
Dina Oktariani
Fraya, badminton freak. Dia pengen banget jadi atlet bulutangkis tapi karena “kesalahpahaman” dengan mamanya pada saat Fraya kecil mimpi itu hilang melayang.

Ceritanya bagus, lebih betah baca novel ini daripada novel stephanie lainnya yang aku baca. Persahabatannya dapet, romantisnya dapet, dan ada yang bikin terharu juga. Nice.
Ovie Nurbaity
kenapa aku kasih bintang 3 karena kak steph ini jago banget bikin ilustrasi permainan badminton. jadi aku kayak ngerasa bener2 nonton pertandingan itu di glora bungkarno sama edgar! muehehehe. btw adenya aya nyebelin yaaa. jimmy jiga jadi makhluk nyebelin. acting aya pura2 sakit itu bagus kak! aku sukaaa sekali hehehhe.
-Nadya Kirana-
wuih, ternyata aku seneng lho baca ni buku, aku jadi tau gimana Badminton dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi..kecintaanku pada Indonesia jadi tinggi haha...
selain menumbuhkan rasa nasionalisme di sini juga terdapat cerita percintaan yang mengesankan... :D thanks...
chant
Ah Stephanie Zen always puts a smile on my face after reading her books;) dia selalu bisa bikin tokoh cowok yang super sweet and I like that kind of book...dan dia juga bisa bikin aku yang nggak ngerti badminton sama sekali bisa menikmati jalan ceritanya. keren!
Ethelaa RD
aku suka buku ini. pernah punya cita-cita juga pengin jadi pemain bulutangkis supaya bisa mengharumkan nama bangsa juga ngebanggain orang tua... tapi yaah, nasibku kaya Fraya.. huhuu
baca buku ini jadi pengin punya pacar atlet x)
Ada gak sih atlet kaya Edgar Satria?
Shabrina Ayu
Suka banget sama ceritanya. Sederhana tapi mengena. Pengen deh punya pacar seorang atlet. Diawali dengan pertemuan secara tidak sengaja. Well, pura-pura suka sama sesuatu untuk bisa diterima adalah sebuah kesalahan besar. Like it.
Vradhyastik Galuh
Kereen banget nih buku. Seru. Suka banget sama tokoh Fraya, soalnya tokohnya itu gue banget. Oiya, gue juga sempet ketipu sama Edgar Satria. Gue kira tu ada beneran, taunya cuma fiksi. Tapi kereeeen deh...
Fahrisa Sasa
kereeeeeen paraaaahhhhh #sumpah!!
Farha
keren!! berhubung gue juga suka badminton, sooo... gue pengen jadi kaya Fraya! eh, btw nama depannya sama kaya gue.. kalo gue Farha. semoga bisa punya pacar kaya Edgar.. haha #ngarep
Jihan Ashari
Yang suka badminton baca gih:3 endingnya suka bgt! Ngga nyangka abis putus dari anak basket eh taunya dapet pemain bulutangkis nasional:D
Gabrielle
yang bikin buku ini seru mungkin karena imajinasi saya yang membayangkan pertandingan2 yang menjadi adegan dalam buku ini.
Rina Suryakusuma
Bagus banget. Tambah baca tambah larut dalam emosi tokohnya. Good job, Steph :)
Debby Hutami
Yang ini gokil deh haha maniak banget sm badminton
Laras
ceritanya standar aja, tapi gua suka bumbu badmintonnya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 16 17 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Incognito
  • For the Love of the Game (Lovasket #2)
  • Canting Cantiq (Kos-kosan Soda, #1)
  • Eiffel,Tolong!
  • Zero Class
  • The Chronicles of Audy: 4R
  • Runaway Ran
  • Resep Cherry
  • The Princess in Me
  • A Little White Lie
  • I Hate Rich Men
  • Kana di Negeri Kiwi
2924905
Stephanie started writing when she was in elementary school. She loves the works of Sophie Kinsella, Matt Dunn, Rick Warren, and Max Lucado. She is also a big fan of Daughtry, who have inspired most of her books through their songs.
She knows that her works can't please everyone, so she will humbly accept the input and criticism from her readers :)
Above all, she gives all the praises to her Lord, J...more
More about Stephanie Zen...
Brondong Lover Perhaps You: Hanya Cinta yang Bisa Dylan, I Love You! Dear Dylan Thalita

Share This Book