Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)

3.98 of 5 stars 3.98  ·  rating details  ·  978 ratings  ·  110 reviews
Indonesian editor: Nina Andiana

Totto-chan kini sudah dewasa. Ia sekarang menjadi aktris terkenal dan punya banyak penggemar. Tapi Totto-chan tak pernah melupakan masa kecilnya. Karena itulah Totto-chan langsung setuju ketika UNICEF menawarinya untuk jadi Duta Kemanusiaan.

Sejak itu, Totto-chan berkunjung ke banyak negara dan menemui berbagai macam anak. Di negara-negara yan...more
Paperback, 322 pages
Published February 22nd 2010 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1997)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Totto-chan's Children, please sign up.

Be the first to ask a question about Totto-chan's Children

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,557)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Mengapa Tuhan membuat anak-anak jatuh sakit?

Kutipan dari buku “Ways to Live Forever” karya Sally Nicholas inilah yang saya ingat ketika membaca buku lanjutan “Totto Chan , Gadis Cilik di Jendela” ini. Buku ini mengisahkan perjalanan Tetsuko Kuroyanagi sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF ke berbagai negara yang mengalami masalah kemiskinan yang diakibatkan oleh peperangan.

Prolog dari buku ini menyajikan fakta-fakta yang mengerikan tentang keadaan anak-anak di negara yang Tetsuko kunjungi. Diawali pep...more
Uci
"Orang dewasa mengatakan banyak hal saat meninggal--bahwa mereka kesakitan, bahwa mereka tak bisa lagi menahan penderitaan--tapi anak-anak tidak mengatakan apa pun. Mereka meninggal dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, memercayai kita orang-orang dewasa."

Sebenarnya saya tidak yakin harus memberi bintang berapa untuk buku ini. Lima bintang? Untuk apa? Untuk kisah-kisah sedih, pilu dan biadab yang bertebaran di sini? Untuk kesadaran tentang kejamnya perang, yang sebenarnya sudah saya ketahui...more
Ellen Isabella
Perjalanan kemanusiaan sebagai duta UNICEF yang dilakukan Totto-chan sungguh mengharukan. Totto-chan bertemu dengan jutaan anak dari puluhan negara. Sungguh menyedihkan melihat kehidupan anak-anak yang sejak kceil sudah merasakan begitu banyak penderitaan.

Sejak dulu sebenernya saya pengen banget kerja kaya' Totto-chan. Bantuin anak-anak di desa-desa terpencil yang kesulitan. Setelah baca buku ini hadi makin berniat deh. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa terwujud.. Amin..

Dari buku ini saya disa...more
e.c.h.a
Entah apa yang ingin aku tulis setelah selesai membaca kisah Totto-chan dewasa. Air mata ku tak henti menetes, dada ini terasa sesak. Semahal itu kah harga sebuah Perdamaian?

Aku banyak belajar dari anak-anak ini, mereka tidak pernah patah semangat, mereka tetap ingin hidup lebih lama, mereka selalu memandang jauh ke depan terus jauh ke depan dan mereka selalu melihat akan hadirnya sebuah harapan.




Kita dilahirkan bukan untuk saling membenci tetapi saling mengasihi dan Tuhan menciptakan anak-anak m...more
Yunita
Pheww...baru saja selesai baca ni buku..Sambil baca, sambil menyesali diri yang selama ini terlalu berkeluh kesah terhadap keadaan yang kalau dibandingkan dengan keadaan masyarakat yang tinggal di belahan dunia sana yang jauuuuuuuuh lebih buruk daripada diriku disini.

Buku ini adalah semacam jurnal perjalanan Tetsuko Kuroyanagi, sang penulis, yang bertugas sebagai duta kemanusiaan UNICEF dari tahun 1984 sampai dengan 1997. Perjalanan dimulai dari Tanzania terus ke beberapa negara afrika lainnya (...more
Rahmadiyanti
Baca prolognya saja sudah sesak. Baca terus, duh perih. Beberapa kali saya nggak mampu menahan tangis. Tuturan Tetsuko sendiri verbal saja, tapi pengalaman demi pengalamannya menemui anak-anak di berbagai negara (terutama negara berkembang & negara yang sedang berpernag/konflik) benar-benar "kaya".

Sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF selama kurun waktu hampir dua dekade Tetsuko telah mengunjungi puluhan negara. Dari Tanzania hingga Vietnam. Dari India hingga Bosnia.

Anak-anak yang polos dan mesti...more
Fauziyyah Arimi
Selain karena saya menyukai buku Toto-chan yang pertama, buku ini di-display sebagai 10 buku best seller saat itu. Iya, saat membelinya, saya termakan rekomendasi dari toko buku mumpuni itu. Buku ini sama-sama merupakan penuturan dari Tesuko Kuroyanagi, perempuan bernama-kecil toto-chan itu. Bila buku pertama berkisah mengenai ia dan sekolahnya yang ‘berbeda’ saat itu, yang berlatar masa perang di Jepang. Buku ini lebih bertutur lanjutan kisahnya yang pada tahun 80an hingga 90an dimana dia menja...more
melmarian
Tanzania. Anak-anak antre mengambil air di 'sumur' yang tak lain lubang yang berisi air berlumpur. Mereka anak-anak asli Afrika yang tidak pernah melihat gajah, singa, atau jerapah secara langsung.

Nigeria. Negara dengan curah hujan tahunan 2,5 sentimeter. Suhu udara pada siang hari mencapai 60 derajat Celcius. Tidak ada air bersih yang layak dikonsumsi.

India. Negara dengan budaya yang menawan. Namun di kota Madras, 92 persen anak-anak menderita kekurangan gizi.

Mozambik. Bekas jajahan Portugis y...more
Gita Romadhona
Kisah-kisah dalam buku ini tak hanya menginspirasi, tetapi juga mengingatkan kita yang selalu lupa akan satu hal sederhana. bersyukur.

saya menangis di beberapa kisah. saya malu membaca beberapa cerita, karena selalu mengeluh untuk hal yang teryata bukan apa-apa dibandingkan persoalan yang dihadapi anak-anak dalam buku ini.

saya jadi bermimpi untuk memiliki kesempatan yang sama seperti yang dimiliki Totto Chan untuk menemui anak-anak di dunia yang kurang beruntung. belajar dari mereka. membagi se...more
Speakercoret
Puing - iwan fals

Perang perang lagi
Semakin menjadi
Berita ini hari
Berita jerit pengungsi

Lidah anjing kerempeng
Berdecak keras beringas
Melihat tulang belulang
Serdadu boneka yang malang

Tuan tolonglah tuan
Perang dihentikan
Lihatlah ditanah yang basah
Air mata bercampur darah

Bosankah telinga tuan
Mendengar teriak dendam
Jemukah hidung tuan
Mencium amis jantung korban

Jejak kaki para pengungsi
Bercengkrama dengan derita
Jejak kaki para pengungsi
Bercerita pada penguasa
(Bercerita pada penguasa)

Tentang ternaknya...more
Dona
Jun 16, 2010 Dona rated it 5 of 5 stars
Shelves: my-own
Baru membaca beberapa lembar saja, buku ini bisa bikin nangis. Ada perasaan sedih, kaget, dan malu. Sedih ketika aku membayangkan aku berada di posisi mereka, mencoba merasakan apa yang mereka rasakan. Kaget ketika aku membaca bahwa begitu buruknya kondisi yang diakibatkan oleh perang. Dan perasaan malu ketika aku membaca perjuangan orang-orang yang berusaha mencari air, mencari makanan, bahkan tidak memiliki baju untuk dipakai.

Sering kali aku bingung untuk makan apa, minum apa, sementara banyak...more
Lisa
Ini bukan jenis buku yg bisa dibaca sambil lalu di kereta... soalnya baru beberapa lembar halaman pertama aja, air mata udah ber"cucuran" keluar dengan sendirinya. Hiks..hiks... (Kan ndak seru kalo di kereta tahu2 kita ketahuan mengeluarkan air mata gitu deh...apalagi sampai banyak...hehehe..).

Air mata keluar dengan sendirinya bukan karena ini cerita sedih... mestipun memang sangat menyentuh hati. Kalimat-kalimatnya sangat apa adanya, enak dibaca, namun sangat menyentuh. Dua jempol deh buat Ms....more
Edy
Buku ini merupakan “true story” atau pengalaman nyata dari Tetsuko Kuroyanagi (Toto Chan) ketika sudah dewasa sewaktu menjadi duta kemanusiaan UNICEF. Buku ini merupakan buku kedua Toto Chan, setelah buku pertamanya “Gadis dibalik Jendela” yang isinya sangat mempesona.

Dalam buku ini Toto Chan menceritakan pengalaman dan empathynya terhadap penderitaan anak-anak di berbagai negara yang mengalami bencana alam, wabah penyakit dan perang. Diceritakan bagaimana bencana alam kekeringan di Tanzania, Ni...more
Nabila Anwar
Setelah kesuksesan ‘Toto-Chan : Gadis Kecil di Depan jendela’, Tetsuko Kuroyanagi, Si Toto-Chan dewasa mendapat tawaran dari UNICEF untuk menyambangi anak-anak ‘bernasib kurang baik’ di belahan dunia. Selama beberapa tahun, Tetsuko melakukan lawatan yang membawanya menemui anak-anak dengan berbagai kondisi namun –menurut saya, sih- disatukan oleh satu kesamaan. Mereka murni dan baik. Lingkungan dan keadaanlah, yang paling banyak disebabkan oleh orang-orang (yang mengaku) dewasa- yang membentuk m...more
Juniar
Heartbreaking facts told by a person full of hopes. The book tells about children of the world who are struggling or die trying; helpless children who cry silently. Every story brings tears to my eyes, pain in my chest. Amazingly, this is written in high spirit and unwavering faith.
Perhaps a lesson I learned from this book is: if you want to change the world, start from yourself and the small world around you.
Aulia Nastiti
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Lelyana Taufik

Toto Chan was so cute. I think she's having an old soul inside.
She funny and wise at the same time.
Enjoyable read. This one is one of my all time favorite.
Nilam Suri
Pedih, perih, disaat bersamaan juga terasa manis.
Arief Bakhtiar D.
DALAM bahasa Swahili, kata “toto” berarti anak. Dan di Tanzania (sebuah negeri yang rakyatnya sehari-hari memakai bahasa Swahili) tahun 1984, perempuan Jepang itu seperti mendengar namanya terus-menerus dipanggil.

“Mtoto, Mtoto…”

Tetsuko Kuronayagi, perempuan Jepang itu, hanya bisa heran. Pengarang Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, di masa kecilnya, sering mendengar kata serupa. Dari telinganya yang mungil, nama panggilannya “Tetsuko” terdengar seperti “Totto” ─seperti kata “mtoto” atau “anak” d...more
Peni Astiti
Sebetulnya, baca buku ini bikin depresi. Karena di setiap babnya, memang menceritakan tentang penderitaan anak-anak di berbagai belahan bumi - yang selama ini saya cuma tahu dari tv atau buku.

Progres baca buku ini, saya terbilang sangat lambat. Maklum, makin ke sini, umur saya makin bertambah dan saya makin perasa. Kalo baca yang sadis sedikit, saya bakalan nangis dalam waktu yang lama. Lebay? Memang.

Buku ini menampol saya lumayan edan. Saya sering banget mengeluh. Misalnya, kalo huruf-huruf yan...more
Jessica
THIS BOOK IS AMAZINGGGGGGGGG!!!
SO INSPIRING!!! A MUST-READ ONE!

Totto-chan sekarang sudah menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF (ya ampunnn, pengen banget saya jadi Duta Kemanusiaan suatu hari nanti, keinginan kerja di PBB jadi makin kuat aja). ia tidak menyangka bahwa kemiskinan dan perang menjadi penyebab utama penderitaan seluruh anak di dunia. ia berharap agar perang dapat segera dihentikan, dan kemiskinan bisa diatasi dengan adanya bantuan dari para sukarelawan.

Disini, Tetsuko-sensei benar-benar m...more
harri pratama
Kisah masa kanak-kanaknya yang ditulisnya dalam "Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela" membawa Tetsuyo Kuroyanagi menjadi duta UNICEF. ia melanglang buana ke beberapa negara untuk melihat kehidupan anak-anak di negara yang ia kunjungi.

tapi, kunjungannya itu bukan untuk melihat kehidupan kanak-kanak yang bahagia, seperti yang ia alami dulu, tapi untuk melihat kehidupan anak-anak yang sekarat.

Selama kunjungannya di beberapa negara seperti Afrika, India, Haiti, dan Serbia, ia melihat anak-anak yang h...more
Sri Een Hartatik -
Buku kedua dari Miss Tetsuko Kuronayagi..

Totto-chan yang dulu sudah menjadi dewasa, dan sekarang dia adalah seorang artis terkenal yang akhirnya dipilih menjadi duta kemanusiaan UNICEF..

Kalau di buku pertamanya dulu, kita akan dibikin tertawa dan menangis membaca kisah masa kecilnya Totto-chan di Tomoe Gakuen, sekarang Anda akan dibuat menangis karena membaca buku ini T_T

Buku ini menceritakan pengalaman Totto-chan mengunjungi dan bertemu dengan anak2 di berbagai belahan dunia, anak2 di Afrika ya...more
Edisty Friskanesya
Saya sepakat dengan Kuroyanagi-san: Mengapa harus ada perang?
Empat belas negara yang dikunjungi oleh Totto-chan, banyak di antaranya yang menanggung luka perang. Perbedaan paham dan ideologi, perbedaan etnis (dan atau sebenarnya agama), keserakahan manusia untuk hanya menjadikan tanahnya tempat hidup bagi satu golongan sepihak saja. Begitu banyak pengorbanan yang tidak sebanding timbul. Dana yang seharusnya dapat menunjang kesejahteraan rakyatnya, menguap begitu saja bersamaan dengan meledaknya...more
Aditya Wulandari
we are the world
we are the children...

buku sekuel dari totto chan gadis cilik di jendela ini menceritakan tentang kehidupan totto chan dewasa yang menjadi duta UNICEF dan berkunjung ke berbagai negara untuk melihat perkembangan anak-anak disana. Negara yang dikunjungi berjumlah 13 yaitu negara2 yang sedang atau pernah berkonflik/perang baik dalam negeri maupun antar negara.konflik yang terjadi di negara2 tersebut membuat banyak anak2 yang terlantar baik secara fisik maupun psikis. Mereka terpisa...more
Angelia Fransisca Rusli
Totto-chan mengunjungi berbagai negara sebagai duta kemanusiaan UNICEF. Dalam perjalanannya tersebut, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari & tak jarang membuat dada saya sesak.

Banyak sekali negara yang berpotensi untuk menjadi negara yang maju, banyak juga yang tadinya adalah negara maju. Tapi semua itu dihancurkan oleh perang. Akibat perang, bukan hanya negara tersebut yang menjadi hancur, tapi kebutuhan primer juga menjadi sangat langka. Anak-anak tidak mempunyai baju & alas kaki...more
Anggraeni Purfita Sari
“Miss Kuroyanagi, kematian anak-anaklah yang palig saya sesalkan. Orang dewasa mengatakan banyak hal saat meninggal-bahwa mereka kesakitan, bahwa mereka tak bisa lagi menahan penderitaan-tapi anak-anak tidak mengatakan apa pun. Mereka meninggal dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, memercayai kita orang-orang dewasa.” (Totto-chan’s Chidren, Tetsuko Kuroyanagi)

Membaca buku ini tak ubahnya seperti sedang melihat sebuah film dokumenter yang dibintangi oleh Tetsuko Kuronayagi. Alur yang mengali...more
lingga ambarita
"... orang dewasa meninggal sambil mengerang, mengeluhkan rasa sakit mereka, tapi anak-anak hanya diam. Mereka mati dala kebisuan. Mempercayai kita orang-orang dewasa"

hwaa hwaaa... baca buku ini benar-benar membuka mata. Ya Allah... begitu pentingnya rasa aman bagi anak-anak, betapa mereka menggantungkan harapan kepada manusia-manusia dewasa yang ternyata dengan teganya merenggut itu semua melalui keserakahan mereka.

Buku ini berkisah tentang perjalanan Totto Chan dewasa (Teetsuko Kuroyanagi) seb...more
Astri
Totto Chan atau Tetsuko Kuroyanagi sekarang sudah besar dan ditunjuk sebagai duta anak oleh UNICEF,ia berkeliling ke negara Sudan, Etiophia, Myanmar, Bosnia, Afrika dan banyak lagi, negara dimana penduduknya kelaparan atau korban peperangan.. Dari antaranya anak2 seringkali menjadi korban..
Sedih sekali membaca buku ini, karena membuat aku sadar bahwa hidup yang sekarang kujalani sungguh sangat beruntung.
Masih jutaan orang di dunia yang kelaparan dan kehausan, mereka mati sia2..
Misal di Etiophi...more
Sinta D. Maharani
Judul Buku: Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
Penulis: Tetsuko Kuroyanagi
Penerjemah: Ribkah Sukito
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku: 328 Halaman
Tahun Terbit: 2010


Buku ini menceritakan pengalaman dan empati Totto-chan terhadap anak-anak di berbagai negara yang tertimpa bencana alam, wabah penyakit, dan perang. Peristiwa di Tanzania, Nigeria, dan Ethiopia telah menghasilkan banyak...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 51 52 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Life Traveler
  • Selimut Debu
  • Nguping Jakarta
  • Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Generasi 90an
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • NASIONAL.IS.ME
  • Tanah Tabu
  • Indonesia Mengajar
  • Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
  • Sepatu Dahlan
  • The Naked Traveler 3
  • Ganti Hati: "Kini ada simbol Mercy di perut saya..."
  • Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim
188760
Tetsuko Kuroyanagi is an internationally famous Japanese actress, a talk show host, a best-selling author of children book.

She founded the Totto Foundation, named for the eponymous and autobiographical protagonist of her book Totto-chan, The Little Girl at the Window. The Foundation professionally trains deaf actors, implementing Kuroyanagi's vision of bringing theater to the deaf.

In 1984, in reco...more
More about Tetsuko Kuroyanagi...
Totto-chan: The Little Girl at the Window Best Of Totto Chan (Kodansha Bilingual Books) Totto Chan To Totto Chantachi ടോട്ടോചാൻ, ജനാലയ്ക്കരികിലെ വികൃതിക്കുട്ടി டோட்டோ-சான் ஜன்னலில் ஒரு சிறுமி

Share This Book