Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)” as Want to Read:
Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pukat (Anak-anak Mamak #03)

by
4.13 of 5 stars 4.13  ·  rating details  ·  1,685 ratings  ·  126 reviews
"Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..."

Meski dibesarkan dalam kesederhanaan, keterbatasan, berbaur dengan kepolosan dan kenakalan. Ma
...more
Paperback, 351 pages
Published March 2010 by Penerbit Republika (first published 2010)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pukat, please sign up.

Be the first to ask a question about Pukat

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin by Tere LiyeHafalan Shalat Delisa by Tere LiyeNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRanah 3 Warna by Ahmad FuadiAyahku (Bukan) Pembohong by Tere Liye
hafalan shalat delisa
21st out of 60 books — 261 voters
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
122nd out of 477 books — 1,654 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Septika

Saya sudah terkontaminasi virus ‘Tere Liye’ ahahaaa… Buku2 bang Tere sukses menghipnotis saya, termasuk buku ‘Pukat’ ini,,kembali saya beri 4 bintang *plok..plok..plok*

Pukat merupakan buku ke-3 dari serial anak2 mamak, tetapi menjadi buku ke-2 yang terbit setelah Burlian. Untuk urutan terbit buku2 dalam serial anak2 mamak ini, sungguh saya masih bingung, kenapa penulisnya tidak menerbitkan sesuai dengan urutan kelahiran anak2 mamak, dari yg tertua Eliana-Pukat-Burlian-Amelia, tetapi justru acak:
...more
Hairi
Menggigit, riang, mengenyangkan, bikin senyum2, ketawa-ketiwi.



Saya suka banget ama buku ini. Tak banyak.. atau bahkan hampir tidak ada buku yang bisa menghibur saya di saat saya dalam periode bete stadium akut, tapi buku ini bisa.. *takjub*. Terima Kasih Pukat telah menjadi teman yang sangat menyenangkan dalam masa-masa itu.. :)



Suka cerita waktu Raju, temannya si Pukat jatuh cinta. Aiiih... Cinta emang bumbu yang paling lariss deh. Tapi ini beda, cinta monyet gitu. Dan saya tesenyum lebaaar wakt
...more
Ummu Auni
Berbeza dengan Burlian di mana setiap bab merupakan satu kisah kecil satu kehidupan, Pukat disajikan oleh penulis sebagai satu cerita/ wadah kehidupan dari kaca mata Pukat (abang Burlian). Sungguh lebih banyak kisahnya yang panjang-panjang, yang banyak menyebabkan saya berfikir.

Pukat digelar anak pandai, namun pandainya tidak begitu ditonjolkan, kecuali di awalan cerita di mana mereka dapat memerangkap pencuri di dalam keretapi.

Masih ada unsur lelucon di dalam kisah ini, cinta pertama Raju yan
...more
Indah Azlina
“Baiklah, mungkin ada gunanya juga kau tidur di luar malam ini. Berfikir. Pikirkan kalimat Bapak ini, kau tahu, kenapa setiap anak harus mendengarkan nasehat, larangan, atau apa saja dari Mamak-nya? Sungguh bukan karena Mamak pernah jadi anak kecil, sedangkan kau belum pernah jadi orang dewasa. Bukan karena ukuran usia atau kedewasaan…. Tetapi jikau kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d ...more
Indarpati Indarpati
Awal aku tertarik membaca tulisan Tere Liye gara-gara seorang sahabat ngefans berat sama dia. Hanya, berbeda dengan Tasaro yang ramah n enak jika diajak 'ngobrol' penggemarnya, katanya si Tere ini agak jutek. Nah, justru kata jutek inilah yang membuatku ingin tahu tulisannya. Dan saudara-saudara, aku ternyata selama ini terkecoh sama nama penanya. Kukira si Tere Liye ini cewek. Nyatanya nama aslinya Darwis. Cowok bo'!
Oke, back to book!
Karena ini serial ketiga dari anak-anak mamak, tak bisalah a
...more
Fizah
“Lubang pembuangan terkotor di dunia adalah mulut kita. Nek Kiba menghela nafas pelan, Mulut kitalah yang setiap hari mengeluarkan bau paling memualkan, mulut kitalah yang tega mengunyah bangkai, mulut kitalah yang menelan lantas memuntahkan kotoran busuk. Oi, andaikata kalian bisa menjaganya, tetap kebanyakan dari kalian tidak bisa menghindari mulut mengeluarkan sampah-sampah tidak berguna, meski tidak bau dan tidak mengganggu. Kalian tetap sering mengeluarkan ucapan mubazir, perkataan sia-sia. ...more
Titi Estiningrum
akhirnya kebeli juga si pukat ni... karena dah nahan-nahan sejak pameran buku Ikapi di bandung februari lalu.
menurutku, pukat tidak seseru burlian. bagus sih..., tetap ada 'sentuhan tere' seperti yang kurasakan di buku-buku lain yang sudah kubaca.
buku ketiga tentang anak-anak mamak, tentang si pukat yang pintar, dengan segala kepintarannya sampai-sampai bercerita pun penuh rahasia. (grrh... penasaran kenapa si Raju masih hidup).
yang kusuka dari buku ini adalah, pukat bener-bener seperti apa adan
...more
Ali Rachmat
Pukat, anak yang cerdas adalah anak kedua dari serial anak-anak mamak, tetapi buku ketiga dari seril tersebut...
banyak Nilai moral yang bisa di ambil dari serial anak-anak mamak ( Pukat ).

Berikut beberapa kata-kata yang terdapat di dalam novel PUKAT :

"Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta."

“Kiba, tidak ada yang paling menyedihkan didu
...more
Fariza
Apr 11, 2011 Fariza rated it 5 of 5 stars
Recommended to Fariza by: Ummu Auni
Shelves: best-series
Berbeza dengan Burlian, Pukat sangat bijak. Tidak banyak bertanya dan punya jawapan kepada kebanyakan soalan dan menjadikannya sebagai pelajar favorite.

Saya menyangka Tere Liye akan membuat plot yang sama di mana salah seorang kawan Pukat akan mati juga seperti Ahmad dalam buku Burlian. Namun begitu, saya begitu gembira apabila Raju masih hidup dan berkahwin dengan Saleha. Sedikit 'twist' yang menarik.

Paling saya suka Watak Wak Yati berkembang banyak dalam Pukat berbanding Burlian. Menarik.
Monaria Yulius
five star!!!
angkat topi buat tere liye atas karyanya. tidak seperti novel burlian sebelumnya, dimana saya penasaran dan ingin membaca lebih jauh kisah burlian. di novel pukat ini. hal yang paling berkesan adalah
masalah untung rugi,
kecerdikan pukat dgn bubuk kopi di gerbong kereta,
lubang pembuangan terkotor dan
"petuah" penulis yang sangat menohok saya diakhir kisah sekaligus mengajari saya dan pembaca. jangan seperti burlian. pesan penulis. jangan membaca saja novel ini sampai habis, tapi ber
...more
Uci Febria
Buku ketiga ??? Sebenarnya agak ragu juga menuliskan buku ini sebagai buku ketiga, karena yang saya tahu cuma dua seri Burlian dan Pukat. Buku pertamanya apa?? Saya sudah coba mencari informasi buku pertamanya di buku Pukat ini tetapi saya tidak menemukan informasi yang saya inginkan.

Serial Anak-anak Mamak ini ternyata tidak jauh berbeda dengan buku kedua Burlian. Hanya tokoh utamanya saja yang berbeda.Suasana yang saya dapatkan hampir sama dengan yang saya dapatkan saat membaca Burlian. Dari a
...more
drg Rifqie Al Haris
Jika kemarin aku sudah menuliskan untuk novel Burlian, sekarang giliran buku ke-3 nya yang akan aku review. Kali ini tokoh sentralnya adalah Pukat. Anak ke-2 dari anak-anak mamak. Pukat adalah anak yang cerdas. Bahkan ada sedikit terselip cerita detektif dimana Pukat berhasil menidentifikasi siapa pelaku pembajakan kereta.

Novel ini masih saja kaya akan pesan moral. Tidak ketinggalan juga akan banyak sekali informasi mengenai kearifan sosial budaya tempat Pukat tinggal. Semangat kekeluargaan yang
...more
Farid Ikhsan
Sebuah bacaan yang bergizi, dan karenanya, saya ingin menambahkannya ke dalam daftar koleksi perpustakaan saya. Sebuah bacaan alternatif di tengah-tengah hiburan yang kian menggelisahkan. Banyak sekali pesan moral di sini, mengajarkan anak-anak (juga kita) tentang prinsip-prinsip kebijaksanaan hidup.
Dan yang palig berkesan bagi saya adalah teka-teki Wak Yati, Apakah Warisan paling berharga dari kampung kita? Sebuah teka-teki yang jika Pukat berhasil memecahkannya, ia akan Wak Yati meminta Pukat
...more
Dyan Eka
Buku terakhir dari serial anak-anak mamak yang aku baca. Dari ke4 buku, aku paling suka pukat. Banyak cerita yang 'mendidik' lewat tingkah laku pukat sebagai anak laki-laki kelas 6 SD. Lucu.
Pukat ini si jenius, segala macam pertanyaan pasti bisa dijawab, walaupun terkadang tidak saat itu juga, tapi pasti pukat tahu jawabannya. Bapak mamak selalu berucap baik tentang pukat, berdoa, begitu juga pak bin. Dari sini aku sadar, ucapan itu doa, jadi lebih baik jangan berucap hal-hal buruk. Tapi terkada
...more
miss
Hmmn.. Burlian & Pukat.. Apa bedanya ya? Seperti satu orang, bukan kakak adik..

Empat bintang..
Karena banyak nilai moral yg bisa dipetik, yg selama ini terlupakan..
Ya.. Kebaikan2 kecil yg mulai menghilang..

"Kitalah yg paling tahu spt apa kita, spanjang kita jujur thd diri sendiri. Spanjang kita tbuka dg pndapat org lain, mau mendengarkan masukan & punya sdkt selera humor, menertawakan diri sendiri. Dg itu semua kita bisa terus mmperbaiki perangai"
P.94
Ananda Sivi
Alahmdulillah, Pukatnya selesai sudah.
Subhanallah.. nggak kalah hebat sama Burlian.
Pukat yg memang kakaknya Burlian pikirannya pun lebih 'kakak' dan lagi, dia juga anak yg cerdas n pintar!
ceritanya masih seputar pengalaman anak-anak mamak. dgn sudut pandang Pukat cerita ini lebih beda dari Burlian.
Tetap sarat makna dan mengajari kita berbagai hal yg kadang justru kita sepelekan,
seperti kejujuran, persahabatan, kasih sayang, dan arti seorang ibu.
Heryanti Julia Anggraeni
Saya mungkin orangnya susah move on, jadi ketika membaca Pukat,yang terbayang sosok "aku" dalam buku ini seringkali adalah Amelia (saya belum baca Burlian). Selain itu, rasa-rasanya cerita Amelia lebih terkenang hehe. Maksudnya, ketika habis membaca halaman terakhir, cerita tentang Pukat menguap begitu saja. Bahkan saya tidak merasa seperti kehilangan seorang teman, tidak seperti ketika membaca Amelia. Entahlah mungkin hal tersebut disebabkan karena Pukat ini saya habiskan dalam waktu yang cukup ...more
Tristansha Noor
Satu buku yang mengajarkan banyak kebaikan, mulai dari menjaga harga diri dengan kejujuran, menghargai satu butir nasi, mensyukuri setiap nikmat yang diberi Allah, dan banyak hal berharga lainnya. Pukat yang memang benar-benar anak yang lebih dari pandai tapi dia cerdas, mau berfikir dan menaati setiap perkataan mamak dan bapaknya, walau tak jarang juga di membantah, tapi dia mengerti kesalahan dan tak malu meminta maaf. Satu lagi yang paling teringat yaitu teka-teki Wak Yati, dan saya bisa mene ...more
Arief Priyo
Agak anaeh sebenarnya membaca buku ini setelah membaca burlian. Tapi emang pengarangnya ngeluarin Burlian dulu sih...
any way,, cerita ini juga teladan yang baik. KEtika si Burlian rajin bertanya, Pukat adalah sosok yang cerdas dan tipika pemikir. Seandainya anak Indonesia seperti PUkat, woouuu... Pasti Amazing ....... :)
Ditochan
Seberapa besar cinta mamak

seperti dejavu, saat membacanya. Seolah-olah merasakan menjadi seorang pukat yang sedang marah pada mamaknya, kekeuh tidak mau mengakui kesalahan pada mamaknya, tidak mau makan karena ingin menghukum mamaknya oi betapa egoisnya..tetapi karena itu juga ia akhirnya tersadar..

Bapak benar, "Jangan pernah membenci Mamak kau,
jangan sekali-kali . . karena jika kau tahu sedikit saja yang telah ia lakukan demi kalian, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d
...more
Echy
buku ini membuat saya begitu bergetar. mamak yang galak, tapi penuh cinta dan kasih sayang. bapak yang lembut, namun penuh ketegasan.
mereka adalah contoh orang tua yang baik dalam mendidik anak2nya.

jaman sekarang, masih nemu gak ya orangtua yang kaya mereka ? atau, anak-anak macam pukat ?
Alma Prisilya
Ini yang urutan kedua yang aku baca.
ahhaaaa walau ga berurutan tapi aku senang bacanya ga ketinggalan.
Maksudnya, cerita tiap serinya memang beda, jadi tetep bis diikutin walau bacanya ga berurutan. Hebatlah pokoknya.

Disini aku jadi lebih sering menebak dan bertanya- tanya tentang cerita ini.

- Apa ini kisah nyata?
- Mungkin tentang kisah masa kecil Pak Tere Liye? atau ibu? (dunno, sorry)
- Setting cerita ini d sumsel, ada sebut nama prabumulih, palembang. Aku tebak ini setting Lahat ya? tapi ada b
...more
Vanda Kemala
Serial yang ceritanya soal anak-anak dengan segala keluguan juga kepolosan. Dunia penuh bermain, saling ejek satu sama lain, saling jail, juga persaingan perkara hal kecil.

Dari segi cerita, cukup menarik. Ini buku ketiga dari serial cerita anak-anak Mamak. Mungkin semacam "kesalahan", langsung loncat ke buku ketiga, karena di beberapa cerita, ada pengingat "(baca buku ke ...)"

Agak mengganggu di beberapa cerita yang penggunaan tanda bacanya nggak sesuai. Tiba-tiba muncul tanda tanya di kalimat ya
...more
Setiawan Rangga
namaku Pukat..aku sering dijuluki sebagai anak yang selalu punya berbagai jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan teman-teman maupun keluargaku. aku anak kedua dari empat bersaudara..kisah ku ini tidak kalah seru dibanding Amelia ataupun Burlian yang merupakan adikku.

cerita pukat yang buku ke-3 dari 4 buku serial anak anak mamak Tere Liye ini. buku kedua yang aku baca setelah Amelia. di buku Pukat ini lebih ke cara Pukat mencari jawaban atas teka teki yang diberikan oleh wawaknya..dan untuk
...more
Zulkarnain Muslim
(*selain menyajikan kisah persahabatn dan kekeluargaan yang kental)
karena d tasbihkan sebagai anak pintar, awal2 aku mengira kisahnya bakal seperti bab awal layaknya penangkapan perampok d kereta, dengan trik2 pukat dsb. tapi aku salah, pukat si anak pintar yang d maksudkan d sini bukan pintar seperti itu, bahkan pintar yang lebih dari itu., mengamati, mengambil hikmah, sedikit bertanya dengan lebih banyak berfikir dan merangkai kejadian2 dan mengambil kesimpulannya. belajar dalam arti yang lebi
...more
Vina Azha
Buku ini hampir sama dengan BURLIAN, dimana penulis bercerita tentang keseharian anak-anak kampung. Tentang PUKAT si Anak Pintar dengan segudang kisah2 lucu, haru, terselip juga tentang kejujuran sikap dan tanggung jawabnya sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga. Khas nya Tere Liye, dalam buku ini juga akan banyak ditemukan nasehat-nasehat dan pesan moral yang diselipkan dalam setiap Bab nya.

Ada beberapa bagian yang mengharukan, salah satunya ketika bercerita tentang teka-teki Wak Yati. D
...more
Adek
Dalam catatannya, penulis mengungkapkan besar keinginannya untuk memberikan pilihan bacaan yang memiliki standar moralitas, kebaikan, kasih sayang keluarga, kesederhanaan yang tetap dibungkus dengan kepolosan, kenakalan dan keterbatasan anak-anak. Dan hasilnya, Tere Liye sukses besar melakukan hal tersebut.

Berkisah tentang keluarga Bapak Syahdan dan Mamak Nur dengan empat anaknya yang hebat: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Kisah masing-masing anak diceritakan sendiri-sendiri oleh Tere Liye.
...more
Nurul
banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel-novel Tere-liye, ini salah satunya yang bisa saya ambil dari "PUKAT"

Kalian tahu apakah lubang pembuangan yang paling kotor didunia ??

Jika ada yang menjawab lubang toilet, teng tong… jawaban anda salah
jika ada yang menjawab tempat sampah, jawaban anda juga masih salah..
semangaatt.. ayo mau jawab apalagi ??
pipa pembuangan pabrik karet mungkin, bukan itu jawabannya meski memang bau sekali pipa itu

mau tahu ??

Jawabannya adalah mulut kita

Mulut kitalah yan
...more
Cut Sarah Dwindahany
Merasa menemukan Tere Liye kembali dalam novel ini setelah kehilangan saat membaca "Rindu". ini buku pertama serial Anak Mamak yang saya baca daaaan sukses bikin nangis! Saya jadi tertarik buat baca serial anak mamak yang lainnya.

“Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali… karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kalian, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.” T___T
Novianti Lestari
Si mamak dan bapak meskipun tinggalnya didesa pelosok kaki bukit barusan sana, dengan pendidikan yang kurang tetapi mengerti sekali cara mendidik anak. Bang tere sukses menceritakan kehidupan si Pukat ini dengan apik. Tahulah gimana seorang Tere Liye kalau menggambarkan sosok seseorang. Kita jadi kayak kenal banget sama si Pukat ini.

Di bab-bab awal bang tere liye menggambarkan sebuah desa dengan kesederhanaannya, bagaimana mereka membela kehormataan bagaimana mereka memegang tradisi dan nilai lu
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara, #2)
  • Cinta di Dalam Gelas
  • Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan
  • Negeri van Oranje
  • Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali
  • Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
  • Dalam Dekapan Ukhuwah
  • De Winst
  • Mimpi Mimpi Si Patah Hati
  • Negara Kelima
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • 2
  • 33 Pesan Nabi Vol. 2: Jaga Hati, Buka Pikiran
  • Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
  • Nguping Jakarta
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku
838768

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
More about Tere Liye...

Other Books in the Series

Anak-anak Mamak (4 books)
  • Burlian (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 2)
  • Eliana (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 4)
  • Amelia
Hafalan Shalat Delisa Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Bidadari Bidadari Surga Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Moga Bunda Disayang Allah

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Filosofi padi, "semakin berisi maka padi akan semakin merunduk", maknanya "semakin kita merasa bisa maka kita harus bisa semakin merasa” 150 likes
“Menunggu dan berharap. Selalulah meminta pertolongan dengan dua hal itu. Menunggu berarti sabar. Berharap berarti doa.” 21 likes
More quotes…