Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)” as Want to Read:
Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Pukat (Anak-anak Mamak #03)

by
4.14  ·  Rating Details  ·  2,002 Ratings  ·  148 Reviews
"Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..."

Meski dibesarkan dalam kesederhanaan, keterbatasan, berbaur dengan kepolosan dan kenakalan. Ma
...more
Paperback, 351 pages
Published March 2010 by Penerbit Republika (first published 2010)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Pukat, please sign up.

Be the first to ask a question about Pukat

Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
126th out of 491 books — 1,728 voters
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin by Tere LiyeHafalan Shalat Delisa by Tere LiyeNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRanah 3 Warna by Ahmad FuadiAyahku (Bukan) Pembohong by Tere Liye
hafalan shalat delisa
21st out of 64 books — 273 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 3,000)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
Septika
Jun 17, 2010 Septika rated it really liked it

Saya sudah terkontaminasi virus ‘Tere Liye’ ahahaaa… Buku2 bang Tere sukses menghipnotis saya, termasuk buku ‘Pukat’ ini,,kembali saya beri 4 bintang *plok..plok..plok*

Pukat merupakan buku ke-3 dari serial anak2 mamak, tetapi menjadi buku ke-2 yang terbit setelah Burlian. Untuk urutan terbit buku2 dalam serial anak2 mamak ini, sungguh saya masih bingung, kenapa penulisnya tidak menerbitkan sesuai dengan urutan kelahiran anak2 mamak, dari yg tertua Eliana-Pukat-Burlian-Amelia, tetapi justru acak:
...more
Hairi
Dec 23, 2010 Hairi rated it really liked it
Menggigit, riang, mengenyangkan, bikin senyum2, ketawa-ketiwi.



Saya suka banget ama buku ini. Tak banyak.. atau bahkan hampir tidak ada buku yang bisa menghibur saya di saat saya dalam periode bete stadium akut, tapi buku ini bisa.. *takjub*. Terima Kasih Pukat telah menjadi teman yang sangat menyenangkan dalam masa-masa itu.. :)



Suka cerita waktu Raju, temannya si Pukat jatuh cinta. Aiiih... Cinta emang bumbu yang paling lariss deh. Tapi ini beda, cinta monyet gitu. Dan saya tesenyum lebaaar wakt
...more
Cik Aini
Feb 04, 2011 Cik Aini rated it really liked it
Berbeza dengan Burlian di mana setiap bab merupakan satu kisah kecil satu kehidupan, Pukat disajikan oleh penulis sebagai satu cerita/ wadah kehidupan dari kaca mata Pukat (abang Burlian). Sungguh lebih banyak kisahnya yang panjang-panjang, yang banyak menyebabkan saya berfikir.

Pukat digelar anak pandai, namun pandainya tidak begitu ditonjolkan, kecuali di awalan cerita di mana mereka dapat memerangkap pencuri di dalam keretapi.

Masih ada unsur lelucon di dalam kisah ini, cinta pertama Raju yan
...more
Indah Azlina
Aug 23, 2010 Indah Azlina rated it really liked it
“Baiklah, mungkin ada gunanya juga kau tidur di luar malam ini. Berfikir. Pikirkan kalimat Bapak ini, kau tahu, kenapa setiap anak harus mendengarkan nasehat, larangan, atau apa saja dari Mamak-nya? Sungguh bukan karena Mamak pernah jadi anak kecil, sedangkan kau belum pernah jadi orang dewasa. Bukan karena ukuran usia atau kedewasaan…. Tetapi jikau kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d ...more
Indarpati Indarpati
Nov 13, 2011 Indarpati Indarpati rated it really liked it
Shelves: fiksi
Awal aku tertarik membaca tulisan Tere Liye gara-gara seorang sahabat ngefans berat sama dia. Hanya, berbeda dengan Tasaro yang ramah n enak jika diajak 'ngobrol' penggemarnya, katanya si Tere ini agak jutek. Nah, justru kata jutek inilah yang membuatku ingin tahu tulisannya. Dan saudara-saudara, aku ternyata selama ini terkecoh sama nama penanya. Kukira si Tere Liye ini cewek. Nyatanya nama aslinya Darwis. Cowok bo'!
Oke, back to book!
Karena ini serial ketiga dari anak-anak mamak, tak bisalah a
...more
Fizah
Nov 27, 2012 Fizah rated it really liked it
“Lubang pembuangan terkotor di dunia adalah mulut kita. Nek Kiba menghela nafas pelan, Mulut kitalah yang setiap hari mengeluarkan bau paling memualkan, mulut kitalah yang tega mengunyah bangkai, mulut kitalah yang menelan lantas memuntahkan kotoran busuk. Oi, andaikata kalian bisa menjaganya, tetap kebanyakan dari kalian tidak bisa menghindari mulut mengeluarkan sampah-sampah tidak berguna, meski tidak bau dan tidak mengganggu. Kalian tetap sering mengeluarkan ucapan mubazir, perkataan sia-sia. ...more
Titi Estiningrum
Apr 16, 2010 Titi Estiningrum rated it liked it
akhirnya kebeli juga si pukat ni... karena dah nahan-nahan sejak pameran buku Ikapi di bandung februari lalu.
menurutku, pukat tidak seseru burlian. bagus sih..., tetap ada 'sentuhan tere' seperti yang kurasakan di buku-buku lain yang sudah kubaca.
buku ketiga tentang anak-anak mamak, tentang si pukat yang pintar, dengan segala kepintarannya sampai-sampai bercerita pun penuh rahasia. (grrh... penasaran kenapa si Raju masih hidup).
yang kusuka dari buku ini adalah, pukat bener-bener seperti apa adan
...more
Ali Rachmat
Jan 15, 2013 Ali Rachmat rated it really liked it
Pukat, anak yang cerdas adalah anak kedua dari serial anak-anak mamak, tetapi buku ketiga dari seril tersebut...
banyak Nilai moral yang bisa di ambil dari serial anak-anak mamak ( Pukat ).

Berikut beberapa kata-kata yang terdapat di dalam novel PUKAT :

"Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta."

“Kiba, tidak ada yang paling menyedihkan didu
...more
Fariza
Apr 11, 2011 Fariza rated it it was amazing
Recommended to Fariza by: Cik Aini
Shelves: best-series
Berbeza dengan Burlian, Pukat sangat bijak. Tidak banyak bertanya dan punya jawapan kepada kebanyakan soalan dan menjadikannya sebagai pelajar favorite.

Saya menyangka Tere Liye akan membuat plot yang sama di mana salah seorang kawan Pukat akan mati juga seperti Ahmad dalam buku Burlian. Namun begitu, saya begitu gembira apabila Raju masih hidup dan berkahwin dengan Saleha. Sedikit 'twist' yang menarik.

Paling saya suka Watak Wak Yati berkembang banyak dalam Pukat berbanding Burlian. Menarik.
Monaria Yulius
Apr 17, 2015 Monaria Yulius rated it it was amazing
five star!!!
angkat topi buat tere liye atas karyanya. tidak seperti novel burlian sebelumnya, dimana saya penasaran dan ingin membaca lebih jauh kisah burlian. di novel pukat ini. hal yang paling berkesan adalah
masalah untung rugi,
kecerdikan pukat dgn bubuk kopi di gerbong kereta,
lubang pembuangan terkotor dan
"petuah" penulis yang sangat menohok saya diakhir kisah sekaligus mengajari saya dan pembaca. jangan seperti burlian. pesan penulis. jangan membaca saja novel ini sampai habis, tapi ber
...more
Uci Febria
May 07, 2010 Uci Febria rated it liked it
Buku ketiga ??? Sebenarnya agak ragu juga menuliskan buku ini sebagai buku ketiga, karena yang saya tahu cuma dua seri Burlian dan Pukat. Buku pertamanya apa?? Saya sudah coba mencari informasi buku pertamanya di buku Pukat ini tetapi saya tidak menemukan informasi yang saya inginkan.

Serial Anak-anak Mamak ini ternyata tidak jauh berbeda dengan buku kedua Burlian. Hanya tokoh utamanya saja yang berbeda.Suasana yang saya dapatkan hampir sama dengan yang saya dapatkan saat membaca Burlian. Dari a
...more
AA. Muizz
Aug 11, 2015 AA. Muizz rated it liked it
Lebih seru Burlian. Di beberapa bagian, agak membosankan. Tapi hanya sedikit saja. Menurutku, Pukat ini anaknya nyebelin, meski dia pintar. Mungkin karakter dia yang seperti inilah yang membuat agak membosankan. Mungkin.
drg Rifqie Al Haris
Jan 28, 2012 drg Rifqie Al Haris rated it really liked it
Jika kemarin aku sudah menuliskan untuk novel Burlian, sekarang giliran buku ke-3 nya yang akan aku review. Kali ini tokoh sentralnya adalah Pukat. Anak ke-2 dari anak-anak mamak. Pukat adalah anak yang cerdas. Bahkan ada sedikit terselip cerita detektif dimana Pukat berhasil menidentifikasi siapa pelaku pembajakan kereta.

Novel ini masih saja kaya akan pesan moral. Tidak ketinggalan juga akan banyak sekali informasi mengenai kearifan sosial budaya tempat Pukat tinggal. Semangat kekeluargaan yang
...more
Farid Ikhsan
Mar 06, 2011 Farid Ikhsan rated it really liked it
Sebuah bacaan yang bergizi, dan karenanya, saya ingin menambahkannya ke dalam daftar koleksi perpustakaan saya. Sebuah bacaan alternatif di tengah-tengah hiburan yang kian menggelisahkan. Banyak sekali pesan moral di sini, mengajarkan anak-anak (juga kita) tentang prinsip-prinsip kebijaksanaan hidup.
Dan yang palig berkesan bagi saya adalah teka-teki Wak Yati, Apakah Warisan paling berharga dari kampung kita? Sebuah teka-teki yang jika Pukat berhasil memecahkannya, ia akan Wak Yati meminta Pukat
...more
Annesa Saraswati
Jul 02, 2015 Annesa Saraswati rated it it was amazing
dari semua anak anak mamak, aku paling jatuh cinta sama pukat. Kenapa? aku sendiri juga nggak tau ya.. mungkin karena dia anak mamak yang paling pintar, mungkin karena dia tidak secengeng burlian atau amelia (hehehe), mungkin karena dia hampir selalu bisa memecahkan teka-teki wak yati, mungkin karena namanya yang unik (halah), mungkin....

aku menikmati banget setiap bab yang disuguhkan di cerita ini. dan bab yang paling mengena dan bikin aku terisak-isak adalah bab "Seberapa Besar Cinta Mamak" (Y
...more
Dyan Eka
Aug 09, 2014 Dyan Eka rated it it was amazing
Shelves: novel-indonesia
Buku terakhir dari serial anak-anak mamak yang aku baca. Dari ke4 buku, aku paling suka pukat. Banyak cerita yang 'mendidik' lewat tingkah laku pukat sebagai anak laki-laki kelas 6 SD. Lucu.
Pukat ini si jenius, segala macam pertanyaan pasti bisa dijawab, walaupun terkadang tidak saat itu juga, tapi pasti pukat tahu jawabannya. Bapak mamak selalu berucap baik tentang pukat, berdoa, begitu juga pak bin. Dari sini aku sadar, ucapan itu doa, jadi lebih baik jangan berucap hal-hal buruk. Tapi terkada
...more
wina
Nov 17, 2015 wina rated it it was amazing
entahlah, matanya rembes melulu baca serial anak mamak, tere liye emang favorit sayah banget!

suka sekali dengan tokoh mamak, and she's the central of the story in my opinion.

Pukat, si anak pintar, kakaknya Burlian. endingnya rada bikin mangap dan mau teriak
"tere liyeeee reseeeee"

here's a few quote from the book:
"dalam banyak hal, sebuah pertanyaan yang tepat jauh lebih penting dibandingkan sebuah jawaban yang sempurna. pertanyaan akan memicu penemuan hebat, pemikiran masyhur bahkan sebuah permul
...more
miss
May 25, 2010 miss rated it really liked it
Shelves: inspirational, novel, 2010
Hmmn.. Burlian & Pukat.. Apa bedanya ya? Seperti satu orang, bukan kakak adik..

Empat bintang..
Karena banyak nilai moral yg bisa dipetik, yg selama ini terlupakan..
Ya.. Kebaikan2 kecil yg mulai menghilang..

"Kitalah yg paling tahu spt apa kita, spanjang kita jujur thd diri sendiri. Spanjang kita tbuka dg pndapat org lain, mau mendengarkan masukan & punya sdkt selera humor, menertawakan diri sendiri. Dg itu semua kita bisa terus mmperbaiki perangai"
P.94
Ananda Sivi
Jun 28, 2010 Ananda Sivi rated it really liked it
Shelves: fiksi, favorites
Alahmdulillah, Pukatnya selesai sudah.
Subhanallah.. nggak kalah hebat sama Burlian.
Pukat yg memang kakaknya Burlian pikirannya pun lebih 'kakak' dan lagi, dia juga anak yg cerdas n pintar!
ceritanya masih seputar pengalaman anak-anak mamak. dgn sudut pandang Pukat cerita ini lebih beda dari Burlian.
Tetap sarat makna dan mengajari kita berbagai hal yg kadang justru kita sepelekan,
seperti kejujuran, persahabatan, kasih sayang, dan arti seorang ibu.
Heryanti Julia Anggraeni
Saya mungkin orangnya susah move on, jadi ketika membaca Pukat,yang terbayang sosok "aku" dalam buku ini seringkali adalah Amelia (saya belum baca Burlian). Selain itu, rasa-rasanya cerita Amelia lebih terkenang hehe. Maksudnya, ketika habis membaca halaman terakhir, cerita tentang Pukat menguap begitu saja. Bahkan saya tidak merasa seperti kehilangan seorang teman, tidak seperti ketika membaca Amelia. Entahlah mungkin hal tersebut disebabkan karena Pukat ini saya habiskan dalam waktu yang cukup ...more
Tristansha Noor
Apr 18, 2015 Tristansha Noor rated it it was amazing
Satu buku yang mengajarkan banyak kebaikan, mulai dari menjaga harga diri dengan kejujuran, menghargai satu butir nasi, mensyukuri setiap nikmat yang diberi Allah, dan banyak hal berharga lainnya. Pukat yang memang benar-benar anak yang lebih dari pandai tapi dia cerdas, mau berfikir dan menaati setiap perkataan mamak dan bapaknya, walau tak jarang juga di membantah, tapi dia mengerti kesalahan dan tak malu meminta maaf. Satu lagi yang paling teringat yaitu teka-teki Wak Yati, dan saya bisa mene ...more
Wit Witha
Dec 19, 2015 Wit Witha rated it it was amazing
Kebaikan dan kesederhanaan di perkampungan terpencil pulau Sumatra.
Pukat adalah anak ke dua dari empat bersaudara. Dalam kehidupanya, Pukat dikenal sebagai anak yang cerdas dan kreatif. Cerita Pukat dimulai saat ia, Bapak, dan Burlian pulang dari kabupaten menaiki kereta api. Di perjalan melewati trowongan yang gelap, terjadilah perampokan. Semua harta penumpang di minta paksa oleh para perampok. Pukat dengan cerdiknya menaruh bubuk kopi di sepatu para perampok, sehingga mereka dapat dengan muda
...more
Arief Priyo
Jun 23, 2011 Arief Priyo rated it liked it
Agak anaeh sebenarnya membaca buku ini setelah membaca burlian. Tapi emang pengarangnya ngeluarin Burlian dulu sih...
any way,, cerita ini juga teladan yang baik. KEtika si Burlian rajin bertanya, Pukat adalah sosok yang cerdas dan tipika pemikir. Seandainya anak Indonesia seperti PUkat, woouuu... Pasti Amazing ....... :)
Ditochan
Mar 22, 2014 Ditochan rated it really liked it
Seberapa besar cinta mamak

seperti dejavu, saat membacanya. Seolah-olah merasakan menjadi seorang pukat yang sedang marah pada mamaknya, kekeuh tidak mau mengakui kesalahan pada mamaknya, tidak mau makan karena ingin menghukum mamaknya oi betapa egoisnya..tetapi karena itu juga ia akhirnya tersadar..

Bapak benar, "Jangan pernah membenci Mamak kau,
jangan sekali-kali . . karena jika kau tahu sedikit saja yang telah ia lakukan demi kalian, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d
...more
Echy
Aug 31, 2011 Echy rated it it was amazing
buku ini membuat saya begitu bergetar. mamak yang galak, tapi penuh cinta dan kasih sayang. bapak yang lembut, namun penuh ketegasan.
mereka adalah contoh orang tua yang baik dalam mendidik anak2nya.

jaman sekarang, masih nemu gak ya orangtua yang kaya mereka ? atau, anak-anak macam pukat ?
Alma Wahdie
Jan 11, 2015 Alma Wahdie rated it it was amazing
Ini yang urutan kedua yang aku baca.
ahhaaaa walau ga berurutan tapi aku senang bacanya ga ketinggalan.
Maksudnya, cerita tiap serinya memang beda, jadi tetep bis diikutin walau bacanya ga berurutan. Hebatlah pokoknya.

Disini aku jadi lebih sering menebak dan bertanya- tanya tentang cerita ini.

- Apa ini kisah nyata?
- Mungkin tentang kisah masa kecil Pak Tere Liye? atau ibu? (dunno, sorry)
- Setting cerita ini d sumsel, ada sebut nama prabumulih, palembang. Aku tebak ini setting Lahat ya? tapi ada b
...more
Aina Dayana Hilmi
Dec 16, 2015 Aina Dayana Hilmi rated it it was amazing
Shelves: 2015
Bismillahirrahmanirrahim.

'Ending' ceritanya membuatkan tawa meletus. Pintar sekali Pukat ;)


Selepas membaca kisah Eliana dan Burlian, kagum terasa terhadap bapak dan mamak. Mereka insan biasa. Walau tidak bersekolah tinggi tetapi harapan yang dipasang pada anak-anak berhasil menjadikan mereka 'orang'.

Menjadi insan hebat pabila dewasa. Masya Allah.

Pengalaman ketika kecil sangat membantu Pukat dan anak-anak lain menjadi insan yang kental jiwanya dan berjaya di dalam hidup.

Pak Bin, lebih 25 tahun
...more
Vanda Kemala
May 16, 2014 Vanda Kemala rated it liked it
Serial yang ceritanya soal anak-anak dengan segala keluguan juga kepolosan. Dunia penuh bermain, saling ejek satu sama lain, saling jail, juga persaingan perkara hal kecil.

Dari segi cerita, cukup menarik. Ini buku ketiga dari serial cerita anak-anak Mamak. Mungkin semacam "kesalahan", langsung loncat ke buku ketiga, karena di beberapa cerita, ada pengingat "(baca buku ke ...)"

Agak mengganggu di beberapa cerita yang penggunaan tanda bacanya nggak sesuai. Tiba-tiba muncul tanda tanya di kalimat ya
...more
Setiawan Rangga
Mar 22, 2015 Setiawan Rangga rated it really liked it
Shelves: tere-liye
namaku Pukat..aku sering dijuluki sebagai anak yang selalu punya berbagai jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan teman-teman maupun keluargaku. aku anak kedua dari empat bersaudara..kisah ku ini tidak kalah seru dibanding Amelia ataupun Burlian yang merupakan adikku.

cerita pukat yang buku ke-3 dari 4 buku serial anak anak mamak Tere Liye ini. buku kedua yang aku baca setelah Amelia. di buku Pukat ini lebih ke cara Pukat mencari jawaban atas teka teki yang diberikan oleh wawaknya..dan untuk
...more
Zulkarnain Muslim
May 09, 2014 Zulkarnain Muslim rated it it was amazing
Shelves: tere-liye
(*selain menyajikan kisah persahabatn dan kekeluargaan yang kental)
karena d tasbihkan sebagai anak pintar, awal2 aku mengira kisahnya bakal seperti bab awal layaknya penangkapan perampok d kereta, dengan trik2 pukat dsb. tapi aku salah, pukat si anak pintar yang d maksudkan d sini bukan pintar seperti itu, bahkan pintar yang lebih dari itu., mengamati, mengambil hikmah, sedikit bertanya dengan lebih banyak berfikir dan merangkai kejadian2 dan mengambil kesimpulannya. belajar dalam arti yang lebi
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 99 100 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Ranah 3 Warna (Negeri 5 Menara, #2)
  • Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
  • Cinta di Dalam Gelas
  • Dalam Dekapan Ukhuwah
  • Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
  • Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali
  • Negeri van Oranje
  • Mimpi Mimpi Si Patah Hati
  • De Winst
  • Negara Kelima
  • Tanah Tabu
  • Nguping Jakarta
  • 2
  • Saga no Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku
838768

"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."

"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
More about Tere Liye...

Other Books in the Series

Anak-anak Mamak (4 books)
  • Burlian (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 2)
  • Eliana (Serial Anak-Anak Mamak, Buku 4)
  • Amelia

Share This Book



No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Filosofi padi, "semakin berisi maka padi akan semakin merunduk", maknanya "semakin kita merasa bisa maka kita harus bisa semakin merasa” 172 likes
“Menunggu dan berharap. Selalulah meminta pertolongan dengan dua hal itu. Menunggu berarti sabar. Berharap berarti doa.” 28 likes
More quotes…