Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)

Pukat (Anak-anak Mamak #03)

by
4.05 of 5 stars 4.05  ·  rating details  ·  930 ratings  ·  80 reviews
"Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali. Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..."

Meski dibesarkan dalam kesederhanaan, keterbatasan, berbaur dengan kepolosan dan kenakalan. Ma...more
Paperback, 351 pages
Published March 2010 by Penerbit Republika (first published 2010)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroRonggeng Dukuh Paruk by Ahmad TohariSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
124th out of 417 books — 1,259 voters
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin by Tere LiyeHafalan Shalat Delisa by Tere LiyeNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiRanah 3 Warna by Ahmad FuadiAyahku (Bukan) Pembohong by Tere Liye
hafalan shalat delisa
23rd out of 50 books — 160 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,655)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Ali Rachmat
Pukat, anak yang cerdas adalah anak kedua dari serial anak-anak mamak, tetapi buku ketiga dari seril tersebut...
banyak Nilai moral yang bisa di ambil dari serial anak-anak mamak ( Pukat ).

Berikut beberapa kata-kata yang terdapat di dalam novel PUKAT :

"Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta."

“Kiba, tidak ada yang paling menyedihkan didu...more
Fizah
“Lubang pembuangan terkotor di dunia adalah mulut kita. Nek Kiba menghela nafas pelan, Mulut kitalah yang setiap hari mengeluarkan bau paling memualkan, mulut kitalah yang tega mengunyah bangkai, mulut kitalah yang menelan lantas memuntahkan kotoran busuk. Oi, andaikata kalian bisa menjaganya, tetap kebanyakan dari kalian tidak bisa menghindari mulut mengeluarkan sampah-sampah tidak berguna, meski tidak bau dan tidak mengganggu. Kalian tetap sering mengeluarkan ucapan mubazir, perkataan sia-sia....more
Indarpati Indarpati
Awal aku tertarik membaca tulisan Tere Liye gara-gara seorang sahabat ngefans berat sama dia. Hanya, berbeda dengan Tasaro yang ramah n enak jika diajak 'ngobrol' penggemarnya, katanya si Tere ini agak jutek. Nah, justru kata jutek inilah yang membuatku ingin tahu tulisannya. Dan saudara-saudara, aku ternyata selama ini terkecoh sama nama penanya. Kukira si Tere Liye ini cewek. Nyatanya nama aslinya Darwis. Cowok bo'!
Oke, back to book!
Karena ini serial ketiga dari anak-anak mamak, tak bisalah a...more
Ummu Auni
Berbeza dengan Burlian di mana setiap bab merupakan satu kisah kecil satu kehidupan, Pukat disajikan oleh penulis sebagai satu cerita/ wadah kehidupan dari kaca mata Pukat (abang Burlian). Sungguh lebih banyak kisahnya yang panjang-panjang, yang banyak menyebabkan saya berfikir.

Pukat digelar anak pandai, namun pandainya tidak begitu ditonjolkan, kecuali di awalan cerita di mana mereka dapat memerangkap pencuri di dalam keretapi.

Masih ada unsur lelucon di dalam kisah ini, cinta pertama Raju yan...more
Hairi
Menggigit, riang, mengenyangkan, bikin senyum2, ketawa-ketiwi.



Saya suka banget ama buku ini. Tak banyak.. atau bahkan hampir tidak ada buku yang bisa menghibur saya di saat saya dalam periode bete stadium akut, tapi buku ini bisa.. *takjub*. Terima Kasih Pukat telah menjadi teman yang sangat menyenangkan dalam masa-masa itu.. :)



Suka cerita waktu Raju, temannya si Pukat jatuh cinta. Aiiih... Cinta emang bumbu yang paling lariss deh. Tapi ini beda, cinta monyet gitu. Dan saya tesenyum lebaaar wakt...more
Indah Azlina
“Baiklah, mungkin ada gunanya juga kau tidur di luar malam ini. Berfikir. Pikirkan kalimat Bapak ini, kau tahu, kenapa setiap anak harus mendengarkan nasehat, larangan, atau apa saja dari Mamak-nya? Sungguh bukan karena Mamak pernah jadi anak kecil, sedangkan kau belum pernah jadi orang dewasa. Bukan karena ukuran usia atau kedewasaan…. Tetapi jikau kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d...more
Titi Estiningrum
akhirnya kebeli juga si pukat ni... karena dah nahan-nahan sejak pameran buku Ikapi di bandung februari lalu.
menurutku, pukat tidak seseru burlian. bagus sih..., tetap ada 'sentuhan tere' seperti yang kurasakan di buku-buku lain yang sudah kubaca.
buku ketiga tentang anak-anak mamak, tentang si pukat yang pintar, dengan segala kepintarannya sampai-sampai bercerita pun penuh rahasia. (grrh... penasaran kenapa si Raju masih hidup).
yang kusuka dari buku ini adalah, pukat bener-bener seperti apa adan...more
Septika

Saya sudah terkontaminasi virus ‘Tere Liye’ ahahaaa… Buku2 bang Tere sukses menghipnotis saya, termasuk buku ‘Pukat’ ini,,kembali saya beri 4 bintang *plok..plok..plok*

Pukat merupakan buku ke-3 dari serial anak2 mamak, tetapi menjadi buku ke-2 yang terbit setelah Burlian. Untuk urutan terbit buku2 dalam serial anak2 mamak ini, sungguh saya masih bingung, kenapa penulisnya tidak menerbitkan sesuai dengan urutan kelahiran anak2 mamak, dari yg tertua Eliana-Pukat-Burlian-Amelia, tetapi justru acak:...more
Uci Febria
Buku ketiga ??? Sebenarnya agak ragu juga menuliskan buku ini sebagai buku ketiga, karena yang saya tahu cuma dua seri Burlian dan Pukat. Buku pertamanya apa?? Saya sudah coba mencari informasi buku pertamanya di buku Pukat ini tetapi saya tidak menemukan informasi yang saya inginkan.

Serial Anak-anak Mamak ini ternyata tidak jauh berbeda dengan buku kedua Burlian. Hanya tokoh utamanya saja yang berbeda.Suasana yang saya dapatkan hampir sama dengan yang saya dapatkan saat membaca Burlian. Dari a...more
Echy
buku ini membuat saya begitu bergetar. mamak yang galak, tapi penuh cinta dan kasih sayang. bapak yang lembut, namun penuh ketegasan.
mereka adalah contoh orang tua yang baik dalam mendidik anak2nya.

jaman sekarang, masih nemu gak ya orangtua yang kaya mereka ? atau, anak-anak macam pukat ?
Farid Ikhsan
Sebuah bacaan yang bergizi, dan karenanya, saya ingin menambahkannya ke dalam daftar koleksi perpustakaan saya. Sebuah bacaan alternatif di tengah-tengah hiburan yang kian menggelisahkan. Banyak sekali pesan moral di sini, mengajarkan anak-anak (juga kita) tentang prinsip-prinsip kebijaksanaan hidup.
Dan yang palig berkesan bagi saya adalah teka-teki Wak Yati, Apakah Warisan paling berharga dari kampung kita? Sebuah teka-teki yang jika Pukat berhasil memecahkannya, ia akan Wak Yati meminta Pukat...more
Arahmat Jatnika Amsar
Terlepas dari beberapa fakta yang tidak cocok dengan dua buku lainnya, Burlian dan Eliana, buku ini sempurna membuat saya menyeringai ketika membaca kalimat terakhirnya. Bagaimanalah, kalimat terakhir buku ini menyuruh saya berfikir, merangkaikan kejadian-kejadian yang ada, lantas membuat kesimpulan sendiri. Benar-benar buku yang unik.

Buku ini juga berhasil memberi pemahaman kepada saya mengenai apa sebenarnya harta karun paling berharga di negara ini. Ingin tahu? Berfikirlah sedikit, rangkaikan...more
Adek
Dalam catatannya, penulis mengungkapkan besar keinginannya untuk memberikan pilihan bacaan yang memiliki standar moralitas, kebaikan, kasih sayang keluarga, kesederhanaan yang tetap dibungkus dengan kepolosan, kenakalan dan keterbatasan anak-anak. Dan hasilnya, Tere Liye sukses besar melakukan hal tersebut.

Berkisah tentang keluarga Bapak Syahdan dan Mamak Nur dengan empat anaknya yang hebat: Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. Kisah masing-masing anak diceritakan sendiri-sendiri oleh Tere Liye....more
Dwie Wulan
Pukat si anak pintar. Pukat si anak yang selalu tahu jawaban semua pertanyaan.. Ceritanya ga kalah menarik dengan Burlian.

Membaca novel serial anak-anak mamak ini membuat saya asik terhanyut menyelami kehidupan masa kecil mereka, kesederhanaan, kenakalan, kejujuran, dan kepolosan-kepolosannya.. Sungguh memang masa anak-anak adalah masa yang paling indah.

Ga sabar membaca buku ke 4, Eliana dan buku pertamanya yang belum terbit, Amelia.

Dan oh, tere liye memang pandai berteka-teki saya pun termasu...more
Fariza
Apr 11, 2011 Fariza rated it 5 of 5 stars
Recommended to Fariza by: Ummu Auni
Shelves: best-series
Berbeza dengan Burlian, Pukat sangat bijak. Tidak banyak bertanya dan punya jawapan kepada kebanyakan soalan dan menjadikannya sebagai pelajar favorite.

Saya menyangka Tere Liye akan membuat plot yang sama di mana salah seorang kawan Pukat akan mati juga seperti Ahmad dalam buku Burlian. Namun begitu, saya begitu gembira apabila Raju masih hidup dan berkahwin dengan Saleha. Sedikit 'twist' yang menarik.

Paling saya suka Watak Wak Yati berkembang banyak dalam Pukat berbanding Burlian. Menarik.
drg Rifqie Al Haris
Jika kemarin aku sudah menuliskan untuk novel Burlian, sekarang giliran buku ke-3 nya yang akan aku review. Kali ini tokoh sentralnya adalah Pukat. Anak ke-2 dari anak-anak mamak. Pukat adalah anak yang cerdas. Bahkan ada sedikit terselip cerita detektif dimana Pukat berhasil menidentifikasi siapa pelaku pembajakan kereta.

Novel ini masih saja kaya akan pesan moral. Tidak ketinggalan juga akan banyak sekali informasi mengenai kearifan sosial budaya tempat Pukat tinggal. Semangat kekeluargaan yang...more
Aniq Atiqi Rohmawati
Harta benda yang paling berharga dari sebuah kampung yakni anak-anak yang dibesarkan oleh kebijaksanaan alam, dididik langsung oleh kesederhanaan kampung. Kamilah generasi berikut yang bukan hanya memastikan apakah hutan-hutan kami, tanah-tanah kami tetap lestari, tetapi juga pakah kejujuran, harga diri, perangai yang elok serta kebaikan tetap terpelihara di manapun kami berada.

Menunggu dan berharap. Itulah kebijaksanaan tertua yang dimilki leluhur kita. Selalulah meminta pertolongan dengan dua...more
miss
Hmmn.. Burlian & Pukat.. Apa bedanya ya? Seperti satu orang, bukan kakak adik..

Empat bintang..
Karena banyak nilai moral yg bisa dipetik, yg selama ini terlupakan..
Ya.. Kebaikan2 kecil yg mulai menghilang..

"Kitalah yg paling tahu spt apa kita, spanjang kita jujur thd diri sendiri. Spanjang kita tbuka dg pndapat org lain, mau mendengarkan masukan & punya sdkt selera humor, menertawakan diri sendiri. Dg itu semua kita bisa terus mmperbaiki perangai"
P.94
Ahfie Rofi
serial anak mamak menurut sudut pandang Pukat, kakak dari Burlian dan Amelia, dan juga adik dari Eliana...

ada satu rahasia pada buku 'Burlian' yang dibahas di buku ini...

yang penasaran atas rahasia pada buku sebelumnya, segera datang ke toko buku terdekat dan belilah bukunya Tere Liye yang berjudul "Pukat 'serial anak mamak'" ini...
Arief Priyo
Agak anaeh sebenarnya membaca buku ini setelah membaca burlian. Tapi emang pengarangnya ngeluarin Burlian dulu sih...
any way,, cerita ini juga teladan yang baik. KEtika si Burlian rajin bertanya, Pukat adalah sosok yang cerdas dan tipika pemikir. Seandainya anak Indonesia seperti PUkat, woouuu... Pasti Amazing ....... :)
Safira Candra asih
Cool... !!! This book make me realize that we are the next future generations of Indonesia is the most valuable for the nations progressions.... But we must have a hard work, passion, and not easy to give up to to reach and realize our dream...
nadia N.
~ "orang-orang yang bersungguh-sungguh jujur, menjaga kehormatannya, dan selalu berbuat baik kepada orng lain,maka meski hidupnya tetap sederhana, tetap terlihat biasa-bisa sha, maka dia sejatinya telah menggenggam seluruh kebahagiaan dunia" ;)
Ananda Sivi
Alahmdulillah, Pukatnya selesai sudah.
Subhanallah.. nggak kalah hebat sama Burlian.
Pukat yg memang kakaknya Burlian pikirannya pun lebih 'kakak' dan lagi, dia juga anak yg cerdas n pintar!
ceritanya masih seputar pengalaman anak-anak mamak. dgn sudut pandang Pukat cerita ini lebih beda dari Burlian.
Tetap sarat makna dan mengajari kita berbagai hal yg kadang justru kita sepelekan,
seperti kejujuran, persahabatan, kasih sayang, dan arti seorang ibu.
Fitria
keren...
banyak mengandung nasihat, bagaimana pendidikan anak-anak, tentang sebuah kejujuran dan perkembangan. kepengen bisa mengoleksi semua buku anak-anak mamak na darwis tere liye, semoga suatu saat bisa dibca juga oleh anak ku :)
Nides
novel yang bagus,
tokoh pukat memberikan kita pengajaran bahwa apapun impian kita walaupun setinggi langit dapat tercapai jika berusaha sungguh-sungguh..
pukat seorang anak dari daerah pedalaman dapat mengejar cita-citanya sampai belanda
Elly Wani
'Orang-orang yang bersungguh-sungguh jujur, menjaga kehormatannya, dan selalu berbuat baik kepada orang lain, maka meski hidupnya tetap sederhana, tetap terlihat biasa-biasa saja, maka sejatinya ia telah menggenggam dunia'
Jumita
Aug 11, 2012 Jumita added it
novel pukat ini kembali mengingatkan saya akan cinta seorang ibu yang sungguh teramat luar biasa,cinta seoranng sahabat dan persaudaraan ..maaf gak bisa kasih koment yang bermutu
Bunga Mawar
Addoooh...

Ini teh Bang Pukat?
Yakin?
Kok sama aja kayak Burlian?
Ceritanya aja yang beda
Dan saya lebih cinta Burlian
yang udah lahir tanpa beban jadi anak pintar
atau jadi sekuel, prekuel, atau uwel2...
Arum Silviani
Diantara Burlian, Eliana, dan Pukat, buku ini memang yang paling saya suka. Menurut saya ini yang paling sederhana kisahnya. Lucu, sekaligus mengharukan.
Diah
Pukat hebat. Selalu suka cara Tere Liye menyampaikan nilai moral terhadap pendidikan anak-anak.
Thumbs up! Masih ada 2 buku lagi nih dari serial ini ;)
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 55 56 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
838768
http://www.facebook.com/pages/Darwis-...

"jangan mau jadi kritikus buku, tapi tidak pernah menulis buku"
More about Tere Liye...
Hafalan Shalat Delisa Bidadari Bidadari Surga Rembulan Tenggelam Di Wajahmu Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin Moga Bunda Disayang Allah

Share This Book

Your website

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Filosofi padi, "semakin berisi maka padi akan semakin merunduk", maknanya "semakin kita merasa bisa maka kita harus bisa semakin merasa” 81 people liked it
More quotes…