reviews

Nov 13, 2011
Indarwati rated it: 4 of 5 stars
Awal aku tertarik membaca tulisan Tere Liye gara-gara seorang sahabat ngefans berat sama dia. Hanya, berbeda dengan Tasaro yang ramah n enak jika diajak 'ngobrol' penggemarnya, katanya si Tere ini agak jutek. Nah, justru kata jutek inilah yang membuatku ingin tahu tulisannya. Dan saudara-saudara, aku ternyata selama ini terkecoh sama nama penanya. Kukira si Tere Liye ini cewek. Nyatanya nama aslinya Darwis. Cowok bo'!
Oke, back to book!
Karena ini serial ketiga dari anak-anak mamak, tak More...
0 comments like (1 person liked it)
Feb 27, 2011
Fairynee rated it: 4 of 5 stars
"Pukat" merupakan seri kedua dari tetralogi anak-anak mamak karangan Tere-Liye. Pukat merupakan kakak Burlian yang mendapat julukan si "Serba Tahu" alias si "Anak Pintar".

Novel ini bercerita tentang tingkah laku anak-anak menjelang masa pubertas. Terdapat banyak kelucuan dalam novel ini, salah satunya ketika Raju yang terkena syndrom "Jatuh Cinta" kepada Saleha, anak baru dari kota yang sangat cantik sekali bertingkah linglung. Perubahan sikap Ra More...
0 comments like (2 people liked it)
Feb 04, 2011
Ummu Auni rated it: 4 of 5 stars
Berbeza dengan Burlian di mana setiap bab merupakan satu kisah kecil satu kehidupan, Pukat disajikan oleh penulis sebagai satu cerita/ wadah kehidupan dari kaca mata Pukat (abang Burlian). Sungguh lebih banyak kisahnya yang panjang-panjang, yang banyak menyebabkan saya berfikir.

Pukat digelar anak pandai, namun pandainya tidak begitu ditonjolkan, kecuali di awalan cerita di mana mereka dapat memerangkap pencuri di dalam keretapi.

Masih ada unsur lelucon di dalam kisah ini More...
0 comments like (3 people liked it)
Dec 23, 2010
Hairi rated it: 4 of 5 stars
Menggigit, riang, mengenyangkan, bikin senyum2, ketawa-ketiwi.



Saya suka banget ama buku ini. Tak banyak.. atau bahkan hampir tidak ada buku yang bisa menghibur saya di saat saya dalam periode bete stadium akut, tapi buku ini bisa.. *takjub*. Terima Kasih Pukat telah menjadi teman yang sangat menyenangkan dalam masa-masa itu.. :)



Suka cerita waktu Raju, temannya si Pukat jatuh cinta. Aiiih... Cinta emang bumbu yang paling lariss deh. Tapi ini beda, More...
2 comments like (2 people liked it)
Aug 23, 2010
Indah rated it: 4 of 5 stars
“Baiklah, mungkin ada gunanya juga kau tidur di luar malam ini. Berfikir. Pikirkan kalimat Bapak ini, kau tahu, kenapa setiap anak harus mendengarkan nasehat, larangan, atau apa saja dari Mamak-nya? Sungguh bukan karena Mamak pernah jadi anak kecil, sedangkan kau belum pernah jadi orang dewasa. Bukan karena ukuran usia atau kedewasaan…. Tetapi jikau kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh d More...
0 comments like (1 person liked it)
Apr 16, 2010
Titi rated it: 3 of 5 stars
akhirnya kebeli juga si pukat ni... karena dah nahan-nahan sejak pameran buku Ikapi di bandung februari lalu.
menurutku, pukat tidak seseru burlian. bagus sih..., tetap ada 'sentuhan tere' seperti yang kurasakan di buku-buku lain yang sudah kubaca.
buku ketiga tentang anak-anak mamak, tentang si pukat yang pintar, dengan segala kepintarannya sampai-sampai bercerita pun penuh rahasia. (grrh... penasaran kenapa si Raju masih hidup).
yang kusuka dari buku ini adalah, pukat bener-bene More...
0 comments like (2 people liked it)
Jun 17, 2010
Septika rated it: 4 of 5 stars

Saya sudah terkontaminasi virus ‘Tere Liye’ ahahaaa… Buku2 bang Tere sukses menghipnotis saya, termasuk buku ‘Pukat’ ini,,kembali saya beri 4 bintang *plok..plok..plok*

Pukat merupakan buku ke-3 dari serial anak2 mamak, tetapi menjadi buku ke-2 yang terbit setelah Burlian. Untuk urutan terbit buku2 dalam serial anak2 mamak ini, sungguh saya masih bingung, kenapa penulisnya tidak menerbitkan sesuai dengan urutan kelahiran anak2 mamak, dari yg tertua Eliana-Pukat-Burlian-Amelia, t More...
2 comments like (2 people liked it)
May 07, 2010
Uci rated it: 3 of 5 stars
Buku ketiga ??? Sebenarnya agak ragu juga menuliskan buku ini sebagai buku ketiga, karena yang saya tahu cuma dua seri Burlian dan Pukat. Buku pertamanya apa?? Saya sudah coba mencari informasi buku pertamanya di buku Pukat ini tetapi saya tidak menemukan informasi yang saya inginkan.

Serial Anak-anak Mamak ini ternyata tidak jauh berbeda dengan buku kedua Burlian. Hanya tokoh utamanya saja yang berbeda.Suasana yang saya dapatkan hampir sama dengan yang saya dapatkan saat membaca Bur More...
0 comments like (1 person liked it)
Jan 04, 2012
Echy rated it: 5 of 5 stars
buku ini membuat saya begitu bergetar. mamak yang galak, tapi penuh cinta dan kasih sayang. bapak yang lembut, namun penuh ketegasan.
mereka adalah contoh orang tua yang baik dalam mendidik anak2nya.

jaman sekarang, masih nemu gak ya orangtua yang kaya mereka ? atau, anak-anak macam pukat ?
0 comments like (1 person liked it)
Mar 06, 2011
Farid rated it: 4 of 5 stars
Sebuah bacaan yang bergizi, dan karenanya, saya ingin menambahkannya ke dalam daftar koleksi perpustakaan saya. Sebuah bacaan alternatif di tengah-tengah hiburan yang kian menggelisahkan. Banyak sekali pesan moral di sini, mengajarkan anak-anak (juga kita) tentang prinsip-prinsip kebijaksanaan hidup.
Dan yang palig berkesan bagi saya adalah teka-teki Wak Yati, Apakah Warisan paling berharga dari kampung kita? Sebuah teka-teki yang jika Pukat berhasil memecahkannya, ia akan Wak Yati meminta More...
13 comments like (1 person liked it)
Apr 11, 2011
Fariza rated it: 5 of 5 stars
Berbeza dengan Burlian, Pukat sangat bijak. Tidak banyak bertanya dan punya jawapan kepada kebanyakan soalan dan menjadikannya sebagai pelajar favorite.

Saya menyangka Tere Liye akan membuat plot yang sama di mana salah seorang kawan Pukat akan mati juga seperti Ahmad dalam buku Burlian. Namun begitu, saya begitu gembira apabila Raju masih hidup dan berkahwin dengan Saleha. Sedikit 'twist' yang menarik.

Paling saya suka Watak Wak Yati berkembang banyak dalam Pukat berbanding Bu
0 comments like (1 person liked it)
Jan 28, 2012
drg Rifqie rated it: 4 of 5 stars
Jika kemarin aku sudah menuliskan untuk novel Burlian, sekarang giliran buku ke-3 nya yang akan aku review. Kali ini tokoh sentralnya adalah Pukat. Anak ke-2 dari anak-anak mamak. Pukat adalah anak yang cerdas. Bahkan ada sedikit terselip cerita detektif dimana Pukat berhasil menidentifikasi siapa pelaku pembajakan kereta.

Novel ini masih saja kaya akan pesan moral. Tidak ketinggalan juga akan banyak sekali informasi mengenai kearifan sosial budaya tempat Pukat tinggal. Semangat kekel More...
May 25, 2010
opie rated it: 4 of 5 stars
Hmmn.. Burlian & Pukat.. Apa bedanya ya? Seperti satu orang, bukan kakak adik..

Empat bintang..
Karena banyak nilai moral yg bisa dipetik, yg selama ini terlupakan..
Ya.. Kebaikan2 kecil yg mulai menghilang..

"Kitalah yg paling tahu spt apa kita, spanjang kita jujur thd diri sendiri. Spanjang kita tbuka dg pndapat org lain, mau mendengarkan masukan & punya sdkt selera humor, menertawakan diri sendiri. Dg itu semua kita bisa terus mmperbaiki perangai"
0 comments like (1 person liked it)
Aug 27, 2010
ayundabs rated it: 4 of 5 stars
Mulai membaca buku ini, aku berpikir akan biasa-biasa saja. Banyak temanku yang berkata ceritanya jelek. Tapi menurutku, ini adalah salah satu buku Indonesia yang paling aku suka.
Buku ini mengisahkan tentang empat bersaudara yang tinggal di kampung, dan diceritakan lewat Pukat, seorang anak pintar. Hal yang paling kusuka dari buku ini adalah bahwa Pukat bercerita dengan deskripsi dan kata-kata yang menarik dan mudah dimengerti, dan aku sangat senang membacanya.
Buku ini bisa membuatku t More...
0 comments like (1 person liked it)
Jun 23, 2011
Arief Priyo rated it: 3 of 5 stars
Agak anaeh sebenarnya membaca buku ini setelah membaca burlian. Tapi emang pengarangnya ngeluarin Burlian dulu sih...
any way,, cerita ini juga teladan yang baik. KEtika si Burlian rajin bertanya, Pukat adalah sosok yang cerdas dan tipika pemikir. Seandainya anak Indonesia seperti PUkat, woouuu... Pasti Amazing ....... :)
0 comments like (1 person liked it)
Oct 10, 2011
nadia added it
~ "orang-orang yang bersungguh-sungguh jujur, menjaga kehormatannya, dan selalu berbuat baik kepada orng lain,maka meski hidupnya tetap sederhana, tetap terlihat biasa-bisa sha, maka dia sejatinya telah menggenggam seluruh kebahagiaan dunia" ;)
Jun 28, 2010
Ananda rated it: 4 of 5 stars
Alahmdulillah, Pukatnya selesai sudah.
Subhanallah.. nggak kalah hebat sama Burlian.
Pukat yg memang kakaknya Burlian pikirannya pun lebih 'kakak' dan lagi, dia juga anak yg cerdas n pintar!
ceritanya masih seputar pengalaman anak-anak mamak. dgn sudut pandang Pukat cerita ini lebih beda dari Burlian.
Tetap sarat makna dan mengajari kita berbagai hal yg kadang justru kita sepelekan,
seperti kejujuran, persahabatan, kasih sayang, dan arti seorang ibu.
2 comments like (1 person liked it)
Jul 20, 2011
Nides rated it: 4 of 5 stars
novel yang bagus,
tokoh pukat memberikan kita pengajaran bahwa apapun impian kita walaupun setinggi langit dapat tercapai jika berusaha sungguh-sungguh..
pukat seorang anak dari daerah pedalaman dapat mengejar cita-citanya sampai belanda
May 09, 2010
Bunga Mawar rated it: 2 of 5 stars
Addoooh...

Ini teh Bang Pukat?
Yakin?
Kok sama aja kayak Burlian?
Ceritanya aja yang beda
Dan saya lebih cinta Burlian
yang udah lahir tanpa beban jadi anak pintar
atau jadi sekuel, prekuel, atau uwel2...
Oct 11, 2010
Decky rated it: 4 of 5 stars
benar2 menyentuh....dibalik semua kesederhanaan kehidupan kampung, terdapat nilai2 moral yang sudah jarang terlihat sekarang ini.....recomended :)
Dec 13, 2011
Fifin rated it: 3 of 5 stars
ini sebenarnya novel pertama dari kumpulan serial anak-anak mamak dari tere liye yang saya baca. Saya terlebih dulu selesai membaca Eliana. Jika dibandingkan dengan Eliana, novel Pukat ini lebih minim petualangan. Di novel ini lebih ditekankan bagaimana otak genius Pukat sering kali membantu menyelesaikan masalah orang-orang sekitarnya.

Kalau melihat sosok Pukat ini, saya jadi ingat sosok Dalimunte yang ada di novel Bidadari-bidadari syurga. Saya curiga jangan jangan Tere Liye sedang More...
Jul 28, 2011
Febi rated it: 4 of 5 stars
Pukat, anak pintar! ini mungkin dianggap bandel buat sebagian orang. Pantas dia mengejar mimpinya hingga ke Belanda. keren..
Oct 06, 2010
Fauziyyah rated it: 5 of 5 stars
suka banget lah pokoknya,
benar-benar asyik ya ceritera masa kanak-kanak tu, pun tanpa perlu mendeskripsi dewasanya
Sep 29, 2011
Za rated it: 5 of 5 stars
Ahh...Saya tertipu!

Saya pikir Raju meninggal, hampir saya berpikir ini adalah kesalahan penulis. Tapi, cepat-cepat ditampik oleh pikiran saya, mana mungkin seorang Tere-Liye melakukan kesalahan seperti itu. Sampai akhirnya saya membaca kalimat terakhir LOL Hanya bisa tertawa dan tertohok sangat dalam..

"Berpikirlah sedikit, rangkaikan sendiri kejadian-kejadia yang ada, lantas dengan cerdas mengambil kesempulan. Jangan macam Burlian yang hanya sibuk bertanya, bertanya dan More...
Nov 10, 2010
ulil rated it: 5 of 5 stars
..... so confused....
you like childern...?
if your answer is yes... you must read it
Dec 07, 2011
I'an rated it: 5 of 5 stars
novel dengan ending terkeren that i've ever read :))
Oct 18, 2011
Arahamawan is currently reading it
baru dapet dari perpus, smoga bermanfaat
Nov 21, 2010
Ray rated it: 4 of 5 stars
Pukat, anak mamak yang cermat :)
Jun 08, 2010
Desil rated it: 5 of 5 stars
pekan depan insyaallah dibaca..;,)
Jan 25, 2012
Bae rated it: 4 of 5 stars
anak mamak emang keren