Tangan Untuk Utik
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Tangan Untuk Utik

by
3.38 of 5 stars 3.38  ·  rating details  ·  24 ratings  ·  10 reviews
Buku ini merupakan kumpulan 13 cerpen karya Bamby Cahyadi, nama pena dari Bambang Cahyadi, yang sehari-harinya bekerja sebagai store manager di sebuah restoran cepat saji di Jakarta. Keseriusannya menulis cerpen berawal sejak 2007. Ia menulis berbagai tema cerpen di berbagai majalah, blog pribadi, facebook dll.Ia juga aktif mengelola Komunitas Sastra Jakarta (Kosakata) ber...more
Hardcover, Pertama, 133 pages
Published October 10th 2009 by Koekoesan (first published 2009)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Tangan Untuk Utik, please sign up.

Be the first to ask a question about Tangan Untuk Utik

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-29 of 47)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
AS Durobasti
#1
Penyair adalah pencuri. Penyair adalah pemburu. Begitu dua pernyataan yang begitu saya ingat dari kedua ‘guru’ saya, TS Pinang dan Hasan Aspahani. Penyair mencuri kejadian, mencuri fakta, bahkan mencuri frase dari lingkungannya. Dalam menuliskannya, penyair jua pemburu, yang mengincar sesuatu untuk ditembaki, bila perlu sampai mati. Tak jauh berbeda sebenarnya, seorang cerpenis pun seperti itu. Yang membedakannya adalah cerpenis memiliki ruang lebih untuk berburu. Ia jauh lebih tidak terpancin...more
Helvry Sinaga
Dari 13 cerpen Bamby yang ada dalam buku ini, saya terkesan pada satu judul yang turut menjadi cover buku ini, yaitu Tangan untuk Utik.
Bagi saya, cerpen ini membuat saya memaknai kembali akan satu anggota tubuh yang memiliki fungsi yang tidak kalah penting.

Kembali pada satu pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu apa yang membedakan manusia dari binatang? ternyata selain pikiran dan perasaan, perbedaan secara fisik adalah manusia memiliki tangan. Jadi, bersyukurlah kita karena tangan yang masih...more
ayu-si-peri-kecil yudha
Karyawan Tua – Ia menantikan hari pensiunnya. Namun sebelum hari tersebut datang, ia memilih untuk pensiun dini. Benar-benar pensiun dengan caranya sendiri.

Tuhan, Jangan Rusak Televisi Ibuku… - Hanya ingin membahagiakan Ibu dengan apa yang menurutku bisa membahagiakannya. Ternyata, Ibu punya hal-hal tertentu yang bisa membahagiakannya. Tanpa aku tahu, tanpa aku duga. Ah bolehkan aku berbagi televisi denganmu, Ibu?

Bendera Itu Tidak Berkibar di Sini – Ini Indonesiaku, tanah merah putihku. Kalian b...more
Harun Harahap
Kesan saya setelah membaca cerpen-cerpen yang ada di dalam buku ini:

Karyawan Tua: Ketika ingin semua terlihat sempurna disitulah kau mulai menjalani kehidupan yang semu. Living a Lie.

Tuhan, Jangan Rusak Televisi Ibuku… : Mungkin itu hanyalah sebuah benda, sebuah simbol..tapi cukup untuk mengingatkanku padanya.

Bendera itu Tidak Berkibar di Sini : Sama, saya pun tak tahu apa itu Indonesia dan di mana itu Indonesia!

Tangan Untuk Utik : Aku ikut bahagia kau telah memiliki tangan. Bukan hanya sepasang...more
Sidik Nugroho
Cerita-cerita pendek, cerita-cerita yang kita baca tidak lebih dari setengah jam, cerita-cerita di halaman seni atau budaya koran-koran Minggu, atau di tengah-tengah sebuah majalah atau tabloid, selalu saja memiliki peminat. Ruang-ruang yang ada di media cetak itu, yang diisi berbagai cerpen dari berbagai penulis, telah menghasilkan beberapa pendatang atau cerpenis baru.

Bamby Cahyadi dalam buku Tangan untuk Utik menyajikan 14 cerita yang hadir dari perjalanannya sebagai cerpenis sejak tahun 2007...more
indri
#2010-89#



distraction. semua cerita ini tidak ada yang menjadi favorit saya. semua keren. semua mencengangkan. semua tidak ada yang bisa ditebak akhirnya.

kupikir membaca kumpulan cerpen akan cepat. ternyata kumpulan ini penyimpangan. ada yang membuat jeda dalam setiap ceritanya. ada yang dipikirkan dalam setiap akhirnya. sehingga tidak terlewat hanya sebagai hiburan belaka. isinya sendiri sudah diulas oleh ayu yudha.

"siapa yang tahu isi hati manusia?
siapa yang tahu di balik wajah ramah dan ceria...more
Bernard Batubara
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Dodi Prananda
Memang tidak semua cerpen dalam buku ini memikat, tapi yang beberapa memikat itu justru memiliki daya magnet baca yang luar biasa. Dibaca sekali, rasanya tak puas.
lita
Sep 14, 2010 lita marked it as to-read
makasi buat yang ngirimin. *liat kalender* arrrggh....cuma punya waktu 10 hari buat ikutan baca bareng :D
Uni Agusta
outstanding!
Nurul Aria
Nurul Aria marked it as to-read
Jun 11, 2014
Pilo_poly
Pilo_poly marked it as to-read
Apr 11, 2014
Aria Anggana
Aria Anggana is currently reading it
Jan 13, 2014
Hermawan Susanto
Hermawan Susanto marked it as to-read
Sep 07, 2013
Hero Yudhanto
Hero Yudhanto marked it as to-read
Dec 13, 2012
Echy Rosalia
Echy Rosalia marked it as to-read
Sep 29, 2010
Nana
Nana marked it as to-read
Sep 27, 2010
« previous 1 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
Kisah Muram di Restoran Cepat Saji Perempuan Lolipop

Share This Book