Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Garis Perempuan” as Want to Read:
Garis Perempuan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Garis Perempuan

by
3.4  ·  Rating Details ·  186 Ratings  ·  63 Reviews
Ranting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia. Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.

Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dilewati. Mereka tak berdaya mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adala
...more
Paperback, 375 pages
Published January 2010 by Bentang Pustaka
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
filter  |  sort: default (?)  |  Rating Details
lita
Mar 23, 2010 lita rated it liked it
Shelves: novel-indonesia
WARNING!!! Review ini cuma berisi curhat. Segala kritikan dan masukan saya tentang isi buku sudah saya sampaikan langsung ke penulis buku pada 9 April 2010.

Susahnya jadi perempuan
Jalan melenggang dibilang genit
Jalan tegak dibilang berlagak

Susahnya jadi perempuan
Berpakaian terbuka dibilang obral
Berpakaian tertutup dibilang konvensional

Susahnya jadi perempuan
Bicara banyak dibilang tak tahu diri
Bicara sedikit dibilang kepala tak berisi

Susahnya jadi perempuan...


Susahnya tumbuh menjadi seorang peremp
...more
miaaa
Mar 04, 2010 miaaa rated it really liked it
Recommends it for: lamski kikita
Recommended to miaaa by: Goodreads Indonesia
Let's talk about virginity. Some, well most would say, to the hell with virginity this is no 18th century, yet it is still a matter for few. This book put virginity as a delicate subject, delivered by four young women with different social backgrounds.

It tries to reflect that, being three Javanese and one Indonesian-Chinese, they're not only dealing with deep-rooted traditions regarding the virginity but also being a woman as well. Not many women, I'm talking about Indonesian specifically, have
...more
Farah
Jan 15, 2011 Farah rated it it was ok
Shelves: fiction, novel, reviewed
Buku ini bertele-tele.
Ya Tuhan, gue tidak pernah melihat buku dengan tebal halaman seperti buku ini, yang kalau cerita di dalamnya diceritakan kembali secara lisan, cuma memakan waktu kurang dari lima menit.
Kalau gue harus menceritakan kembali isi buku ini, mungkin reka adegannya akan seperti ini:

Reporter bincang-bincang sore di MetroTV (RBBSdM): "Farah mungkin bisa menceritakan kembali, bagaimana isi cerita buku ini?"

Farah: "Intinya sih ada 4 perempuan yang terbelenggu dengan status keperawanan
...more
Harun Harahap
Mar 25, 2010 Harun Harahap rated it really liked it
Shelves: punya, fiksi, indonesian
Review ini mengandung kata-kata vulgar*menurut saya*, jadi yang berusia dibawah 10 tahuan jangan baca yah

Karena Setiap Perempuan Adalah Perawan adalah sebuah bab pengantar setelah bab selasar awal. Selasar awal yang menyajikan adegan empat anak kecil yang berjenis kelamin perempuan yang berbincang sambil bermain pasaran berakhir pada sebuah pertanyaan apakah artinya menjadi perawan?

Simbok Ranting mengatakan bahwa menjadi perawan adalah menjadi perempuan muda, siap dilamar, kawin lalu punya anak.
...more
Indri Juwono
Mar 14, 2010 Indri Juwono rated it liked it
Recommended to Indri by: endah sulwesi
#2010-23#

Perempuan, yang dipuja sebagai kembang, sering hanya dinanti ketika mekar, namun diganti ketika layu. Apakah kumbang hanya mencari yang segar?

Masa perawan hanya datang satu kali. Itulah hidup yang dijalani perempuan. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh budaya timur, apakah kau bakul karak, buruh cuci, pekerja salon, penjual batik, mahasiswi sosiologi, atau penghuni rumah benteng cina.

Apakah hanya lelaki dan ibu mertua yang menilai keperawanan perempuan? Kenapa tidak kita sendiri? Kenapa
...more
ijul (yuliyono)
Mar 21, 2010 ijul (yuliyono) rated it liked it
Pilihan Empat Perempuan Perawan

Aku membayangkan Dian Sastro sebagai Tawangsri, Rachel Maryam sebagai Gendhing, Happy Salma sebagai Ranting, dan Dominique sebagai Zhang Mey, jika novel ini bertransformasi menjadi film. Hmm, kira-kira ada tidak ya yang berniat membingkai karya tulis ini menjadi sebuah karya visual dalam layar perak. Semoga saja.

Oiya, aku membaca novel ini karena “teracuni” teman-teman baruku di GRI, dan untung saja aku mendapatkan copy novelnya dengan potongan harga berkat mereka
...more
Jimmy
Mar 19, 2010 Jimmy rated it liked it
Saya memilih beberapa paragraf berikut yang menurut saya cocok untuk menggambarkan isi buku ini:

“Keperawanan ora tergantung bancaan. Dengan atau tanpa bacaan semua perempuan tetaplah perawan. Dibancaki puluhan tampah pun, kalau tidak bisa menjaga keperawanannya dengan baik, ya percuma. Nasi bancaan, seberapa kekuatannya? Lha wong cuma sega [itu sekadar nasi:]. Zaman sudah sesulit ini, tidak bisa diadang atau diatasi segala kegilaan zaman itu cuma dengan nasi bancaan.”.:Hal 15:.

Dimengertinya kini
...more
e.c.h.a
Mar 10, 2010 e.c.h.a rated it liked it
Recommends it for: Momo Ivashkov
Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan

Hal inilah yang ingin ditegaskan oleh Sannie B Kuncoro dalam bukunya Garis Perempuan. Dan, apakah perempuan bisa menentukan pilihannya sendiri? Walaupun pilihan itu melibatkan sesuatu yang mutlak dimiliki semua perempuan yaitu keperawanan?

Melalui sosok Ranting, Gendhing, Tawangsri dan Zhang Mey, penulis mengantarkan pembaca untuk menemukan jawabannya. Memaknai keperawanan dari sudut pandang yang berbeda. Toh, akhirnya pilihan itu ada di tangan k
...more
Mia Prasetya
Mar 09, 2010 Mia Prasetya rated it liked it
Shelves: negeri-tercinta
Baca bareng kedua saya bareng GRI.

4 wanita. 4 jalan nasib. 4 takdir. 4 lelaki. 4 isu keperawanan.

Secara garis besar buku ini mengisahkan persahabatan 4 wanita, mulai dari mereka kecil sampai dewasa, atau bisa dibilang sampai saat selaput dara mulai dipertanyakan.

Buku ini dipisahkan menjadi 6 bab besar.
- Selasar awal, kisah persahabatan Ranting, Tawangsri, Gendhing, Zhang Mey dimulai.
- Kisah 4 sahabat diuraikan dalam babnya masing-masing.
- Selasar akhir, nasib akhir keempat sahabat.

Secara kese
...more
Mery
Mar 13, 2010 Mery rated it liked it
Shelves: pinjam
Garis Perempuan, empat wanita empat jalan hidup.


empat pilihan, satu tema… Perawan.


Ranting, Gendhing, Tawangsri, dang Zhang Mey empat sahabat yang melalui masa hidup mereka dengan lika-liku yang berbeda. Dengan pilihan sendiri, mengartikan arti keperawanan dengan persepsi mereka sendiri. Karena semua wanita adalah perawan…

Awalnya aku baca buku ini sedikit tergugah oleh nasib Ranting, tapi…..entah kenapa setelah membaca Gendhing kemudian Tawangsri dan Zhang Mey aku merasa sedikit bosan.

Banyak seka
...more
nat
May 02, 2010 nat rated it really liked it
Shelves: various-fiction
Pada akhirnya aku mendapatkan buku ini, setelah sempat ‘hilang’ dari peredaran karena laris manis.
Udah lama banget pengin baca buku ini setelah baca review teman-teman yang menarik hati.
Membaca buku ini menimbulkan garis-garis pemikiran di benakku, akankah membentuk suatu gambar yang indah ?

Sanie, yang menceritakan kisah-kisah dalam buku ini dengan berganti-ganti sudut pandang, mengawalinya dengan selasar, sebuah pendahuluan. Kisah masa kecil empat bersahabat yang sama-sama anak tunggal perempua
...more
Helvry Sinaga
Mar 11, 2010 Helvry Sinaga rated it really liked it
Perempuan dengan segala keunikannya memiliki segala sesuatu yang sepertinya tidak habis-habisnya untuk dipelajari dan dibahas. Pujangga-pujangga ternama pun tidak melewatkan sifat wanita dalam karya sastra mereka.

Novel ini bercerita tentang persahabatan empat orang perempuan yang bernama Ranting, Gendhing, Tawangsri, dan Zhang Mey. Mereka bersahabat sejak usia anak-anak. Permainan favorit yang mereka senangi adalah main pasar-pasaran. Mereka berempat melakukan persiapan untuk permainan pasar-pas
...more
erry
Apr 12, 2010 erry rated it really liked it
Sebegitu pentingnyakah arti sebuah keperawanan? Hingga seakan-akan nilai dari seorang perempuan hanya bisa dilihat dari ada atau tidaknya hymen - Sebuah selaput tipis yang sangat rapuh dan mudah koyak, bahkan secara tak sengaja- .

Perawan dan keperawanan, adalah issue sentral yang dibahas dalam buku ini. perempuan dengan problematikanya. Perempuan dengan takdir dan kodratnya. Serta nilai dan budaya yang menyertainya. Buat seorang perempuan, menjadi akil baliq adalah sebuah awal dari perubahan dir
...more
Sweetdhee
Mar 28, 2010 Sweetdhee rated it liked it
kalau sudah terlalu banyak review yang dibaca,
musti make kacamata kuda pas baca buku nya biar ga terkontaminasi membangun karakter di imjainasi sendiri..
udah selesai baca, eeeh malah bingung mo nulis apa..

bintang empat untuk ide cerita, minus satu untuk banyaknya halaman-halaman yang dilewatin gara-gara bosen..

kata mba indri mood baca aku yang lagi ga bagus..
hmm...bisa jadi bukan itu, mba..
mungkin karena expectasi yang berlebih, tapi nyatanya terlalu banyak analogi yang kepanjangan..
kayak waktu
...more
Leli
Mar 18, 2010 Leli rated it really liked it
Shelves: femme, indonesian
membrane matters.
flowery phrases.. beautiful.
Ita
Mar 25, 2010 Ita rated it liked it
Membaca buku
Garis Perempuan
(Empat Wanita, Empat Jalan Hidup)
Novel oleh Sanie B. Kuncoro
Penyunting Imam Risdiyanto
Penerbit Bentang Jogya Januari 2010
370 halaman

Pertama,saya ingin menyoroti keistimewaan buku ini, yaitu ditulis dengan tata bahasa yang apik, menuruti bahasa Indonesia yang baik dan benar, menguraikan cerita secara ringan dan jelas, dan diedit dengan baik (meski Endah Sulwesi mencatat satu dua koreksi). Saya sungguh menghargai usaha Sanie dalam merawat bahasa. Meski kemudian, cara in
...more
Sam
Mar 27, 2010 Sam rated it really liked it
Shelves: novel
Perempuan, Keperawanan dan Patriarkal

Perempuan. Bagaimana memaparkan makhluk itu? Spesies yang selalu menggetarkan untuk dijelajahi, tetapi sudahnya menelantarkan penjelajahannya pada zona antah berantah. Menyesatkan dalam lorong-lorong labirin tak berkesudahan - JENGGALA.

Tak banyak buku yang 'mengupas' keperawanan, ya, keperawanan, perempuan... dan kelelakian. Buku GARIS PEREMPUAN karya Sanie B. Kuncoro ini salah satunya.

Buku ini justru jauh dari vulgaritas, subjektivitas pribadi, instead i fee
...more
DuniaFriskaIndah
Jul 24, 2010 DuniaFriskaIndah rated it really liked it
Sebenarnya sudah cukup lama aku memimpikan untuk membaca buku ini. Niat untuk beli, tapi kok lebih niat untuk minjam ya.. Hehe, karena awalnya Bang Helvry mau minjamin tapi kok malah ga jadi. Gimana si Bang Helvry… Tapi akhirnya berhasil juga untuk dapat pinjaman.

Garis Perempuan merupakan novel yang aku baca selama di rumah sakit. Lumayan bisa menghilangkan rasa jenuh dan bosan karena hanya tidur-tiduran saja di rumah sakit. Terima kasih Mbak Sanie untuk bukunya karena sudah memberikan penghibu
...more
Niratisaya Niratisaya
Sinopsis (dari back cover):

Ranting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia. Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.
Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dijalani. Mereka tak mampu mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalah selarik nada pahit.
Beranikah mereka menentukan pilihan? Sanggupkah mereka ingkar dari kisah berura
...more
Nabila Budayana
Feb 29, 2012 Nabila Budayana rated it it was amazing
Sudah cukup lama ingin baca buku ini, karna masih ragu. Ternyata setelah membacanya, saya pun tak ragu memberikan bintang lima :). Saya merasa menemukan semua yang saya cari di Garis Perempuan. Sisi problematika hidup perempuan, sosial, tradisi dan budaya, pluralisme, persahabatan, kekeluargaan, pesan moral, diksi indah serta cara penyampaian yang cerdas.
Garis Perempuan menggambarkan cerita empat perempuan yang bersahabat dalam menjalani kodrat mereka sebagai perempuan dewasa. Ranting, Gendhing,
...more
Dewayanie prasetio
Jan 26, 2010 Dewayanie prasetio rated it liked it
finished !

hmm.. menyisakan sedikit tanya di hati, terutama tentang bagaimana garis Tawangsari dan Zhang Mey selanjutnya...

dan mengapa garis perempuan harus selalu terkait dengan laki-laki, hiks.

*Mereka tak berdaya mengelak dari kepatuhan terhadap partitur perkawinan, walaupun yang teralun adalah selarik nada pahit. *

Benarkah garis perempuan harus selalu begitu....? tak dapatkah menentukan nasibnya sendiri...?

ya ya ya.. terlepas dari itu semua.. Sanie cukup berhasil bercerita secara mendetail, te
...more
Rike Jokanan
Apr 16, 2010 Rike Jokanan rated it really liked it
sejauh ini saya suka karena membaca buku ini serasa mengembangkan payung bernama "masa kecil", hidupku jadi teduh dan aman...
Endah
Jan 11, 2010 Endah rated it liked it
Shelves: dari-penulisnya
Perempuan. Makhluk yang konon diciptakan dari seruas tulang rusuk pria ini memang selalu menarik untuk dibincang, ditulis, dibahas, ditelanjangi (pakai tanda petik, ya). Dan mungkin yang paling tepat melakukannya adalah perempuan itu sendiri. Apalagi jika menyangkut hal-hal yang hanya dimiliki dan dialami oleh perempuan. Misalnya, keperawanan. Siapa yang lebih paham tentang “rahasia besar” ini kecuali para perempuan?

Apakah hari ini isu keperawanan masih memiliki arti penting? Bisa jadi ya, seti
...more
Mirna
Apr 24, 2011 Mirna rated it liked it
Recommended to Mirna by: bookstalker
Buku ini adalah salah satu novel kontemporer Indonesia dengan alur yang rapi jali. Jalinan ceritanya bersumber pada empat sub-plot yang masing-masing mengikuti seorang perempuan muda yang sudah saling akrab sejak kecilnya; Ranting si yatim dan miskin, Gendhing yang keluarganya kekurangan, Tawangsri yang keluarganya nampak normal tetapi ternyata kurang fungsional dan Zhang Mey yang keluarganya lengkap normal fungsional tapi mengekangnya dalam tradisi.

Sebetulnya keempat perempuan muda ini terikat
...more
Rhea
Mar 28, 2010 Rhea rated it liked it
Bab awal dari buku ini melontarkan saya akan masa2 kecil saya yang kurang lebih sama dengan mereka. Masa2 dimana keluarga saya bisa dibilang hidup dibawah standrat,
mengingat hal itu saya jadi lebih sayang pada kedua orang tua saya, perjalanan mereka yang berat dalam menaikkan standart hidup keluarga, dan hidup kami mulai berubah ketika orang tua saya memutuskan untuk berwirausaha.

*lho kok jadi curhat*
*back to review*

4 orang perempuan, Ranting, Gendhing, Tawangsri, dang Zhang Mey berteman sejak
...more
Ashree Wiweko
Apr 19, 2010 Ashree Wiweko rated it really liked it
Perawan. Entah mengapa satu kata itu dipermasalahkan. Entah diperjuangkan atau diperjualbelikan. Dalam buku ini, empat wanita itu mempertaruhkan satu hal: keperawanan. Tapi mengapa sampai begitu rumit? Seperti kata Kakek Pram, "Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya."

Bagi saya, perawan (kb) adalah sebutan bagi perempuan yang belum dikawini. Masalah tradisi (adat/agama) yang mengharuskan wanita menjaga keperawanan, itu adalah sebuah hadiah yang menekankan tentang beta
...more
Diana
Jun 04, 2015 Diana rated it it was ok
Bertele-tele cara berceritanya dan terlalu menggurui. Percakapan di dalamnya pun terlalu "pintar" dan ga sesuai dengan penggambaran karakter yang ada.

Sebenarnya tema yang diangkat cukup menarik, yaitu tentang keperawanan. Tapi ya gitu, cara berceritanya ga asik. 4 tokoh perempuan dengan karakter dan status sosial yang berbeda kok percakapannya sama-sama idealis sekali, bahkan menyangkut ilmu astronomi dan lain sebagainya. Padahal tidak diceritakan bahwa si tokoh berprestasi di sekolah atau tert
...more
Ferina
Jan 10, 2010 Ferina rated it liked it
Shelves: fiction, indonesian
Cerita tentang empat gadis yang bersahabat sejak masa kecil. Saling menguatkan, tapi tetap tidak mampu membantu ketika takdir ‘menghampiri’ mereka. Buku ini seolah ingin menggambarkan ketidakberdayaan perempuan, bahwa perempuan tidak punya pilihan. Berlatar budaya Jawa (tapi gak tau Jawa bagian mana – mungkin gue agak terlewat pas bacanya). Sebagai perempuan (halah…), gue agak gemes pas baca buku ini. Gemes dengan segala kepasrahan mereka. Tapi, ya gitu deh, kadang, kita sendiri mungkin gak baka ...more
Winna
Apr 18, 2011 Winna rated it really liked it
Shelves: mellow-books
Bacaan Bookstalkers bulan Mei 2011.

Sudah lama tertarik dengan buku ini, dan baru sempat membacanya. Saya suka temanya, suka juga dengan cara berceritanya, yang walau panjang dan penuh monolog juga pertanyaan, namun menyimpan makna.

Bagian yang paling saya suka adalah Zhang Mey, lalu Ranting, baru Tawangsri. Bagian Gendhing terasa seperti gema cerita Tawangsri, dan saya pun tidak terlalu menyukai karakternya. Ada beberapa error dalam penulisan juga arti dialog dalam bahasa Mandarin, dan juga tidak
...more
Ambar
Feb 18, 2010 Ambar rated it liked it
ide ceritanya menarik.
mengisahkan empat orang perempuan dengan latar jawa (Solo). Ranting, Gendhing, Tawangsri dan juga Zhang Mey. tiga Iniren dan juga satu congkueren (bener gag ya tulisannya kayak gitu?).
Ranting yang pendiam, yang selalu ingin membahagiakan si mboknya. dengan mengorbankan dirinya demi kesembuhan orang yang paling disayanginya.
Gendhing yang harus bekerja keras tanpa digaji demi pelunasan utang orang tuanya.
Tawangsri yang pintar, tapi kurang bisa mengenal ayahnya karena terlalu
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Tanah Tabu
  • 100 Kata: Kumpulan Cerita 100 Kata
  • Kisah Langit Merah
  • Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh
  • Dimsum Terakhir
  • Blakanis
  • 40 Days in Europe: Kisah Kelompok Musik Indonesia Menaklukkan Daratan Eropa
  • Negeri Para Peri
  • Mencari Telur Garuda
  • Paris Pandora (Astral Astria, #2)
  • The Road to the Empire: Kisah Takudar Khan, Pangeran Muslim Pewaris Mongol
  • Centhini: Kekasih yang Tersembunyi
  • Dongeng Semusim
  • Zona @ Last (Trilogi Zona, #3)
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • A Class with Drucker: The Lost Lessons of the World's Greatest Management Teacher

Share This Book