Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Viagem a Um Mundo Fantástico” as Want to Read:
Viagem a Um Mundo Fantástico
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Viagem a Um Mundo Fantástico

3.37 of 5 stars 3.37  ·  rating details  ·  249 ratings  ·  47 reviews
Do mesmo autor de O Mundo de Sofia e O Enigma e o Espelho, publicadas pela Presença na Colecção Grandes Narrativas, surge-nos agora o seu romance de estreia na literatura infanto-juvenil, embora já tenha sido publicado na Colecção Estrela do Mar outra obra intitulada Olá! Está aí Alguém?. Dotado da mesma magia já familiar para os leitores de Jostein Gaarder, o livro Viagem ...more
Paperback, 3ªed, 113 pages
Published April 2002 by Presença (first published 2002)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Viagem a Um Mundo Fantástico, please sign up.

Be the first to ask a question about Viagem a Um Mundo Fantástico

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 443)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Dion Yulianto
Kita mengenal Jostein Gaarder lewat karya fenomenalnya Dunia Sophie yang berhasil mengugah pembaca awam untuk mau dan berani mempelajari filsafat. Melalui novel tebal tersebut, tema filsafat terevolusi menjadi sebuah tema yang menarik serta tidak membosankan. Banyak remaja tertarik mempelajarinya setelah membaca Dunia Sophie. Begitu juga dengan Dunia Anna, lewat buku ini Gaardner hendak mengangkat isu lingkungan yang jarang disentuh dalam karya-karya fiksi. Pengarang yang akhir-akhir ini ikut ak ...more
papalbina
un tema muy interesante, algunas muy buenas ideas, pero no soporto la forma de transmitirlo del señor gaarder. entiendo el mensaje, pero estoy convencida de que la forma en que lo escribe no acaba de concienciar ni incentivar al publico, ni al juvenil ni al adulto. si ha usado adolescentes con la idea de "enseñar" a ese público la situación en la que nos encontramos, creo que le ha salido bastante mal porque sus personajes son acartonados, muy poco naturales y, sobre todo, totalmente increíbles ...more
Achmad Soefandi
bagaimana rua bumi yang kita huni pada tahun 2082. Dalam novel ini digambarkan bumi sedang mengalami masa kritis dimana pencemaran lingkungan terjadi di mana mana. Pengrusakan lingkungan yang berbentuk pencemaran lingkungan ini tidak lain disebabkan oleh kita sendiri. Dunia Anna judul yang disematkan pada novel ini, sekilas hampir sama judulnya dengan novel tulisan jostein gaarder sebelumnya yaitu dunia sophie. Ekspektasi yang saya harapkan sewaktu awal membaca novel ini adalah mengkaji tokoh to ...more
M Mushthafa
http://bit.ly/DuniaAnna

Melalui novel ini, Gaarder mengajak umat manusia untuk berani “menjadi lebih besar daripada diri sendiri”. Secara sederhana, ajakan Gaarder ini berarti seruan untuk melepas egoisme yang sempit. Gaarder, yang pada tahun 1997 bersama istrinya menginisiasi penghargaan internasional bernama Sophie Prize bagi mereka yang peduli lingkungan, menegaskan bahwa “aku adalah bagian dari—aku juga mengambil bagian dalam—sesuatu yang lebih besar dan lebih berkuasa ketimbang diriku.”

Deng
...more
Darnia
Kita tidak seharusnya terbiasa dengan ancaman pemanasan global. Sebaliknya! Kita harus mengatasinya

Jostein Gaarder is back!! Dan buku ini bener-bener mengingatkan gw betapa exciting-nya membaca karya beliau (di mana di satu sisi, gw masih aja pengen nangis kalo inget pas beliau ke Matraman, gw gak bisa ke sana!!). Kali ini Opa Gaarder mengajak (terutama pembaca mudanya)untuk mulai peduli terhadap bumi kita. Mungkin banyak yang merasa bahwa ini topik yang umum banget. Tapi, lewat banyak tokohny
...more
Nabila Anwar
"Salah satu dasar dari segala permasalahan etika adalah aturan emas prinsip resiprositas: Perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakuan. Namun aturan emas ini tidak bisa lagi hanya menyangkut dimensihorizontal- yaitu 'kita' dan orang lain'Kini, telah disadarai bahwa prinsip resiprositas juga mempunyai dimensi vertikal: Perlakukan generasi selanjutnya sebagaimana engkau telah diperlakukan oleh generasi sebelummu.

Sesederhana itu. Cintai tetanggamu seperti engkau mencintai dirimu sendi
...more
Nisa Rahmah
"Sebagai primata yang suka bermain-main, inventif, dan berlebihan, kita mudah sekali lupa bahwa pada dasarnya kita adalah bagian dari alam. Namun, apakah kita begitu sukanya bermain-main dan menghamburkan sesuatu hingga permainan itu lebih didahulukan ketimbang tanggung jawab kita atas masa depan planet ini?"


FINISHED.... ^^/


Sebenarnya ini buku ringan banget dan bergizi. Sayangnya waktu luang saya harus dibagi sama nonton Korea dll jadinya lama selesai =))

Oke, selalu terkesan sama novel-novel Jos
...more
yexxo
Ein brisantes Thema: Die 15jährige Nora, die sich schon immer für ihre Umwelt interessiert hat, reist in ihren Träumen in die Zukunft. Dort erkennt sie sich selbst als die ebenfalls 15jährige Nova, aber auch sich selbst als die Urgroßmutter Uma. Die Beiden leben in einer Zeit (2084), in der der Klimawandel bereits extreme Umwälzungen auslöste. Tier- und Pflanzenarten sterben aus wie die Fliegen, Heerscharen von Menschen sind auf der Flucht vor Dürre und Überschwemmungen, das Wetter ist meist nas ...more
Qatrunnada Fadhila
Membuat saya sadar bahwa manusia adalah bagian kecil dari alam semesta. Walaupun begitu, sekecil apa pun kita, kita memiliki peran dalam keberlangsungan alam semesta dan kita tidak sepatutnya egois atau menganggap kita adalah sentral di alam semesta. Jostein Gaarder berhasil membuat saya larut kedalam dunia yang Ia buat dan merasakan apa yang akan terjadi dikemudian hari. Ia pun mengangkat isu yang sedang hangat saat ini.
Esti
Lebih ringan dari Dunia Sophie, tapi with issues so profound dan mutakhir.
It got me thinking what kind of future will we have
Wawan Kurn
Keresahan yang besar terhadap pemanasan global, upaya untuk menyadarkan kita untuk tetap peduli dengan generasi selanjutnya.
A
I love how the author manage to distill an issue as multidimensional as the environment into a storyline that a young and /or layman's mind can digest. Dunia Anna rocks! Thanks again Jostein Gaarder!
Aditya
memang benar lebih ringan dari dunia sophie. temanya juga sudah up to date, yaitu pemanasan global.
tapi entah kenapa, kisah dalam kisah kali ini kurang mengena.
Yasinta Kurnia
bukunya menggambarkan gimana bumi akan berubah apabila kita tidak merawatnya dari sekarang.. banyak hewan yang punah,, bahkan hewan sekecil kutu daun..
negara penghasil minyak berubah jadi padang pasir, banyak pulau yang tenggelam, dan antartika sudah banyak mencair..
Marina Maidou
Μια παραμυθική συνέχεια του Κόσμου της Σοφίας που από την φιλοσοφία μεταφέρεται στην κλιματική αλλαγή με ομολογουμένως επιτυχημένο τρόπο χρησιμοποιώντας μια αρκετά μπερδεμένη αλλά τελικά διακριτή μεταφορά στο χρόνο της προγιαγιάς που πριν είναι κόρη... Δεν λέω κάτι περισσότερο γιατί χάνεται η πλοκή. Αυτά που χαλάνε την ατμόσφαιρα είναι τα κατεβατά με τα της κλιματικής αλλαγής και της εξαφάνισης απειλούμενων ειδών ζώων. Στον Κόσμο της Σοφίας η μεταδοτικότητα ήταν πιο άμεση, ίσως γιατί συνδεόταν μ ...more
Anna Rakhmawati
nice novel!
Nggak cuma menyuguhkan cerita kehidupan seorang anna maupun nova, namun juga mengangkat mengenai isu lingkungan hidup dan pemanasan iklim global. tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk kelangsungan hidup dan sebagai warisan generasi mendatang. Disajikan dengan sentuhan setting futuristik yang menarik dan juga menawarkan ide untuk memulai peduli terhadap lingkungan.
Riccardo
Una interessantissima e coinvolgente storia che convertirebbe anche i più scettici alla causa ambientalista. Certo, lo sviluppo della storia in alcuni punti può sembrare un po' forzato ma in fin dei conti è il messaggio che importa e a mio parere è trasmesso più che bene. Difatti, all'inizio pensavo "che noia, una storia su quanto è importante attivarsi per salvare il pianeta dal disastro ambientale bla bla bla" e invece, fidandomi di Gaarder, che è comunque uno dei miei autori preferiti, mi son ...more
Sisi
Novel filsafat semesta ini ditulis oleh Jostein Gaarder, penulis sengaja mengajak pembaca untuk merenungkan eksistensi manusia dan semesta.

Buat yang sudah baca Dunia Sophie (juga ditulis oleh penulis yang sama) novel ini wajib kalian baca.
Ghinan Aulya Rachman
Buku Jostein Gaarder kedua yang saya baca
Aleshanee
„Ich bin ein Teil – ein aktiver Teil – von etwas, das größer ist als ich selbst.“ S 161

Zum Inhalt

Mit 10 Jahren hört Nora zum ersten Mal etwas vom Klimawandel und globaler Erwärmung, denn in diesem Jahr wird es für sie kein Sylvester in den Bergen mehr geben, wie sie es kennt: keine Schlittenfahrt den Berg hinauf mit den Pferden – denn es gibt keinen Schnee mehr.

6 Jahre später In zwei Tagen wird Nora 16. Zum Geburtstag bekommt sie ein Smartphone und sie hat einen Freund, Jonas. Eigentlich ganz no
...more
Faizah Aulia Rahmah
lebih ringan dr dunia sophie dengan isu terkini.
bocoran : kalo sophie menjelajah ke masa lalu, kalo anna ke masa depan

maao spoiler wqwq
Dee Supertramp
isu yang diangkat oke sekali. tapi entah, buku ini tidak semenarik buku2 gaarder yang sebelumnya :(
Selviana Rahayu
bukan berarti jelek. hanya saja saya sih gak bisa menikmati ya. gak nyampe aja gitu
Miranda Malonka
Nggak seberat novel-novel Gaarder yang lain, tapi sama menggugahnya. Juga, nggak nge-twist parah seperti Dunia Sophie atau Gadis Jeruk. Ringan, menghanyutkan, dan tahu-tahu sampai pada tujuan. Sebagai bocah psikotik yang lebih sering berkhayal menembus sekat-sekat kemanusiaan daripada hidup dalam realitas menjemukan, saya jadi merasa kembaran dengan Anna/ Olla/ Nova/ siapalah itu. Seperti biasa, renungan-renungannya begitu nge-jleb dan mengembalikan kita pada hakikat sebenar-benarnya seorang man ...more
Lelita P.
3.5 bintang.

Emang cuma Jostein Gaarder yang bisa bikin cerita semacam ini: ringan tapi kaya makna. Awal-awalnya absurd banget, agak susah diikutin dan terus bikin bertanya-tanya "Sebenernya ceritanya gimana, sih?", tapi lama-lama okelah, malah meninggalkan kesan mendalam setelah menutup bukunya.


Seperti biasa ide-ide Jostein Gaarder selalu ngena. Kali ini beliau mengambil tema perubahan iklim, flora-fauna, dan kepedulian pada lingkungan--lebih "ringan" daripada novel-novel beliau yang saya baca s
...more
Legibilis
Nora ist 15 Jahre alt. Sie setzt sich für ihre Umwelt ein, hat sogar mit ihrem Schulkameraden und Freund Jonas eine Umweltorganisation gegründet. Kurz vor ihrem 16. Geburtstag hat Nora dann seltsame Träume. Im Schlaf ist sie ihre eigene Urenkelin Nova und lebt im Jahre 2084. Die Welt hat sich verändert, viele Tier- und Pflanzenarten gibt es nicht mehr. Täglich stirbt eine weitere Art aus. Noras Urenkelin Nova ist deshalb sehr wütend. Warum hat ihre Urgroßmutter nicht schon in ihrer Jugend etwas ...more
Mia Clausen
Anna og Nova er en skøn fremtidsfortælling, der sætter fokus på de problemer der kan følge i forbindelse med de klimaforandringer verden oplever.

Anna får med sin livlige fantasi et indblik i hvordan fremtiden ser ud i år 2082, gennem hendes oldebarn Novas øjne. Jorden er ikke længere som vi kender den, og utallige dyre- og plantearter er uddøde. Flere steder på jorden er ikke længere beboelige, og folk er flygtet fra flere kontinenter.
Anna og Nova er en spændende fortælling, der formår at hold
...more
Judies
Tedy, nikdy bych nevěřila, že dám knize od Gaardera jen 2*, ale tady prostě nemůžu jinak. Já prostě nenávidím, když mi někdo tak moc okatě cpe svůj názor, a nepomohlo tomu ani to, že je kniha psaná v typicky Gaarderovském stylu, který tak miluju. Tento autor patří i nadále k mým oblíbeným, ale Annu si domů zkrátka nepořídím.

Ekologie mě zajímá a uznávám, že je potřeba zaměřit se na možnosti ochrany přírody. Ale tahle forma propagace ekologického myšlení mi byla proti srsti.
Leggere A Colori
Alla parte narrativa – che di per sé offre una lettura bella, scorrevole e avvincente – l’autore affianca un intento divulgativo e, senza appesantire il testo, fornisce al lettore dati sul nostro attuale dispendio energetico e molte altre informazioni sul funzionamento del nostro pianeta e sull’uso indiscriminato delle sue attuali risorse.

Continua a leggere su http://www.leggereacolori.com/letti-e...
Ainur AB
Buku kedua Jostein Gaarder yang saya baca. Lebih ringan dan mudah dipahami dibanding Dunia Sophie. Buku ini menceritakan mengenai keadaan bumi 70 tahun mendatang. Beribu keanekaragaman hayati telah punah dikarenakan berbagai faktor, salah satunya perubahan iklim, yang diakibatkan oleh alam itu sendiri, dan lebih banyak diakibatkan oleh keserakahan manusia yang sangat tidak ramah lingkungan.
Selain 'memberitahu', buku ini juga memotivasi agar tetap menjaga lingkungan, berhemat, dan tidak serakah/b
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 14 15 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Pelos Teus Lindos Olhos
  • The Illustrated Book of Myths
  • Uma Aventura no Supermercado
  • A Floresta
  • Maya
  • Cinta Tak Pernah Tepat Waktu
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Supernova: Gelombang (Supernova, #5)
  • Pulang
  • Pasung Jiwa
  • Last Tango In Paris:A Novel
  • Blakanis
  • Cerita dari Digul
  • Shadowland (Brotherhood of the Conch, #3)
  • Burung-Burung Rantau
1388082
Jostein Gaarder is a Norwegian intellectual and author of several novels, short stories and children's books. Gaarder often writes from the perspective of children, exploring their sense of wonder about the world. He often uses metafiction in his works, writing stories within stories.

Gaarder was born into a pedagogical family. His best known work is the novel Sophie's World, subtitled A Novel abou
...more
More about Jostein Gaarder...
Sophie's World The Solitaire Mystery The Orange Girl Through a Glass, Darkly Maya

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Podríamos leer el mismo libro casi a la vez. Así entraremos juntos en otros mundos. Entraremos y saldremos de los mismos paisajes imaginarios. De esa manera iremos adquiriendo un gran círculo virtual de conocidos. Y podemos hacer marchas por la mañana y llevar con nosotros una larga fila de amigos invisibles.” 1 likes
“Un barril de petróleo equivalía a 159 litros y se vendía en ese momento a unos 100 dólares, unas 600 coronas o unos 76 euros. Ese barril de petróleo suministraba por sí solo tanta energía como 10.000 horas de trabajo físico, lo que en Noruega correspondería a 6 años de trabajo por persona. Con un suelto anual de 350.000 coronas, unos 44.500 euros, equivaldría a 2.1 millones de coronas en sueldos, unos 266.500 dólares en esos 6 años. En otras palabras: un solo barril de petróleo aportaba una energía que costaría más de 2 millones de coronas si tuviera que ser sustituida por trabajo manual. Y el norteamericano medio consumía 25 barriles de petróleo al año, lo que correspondería a 150 años de trabajo por persona y equivaldría, más o menos, a que un norteamericano tuviera en cada momento 150 «esclavos de energía» a su servicio para propulsar todos los coches y maquinas, todos los frigoríficos y aparatos de aire acondicionado, todo los aviones, fabricas, granjas y máquinas de ocio… ¡Y por ahora solo se había mencionad el petróleo! Estaban además el carbón y el gas.

[…]

¡Solo 600 coronas por 6 años de trabajo físico! Eso equivaldría a 100 coronas o 12 euros por un año de trabajo de una persona. ¡Eso sí que podía denominarse un sueldo de esclavo!”
0 likes
More quotes…