Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Panggil Aku Kartini Saja” as Want to Read:
Panggil Aku Kartini Saja
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Panggil Aku Kartini Saja

3.8 of 5 stars 3.80  ·  rating details  ·  842 ratings  ·  79 reviews
"...Kartini tidak punya massa, apalagi uang. Yang dipunyai Kartini adalah kepekaan dan keprihatinan dan ia tulislah segala-gala perasaannya yang tertekan itu. Dan hasilnya luar biasa, selain melambungkan nama Kartini, suaranya bisa terdengar sampai jauh, bahkan sampai ke negeri asal dan akar segala kehancuran manusia Pribumi..."
Paperback, 304 pages
Published 2003 by Lentera Dipantara (first published 1962)
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Panggil Aku Kartini Saja, please sign up.

Be the first to ask a question about Panggil Aku Kartini Saja

Community Reviews

(showing 1-30 of 1,719)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Sebuah biografi mengenai pahlawan perempuan Indonesia yang paling terkenal di antara yang lain. Bahkan bangsa ini menetapkan sebuah tanggal untuk mengenang dirinya.Setiap tanggal 21 April, diadakan banyak kegiatan juga untuk mengenang jasa-jasanya. Dia tak mengangkat senjata api ataupun bambu runcing. Dia bersenajatakan pena dan menyuarakan isi hatinya tentang Rakyat Indonesia di dunia internasional. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini.

Tulisan yang dibuat oleh Pramoedya ini mengenalkan kita lebih
...more
Endah
Buku ini merupakan telaah psikologis Kartini melalui surat-suratnya.

Sejarah kelahiran Kartini nyaris bersamaan dengan berakhirnya politik Tanam Paksa di Hindia Belanda, termasuk Jepara. Menjelang dihapuskannya Tanam Paksa, seorang Asisten Wedana onderdistrik Mayong, Kabupaten Jepara, bersua dengan seorang gadis desa dari kalangan rakyat jelata. Gadis itu bernama Ngasirah, anak dari Modirono, seorang buruh pabrik gula Mayong. Sang Asisten Wedana jatuh cinta pada si gadis walaupun saat itu ia tel
...more
Sally Rosalina
Setelah membaca buku ini saya jadi bingung, siapakah yang patut lebih saya sukai: Pram atau kartini? Tapi saya pun suka dengan biografi Kartini yang ditulis Asma Karimah dan beberapa fakta yang disembunyikan tentang Kartini dalam buku Api Sejarah 1.
Pulung
Jul 11, 2007 Pulung rated it 4 of 5 stars
Recommends it for: perempuan
Kalau kita belajar memahami pada masa apa Kartini dibesarkan, maka kita sudah bisa menghargai apa yang dilakukannya adalah apa yang maksimal dia bisa kerjakan saat itu.

Saya mendengar beberapa orang memaki nperempuan ini dan bilang: kenapa kita harus mengaguminya? gerakannya kan "cuma" segitu saja!

Well, orang ini cuma menuntut, dan tidak mencoba berempati pada tokoh perempuan terkurung yang mencoba berlari dan terbang itu..

-Ria-
Fairuz
Adat menjadi punca utama keterbatasan perjuangan kaum hawa pada suatu zaman yang lalu. Dalam segala segi, wanita dirantai daripada mengorak langkah ke arah kemajuan. Begitu juga nasibnya Kartini. Biarpun dilahirkan dalam kasta bangsawan, dia tidak terlepas dari perkara itu.

Atas dasar rasa tanggungjawab, dia terpanggil untuk bangkit memperjuang hidup masyarakat jati dari serakah penjajah serta membela ketidakadilan terhadap kaum wanita seluruhnya. Namun sebagai anak yang terlalu kasihkan bapanya
...more
Seni
Buku ini masih kubaca, sisa seperempat lagi.
Aku sungguh menyayangkan konsep Kartini yang diadopsi publik hanya sebatas pada emansi. Kupikir itu reduksi bagi keseluruhan konsep pemikirannya.
Hardini
panggil aku kartini saja-itulah namaku .... (surat 25 mei 1899 kpd estelle zeehandelaar). tanpa gelar, tanpa panggilan kebesaran suatu hal yang sangat luar biasa dikalangan kaum feodal ...(PAT).

sebelum membaca buku ini, saya hanya tau hari kartini 21 april. apa yang diperbuatnya dan dengan cara apa pernah juga terpikir tapi segera saja lupa karena dipelajaran sekolahpun tidak dijelaskan secara detail dan menarik hati selain hanya tentang surat-suratnya saja (yang ternyata indah luar biasa). sung
...more
Ime'... Imelda
still reading it. but my favorite part is:

...Tapi, coba katakan, Ni, kau tak pernah ceritakan padaku, kau mau jadi apa kelak?" (ditanyakan oleh Letsy, teman Kartini)
-page 42-

setelah Kartini ditanyakan tentang hal tersebut, ia berpikir mengenai pentingnya bermimpi untuk menjadi 'seseorang', yang saat itu sangat tidak dimiliki oleh perempuan Jawa.

based on that question, Kartini became one of Indonesian history maker.

look how the power of dreams has made people to become...

(updated on February 14th
...more
Marina Zala
** Books 132 - 2014 **

Buku ini kereen banget! ini salah satu yang terlintas setelah selesai baca buku ini! buku ini menceritakan kisah tentang kartini yang mencoba melawan kekuasaan penjajahan dari tebalnya tembok pingitan rumahnya, pergulatan batin dimana beliau menyayangi ayahnya sekaligus menyesalkan keadaan yg tidak bisa membantu pribumi semaksimal mungkin..

Berdasarkan surat-suratnya itu dapat kita mengetahui segala pemikiran, keprihatinan, kehampaan dan kesedihan yang dirasakan Kartini ter
...more
Dani Noviandi
Sebuah biografi tentang wanita pembawa perubahan di Indonesia. Wanita yang mengangkat emansipasi dan kesetaraan lelaki dan wanita di Indonesia. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini, anak dari bupati Jepara di kala itu, hasil perkawinannya dengan seorang wanita yang bisa disebut sebagai selirnya. Biografi ini ditulis oleh Pramodya Ananta Toer, berdasarkan surat-surat Kartini kepada beberapa orang sahabat penanya yang kebanyakan berasal dari negara Belanda.

Sejarah hidup Kartini secara lengkap dan gam
...more
Muhammad
Raden Ajeng Kartini. Kita pasti mengenalnya sebagai seorang tokoh pelopor emansipasi wanita di Indonesia. Mulai dari anak SD sampai rata-rata orang usia dewasa pasti mengenal Kartini pada batas itu. Saya pun tidak lepas dari mindset tersebut hingga saya membaca karya Pram yang sangat luar biasa ini. Karyanya ini benar-benar membuat pandangan saya terhadap Kartini berubah total. Sekarang saya menjadi lebih kagum kepada Kartini karena dia bukan hanya pemikir yang luar biasa cerdas, tapi sekaligus ...more
Randhy Nugroho
Panggil Aku Kartini Saja bukanlah sebuah buku biografi, melainkan penelitian Pram terhadap pelbagai aspek yang menjadikan Kartini sebagai seorang wanita - yang dapat dibilang - anomali di masanya.

Di dalam buku ini, terlihat kewaspadaan Pram terhadap buku Door Duisternis tot Licht (yang dihimpun pada oleh J.H. Abendanon, dan terbit pada tahun 1911), yang kelak akan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang (terbit tahun 1922). Kecurigaan Pram muncul akibat pem
...more
Zhico zulfa choiriyah
Melalui buku ini pembaca mungkin pembaca dapat menemukan jawaban bagi pro dan kontra pengangkatan kartini sebagai pahlawan nasional. Pram dalam buku ini mengungkap surat surat kartini yg dikirim pada tokoh dan sahabatnya di belanda. Surat surat kartini tidak hanya berisi tulisan tanpa tindakan, justru melalui tulisan itu terungkap bahwa kartini tidak hanya menulis tetapi telah berbuat. Terlepas dari itu semua buku ini menggambarkan bahwa kartini adalah salah satu bukti nyata orang indonesia bisa ...more
Diana Novita
PAT luar biasa..
Saya terbawa ke masa lalu. Kartini seolah menjelma hidup dalam benak saya, kesedihannya, penderitaannya, dilemanya, sesaknya jiwa yang penuh cita-cita tinggi dan mulia namun mustahil tergapai pada jamannya, seolah saya ikut merasakan semua itu.
Anyi Wulan
Dulu saya hanya tahu kartini adalah salah satu pahlawan Indonesia yang memperjuangkan wanita dan setelah membaca buku ini, aku baru sadar ternyata perempuan indonesia harus tahu siapa dia dan harus membaca buku ini.tengky ibu kita kartini....
Anissa Utami
i was born on Kartini's day... what a reason to read a book!!! he....
Yunanta Buana
Kartini enggan dipanggil dengan sebuatan Raden Ajeng, Raden Mas Ayu, atau panggilan ningrat lainnya, baginya dirinya adalah sama sederajat dengan kaumnya pribumi, jadi, nuraninya ingin dipanggil dengan sebutan Kartini saja, sama seperti perempuan pribumi lainnya, tanpa gelar, ataupun status sosial. Tanpa massa, lewat keprihatinan dan kepedulian dibantu dengan sedikit media Ia berusaha "mencerdaskan kehidupan bangsa."

Yang bilang kartini bukan siapa-siapa, dan yang merayakan hari kartini ala kada
...more
Maesy Ang
"Rupa-rupanya terus juga mendengung dalam sanubari Kartini kata-kata Multatuli, bahwa 'Tugas manusia adalah menjadi Manusia'."

Buku ini memperkenalkan Kartini si manusia kepada saya. Pram menjelaskan apa bacaan yang mempengaruhi pemikiran Kartini, sejarah kota Jepara, juga bagaimana Kartini menggunakan seni sebagai sarana perjuangan. Saya jadi lebih paham tentang gagasan Kartini, karena saya merasa lebih mengenalnya sebagai manusia melalui buku ini. Konon naskah ini hanya separuh dari aslinya, ya
...more
romy
okelah, ceritanya..
Edisty Friskanesya
salah nih emang pinjem buku Pak Pram di rentalan. butuh waktu yg cukup lama buat ngabisin bukunya :|
Oke, jadi ada beberapa fakta yang baru saya tau:
-Kartini beribu dua dan beliau lahir dari Ibu yang bernama Ngasirah
-Sinkretisme mengakar kuat pada Kartini. Sayang saat itu Al Qur'an tidak diterjemahkan sehingga Ibu kita Kartini tidak berkesempatan mempelajari Islam yang sebenar-benarnya; mengenal islam melalui tradisi saja. Yang pernah ia tulis dalam suratnya:
"Kemudian tibalah waktunya, jiwaku mu
...more
Olivia
Jujur saja, sebelum baca buku ini, ketika saya mendengar "Kartini", asosiasi saya adalah parade baju daerah yang sering diadakan di sekolah-sekolah pada saat hari Kartini. Setelah mengenal sejarah, oh Kartini adalah perempuan pembela pendidikan, feminis tapi akhirnya terperangkap dalam poligami. Kartini seperti "overrated" dalam kamus saya pada waktu itu.

Tapi setelah membaca buku Pramoedya Ananta Toer ini, saya berpikiran lain. Ternyata persepsi saya tentang Kartini tak lain adalah hasil dari pe
...more
winda
Panggil aku Kartini saja,, merupakan sebuah buku yang membuat kita semakin mengenal sosok Kartini.
Bagaimana Kartini lahir dari keluarga yang mengutamakan pendidikan
Hanya karena berfikirlah ia dapat melihat perbedaan yang mencolok antara penjajah dan rakyat yang terjajah (hal.10). OLeh karena itu ayahnya Kartini mengizinkannya untuk mengikuti sekolah dasar, sebuah langkah yang keluar dari tradisi saat itu yang mengharuskan anak perempuan bangsawan tidak boleh keluar dari rumahnya.
Apa sebabnya rak
...more
Marsya  Nurmaranti
Aduhai.. Sungguh saya kagum dengan Kartini. Rasa bersalah muncul di setengah perjalanan membaca buku ini. Sebagai perempuan saya merasa bersalah karena baru membaca tentang kisah hidupnya sekarang-sekarang ini. Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan saya tentang kehidupan yg sudah dipertanyakan Kartini saat ia masih hidup. Di beberapa pemahaman kami sepakat. Kehebatan beliau bukan hanya sebagai pahlawan yg menjunjung emansipasi wanita, beliau lebih dari itu. Iya memahami, mengerti, dan menyayangi r ...more
Mujaahidah As - Sayfullooh
Buku ini menarik, Bu Kartini juga manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan saya paham dimana sesungguhnya perjuangan si Ibu yang selama ini saya pahami cuma sebatas pelopor emansipasi belaka (terus inti perjuangannya apa saya juga gak ngerti). Cukup menarik juga ketika membahas si Ibu dari sudut pandang religinya yang saya bisa nilai cukup plural mengingat walaupun seorang muslim, kala itu ilmu keislaman begitu minim diajarkan di lingkungannya, sehingga setiap kebajikan lintas agam ...more
Algulto
Membaca kisah kartini seperti menonton Film perjuangan..
Sosok Kartini muda merupakan wanita yg melakukan perjuangan batin demi bangsa dan kaum wanita.. kombinasi minoritas yg komplit..

Memilih berjuang melalui tulisan .. setelah sebelumnya memiirkan apakah akan berjuang melalui menjadi guru, seniman atau pejabat dokter..

Hal yang sangat sedikit difikirkan org saat itu, apalagi seorang wanita...
kalo saja nilai2 pemikiran kartini bisa diajarkan di sekolah2 maupun universitas2.. pasti negri kita bisa
...more
Desy Azwir
Kartini ingin dikenal sebagai kartini, bukan karena raden ayu atau raden ajengnya. Kartini itu sayang banget sama bapaknya, menghormati sekaligus tak suka sama sistem feodal yang dijalankan bapaknya benar-benar perjuangan berat untuk Kartini. Kartini bukan hanya melihat tentang nasib perempuan di zamanya, tapi juga nasib Rakyatnya.

Harusnya buku ini memang jadi buku wajib untuk sekolah-sekolah, pemikiran Kartini yang luar biasa untuk zamannya, kesukaannya yang sangat akan membaca, menulis, Karti
...more
Adit
Baru pertama kali saya membaca buku semacam ini, mencoba merekonstruksi karakter seseorang melalui karyanya, tulisannya, coretannya. Kartini, sosok fenomenal yang pantas untuk menjadi penanda suatu lembaran jaman. aktifitas korespondensi, membaca, menulis, yang begitu luas, belum lagi kemampuan observasi dan konsep patriotisme nya, mengingat akan ruang dan masa nya pada saat itu budaya feodal masih sangat kuat (meskipun mulai muncul kelompok "etik" di eropa). Perlu diingat bahwa semua itu dimula ...more
Aroengbinang
Buku yang sepertinya tidak begitu tebal, namun karena kutipan surat-surat Kartini dicetak dengan huruf kecil, buku ini sangatlah padat, dan membutuhkan waktu lumayan lama untuk menyelesaikannya.

Judul buku diambil dari kata-kata Kartini sendiri, dan baru ditemukan pada bagian akhir dari buku ini.

Membaca buku ini, saya harus mengakui kegigihan dan usaha Pram yang luar biasa dalam melakukan pengumpulan dan penelitian mengenai banyak hal yang berhubungan dengan sosok Kartini.

Tidak bisa dihindari ada
...more
Mesty Ariotedjo
Ketika ingin kutahu lebih dalam mengenai Ibu Kartini, maka kubaca buku ini. Namun, gambaran, imajinasiku mengenai Ibu Kartini hilang seketika. Aku memang sangat awam mengenai Ibu Kartini, aku pun jarang mencari tahu mengenainya, tetapi yang sering kudengar dan identik dengan beliau adalah perjuangannya dalam menjunjung emansipasi wanita. Saat membaca buku ini, bukannya aku semakin paham, tetapi semakin banyak yang aku pertanyakan. Misalnya saja, mengapa Beliau tidak pernah menyebut ibunya sekali ...more
Anis Fitria
Hal yang bisa saya ambil dari buku ini, cukup banyak. Banyak hal- hal keliru yang telah berkembang didalam masyarakat tentang sosok ra kartini yang kebenarannya bisa saya dapat dari buku ini.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 57 58 next »
topics  posts  views  last activity   
Goodreads Malaysia: Buku Jalanan PJ 16 Mac 2013 1 18 Mar 13, 2013 06:47AM  
Panggil Aku Kartini Saja; Rekonstruksi Sebuah Karakter 1 25 Mar 08, 2010 11:54PM  
  • Burung-Burung Manyar
  • Orang-orang Proyek
  • Para Priyayi: Sebuah Novel
  • Canting
  • Kitab Omong Kosong
  • Aksi Massa
  • Harimau! Harimau!
  • Entrok
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Bilangan Fu
  • Pengarang Telah Mati: Segenggam cerita
  • Mantra Pejinak Ular
101823
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t ...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Bumi Manusia (Tetralogi Buru, #1) Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3) Child of All Nations (Tetralogi Buru, #2) Gadis Pantai House of Glass (Tetralogi Buru, #4)

Share This Book

“apa yang sudah dibaca Kartini digenggamnya terus di dalam tangannya, dan ikut memperkuat moralnya” 4 likes
More quotes…