44th out of 417 books
—
1,256 voters
Gadis Pantai
"...Roman ini menusuk feodalisme Jawa yang tak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan tepat langsung di jantungnya yang paling dalam."
Paperback, 232 pages
Published
2000
by Hasta Mitra
(first published 1962)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
2,290)
Sempat ke pending lama banget karena gk mood, eh begitu mood menghampiriku lamgsung bo' gk bisa berhenti untuk membaca kisah ini.
Gadis pantai, di usianya yang masih sangat belia, yang belum memahami maksud dari kehidupan harus memulai hidupnya menjadi istri beli-an untuk seorang Bendoro. Suka dengan karakter Si Gadis Pantai, yang semakin berkembang menjadi wanita yang kuat dan berpendirian seiring dengan waktu. Kesssseeeellll sama bendoro, salahkan seorang perempuan melahirkan seorang perempuan....more
Gadis pantai, di usianya yang masih sangat belia, yang belum memahami maksud dari kehidupan harus memulai hidupnya menjadi istri beli-an untuk seorang Bendoro. Suka dengan karakter Si Gadis Pantai, yang semakin berkembang menjadi wanita yang kuat dan berpendirian seiring dengan waktu. Kesssseeeellll sama bendoro, salahkan seorang perempuan melahirkan seorang perempuan....more
Sahaya ini orang kecil, orang kebanyakan, orang lata, orang rendah, kalaupun jatuh—ya sakit memang, tapi tak seberapa. Bagi orang atasan ingat-ingatlah itu, Mas Nganten, tambah tinggi tempatnya tambah sakit jatuhnya. Tambah tinggi, tambah mematikan jatuhnya. Orang rendahan ini, setiap hari boleh jatuh seribu kali, tapi ia selalu berdiri lagi. Dia ditakdirkan untuk sekian kali berdiri setiap hari (h. 98)
orang bawahan selalu lapar, karena itu matanya melihat segala-galanya, kupingnya dengar segala...more
orang bawahan selalu lapar, karena itu matanya melihat segala-galanya, kupingnya dengar segala...more
Saya terus memikirkan apa gerangan yang akan dilakukan oleh Gadis Pantai selanjutnya. Balas dendam kepada Bendoro yg menceraikan atau menculik anaknya sendiri atau bergabung dalam aksi huru hara.
How men can be so cruel to women?
Saya baru sadar bahwa didunia ini ada laki-laki yang demikian ingin berkuasa atas segalanya. Sejak tinggal di Riyadh Saudi Arabia, saya hampir tidak percaya atas pandangan dan perlakuan laki-laki terhadap wanita. Wanita seperti hanya sebagai barang hiasan dilemari pajang...more
How men can be so cruel to women?
Saya baru sadar bahwa didunia ini ada laki-laki yang demikian ingin berkuasa atas segalanya. Sejak tinggal di Riyadh Saudi Arabia, saya hampir tidak percaya atas pandangan dan perlakuan laki-laki terhadap wanita. Wanita seperti hanya sebagai barang hiasan dilemari pajang...more
Aug 12, 2008
erry
rated it
3 of 5 stars
Recommends it for:
kaum feminis & pembela hak2 perempuan
Shelves:
sastra-dalam-negeri
perempuan adalah sang 'empunya'. perempuan sebagai guru, tonggak peradaban. majunya perempuan adalah majunya suatu bangsa, matinya perempuan adalah matinya suatu bangsa.
wanita berasal dari kata wani dan tata (toto). sesuatu yang di tata, ataukah (hanya) sebuah perhiasan??
kontradiksi makna perempuan dan wanita menjadi gambaran hidup seorang perempuan. perempuan sebagai pemberi hidup bagi alam. saking besarnya peran perempuan, hingga di hampir seluruh tempat di dunia ini terdapat legenda, mitos t...more
wanita berasal dari kata wani dan tata (toto). sesuatu yang di tata, ataukah (hanya) sebuah perhiasan??
kontradiksi makna perempuan dan wanita menjadi gambaran hidup seorang perempuan. perempuan sebagai pemberi hidup bagi alam. saking besarnya peran perempuan, hingga di hampir seluruh tempat di dunia ini terdapat legenda, mitos t...more
Membaca buku - buku Pram membuat saya bersyukur tidak dilahirkan pada saat saat perempuan bisa di"beli" dengan "derajat" atau apapun itu. Gadis Pantai (nama karakter) harus merelakan usia mudanya untuk dipaksa "mengabdi" pada seorang bendoro di Rembang, naasnya meskipun Gadis resmi mendapat panggilan "bendoro putri" ia tetaplah seorang nyai yang tidak diakui keberadaannya karena mengawini seorang nyai adalah "latihan" bagi bendoro sampai ia mendapatkan seorang istri dari kelas yang sama. Yang le...more
Pram secara cerdas mengisahkan kejadian tragis yang menimpa neneknya sendiri. kisah ini tragis, dimana si gadis pantai harus pasrah menjadi budak seks dari kanjeng prabu yang sangat berkuasa pada waktu itu.
hingga pada akhirnya secara kejam, si gadis pantai dipisahkan dengan anaknya. dan akhirnya meninggal dalam perjalanan..sendiri, tak dikenali.
karena pada masa orde baru, gadis pantai jilid 2 telah dimusnahkan maka cerita gadis pantai ini mengambang.
meskipun dari Pram akhirnya diketahui bahwa se...more
hingga pada akhirnya secara kejam, si gadis pantai dipisahkan dengan anaknya. dan akhirnya meninggal dalam perjalanan..sendiri, tak dikenali.
karena pada masa orde baru, gadis pantai jilid 2 telah dimusnahkan maka cerita gadis pantai ini mengambang.
meskipun dari Pram akhirnya diketahui bahwa se...more
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
The only thing that prevents me from giving this novel the highest rating is that I have more than a sneaking suspicion that the translation (by Willem Samuels) is simply not up to snuff. I don't read Bahasa Indonesian, so I'm in no place to be able to tell for sure, but the translation's employment of English-language colloquialisms in obvious attempts to stand in for plain speech in the novel's original language is bothersome. (And it is of some interest that Pramoedya's literary language is n...more
Gadis Pantai...
Hm...ini buku lumayan tebel tp berhasil kuselesein dlm waktu 24 jam. FYI, pas baca ini aku baruuuuu aja ngelahirin anak pertama. daaaan...alhasil aku nangis bombay pas baca bagian terakhir saat si gadis mungil itu harus dipisahin dari anakny gitu aja...dnger2 sih ada volume ke-2 dari Gadis Pantai ini, tp volume keduany termasuk dlm karya2 yg dibumihanguskan pas rezim soeharto...Ah, sayang!
Udah lama baca buku ini, jadi gak bisa ngasi detilny, jadi aku bakalan ngasi kesan yg kudapet...more
Hm...ini buku lumayan tebel tp berhasil kuselesein dlm waktu 24 jam. FYI, pas baca ini aku baruuuuu aja ngelahirin anak pertama. daaaan...alhasil aku nangis bombay pas baca bagian terakhir saat si gadis mungil itu harus dipisahin dari anakny gitu aja...dnger2 sih ada volume ke-2 dari Gadis Pantai ini, tp volume keduany termasuk dlm karya2 yg dibumihanguskan pas rezim soeharto...Ah, sayang!
Udah lama baca buku ini, jadi gak bisa ngasi detilny, jadi aku bakalan ngasi kesan yg kudapet...more
Cara berkisah Pram memang tak perlu diragukan lagi, beliau dengan lihai menuntun perasaan saya ketika membaca Gadis Pantai. Tercabik-cabik hati ini kala larut dalam perasaan gadis pantai. Sejak awal keputusan orangtuanya untuk 'menjual' gadis pantai pada seorang pembesar, ia sudah tak rela dan merasa direnggut kehidupannya, kebebasannya. Menjadi seorang mas nganten tak pernah diinginkannya, tapi tak kuasa ia melawan bapak ibunya. Bapak ibunya hanya menginginkan kehidupan yang lebih baik untuknya...more
Oct 11, 2012
Nufach
added it
Buku ini adalah kisah sejarah tentang apa yang menimpa tanah jawa. budaya penindasan masa lalu yang begitu kental. cerita buku ini lalu mengalir membedah kemanusiaan yang terenggut. Gadis Pantai. Kisah seorang perempuan yang berasal dari keluarga miskin pantai yang dipingit oleh bangsawan. Menjadi satu hal membanggakan bagi orang yang biasa-biasa saja kemudian dilirik oleh dia yang punya posisi. Kisah ini lalu berlanjut setelah gadis pantai diboyong oleh sang bangsawan. Terkuaklah tabir-tabir pe...more
Loosely based on the life of Toer's grandmother, The Girl From the Coast follows the life of an Indonesian common girl, plucked from her coastal village at the age of fourteen, when a nobleman takes her for his "wife". Since custom dictates that an aristocrat cannot marry outside of his class, this arrangement is known as a "practice marriage" until the Bendoro is ready for a suitable marriage.
Written in a simple structure, Toer creates a poignant story that has both timeless themes and those t...more
Written in a simple structure, Toer creates a poignant story that has both timeless themes and those t...more
Gadis Pantai berkisah tentang seorang gadis muda yang lahir dan tumbuh di kampung nelayan. Namanya Gadis Pantai. Ia baru berumur 14 tahun ketika ia "dinikahi" Bendoro, seorang pembesar santri dan juga seorang Jawa. Ia menjadi Mas Nganten, tidak bedanya dengan seorang gundik. Bendoro datang pada Gadis Pantai hanya jika ia membutuhkan seks.
Seperti yang tertulis di sampul belakangnya, roman ini memang menusuk feodalisme Jawa yang tak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan tepat langsung di jantungnya...more
Seperti yang tertulis di sampul belakangnya, roman ini memang menusuk feodalisme Jawa yang tak memiliki adab dan jiwa kemanusiaan tepat langsung di jantungnya...more
Saya bertemu buku ini kemarin di jajakan bersebelahan bersama "Harimau! Harimau!" karya Muchtar Lubis di perpustakaan kampus. Saya sudah banyak membaca banyak ulasan tentang karya Pram. Salah satunya tentang "Gadis Pantai" ini. Membaca ini, entah kenapa, batin saya merasa miris. Imaji tentang suasana kampung nelayan dan gedung Bendoro sampai serasa nyata. Saya sepertinya tidak akan bisa lupa pada bagian sewaktu Gadis Pantai si "Bendoro Putri" pulang kampung untuk bertemu orang tuanya. Di saat ba...more
Setelah menamatkan novel ini, saya berkata dalam hati : mengapa kelanjutannya dimusnahkan ?
Gadis Pantai menurut saya cukup berhasil melukiskan salah satu sisi dunia feodalisme. Dikatakan bahwa di usia Gadis Pantai yang masih amat belia ( empat belas tahun) ia menjadi gundik seorang pembesar yang disebut "bendoro". Dan lagi, Bendoro diwakili oleh sebilah keris saat gadis pantai dinikahkan !
Gadis pantai meninggalkan kampung nelayannya, bapak & emaknya, menuju rumah gedongan Bendoro. Di sana...more
Gadis Pantai menurut saya cukup berhasil melukiskan salah satu sisi dunia feodalisme. Dikatakan bahwa di usia Gadis Pantai yang masih amat belia ( empat belas tahun) ia menjadi gundik seorang pembesar yang disebut "bendoro". Dan lagi, Bendoro diwakili oleh sebilah keris saat gadis pantai dinikahkan !
Gadis pantai meninggalkan kampung nelayannya, bapak & emaknya, menuju rumah gedongan Bendoro. Di sana...more
mumpung menjelang Hari Kartini, pas banget ternyata saya baca buku ini.
buku ini menceritakan tentang Gadis Pantai, yang sesuai namanya merupakan anak gadis manis dari kampung nelayan yang dilpinang oleh seorang Bendoro (majikan, semacam pejabat daerah). ia dipaksa menikah, pergi dari kampungnya yang dicintainya dengan sangat. sampai di kota, hanya diperlakukan diskriminatif, hanya karena ia adalah 'orang kebanyakan,' kelahiran kampung, dan belum bisa bacatulis. intinya, dari lahir pun ia sudah s...more
buku ini menceritakan tentang Gadis Pantai, yang sesuai namanya merupakan anak gadis manis dari kampung nelayan yang dilpinang oleh seorang Bendoro (majikan, semacam pejabat daerah). ia dipaksa menikah, pergi dari kampungnya yang dicintainya dengan sangat. sampai di kota, hanya diperlakukan diskriminatif, hanya karena ia adalah 'orang kebanyakan,' kelahiran kampung, dan belum bisa bacatulis. intinya, dari lahir pun ia sudah s...more
Another typical of feodalism in Javanesse culture. Shocking story, how come yaa someone who claimed himself as a noble and religious man could do something very disgusting (in my opinion lho yaa).
the main characther in this book is unnamed, which the author use to call her as "Gadis Pantai" or other characters on this book may call her as "Mas Nganten". when she was almost 14, she married to the noble man from city (and she come from village which also described as "land of nowhere")who represen...more
the main characther in this book is unnamed, which the author use to call her as "Gadis Pantai" or other characters on this book may call her as "Mas Nganten". when she was almost 14, she married to the noble man from city (and she come from village which also described as "land of nowhere")who represen...more
"Her skin was fair. Her body was slender. Every day her back was burdened with a large basket wrapped up in a cloth sling. She came to the nobles' homes. Bought things, clothes, empty bottles, junks. Until her basket was filled to the brim. Only then would she sell them at the market.
Her husband was a failed farmer, a failed chicken soup peddler, was once a village official, also a failed one. Therefore every day she kept walking, from house to house and to the market. With the big basket on her...more
Her husband was a failed farmer, a failed chicken soup peddler, was once a village official, also a failed one. Therefore every day she kept walking, from house to house and to the market. With the big basket on her...more
It's hard to explain how something so plainspoken and straighforward can be so opaque. Maybe the reason is that the girl of the title herself understands so little of what exactly is expected of her, she has to learn every artificial response in the alien culture that she has been brought to. And then when she
returns to her village there is violence and coercion that is also shadowy and bewildering. But these events in her village form a kind of reversal, a kind of retaliation against that feuda...more
returns to her village there is violence and coercion that is also shadowy and bewildering. But these events in her village form a kind of reversal, a kind of retaliation against that feuda...more
Mulanya perkawinan tersebut memberi prestise baginya di kampung halamannya. Ia naik derajat menjadi Bendoro Putri. Tapi itu tak berlangsung lama. Ia terperosok kembali ke tanah. Orang Jawa yang telah memilikinya, tega membuangnya setelah ia melahirkan seorang bayi perempuan.
dari sinopsis singkat itu rhe berpikir bahwa buku ini akan mengkisahkan perjuangan gadis pantai ketika dibuang setelah dia melahirkan bayi na. seteguh Larasati kah diri na? namun jangan terpancing dengan sinopsis itu, cz tern...more
dari sinopsis singkat itu rhe berpikir bahwa buku ini akan mengkisahkan perjuangan gadis pantai ketika dibuang setelah dia melahirkan bayi na. seteguh Larasati kah diri na? namun jangan terpancing dengan sinopsis itu, cz tern...more
Ini adalah buku kedua Pramoedya Ananta Toer yang saya baca setelah Calon Arang yang saya baca waktu masih anak-anak.
"Mengerikan bapak, mengerikan kehidupan priyayi ini...
Seganas-ganas laut, dia lebih pemurah dari hati priyayi...
Ah tidak, aku tak suka pada priyayi. Gedung-gedungnya yang berdinding batu itu neraka. Neraka. Neraka tanpa perasaan."
-hal.5
Tokoh yang paling kuat wataknya menurut saya dalam roman ini adalah tokoh Bapak, seorang pelaut yang keras namun begitu menyayangi anak perempuanny...more
"Mengerikan bapak, mengerikan kehidupan priyayi ini...
Seganas-ganas laut, dia lebih pemurah dari hati priyayi...
Ah tidak, aku tak suka pada priyayi. Gedung-gedungnya yang berdinding batu itu neraka. Neraka. Neraka tanpa perasaan."
-hal.5
Tokoh yang paling kuat wataknya menurut saya dalam roman ini adalah tokoh Bapak, seorang pelaut yang keras namun begitu menyayangi anak perempuanny...more
Pramoedya Ananta Toer does a few fascinating things in his 2002 novel, “The Girl From the Coast.” He uses rural colonial Java as the backdrop for his story about an ordinary girl from a poor fishing village who might have inherited the unremarkable life of a fisherman’s wife had fate not intervened. Instead, Toer draws her to the city and casts her into the bizarre world of Javanese nobility. Toer uses efficient narrative and the English translation features simple language. The book’s strength...more
Buku PAT kedua yang kubaca ini kisahnya sangat memilukan hati.
Sosok gadis pantai, sesosok wanita lugu yang tanpa kuasa, untuk menentang segala rancangan orangtuanya maupun sang Bendoro.
Hidup dalam bayang yang kelam, nyaris tanpa bisa melihat secercah cahaya harapan. Saat akhirnya sesosok jiwa hadir untuk memberinya harapan, itupun direnggut darinya. Menyisakan jiwanya yang makin hampa..tak tahu arah..tak ingin kembali pada keluarga dan lingkungannya yang lalu... pun tak mampu kembali memperjuang...more
Sosok gadis pantai, sesosok wanita lugu yang tanpa kuasa, untuk menentang segala rancangan orangtuanya maupun sang Bendoro.
Hidup dalam bayang yang kelam, nyaris tanpa bisa melihat secercah cahaya harapan. Saat akhirnya sesosok jiwa hadir untuk memberinya harapan, itupun direnggut darinya. Menyisakan jiwanya yang makin hampa..tak tahu arah..tak ingin kembali pada keluarga dan lingkungannya yang lalu... pun tak mampu kembali memperjuang...more
Aku kasi penilaian objektif karena secara fakta tingkat kefeodalismeannya yang sangat nyata dan akut. Terlihat sangat menyeramkan dan mencekam dan secara kualitas tulisan sangat luar biasa.
Tapi secara subjektif, fakta ini bisa sangat menyesakkan. Seorang bendoro yang sebenarnya aku kagumi dengan tingkat kerohanian yang dimilikinya, bangun di malam hari selalu melaksanakan ibadahnya di surau, kelemahlembutannya kepada istrinya (walaupun dikatakan sang Gadis Pantai hanya sebagai istri sementara),...more
Tapi secara subjektif, fakta ini bisa sangat menyesakkan. Seorang bendoro yang sebenarnya aku kagumi dengan tingkat kerohanian yang dimilikinya, bangun di malam hari selalu melaksanakan ibadahnya di surau, kelemahlembutannya kepada istrinya (walaupun dikatakan sang Gadis Pantai hanya sebagai istri sementara),...more
Buku ini mempunyai kesan khusus, karena buku ini adalah persembahan seorang cucu kepada neneknya. Buku ini ditulis Pak Pram berdasar kisah dan cerita nenek beliau pada masa kehidupan para priyayi di daerah pesisir pantai utara Rembang. Tentang kebiasan seorang priyayi yang mengambil gundik sebelum tiba masa mereka menikah dengan perempuan yang memang (katanya) sepadan dengan mereka. Kehidupan rakyat kecil yang menganggap status sebagai seorang Nyai adalah berkah dari langit. Dengan diangkatnya s...more
Gadis Pantai meninggalkan kampung dan menuju kota. Di sana dia diperistri oleh seorang priyayi Jawa. Namun kehidupan barunya jauh dari bahagia. DI istana yang megah, dia merasa layaknya hantu yang tiada berwujud bagi penghuni lainnya. Sampai akhirnya Gadis Pantai melahirkan seorang bayi perempuan. Namun malang sungguh nasibnya, bersama dengan itu, sang priyayi pun mencerainya. Gadis Pantai diusir. Bayinya disita.
Menyeramkan kehidupan para priyayi ini. Menganggap perempuan tak ubahnya seekor sapi...more
Menyeramkan kehidupan para priyayi ini. Menganggap perempuan tak ubahnya seekor sapi...more
"Nasib kitalah memang, nak. Nasib kita. Seganas-ganas laut, dia lebih pemurah dari hati priyayi."
Kisah ini menampilkan secuplik wajah feodalisme jawa. Wajah yang bisa penuh pretensi keagungan tradisi dan kitab suci. Di sisi lain, wajah ini juga bisa begitu dingin dan keji menjijikkan. Tapi memang begitulah tata sosial jaman feodal. It takes two to tango. Adanya golongan priyayi dengan keagungannya itu tidak akan mungkin terjadi tanpa golongan jelata yang 'terpaksa' menerima nasibnya. Sebuah sika...more
Kisah ini menampilkan secuplik wajah feodalisme jawa. Wajah yang bisa penuh pretensi keagungan tradisi dan kitab suci. Di sisi lain, wajah ini juga bisa begitu dingin dan keji menjijikkan. Tapi memang begitulah tata sosial jaman feodal. It takes two to tango. Adanya golongan priyayi dengan keagungannya itu tidak akan mungkin terjadi tanpa golongan jelata yang 'terpaksa' menerima nasibnya. Sebuah sika...more
Pram masih teguh dengan akhir cerita tragis termasuk dalam roman Gadis Pantai ini. Mungkin dia memang selalu ingin menegaskan bahwa tiap cerita tetap harus ditulis setragis apa pun akhirnya.
Meski sepanjang jalan cerita Gadis Pantai ini naik turun perasaannya, ada merana, bahagia, lalu tersiksa, nyatanya akhir cerita ini tetap tak terduga.
Pram dengan ketajaman tulisan dan pikirannya menguliti laku feodal priyayi Jawa pada tokoh Bendoro dalam roman ini. Tak hanya Jawa juga sih sebenarnya tapi juga...more
Meski sepanjang jalan cerita Gadis Pantai ini naik turun perasaannya, ada merana, bahagia, lalu tersiksa, nyatanya akhir cerita ini tetap tak terduga.
Pram dengan ketajaman tulisan dan pikirannya menguliti laku feodal priyayi Jawa pada tokoh Bendoro dalam roman ini. Tak hanya Jawa juga sih sebenarnya tapi juga...more
Novel tidak melulu sebagai sebuah hasil imajinasi penulisnya. Meskipun bersifat fiksi, novel dapat kita gunakan sebagai alat untuk memahami tatanan sosial kemasyarakatan lewat dunia kesusastraan. Apa yang ditulis Suryakenchana Omar tersebut dalam esainya yang berjudul The Javanese Society of Pramoedya’s Gadis Pantai memang benar. Apalagi jika novel tersebut adalah karya penulis sekelas Pramoedya Ananta Toer (Pram). Pram memang terkenal sebagai seorang penulis yang secara realistis memotret kehid...more
Buku 'Gadis Pantai' ini termasuk buku Pram yang tipis dibanding bukunya yang lain yang pernah saya baca , biarpun tipis ceritanya tetap menarik dan penuh dengan kata-kata yang 'berisi’ dan menggali rasa kemanusiaan pembacanya.
Gadis Pantai sebetulnya merupakan cerita roman yang belum selsai karena konon ini sejatinya sebuah trilogi, tapi cerita selanjutnya lenyap ketika prahara politik terjadi di Indonesia. Walaupun begitu membaca Gadis Pantai tidak membuat pembacanya kehilangan inti ceritanya ya...more
Gadis Pantai sebetulnya merupakan cerita roman yang belum selsai karena konon ini sejatinya sebuah trilogi, tapi cerita selanjutnya lenyap ketika prahara politik terjadi di Indonesia. Walaupun begitu membaca Gadis Pantai tidak membuat pembacanya kehilangan inti ceritanya ya...more
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| cari Gadis Pantai? | 2 | 59 | May 22, 2011 05:26am |
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »
“A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself.”
—
135 people liked it
“Such was the love of this grandson for his grandmother that two years after the death of his mother, when she herself fell gravely ill, he vowed to her that someday he would try to tell the world her life story.
'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'
'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own.”
—
27 people liked it
More quotes…
'But why?' she asked humbly. 'I'm no one, just a girl from the coast'
'But you are everyone, Grandma,' the young Pramoedya told her. 'You are all the people who have ever had to fight to make this life their own.”

Loading...



































Sep 07, 2009 08:10pm
Sep 08, 2009 01:42am