Larasati
LARASATI – sebuah roman revolusi semasa perjuangan bersenjata 1945-1950. Kisah tentang pemuda-pemuda Indonesia yang rela membaktikan jiwa raga demi proklamasi kemerdekaan, kisah-kisah tentang para pahlawan sejati dan pahlawan munafik, pertarungan di daerah republik dan daerah pendudukan Belanda – antara yang setia dan yang menyeberang, antara uang ORI dan uang Nica, dengan...more
Paperback, 180 pages
Published
July 2003
by Lentera Dipantara
(first published 2000)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
1,024)
Novelet ini menjalin pertautan rasa dan konflik yang dialami Larasati, seorang bintang panggung glamor serta perempuan jelita yang berpindah dari satu pelukan ke pelukan lelaki lain dengan imbalan uang. Dia, seorang artis yang sanggup menggugurkan iman para lelaki, dan senantiasa bermandikan sorot panggung dan decak kagum para penontonnya, akhirnya membuat suatu pengorbanan .....akan diabdikannya dirinya sendiri kepada revolusi yang tengah bergejolak. Larasati tidak ingin mempropagandakan NICA,...more
Ada beberapa alasan aku bisa membaca dengan cepat:
1. Bukunya sangat menarik, hingga tak ingin berhenti membacanya.
2. Bukunya sangat tidak menarik, sehingga skimming menuntaskannya hingga halaman terakhir karena ingin terlepas dari jalinan ceritanya.
3. Lagi banyak waktu untuk baca, misalkan liburan, karena kurang kerjaan ya membaca saja.
4. Bukunya tipis, jadi mau nggak mau ya cepat selesai.
Alasannya bisa memuat lebih dari 1 poin di atas. Nah, untuk buku satu ini, paling tidak poin no 1,3,4 memenu...more
1. Bukunya sangat menarik, hingga tak ingin berhenti membacanya.
2. Bukunya sangat tidak menarik, sehingga skimming menuntaskannya hingga halaman terakhir karena ingin terlepas dari jalinan ceritanya.
3. Lagi banyak waktu untuk baca, misalkan liburan, karena kurang kerjaan ya membaca saja.
4. Bukunya tipis, jadi mau nggak mau ya cepat selesai.
Alasannya bisa memuat lebih dari 1 poin di atas. Nah, untuk buku satu ini, paling tidak poin no 1,3,4 memenu...more
masa perjuangan pasca kemerdekaan. dan waktu itu kata revolusi begitu magis, sebuah iman perjuangan.
hidup diantara wilayah pedalaman dan pendudukan. dan wilayah pedalaman adalah sebuah jawaban atas semua keterbatasan yang ada, tempat bertahan. diceritakan pula pribumi yang kontra revolusi, mereka orang yang mendukung hadirnya sekutu dan mendapat keuntungan darinya. terdapat kisah heroik pejuang yang terpenjara dan disiksa, dipaksa berbicara, dan disaksikan larasati. lagi-lagi, pramoedya mengambi...more
hidup diantara wilayah pedalaman dan pendudukan. dan wilayah pedalaman adalah sebuah jawaban atas semua keterbatasan yang ada, tempat bertahan. diceritakan pula pribumi yang kontra revolusi, mereka orang yang mendukung hadirnya sekutu dan mendapat keuntungan darinya. terdapat kisah heroik pejuang yang terpenjara dan disiksa, dipaksa berbicara, dan disaksikan larasati. lagi-lagi, pramoedya mengambi...more
Pramoedya memang luar biasa…Beliau mempunyai visi yang menerawang sangat jauh. Ketika tahun 1960an beliau sudah banyak berbicara mengenai emansipasi perempuan, padahal isu itu belum menyeruak di banyak kepala.
Larasati, seorang perempuan yang berprofesi sebagai bintang film dan pelacur-pun bisa berbuat sesuatu untuk mengisi revolusi. Dia masih mempunyai harga diri dan kebanggaan sebagai anak bangsa Indonesia.
Sungguh ironis dengan kelakuan banyak orang saat ini, tampilannya banyak yang perlente...more
Larasati, seorang perempuan yang berprofesi sebagai bintang film dan pelacur-pun bisa berbuat sesuatu untuk mengisi revolusi. Dia masih mempunyai harga diri dan kebanggaan sebagai anak bangsa Indonesia.
Sungguh ironis dengan kelakuan banyak orang saat ini, tampilannya banyak yang perlente...more
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
For several decades, Pramoedya Ananta Toer has been considered Indonesia's leading author and an influential literary icon.
Critics of Pramoedya's work has often focused on his role as a political activist, his long imprisonment and house arrest, and the banning of his books by the Indonesian government.
Most readers have regarded Pramoedya's fiction and nonfiction works as a powerful reflection of the political realities in twentieth-century Indonesia.
This is also the case with Larasati, the t...more
Critics of Pramoedya's work has often focused on his role as a political activist, his long imprisonment and house arrest, and the banning of his books by the Indonesian government.
Most readers have regarded Pramoedya's fiction and nonfiction works as a powerful reflection of the political realities in twentieth-century Indonesia.
This is also the case with Larasati, the t...more
Mungkin ini enaknya baca karya anak negeri…
Lebih dekat dengan semua settingan waktu ‘n tempat dlm cerita itu. Walaupun mungkin terkesan berat cz dalam buku ini g ada bab jadi g da celah untuk m’tarik nafas sejenak, tapi ntah knp smua mengalir begitu ringan sampai” g kerasa sudah sampai d lembar t’akhir.
Idealisme pemuda…
Menganggap golongan tua yg “spt itulah”. Golongan congkak yg korup. Tapi mereka juga pnh jadi pemuda.
Sekarang pertanyaannya adl… apakah semasa muda, para golongan tua itu jg menja...more
Lebih dekat dengan semua settingan waktu ‘n tempat dlm cerita itu. Walaupun mungkin terkesan berat cz dalam buku ini g ada bab jadi g da celah untuk m’tarik nafas sejenak, tapi ntah knp smua mengalir begitu ringan sampai” g kerasa sudah sampai d lembar t’akhir.
Idealisme pemuda…
Menganggap golongan tua yg “spt itulah”. Golongan congkak yg korup. Tapi mereka juga pnh jadi pemuda.
Sekarang pertanyaannya adl… apakah semasa muda, para golongan tua itu jg menja...more
Larasati adalah mantan bintang film ngetop yang terjebak di tengah pergolakan politik Indonesia di era peralihan antara negara terjajah menuju negara merdeka. Kali ini Om Pram menuliskan sosok perempuan yang unik: kuat idealismenya walau dalam situasi tertekan ternyata rapuh juga. Manusiawi. Membumi. Dan, hingga hari ini pun, perempuan-perempuan seperti Larasati masih ada. Masih terjajah oleh kultur dunia patriarkal.
Saat mengisahkan pertempuran kecil di kampung kumuh, Om Pram menunjukkan kepiawa...more
Saat mengisahkan pertempuran kecil di kampung kumuh, Om Pram menunjukkan kepiawa...more
Cover buku ini menarik. Warna cerah oranye dengan dengan covergirl seorang perempuan seperti wajah di Majalah Anita Cemerlang. Novel ini ditulis dalam suasana awal kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar Tahun 1950. Pada masa itu, sedang masa peralihan antara kemerdekaan RI yang seutuhnya dan agresi militer Belanda yang masih tidak rela kehilangan Indonesia sebagai jajahan terbesarnya.
Instablitas politik dan keamanan menjadi isu penting. Tidak menjadi soal bagaimana para pemimpin negara bekerja...more
Instablitas politik dan keamanan menjadi isu penting. Tidak menjadi soal bagaimana para pemimpin negara bekerja...more
Larasati - yang selanjutnya dipanggil Ara - memulai kembali kehidupannya sebagai artis yang sempat terhambat oleh perang. Dari tanah Jogja ia berangkat dengan kereta api ke Jakarta yang pada saat itu masih dikuasai oleh NICA. Setiba di Jakarta, kehidupannya sangat jauh dari yang dia harapkan. Ibunya yang ternyata bekerja sebagai babu juragan arab merupakan hal yang sangat disesali Ara. Hingga terlibatnya dia dalam sebuah serangan geriliya terhadap patroli NICA.
Roman Pramoedya yang satu ini membu...more
Roman Pramoedya yang satu ini membu...more
Awalnya saya pikir novel Larasati akan menceritakan perjuangan Larasati, atau Ara, sebagai seorang pejuang Revolusi lewat profesinya yaitu seorang bintang film ternama. Agak sedikit kecewa, pada awalnya, namun tetap saja membaca perjuangan anak-anak bangsa merebut kemerdekaan dari tangan Belanda dan NICA merupakan pengalihan perhatian yang sangat sebanding.
Rating yang saya berikan tersendat di bintang ketiga dikarenakan endingnya yang terasa kurang menggigit dan membuat saya agak heran, "Sudah s...more
Rating yang saya berikan tersendat di bintang ketiga dikarenakan endingnya yang terasa kurang menggigit dan membuat saya agak heran, "Sudah s...more
3.5
Awalnya saya ngerasa cape juga baca buku ini, soalnya bahasa dan cara memenggal kalimat/paragrafnya suka agak aneh, sampai2 suka bingung, ini yang ngomong siapa sih?
Tapi setelah mulai ke tengah, saya jadi bisa lebih apresiasi bagaimana Pram menceritakan revolusi dari sudut pandang Ara, bahkan jatuh-bangunnya revolusi itu juga paralel dengan kehidupan Ara sendiri.
Singkat kata, menarik, tragis sekaligus mengharukan. Dan pas selesai baca, rasanya saya jadi sangat berterima kasih kepada para pa...more
Awalnya saya ngerasa cape juga baca buku ini, soalnya bahasa dan cara memenggal kalimat/paragrafnya suka agak aneh, sampai2 suka bingung, ini yang ngomong siapa sih?
Tapi setelah mulai ke tengah, saya jadi bisa lebih apresiasi bagaimana Pram menceritakan revolusi dari sudut pandang Ara, bahkan jatuh-bangunnya revolusi itu juga paralel dengan kehidupan Ara sendiri.
Singkat kata, menarik, tragis sekaligus mengharukan. Dan pas selesai baca, rasanya saya jadi sangat berterima kasih kepada para pa...more
Larasati memang hanya artis sandiwara
Larasati memang hanya pelacur
Larasati bukan orang suci
Tapi Larasati seorang Republiken..
Larasati berkata:
"Biar aku kotor, perjuangan tidak aku kotori. Revolusi pun tidak!Negara pun tidak!Rakyat apa lagi!Yang aku kotori hanya diriku sendiri. Bukan orang lain. Orang lain takkan rugi karenanya."(hal.44)
Dari Yogya, Ia berangkat ke Jakarta. Bukan untuk membantu pendudukan NICA tapi melihat tegaknya Revolusi. Saat Yogya jatuh, ia pun mengaduh. Bagaimana mungkin Rev...more
Larasati memang hanya pelacur
Larasati bukan orang suci
Tapi Larasati seorang Republiken..
Larasati berkata:
"Biar aku kotor, perjuangan tidak aku kotori. Revolusi pun tidak!Negara pun tidak!Rakyat apa lagi!Yang aku kotori hanya diriku sendiri. Bukan orang lain. Orang lain takkan rugi karenanya."(hal.44)
Dari Yogya, Ia berangkat ke Jakarta. Bukan untuk membantu pendudukan NICA tapi melihat tegaknya Revolusi. Saat Yogya jatuh, ia pun mengaduh. Bagaimana mungkin Rev...more
Revolusioner Larasati
Pramoedya. Tentulah hampir semua orang tahu siapa dia. Namanya menjulang di dalam dunia sastra Indonesia setelah Tetralogi Buru lahir dan namanya sempat terdaftar sebagai calon penerima Nobel Sastra. Satu-satunya orang Indonesia yang pernah dinominasikan di dalam penerima Nobel Sastra. Tetralogi Buru sendiri sudah diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa.
Kali ini Pram bercerita tentang kehidupan Larasati. Larasati adalah seorang aktris yang hidup di Yogyakarta yang kemud...more
Pramoedya. Tentulah hampir semua orang tahu siapa dia. Namanya menjulang di dalam dunia sastra Indonesia setelah Tetralogi Buru lahir dan namanya sempat terdaftar sebagai calon penerima Nobel Sastra. Satu-satunya orang Indonesia yang pernah dinominasikan di dalam penerima Nobel Sastra. Tetralogi Buru sendiri sudah diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa.
Kali ini Pram bercerita tentang kehidupan Larasati. Larasati adalah seorang aktris yang hidup di Yogyakarta yang kemud...more
larasati adalah seorang bintang di masanya. ia memiliki kecantikan bak bidadari yang telah membius setiap lelaki yang ditemuinya. tetapi, terlepas dari hingar bingar menjadi seorang bintang, kecantikan dan ketenaran yang dimilikinya, yang ia tahu bahwa cintanya hampa.
menjadi seorang wanita tanpa tumpuan hati menjadikannya serasa tak hidup. ia bahkan sering menjadi bulan-bulanan para pria hidung belang yang pernah menikah atau tertarik padanya.
selain kisah mengenai seorang wanita, roman larasati...more
menjadi seorang wanita tanpa tumpuan hati menjadikannya serasa tak hidup. ia bahkan sering menjadi bulan-bulanan para pria hidung belang yang pernah menikah atau tertarik padanya.
selain kisah mengenai seorang wanita, roman larasati...more
Larasati was beautiful and famous artist at that time. she used to get what she wants so easily. she worship the freedom fighter. when the japanese landed in Indonesia and starting take over the colonialism from Dutch, she denied to play on one of Japanese propaganda movie.She would like to give anything for Indonesia independence. even she had to leave her fame and then returned to her mother who lived in poverty at jakarta. this book describe the condition in Jakarta back at arround 1945 very...more
novel larasati bertutur tentang sulitnya hidup bagi rakyat pro kemerdekaan di masa-masa paska proklamasi – pendudukan (kembali) oleh Belanda – hingga KMB & pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda, bahkan bagi seorang aktris panggung & bintang film (merangkap pelacur?) seterkenal larasati.
diceritakan, larasati yang berpindah dari yogya (dikuasai Indonesia) ke jakarta (dikuasai Belanda) dengan tujuan untuk kembali bermain film dan mencari ibunya yang hidup terpisah setahun lamanya, mengalami...more
diceritakan, larasati yang berpindah dari yogya (dikuasai Indonesia) ke jakarta (dikuasai Belanda) dengan tujuan untuk kembali bermain film dan mencari ibunya yang hidup terpisah setahun lamanya, mengalami...more
Larasati adalah roman Pramoedya yang cukup menarik dibaca, di angkot misalnya. Jumlah halamannya cuma 180. Kau bisa bereskan kurang dari 2 jam. Roman ini bercerita tentang gejolak seorang bintang film bernama Larasati di tengah hangatnya Revolusi yang masih dipertahankan dengan berdarah-darah karena Belanda masih merasa Indonesia sebagai Dutch East India.
Roman ini memang tak sebagus roman Tetralogi Pulau Buru. Terlalu kentara revolusi dengan "R" besar. Lekra banget kali ya... Tapi mungkin karya...more
Roman ini memang tak sebagus roman Tetralogi Pulau Buru. Terlalu kentara revolusi dengan "R" besar. Lekra banget kali ya... Tapi mungkin karya...more
Larasati merupakan tokoh utama pada cerita ini. Dia seorang aktris cantik dengan latar belakang kurun waktu perjuangan bersenjata 1945-1950. Berkisah tentang para pahlawan sejati ataupun munafik. Larasati berjuang dengan caranya sendiri, menyerahkan segalanya termasuk dirinya untuk revolusi.
Pram beberapa kali menokohkan perempuan dalam bukunya antara lain Nyai Ontosoroh di tetralogi Buru,walaupun tokoh utamanya Minke tetapi Nyai Ontosoroh adalah tokoh utama wanita, terus ada Midah dan Larasati....more
Pram beberapa kali menokohkan perempuan dalam bukunya antara lain Nyai Ontosoroh di tetralogi Buru,walaupun tokoh utamanya Minke tetapi Nyai Ontosoroh adalah tokoh utama wanita, terus ada Midah dan Larasati....more
Larasati mengajarkan saya tentang arti perjuangan. Kita dapat berjuang dengan cara apapun. Tapi ada yang masih mengganjal buat saya, Ara itu nikah sama Jusman atau tidak ya? Kalau tidak, itu kan bisa dikategorikan penculikan. Di buku ini juga terlihat ras mana yang berjuang untuk Indonesia dan yang hanya mengharapkan keuntungan saja, hehehe
Jun 10, 2011
Komar
added it
Buku yang bagus dari sekian bukunya karya Pram.
"Ara" adalah tokoh utamanya. Perjuangan demi Republik, meski harus berdarah-darah. Hidup mesti punya harga diri, jangan khawatir dengan apalagi takut oleh para penjajah, karena perjuangan itu harus terus dilakukan. Kemerdekaan itu harus dipertahankan.
"Ara" adalah tokoh utamanya. Perjuangan demi Republik, meski harus berdarah-darah. Hidup mesti punya harga diri, jangan khawatir dengan apalagi takut oleh para penjajah, karena perjuangan itu harus terus dilakukan. Kemerdekaan itu harus dipertahankan.
Sayang sekali aku tidak suka buku ini. Ceritanya absurd. Tidak mudah untuk menyelami tokoh-tokohnya. Terutama Larasati yang selalu bimbang tidak menentu. Si Arab bermata kuning itu juga absurd. Loncatan-loncatan waktunya juga janggal: sang ibu berangkat suatu sore dan tidak kembali selama setahun. Apa yang terjadi selama setahun itu? Sayang sekali.
Dec 22, 2010
Fitri D
added it
Tidak hanya merekam kisah-kisah heroic kepahlawanan, namun juga lengkap dengan segala kemunafikan kaum revolusioner, keloyoan, omong banyak tapi kosong dari para pemimpin, pengkhianatan, dan sebenggol- benggol kisah percintaan.
Mar 02, 2009
Jong
added it
Ini buku Pram yang pertama kali saya baca. Sangat menyentuh. Menggambarkan betapa tanpa pamrihnya perjuangan pemuda pada masa awal-awal kemerdekaan dulu. A must read!
| topics | posts | views | last activity | |
|---|---|---|---|---|
| Berdasar kisah nyata atau murni fiksi? | 3 | 19 | Apr 27, 2011 05:27am |
Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people. A well-regarded writer in the West, Pramoedya's outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre-reformation era. For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, t...more
More about Pramoedya Ananta Toer...
Share This Book
2 trivia questions
More quizzes & trivia...

Loading...





























Selamat candu, Mbak Nat!
Apr 24, 2011 06:19pm