Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “9 dari Nadira” as Want to Read:
9 dari Nadira
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

9 dari Nadira

3.96 of 5 stars 3.96  ·  rating details  ·  692 ratings  ·  168 reviews
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian sang ibu, Kemala Yunus - yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri - sungguh mengejutkan.

Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak ("Melukis Langit"); seorang wartawan ("Tasbih"); seorang kekasi
...more
Paperback, 270 pages
Published October 2009 by Kepustakaan Populer Gramedia
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about 9 dari Nadira, please sign up.

Be the first to ask a question about 9 dari Nadira

9 dari Nadira by Leila S. ChudoriKarena Kita Tidak Kenal by Farida SusantyRobohnya Surau Kami by A.A. NavisSeribu Kunang-kunang di Manhattan by Umar KayamKereta Tidur by Avianti Armand
Kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik
1st out of 116 books — 178 voters
Laskar Pelangi by Andrea HirataBumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer5 cm by Donny DhirgantoroNegeri 5 Menara by Ahmad FuadiSang Pemimpi by Andrea Hirata
Buku Indonesia Sepanjang Masa
432nd out of 479 books — 1,668 voters


More lists with this book...

Community Reviews

(showing 1-30 of 2,438)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Harun Harahap
Perlukah perpisahan menjadi tanda buat menyadarkanmu bahwa dirimu mencintainya?

Ya, terkadang perlu.
Perlu untuk menjelajahi hitam putih dunia terlebih dahulu. Merasakan pahitnya hidup, mengatasi kegelisahan dalam menjalani waktu dan mencari jawaban atas teka-teki kehidupan.
Hingga pada suatu titik akhir, Perpisahan menjawab seluruh keraguan dan pertanyaanmu. Dan saat kau tersadar barulah kau bisa merasakan manisnya cinta yang sedari dulu sudah tersedia didepan matamu.






NB: gambar kedua dari depan me
...more
Ataventis
Kenapa nama Leila S. Chudori terasa begitu akrab dengan indera saya?
Tapi kemudian, sebagaimana seringnya saya melewatkan detil-detil yang terlanjur saya cap sebagai ‘tak perlu diingat’, tentu saya gagal mengidentifikasi celah mana dari semua indera ini yang akrab dengan sebaris nama itu. Ah, ya sudah, tak penting!


Hari itu, buku ini termasuk dalam jajaran buku baru yang didiskon di pameran. Berbagai kalangan di berbagai media telah dengan royalnya memberikan paling sedikit 7 bintang dalam resens
...more
gieb
kehidupan itu rangkaian dari keputusan-keputusan yang terlambat.

tidak cukupkah bila nadira mematikan dirinya pada dunia, lalu masuk ke dalam dunia batinnya sendiri, berpayah payah membayangkan kehadiran tuhan secara fisik - sekuat ia menghadirkan sekuat itu pula sang tuhan menghindar. dalam posisi semacam itu, nadira mungkin akan disergap oleh suatu rasa sedih, suatu rasa senang, atau suatu rasa putus asa. bahwa tuhan tak bisa ia hadirkan secara fisik. tapi pelan pelan dengan cara mengontak tuha
...more
Sweetdhee
3 bintang untuk kata-kata yang menyihir, ide cerita, dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk menulis dari satu cerpen ke cerpen yang lain.
1 bintang untuk rasa nagih yang dirasakan pas baca setiap ending cerpennya



Kalau aku bunuh diri, kira2 apa ya alasannya?
Hal ini yang ada di otak saat membaca sinopsis di belakang buku ini..
Kalau aku bunuh diri, apa mungkin karena putus asa akan cinta?
Apa mungkin karena tidak tahan akan tekanan pekerjaan?
Apa mungkin karena tidak bisa memenuhi harapan orang2 te
...more
Uci
Saat buku ini terbit dan menuai keramaian di Goodreads, sebenarnya saya sudah tergoda untuk ikut membaca. Tapi entah mengapa saya tidak pernah memutuskan untuk membeli atau meminjamnya. Mungkin karena saya terpengaruh komentar teman-teman yang bilang buku ini sangat suram, mungkin karena cara bertutur Leila S. Chudori dalam beberapa resensinya di Tempo kurang kena di hati.

Lalu 'tugas' dari Ijul mengharuskan saya membaca buku ini dan...ternyata saya menyukainya. Saya suka cara bertutur Leila di b
...more
indri
kami menemukan sebuah sosok yang telentang bukan karena sakit atau terjatuh, tapi karena ia memutuskan : hari ini, aku mati.
kemala suwandi. ibu nadira.

Nadira pikir ia kuat, tapi ia menangis di ujung, dan tangis hanyalah bentuk emosi.

Nadira pikir ia bersahabat dengan Nina, namun kakaknya hanyalah seseorang yang ambisius dan tidak mau mengalah, serta rapuh hatinya.

Nadira pikir ayahnya sekuat dirinya, ketika sang ayah terus bercerita tentang kejayaannya sebagai wartawan.

Nadira pikir ia sabar, ke
...more
Thesunan
..di dalam hati kecilku, aku menyimpan sebuah tempat untuk Tara... Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mencari lilin, mencari obor.. Hidup ini selalu saja gelap. Aku mencari dan mencari, hingga ke Pedder Bay.. Hingga ke ujung bukit Victoria. Dan tiba-tiba aku baru menyadari, di manapun aku berada, selalu ada Tara


BODOH!!!

And now u realize that u've lost the moon while counting stars!!!

REGRET???
ucha
Review #3

Selesai sudah membaca 9 cerpen apik dalam buku kumpulan cerpen ini. Salah satu buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Mbak Leila Chudori sungguh pandai bercerita, aku menikmati setiap kalimat yang disajikan, gaya penulisannya yang bagus dan alur cerita yang dengan caranya sendiri saling berkaitan satu sama lainnya.

Kematian adalah perpisahan besar (SGA)

Tindakan bunuh diri yang dilakukan Kemala Suwandi dan semua hal yang terjadi sesudahnya menjadi benang merah sepanjang kumpulan
...more
Helvry Sinaga
Sebelum menulis review ini, saya melakukan jelajah jejak dari Leila S. Chudori di mesin pencari Google. Selama ini jejak seseorang di dunia maya tergantung setenar apa dia, karya apa yang dibuat, dan juga seberapa banyak orang lain menulis tentang dia. Beruntung, review tentang kumpulan cerpen 9 dari Nadira ini cukup banyak tersedia di dunia maya, banyak orang seolah "tidak mau ketinggalan" meresensi bukunya ini, termasuk saya.

Sekilas tentang Penulis
Dari hasil googling tersebut, tahulah saya ap
...more
Endah
Sudah berabad-abad yang lalu rasanya ketika terkahir saya membaca cerpen Leila S Chudori, pengarang yang karya-karyanya turut mewarnai hari-hari remaja saya. Yang paling saya ingat itu cerpennya yang berjudul “Saya dan Apuy”, kalau tak keliru mengingat, pernah dimuat di majalah Gadis. Masih di majalah yang sama, Leila pernah juga menulis sebuah cerita bersambung: “Seputih Hati Andra”. Kedua kisah fiksi ini bertutur seputar dunia remaja dan gejolaknya.

Bertahun kemudian, saya sempat kehilangan pe
...more
Ardita
9 dari Nadira adalah 9 dari Leila Chudori. Kuli tinta hebat Jakarta pasti mengenalnya. Saya tidak. Sembilan cerita pendeknya kental dengan paparan atmosfer Jakarta ketika Soeharto masih gagah dan Majalah Tempo masih punya urat dan nyali. Seperti baca silsilah budayawan dan jurnalis hebat yang hidup berkalang tokoh politik dan sastra, tak lupa buku-buku klasik yang kala itu lebih mudah didapat kalau cukup jenius bisa kuliah di luar Indonesia. Cerita yang relatif eksklusif.

Kenapa saya merasa seper
...more
e.c.h.a
Menarik nafas panjang. Buku ini terlalu kelabu seakan tidak mengenal ada warna-warna ceria dalam hidup. Warna hitam dan kelabu memang suram tapi setidaknya bisa kau goreskan warna cerah diatasnya, walau hanya segores. Atau nadira, kau bisa pilih bingkai berwarna ceria untuk membingkai kelabu mu. Tuhan tidak akan menciptakan dunia ini berwarna hitam kalau ternyata warna-warni itu jauh lebih indah.
Rachma Haryanto
Menurut penulisnya buku ini adalah kumpulan cerpen, tapi saya menganggapnya sebagai sebuah novel. Karena 9 cerita dalam buku ini merajut sebuah cerita yang utuh. Kisahnya sedikit banyak mirip kisah sinetron "Dunia Tanpa Koma" yang memang ditulis oleh Leila juga.
Nadira yang wartawan dan kisah dunia kerja wartawan mirip dengan DTK. Mau tak mau saya membayangkan Nadira wajahnya seperti Dian Sastrowardoyo dan Tara (boss nya) seperti Tora, juga Mas G seperti Slamet Raharjo.
Bedanya tokoh-tokoh dalam
...more
Dini
Oct 27, 2009 Dini rated it 5 of 5 stars
Shelves: my-own
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Tewasnya ibunya-Kemala lalu mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak, wartawan, kekasih, istri, hingga membawanya ke sebuah penjelajahan dunia baru.

Cerpen yang tersusun menjadi sebuah novel utuh mengenai sebuah keluarga dan segala permasalahannya. Ayah dan ibu yang berasal dari latar keluarga berbeda, seorang anak sulung yang merasa bertanggungjawab atas adik-adiknya, serta cinta yang pelik
...more
Glenn Ardi
Pernahkah Anda bayangkan akan jadi seperti apa buku yang membutuhkan waktu 20 tahun untuk diselesaikan ? Yak, buku itu akan terlahir menjadi salah satu karya sastra terbaik Indonesia. Tolong jangan bandingkan 9 dari Nadira dengan Laskar Pelangi, 5cm, atau Negeri 5 Menara. Buku ini sama sekali berada pada level yang berbeda, jauh di atas karya sastra yang saat ini sedang beken di negeri ini.

Dalam buku ini, setiap tokoh memiliki karakter yang sangat kuat, sangat kompleks, sangat berpribadi.. sehin
...more
Nyonya Buku

Well, buku ini bisa dibaca dengan cepat. Hmm.. saya belum pernah membaca buku Leila S. Chudori sebelumnya, Malam Terakhir. Jadi mungkin enggak bisa dibuat perbandingan.

Tulisan Leila, saya kenal dari Tempo, lewat review-review filmnya. Membaca buku ini, saya jadi merasa membaca dia, Leila. Dia menyusup pada Nadira, juga Kemala. Kalau kata teman,"aku kok enggak ngeliat usaha dia untuk menulis tokoh yang bukan dirinya, ya".

Mungkin karena itu, karakter pada tokoh2nya menempel betul. Leila seperti
...more
Pandasurya
9 dari Nadira, 1 dari aku, 10 untukmu..

***
Satu kalimat berikut ini sepertinya cocok untuk kisah buku ini:

"You don't really know what you've got 'til it's gone.."

Dan ada 2 lagu yang menurut sayah cocok dengan beberapa bagian dari kisah di buku ini..
2 lagu yang enak dinikmati di saat-saat seperti ini..
yaitu "Where'd You Go" dari Fort Minor dan "Honeymoon on Ice" dari The Trees and The Wild..

Dan mungkin memang bukan kebetulan kalo ternyata sang penulis buku ini pun menuliskan di halaman ucapan teri
...more
miaaa
My sweet lord
Hm, my lord
Hm, my lord

I really want to see you
Really want to be with you
Really want to see you lord
But it takes so long, my lord

My sweet lord
Hm, my lord
Hm, my lord

I really want to know you
Really want to go with you
Really want to show you lord
That it won't take long, my lord

My sweet lord
Hm, my lord
My sweet lord

I really want to see you
Really want to see you
Really want to see you, lord
Really want to see you, lord
But it takes so long, my lord

My sweet lord
Hm, my lord
My, my, my lor
...more
Kunthi Hastorini
Saya membaca nadira setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman. Mski tak mengetahui tema dan latar cerita, akhirnya saya tertarik untuk membacanya. Menurut saya, novel ini sangat 'apa adanya' (manusiawi dan tidak dibuat-buat) juga bisa membuat penasaran. Mungkin karena dari awal diceritakan ada salah seorang tokoh yang mati bunuh diri dan alurnya yang maju mundur dari banyak pikiran tokoh. Wawasan penulis juga berhasil membuat novel ini nyaman untuk terus diikuti. Namun, ada satu hal yang t ...more
Bunga Mawar
Pandangan singkat: buku ini adalah drama tentang sebuah keluarga. Keluarga yang biasa saja sebenarnya, kelas menengah di Indonesia. Ayah, ibu, anak sulung perempuan, anak tengah laki-laki, dan anak bungsu perempuan. Kehidupan mereka diceritakan dalam sembilan potong kisah, dan merupakan bagian dari drama hidup Nadira, si bungsu perempuan.

Eeeh... tapi kok si ayah tidak punya cerita sendiri, yah?
Karin sentosa
selesai baca ini, iseng2 ceburin kepala ke bak. Arrrg airnya masuk ke kuping.... (bodoh)
Andi
Mar 21, 2010 Andi rated it 5 of 5 stars
Recommended to Andi by: Roos
Shelves: kumcer, idn
i wish i could ask for more...
Siti Awaliyah
ini buku leila chudori yang pertama yang saya baca, overall menurut saya genre dan topik menulisnya mirip-mirip sama ayu utami, yakni setting politik aneka zaman, sex yang sedikit bebas, dan unsur budaya serta agama, juga gender perempuanisme yang sedikit kuat.

Kumpulan cerita pendek tentang Nadira dan orang2 sekelilingnya. Dikisahkan dari beragam sudut pandang ke-akuan dalam setiap penggalan ceritanya, ini bagian yang suka sekali.

Kutipan yang saya ingat dari buku ini adalah terleteak di epilog b
...more
Sulis Peri Hutan
9 dari Nadira adalah buku ketiga yang saya baca dari penulis yang mempunyai nama lengkap Leila Salikha Chudori, sebelumnya ada Pulang dan Malam Terakhir. Berbeda dengan Malam Terakhir yang sama-sama merupakan kumpulan cerpen, buku ini ada benang merah yang kuat antara cerita satu dengan lainnya, sedangkan Malam Terakhir berdiri sendiri, tidak terkait. Benang merah yang kuat itu adalah Nadira. Kita akan melihat kehidupan dan kompleknya keluarga Nadira dari berbagai sisi. Seperti yang pernah dijel ...more
rebelsofie
Nadira tidak pernah menemukan jawaban kenapa ibunya memilih untuk meninggalkan mereka semua, hingga detik ini. Nadira kemudian memilih untuk selalu sibuk bekerja dengan menerima setiap penugasan wawancara atau liputan utama yang diberikan Tara kepada dirinya. Dia menjadi sulit sekali untuk tidur, bahkan kolong mejanya yang selama ini menjadi tempat 'berzikirnya' setelah 3 tahun kepergian ibunya, tak mampu mengusir semua kegelisahan dalam hidupnya...

"Reporter..is the job that I'm seeking for" hih
...more
Risca
Cerdas dalam penyajian alur yang acak dan tak terprediksi. Emosi saya sudah langsung teraduk begitu masuk pada penggalan pertama cerpen ini "Mencari Seikat Seruni". Karakter dari setiap tokoh yang dimunculkan begitu kuat karena masing-masing digambarkan memiliki kondisi psikologis yang sangat pelik, tak terkecuali Kris. Walaupun perannya hanya dimainkan pada akhir cerita, namun seperti terbawa pusaran arus kehidupan suram Nadira, pun tak luput dari perhatiannya untuk seharipun hingga hanyut dala ...more
Rhea
Kata, kata, kata. Kenapa kata -kata justru sering mengaburkan makna.

Sepenggal kisah kehidupan Nadira yang pelik, rumit dan membuat hati miris. Kisah yang berpangkal dari kematian Ibunya. Nadira yang tidak mengetahui alasan kenapa ibunya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Kisah yang kelam yang tak kunjung berakhir bahagia. Kemala, Nina, Nadira dan bahkan kisah Utara Bayu yang berliku-liku.

Entah kenapa, meskipun kisah kesemuanya tak berakhir bahagia, tapi saya menikmatinya. kisah yang maju mun
...more
Azarine Kyla Arinta
‘Nadira’ adalah buku kedua dari Leila S. Chudori yang saya baca sekaligus menjadi buku yang mengukuhkan kekaguman saya terhadap kepiawaian Leila S. Chudori dalam mengolah rangkaian kata menjadi cerita yang membuat saya enggan untuk berhenti membaca bahkan untuk jeda sejenak. Di bukunya kali ini, Leila S. Chudori berhasil menenggelamkan saya dalam aliran cerita tragis yang dikemas begitu menyedihkan sampai pada akhirnya saya selesai membaca, saya tidak dapat memungkiri bahwa saya telah jatuh hati ...more
Jusmalia Oktaviani
Meskipun diberi format sebagai kumpulan cerpen atau kumcer, namun setelah dibaca, buku '9 dari Nadira' ini sama sekali tidak terasa seperti kumcer, namun cenderung ke novel. Format ini sedikit mengingatkan saya pada novel-novel Ayu Utami, yang setiap babnya merupakan fragmen-fragmen dari kehidupan tokoh dan keluarga atau teman tokoh, sehingga ketika membacanya, kita tidak harus membaca dari depan ke belakang, tapi bisa dari bagian mana saja.

Bab pembukanya langsung 'thrilling', yakni penemuan sa
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 81 82 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Tanah Tabu
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Rahasia Selma: Kumpulan Cerita
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Entrok
  • Manjali dan Cakrabirawa
  • Kereta Tidur
  • Amba
  • Linguae
  • Orang-Orang Bloomington
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Bukan Pasarmalam
  • Corat Coret di Toilet
  • Kukila
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Burung-Burung Manyar
  • Metropolis
760524
Leila Salikha Chudori adalah penulis Indonesia yang menghasilkan berbagai karya cerita pendek, novel, dan skenario drama televisi.Leila S. Chudori bercerita tentang kejujuran, keyakinan, dan tekad, prinsip dan pengorbanan. Mendapat pengaruh dari bacaan-bacaan dari buku-buku yang disebutnya dalam cerpen-cerpennya yang kita ketahui dari riwayat hidupnya ialah Franz Kafka, pengarang Jerman yang mempe ...more
More about Leila S. Chudori...
Pulang Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen Kelopak-Kelopak yang Berguguran Sebuah Kejutan Sebelum Matahari Mengetuk Pagi

Share This Book

No trivia or quizzes yet. Add some now »