9 dari Nadira
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian sang ibu, Kemala Yunus - yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri - sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak ("Melukis Langit"); seorang wartawan ("Tasbih"); seorang kekasi...more
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak ("Melukis Langit"); seorang wartawan ("Tasbih"); seorang kekasi...more
Paperback, 270 pages
Published
October 2009
by Kepustakaan Populer Gramedia
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
This book is not yet featured on Listopia.
Add this book to your favorite list »
Community Reviews
(showing
1-30
of
560)
Perlukah perpisahan menjadi tanda buat menyadarkanmu bahwa dirimu mencintainya?
Ya, terkadang perlu.
Perlu untuk menjelajahi hitam putih dunia terlebih dahulu. Merasakan pahitnya hidup, mengatasi kegelisahan dalam menjalani waktu dan mencari jawaban atas teka-teki kehidupan.
Hingga pada suatu titik akhir, Perpisahan menjawab seluruh keraguan dan pertanyaanmu. Dan saat kau tersadar barulah kau bisa merasakan manisnya cinta yang sedari dulu sudah tersedia didepan matamu.
NB: gambar kedua dari depan me...more
Ya, terkadang perlu.
Perlu untuk menjelajahi hitam putih dunia terlebih dahulu. Merasakan pahitnya hidup, mengatasi kegelisahan dalam menjalani waktu dan mencari jawaban atas teka-teki kehidupan.
Hingga pada suatu titik akhir, Perpisahan menjawab seluruh keraguan dan pertanyaanmu. Dan saat kau tersadar barulah kau bisa merasakan manisnya cinta yang sedari dulu sudah tersedia didepan matamu.
NB: gambar kedua dari depan me...more
Kenapa nama Leila S. Chudori terasa begitu akrab dengan indera saya?
Tapi kemudian, sebagaimana seringnya saya melewatkan detil-detil yang terlanjur saya cap sebagai ‘tak perlu diingat’, tentu saya gagal mengidentifikasi celah mana dari semua indera ini yang akrab dengan sebaris nama itu. Ah, ya sudah, tak penting!
Hari itu, buku ini termasuk dalam jajaran buku baru yang didiskon di pameran. Berbagai kalangan di berbagai media telah dengan royalnya memberikan paling sedikit 7 bintang dalam resens...more
Tapi kemudian, sebagaimana seringnya saya melewatkan detil-detil yang terlanjur saya cap sebagai ‘tak perlu diingat’, tentu saya gagal mengidentifikasi celah mana dari semua indera ini yang akrab dengan sebaris nama itu. Ah, ya sudah, tak penting!
Hari itu, buku ini termasuk dalam jajaran buku baru yang didiskon di pameran. Berbagai kalangan di berbagai media telah dengan royalnya memberikan paling sedikit 7 bintang dalam resens...more
Review #3
Selesai sudah membaca 9 cerpen apik dalam buku kumpulan cerpen ini. Salah satu buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Mbak Leila Chudori sungguh pandai bercerita, aku menikmati setiap kalimat yang disajikan, gaya penulisannya yang bagus dan alur cerita yang dengan caranya sendiri saling berkaitan satu sama lainnya.
Kematian adalah perpisahan besar (SGA)
Tindakan bunuh diri yang dilakukan Kemala Suwandi dan semua hal yang terjadi sesudahnya menjadi benang merah sepanjang kumpulan...more
Selesai sudah membaca 9 cerpen apik dalam buku kumpulan cerpen ini. Salah satu buku yang sangat direkomendasikan untuk dibaca. Mbak Leila Chudori sungguh pandai bercerita, aku menikmati setiap kalimat yang disajikan, gaya penulisannya yang bagus dan alur cerita yang dengan caranya sendiri saling berkaitan satu sama lainnya.
Kematian adalah perpisahan besar (SGA)
Tindakan bunuh diri yang dilakukan Kemala Suwandi dan semua hal yang terjadi sesudahnya menjadi benang merah sepanjang kumpulan...more
kehidupan itu rangkaian dari keputusan-keputusan yang terlambat.
tidak cukupkah bila nadira mematikan dirinya pada dunia, lalu masuk ke dalam dunia batinnya sendiri, berpayah payah membayangkan kehadiran tuhan secara fisik - sekuat ia menghadirkan sekuat itu pula sang tuhan menghindar. dalam posisi semacam itu, nadira mungkin akan disergap oleh suatu rasa sedih, suatu rasa senang, atau suatu rasa putus asa. bahwa tuhan tak bisa ia hadirkan secara fisik. tapi pelan pelan dengan cara mengontak tuha...more
tidak cukupkah bila nadira mematikan dirinya pada dunia, lalu masuk ke dalam dunia batinnya sendiri, berpayah payah membayangkan kehadiran tuhan secara fisik - sekuat ia menghadirkan sekuat itu pula sang tuhan menghindar. dalam posisi semacam itu, nadira mungkin akan disergap oleh suatu rasa sedih, suatu rasa senang, atau suatu rasa putus asa. bahwa tuhan tak bisa ia hadirkan secara fisik. tapi pelan pelan dengan cara mengontak tuha...more
Sudah berabad-abad yang lalu rasanya ketika terkahir saya membaca cerpen Leila S Chudori, pengarang yang karya-karyanya turut mewarnai hari-hari remaja saya. Yang paling saya ingat itu cerpennya yang berjudul “Saya dan Apuy”, kalau tak keliru mengingat, pernah dimuat di majalah Gadis. Masih di majalah yang sama, Leila pernah juga menulis sebuah cerita bersambung: “Seputih Hati Andra”. Kedua kisah fiksi ini bertutur seputar dunia remaja dan gejolaknya.
Bertahun kemudian, saya sempat kehilangan pe...more
Bertahun kemudian, saya sempat kehilangan pe...more
3 bintang untuk kata-kata yang menyihir, ide cerita, dan rentang waktu yang dibutuhkan untuk menulis dari satu cerpen ke cerpen yang lain.
1 bintang untuk rasa nagih yang dirasakan pas baca setiap ending cerpennya
Kalau aku bunuh diri, kira2 apa ya alasannya?
Hal ini yang ada di otak saat membaca sinopsis di belakang buku ini..
Kalau aku bunuh diri, apa mungkin karena putus asa akan cinta?
Apa mungkin karena tidak tahan akan tekanan pekerjaan?
Apa mungkin karena tidak bisa memenuhi harapan orang2 te...more
1 bintang untuk rasa nagih yang dirasakan pas baca setiap ending cerpennya
Kalau aku bunuh diri, kira2 apa ya alasannya?
Hal ini yang ada di otak saat membaca sinopsis di belakang buku ini..
Kalau aku bunuh diri, apa mungkin karena putus asa akan cinta?
Apa mungkin karena tidak tahan akan tekanan pekerjaan?
Apa mungkin karena tidak bisa memenuhi harapan orang2 te...more
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Tewasnya ibunya-Kemala lalu mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak, wartawan, kekasih, istri, hingga membawanya ke sebuah penjelajahan dunia baru.
Cerpen yang tersusun menjadi sebuah novel utuh mengenai sebuah keluarga dan segala permasalahannya. Ayah dan ibu yang berasal dari latar keluarga berbeda, seorang anak sulung yang merasa bertanggungjawab atas adik-adiknya, serta cinta yang pelik...more
Cerpen yang tersusun menjadi sebuah novel utuh mengenai sebuah keluarga dan segala permasalahannya. Ayah dan ibu yang berasal dari latar keluarga berbeda, seorang anak sulung yang merasa bertanggungjawab atas adik-adiknya, serta cinta yang pelik...more
..di dalam hati kecilku, aku menyimpan sebuah tempat untuk Tara... Mungkin selama ini aku terlalu sibuk mencari lilin, mencari obor.. Hidup ini selalu saja gelap. Aku mencari dan mencari, hingga ke Pedder Bay.. Hingga ke ujung bukit Victoria. Dan tiba-tiba aku baru menyadari, di manapun aku berada, selalu ada Tara
BODOH!!!
And now u realize that u've lost the moon while counting stars!!!
REGRET???
BODOH!!!
And now u realize that u've lost the moon while counting stars!!!
REGRET???
My sweet lord
Hm, my lord
Hm, my lord
I really want to see you
Really want to be with you
Really want to see you lord
But it takes so long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
Hm, my lord
I really want to know you
Really want to go with you
Really want to show you lord
That it won't take long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
My sweet lord
I really want to see you
Really want to see you
Really want to see you, lord
Really want to see you, lord
But it takes so long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
My, my, my lor...more
Hm, my lord
Hm, my lord
I really want to see you
Really want to be with you
Really want to see you lord
But it takes so long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
Hm, my lord
I really want to know you
Really want to go with you
Really want to show you lord
That it won't take long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
My sweet lord
I really want to see you
Really want to see you
Really want to see you, lord
Really want to see you, lord
But it takes so long, my lord
My sweet lord
Hm, my lord
My, my, my lor...more
Buku ini bisa dianggap sebagai kumpulan cerpen karena masing-masing cerita bisa dinikmati tanpa adanya dependensi pada cerita yang mendahuluinya. Tapi saya lebih suka menganggap buku ini sebagai novel, karena walaupun tiap cerita bisa dinikmati sendiri, tapi masing-masing cerita memiliki peran dan porsinya sendiri dalam menjelaskan konflik yang terjadi pada keluarga Bram beserta ketiga anaknya : Nina, Nadira dan Arya.
Leila memulai novel ini dengan "Seikat Seruni" yang memberikan gambaran dimulai...more
Leila memulai novel ini dengan "Seikat Seruni" yang memberikan gambaran dimulai...more
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it,
click here.
9 dari Nadira
Oleh Leila S. Chudori
Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan pertama Oktober 2009
xi + 270 halaman
1
Selesai membaca buku ini, ingin menulis catatan, tapi entah harus mulai dari mana, karena saya merasa jengkel dengan tingkah tokoh-tokohnya.
Awal 2 Agustus lalu, diadakan diskusi novel 9 dari Nadira di Salihara, menghadirkan Maman S Mahayana dan Agus Noor sebagai nara sumber dan Bagus Takwin moderator. Saya hadir dan mendengarkan.
Maman mengusung kebaruan dalam buku ini, yaitu cerpen-nove...more
Oleh Leila S. Chudori
Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan pertama Oktober 2009
xi + 270 halaman
1
Selesai membaca buku ini, ingin menulis catatan, tapi entah harus mulai dari mana, karena saya merasa jengkel dengan tingkah tokoh-tokohnya.
Awal 2 Agustus lalu, diadakan diskusi novel 9 dari Nadira di Salihara, menghadirkan Maman S Mahayana dan Agus Noor sebagai nara sumber dan Bagus Takwin moderator. Saya hadir dan mendengarkan.
Maman mengusung kebaruan dalam buku ini, yaitu cerpen-nove...more
Buku ini kembali mengingatkan saya betapa bahasa Indonesia tercinta pun bisa mengekspresikan keindahan, kegalauan, pertanyaan berikut segala yang tersirat. Selama ini saya selalu merasa bahasa kita kekurangan kosa kata untuk dapat mengungkapkan apa yang dimaksud.
Leila S. Chudori dengan latar belakangnya sebagai jurnalis senior membuktikan hal ini. Buku yang terdiri dari 9 cerpen ini dengan cantiknya menggambarkan cerita yang sesungguhnya gelap dan penuh misteri.
Mungkin ini salah satu alasan meng...more
Leila S. Chudori dengan latar belakangnya sebagai jurnalis senior membuktikan hal ini. Buku yang terdiri dari 9 cerpen ini dengan cantiknya menggambarkan cerita yang sesungguhnya gelap dan penuh misteri.
Mungkin ini salah satu alasan meng...more
9 dari Nadira adalah 9 dari Leila Chudori. Kuli tinta hebat Jakarta pasti mengenalnya. Saya tidak. Sembilan cerita pendeknya kental dengan paparan atmosfer Jakarta ketika Soeharto masih gagah dan Majalah Tempo masih punya urat dan nyali. Seperti baca silsilah budayawan dan jurnalis hebat yang hidup berkalang tokoh politik dan sastra, tak lupa buku-buku klasik yang kala itu lebih mudah didapat kalau cukup jenius bisa kuliah di luar Indonesia. Cerita yang relatif eksklusif.
Kenapa saya merasa seper...more
Kenapa saya merasa seper...more
Well, buku ini bisa dibaca dengan cepat. Hmm.. saya belum pernah membaca buku Leila S. Chudori sebelumnya, Malam Terakhir. Jadi mungkin enggak bisa dibuat perbandingan.
Tulisan Leila, saya kenal dari Tempo, lewat review-review filmnya. Membaca buku ini, saya jadi merasa membaca dia, Leila. Dia menyusup pada Nadira, juga Kemala. Kalau kata teman,"aku kok enggak ngeliat usaha dia untuk menulis tokoh yang bukan dirinya, ya".
Mungkin karena itu, karakter pada tokoh2nya menempel betul. Leila seperti...more
Nadira tidak pernah menemukan jawaban kenapa ibunya memilih untuk meninggalkan mereka semua, hingga detik ini. Nadira kemudian memilih untuk selalu sibuk bekerja dengan menerima setiap penugasan wawancara atau liputan utama yang diberikan Tara kepada dirinya. Dia menjadi sulit sekali untuk tidur, bahkan kolong mejanya yang selama ini menjadi tempat 'berzikirnya' setelah 3 tahun kepergian ibunya, tak mampu mengusir semua kegelisahan dalam hidupnya...
"Reporter..is the job that I'm seeking for" hih...more
"Reporter..is the job that I'm seeking for" hih...more
Menurut penulisnya buku ini adalah kumpulan cerpen, tapi saya menganggapnya sebagai sebuah novel. Karena 9 cerita dalam buku ini merajut sebuah cerita yang utuh. Kisahnya sedikit banyak mirip kisah sinetron "Dunia Tanpa Koma" yang memang ditulis oleh Leila juga.
Nadira yang wartawan dan kisah dunia kerja wartawan mirip dengan DTK. Mau tak mau saya membayangkan Nadira wajahnya seperti Dian Sastrowardoyo dan Tara (boss nya) seperti Tora, juga Mas G seperti Slamet Raharjo.
Bedanya tokoh-tokoh dalam...more
Nadira yang wartawan dan kisah dunia kerja wartawan mirip dengan DTK. Mau tak mau saya membayangkan Nadira wajahnya seperti Dian Sastrowardoyo dan Tara (boss nya) seperti Tora, juga Mas G seperti Slamet Raharjo.
Bedanya tokoh-tokoh dalam...more
Sebelum menulis review ini, saya melakukan jelajah jejak dari Leila S. Chudori di mesin pencari Google. Selama ini jejak seseorang di dunia maya tergantung setenar apa dia, karya apa yang dibuat, dan juga seberapa banyak orang lain menulis tentang dia. Beruntung, review tentang kumpulan cerpen 9 dari Nadira ini cukup banyak tersedia di dunia maya, banyak orang seolah "tidak mau ketinggalan" meresensi bukunya ini, termasuk saya.
Sekilas tentang Penulis
Dari hasil googling tersebut, tahulah saya ap...more
Sekilas tentang Penulis
Dari hasil googling tersebut, tahulah saya ap...more
Saya tidak mengenal Leila S. Chudori sebelum bertemu kumpulan cerpen ini. Saya tertarik bukan pada pengarangnya, tapi pada sampul dan judulnya. Ternyata membaca kumpulan cerpen ini memang semenarik sampul dan judulnya. Karena ini kumpulan cerpen, alur yang terasa lebih cepat dibandingkan novel. Setiap cerita dengan cepat mencapai puncak masalahnya kemudian di akhir saya masih bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada Nadira selanjutnya. Untungnya masih ada cerpen selanjutnya untuk menjawab perta...more
Saat buku ini terbit dan menuai keramaian di Goodreads, sebenarnya saya sudah tergoda untuk ikut membaca. Tapi entah mengapa saya tidak pernah memutuskan untuk membeli atau meminjamnya. Mungkin karena saya terpengaruh komentar teman-teman yang bilang buku ini sangat suram, mungkin karena cara bertutur Leila S. Chudori dalam beberapa resensinya di Tempo kurang kena di hati.
Lalu 'tugas' dari Ijul mengharuskan saya membaca buku ini dan...ternyata saya menyukainya. Saya suka cara bertutur Leila di b...more
Lalu 'tugas' dari Ijul mengharuskan saya membaca buku ini dan...ternyata saya menyukainya. Saya suka cara bertutur Leila di b...more
Ini novel Leila S.Chudori yang untuk pertamakalinya saya baca. Terus terang pemilihan kata-katanya masih tak beda jauh dengan gaya tulisan Leila di MBM Tempo, artinya gaya reportase-nya masih kental di sana sini. Misalnya, untuk menggambarkan suasana Amsterdam, Leila menggunakan banyak sekali ikon. Begitu juga di bagian akhir ketika tokoh Nadira kembali ke Victoria, kanada. Dari mulai Pedder Bay, lalu daun maple, lalu tokoh2 seperti Rick Vaughn dan Marc. Detil memang bagus; tetapi kalau terlalu...more
baru pertama kali ini membaca karya Chudori.
Di waktu yang bersamaan saya juga sedang membaca buku tentang kesusastraan Amerika. Jadi, sewaktu membaca novel ini saya sedikit banyak paham penulis-penulis Amerika yang disebut-sebut Chudori.
Alurnya menarik, susunan penceritaannya unik, dan sudut pandang yang digunakan berganti-ganti, membuat pembaca tidak cepat bosan, dan terus ingin membaca.
Masalah yang dibawa dalam kumpulan cerpen ini cukup banyak, namun tidak terlalu memberikan penyelesaian yan...more
Di waktu yang bersamaan saya juga sedang membaca buku tentang kesusastraan Amerika. Jadi, sewaktu membaca novel ini saya sedikit banyak paham penulis-penulis Amerika yang disebut-sebut Chudori.
Alurnya menarik, susunan penceritaannya unik, dan sudut pandang yang digunakan berganti-ganti, membuat pembaca tidak cepat bosan, dan terus ingin membaca.
Masalah yang dibawa dalam kumpulan cerpen ini cukup banyak, namun tidak terlalu memberikan penyelesaian yan...more
WOW.
Tadinya, dari pemilihan judul buku ini, aku udah merasa underestimate. Ini tentang apa? Kok judulnya nggantung dan semacam ngga enak didengar (buatku). But, i was wrong. Buku Khatulistiwa Literary Award ini memng patut untuk menyita perhatian banyak orang.
Ini adalah karya Leila S. Chudori pertamaku. di sampulnya dikatakan bahwa ini adalah buku kumpulan cerpen. But, are they?. No, BIG NO. Buatku ini adalah puzzle yang berserakan dan memang sengaja diatur seperti itu agar pembaca sendiri yang...more
Tadinya, dari pemilihan judul buku ini, aku udah merasa underestimate. Ini tentang apa? Kok judulnya nggantung dan semacam ngga enak didengar (buatku). But, i was wrong. Buku Khatulistiwa Literary Award ini memng patut untuk menyita perhatian banyak orang.
Ini adalah karya Leila S. Chudori pertamaku. di sampulnya dikatakan bahwa ini adalah buku kumpulan cerpen. But, are they?. No, BIG NO. Buatku ini adalah puzzle yang berserakan dan memang sengaja diatur seperti itu agar pembaca sendiri yang...more
Buku ini dikategorikan sebagai kumpulan cerpen. Namun sesunguhnya satu kesatuan karena kesembilan cerita bertutur tentang Nadira dari sudut pandang berbeda-beda. Seperti bisa ditebak dari judulnya, buku ini bercerita tentang kehidupan Nadira, sebelum dan sesudah ia menemukan ibunya tewas bunuh diri.
I love this book because bahasa yang dipakai indah, nggak terlalu susah dan ngejelimet seperti buku-buku sastra atau terlalu bahasa sehari-hari yang saat membacanya bisa diketahui di jaman kapan cerit...more
I love this book because bahasa yang dipakai indah, nggak terlalu susah dan ngejelimet seperti buku-buku sastra atau terlalu bahasa sehari-hari yang saat membacanya bisa diketahui di jaman kapan cerit...more
"Waduuuuh, susah amat ya, Kang..."
"Kalau terlalu mudah, pasti itu bukan nasib keluargaku."
Such a great book to start 2013 with! 9 dari Nadira merupakan kumpulan cerpen yang berputar tentang kehidupan Nadira Suwandi, perempuan independen sekaligus wartawan berdedikasi.
Buku ini diawali dengan kematian ibu Nadira, yang tanpa diduga memutuskan untuk bunuh diri, tahun 1991. Di saat semuanya sibuk menangis dan berdoa, Nadira pergi mencari bunga seruni putih kesukaan ibunya, diantar Utara Bayu yang sud...more
"Kalau terlalu mudah, pasti itu bukan nasib keluargaku."
Such a great book to start 2013 with! 9 dari Nadira merupakan kumpulan cerpen yang berputar tentang kehidupan Nadira Suwandi, perempuan independen sekaligus wartawan berdedikasi.
Buku ini diawali dengan kematian ibu Nadira, yang tanpa diduga memutuskan untuk bunuh diri, tahun 1991. Di saat semuanya sibuk menangis dan berdoa, Nadira pergi mencari bunga seruni putih kesukaan ibunya, diantar Utara Bayu yang sud...more
kami menemukan sebuah sosok yang telentang bukan karena sakit atau terjatuh, tapi karena ia memutuskan : hari ini, aku mati.
kemala suwandi. ibu nadira.
Nadira pikir ia kuat, tapi ia menangis di ujung, dan tangis hanyalah bentuk emosi.
Nadira pikir ia bersahabat dengan Nina, namun kakaknya hanyalah seseorang yang ambisius dan tidak mau mengalah, serta rapuh hatinya.
Nadira pikir ayahnya sekuat dirinya, ketika sang ayah terus bercerita tentang kejayaannya sebagai wartawan.
Nadira pikir ia sabar, ke...more
kemala suwandi. ibu nadira.
Nadira pikir ia kuat, tapi ia menangis di ujung, dan tangis hanyalah bentuk emosi.
Nadira pikir ia bersahabat dengan Nina, namun kakaknya hanyalah seseorang yang ambisius dan tidak mau mengalah, serta rapuh hatinya.
Nadira pikir ayahnya sekuat dirinya, ketika sang ayah terus bercerita tentang kejayaannya sebagai wartawan.
Nadira pikir ia sabar, ke...more
This book is too good to be true! Saya sangat ingin pada suatu hari nanti bisa memiliki kemampuan storytelling dan membangun karakter dalam cerita sekuat Mbak Leila. Novel (atau kumpulan cerita) ini benar-benar membawa nuansa manis, romantis, miris, sinis, kontemplatif dan sekaligus nuansa 'gelap' yang pas dalam setiap 'tikungan' yang pas pula. Definitely the best Indonesian book I have ever read, and I can't get enough of it, til now.
p.s.: karakter Utara Bayu adalah karakter favorit saya di cer...more
bagus sekali ceritanya, tapi sayangnya tidak berakhir dengan yang seperti saya harapkan. menurut saya nadira bukan jenis orang yang lantas jatuh cinta begitu saja, dan bukan orang yang impulsif sehingga akhirnya meninggalkan marc..
kesan muram yang di dapat di awal dan pertengahan cerita jadi menghilang begitu saja.
tapi saya suka sekali dengan ilsutrasinya.
terutama bagian cerita dari sudut pandang kris yang penuh dengan gambar.
mungkin karena saya adalah orang yang belajar secara visual, saya...more
kesan muram yang di dapat di awal dan pertengahan cerita jadi menghilang begitu saja.
tapi saya suka sekali dengan ilsutrasinya.
terutama bagian cerita dari sudut pandang kris yang penuh dengan gambar.
mungkin karena saya adalah orang yang belajar secara visual, saya...more
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Leila Salikha Chudori adalah penulis Indonesia yang menghasilkan berbagai karya cerita pendek, novel, dan skenario drama televisi.Leila S. Chudori bercerita tentang kejujuran, keyakinan, dan tekad, prinsip dan pengorbanan. Mendapat pengaruh dari bacaan-bacaan dari buku-buku yang disebutnya dalam cerpen-cerpennya yang kita ketahui dari riwayat hidupnya ialah Franz Kafka, pengarang Jerman yang mempe...more
More about Leila S. Chudori...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »

view all 49 comments

















