24th out of 62 books
—
84 voters
Oeroeg
copy-editor: Diniarty Pandia
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu---itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu---bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?"
Tidak bisa kubayangkan seberapa sepi masa kanak-kanakku bila Oeroeg tak ada. Biarpun ayahku administrateur perkebunan dan Oeroeg han...more
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu---itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu---bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?"
Tidak bisa kubayangkan seberapa sepi masa kanak-kanakku bila Oeroeg tak ada. Biarpun ayahku administrateur perkebunan dan Oeroeg han...more
Paperback, 144 pages
Published
October 2009
by PT Gramedia Pustaka Utama
(first published 1948)
Friend Reviews
To see what your friends thought of this book,
please sign up.
Community Reviews
(showing
1-30
of
1,467)
Apakah sudah terlambat? Apakah aku selamanya akan jadi orang asing di tanah kelahiranku, di bumi yang tak ingin aku tinggalkan?
Apa arti dari tanah kelahiran? Itu yang jadi pertanyaan di benak saya setelah membaca kisah ini. Sama kah tanah kelahiran dengan status kewarganegaraan?
Dimana tokoh "Aku" merasa Hindia adalah tanah kelahiran, tanah yang Ia cintai, tanah yang membentuk dirinya, tanah yang mengajarkan banyak hal, tanah yang menciptakan suka & duka, tanah yang memberikannya kehidupan....more
Apa arti dari tanah kelahiran? Itu yang jadi pertanyaan di benak saya setelah membaca kisah ini. Sama kah tanah kelahiran dengan status kewarganegaraan?
Dimana tokoh "Aku" merasa Hindia adalah tanah kelahiran, tanah yang Ia cintai, tanah yang membentuk dirinya, tanah yang mengajarkan banyak hal, tanah yang menciptakan suka & duka, tanah yang memberikannya kehidupan....more
Oeroeg kawanku. Bila kukenang kembali masa kecil dan tahun-tahun remajaku, sosok Oeroeg langsung muncul dalam benakku.
Kalimat pertama ini begitu menusukku... Karena setelah sehari aku membaca beberapa halaman dari buku ini, salah satu sahabat kecilku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis...
Kini aku tak pernah bisa menghirup bau vanilla tanpa teringat gambaran itu...
Lagi-lagi kalimat itu mencekatku... kembali aku teringat sahabat kecilku, yang bahkan tak pernah kujumpai lagi semenjak Sek...more
Kalimat pertama ini begitu menusukku... Karena setelah sehari aku membaca beberapa halaman dari buku ini, salah satu sahabat kecilku meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis...
Kini aku tak pernah bisa menghirup bau vanilla tanpa teringat gambaran itu...
Lagi-lagi kalimat itu mencekatku... kembali aku teringat sahabat kecilku, yang bahkan tak pernah kujumpai lagi semenjak Sek...more
Hal2 yg membuat Oeroeg terasa spesial buat gw:
1. Buku ini tipis, dan bacanya juga sebentar, tapi bikin gw termenung lamaaaaaaaaaaaaaa banget..
2. Kayaknya ini buku pertama yang gw baca, yang satu buku hanya terdiri dari satu bab. Satu bab yg panjaaaaaaaaaang banget..
3. Ditulis dengan menggunakan POV orang pertama tokoh "aku" yg sampe halaman terakhir tidak diketahui siapa namanya (teringat Kyon-nya Haruhi Suzumiya)
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa aya...more
1. Buku ini tipis, dan bacanya juga sebentar, tapi bikin gw termenung lamaaaaaaaaaaaaaa banget..
2. Kayaknya ini buku pertama yang gw baca, yang satu buku hanya terdiri dari satu bab. Satu bab yg panjaaaaaaaaaang banget..
3. Ditulis dengan menggunakan POV orang pertama tokoh "aku" yg sampe halaman terakhir tidak diketahui siapa namanya (teringat Kyon-nya Haruhi Suzumiya)
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa aya...more
ALUR
mengalir...
romantis, cara bercerita haasse seputar persahabatan masa kanak2 di pedalaman pegunungan priangan... malah seperti dongeng di buku anak2, polos :D.
TEMA
disampaikan dengan lugas oleh gerard, si penjelajah sekaligus tutor si tokoh "aku":
tema perbedaan sosial sangat familiar untuk haasse yang memp...more
mengalir...
romantis, cara bercerita haasse seputar persahabatan masa kanak2 di pedalaman pegunungan priangan... malah seperti dongeng di buku anak2, polos :D.
TEMA
disampaikan dengan lugas oleh gerard, si penjelajah sekaligus tutor si tokoh "aku":
"macan kumbang berbeda dari monyet,
tapi apakah yang satu lebih rendah dari yang lain?
bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau benar.
pertanyaan ini tetap sama bodohnya bila menyangkut manusia."
tema perbedaan sosial sangat familiar untuk haasse yang memp...more
Dua anak lelaki berdiri bersebelahan di gerimisnya hujan. Keduanya sama-sama berusaha menurupi tubuhnya dari rintik air hujan. Yang satu memakai cara moderen, payung. Sedang yang satu memaka cara tradisional, daun pisang. Keduanya sama-sama memakai celana pendek setengah lutut, yang satu menggenakan kemeja, yang satu bertelanjang dada. Walau keduanya sama-sama anak lelaki, namun berbedaannya cukup jelas, yang satu berambut pirang, seorang sinyo. Satunya berambut hitam alias anak pribumi, inlande...more
Berakhir hanya dengan 3 bintang walau hampir 4..
Awalnya kebosanan menghinggapi moodku menyelesaikan bacaan kali ini sampai akhirnya tiba pada saat si 'aku' bertekad besar ingin kembali ke hindia tanah kelahirannya..
Emosiku terbawa,nasionalisme ku terketuk,salutku pada pesona alam sukabumi dan batavia yg mampu menanamkan kecintaan seorang anak belanda pada tanah kelahirannya yang untukku adalah tanah airku.. tapi kemudian, kebingungan dan percikkan percikkan makna di penghujung akhir hanya cukup...more
Awalnya kebosanan menghinggapi moodku menyelesaikan bacaan kali ini sampai akhirnya tiba pada saat si 'aku' bertekad besar ingin kembali ke hindia tanah kelahirannya..
Emosiku terbawa,nasionalisme ku terketuk,salutku pada pesona alam sukabumi dan batavia yg mampu menanamkan kecintaan seorang anak belanda pada tanah kelahirannya yang untukku adalah tanah airku.. tapi kemudian, kebingungan dan percikkan percikkan makna di penghujung akhir hanya cukup...more
Si "aku", seorang pemuda Belanda, mengenang kembali tanah tempatnya lahir dan dibesarkan serta persahabatannya dengan seorang pemuda Sunda... Sebuah cerita (metafora?) tentang keresahan identitas diri dan nasionalisme.
Bukunya tipis aja. Tapi benar-benar karya sastra yang mengagumkan. Rangkaian peristiwa dijalin padat dalam bahasa yang kaya namun ringkas. Alam Priangan serta Batavia tahun 1920-an *tahunnya nebak* dideskripsikan dengan cantik... indah... sampai-sampai saya kebayang 'embun di pucuk...more
Bukunya tipis aja. Tapi benar-benar karya sastra yang mengagumkan. Rangkaian peristiwa dijalin padat dalam bahasa yang kaya namun ringkas. Alam Priangan serta Batavia tahun 1920-an *tahunnya nebak* dideskripsikan dengan cantik... indah... sampai-sampai saya kebayang 'embun di pucuk...more
Kisah yang panjang namun diceritakan dengan sangat pendek dan terpotong-potong ini menceritakan kisah antara 'Aku', seorang anak asli Belanda, dengan Oeroeg seorang Inlander.
Kisah itu harus berakhir saat Oeroeg telah melihat dengan jelas apa yang harus ia perjuangkan sedangkan 'Aku' masih saja bertumpu dengan keindahan masa lalu dan keluguannya yang terasa 'basi'.Kasihan sekali tokoh 'Aku', sepertinya tidak hidup, selalu mengais kehidupan dari orang lain.
pesan untuk 'Aku': tatap dunia lebih bai...more
Kisah itu harus berakhir saat Oeroeg telah melihat dengan jelas apa yang harus ia perjuangkan sedangkan 'Aku' masih saja bertumpu dengan keindahan masa lalu dan keluguannya yang terasa 'basi'.Kasihan sekali tokoh 'Aku', sepertinya tidak hidup, selalu mengais kehidupan dari orang lain.
pesan untuk 'Aku': tatap dunia lebih bai...more
Knap hoe gehecht je kunt worden aan een paar fictieve personae in zo'n kort boek als dit. Op de oppervlakte gaat het over een jongensvriendschap tussen de zoon van de administrateur van een theeplantage en de zoon van een van de inheemse families die daar werken. Door omstandigheden haast als broers samen opgroeiend, samen lerend, samen ontdekkend, de Europese ik-figuur realiseert zich niet dat de samenleving het onmogelijk maakt om zo door te gaan. Achteraf gezien beseft hij dat zijn Indische v...more
“Macan kumbang berbeda dari monyet,” kata Gerard, ”tapi apakah yang satu lebih rendah daripada yang lain? Bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau benar. Pertanyaan ini sama bodohnya bila menyangkut manusia. Perbedaan itu biasa. Setiap orang berbeda. Aku juga berbeda darimu. Tetapi lebih tinggi atau rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu ─itu omong kosong.
Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu ─bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?”
Buku ini menceritak...more
Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu ─bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?”
Buku ini menceritak...more
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu---itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu---bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?"
barisan kalimat kalimat diataslah yang tertera di cover belakang buku ini, saya langsung penasaran. dan melanjutkan membaca sinopsis di cover belakang buku ini,
"Namun ketika kami beranjak dewasa, Oeroeg mulai menjaga jarak dariku, karena aku orang Eropa dan ia hanyalah inlander......more
barisan kalimat kalimat diataslah yang tertera di cover belakang buku ini, saya langsung penasaran. dan melanjutkan membaca sinopsis di cover belakang buku ini,
"Namun ketika kami beranjak dewasa, Oeroeg mulai menjaga jarak dariku, karena aku orang Eropa dan ia hanyalah inlander......more
Buku yang tipis ini selesai saya baca dalam waktu sekitar satu jam saja. Saya membacanya di Kineruku (Rumah Buku) Hegarmanah Bandung. Saya tertarik dengan covernya... di bagian atas ada tulisan "World's Classics'", dan ada gambar 2 anak lelaki yang berlindung dari hujan dengan cara yang berbeda: satu memakai cara modern, pakai payung; yang satunya memakai cara tradisional, pakai daun pisang.
Oeroeg menceritakan tentang kisah pertemanan antara seorang keturunan Belanda (disebut sebagai "Aku") yang...more
Oeroeg menceritakan tentang kisah pertemanan antara seorang keturunan Belanda (disebut sebagai "Aku") yang...more
Entah mulai kapan saya jadi suka membaca. Karena kurangnya fasilitas di kota tempat saya tinggal, rasanya tidak ada kegiatan yang lebih menarik selain membaca atau naik sepeda keliling kampung. Berinteraksi dengan teman-teman dan orang-orang yang mayoritas berasal dari keluarga petani yang hidup pas-pasan.
Kegiatan membaca sendiri bermetamorfosis menjadi kebutuhan layaknya makan, minum, dan buang air karena keisengan orang tua yang selalu membawa pulang buku-buku dari kantornya yang sudah tidak d...more
Kegiatan membaca sendiri bermetamorfosis menjadi kebutuhan layaknya makan, minum, dan buang air karena keisengan orang tua yang selalu membawa pulang buku-buku dari kantornya yang sudah tidak d...more
Nick Boshuijer, V5a
Boek: Oeroeg
Schrijver: Hella S. Haasse
Perspectief: Ik-persoon
Tweet:
Twitter goes jaren 40! Leven in een plantersfamilie in Nederlands Indië is geen aanrader voor jullie toekomstigen...
Tweet:
Eindelijk actie! Vanavond bezoek aan Telaga Hideung (zwarte meer), kan niet wachten.
Tweet:
Bijna verdronken in het meer. Helaas is Depoh niet meer onder ons. Heeft zich opgeofferd, wat een verdriet.
Tweet:
In al het drama een nieuwe vriend ontmoet: Oeroeg. Zoon van Depoh. Gaat mee naar de Inlan...more
Boek: Oeroeg
Schrijver: Hella S. Haasse
Perspectief: Ik-persoon
Tweet:
Twitter goes jaren 40! Leven in een plantersfamilie in Nederlands Indië is geen aanrader voor jullie toekomstigen...
Tweet:
Eindelijk actie! Vanavond bezoek aan Telaga Hideung (zwarte meer), kan niet wachten.
Tweet:
Bijna verdronken in het meer. Helaas is Depoh niet meer onder ons. Heeft zich opgeofferd, wat een verdriet.
Tweet:
In al het drama een nieuwe vriend ontmoet: Oeroeg. Zoon van Depoh. Gaat mee naar de Inlan...more
Het debuut van Hella S. Haasse was het boek Oeroeg (1948). Nu ruim 60 jaar later is het herdrukt voor de gratis uitgave van Nederland Leest, wat ik persoonlijk een uitstekend initiatief vind. Het grote doel is om gezamenlijk te gaan praten over dit boek. Of het boek ook echt spontane gesprekken laat ontaarden is bij mij de vraag. Desalniettemin heb ik me weer naar de bibliotheek begeven. Om met moeite het boekje mee te krijgen, het personeel mag alleen het boekje meegeven aan leden boven de 18,...more
Ik vond het boek niet leuk om te lezen. Het begon al vrij saai en naar mijn mening bleef dat zo. Dat het boek niet in hoofdstukken verdeeld was vond ik vooral erg irritant. Ik kan niet in één keer een boek uitlezen, dus het was moeilijk om een punt te vinden waar ik kon stoppen.
Het boek begon met een flashback, een proloog. Hier vertelde de ik-persoon over zijn vriendschap met Oeroeg. Naar mijn mening haald de ik-persoon in dit proloog zijn herinneringen aan Oeroeg op. Er kon nog vanalles zijn...more
Het boek begon met een flashback, een proloog. Hier vertelde de ik-persoon over zijn vriendschap met Oeroeg. Naar mijn mening haald de ik-persoon in dit proloog zijn herinneringen aan Oeroeg op. Er kon nog vanalles zijn...more
Novel klasik tentang persahabatan selalu menarik dibaca dan memberikan pesan moral yang bermakna pada setiap pembacanya. Novel ini adalah novel klasik yang diterjemahkan langsung dari buku aslinya yang berbahasa Belanda cetakan tahun 1948 dan merupakan bacaan yang dikenal luas di Belanda maupun di Indonesia. Bahkan menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa Sastra Belanda di sini.
Bercerita melalui kacamata tokoh ‘aku’ yang sangat perasa terutama akan persahabatannya dengan tokoh Oeroeg, seorang inlande...more
Bercerita melalui kacamata tokoh ‘aku’ yang sangat perasa terutama akan persahabatannya dengan tokoh Oeroeg, seorang inlande...more
Buku ini menceritakan tentang seorang anak Belanda yang lahir di Sukabumi. Dia berteman akrab dengan Oeroeg, anak seorang jongos di rumahnya. Pertemanan mereka dianggap aneh oleh orang pada masa itu. Karena anak Belanda tidak biasanya berteman akrab dengan anak pribumi pada masa kolonial saat itu. Semakin mereka dewasa, mereka pun semakin sadar akan perbedaan di antara mereka.
Dari bedah buku yang gw ikuti, gw jadi tahu kalau buku terbitan tahun 1948 ini masih dibaca hingga kini oleh orang Beland...more
Dari bedah buku yang gw ikuti, gw jadi tahu kalau buku terbitan tahun 1948 ini masih dibaca hingga kini oleh orang Beland...more
I was surprised to find it really comforting to open a book in Dutch and read very good storytelling. By this statement I want to say that I rarely read books in Dutch. I should read more literature in Dutch. After all I've lived in Holland twenty years now and I just discovered Hasse's writing is excellent and there are certainly more Dutch writers I should take the effort to discover. The problem I feel is I get turned off by journalism through the Dutch newspapers that I often read compulsive...more
telat banget yah baru baca sekarang ^^
Awalnya tertarik dengan buku ini karena cover nya dan ketebalannya. Tanpa bermaksud mengecilkan arti dari cover edisi lain, cover edisi GPU ini buat saya yang paling berkesan.
Dan meskipun terlihat tipis (144 halaman) ternyata membacanya cukup "melelahkan"
Lebih karena penuturannya via POV nya tokoh "AKU" itu yang beruntun dan minim dialog.
Cerita tentang persahabatan pemuda Belanda ("Aku") dan pemuda pribumi (Oeroeg) dengan latar belakang Indonesia tahun 1940-...more
Awalnya tertarik dengan buku ini karena cover nya dan ketebalannya. Tanpa bermaksud mengecilkan arti dari cover edisi lain, cover edisi GPU ini buat saya yang paling berkesan.
Dan meskipun terlihat tipis (144 halaman) ternyata membacanya cukup "melelahkan"
Lebih karena penuturannya via POV nya tokoh "AKU" itu yang beruntun dan minim dialog.
Cerita tentang persahabatan pemuda Belanda ("Aku") dan pemuda pribumi (Oeroeg) dengan latar belakang Indonesia tahun 1940-...more
Haasse membawaku jauuuh ke puncak dataran tinggi tanah Priangan di awal 1900-an. Di antara hijaunya hamparan kebun teh, di naungi langit biru dan awan putih berarak, dua anak manusia menjalin persahabatan.
'Aku' anak administrateur perkebunan dan teman pribuminya Oeroeg, bersahabat sejak dalam buaian hingga masa remaja. Masa kecil yang indah, mereka menikmatinya diantara pilar-pilar serambi rumah 'Aku', gubuk bambu 'Oeroeg', berenang di sungai, menangkap capung dan kepiting merah muda. Makan ruj...more
'Aku' anak administrateur perkebunan dan teman pribuminya Oeroeg, bersahabat sejak dalam buaian hingga masa remaja. Masa kecil yang indah, mereka menikmatinya diantara pilar-pilar serambi rumah 'Aku', gubuk bambu 'Oeroeg', berenang di sungai, menangkap capung dan kepiting merah muda. Makan ruj...more
READ IN DUTCH
12 nov 2009
Ik was vanmiddag ziek thuis en besloot toen om Oeroeg, van de actie Nederland Leest, maar eens te gaan lezen. Het boek is heel dun, zo'n 100 pagina's, en dat verklaart waarschijnlijk waarom het zo populair is bij middelbare scholieren. Ik heb met dit boek mijn middag opgefleurd. Het verhaal gaat over een Nederlandse jongen in Indonesie, ten tijde van Nederlands-Indie, die opgroeit met zijn Indonesische vriend Oeroeg, een vriendschap die mij deed denken aan de Vliegeraar....more
12 nov 2009
Ik was vanmiddag ziek thuis en besloot toen om Oeroeg, van de actie Nederland Leest, maar eens te gaan lezen. Het boek is heel dun, zo'n 100 pagina's, en dat verklaart waarschijnlijk waarom het zo populair is bij middelbare scholieren. Ik heb met dit boek mijn middag opgefleurd. Het verhaal gaat over een Nederlandse jongen in Indonesie, ten tijde van Nederlands-Indie, die opgroeit met zijn Indonesische vriend Oeroeg, een vriendschap die mij deed denken aan de Vliegeraar....more
"...lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu- itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu- bagaimana bisa ia lebih rendah dibanding kau atau yang lain?". Cuplikan dialog antara Gerard dan Aku di sampul belakang novel OEROEG inilah yang mencuri perhatian saya. Ketika saya mulai membacanya, saya langsung dibawa ke alam pedesaan nun jauh di sana. Kemungkinan setting yang diambil adalah sekitar awal abad 20 (tahun 20-an). Cukup membantu sa...more
entah ini buku ke berapa Hella S. Haasse, tp pernah baca Mata Kunci buku terjemahan ibu ini juga hasil sogokan kang Nanto, melihat antusiasme anak-anak Goodreads dan rasa penasaran diri sendiri.. pengen baca aaahhh!!
PS. buat Kang Nanto, maaf yaaa.. bukunya diculik, junior yg nakal memang ;p
Oeroeg digunakan untuk menggambarkan tanah longsor, yg secara kiasan berarti perubahan tak berdasar yang menimbun dan memusnahkan semua yang sebelumnya ada. Tapi bagi 'aku', oeroeg berarti perpisahan dengan ta...more
PS. buat Kang Nanto, maaf yaaa.. bukunya diculik, junior yg nakal memang ;p
Oeroeg digunakan untuk menggambarkan tanah longsor, yg secara kiasan berarti perubahan tak berdasar yang menimbun dan memusnahkan semua yang sebelumnya ada. Tapi bagi 'aku', oeroeg berarti perpisahan dengan ta...more
Saya lebih suka bagian awal buku ini daripada akhirnya. Kisah si aku dan Oeroeg saat masih kanak-kanak terasa lebih hidup berkat deskripsi alam dan lingkungan sekitar perkebunan teh di Pegunungan Priangan. Saat kedua tokoh mulai beranjak remaja dan dewasa sang pengarang seakan-akan menekan tombol fast forward sehingga cerita berlalu begitu cepat. Selain itu karena sudut pandang terletak pada tokoh aku, motivasi tindakan-tindakan Oeroeg menjadi kurang jelas dan pembaca dibiarkan menduga-duga. Men...more
Read the book for the first time in 1978, for one of my secondary school reading lists. Bought a copy several years later and reread the book, as it is always interesting to see how my opinion of a book can change over the years.
The book is more than a story about the relation between a Dutch and Indonesian boy growing up. It also gives an insight into the complicated relation between the Dutch and the Indonesians at the time.
The book is more than a story about the relation between a Dutch and Indonesian boy growing up. It also gives an insight into the complicated relation between the Dutch and the Indonesians at the time.
This was Hella Haasse’s debut and nowadays she is regarded as the Grand Old Lady of Dutch Literature. And rightly so.
Oeroeg – an undisputed classic of Dutch language literature – tells the story of a, perhaps naive, Dutch narrator who looks back on his friendship with a boy called Oeroeg. Both boys were born and raised in the Dutch East Indies. While the narrator is the son of a Dutch chief of a tea plantation, Oeroeg is the son of the local maid of the narrator’s household and his father works...more
Oeroeg – an undisputed classic of Dutch language literature – tells the story of a, perhaps naive, Dutch narrator who looks back on his friendship with a boy called Oeroeg. Both boys were born and raised in the Dutch East Indies. While the narrator is the son of a Dutch chief of a tea plantation, Oeroeg is the son of the local maid of the narrator’s household and his father works...more
Baca buku ini sambil nungguin motor diservis di bengkel.
Pas menjelang tamat, waktu si "aku" (di film sih namanya Johan) ketemu Oeroeg yang sudah jadi pejuang kemerdekaan dan menyuruhnya "pergi, kalau tidak kutembak", montirnya negur, "Bu, ada spare-part yang harus diganti." Aku menengok dengan air mata tergenang. Kalau memang dia lihat, mungkin waktu itu mas montir berpikir, "Ganti spare-part saja sampai nangis segala?"
Just kidding ^.^ Tapi buku ini memang membuatku menitikkan air mata. Kisah p...more
Pas menjelang tamat, waktu si "aku" (di film sih namanya Johan) ketemu Oeroeg yang sudah jadi pejuang kemerdekaan dan menyuruhnya "pergi, kalau tidak kutembak", montirnya negur, "Bu, ada spare-part yang harus diganti." Aku menengok dengan air mata tergenang. Kalau memang dia lihat, mungkin waktu itu mas montir berpikir, "Ganti spare-part saja sampai nangis segala?"
Just kidding ^.^ Tapi buku ini memang membuatku menitikkan air mata. Kisah p...more
Saya lebih ingat buku ini karena pernah menonton sepotong - potong film serinya yang pernah diputar di tv nasional dahulu. Semenjak kecil saya memang menyukai tema2 sejarah. Sampai suatu ketika barulah saya tahu bahwa film Oeroeg berasal dari novel.
saya cari buku edisi Bahasa Indonesia kemana - mana sampai saya menemukannya di rak buku obral di suatu hypermarket. Kalau tidak salah saya lihat di pemesanan online Gramedia harganya 33ribu namun di obralan itu saya cuma dapat harga 10ribu saja.
Teru...more
saya cari buku edisi Bahasa Indonesia kemana - mana sampai saya menemukannya di rak buku obral di suatu hypermarket. Kalau tidak salah saya lihat di pemesanan online Gramedia harganya 33ribu namun di obralan itu saya cuma dapat harga 10ribu saja.
Teru...more
I had not read the book for my list of Dutch literature while in grammar school. In that period I thought that one book about the relations the Netherlands and its colony Dutch-India was enough. But I must admit, that I liked this audiobook very much. It was not the least boring: despite it was written in 1948 I found it still appealing.
The friendship between a Dutch boy and an Indian servant's son is very strong during the first years. But, when growing up, they gradually grow apart.
Looking at...more
The friendship between a Dutch boy and an Indian servant's son is very strong during the first years. But, when growing up, they gradually grow apart.
Looking at...more
There are no discussion topics on this book yet.
Be the first to start one »
Hella S. Haasse (b. 1918) was born in Batavia, modern-day Jakarta. She moved to the Netherlands after secondary school. In 1945 she debuted with a collection of poems, entitled Stroomversnelling (Momentum). She made her name three years later with the novella given out to mark the Dutch Book Week, Oeroeg. As with much of her work, this tale of the friendship between a Dutch and an Indonesian boy h...more
More about Hella S. Haasse...
Share This Book
No trivia or quizzes yet. Add some now »











view all 41 comments




















