Kekasih Marionette dan 12 Kisah Lainnya
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating

Kekasih Marionette dan 12 Kisah Lainnya

3.33 of 5 stars 3.33  ·  rating details  ·  76 ratings  ·  29 reviews
'Aku terbangun di tepi pantai. Matahari tampak ungu. Seperti saat pertama aku bertemu Kekasih. Tak hanya matahari yang terlihat sama. Semuanya tampak seperti kembali ke saat itu. Saat di mana aku tersenyum menggenggam tangannya. Aku mencoba berdiri. Namun tubuhku seperti melekat di pasir. Kurasakan sebuah benda di telapak tanganku. Ada secarik kertas di sana. Aku mendapati...more
Paperback, 152 pages
Published July 2009 by Gramedia Pustaka Utama
more details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30 of 118)
filter  |  sort: default (?)  |  rating details
Abi Ghifari
'Kekasih Marionette' merupakan judul sebuah kumpulan cerita pendek karya Dewi Ria Utari, seorang jurnalis yang juga merupakan penulis fiksi dan penggiat kebudayaan, khususnya tari. Judul buku tersebut ternyata diambil dari dua judul cerpen yang ada di dalamnya, 'Kekasih' dan 'Marionette'. Secara umum, saya cukup menyukai beberapa kisahnya yang bernuansa realisme magis dan juga yang berlatar belakang budaya Jawa, terutama berkenaan dengan tarian. Karya cerita pendek yang paling saya sukai justru...more
Vira Cla
Baru baca 8 cerpen. Kekasih, Malam Untukmu, Marionette, Rumah Hujan, Hari Kelima, Klise, Aksara, Gamelan, Mimpi Untuk Dresden.

Endorsement utk buku ini lumayan menarik minat saya utk membacanya. Tema-tema surealis, bagus sbg nutrisi imajinasi saya. Namun, tak semuanya cerita bercitarasa seperti itu.

Hari Kelima: it's so chicklit. Rasanya tak cocok masuk dalam buku ini (apalagi dgn endorsement di halaman belakang yg demikian)

Klise: walaupun masuk harian Media Indonesia, saya seperti membaca cerpe...more
Muamaroh
saya tak sengaja menemukan buku ini di salah satu pameran buku dan tertarik oleh gambar covernya. Agaknya kali ini saya tidak tertipu oleh sebuah cover, karena isinya sama menarik dengan covernya.

Buku ini berisi 13 cerpen karya Dewi Ria Utari yang dimuat di berbagai koran nasional. Antara lain Kekasih, Malam Untukmu, Marionette, Rumah Hujan, Hari Kelima, Klise, Aksara, Gamelan, Mimpi Untuk Dresden, Sinai, Merah Pekat, Perbatasan, Topeng Nalar.

Kekasih menceritakan seorang wanita yang mempertahank...more
Farah
Udah lama ngga baca buku yang bener-bener gue nikmati.
Sekarang ketemu buku ini.

Waktu pertama ngeliat, semacam ngga yakin buku ini bakalan bagus. Akhirnya minta pendapat di Geng Cempreng apakah buku ini patut untuk dibaca atau tidak. Soalnya nemunya juga di hamparan diskonan buku sepuluhribuan.
Kemudian Ayu bilang buku itu bagus dan dia suka walaupun agak-agak absurd ceritanya.

Menyelesaikan buku ini dalam waktu kurang dari dua jam saja membuat gue merasa membaca bukunya ngga pake napas. *yakali b...more
Harun Harahap
Salah satu finalis KLA 2010, begini kesanku:

Kekasih : Brengsek, dih tokoh ceweknya benar-benar pelacur. Hmm, bukan..pelacur tidak hina. Cewek ini yang hina, yang lebih mementingkan ego dan kesan dirinya di mata orang lain. Mengorbankan cinta dan perasaan jujur orang lain yang mencintainya. Mengesalkan, brengsek!

Malam Untukmu : Di awal cerita ku anggap ceweknya kok ya bodoh banget tapi di akhir cerita, WOW. *JEMPOL*. Pintaaarrrr...*tepok2pundak*

Marionette : Kekasih, kucoba gapai dirimu. Namun, ma...more
Annisa Lazuardi
Beberapa kisah favorit saya di antara 12 kisah yang terangkum dalam buku ini adalah yang berjudul "Malam Untukmu" dan "Hari Kelima". That story made me suprised :0
Ending yang di luar dugaan menjadi salah satu daya tarik dalam kisah ini. Contohnya, dalam kisah "Hari Kelima". Sebenernya ceritanya itu biasa, tapi si penulisnya ( Mbak Dewi Ria Utari-nya ) mengemasnya dengan apik. Saya dibuatnya mengikuti alur dari cerita tersebut dan mendapati kata "lho" pada saat saya selesai membacanya.
Ada lagi ki...more
Michiyo 'jia' Fujiwara
Surealis dan masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan..adalah nafas cerita dalam kumpulan cerita pendek ini..tentang cerita cinta segitiga yang rumit dan diluar nalar..dan secara ajaib kita akan mengetahuinya diakhir cerita masing-masing kisahnya..ohh..sedikit mengejutkan! Ternyata akhirnya begini ya..seperti dalam cerita “Kekasih”, cerita dengan sentuhan cerita anak ABG dalam ”Hari Kelima”, cerita cinta terlarang dalam “Klise” dan cerita cinta yang mustahil dalam ”Mimpi untuk Dresden”. Ada...more
Ririn Miu
Saya pertama kali membaca karya Dewi Ria Utari di buku 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009: Anugerah Sastra Pena Kencana, cerpen beliau berjudul Perbatasan dan saya sangat menyukainya. Aura surealitas memang sudah terendeus dalam kisah ini. Sayangnya saya belum menemukan buku kumpulan cerpen Dewi di mana pun (karena saya tidak membacanya saat dimuat di media massa). Sewaktu membeli buku Kekasih Marionette ini sebenarnya saya tertarik dengan judulnya dan juga covernya! Sama sekali saya tidak ingat t...more
Ceisarpurba Purba
Bukunya dapat di jejeran buku diskonan dan covernya yang eye catchy langsung buat aku ambil aja, wong cuman 15ribu. Thanks God, it's a big discount for classy stories.

Cerita2 di dalamnya cukup berani dan memang banyak kejutan. Sesuai selera. Rumah Hujan menyediakan banyak misteri dan kelam. Gamelan itu walaupun bisa ketebak, bisa ngambil warna background berbeda dari cerita lain. Dan Klise...sesuai dengan judulnya. Hehe.. Dan paling juara kayaknya Perbatasan, hmm...gimana ya, judulnya aja perbat...more
Dodi Prananda
Dewi Ria Utari adalah salah satu cerpenis perempuan Indonesia yang saya sukai karyanya. Cerpen di genre surealis Dewi Ria Utari bagi saya amat menakjubkan sekaligus mengaggumkan. Terlebih pada cerpen-cerpen yang terhimpun dalam buku ini, bagi saya, buku ini adalah pencapaian karya fiksi Dewi Ria Utari yang terbesar.Kekasih Marionette dan 12 Kisah LainnyaDewi Ria Utari
Ica Surjo
Yang membuat saya tertarik dengan kumpulan cerpen ini, pertama: covernya menarik; kedua: Dilengkapi ilustrasi.

Dari keduabelas cerita pendek yang disuguhkan, empat diantaranya: Marionette, Aksara, Perbatasan, dan Topeng Nalar -lah yang saya suka.

Keseluruhan membaca karya Dewi Ria Utari tak perlu menggunakan nalar, cukup nikmati saja setiap rangkaian kata yang disuguhkan penulis. Setelah tuntas saya baca, satu lagi yang menarik, rata-rata tema yang diangkat mengenai seni tari. Masih sangat jarang...more
Mia Queen
Hal yang saya suka kalo baca cerpen : cerita singkat, namun maknanya dalam.

Hal yang saya tidak suka kalo baca cerpen : saking dalemnya ampe kadang ga ngarti :p plus terkadang ceritanya walo pendek, serem pulak :(

Secara keseluruhan saya lebih suka kumpulan cerpen karangan Dewi Ria Utami ketimbang Ucu Agustin... Oia, satu lagi, cover Marionette ini bagus sekali, kadang saya berhenti baca cuma buat menikmati covernya aja *obsesi menari balet yang tidak kesampaian*
Imas
Mencari buku ini setelah terpilih sebagai nominee KLa, berharap isinya bagus karena sudah terpilih. Ternyata, bukan hanya covernya saja yang aku suka , kumcer ini juga menarik.

Berisi 13 cerpen karya Dewi Ria Utari yang sebelumnya pernah dimuat di beberapa harian nasional. Cerita-cerita yang ada ngga semua dapat secara jelas ku mengerti, tapi tetap saja terasa menarik untuk dibaca dan tentu saja unik.








Mariesca Icha
Sangat suka dgn kutipan kata2 didlm cerita : Mimpi untuk Dresden ( Dalam kehidupan manusia tidak akan bisa memperlihatkan kepasrahan dan ketelanjangan yang mutlak. Dalam keadaan mati, entah terpaksa atau tidak, manusia memperlihatkan pose-pose yang tidak akan bisa dilakukan kehidupan) Sarat akan makna sekali...
Famega Syavira
Baca cerpen pertama, saya nggak suka rasanya aneh. Tapi ternyata makin lama cerpennya makin bagus, ternyata cerita di buku ini disusun sesuai tahun penciptaan, paling depan mulai tahun 2003. Jadi baca ceritanya seperti merasakan perkembangan si penulis menjadi penulis keren dari tahun ke tahun.
Citra Mardiati
Buku ini berisi kumpulan cerita milik Dewi Ria Utari...
Buat kamu yang doyan berfantasi, buku ini cocok banget buat kamu. Dengan dasar seni yang dimiliki penulis, dalam kisah-kisah yang terdapat di dalam buku ini kita juga disuguhi beberapa cerita yang berbau kesenian, terutama tari.
Biondy
cerita2nya ok. Cerita2 yg jadi favorit saya adalah Hari Kelima,Klise, Aksara, dan Topeng Nalar.
Sementara Kekasih dan Marionette agak membingungkan. Untuk Merah Pekat, cukup bagus, hanya saja saat ini saya bosan baca cerita vampir. jadi kurang menggigit :)
Sulung Lahitani Mardinata
Beberapa kisah di dalam buku ini sudah pernah saya baca di Kompas dan saya lumayan suka cara berceritanya yang cenderung apa adanya. Saya justru lebih suka cerita-cerita yang pernah masuk Kompas dan dimasukkan dalam buku ini dibanding cerita-cerita lainnya.
Aria Anggana
Akhirnya aku memutuskan memberi 4 bintang untuk buku ini. Nggak dipungkiri, semakin tebal halaman yg habis kubaca aku semakin menyukai cerita yang kubaca. Semakin sublim, semakin sureal, semakin tak tertebak maknanya.
Kanti Janis
Saya tertarik membaca buku ini karena cover dan judulnya. Awalnya saya pikir judulnnya adalah Kekasih Marionette, padahal 'Kekasih' dan 'Marionette' adalah dua cerita yang berbeda.

Teguh Affandi
Kembali kubaca, setelah 2012 lalu kutamatkan. Ceritanya beberapa mistis dan diendingi dengan akhir yang mengejutkan.

Tetapi suka!
eti
#32 - 2013

entahlah, rasanya serba "nanggung". surealisnya, nuansa mistis yang dibangun, dan ending yang (gampang) tertebak.
Didot Adot
Dec 28, 2013 Didot Adot is currently reading it
ow
Novia
Cerita-ceritanya membuat pembacanya penasaran dengan apa yang terjadi diakhir cerita
khoer jurzani
HUHUHU.. kumpulan cerpen yang keren-keren....
Agatha Andari
to be reviewed.
Katya
anehh akhh ..
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
3015698
Fransisca Dewi Ria Utari ini lahir di Jepara, 15 Agustus 1977. Usai menyelesaikan kuliahnya di jurusan Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret, Surakarta pada tahun 2000, ia mengawali karir jurnalistiknya antara lain di Detik Com, Koran Tempo, dan saat ini menjadi karyawan di harian Jurnal Nasional.
More about Dewi Ria Utari...
The Swan Dari Datuk ke Sakura Emas Ripin (Cerpen Kompas Pilihan 2005-2006) 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008: Anugerah Sastra Pena Kencana Laki-laki Pemanggul Goni: Cerpen Pilihan Kompas 2012

Share This Book