by
4.18 of 5 stars
Negeri Para Peri adalah kumpulan cerpen tergelap yang pernah saya jumpai. Mata dan darah, yang menjadi citra citra dominan, berleburan dengan hitam... read full description

reviews

Dec 19, 2010
Harun Harahap rated it: 4 of 5 stars
Cover yang menarik dengan warna yang adem namun kontras dengan kehadiran sesosok makhluk anak kecil yang terlihat menyeramkan. Hal ini membuat saya tertarik untuk membaca buku ini, ditambah lagi ilustrasi didalam buku ini yang tak kalah menariknya. Dari sekian cerpen yang ada dalam buku ini, ada beberapa yang berkesan buat saya.

Cerpen pertama berjudul "Ayah" membuat saya berkata "Ya Tuhaaannn..." saat mengakhiri cerpen itu. Ditambah lagi kepala anak kecil yang men More...
14 comments like (5 people liked it)
Sep 28, 2010
gieb rated it: 4 of 5 stars
Yang gelap, kadangkala lebih terang dari arti kata terang itu sendiri. Kira-kira begitu yang saya dapat saat menyimak cerita-cerita dalam Negeri Para Peri karya Avianti Armand ini. Avianti Armand, seperti kata GM dalam endorsement, menyentak kita, lalu menarik kita ke dalam gerak kata dan imaji. Di sinilah, menurut saya, penulis berhasil menerjemahkan yang terbatas menjadi tidak terbatas. Tidak seperti agama dan filsafat. Meski memang menenangkan tetapi terbatas.

Hampir semua cerita More...
21 comments like (5 people liked it)
Jan 16, 2012
e.c.h.a rated it: 5 of 5 stars
Amazing yeah amazing, amaze me. Menakjubkan, mengejutkan, itu yang gw rasakan terhadap kumpulan cerpen ini. Dari awal saat gw melihat buku ini bersanding di rak di TB Gramedia, buku ini telah memikat gw untuk menyentuhnya. Ilustrasi di setiap kisah di buat berbeda untuk mendukung dari kisah masing-masing. Kumpulan cerita dengan beragam perasaan.

Satu kisah yang menyentuh gw "Pangeran Kecil" :
"Ya, pangeran kecilku, aku akan ada di sana. Di satu bintang. Menjagamu. More...
52 comments like (3 people liked it)
Jan 15, 2012
Ernest rated it: 1 of 5 stars
The stories are patronising and somewhat dreamy. The good thing about them is they lead you to the dark side. But the way it's told are more like chaotic ramble that has no sense of order, that feels like abstract painting which you don't know whether it is a good painting.

The ramblings feel too vague that I couldn't picture the story very well—they are blurry, like bad photographs.

There are a lot of surprise tactics and twists. But not only that, there are also many othe More...
0 comments like (1 person liked it)
Mar 19, 2010
Ita rated it: 3 of 5 stars
Membaca buku
NEGERI PARA PERI
Oleh Avianti Armand
Andramation Publication
2009
173 halaman

Bagaimana kalau seorang arsitek yang sehari-hari bergulat dengan garis-garis tegas menuliskan perasaannya dalam karya fiksi? Hasilnya buku ini. Negeri Para Peri yang berisi 16 kisah. Cerita-cerita khas masyarakat urban. Kesibukan dan impian. Cinta terlarang dan pengkhianatan. Luka dan pesta. Alkohol dan Jimmy Choo. Juga kisah ibu-anak yang memberi ruang jeda untuk mere More...
0 comments like (2 people liked it)
May 20, 2010
Nia rated it: 3 of 5 stars
Buku ini bagus. Sayang, saya malah nggak baca bagian cerita yang judulnya Negeri Para Peri, karena bagian itu, di buku saya cetakannya tak terbaca. Hurufnya bergaris-garis, seperti diprint dengan tinta yang hampir habis. Itu cuma masalah teknis, sih. Dibandingkan dengan isi ceritanya, kekecewaan karena halaman yang rusak itu cukup tergantikan.

Isinya cukup menggelitik nalar. Cerita diawali dengan cerpen berjudul Ayah. Lau berlanjut ke berbagai cerita lain, yang rata-rata berkisah tent More...
Dec 03, 2009
Fatma rated it: 4 of 5 stars
Negeri Para Peri merupakan buku yang sangat menarik, meminjam komentar dari Goenawan Mohammad, bahwa narasinya merupakan perjalanan yang tidak dikendalikan oleh alur, melainkan oleh impuls yang membuat puisi lahir.

Avanti Armand, agaknya menganut gaya tulisan yang surealis, membuat pembaca perlu mengulang-ulang beberapa bagian cerita. Buku ini dibuka oleh cerpen Ayah yang bisa dipahami siapa tokoh kamu yang dicintai oleh tokoh aku, setelah pembaca selesai membacanya.

Salah More...
Oct 17, 2010
Vidi rated it: 4 of 5 stars
....
Ketepatan itu mengerikan. Betapa waktu telah menjadi sebuah energi potensial luar biasa yang mengatur hidup manusia-manusia dalam kecepatan yang tertata dan terukur. Juga menghentakan mereka dari satu tempat ke tempat lain. Detik demi detik. Terus menerus. Jadi satu aliran yang tak terputus.
....
(dikutip dari cerpen Mata)

Betapa jeli dan benarnya, Avianti Armand menangkap realita dalam kehidupan urban yang amat jelas sekaligus tidak disadari oleh kebanyakan dari k More...
Jul 10, 2011
Sweetdhee added it
pengen nyoba baca
katanya bagus.. tapi sudah menghilang dari peredaran..
ada yang mau minjemin ga ya?

tapi kalau aku pengen baca buku ini cuma karena katanya bagus, aku ga termasuk orang yang gemar membaca dan intelek, kah?
*nyemil lupis dan cilok*
6 comments like (1 person liked it)
Jul 22, 2011
Winna rated it: 4 of 5 stars
Saya suka konsep, layout dan kovernya!
Isinya pun menakjubkan :) banyak cerpen kelas berat yang dituliskan dengan indah, dan saat membacanya selalu terpikir.. wah, sangat sastra.

I don't know, I just get that vibe from her words.
0 comments like (1 person liked it)
Nov 28, 2010
fahmi rated it: 5 of 5 stars
my favourite quote :

aku mencintaimu. dan itu ternyata menyakitkan.
kamu tidak tahu betapa setiap kali kamu berpaling, aku sangat menderita.
aku seperti orang yang sedang menoreh nadi dan meneteskan darah perlahan-lahan.
semakin lama aku jadi semakin lemah hingga darah habis terkuras.
karena itu aku pergi…
aku harus menjauh darimu.

~ page 44 ~
Feb 21, 2010
Theresia rated it: 3 of 5 stars
saya tidak tahu kalau 'kegelapan' bisa ditulis dengan sedemikian 'indah'nya... membacanya seperti ditancap pisau di pergelangan tangan, namun karena begitu kuat kata2nya, saya merelakan pisau itu terseret ke sekujur tubuh saya yg lain. seandainya tema2nya tidak penuh dengan kekerasan, sudah saya beri bintang 5. badan saya remuk2 setelah membacanya. betul2 membekas...
0 comments like (1 person liked it)
Dec 05, 2009
tikatikaa rated it: 5 of 5 stars
Negeri para peri ini menyuguhkan jenis cerpen yang menggunakan kata-kata puitis untuk pembacanya. Kata-kata puitisnya mengalir sempurna dan merepresentasikan apa yang sesungguhnya dirasakan penulis--
Aug 02, 2009
debucahaya rated it: 5 of 5 stars
I really like most of stories in this book. some contribute really good feeling to my imagination. some have tricky surprising end. although some also quiet freaked me out like "Cahaya" (not a big fan of torture description, I am).
Jan 26, 2011
Meity rated it: 4 of 5 stars
Walaupun ga suka sama semua cerita pendek yang ada di sini, tapi buku ini emang bagus :D
(jempol)
Aug 01, 2011
Ndari marked it as to-read
Cari buku ini di mana, ya.. :s
Jan 16, 2011
chrisida added it
like it.
Jan 14, 2011
Palsay rated it: 5 of 5 stars
amazing...
Apr 03, 2011
Darman rated it: 5 of 5 stars
membaca cerpen mba vivi seperti membaca puisi...
:)
Sep 17, 2009
Roos rated it: 3 of 5 stars
Giliran 1
Buat yang lain sabar yah...hehehehe.
Feb 10, 2012
Damayanti rated it: 5 of 5 stars
Feb 07, 2012
Tika rated it: 5 of 5 stars
Jan 14, 2012
Febi marked it as to-read
Jan 13, 2012
Seven marked it as to-read
Dec 12, 2011
Meimei marked it as to-read
Nov 28, 2011
Salman rated it: 3 of 5 stars
Nov 19, 2011
Aiiu added it
Nov 12, 2011
Alita rated it: 5 of 5 stars
Oct 29, 2011
Rachel marked it as to-read
Oct 04, 2011
Bramantio rated it: 2 of 5 stars